Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'pikiran'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Pernahkah kamu merasa lebih mudah berpikir ketika malam hari? Bisa jadi kamu adalah sosok yang cerdas. Menurut Psychology Today, orang-orang cerdas biasanya lebih memilih menjadi nokturnal (aktif di malam hari) daripada orang dengan yang punya IQ normal. Dalam sebuah studi yang melibatkan anak-anak muda, menunjukkan bahwa individu yang cerdas terbukti pergi tidur lebih larut pada hari-hari biasa. Dalam sebuah studi dari Study Magazine, Satoshi Kanazawa, seorang psikolog di London School of Economics And Political Science, melaporkan bahwa IQ rata-rata dan pola tidur memiliki hubungan erat. Korelasi ini membuktikan orang yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk terjaga di malam hari adalah individu yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Kebanyakan orang pada umumnya akan memiliki pola tidur yang teratur dan mudah, sementara orang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata akan lebih banyak mengalami gangguan tidur sehingga memilih untuk tetap terjaga pada malam hari. Malam hari masih dimanfaatkan untuk mengerjakan sesuatu, menulis misalnya. Para nokturnal biasanya menangkap informasi pada siang hari dan memprosesnya pada malam hari. Namun, ada beberapa hal yang mungkin masih menjadi perdebatan tentang kurangnya tidur bisa memicu gangguan kesehatan. Namun bukan berarti kita tak boleh begadang. Karena selalu ada sisi positif mengapa para nokturnal adalah orang-orang cerdas. 1. Karena pada siang hari rasanya pikiranmu tak bisa dengan fokus untuk mengerjakan sesuatu. Siang hari, pikiranmu mungkin bisa kemana-mana seiring imajinasi berjalan. Bahkan siang hari adalah waktu paling kreatif yang bisa kamu dapatkan. Namun ketika malam hari, sisi paling menarik dari dirimu mulai muncul. Malam hari adalah waktu bagimu untuk mengeluarkan seluruh kemampuan diri dan mengizinkan dirimu sendiri untuk melepaskan 'masker' yang sepanjang hari menutupimu. 2. Rutinitas tak berlaku dalam kamusmu. Bagimu, hidup harus dinikmati bagai air mengalir. Begadang akan selalu menjadi rutinitas harian. Tak peduli apakah kamu punya jam kerja 9 to 5, kamu akan tetap terjaga hingga larut malam. Dan itu menjadikanmu pribadi yang sedikit pemberontak dan mampu menentang tradisi yang ada. Dalam surat kabar akademik, “Why The Night Owl Is More Intelligent,” yang diterbitkan dalam jurnal Psychology And Individual Differences, dengan jelas menjelaskan asumsi bahwa dalam beberapa waktu ini, orang-orang cenderung bekerja pada siang hari dan tidur pada malam hari. Dan rasanya bukan lagi kejutan bahwa orang yang suka terjaga hingga larut malam, adalah sosok yang mampu memperluas pemikiran mereka, bukan hanya diam karena orang-orang menyuruhnya untuk tidur karena sudah larut malam. 3. Para nokturnal biasanya open-minded. Hal-hal yang terjadi di malam hari tentu saja tak bisa kamu dapatkan saat siang hari. Malam hari adalah saatnya kamu membuka pikiran dan para penyair menulis puisi, para musisi menciptakan lagu, dan seniman menemukan karya agung mereka. Mereka yang mau terjaga hingga larut malam, adalah orang-orang yang menemukan banyak hal ketika sebagian besar orang terlelap. Mereka yang mau tetap terjaga adalah orang-orang yang mau mencoba batas mereka dan menjelajahi kegelapan untuk membawa lebih cahaya pada siang hari. 4. Mereka juga sosok yang proaktif. Pepatah mengatakan, The early bird may get the worm, but the night owl gets the whole jar. Ketika morning person mungkin mendapatkan kesempatan untuk melihat cacing keluar dari lubangnya di pagi hari, para nokturnal telah melihat para cacing masuk ke dalam lubang mereka sebelum pagi menjelang. Bangun pagi adalah hal yang positif dan proaktif, namun tetap terjaga hingga larut malam juga tak kalah pentingnya. Karena mereka yang tidur larut malam (bahkan pagi) berada beberapa langkah lebih depan daripada mereka yang bangun pagi. Ada beberapa hal yang hanya bisa dijelajahi pada malam hari dan tak akan didapatkan oleh mereka yang bangun pagi, yaitu ide-ide segar.
  2. 1. Anda Cemas dengan Apa yang Tetangga / Kerabat Anda Pikirkan tentang Diri Anda Jika anda bersaing dengan mereka atau dengan harta benda mereka, anda sebenarnya telah menyia-nyiakan uang hasil jerih payah anda dalam sebuah permainan yang hanya untuk memuaskan mereka tetapi tidak meningkatkan jumlah kekayaan anda. 2. Anda Kurang Sabar Sampai pada zaman kartu kredit sekarang ini, sangatlah sulit untuk tidak menghabiskan uang lebih banyak dari yang anda miliki. Ini bukanlah masalah utama sekarang. Tetapi jika anda selalu memiliki hutang kartu kredit karena anda tidak sabar menunggu sampai anda mengumpulkan uang yang cukup untuk membeli sesuatu secara tunai, anda sebenarnya sedang membuat yang lain menjadi semakin kaya sementara anda sedang menumpuk utang. 3. Anda Mempunyai Kebiasaan Buruk Baik itu merokok, minum, judi dan beberapa kebiasan buruk lainnya, sifat yang selalu menghabiskan banyak uang dapat mempengaruhi anda untuk menjadi kaya. Banyak orang tidak sadar bahwa timbal balik dari kebiasaan buruk mereka itu tidak akan muncul sekarang, bahkan juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan perokok pasif disekitar anda, seperti keluarga anda yang nantinya harus anda tanggung juga biaya kesehatannya. Merokok merugikan kita jauh lebih besar dari harga rokok-rokok yang kita beli itu. Juga secara negatif memberi dampak buruk terhadap kondisi kekayaan anda karena harus membayar asuransi yang lebih tinggi dibandingkan bukan perokok. 4. Anda Tidak Memiliki Target Pencapaian Sangat sulit untuk untuk menjadi kaya jika anda tidak menghabiskan waktu untuk coba merenungkan apa sebenarnya yang anda inginkan. Jika anda tidak mempunyai target, anda sepertinya tidak ingin untuk menggapainya. Anda perlu mempunyai moto bagi diri anda sendiri seperti, “Saya ingin menjadi seorang jutawan.” Anda perlu meluangkan waktu untuk merencanakan target tabungan dan investasi anda dalam jangka waktu satu tahun dan pikirkan rencana-rencana untuk mewujudkan target tersebut. 5. Anda Belum Siap Hal-hal buruk terjadi pada siapa saja dari waktu ke waktu, jika anda tidak menyiapkan asurasi untuk sesuatu yang akan terjadi pada anda, segala kekayaan yang anda sudah kumpulkan mungkin dapat hilang dalam seketika. 6. Anda Mencoba untuk Menghasilkan Uang dengan Cepat Bagi kebanyakan dari kita, kekayaan tidak datang dalam sekejap. Anda mungkin berpikir bahwa orang yang menang lotre / undian adalah sangat banyak, tetapi sebenarnya kemungkinan anda kalah sebenarnya lebih besar. Keinginan anda untuk menjadi kaya dalam waktu singkat adalah suatu hal yang sia-sia. 7. Anda Mengandalkan Orang Lain Untuk Mengatur Keuangan Anda Anda percaya bahwa orang lain mungkin memiliki pengetahuan lebih baik dalam masalah keuangan daripada anda, dan anda pun mengandalkan pandangan mereka dalam memutuskan dimana anda seharusnya investasikan uang anda. Tetapi tak beruntungnya, kebanyakan orang-orang ini ingin membuat membuat mereka sendiri yang kaya, ini adalah tujuan utama mereka ketika mereka memberitahu anda bagaimana untuk menginvestasikan uang anda. Dengarkan nasehat dari orang-orang lain untuk mendapatkan ide-ide yang baru, tetapi anda sendiri harus cukup menguasai bagaimana seharusnya mengambil keputusan dalam berinvetasi. 8. Anda Berinvestasi dalam Sesuatu yang Anda Tidak Kuasai Anda dengar bahwa Bob telah menghasilkan banyak uang dalam melakukan sesuatu investasi, anda pun ingin mengikutinya. Jika Bob benar-benar telah menghasilkan banyak uang, dia bisa begitu mungkin karena dia memang mengerti apa investasi itu. Ikut menanamkan uang anda dalam investasi hanya karena orang lain juga telah berhasil menghasilkan uang dengan cara itu tanpa anda benar-benar mengerti bagaimana investasi itu akan membuat anda jauh dari menuju kaya. 9. Anda Takut Secara Keuangan Anda takut akan resiko makanya anda terus menaruh uang anda dalam bentuk tabungan yang sebenarnya adalah anda sedang kehilangan uang anda ketika tingkat inflasi sama tinggi dengan tingkat suku bunga tabungan anda, sampai sekarang anda masih menolak untuk memindahkan uang anda ke bentuk investasi yang lain yang dapat memberikan bunga lebih tinggi mungkin karena anda takut bahwa anda akan kehilangan uang anda. 10. Anda Mengabaikan Keuangan Anda Anda menentukan sikap bahwa anda telah cukup, bahwa keuangan anda akan bersirkulasi dengan sendirinya, bahkan anda berpikir jika anda sekarang memiliki utang, hal itu akan dapat diatasi pada kemudian hari. Tetapi sesungguhnya sahabat anehdidunia.com, dibutuhkan perencanaan khusus untuk bisa menjadi kaya. Mungkin tidak hanya satu dari sekian kebiasaan buruk anda diatas yang terus membuat anda tidak dapat menjadi seorang milyarder. Tetapi sebuah campuran dari beberapa kebiasaan buruk di atas yang membuat anda begitu. Cobalah untuk menyimak kembali daftar di atas, dan coba bayangkan. Jika anda ingin menjadi seorang milyarder,anda harus menghadapi hal-hal yang menghalangi anda untuk menjadi kaya itu, sebelum anda memanggil diri anda sendiri milyarder. 11. Anda Terlalu Peduli Bagaimana Penampilan dari Mobil Anda Sebuah mobil adalah sebuah alat transportasi untuk membawa anda dari suatu tempat ke tempat yang lain, tetapi banyak orang tidak melihatnya dengan cara seperti ini. Malahan, mereka menganggap mobil sebagai citra dari diri mereka sendiri dan menghabiskan uang banyak setiap dua tahun sekali hanya untuk mobil atau hanya untuk membuat orang lain terkesan saja daripada hanya mengendarai mobilnya untuk segala keperluan hidupnya dan menginvestasikan uang yang ada. 12. Anda Merasa Anda Mempunyai Gaya Hidup Jika ada punya keyakinan bahwa anda berhak untuk hidup dengan gaya hidup tertentu, pantas memiliki beberapa barang tertentu dan patut menghabiskan sejumlah uang sebelum anda dapat hidup dengan gaya hidup semacam itu, anda akan perlu untuk meminjam uang. Hutang yang besar akan membuat anda selamanya tidak akan menjadi kaya. 13. Anda Kurang dalam Melakukan Pembagian Investasi Ada alasan kenapa salah satu pepatah tertua bagi para penasehat keuangan berbunyi: “jangan menaruh semua telur anda dalam satu keranjang yang sama.” Memiliki portofolio investasi yang dipisah-pisahkan membuat kemungkinan kekayaan anda untuk hilang semakin sedikit. 14. Anda Mulai dengan Terlambat Keajaiban menggabungkan bunga adalah cara paling bagus bila dilakukan dalam jangka waktu panjang. Jika anda sadar bahwa anda selalu mengatakan bahwa akan selalu ada waktu untuk menabung dan berinvestasi di dua tahun mendatang, anda akan sadar pada suatu hari nanti bahwa masa pensiun anda tinggal menghitung hari tetapi anda tidak menemukan apapun di dalam rekening pensiun anda itu. 15. Anda Tidak Melakukan Apa yang Anda Sukai Sebenarnya pekerjaan anda tidak selalu harus adalah pekerjaan idaman anda, anda hanya perlu menikmatinya saja. Jika anda memilih sebuah pekerjaan yang anda tidak sukai hanya untuk tujuan mencari uang, anda mungkin akan menghabiskan uang lebih banyak lagi hanya untuk menghilangkan stress yang anda dapat dari pekerjaan yang anda benci itu. 16. Anda Tidak Suka Belajar Anda mungkin akan berpikir bahwa sekali anda lulus dari sekolah tinggi, tidak perlu untuk sekolah atau belajar lagi. Sahabat anehdidunia.com sikap seperti itu mungkin hanya cukup untuk mendapatkan pekerjaan pertamamu atau membuat anda dapat bekerja saja, tetapi itu tidak akan pernah membuat anda menjadi kaya. Sebuah keinginan untuk belajar bagaimana memperbaiki karir dan keuangan kamu adalah esensinya jika anda ingin menjadi kaya. 17. Anda Membeli Barang-Barang yang Anda Tidak Gunakan Coba lihat-lihat isi di dalam rumah anda, di lemari, di kolong, di lantai basement, loteng dan garasi dan lihatlah apakah ada banyak barang yang anda beli tetapi tidak anda gunakan. Barang yang belum rusak namun kini teronggok itu adalah membuang uang anda dimana sebenarnya uang itu dapat digunakan untuk menambah jumlah kekayaan anda. 18. Anda Tidak Mengerti Nilai Anda membeli barang untuk sejumlah alasan yang lain tetapi bukan karena harga barangnya. Ini tidak terbatas hanya bagi mereka yang selalu berpikir perlu membeli barang-barang yang mahal saja, tetapi juga termasuk mereka yang selalu membeli barang yang paling murah namun cepat rusak. Carilah barang yang anda butuhkan namun dengan nilai terbaik, untuk investasi yang berguna di masa depan anda. 19. Rumah Anda Terlalu Besar Ketika anda membeli sebuah rumah yang lebih besar dari yang anda sanggup atau perlukan, anda akan berakhir dengan menghabiskan uang yang lebih banyak pada pembayaran utang, pajak yang naik, biaya perawatan yang lebih tinggi dan membeli lebih banyak barang untuk memenuhi isi rumah anda itu. Beberapa orang akan berpendapat beda dengan mengatakan bahwa harga yang akan naik dari sebuah rumah merupakan sebuah investasi yang bagus, tetapi kenyataannya adalah selain dengan cara menurunkan standar kehidupan anda, dimana yang lain tidak mau melakukannya, anda tidak akan dapat menggunakan atau menikmati uang anda karena rumah anda itu tidak akan pernah menjadi aset yang cair. 20. Anda Gagal Meraih Keuntungan dari Kesempatan yang Ada Kemungkinan terdapat lebih dari satu kesempatan yang mungkin telah anda lewatkan setiap kali anda mendengar cerita tentang seseorang yang telah sukses dan anda mungkin berpikir, “ Saya seharusnya juga memikirkan cara itu.” Terdapat banyak kesempatan yang sebenarnya terpampang di muka anda jika anda punya kemauan dan kebulatan tekad untuk menyimaknya.
  3. Anda mungkin lelah memindah-mindahkan channel televisi dengan menggunakan remote. Alat ini meskipun bisa membantu mengendalikan televisi, namun tetap saja butuh tindakan seperti memencet tombol di remote tersebut. Apalagi kalau remote televisi tersebut hilang atau lupa tempat meletakkannya sehingga Anda terpaksa mengendalikan televisi secara manual. Jika demikian kondisinya, mungkin Anda butuh televisi yang dikendalikan oleh pikiran. Televisi yang dikendalikan pikiran mungkin terdengar seperti barang dari fiksi ilmiah, namun BBC telah menguji headset baru yang diklaim bisa menerjemahkan aktivitas otak ke dalam tindakan. Prototipe brainwave-reading headset memungkinkan pemakainya untuk membuka versi percobaan dari BBC iPlayer dan memilih program televis dengan menggunakan pikiran mereka sendiri. Alat ini dikembangkan oleh Shoreditch sebuah perusahaan berbasis pengalaman pengguna. Headset memiliki satu sensor kecil yang terletak di dahi pengguna dan sensor lain pada klip yang menempel di telinga. Sensor ini mengukur aktivitas listrik di otak. Headset terhubung langsung dengan aplikasi pada perangkat mobile, dan headset dan aplikasi secara bersama-sama memantau tingkat konsentrasi pengguna. Tingkat volume gelombang otak ditampilkan pada layar, untuk memberikan ilustrasi secara visual tingkat konsentrasi. Pengguna disajikan pilihan lima program televisi yang paling populer, dan siklus antarmuka setiap program televisi sampai pengguna memilih item dengan berkonsentrasi sangat keras selama 10 detik. Program yang dipilih maka akan secara otomatis dimutar sampai pengguna berfokus untuk kembali ke antarmuka penemuan. Tentu saja perkembangan ini sangat menarik untuk dicermati. Dengan menggunakan gelombang otak untuk mengendalikan televisi berarti pengguna cukup berkonsentrasi terhadap apa yang dia inginkan sehingga kemudian headtset tersebut menterjemahkannya ke tindakan, seperti memilih saluran televisi. Namun sayangnya teknologi ini belum bisa dinikati dalam waktu dekat.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy