Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'php'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 17 results

  1. c0d1ng

    PHP 7.2

    Sebagai fitur kedua update ke seri PHP 7, tim pengembang PHP mengirimkan rilis 7.2.0 PHP. Seperti yang diharapkan, rilis ini dilengkapi dengan banyak perbaikan dan fitur. Anda dapat menemukan download sumber dari PHP 7.2.0 di halaman download. Sesuai catatan rilis, perbaikan utama dan fitur baru mencakup kemampuan untuk mengubah kunci numerik di gips objek / array, typehint objek, penghitungan objek yang tidak dapat dihitung, dan HasContext sebagai Objek. PHP 7.2 juga meningkatkan konstanta TLS menjadi nilai yang masuk akal. Ekstensi Mycrypt telah dihapus dan ekstensi natrium baru telah ditambahkan. “Panduan migrasi tersedia dalam Manual PHP. Silakan konsultasikan untuk daftar rinci fitur baru dan perubahan yang tidak kompatibel, “. https://php.net/releases/7_2_0.php
  2. I run a small Apache based web-server for my personal use, and it is shared with friends and family. However, most script kiddie try to exploit php application such as WordPress using exec(), passthru(), shell_exec(), system() functions. How do I disable these functions to improve my php script security? PHP has a lot of functions which can be used to crack your server if not used properly. You can set list of functions in php.ini using disable_functions directive. This directive allows you to disable certain functions for security reasons. It takes on a comma-delimited list of function names. disable_functions is not affected by Safe Mode. This directive must be set in php.ini file. For example, you cannot set this in httpd.conf file. Open a terminal or login to your server over the ssh session. Open php.ini file: Find disable_functions and set new list as follows: I also recommend to disable allow_url_include and allow_url_fopen for security reasons: Save and close the file. Restart the httpd server by tying the following command: OR if you are using Debian/Ubuntu Linux, run: A note about systemd based system If you are using systemd + RHEL/CentOS/Fedora Linux based system, enter: If you are using systemd + Debian/Ubuntu Linux based system, enter:
  3. PHP 7 beberapa waktu lalu sudah resmi diluncurkan, pecinta PHP pastinya menyambut ini dengan suka cita. PHP 7 muncul tanpa melalui PHP 6, jadi langsung loncat dari 5 ke 7. Ada beberapa perubahan yang terjadi di PHP 7, ada beberapa fitur yang dihilangkan dan ada beberapa yang ditambahkan. Berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan lagi di PHP 7, walaupun sebenarya ini tidak hanya soal PHP 7, namun bisa secara umum dalam pemrograman PHP, setidaknya agar kualitas kode yang Anda buat bisa lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, mari jadikan perubahan ke PHP 7 sebagai momentum untuk ngoding dengan lebih baik. 1. Jangan gunakan fungsi mysql_ Sudah semenjak PHP 5.x Anda disarankan untuk tidak lagi menggunakan fungsi mysql_. PHP 7 menghilangkan fungsi ini dari core nya dan untuk itu Anda perlu pindah ke fungsi mysqli_ karena jauh lebih baik, atau gunakanPDO yang agar lebih fleksibel. 2. Jangan terlalu boros menulis kode Koding yang Anda buat menentukan kecepatan akses situs Anda, soal kecepatan ini juga menjadi hal yang penting di PHP 7. Jangan langsung puas dengan kecepatan situs Anda hanya karena sudah beralih ke PHP 7. Untuk memahami betapa pentingnya kecepatan dan apa yang dapat Anda lakukan untuk membuatnya jadi lebih baik, Anda bisa membaca-baca kembali panduan dasar PHP. Sebagai seorang developer Anda harus memastikan untuk membuat script yang hanya benar-benar dibutuhkan saja, gabungkan mereka jika memungkinkan agar lebih hemat, tulis query database dengan lebih efisien, gunakan caching bila mungkin dan lain sebagainya. 3. Jangan gunakan tag penutup PHP pada akhir sebuah file Jika Anda memperhatikan, sebagian besar file inti dari WordPress menghilangkan tag penutup PHP di setiap akhir file. Bahkan, Zend Framework secara khusus melarang hal tersebut. Hal ini tidak diperlukan oleh PHP dan dengan menghilangkan itu pada akhir file Anda memastikan bahwa tidak ada spasi yang ditambahkan. 4. Jangan lakukan query didalam loop Melakukan query database dalam sebuah lopp adalah pemborosan. Ini akan memberikan beban yang tidak perlu pada sistem yang Anda buat dan tentunya akan lebih baik jika dilakukan diluar loop. 5. Jangan gunakan * dalam sql query Kurangi penggunaan * dalam query SQL, apalagi jika Anda memiliki database yang punya banyak sekali kolom dalam tabel. Sebaiknya tentukan kolom mana saja yang akan Anda ambil, hal ini akan meminimalkan penggunaanresource. 6. Jangan mudah percaya dengan apa yang di input user Agak kurang bijak bila seorang programmer mempercayai apa yang akan diinput oleh pengguna aplikasinya tanpa memberikan berbagai aturan. Pastikan Anda selalu melakukan filter, sanitize, escape, check dan menggunakanfallbacks untuk mendapatkan input data yang pasti. 7. Jangan pernah merasa pintar Anda mungkin bisa mempercepat waktu load 0.01 detik untuk setiap halaman, karena tujuan Anda adalah menulis kode yang elegan dan itu adalah niat yang baik, Anda mungkin menggunakan berbagai macam logika untuk melakukan hal tersebut sampai orang lain dan bahkan Anda sendiri sakit kepala memikirkan hal tersebut. Namun sebenarnya yang sederhana untuk dilakukan adalah Anda cukup menulis nama variabel dengan benar, mendokumentasikan kode yang Anda buat, buat semua lebih singkat namun jelas. Ada baiknya juga untuk menggunakan standar berorientasi objek, dimana Anda menulis dokumentasi dengan lebih baik tanpa harus banyak inline comment. 8. Jangan abaikan aplikasi-aplikasi bantuan PHP sudah digunakan untuk waktu yang cukup lama, sedangkan website sudah lebih lama dari itu. Perubahan yang Anda lakukan kemungkinan juga sudah dilakukan oleh orang lain sebelumnya. Jangan takut untuk menggunakan bantuan lain, GitHub bisa jadi teman baik Anda, Composer, Packagist juga bisa jadi teman baik Anda. Selain itu ada berbagai alat untuk memanipulasi warna, dari profiler hingga framework unit testing, dari API MailChimp hingga Twitter Bootstrap, semuanya tersedia dengan gratis. 9. Jangan mengabaikan bahasa lain Setiap bahasa pemrograman memiliki kelebihan dan kekurangan. Apabila Anda seorang programmer PHP maka tidak ada salahnya sedikit mencoba bahasa lain seperti #C atau Java. Selain itu belajar bahasa-bahasa tersebut juga akan memperlancar Anda dalam memahami PHP, seperti memahami OOP nya. Tidak ada salahnya juga seorang programmer PHP untuk belajar lebih banyak tentang HTML, CSS dan Javascript, karena semuanya sekarang sudah semakin berkembang. Kemunculan manajemen paket membuat semuanya semakin berkembang jadi lebih baik, hingga kini muncul juga Coffescript, LESS, SASS, YAML yang juga sedikit banyak harus dikenal oleh programmer PHP, tentu akan sangat powerful jika beberapa teknologi tersebut digabung dengan PHP 7 dalam proses pembuatan website dan aplikasi Anda berikutnya. Jadi tidak ada salahnya programmer PHP juga tahu bahasa pemrograman lain. Jangan lupa like!
  4. PHP 7 dijadwalkan rilis tahun 2015 ini. Sudah sangat lama sejak terakhir kali kita menikmati update versi mayor, dari PHP 4 ke PHP 5, yang terjadi di tahun 2004 yang lampau. Ya, sudah lebih dari sepuluh tahun sejak keluarga 5.x dikenalkan pertama kali dan merajalela hingga sekarang. Meskipun ada banyak perubahan siginifikan seperti namespace di PHP 5.3 dan trait di PHP 5.4, tetapi versi yang dipakai masih tetap 5.x, belum menjadi PHP 6 PHP 7. Saat ini diskusi tentang fitur-fitur apa saja yang akan ada di PHP 7 sudah hampir rampung dirumuskan. Ada beberapa perubahan signifikan yang menarik untuk kita intip bersama-sama. Yuk mari… // Integers echo 1 <=> 1; // 0 echo 1 <=> 2; // -1 echo 2 <=> 1; // 1 // Floats echo 1.5 <=> 1.5; // 0 echo 1.5 <=> 2.5; // -1 echo 2.5 <=> 1.5; // 1 // Strings echo "a" <=> "a"; // 0 echo "a" <=> "b"; // -1 echo "b" <=> "a"; // 1 echo "a" <=> "aa"; // -1 echo "zz" <=> "aa"; // 1 // Arrays echo [] <=> []; // 0 echo [1, 2, 3] <=> [1, 2, 3]; // 0 echo [1, 2, 3] <=> []; // 1 echo [1, 2, 3] <=> [1, 2, 1]; // 1 echo [1, 2, 3] <=> [1, 2, 4]; // -1 // Objects $a = (object) ["a" => "b"]; $b = (object) ["a" => "b"]; echo $a <=> $b; // 0 $a = (object) ["a" => "b"]; $b = (object) ["a" => "c"]; echo $a <=> $b; // -1 $a = (object) ["a" => "c"]; $b = (object) ["a" => "b"]; echo $a <=> $b; // 1 // only values are compared $a = (object) ["a" => "b"]; $b = (object) ["b" => "b"]; echo $a <=> $b; // 0 Spaceship Operator <=> Spaceship operator atau disebut juga three way comparison operator adalah operator perbandingan yang memiliki 3 kemungkinan return value: 0 jika yang dibandingkan setara, -1 jika nilai sebelah kiri lebih kecil, dan 1 jika nilai sebelah kiri lebih besar. Scalar Type Hints Sejak PHP 5, kita bisa mendefinisikan tipe parameter untuk suatu fungsi seperti dibawah ini: <?php function coblos(User $citizen, $number) { echo $citizen->name . " mencoblos partai nomor urut " . $number; } Namun, tipe data yang bisa dipakai untuk type hint hanya object dan array. Di PHP 7 nanti, ada tambahan dukungan untuk type hint , yaitu empat tipe data primitif (scalar): int, float, string, dan bool. Sebagai contoh, kode di bawah ini valid untuk PHP 7, tapi tidak untuk PHP 5: <?php function coblos(User $citizen, int $number) { echo $citizen->name . " mencoblos partai nomor urut " . $number; } Return Type Declaration Selain type hint untuk argumen fungsi, PHP 7 juga sudah mendukung return type declaration dimana kita bisa mendeklarasikan tipe data dari nilai yang dikembalikan oleh fungsi tersebut. function helloWorld(): string { return "hello world"; } Kapan Rilis? PHP 7 dirilis pada bulan Oktober 2015 lalu. Jadi tunggu saja kelanjutan kisahnya. Kemana PHP 6? Nah, ngomong-ngomong soal versi, kenapa tiba-tiba muncul PHP 7 dan bukan PHP 6. Apakah para core developerPHP salah ketik? Rasanya tidak mungkin. Apakah 6 dianggap angka sial yang harus dihindari? Mustahil juga. Atau karena petinggi partai nomor 6 dianggap melanggar HAM? Ngawur. Lalu kenapa? Layu Sebelum Berkembang Alkisah beberapa tahun yang lalu, sudah ada wacana untuk mengembangkan PHP 6 dengan bebeerapa perubahan. Yang paling menonjol adalah adanya dukungan terhadap unicode dengan menggunakan encoding UTF-16. Presentasi dan publikasi sudah dilakukan di banyak tempat. Orang sudah terlanjur mengenal PHP 6 sebagai PHP yang mendukung unicode, meskipun belum secara resmi dirilis. Ternyata kenyataan tidak seindah harapan… Implementasi di level interpreter agar mendukung UTF-16 tidak mudah dilakukan. 4 tahun berselang tanpa ada perkembangan berarti, akhirnya PHP 6 menyerah pada takdir. Sampai versi 5.6 sekarang, PHP masih tidak mendukung unicode. Demokrasi Ketika kemudian versi mayor berikutnya akan dirilis, timbul pertanyaan besar, apakah akan dinamai versi 6 atau versi 7? Jika mengikuti kaidah penamaan yang normal, tentunya dari PHP 5 dilanjutkan ke PHP 6. Tetapi, karena pada prakteknya “PHP 6” pernah ada (meski tidak benar-benar dirilis secara resmi), pernah menjadi perbincangan dimana-mana, dan menjadi referensi untuk versi PHP yang mendukung UTF-16, maka akhirnya setelah melalui proses demokrasi yang jujur dan adil diputuskanlah PHP 7 sebagai nama untuk versi mayor selanjutnya. Kami tunggu kehadiranmu, PHP 7. Jangan PHP-in kami (lagi) ya
  5. Below are the commands to check the version of PHP and MySQL on your Linux server through shell (via SSH): php -v mysql -v
  6. I still use CentOS as my distro of choice on any new server and whilst things are getting better CentOS and RHEL still don’t have up to date versions of PHP available inside the default yum repos. A couple of years ago I posted about Howto install PHP Mcrypt on CentOS using EPEL which is one of my sites most popular posts! So CentOS and PHP, as you can see below (taken from DistroWatch) CentOS is a bit outdated with it’s PHP versions which as a PHP developer can be a pain in the ass! However there is yet again hope! This time we need 2 additional repos. First up we need EPEL and secondly we need Remia French guy who is king of PHP repos! Repo Installation Open up a SSH connection to your server and run the following commands (make sure you run as sudo if you need to): For CentOS 7 (including EPEL install) wget http://dl.fedoraproject.org/pub/epel/7/x86_64/e/epel-release-7-5.noarch.rpm wget http://rpms.famillecollet.com/enterprise/remi-release-7.rpm rpm -Uvh remi-release-7*.rpm epel-release-7*.rpm If you already have EPEL installed: wget http://rpms.famillecollet.com/enterprise/remi-release-7.rpm rpm -Uvh remi-release-7*.rpm For CentOS 6 (including EPEL install) wget http://dl.fedoraproject.org/pub/epel/6/i386/epel-release-6-8.noarch.rpm wget http://rpms.famillecollet.com/enterprise/remi-release-6.rpm rpm -Uvh remi-release-6*.rpm epel-release-6*.rpm If you already have EPEL installed: wget http://rpms.famillecollet.com/enterprise/remi-release-6.rpm rpm -Uvh remi-release-6*.rpm Enabling the Repo Now we need to make sure the repo is enabled and select which version you want to install. We need to head over to /etc/yum.repos.d you should inside see a file called remi.repo. Open the file in your favourite editor (Nano, Pico, Vi etc), you’ll see a number of sections. We need to make sure that the first section [remi] is enabled: [remi] name=Les RPM de remi pour Enterprise Linux 6 - $basearch #baseurl=http://rpms.famillecollet.com/enterprise/6/remi/$basearch/ mirrorlist=http://rpms.famillecollet.com/enterprise/6/remi/mirror enabled=1 gpgcheck=1 gpgkey=file:///etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-remi Note the line enabled=1 make sure this is set! Now technically you can actually go ahead and install PHP, but you will only get PHP 5.4.*. Which might be want to you want is so skip ahead to the next section! If we want PHP 5.5 or PHP 5.6 we need to do a bit more work, further down in the repo.repo file you will see two additional sections [remi-php55] and [remi-php56], decide which PHP version you want to install and then enable the correct. So for PHP 5.6 we would change to: [remi-php56] name=Les RPM de remi de PHP 5.6 pour Enterprise Linux 6 - $basearch #baseurl=http://rpms.famillecollet.com/enterprise/6/php56/$basearch/ mirrorlist=http://rpms.famillecollet.com/enterprise/6/php56/mirror # WARNING: If you enable this repository, you must also enable "remi" enabled=1 gpgcheck=1 gpgkey=file:///etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-remi Once you made your changes save your modified file and quit your editor. Installing PHP Now I’m assuming you don’t already have PHP installed, this bit is super simple. sudo yum install php php-gd php-mysql php-mcrypt So the above assumes you want MySQL, GD and Mcrypt support in your PHP, but you should see something like the below depending on which version of PHP you are trying to install: ================================================================================================================================ Package Arch Version Repository Size ================================================================================================================================ Installing: php x86_64 5.5.20-2.el6.remi remi-php55 2.6 M php-gd x86_64 5.5.20-2.el6.remi remi-php55 72 k php-mysqlnd x86_64 5.5.20-2.el6.remi remi-php55 3.6 M Installing for dependencies: php-cli x86_64 5.5.20-2.el6.remi remi-php55 3.7 M php-common x86_64 5.5.20-2.el6.remi remi-php55 1.0 M php-pdo x86_64 5.5.20-2.el6.remi remi-php55 112 k php-pear noarch 1:1.9.5-3.el6.remi remi 375 k php-pecl-jsonc x86_64 1.3.6-1.el6.remi.5.5.1 remi-php55 47 k php-pecl-zip x86_64 1.12.4-1.el6.remi.5.5 remi-php55 269 k php-process x86_64 5.5.20-2.el6.remi remi-php55 57 k php-xml x86_64 5.5.20-2.el6.remi remi-php55 208 k Transaction Summary ================================================================================================================================ Install 11 Package(s) As you can see PHP is installing version 5.5.20-2.el6.remi from the remi-php55 repo! Once you have hit Y to confirm the install restart apache and magical unicorns you have a better version of PHP! You can also change your mind in the future by going back into the remi.repo file and enable a different PHP version and then run yum update and if you have moved from 5.5 to 5.6 it will upgrade PHP for you. If you want to downgrade for any reason you will need to remove PHP (sudo yum remove php*) and then reinstall the PHP modules you want.
  7. OK deh, sekarang kita coba menulis kode PHP pertama kita. Tolong salin kode berikut ke sebuah file (pakai notepad aja bisa), dan tuliskan apa yang ingin anda tampilkan pada browser di antara tanda kutip. “Echo” dalam kode dibawah ini artinya tampilkan pada layar web browser saat anda membuka file tersebut: <?php echo ("Anda berada di situs Prothelon"); ?>Simpan file tersebut dengan nama apa saja tanpa spasi dan diakhiri dengan .php (perhatian para pengguna notepad:saat menulis nama file apitlah dengan tanda kutip), dan jika anda sudah menginstal server di komputer anda sendiri, anda harus menyimpannya di directory khusus tempat root web server anda (jika anda menggunakan phptriad lokasinya adalah c:\apache\htdocs). Langkah berikutnya adalah membuka file pertama anda di browser. Ketik http://localhost/namafile.php untuk melihat hasil karya besar anda, dan ya, anda seharusnya melihat tulisan “Anda berada di situs Prothelon” (jangan gunakan file -> open, dan jangan lupa menyalakan server web anda. Untuk phptriad klik phptriad ->start apache). Jika anda mencoba kode di server web di internet, FTP file anda ke root server web anda. Ayo, sekarang coba dulu dan buat kode pertama anda bekerja. Kalau sudah berhasil, kembali lagi ke sini dan kita akan bermain-main lagi. (kalau belum berhasil, tulis komentar saja). Perhatikan Error Asyik kan? Pasti ….. kalau sukses, kalau tidak bete nih pasti. Apalagi ketemu error di skrip. Anda sangat mungkin akan mendapat error mirip seperti ini (habis, sering sih….dapat error model gini.): Parse error: parse error in http://localhost/namafile.php on line 12 Pesan error ini sangat bermanfaat dan anda akan banyak bertemu dengan pesan tersebut, pesan error tuh mirip sama orang yang gak suka sama kita, hobinya ngritik terus, tapi kalau kritik itu kita manfaatkan untuk perbaikan, kita bisa mendapat manfaat. Sukurin tuh, orang yang ngritik kita, niat mencela, malah kita manfaatin. Anda akan memperoleh pesan seperti itu untuk tiap baris kode kita yang salah. Untuk kebutuhan kita, sebetulnya yg perlu kita ketahui adalah bahwa ada yg salah pada kode kita di baris 12. Langkah berikutnya tentu saja mengecek kode kita. Saat inilah mulai terasa repotnya pakai notepad. Harus ngitung baris. Makanya coba pakai editor lain, saya sendiri menyukai crimson editor. Untuk kebutuhan kita, kita hanya perlu tahu bahwa ada sesuatu yang salah dengan kode kita di baris 12, jadi mari segera kita lihat baris tsb, dan siapa tahu bisa mengetahui penyebabnya. Saya selalu mulai dengan melihat apakah sintaks dasar saya sudah benar, misalnya apakah saya sudah menuliskan ; di akhir baris, tag penutup, tanda kurung ? Mari kita meneruskan kode kita dengan menambahkan beberapa bagian yang penting ke halaman terakhir kita tadi. Dalam kode yang sudah anda tulis, tolong tuliskan beberapa baris lagi. kalau anda perhatikan, anda dapat menggabungkan lebih dari satu fungsi PHP dalam sebuah tag PHP. Ingat, gunakan komentar sesering mungkin. Komentar dalam kode bisa anda gunakan untuk menjelaskan apa yang dilakukan setiap bagian sebagai referensi nantinya saat membaca ulang kode script kita lagi. Berikut scriptnya, dan saya akan menggunakan print sebagai alternatif dari perintah echo pada contoh sebelumnya. Keduanya berfungsi untuk menampilkan sesuatu ke layar browser anda. Teks ini (atau HTML apapun yang ingin anda tampilkan) akan muncul persis sebelum kode-kode PHP. Untuk memperjelas, saya tambahkan komentar-komentar PHP. Masih ingat kan? Cara penulisan komentar PHP berupa baris-baris yang diawali dengan tanda //. <html> <body> <p><p> <?php // contoh pertama yang kita gunakan, phpversion ini adalah // sebuah fungsi yang akan menampilkan versi PHP yang anda gunakan phpversion(); // berikutnya, kita coba menampilkan kode HTML // ke browser untuk membentuk // layout halaman yang kita tampilkan. // Dalam kasus contoh kali ini, kita akan menggunakan tag <p>, // tag <p> dapat diletakkan // dalam baris print yang sama seperti saat kita menuliskan // teks "Anda berada di situs prothelon.com" // di antara teks phpversion dan // hal-hal lain di baris sesudahnya. print ("<p>"); /* tag <p> digunakan untuk membuat paragraf baru*/ print ("Anda berada di situs prothelon.com"); print ("<p>"); /* fungsi "phpinfo" berikut ini akan menampilkan sebuah halaman yang panjang yang memberikan kita informasi mengenai konfigurasi versi PHP yang kita gunakan. Ini akan sangat berguna saat kita melakukan troubleshooting nantinya */ phpinfo(); ?> </body> </html>CATATAN: fungsi phpinfo akan menghasilkan informasi yang sangat panjang mengenai versi dan status server PHP anda. Jangan khawatir, karena untuk saat ini Anda tidak perlu memahami semua artinya, saya hanya ingin menunjukkan pada anda bahwa ada fungsi tersebut. Suatu saat anda akan memerlukannya, misalnya untuk melihat versi server PHP, lokasi file-file konfigurasi, dll.
  8. Kalau kode-kode PHP anda akan disisipkan di antara kode-kode HTML. Sebagai akibatnya, PHP dan HTML akan sama-sama kita tulis dalam bentuk teks biasa. Kode PHP anda (misalnya dalam contoh di bawah ini adalah sebuah halaman yang menampilkan kata-kata “Anda berada di situs Prothelon!”) akan berada di sela-sela kode-kode dalam sebuah file HTML yang berekstensi .php, bukan .htm atau .html seperti biasanya. Contoh halaman dari penjelasan tersebut adalah sebagai berikut. Perhatikan contoh aturan penulisan kode PHP ini : <html> <head> <title> Contoh Halaman PHP </title> </head> <body> <font color="blue">PHP kode saya akan membuat halaman ini menampilkan:</font> <p> <?php print ("Anda berada di situs Prothelon!"); ?> </body> </html>Nah, perhatikan contohdi atas. Anda mungkin sudah mulai memahami cara kerja PHP dan HTML. HTML tetap diperlakukan sebagaimana HTML persis seperti HTML tanpa kode PHP, tetapi semua kode yang berada di antara tag akan dianggap kode PHP dan diproses oleh server PHP. Ingat kan? Hasil output dari proses PHP itu yang akan ditampilkan oleh HTML ke browser. Perhatikan bahwa jika anda menyimpan file dengan ekstensi .htm/html, maka browser juga akan muncul akan menampilkan juga tag php namun tidak memprosesnya, sehingga muncul seperti ini: <?php print ("Anda berada di situs Prothelon!"); ?>Sedangkan jika anda menyimpan dalam ekstensi .php, maka yang muncul hanya: Anda berada di situs Prothelon! Gitu…. Cara Penulisan Kode PHP Setelah anda memahami bagaimana sebuah kode PHP dan HTML dikawinkan dan diproses, sekarang saatnya bagi anda untuk mempelajari aturan-aturan dasar penulisan sintaks PHP. Aturan-aturan dasarnya secara singkat adalah sebagai berikut: Penamaan File PHP File PHP anda harus disimpan dengan ekstensi .php (jika anda menemukan file dengan ekstensi .php3 atau phtml maka kemungkinan besar file-file tersebut ditulis menggunakan PHP versi 3 ke bawah). Seperti sudah saya jelaskan sebelumnya, file-file tersebut akan disimpan sebagai file teks biasa. (Artinya kita ndak butuh editor khusus kalau kepepet, cukup notepad. Namun perlu diingat bahwa notepad tidak memunculkan nomor baris yang akan kita perlukan saat melakukan debugging jika ada masalah dengan kode kita). Komentar PHP Komentar adalah bagian penting dalam kode PHP yang anda buat. Anda akan memerlukan komentar ini untuk membantu mengingat lagi kegunaan sebuah blok kode nantinya. Anda harus membiasakandiri untuk menuliskan catatan tentang kode-kode anda dengan tag komentar, sehingga sifat manusiawi kita yang pelupa bisa terbantu jika suatu saat anda perlu mereview kembali kode-kode yang pernah anda buat. Cara untuk membuat komentar yang tidak ingin anda tampilkan atau eksekusi adalah dengan menambahkan “//” di awal baris atau mengapit komentar dengan “/*” dan “*/” jika perlu membuat komentar yang panjang: <?php // Baris ini akan diabaikan. Catatan untuk kita sendiri: // Saya membuat script ini sambil //Membaca, berenang dan menyelam. print ("Anda berada di situs Prothelon!"); /* Tiga baris berikut ini juga akan diabaikan. Dan jangan lupa untuk kembali ke situs ini setiap minggu untuk melihat artikel/tutorial baru! */ ?>Permulaan Kode PHP Blok kode PHP diawali dengan “<?php” (atau cukup disingkat “<?” saja bila server anda mengijinkan…dan biasanya bisa). Akhir Kode PHP Blok kode PHP ditutup dengan menambahkan “?>” di akhir blok kodenya. Akhir Baris Program PHP Setiap baris instruksi program diakhiri dengan tanda titik koma “;”. Artinya walaupun anda menuliskannya lebih dari 1 baris tetap akan dianggap satu baris instruksi program jika belum ada tanda titik koma (lihat contoh di penjelasan tanda kurung di bawah). Tanda Kurung Tanda kurung akan banyak anda gunakan dalam kode PHP. Salah satu penggunaan yang sering dilakukan adalah dalam memanggil fungsi. Secara sederhana, setiap fungsi PHP akan berbentuk seperti ini …. print ( );“print” adalah nama fungsi dan informasi lain yang perlu ditambahkan pada fungsi tersebut akan anda tuliskandi dalam tanda kurung. Ingat….. jangan lupa untuk mengakhiri dengan tanda titik koma (kesalahan tidak mengakhiri dengan titik koma ini paling sering terjadi pada pemula). Oh iya, sebelum lupa, echo() juga memiliki kegunaan yang sama dengan print(). Spasi, pergantian baris, dll tidak akan mempengaruhi output lho. Sehingga, bagian kode berikut ini … <?php print ("Anda berada di situs Prothelon!"); ?>… akan menghasilkan hal yang sama dengan kode berikut ini: <?php print ("Anda berada di si tus Prothelon!"); ?>Saran saya, anda tetap menuliskan dengan menggunakan spasi, kurung dan tab secara wajar. Hal ini penting untuk mempermudah kita membaca program yang panjang.
  9. Komentar di perlukan untuk memberikan penjelasan kepada orang lain yang membaca kode kita. Komentar sepenuhnya akan diabaikan oleh PHP pada saat eksekusi. Walaupun anda berfikir bahwa mungkin hanya anda yang akan membaca kode program tersebut, namun itu adalah ide yang bagus. Saya sendiri sering bingung ketika memahami beberapa baris kode program setelah beberapa bulan tidak melihatnya. Komentar yang baik adalah komentar singkat dan tidak terlalu panjang, namun memberikan penjelasan tentang kegunaan kode atau variabel tersebut dibuat. Selain sebagai tempat membuat penjelasan, sifat komentar yang tidak akan dieksekusi oleh PHP, memberikan keuntungan lain dalam proses pembuatan program. Saya sering menjadikan beberapa baris kode program sebagai komentar ketika mencari tau penyebab error kode program yang sedang dibuat (proses debugging). PHP menyediakan beberapa cara untuk membuat komentar, dan semuanya berasal dari bahasa pemrograman populer lain seperti C, C++, dan Unix Shell. 1. Metode Komenter Unix Shell Disebut sebagai metode komentar Unix Shell, karena cara memberikan komentar ini berasal dari sistem Unix. Metode ini menggunakan karakter tanda pagar atau hash mark (#). PHP akan mengabaikan seluruh text yang terdapat setelah tanda pagar sampai akhir baris atau tag penutup PHP (mana yang terlebih dahulu didapati). Karena sifatnya yang hanya mempengaruhi satu baris saja, Metode Komenter Unix Shell efektif digunakan untuk membuat komentar pendek. <?php $nilai = $p * exp($r * $t); # menghitung bunga majemuk ?> Beberapa programmer juga sering menggunakan karakter # untuk memisahkan bagian kode PHP dengan bagian lainnya, seperti berikut: ####################### ## Falidasi Form Register ####################### ... Kode program PHP disini Ketika anda membuat kode program PHP dan HTML yang saling berkaitan, Komenter Unix Shell ini bisa digunakan seperti contoh berikut: <?php $nama = "duniailkom"; # Set $nama menjadi duniailkom ?> <br> <?php echo $nama; ?> ... kode HTML berikutnya 2. Metode Komenter C++ Metode komentar ini meminjam cara membuat komentar dari bahasa pemrograman C++. Hampir sama dengan metode komentar Unix Shell, metode komentar C++ ini berlaku hanya untuk sebuah baris atau sampai tag penutup PHP, Tetapi kali ini karakter yang digunakan adalah dua kali garis miring (two slashes), yakni "//". Karena sifatnya yang sama seperti Unix Shell, semua contoh tanda ‘#’ dapat diganti dengan ‘//’, berikut contohnya: $nilai = $p * exp($r * $t); // menghitung bunga majemuk ///////////////////////////// // Falidasi Form Register ///////////////////////////// ... Kode program PHP disini <?php $nama = "duniailkom"; // Set $nama menjadi duniailkom. ?> <br> <?php echo $nama; ?> ... kode HTML berikutnya 3. Metode Komentar C Jika metode komentar Unix Shell dan C++ efektif untuk membuat komentar pendek, untuk membuat komentar yang panjang, PHP meminjamnya dari bahasa C. Metode komentar ini disebut juga tipe komentar blok karena sifatnya yang harus diberikan tanda tutup untuk mengakhiri komentar. Untuk memulai komentar, kita menuliskan sebuah garis miring dan diikuti dengan tanda bintang (/*). Semua text setelah tanda tersebut akan dianggap sebagai komentar sampai PHP menemukan tanda tutup, yakni karakter bintang dan diikuti dengan garis miring (*/). Metode komentar C ini dapat mencakup beberapa baris. Berikut adalah contoh penggunaan Metode Komentar C <?php /* Dalam bagian ini kita akan membuat beberapa variabel dan memberikan nilai awal. Nilai awal ini hanya sebagai contoh saja, jadi jangan dianggap serius */ $nama = "Andi"; $a = 10; $situs = "ngobas"; $b= 2014; ?> Metode Komentar C ini juga berguna untuk "mengomentari" beberapa baris program agar tidak dijalankan oleh PHP, Seperti contoh berikut: <?php $a= 3; /* bagian ini tidak akan dijalankan oleh PHP $b = 7; $c = 8; */ ?> Namun anda perlu berhati-hati untuk tidak membuat blok komentar yang saling bertumpuk, seperti kode berikut: <?php $a = 12; /* $j = 10; /* Ini adalah komentar */ $k = 11; Ini adalah komentar */ ?> Dalam contoh diatas, PHP akan gagal menjalankan kode program dan menghasilkan error di sebabkan komentar yang saling berhimpitan (overlapping).
  10. Seperti bahasa pemograman lainnya, PHP juga memiliki aturan penulisan seperti case sensitifity (perbedaan antara huruf besar dan kecil), cara mengakhiri sebuah baris perintah, dan pengaruh penggunakan spasi dalam membuat kode program PHP. Berikut adalah aturan dasar penulisan kode PHP: 1. Case Sensitivity (perbedaan huruf besar dan kecil) dalam PHP PHP tidak membedakan huruf besar dan kecil (case insensitive) untuk penamaan fungsi (function), nama class, maupun keyword bawaan PHP seperti echo, while, dan class. Ketiga baris berikut akan dianggap sama dalam PHP: <?php Echo “Hello World”; ECHO “Hello World”; EcHo “Hello World”; ?> Akan tetapi, PHP membedakan huruf besar dan huruf kecil (case sensitive) untuk penamaan variabel, sehingga $nama, $Nama dan $NAMA akan dianggap sebagai 3 variabel yang berbeda. Sering kali error terjadi dikarenakan salah menuliskan nama variabel, yang seharusnya menggunakan huruf kecil, ditulis dengan huruf besar. <?php $andi="Andi"; echo $Andi; // Notice: Undefined variable: Andi ?> Untuk mengatasi perbedaan ini, disarankan menggunakan huruf kecil untuk seluruh kode PHP, termasuk variabel, fungsi maupun class. Jika membutuhkan nama variabel yang terdiri dari 2 suku kata, karakter spasi bisa digantikan dengan underscore (_) 2. Penulisan Baris Perintah dalam PHP Statement (baris perintah) di dalam PHP adalah kumpulan perintah PHP yang menginstruksikan PHP untuk melakukan sesuatu. Baris perintah ini bisa terdiri dari satu baris singkat (seperti perintah echo untuk menampilakan text di layar) atau bisa sesuatu yang lebih rumit dan terdiri dari beberapa baris, seperti kondisi if, atau kode perulangan (loop). Berikut adalah contoh beberapa baris perintah dalam PHP: <?php echo "Hello, world"; sebuah_fungsi(21, "duniailkom"); $a = 1; $nama = "duniailkom"; $b = $a / 25.0; if ($y == $z) { echo "Tampilkan Tabel"; } ?> Terlihat dari beberapa contoh baris perintah diatas, PHP menggunakan tanda semicolon (titik koma) “;” sebagai tanda akhir baris perintah. Kumpulan baris perintah yang menggunakan tanda kurung kurawal seperti kodisi IF atau perulangan (loop) tidak membutuhkan tanda titik koma setelah kurung penutup. <?php if (true) { echo "Perintah dijalankan"; // tanda titik koma harus ditulis } // tidak diperlukan tanda titik koma setelah tanda kurung kurawal ?> 3. Karakter Spasi dan Tab dalam PHP Secara umum, karakter spasi dan tab diabaikan di dalam eksekusi program PHP. Anda boleh memecah sebuah statement menjadi beberapa baris, atau menyatukan beberapa statement dalam sebuah baris yang panjang. Seperti contoh berikut: <?php echo "Ini kalimat pertama"; echo "Ini kalimat kedua"; $nama="duniailkom"; ?> Baris perintah itu sama artinya dengan: <?php echo "Ini kalimat pertama"; echo "Ini kalimat kedua"; $nama = "duniailkom"; ?> Walaupun contoh pertama lebih menghemat tempat, namun saya lebih menyarankan contoh kedua, dimana kita mengusahakan agar setiap statement berada pada satu baris saja, dan menambahkan beberapa spasi di awal untuk memudahkan membaca kode program. Keuntungan penghematan beberapa baris dan beberapa byte dari sebuah file PHP tidak akan sebanding dengan efek sakit kepala yang anda dapati sewaktu mencoba memahami kode program yang dibuat 3 bulan kedepan (karena sering manggabungkan beberapa statement dalam satu baris). Menambahkan komentar pada bagian kode yang lebih rumit sebagai penjelasan juga sangat disarankan.
  11. PHP/FI : Personal Home Page/Forms Interpreter Sejarah PHP bermula pada tahun 1994 ketika programmer kelahiran Denmark yang sekarang berdomisili di Canada, Rasmus Lerdorf membuat sebuah script (kode program) dengan bahasa Perl untuk web pribadinya. Salah satu kegunan script ini adalah untuk menampilkan resume pribadi dan mencatat jumlah pengunjung ke sebuah website. Dengan alasan untuk meningkatkan performa, Rasmus Lerdorf kemudian membuat ulang kode program tersebut dalam bahasa C. Ia juga mengembangkannya lebih lanjut sehingga memiliki script tersebut memiliki kemampuan untuk memproses form HTML dan berkomunikasi dengan database. Lerdorf menyebut kode program ini sebagai Personal Home Page/Forms Interpreter atau PHP/FI. Inilah asal mula penamaan PHP digunakan. PHP/FI dapat digunakan untuk membuat aplikasi web dinamis sederhana. Lerdorf kemudian merilis kode tersebut ke publik dengan sebutan Personal Home Page Tools (PHP Tools) version 1.0. Perilisan ini diumumkan pada 8 Juni 1995 di alamat comp.infosystems.www.authoring.cgi, sebuah group diskusi Usenet. Berikut adalah isi dari pengumuman tersebut: Alamat website yang tertera di atas sudah tidak dipakai lagi. Dari pengumuman ini kita dapat mengetahui kebutuhan programmer saat itu, seperti mencari cara untuk membuat halaman yang dapat diproteksi dengan password, kemudahan dalam penanganan form, dan kemampuan mengakses data dari halaman lain. Pengumuman itu juga mencerminkan bahwa PHP pada awalnya adalah sebuah framework bahasa C yang memiliki banyak fungsi dalam mengembangkan web, bukan sebuah bahasa pemrograman utuh seperti yang kita kenal sekarang. PHP/FI : Personal Home Page/Forms Interpreter 2 Seiring dengan pengembangan dan penambahan fitur web pada saat itu, pada April 1996, Rasmus Lerdorf mengumumkan PHP/FI versi 2.0. PHP versi 2 ini dirancang Lerdorf pada saat mengerjakan sebuah proyek di University of Toronto yang membutuhkan pengolahan data dan tampilan web yang rumit. PHP/FI versi 1 sebenarnya sudah mencukupi, namun performa yang dihasilkan dirasakan belum cukup, sehingga butuh penambahan fitur lanjutan. Berikut adalah email dari Lerdorf yang ditujukan kepada group diskusi Usenet pada tahun 1996. Dalam email tersebut, dijelaskan juga penambahan fitur-fitur baru di dalam PHP/FI versi 2. Dalam pengumuman ini jugalah pertama kalinya kata “scripting language” (bahasa script) digunakan dalam PHP. Alasan utama untuk perilisan versi kedua ini dikarenakan tuntutan programmer web yang saat itu menginginkan lebih dari sekedar kumpulan fungsi-fungsi, namun juga membutuhkan fitur logika seperti “if” dan “else”. PHP: Hypertext Preprocessor 3 Evolusi PHP berikutnya terjadi pada pertengahan tahun 1997, PHP versi 2 telah menarik banyak perhatian programmer, namun bahasa ini memiliki masalah dengan kestabilan yang kurang bisa diandalkan. Hal ini lebih dikarenakan Lerdorf hanya bekerja sendiri untuk mengembangkan PHP. Pada saat itulah Zeev Suraski dan Andi Gutmans, ikut mengambil bagian dan membuat ulang parsing engine yang menjadi dasar dari PHP agar lebih stabil. Dengan dukungan dari banyak programmer lainnya, Proyek PHP secara perlahan beralih dari proyek satu orang menjadi proyek massal yang lebih akrab kita kenal sebagai open-source project. PHP selanjutnya dikembangkan oleh The PHP Group yang merupakan kumpulan banyak programmer dari seluruh dunia. PHP versi 3 resmi dirilis pada Juni 1998: Perilisan PHP versi 3 juga ditandai dengan perubahan singkatan PHP yang sebelumnya PHP/FI: Personal Home Page Tools, menjadi PHP: Hypertext Preprocessor. Kepanjangan PHP sebagai PHP: Hypertext Preprocessor disebut juga sebagai kepanjangan rekursrif, sebuah istilah dalam pemrograman dimana suatu fungsi memanggil dirinya sendiri. Jadi, sejak PHP versi 3, kepanjangan PHP berubah menjadi PHP: Hypertext Preprocessor. Setelah perilisan PHP 3.0, PHP semakin populer digunakan di seluruh dunia. Dan sejak saat itu, penggunaan PHP sebagai bahasa pemrograman web menjadi sebuah standar bagi programmer. PHP: Hypertext Preprocessor 4 Segera setelahnya, Zeev Suraski, Andi Gutmans dan juga berbagai programmer di seluruh dunia mengembangkan PHP lebih jauh lagi dengan memperkenalkan banyak fitur lanjutan, seperti layer abstraksi antara PHP dengan web server, menambahkan mekanisme thread-safety, dan two-stage parsing. Parsing baru ini dikembangkan oleh Zeev dan Andi, dan dinamakan Zend engine. Akhirnya pada 22 May 2000 diluncurkan PHP 4.0 PHP versi 4 juga menyertakan fitur pemrograman objek / Object Oriented Programming, walaupun belum sempurna. Pembuat PHP (dari kiri ke kanan): Rasmus Lerdorf, Andi Gutmans dan Zeev Suraski PHP: Hypertext Preprocessor 5 Versi PHP terakhir hingga saat ini, yaitu PHP 5.x diluncurkan pada 13 Juli 2004. PHP 5 telah mendukung penuh pemrograman object dan peningkatan performa melalui Zend engine versi 2. Beberapa penambahan fitur meliputi PDO (PHP Data Objects) untuk pengaksesan database, closures, trait, dan namespaces. Hingga artikel ini di-update pada Desember 2014, versi stabil terakhir dari PHP adalah versi 5.6.3. Jika anda perhatikan, sudah lebih dari 10 tahun berlalu sejak dirilisnya PHP versi 5. PHP: Hypertext Preprocessor 6 Versi lanjutan dari PHP, yakni PHP 6.x sebenarnya telah lama dikembangkan, bahkan sejak tahun 2005. Fokus pengembangan PHP 6 terutama dalam mendukung Unicode, agar PHP bisa mendukung berbagai jenis karakter bahasa non-latin. Namun dikarenakan beberapa alasan seperti kurangnya programmer, dan performa yang tidak memuaskan, pengembangan PHP 6 dihentikan dan fitur yang ada dimasukkan kedalam PHP 5. PHP: Hypertext Preprocessor 7 Pada tahun 2014, sebuah proyek lanjutan PHP mulai mengemuka, yakni PHP 7. Kalangan programmer sedikit bingung dengan penamaan versi PHP yang akan dirilis ini, apakah akan menyebutnya sebagai PHP 6 atau PHP 7. Walaupun PHP versi 6 telah resmi ditinggalkan, namun banyak artikel dan buku yang ditulis mengenai PHP 6. Setelah mengambil voting, nama PHP versi 7 akhirnya menjadi keputusan final. Dengan demikian, kita tidak akan melihat PHP versi 6, dan langsung ‘loncat’ ke PHP 7. PHP 7 berkembang dari proyek experimen yang dinamakan PHPNG (PHP Next Generation). Proyek PHPNG bertujuan untuk menyusun ulang kode PHP untuk meningkatkan performa. Pada Juli 2014, sebuah percobaan mendapati hasil bahwa PHPNG mengalami peningkatan performa hampir 100% dari versi PHP sebelumnya. Update: Menurut situs resmi PHP, PHP 7 masih dalam tahap pengembangan dan dijadwalkan di rilis pada akhir tahun 2015. Selengkapnya bisa di akses di: https://wiki.php.net/rfc/php7timeline.
  12. Pengembang umumnya menggunakan Bahasa PHP untuk mengembangkan situs. Ada beberapa website terkenal beberapa di web, sebagian besar dikembangkan dengan menggunakan PHP teknik pengembangan web, contohnya adalah facebook.com, twitter.com dan lainnya. Ingatkan, Persiapan Sebelum Memulai Proyek PHP Pengembangan Web. Teman-teman harus fokus pada bagaimana Teman-teman menggunakan platform ini untuk mengembangkan dan bebas dari kesalahan saat debugging. Teman-teman pernah bertanya-tanya mengapa bahasa PHP atau Pengembangan PHP sangat populer di kalangan pengembang? Jawabannya adalah bahasa pemrograman ini memang sangat language friendly, sehingga orang ekonomi pun dapat belajar sehari dan membuat web dinamis jika memang berniat mempelajarinya. Selain itu, jika kode teman-teman dipastikan tidak akan membingungkan jika diiuktsertakan komentar yang miring disisi kodingan bahasa pemrograman PHP dari teman-teman buat. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut di bidang pemrograman ini, langkah untuk bergabung dengan komunitas PHP dan berinteraksi dengan sesama pengembang PHP untuk pengembangan terbaru sangatlah penting. PHP Web Development - Layak untuk Dipertimbangkan PHP PHP adalah salah satu bahasa server-side sumber pemrograman yang paling populer dan open source, digunakan untuk membuat aplikasi web online. Upaya terampil pengembang PHP lepas pantai telah mendorong pengembangan kerangka kerja beberapa alat dan telah meningkatkan proses pengembangan web PHP. Harus diperlukan pedoman untuk menjadi Web Development PHP yang efektif sehingga membuat suatu coding yang kurang efektif menjadi lebih efektif. Beberapa alasan untuk layak dipertimbangkan jika teman-teman memilih bahasa pemrograman ini untuk kesehariannya sebagi programmer. Begitu pula jika memilih suatu Text editor yang harus digunakan untuk coding yang pilihlah text editor yang efisien, dan yang menghemat banyak waktu. Beberapa Text Editor PHP dikemas dengan fitur terbaru dari kode warna untuk menyederhanakan proses pengembangan lengkap. Sehingga memungkinkan untuk membangun sebuah website bisnis yang kuat dan interaktif sebagai langkah yang paling penting untuk mempromosikan bisnis teman-teman secara online. Saat ini tahun 2015 sampai dengan tahun 2045 dipastikan akan bermunculan programmer pengembang untuk menangani beberapa proses pengembangan dan banyak bahasa untuk menciptakan aplikasi web dan PHP sehingga menjadi populer di masa depan.
  13. Apa perbedaan php dengan javascript? atau apa perbedaan php dengan html? pertanyaan ini seringkali muncul jika anda mulai mengenal bahasa pemrograman web. Ketiga bahasa pemrograman ini ternyata saling terkait dalam membangun sebuah web yang dinamis dan interaktif. Saya akan jelaskan perbedaan serta hubungan masing-masing di topik ini ndral. PHP adalah bahasa pemrograman yang dijalankan pada server yang terinstall web server. Artinya semua baris program akan sepenuhnya dijalankan pada web server sedangkan yang dikirimkan ke browser pengguna hanya hasilnya saja. Javascript adalah bahasa pemrograman yang dijalankan dikomputer klien. Javascript disipkan dalam kode-kode html dan digunakan sepenuhnya dengan bantuan browser. Javascript melakukan interaksi dengan pengguna langsung disisi klien. HTML adalah bahasa standard untuk membuat halaman web statis. HTML dapat secara langsung dijalankan dan ditampilkan dengan bantuan browser. Secara teori umum diatas, maka perbedaan php dengan javascript atau php dengan html adalah : PHP PHP adalah bahasa pemrograman web yang dijalankan di server PHP digunakan untuk membuat halaman dinamis PHP dapat terhubung dengan database PHP dapat membuat halaman web dengan HTML maupun javascript PHP dijalankan oleh server sebelum halaman ditampilkan Javascript Javascript dirancang untuk bekerja disisi klien Javascript dapat berinteraksi langsung dengan pengguna melalui browser Javascript dapat disisipkan dalam kode html Javascrip dijalankan setelah halaman mulai diterima oleh browser Javascript dapat memanipulasi HTML secara langsung atau sering dikenal dengan DHTML (Dynamic HTML) HTML HTML dapat langsung dijalankan disisi klien HTML digunakan untuk menyusun halaman web statis HTML dapat ditampilkan dalam bentuk objek tabel, tulisan dll Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa sebenarnya antara PHP, Javascript dan HTML dapat saling terhubung dalam perananya menampilkan sebuah informasi yang ada diinternet. PHP tidak bisa menampilkan hasil ke browser tanpa adanya html, html tidak bisa menampilkan halaman dinamis tanpa PHP, dan HTML tidak bisa berinteraksi via klien tanpa javascript. Menurut saya ini juga yang melatar belakangi munculnya gagasan baru tentang penggunaan teknologi AJAX dalam pengembangan web masa depan.
  14. Jendral tentu tau bukan dengan istilah PHP alias Pemberi Harapan Palsu? Nah, dekat dengan seseorang yang kerjaannya tarik-ulur atau panas-dingin memang bisa menjadi masalah tersendiri. Segala hal yang dilakukannya tidak bisa ditebak dan terkadang membuat ingin teriak, "Apa sih mau kamu?", atau jangan-jangan sebenarnya Anda sendiri yang punya sifat seperti ini? Ada beberapa tipe panas-dingin yang memang hanya ingin mempermainkan orang saja. Mereka senang dengan permainan dan memegang kendali. Jadi yang mereka lakukan semata-mata hanya untuk bereksperimen dengan reaksi. Tapi, ada juga yang tidak, lho. Menurut seorang psikolog dan relationship coach, Linda Young, kebanyakan orang melihat arti cinta dan hubungan dengan penuh kekhawatiran. Misalnya takut kehilangan spontanitas, takut kehilangan kebebasan, dan masih banyak lagi. Jangan salah jendral, banyak orang takut kehadiran seseorang akan merusak banyak pola yang sudah disusun rapi dalam hidup mereka. Karena itulah mereka berperilaku angin-anginan, maunya menjalin hubungan namun terlalu banyak tapi. Semua hal yang terdengar irasional selalu ada penjelasannya. Termasuk sikap angin-anginan si tukang PHP. Ada dua hal yang dianggap krusial menyangkut hubungan, yaitu kemandirian dan ikatan. Masing-masing memiliki manfaat, tapi juga ada bibit kekhawatirannya. Nah, lebih jelasnya, simak diagram di bawah ini. Coba deh lihat lagi usia Jendral, semakin tua, sudah tidak masuk akal lagi untuk terus angin-anginan. Jadi, coba telaah baik-baik apa sih yang membuat Anda angin-anginan? Ingat, 50% solusi dari suatu masalah adalah ketika Anda berhasil mengidentifikasi masalah tersebut. Sekarang jadi penasaran Anda sebenarnya tipe seperti apa? Yuk coba tes diri Anda di SETIPE.COM. Selamat mencoba, Jendral!
  15. Membangun Aplikasi Web dengan Mudah, Cepat, dan Menyenangkan Pendahuluan Akhir-akhir ini banyak Web Developer yang mengalami kesulitan ketika akan membangun sebuah aplikasi berbasis web (selanjutnya kita sebut dengan Aplikasi Web). Mereka tidak tahu harus memulai dari mana, fitur-fitur apa saja yang wajib tersedia, sampai dengan hal-hal teknis apa saja yang harus diperhatikan. Belum lagi mereka harus memasukkan business-logic dan business-process ke dalam Aplikasi Web tersebut. Beberapa Web Developer ada yang menggunakan framework dalam membangun Aplikasi Web. Namun sayangnya, banyak Web Developer yang mengalami kesulitan untuk mempelajari dan mengimplementasikan framework sampai menghasilkan Aplikasi Web. Alasannya karena dibutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk memahami dan menerapkan sebuah framework ke sebuah Aplikasi Web secara komprehensif. Di sisi yang lain, Web Developer dituntut untuk menghasilkan Aplikasi Web yang lengkap tanpa mengabaikan kualitasnya, dan harus diselesaikan pula dalam waktu yang cepat. Sementara di waktu yang bersamaan, Client atau Pengguna sudah tidak sabar untuk menggunakan Aplikasi Web tersebut. Solusi Untuk mengatasi semua kondisi di atas, tentu saja harus dibutuhkan metode pengembangan Aplikasi Web di luar dari kebiasaan yang selama ini sudah sering dilakukan oleh Web Developer. Mau tidak mau; suka atau tidak suka, Web Developer dituntut untuk bekerja dengan lebih cerdik lagi. Yang jelas, dalam hal ini mereka tidak mungkin membangun Aplikasi Web dengan cara-cara konvensional. Tidak mungkin menulis kode mulai dari awal. Tidak mungkin juga menulis kode secara manual ke dalam file script di sisi Aplikasi Web. Kalau sudah begini, maka menggunakan tools merupakan solusi satu-satunya. Tapi, tunggu dulu! Tools seperti apa yang mau dipakai? Di sinilah lagi-lagi Web Developer dituntut untuk menggunakan tools yang tepat, dan pada kondisi yang tepat pula. Jangan sampai mereka salah memilih tools yang justru akan menimbulkan masalah baru. Tentu saja kita tidak hanya fokus kepada waktu yang cepat untuk membangun Aplikasi Web tadi. Kita sebagai Web Developer juga harus memastikan bahwa tools tadi dapat menghasilkan Aplikasi Web yang dilengkapi dengan fitur-fitur yang wajib tersedia di sebuah Aplikasi Web. Intinya, tools ini harus dapat mengatasi dua kebutuhan utama tadi. Aplikasi Web yang lengkap, dan dihasilkan dalam waktu cepat. Kabar gembira buat Web Developer, karena Penulis telah membuktikan salah satu tools yang dapat membantu mereka menghasilkan Aplikasi Web yang dilengkapi dengan fitur-fitur yang wajib ada, sekaligus dapat dihasilkan dalam waktu yang sangat cepat. Tools itu bernama PHPMaker. Mungkin ada yang sudah pernah mengetahui tools ini tapi selama ini tidak mengetahui manfaatnya. Tapi, mungkin juga ada yang baru pertama kali mengenalnya. Apa itu PHPMaker? PHPMaker adalah sebuah perangkat lunak atau perkakas (tool) otomasi yang dapat membangkitkan (generate) sekumpulan kode PHP dengan cepat dari basis data MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, Microsoft SQL Server, dan Oracle. Dengan menggunakan PHPMaker, Anda sebagai Web Developer dapat membuat dengan cepat Aplikasi Web yang mengijinkan Penggunanya untuk menampilkan, mengubah, mencari, menambah, dan menghapus record melalui web. PHPMaker dibuat dengan fleksibilitas yang tinggi, dan dilengkapi dengan berbagai pilihan yang memungkinkan Web Developer untuk membuat Aplikasi Web dengan menggunakan kode PHP yang sesuai dengan kebutuhan. Kode PHP yang dihasilkan sudah barang tentu bersih, langsung kepada fungsinya, dan mudah untuk dimodifikasi atau dikostumisasi. Web Developer pemula sekalipun dapat mempelajari dan menggunakan PHPMaker dengan sangat mudah, karena antar-mukanya yang bersifat intuitive dan user-friendly. Skrip PHP yang dihasilkan olehnya dapat dijalankan di server yang menggunakan sistem operasi Windows (untuk basis data: MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, Microsoft SQL Server, dan Oracle) atau Linux/Unix (untuk basis data: MySQL, PostgreSQL, dan Oracle). PHPMaker dapat menghemat banyak waktu dan cocok baik untuk Web Developer yang masih pemula maupun yang sudah mahir sekalipun. Selain membangkitkan kode ke dalam file skrip php, PHPMaker juga sudah menangani antar muka dari Aplikasi Web yang dihasilkannya, dengan menggunakan framework Twitter Bootstrap. Web Developer dapat mengkostumisasi tampilan depan dari Aplikasi Web dengan sangat mudah melalui penggunaan beberapa extensions yang sudah tersedia. Jadi, bisa disimpulkan bahwa di samping PHPMaker berperan sebagai tools untuk men-generate kode PHP, di dalamnya juga sudah tersedia PHP Framework dan Javascript Framework yang masing-masing dapat digunakan untuk back-end dan front-end dari output Aplikasi Web yang dihasilkannya. Dengan menggunakan PHPMaker, maka Anda sebagai Web Developer sudah memiliki tiga keuntungan utama darinya. Fitur PHPMaker Berikut ini beberapa fitur yang terdapat di PHPMaker: Halaman Login/Logout Halaman Pendaftaran Akun Pengguna (Registration) Halaman Reset Kata Sandi (Forgot Password) Halaman Ganti Kata Sandi (Change Password) Captcha (Security Code) di Form Pencarian Cepat (Quick Search) CRUD (Create, Read, Update, Delete) Copy/Salin Record Pembagian Halaman/Paging/Pagination List Page (halaman yang menampilkan record di tabel) View Page (halaman yang menampilkan satu record per halaman) Edit Page (halaman untuk mengubah record) Add Page (halaman untuk menambah record) Delete Page (halaman konfirmasi sebelum menghapus record) Pencarian Lanjutan (Advanced Search) Role Based Access Level (RBAC) Export Data (Printer Friendly, Excel, Word, HTML, CSV, XML, PDF, dan Send to Email) Master/Detail (View, Add, Edit, Multiple Details) Multi Language (multi bahasa) Menu Horizontal/Vertical Table yang dapat discroll Update banyak record Hapus banyak record Grid-Add (penambahan beberapa record sekaligus) Grid-Edit (pengubahan beberapa record sekaligus) Inline-Add/Copy (tambah/salin record di baris grid tabel) Inline-Edit (ubah record di baris grid tabel) Upload Gambar ke Basis Data dan File Preview Row, Detail Preview (Overlay) untuk Master/Detail Auto-Suggest Field Auto-Fill Field Breadcrumb Links File Upload to Folder File Upload to Database Audit Trail (Log atau Database) Server/Client Side Validation Server Events Client Scripts Record per Halaman Jumlah record yang dapat dipilih Tipe pengurutan record (single atau multi) Multi-Page type (Tabs, Pills, atau Accordion) Posisi Paging (atas, bawah, atas dan bawah) Penghapusan banyak (Multiple-Delete) Penghapusan tanpa halaman konfirmasi Link di sebelah kiri atau kanan tabel Konversi tombol menjadi link Pengelompokan link ke dalam tombol dropdown Pengelompokan link di bagian Paging Email Setting Site Title, Site Icon, Site Logo, Header, dan Footer Charset Font Name dan Font Size Login (Auto-login, remember username, always ask) Keamanan Aplikasi (Statis, Dinamis, atau keduanya) User ID dan Parent User ID User Login Options Sinkronisasi Database ke Project Extensions Advanced Settings Copy Table Settings Copy Field Settings Menu Editor Generate blank page (dan masih banyak lagi …) Tools PHPMaker dapat didownload dan dicoba secara full-version dalam waktu 30 hari. Informasi lebih lanjut mengenai PHPMaker bisa dilihat melalui website resminya: http://www.hkvstore.com/phpmaker/ Selain itu, Anda dapat menggunakan PHPMaker dengan sangat mudah karena sudah tersedia website yang berisi artikel-artikel mengenai PHPMaker dalam bahasa Indonesia melalui website Penulis di http://www.masinosinaga.com. Perlu diketahui bahwa sampai dengan saat menulis artikel ini, Penulis masih tetap memperbarui situs tersebut dengan mempublikasikan satu artikel setiap hari, tentu saja mengupas tuntas mengenai fitur-fitur di PHPMaker. Penutup Mengakhiri tulisan ini, Penulis ingin menyampaikan beberapa pertanyaan yang diharapkan dapat membantu Anda untuk memutuskan apakah ingin memakai PHPMaker atau tidak dalam membangun Aplikasi Web. Apakah Anda ingin membangun Aplikasi Web menggunakan bahasa atau kode PHP dengan mudah dan cepat tanpa mengabaikan kualitasnya? Apakah Anda sering menulis ulang kode PHP yang hampir sama dari satu Aplikasi Web ke Aplikasi Web yang lain, sehingga membutuhkan tools tertentu untuk menghindari pekerjaan yang berulang-ulang tadi? Apakah Anda sudah bosan membangun Aplikasi Web dengan harus menulis kode PHP langsung ke file .php-nya? Apakah Anda tidak ingin berlama-lama duduk di depan komputer dan ingin memiliki waktu juga untuk bersosialisasi/berkumpul dengan keluarga/teman? Apakah Anda hanya satu-satunya tenaga Programmer atau tidak memiliki team untuk membangun beberapa Aplikasi Web dalam waktu yang relatif bersamaan? Apakah Anda ingin menggunakan metode pengembangan Aplikasi Web yang mudah dan cepat, serta dapat dikostumais kembali di masa yang akan datang? Apakah Anda ingin selalu mengikuti perkembangan teknologi Web Development tanpa harus melakukan terlalu banyak usaha sendiri? Jika sebagian besar atau seluruh jawaban Anda adalah Ya, maka sudah saatnya memang Anda menggunakan PHPMaker. Dengan menggunakan PHPMaker, maka Anda sebagai Web Developer dapat lebih berkonsentrasi untuk menerapkan business-logic dan business-process ke dalam Aplikasi Web. Artinya, Anda tidak perlu lagi mengurusi hal-hal teknis seperti pembuatan fitur-fitur apa saja yang wajib ada di sebuah Aplikasi Web. Inilah alasan utama mengapa PHPMaker dapat membantu Anda membangun Aplikasi Web dengan sangat cepat dengan kualitas yang tinggi dan profesional. Happy coding!
  16. c0d1ng

    Eksekusi kode PHP

    1. Lakukan instalasi PHP server seperti Xampp, AppServ, atau PHPtriad 2. Jalankan layanan/service dari PHP sever yang telah di install 3. Buat direktori di dalam direktori dengan path C:xampphtdocsnama_direktori_baru untuk memasukan semua file kode program yang terkait dengan website yang akan di buat (nama direktori tidak boleh dipisah spasi) 4. Secara standar PHP server akan mengeksekusi pertama kali file yang bernama index tanpa atau dengan ektensi apa pun (.php, .html, atau .htm), maka jika ada file index maka tidak perlu menyebutkan mana file index maka nama file perlu diketik pada alamat di browser. 5. ketikan pada browser alamat : http://localhost/nama_direktori/nama file atau http://127.0.0.1/nama_direktori/nama_file
  17. Ane akan coba bahas dua buah fungsi yang sering kita gunakan, yakni echo dan print, kadang kita dibuat pusing antara dua pilihan tersebut, menggunakan echo atau print ketika ingin menampilkan isi dari suatu variable, atau hanya sekedar menampilkan text biasa sebagai alert dari suatu proses yang telah dikerjakan. Echo atau Print? Echo atau Print? Echo atau Print? begitu seterusnya… Sedikit bingung memang. Selain echo dan print php juga menyediakan banyak alternatif untuk syntax yang lain, beda fungsi namun tugasnya masih sama, tambah pusing, tambah bingung. Penulis sendiri cukup bingung memilih salah satu dari keduanya, echo atau print? echo atau print? namun setelah mempelajari berbagai CMS yang ada seperti joomla, drupal, wordpress, ternyata mereka para web developer cenderung menggunakan echo ketimbang print, lantas apa alasannya??? Mari kita dalami. Seorang developer bahasa php pernah melakukan pengetesan, dan hasilnya adalah echo itu 15% lebih cepat prosesnya ketimbang fungsi print (dalam milisecond). Dan sudah menjadi rahasia umum jika print itu merupakan fungsi yang mengembalikan nilai didalamnya (returning value). Dan ada alasan lain mengapa para developer kebanyakan lebih menyukai menggunakan echo ketimbang print, alasan lain adalah, efisiensi waktu, karena echo itu cuma membutuhkan 4 huruf yang harus diketik, sedangkan print itu memiliki 5 huruf untuk diketik. Tapi memang ini kenyataannya. Seorang programmer malas menulis huruf ‘t’. Dan ini sudah menjadi naluri alami seorang manusia, memilih yang lebih singkat. Toh hasilnya sama saja. Oke, untuk efisiensi selanjutnya adalah penggunaan : echo “$variable1 dan” . “$variable2? yang akan ditampilkan” . “diletakkan disini”; ternyata memakan banyak resource, karena tanda titik? memiliki fungsi untuk mengadd/menambahkan isi suatu variable, bukan menyambung atau meneruskan. Beda antara menambahkan dengan meneruskan adalah seperti ini : Menambahkan itu memiliki arti, membuka variable baru kemudian menambahkan isi kedalam variable tersebut, lalu menutup variable tersebut. Sedangkan menyambung atau meneruskan memiliki arti, variable-nya itu sudah dibuka? tinggal meneruskan isi variablenya. Menambahkan terdiri dari tiga proses, sedangkan menyambung atau meneruskaan cuma melakukan satu proses. penggunaan echo yang baik adalah sebagai berikut : echo $variable , “dan” , $variable2, “yang akan ditampilkan” , “diletakkan disini” ; Ane memisahkan setiap kata disini hanya sebagai simulasi dari kasus sesungguhnya. Echo yang baik itu bukan menggunakan tanda titik untuk menyambung setiap variable, atau menampilkan text, tapi menggunakan tanda koma. Sehingga proses lebih cepat, dan resource yang dibutuhkan semakin sedikit. Selamat menggunakan echo.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy