Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'photography'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 11 results

  1. abas

    Ngakak asli hahaha

    Jadi ceritanya ini orang mau beli madu botol, tapi mau nanya ini asli atau nggak.
  2. Memotret panning memberikan sentuhan drama dan pergerakan yang biasanya digunakan dalam fotografi olahraga maupun jurnalistik pada umumnya. Ciri khas dalam foto ini adalah adanya objek yang fokus dan ruang di sekitarnya yang tampak blur. Saat memotret foto panning, sebaiknya menggunakan mode continous, burst, atau bracket mode. Dengan demikian, tak akan ada momen atau pergerakan objek yang terlewatkan. Salah satu kunci dalam memotret panning sebenarnya terletak pada pengaturan shutter speed. Agar objek tampak melambat, gunakanlah shutter speed selambat mungkin. Bergantung pada kecepatan gerak objek, biasanya Anda akan membutuhkan shutter speed pada kecepatan 1/100 atau paling lambat 1/4. Selain itu, hal tersebut juga akan bergantung pada penggunaan seberapa panjang lensa . Tak lupa pula, sediakan tripod untuk menghindari guncangan. Selain hal teknis di atas, perhatikan background pendukung dari objek yang akan dipotret. Hal ini guna memberikan kesan khusus atau fokus terhadap objek.
  3. Mengabadikan acara pernikahannya, pasangan ini mempercayakannya pada seorang fanboy Apple yang bermodal kamera iPhone 6S. Bagaimana hasilnya?Sang fotografer bernama Sephi Bergerson mengaku sudah menjadi fotografer profesional selama 30 tahun dan cukup sering menjepret dengan iPhone 6S. Ia berhasil membujuk pasangan Ayushi dan Abhisek di India, agar pernikahan mereka diabadikan dengan iPhone 6S."Aku menyarankannya pada pasangan itu dan tentu saja mereka agak ragu di awal, namun akhirnya mau. Mereka mengatakan percaya padaku setelah melihat karyaku," kata Sephi. Jadilah Sephi memotret pernikahan megah selama 3 hari di Rajasthan, India itu. Dia mengaku hasil fotonya lumayan bagus meski tentu ada kelemahan di kamera smartphone dibandingkan kamera profesional. "Foto di siang hari terlihat fantastis. Tentu ada keterbatasan di kamera iPhone ini, misalnya saat situasi low light dan saat orang berdansa, banyak gerakan yang terekam kabur," ujarnya.Dan ternyata ada tim Sephi lain yang merekam dengan kamera biasa sehingga mereka tak perlu khawatir jika hasil foto di iPhone tidak sesuai harapan. Namun menurut Sephi, pasangan itu puas dengan hasilnya. Sephi pun senang bisa mewujudkan mimpinya mengabadikan pernikahan cukup dengan smartphone. Ia juga bisa langsung mengeditnya dan menyebarkannya ke jejaring sosial. Ia menilai kamera ponsel yang semakin powerful adalah terobosan besar."Di dalam iPhone yang kelihatannya biasa saja, terdapat tool powerful yang mengubah cara kerja dan berpikir kita sebagai fotografer. Untuk pertama kalinya kita memiliki kamera, ruang gelap dan internet di sebuah perangkat kecil," jelasnya. detik.com
  4. Ada yang bilang untuk mendapatkan gambar yang ada BOKEH itu gunakan manual focus. Mereka beranggapan cara ini menyebabkan bokeh terhasil. Terdapat kesalah pahaman disini, BOKEH terhasil karena beberapa faktor seperti (1) kedudukan subject, (2) Potrait Mode, (3) Aperture Priority Mode dan (4) zoom lens. Cara yang paling mudah adalah dengan memastikan subject berada hampir dengan anda dan memilih frame gambar yang mempunyai background yang sangat jauh daripada subject. Dengan cara ini, subject menjadi sharp dan sebaliknya pada background. Selain itu, Mode Portrait juga boleh digunakan. Mode ini secara automatik memilih aperture yang paling besar untuk menghasilkan gambar yang sharp pada subject tetapi kabur pada background. Tetapi jika anda inginkan keberbagai mode Aperture Priority, boleh digunakan. 2 cara ini anda harus pahami 2 faktor yang menjadikan bokeh berhasil. (1) JARAK. Jarak subjek yang dekat dengan kamera anda dan dalam masa yang sama backgound anda jauh dibelakang subjek akan menjadikan background anda jadi kabur. (2) APERTURE. Aperture yang besar, atau nombor aperture yang lebih kecil menjadikan Depth of Field (DOF) menjadi lebih nipis, keadaan ini menjadikan banyak kawasan termasuk dalam kawasan out of focus. Maka akan menjadi bokeh. Cara yang terakhir adalah menggunakan lensa yang ada focus length yang jauh seperti 200mm dan 300mm. Ini adalah cara lain untuk mendapatkan bokeh yang menarik. Semakin jauh focus length, DOF akan semakin nipis dan semakin mudah bokeh terbentuk. Diingatkan lagi, manual focus bukan cara yang tepat untuk dapatkan hasil gambar bokeh ya ndral.
  5. Anda seorang fotografer? Ini dia info Jenis Kamera DSLR Terbaik pilihan Fotografer yang wajib anda ketahui. Wajib karena bisa saja anda salah satu penggunanya, atau anda belum menggunakannya? Kami sarankan silahkanlah beralih ke kamera-kamera DSLR yang kami tampilkan dibawah ini. Berikut ulasan tentang Jenis Kamera DSLR Terbaik pilihan Fotografer: 1. Kamera DSLR Canon EOS 650D ​ 2. Kamera DSLR Nikon D70 Nikon tipe D70 membuat anda seperti fotografer professional. Kamera digital terbaik dengan harga terjangkau menjadikan tipe Nikon D70 sebagai buruan utama para fotografer pemula. Merk pabrikan Nikon memproduksi Nikon tipe D70 yang dilengkapi dengan kemampuan menghasilkan gambar hasil potretan dengan ketajaman dari segi resolusi sehingga menjadikan gambar semakin berkualitas dengan color range yang maksimal. Kemampuan lain dari Nikon D70 adalah dari segi kecepatannya, tercatat hanya diperlukan waktu 1/2 detik dari kondisi kamera ini Off sampai On dan siap untuk digunakan dan hanya 0,1 detik saja waktu yang dibutuhkan untuk mengambil gambar ketika tombol pemotret ditekan. Nikon D70 ini dilengkapi pula dengan hadirnya built-in speedlight dan spesifikasi wajib lainnya seperti autofocus, semakin menjadikan Nikon D70 pantas menjadi pilihan utama. ​ 3. Kamera DSLR Canon 1100D Apakah anda fotografer pemula? Kamera jenis DSLR Canon 1100D sangat cocok untu Anda. Dari segi kemudahan pemakaian didukung oleh tata letak fungsi kontrol yang sangat sederhana sehingga bagi anda fotografer pemula dapat mengatur dan menggunakan kamera DSLR ini dengan sangat mduah. Keunikan lain dari Kamera DSLR Canon 1100D adalah tersedia dalam pilhan warna merah maron dan warna abu-abu. DSLR Canon tipe 3100D sudah dilengkapi dengan modus pengaturan otomatis dan memiliki Live View sehingga bagi fotografer pemula akan sangat mudah mendapatkan hasil foto terbaik. DSLR Canon tipe 1100D terintegrasi dengan sensor CMOS dan ketajaman resolusinya sebesar 12 Megapiksel. ​ 4. Kamera DSLR Nikon D3100 Pilhan ideal pantas jatuh pada Kamera jenis DSLR Nikon D3100 . Mengapa demikian? Tak lain karena kemampuannya dalam mengambil gambar yang berkualitas sehari-hari disela aktivitas anda, karena ukurannya yang mungil sehingga memudahkan penggunanya membawa dan menyimpan Nikon 3100 ketika berpergian. Spesifikasi dari Nikon D3100 adalah adanya fitur Live View yang mampu merekam video dengan kualitas video Full HD, dilengkapi juga sensor CMOS . Nikon D3100 ini terkenal hemat dalam konsumsi energy baterai dibanding pendahulunya Nikon D3000 dengan sensor CCD nya. Nikon D3100 beresolusi 14 megapiksel dan ISO yang mampu mencapai 3200. ​ 5. Kamera DSLR Canon 550D Ini dia kamera pamungkas kita dalam postingan Jenis Kamera DSLR Terbaik pilihan Fotografer. Tipe Kamera Terbaik pilhan fotografer, yakni Canon 550D. Dengan segala kemampuan yang dimilikinya, menjadikan Canon 550D kamera paling laris di tahun ini. Meskipun, generasi terbarunya sudah ada yaitu Canon 600D, tetapi tetap Canon 550D paling banyak diincar. Hal ini disebabkan karena Canon 550D memiliki fitur lengkap tetapi harga yang sangat murah bagi seorang pemula. Walaupun murah, tapi tidak murahan yah…hehehehe. Berdasarkan pengalaman pemakainya, Canon 550D terkenal memiliki kualitas yang jauh diatas harganya, menjadikan Canon 550D banyak dipakai oleh semua level fotografer dari amatiran sampai fotografer professional. Keunggulan utama dari Canon 550D diantaranya adalah memiliki resolusi 18 megapiksel, grip Canon 550D ini termasuk kokoh dan aman digunakan, (wuihhhh….tangguh banget kan). Ditambah dengan 550D cukup ringan ketika dibawa dan digenggam. Kemampuannya dalam merekam terkenal sangat tangguh karena mampu merekam video dengan kualitas 1080p/full HD pada frame 24,25 atau 30 fps. Canon 550D dilengkapi prosesor DIGIC 4 serta sensor CMOS.
  6. Entah apa yang ada dibenak seorang fotografer asal Pakistan ini ndral. Alhasil 2 jempol patut diberikan kepadanya atas buah pengorbanannya mendapatkan moment langka yang tak semua forografer mengalaminya. Namun begitu, untuk melakukan hal nekat itu ia harus bertaruh nyawa. Seperti dilansir oleh ABCnews, sang fotografer yang bernama Atif Saeed ini memotret seekor singa di sebuah taman safari. Ketika itu ia melihat seekor singa jantan dengan kilauan rambutnya yang keemasan berpadu dengan warna gelap. Nekat, ia keluar dari mobilnya dan mengendap menuju sang singa. Namun sayang, kehadirannya justru diketahui sang singa yang langsung berlari ke arahnya karena marah. Bukannya kabur, sang fotografer langsung mengabadikan raut kemarahan wajah singa dengan lensanya. Usai mengabadikan moment membahayakan tersebut, ia pun langsung menyelamatkan diri dengan kembali ke dalam mobilnya. Usahanya tersebut tak sia-sia ndral. Hasil fotonya mendapatkan apresiasi dari beberapa jurnalis dan masuk dalam sebuah kategori pemotretan paling memukau. Padahal, ia mengakui saat menyelamatkan diri ia takut setengah mati, tak hanya itu sob, ia pun saat itu hampir menjatuhkan kameranya dan hampir kehilangan gambar yang menjadi kebanggaannya ini. Ia pun berjanji enggan mengulanginya lagi. Ngeri banget ndral...
  7. Sebagai pengajar dan orang yang “banyak bicara” tentang fotografi, pertanyaan yang paling sering ditanyakan kepada saya adalah: “Saya pemula di fotografi. Ada rekomendasi kamera apa yang paling bagus buat saya?” Atau pertanyaan lain yang juga sering ditanyakan: “Saya baru mau coba-coba hobi foto, bagus mana Canon atau Nikon yah?”. Pertanyaan seperti hampir selalu ditanyakan setiap kali saya mengajar di kelas atau menjadi pembicara di berbagai workshop. Lalu bagaimana saya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut? Dengan balik memberikan pertanyaan-pertanyaan berikut :) Yah, saya akan balik memberikan pertanyaan-pertanyaan yang saya minta agar dijawab dengan baik. Karena setiap jawaban akan memberikan gambaran yang baik pada mereka, kamera apa yang cocok untuk mereka. Jadi disini yang ditekankan untuk mereka yang pemula atau pertama kali membeli kamera adalah bukan mencari kamera yang paling bagus atau paling baik, tapi yang harus dicari adalah kamera yang paling cocok untuk mereka. Berikut tips membeli kamera pertama untuk pemula dan berniat membeli kamera pertama, silahkan jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dan temukan kamera yang paling cocok untuk Anda. OK, sebelum ke pertanyaan pertama saya akan memberikan satu fakta penting yang perlu Anda pahami di awal. Yaitu bahwa hobi fotografi sangat berkaitan erat dengan teknologi. Dan sama dengan hal lain yang berkaitan dengan teknologi, maka pepatah yang mengatakan “ada uang ada barang” & “you get what you pay for” adalah sangat tepat. Tidak dapat dipungkiri, apabila Anda mencari kamera atau perlengkapan fotografi yang terbaik, maka ada bujet yang harus Anda siapkan. Semakin canggih kamera yang Anda inginkan akan semakin besar pula bujet yang diperlukan. Karena itu, apabila Anda pemula maka lebih baik yang Anda cari adalah kamera yang paling cocok dan bukan kamera yang paling baik atau canggih. Modal awal dan paling penting bagi semua fotografer bukan pada kecanggihan kameranya tapi pada mata yang terlatih, dan Anda tentu saja sudah memiliki mata. Yang perlu Anda lakukan hanyalah melatih mata tersebut dengan bantuan kamera. Ok, let’s get into the first question… 1. Apa tujuan Anda membeli kamera? Apa alasan utama Anda membeli kamera? Saya rasa pada tahap ini ada dua alasan utama membeli kamera (tiga bila Anda seorang mahasiswa yang mengambil kelas fotografi). Pertama untuk keperluan dokumentasi (biasanya untuk foto keluarga, acara-acara bareng teman-teman, acara kantor dst) dan kedua karena Anda berminat untuk menjalani hobi fotografi. Apabila Anda seorang mahasiswa peserta mata kuliah fotografi bisa jadi alasan ketiga adalah untuk mempermudah Anda menjalani kelas tersebut (mengerjakan tugas-tugas, dll). Apabila alasan utama Anda adalah untuk keperluan dokumentasi atau kuliah, maka saran saya belilah kamera kit. Yaitu kamera yang dijual dalam satu paket yang terdiri dari body kamera dan lensa kitnya (biasanya lensa 18-55mm). Kemudian apabila bujet memungkinkan langkah berikutnya adalah membeli lensa tele (karena biasanya paket kamera kit tidak menyertakan lensa tele didalamnya) seperti 70-300mm. Pada tahap ini Anda sudah memiliki 1 body kamera dengan lensa 18-55mm (untuk pemotretan indoor dan wide) dan lensa 70-300mm (untuk pemotretan outdoor dan objek foto yang jauh). Untuk keperluan dokumentasi maka apa yang Anda miliki saat ini sudah cukup. Apabila Anda tidak terlalu suka gonta-ganti lensa, maka Anda bisa menjual lensa kit 18-55mm dan menggunakan uang hasil penjualan lensa tersebut untuk menambahkan bujet membeli lensa dengan focal length yang mencakup wide sampai tele (biasa disebut lensa “sapu jagat”) seperti lensa 18-200mm. Atau pilihan lain, pada saat membeli kamera Anda hanya beli body kamera saja, lalu membli lensa 18-200mm terpisah. Berikut starter kit untuk keperluan dokumentasi atau kelas fotografi: Body kamera Lensa kit 18-55mm Lensa tele (contoh: 70-300mm) Atau Body kamera Lensa “sapu jagat” (contoh: 18-200mm) Apabila Anda berniat untuk mencoba hobi fotografi, maka setup perlengkapan sama seperti untuk keperluan dokumentasi di atas. Yaitu body kamera dan lensa yang bisa mencakup dari wide sampai tele. Namun karena umumnya lensa kit tidak memiliki aperture yang cukup besar dan begitu juga dengan lensa “sapu jagat”. Maka saya sangat menyarankan untuk memiliki satu lensa dengan bukaan terbesar minimal f/2. Lensa seperti ini (kita sebut fast lens) akan mempermudah Anda untuk kelak berlatih foto dalam kondisi low light dan bermain dengan Depth of Field yang sempit. Apabila bujet Anda terbatas, maka rekomendasi saya adalah satu lensa wide (lensa kit sudah cukup) dan satu fast lens. Saya sarankan apabila Anda pemula jangan terlalu banyak membeli lensa di awal. Kuasai dan berlatih dengan satu lensa hingga Anda benar-benar paham karakteristik lensa tersebut sebelum membeli lensa baru. Berikut starter kitnya: Body kamera Lensa wide (contoh: lensa kit 18-55mm) Fast lens (contoh: lensa 50mm f/1.8) Optional: lensa tele (contoh: lensa 70-300mm) 2. Berapa bujet yang Anda siapkan? Bujet akan menentukan jenis kamera dan lensa yang dapat Anda beli. Sama sekali tidak menentukan brand atau mereknya. Secara garis besar perlengkapan fotografi dapat dibagi menjadi kategori berdasarkan harganya: Kategori beginner (pemula) Kategori semipro Kategori pro Pada kategori beginner, biasanya kamera tersedia dalam paket kit (body + lensa kit). Kamera ini ditujukan pada pemula yang baru pertama kali menggunakan kamera SLR atau mereka yang pindah dari kamera pocket atau prosumer. Rentang harganya pada saat tulisan ini dibuat sekitar 4-6 juta rupiah untuk paket kit kamera beginner terbaru. Di dalam kategori ini ada satu sub kategori yaitu kategori “serious amateur”. Biasanya kamera ini ditujukan buat mereka yang tadinya menggunakan kamera hanya untuk dokumentasi dengan kamera pemula, sekarang menjadi peminat hobi fotografi yang lebih serius. Kamera jenis ini selain dijual dalam bentuk kit, juga tersedia dalam bentuk body only (BO). Rentang harganya untuk BO adalah sekitar 7-10 juta rupiah. Untuk kategori semipro adalah kamera yang mulai didesain untuk para profesional fotografi. Fitur-fitur yang ada tidak didesain untuk pemula. Pada kategori ini rentang harga untuk BO adalah 15-20 juta rupiah. Sedangkan untuk kategori kamera profesional harganya sudah melambung hingga minimal 30 juta rupiah untuk BO. Apabila Anda baru pertama kali membeli kamera maka saran saya untuk membeli kamera pada kategori beginner saja. Apabila ada bujet lebih bisa langsung beli kamera pada kategori serious amateur. Saya tidak menyarankan untuk langsung beli kamera semipro apalagi pro. Lebih baik sisa bujetnya dialihkan untuk membeli lensa saja. Untuk lensa panduannya secara umum (walau tidak selalu) adalah sebagai berikut: Semakin besar bukaan lensa, semakin mahal harganya. Fitur Image Stabilization (IS pada Canon atau VR pada Nikon) akan menambah harga lensa. Setiap produsen biasanya membuat lensa khusus Pro yang lebih mahal ketimbang lensa biasanya. Apertur maksimum pada lensa biasanya berpengaruh pada harganya. Lensa dengan bukaan-bukaan besar seperti lensa dengan bukaan f/2.8, f/2, f/1.8, f/1.4 dst umumnya lebih mahal dengan lensa yang memiliki focal length yang sama tapi bukaan yang lebih kecil. Begitu juga dengan fitur Image Stabilization. Lensa dengan focal length yang sama tapi memiliki fitur ini akan dijual lebih mahal daripada yang tidak dilengkapi dengan fitur ini. Produsen lensa selain memproduksi lensa standar, mereka juga memproduksi lensa khusus yang lebih mahal. Contoh Canon dengan lensa L series dan Nikon dengan lensa N seriesnya. Lensa tipe ini lebih mahal daripada lensa biasanya walaupun pada focal length yang sama. Untuk lensa, apabila keperluan Anda hanya untuk dokumentasi maka fokus untuk dapatkan lensa yang dapat mencakup lensa wide dan lensa tele. Sedangkan apabila Anda berniat untuk serius belajar fotografi maka kuncinya bukan untuk memiliki banyak lensa tapi dengan mendapatkan lensa terbaik yang bisa Anda dapatkan dari bujet yang Anda miliki. Lebih baik memiliki 1 lensa yang baik secara kualitas ketimbang memiliki banyak lensa yang biasa-biasa saja. Catatan: rentang harga di atas adalah gambaran pada saat tulisan ini dibuat. Pada saat Anda membaca tulisan ini kemungkinan harga tersebut bisa berubah. Namun secara umum apabila Anda browsing harga-harga maka akan terlihat 3 kategori yang saya maksud. 3. Di lingkungan terdekat Anda, merek apa yang paling banyak digunakan? Nah pertanyaan inilah yang akan menjawab merek kamera apa yang seharusnya Anda beli. Kalau saya ditanya lebih bagus mana Canon atau Nikon, maka saya akan balik bertanya dengan pertanyaan ini :) Lihat teman-teman terdekat Anda yang memiliki kamera, yang punya hobi fotografi, yang sering jalan bareng dengan Anda, yang kelak akan sering hunting bareng dengan Anda. Lihat kebanyakan menggunakan merek apa? Apabila kebanyakan menggunakan merek Nikon, maka belilah kamera Nikon. Apabila kebanyakan menggunakan merek Canon, maka belilah kamera Canon, dst. Kenapa ini penting, karena dengan memiliki perlengkapan fotografi yang sama, maka kelak Anda dapat saling bertukar pakai dengan teman-teman Anda. Anda bisa sharing pengalaman dan troubleshoot masalah dengan lebih mudah. Ini berguna apabila Anda memiliki bujet terbatas sehingga Anda hanya memiliki lensa yang terbatas, dengan memiliki teman-teman dengan merek yang sama Anda bisa mencoba lensa-lensa lain yang tidak Anda miliki pada saat sekarang. Nah mudah-mudahan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas akan ada gambaran seperti apa kamera yang akan Anda pilih nantinya. Apabila Anda masih bingung atau ada pertanyaan silahkan tinggal comment. Sebagai penutup berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan pada saya: 1. Kamera analog atau digital? Apabila Anda baru mau belajar fotografi saya sarankan untuk beli kamera digital. Kamera analog (film) memang murah, tapi harus diingat ada ongkos yang harus Anda keluarkan setiap kali memotret yaitu untuk beli film, ongkos cuci dan ongkos cetak. Memang tidak terlalu besar, tapi kalau kelak Anda sering memotret maka akan terasa cukup memberatkan. Kamera digital memang relatif lebih mahal, tapi kedepannya hampir tidak ada biaya yang Anda keluarkan setiap kali Anda memotret. Dengan kemampuan untuk langsung melihat hasil fotonya, maka akan sangat mempermudah Anda untuk belajar fotografi. 2. Ada rekomendasi toko kamera? Biasanya saya beli perlengkapan fotografi saya secara online. Pertama saya lihat harga pasaran dengan mengunjungi situs web toko-toko kamera yang umum. Berikutnya saya akan browse forum-forum online (seperti kaskus.us atau fotografer.net) untuk mencari barang yang saya mau. Kenapa forum online, karena biasanya saya dapat melihat track record dari si penjual. Saya menghindari membeli dari penjual dengan track record yang buruk dan saya selalu menggunakan sistem COD (Cash On Delivery). 3. Beli baru atau second? Bila Anda pemula saya rekomendasikan beli baru. Apabila hendak beli second usahakan Anda didampingi oleh orang yang sudah berpengalaman dan tahu mengenai barang yang Anda beli. Keuntungan dari membeli baru adalah jaminan barang dengan kondisi maksimal dan adanya garansi yang menyertainya. Garansi penting karena sebagai pemula apabila terjadi sesuatu bisa langsung complaint lewat garansi. Selain itu tentu saja harga jual kembali yang lebih baik karena Anda adalah pemilik pertama. Keuntungan dari membeli second adalah Anda bisa mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah dengan kualitas yang masih OK dengan catatan Anda benar-benar paham mengenai apa yang Anda beli. 4. Beli flash/blitz perlu nggak sih? Gimana dengan tripod? Apabila Anda pemula maka blitz atau flash tidak terlalu penting di awal. Karena umumnya kamera sekarang telah dilengkapi dengan internal flash yang sudah mencukupi untuk pemula. Kelak apabila Anda sudah masuk ke kategori serious amateur maka external flash bisa menjadi pertimbangan. Belilah tripod sesuai kebutuhan. Tipsnya adalah beli tripod seringan dan sekuat yang dimungkinkan oleh bujet Anda. Cari tripod yang ringan karena tripod ini akan Anda bawa-bawa bersama Anda. Tripod yang berat akan cepat membuat Anda capek pada saat membawa-bawanya. Cari tripod yang kuat karena tripod ini akan menjadi kaki dari kamera Anda. Anda tidak ingin kamera Anda jatuh gara-gara tripod yang jelek. Jadi jangan beli tripod asal-asalan dan murahan. Apakah Anda mau mempercayakan kamera & lensa Anda yang berharga hingga belasan juta rupiah disangga oleh tripod seratus ribuan? Perlu dicatat, semakin ringan dan kuat tripod, semakin mahal harganya. Jadi pertimbangkan baik-baik keputusan untuk membeli tripod. 5. Perlengkapan apa lagi yang penting? Untuk pemula pertimbangkan juga untuk membeli tas khusus kamera. Membawa kamera & lensa di tas yang tidak disiapkan untuk itu akan cukup beresiko. Mulai dari rusaknya kamera dan lensa karena saling berbenturan atau dengan benda lain di dalam tas, sampai masalah ergonomis yang membuat Anda tidak nyaman membawa-bawa tas tersebut. Pilih tas yang kuat membawa beban (tanyakan ke pembuat tas atau lihat di brosur beban maksimal tas tersebut), aman dari tangan jahil dan cuaca (waterproof atau sudah dilengkapi rain cover?). Pada saat ini banyak merek tas kamera dari yang populer seperti merek Lowepro, Kata Bags, Crumpler, National Geographic dll. Saya sendiri lebih memilih produk tas lokal yang sudah berpengalaman. Anda bisa search di forum forum online untuk tas lokal yang bagus-bagus. Saya rasa secara kualitas tidak kalah dengan merek luar dan harga juga lebih bersaing.
  8. Sekarang ini, memotret berbagai hal dan momen penting dengan menggunakan kamera ponsel sepertinya bukan hal yang asing lagi. Apalagi, hamper setiap ponsel sekarang ini sudah memiliki fitur dan aplikasi memotret yang terbilang oke. Tapi, untuk memaksimalkan hasilnya, kamu juga perlu tahu bagaimana menggunakan aplikasi dan fitur yang ada di dalam ponsel atau smartphone-mu! Pelajari Software Kamera Setiap pabrikan ponsel memiliki software kamera masing-masing sehingga meskipun memiliki sistem operasi yang sama, tapi kostumisasi kameranya bisa saja berbeda. Software ini berkaitan erat dengan flash, fitur HDR, Multishot, dan sebagainya. Pelajari hal-hal tersebut agar kamu bisa memaksimalisasi hasil jepretanmu. Pelajari Komposisi Beberapa kamera yang terdapat di smartphone biasanya menampilkan grid agar pengguna bisa mengetahui komposisi yang baik pada saat pengambilan gambar. Hal ini tidak hanya berpengaruh terhadap hasil foto yang maksimal, tapi bisa juga menampilkan keindahan atau estetika fotografimu. Untuk itu, tempatkanlah objek fotografimu pada salah satu titik perpotongan agar dapat menghasilkan komposisi foto yang bagus dan enak dipandang. Cari Tahu Arah Cahaya Saat hendak mengambil foto atau gambar dengan menggunakan kamera ponsel, cari tahu arah datangnya cahaya sehingga kemungkinan cahaya memantul, menghalangi objek, atau justru menambah keindahan foto bisa dimaksimalisasi dengan baik. Jangan Bergerak Saat mengambil foto dengan menggunakan kamera ponsel, hindari gerakan yang terlalu cepat atau terlalu sering. Hal ini dilakukan agar hasil fotografi bisa terlihat jelas dan sempurna, apalagi jika dukungan cahaya kurang memadai. Pakai Resolusi Tertinggi Menggunakan resolusi paling tinggi yang bisa diambil oleh kamera ponsel akan menjadikan hasilnya lebih baik dibandingkanjika resolusinya lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh kemampuan menangkap gambar pada resolusi yang tinggi akan semakin baik dibandingkan jika resolusinya rendah. Gambar dengan tingkat resolusi yang rendah biasanya akan memunculkan hasil gambar yang pecah saat di-zoom. Jangan Pakai Zoom Untuk memaksimalkan hasil fotografi dengan menggunakan ponsel, sebaiknya hindari menggunakan zoom saat pengambilan foto karena hal ini akan memungkinkan hasil gambar menjadi pecah. Edit Foto Meskipun cara ini jarang dilakukan oleh fotografer professional, namun kamu bisa menggunakannya untuk mengetahui sejauh mana foto hasil jepretanmu bisa diedit seminim mungkin.
  9. Secara definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhada cahaya. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting ISO di kamera kita (ASA dalam kasus fotografi film), coba bayangkan mengenai sebuah komunitas lebah. Sebuah ISO adalah sebuah lebah pekerja. Jika kamera saya set di ISO 100, artinya saya memiliki 100 lebah pekerja. Dan jika kamera saya set di ISO 200 artinya saya memiliki 200 lebah pekerja. Tugas setiap lebah pekerja adalah memungut cahaya yang masuk melalui lensa kamera dan membuat gambar. Jika kita menggunakan lensa identik dan aperture sama-sama kita set di f/3.5 namun saya set ISO di 200 sementara anda 100 (bayangkan lagi tentang lebah pekerja), maka gambar punya siapakah yang akan lebih cepat selesai? Secara garis besar: Saat kita menambah setting ISO dari 100 ke 200 (dalam aperture yang selalu konstan – kita kunci aperture di f/3.5 atau melalui mode Aperture Priority – A atau Av), kita mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah foto di sensor kamera kita sampai separuhnya (2 kali lebih cepat), dari shutter speed 1/125 ke 1/250 detik. Saat kita menambah lagi ISO ke 400, kita memangkas waktu pembuatan foto sampai separuhnya lagi: 1/500 detik. Setiap kali mempersingkat waktu esksposur sebanyak separuh, kita namakan menaikkan esksposur sebesar 1 stop. Anda bisa mencoba pengertian ini dalam kasus aperture, cobalah set shutter speed kita selalu konstan pada 1/125 (atau melalui mode Shutter Priority – S atau Tv), dan ubah-ubahlah setting ISO anda dalam kelipatan 2; missal dari 100 ke 200 ke 400 …dst, lihatlah perubahan besaran aperture anda.
×
×
  • Create New...