Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'petani'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Calendars

  • Calendar

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Apakah kamu ingat dengan sosok Komjen Pol (Purn) Susno Duadji? Nama pria berusia 61 tahun itu sempat begitu ramai diperbincangkan beberapa tahun silam. Saat itu mantan Kabareskrim Polri ini dikenal akibat ucapan kontroversi cicak versus buaya dan terjerat berbagai kasus korupsi hingga dipenjara. Kehilangan jabatan sebagai Kabareskrim Polri pada akhir November 2009, Susno yang dituding menggelapkan dana pengamanan Pilgub Jabar 2008 dan terjerat kosupsi PT Salmah Arowana Lestari harus rela dipenjara selama 3,5 tahun. Merasakan dinginnya terali besi LP Cibinong sejak 2013 lalu dan akhirnya bebas, apa kabar pak Susno sekarang? Jauh dari hiruk pikuk ibukota Jakarta, Susno pulang ke tanah kelahirannya di Pagaralam, Sumatera Selatan. Bukannya sibuk berpikir kembali ke kepolisian, Susno memilih bekerja kasar dengan jadi petani dan mengerjakan kebun, sawah hingga kolam ikan warisan orangtuanya. "Sejak purna tugas, saya lebih banyak di kampung halaman untuk bertani mengerjakan lahan warisan orangtua. Sawah ini adalah warisa orangtua saya yang juga petani meskipun luasnya tidak seberapa. Sekarang saya garap sendiri, beneran lhoh. Persoalan yang kami hadapi, khususnya sebagai petani padi adalah murahnya harga beras/gabah di musim panen sehingga biaya produksi tak sebanding dengan uang penjualan yang didapat," cerita Susno di akun Facebook miliknya hari Senin (23/5) pagi. Benar-benar terlihat seperti seorang petani, Susno bahkan tampak santai dengan pekerjaan barunya ini. Meskipun pernah memegang jabatan tinggi di jajaran institusi bergengsi, Polri, Susno mengenakan kaos oblong, celana panjang dan handuk di lehernya saat menggarap sawah di bawah teriknya matahari. Berbekal cangkul, pak Susno turun langsung ke tanah persawahan tanpa alas kaki. Tak hanya bertani, Susno pun menjalani kesehariannya dengan sederhana. Pria yang pernah jadi Kapolda Jawa Barat selama 10 bulan itu pun cuek saja berbelanja ke pasar hanya pakai kaos dan sandal jepit. Wah, semangat untuk profesi barunya ya pak!
  2. Gerakan farm to table yang mendekatkan konsumen ke proses produksi pangan semakin marak di AS. Kini gerakan tersebut didukung sejumlah inovasi teknologi keluaran perusahaan start up yang bergerak di bidang pertanian dan produksi pangan. Selengkapnya ikuti laporan reporter VOA Patsy Widakuswara.
  3. Community Supported Agriculture (CSA), model distribusi produk pertanian langsung antara petani dengan konsumen, semakin populer di AS karena banyak yang ingin mendapat bahan makanan segar sambil membantu mengurangi jejak karbon. CSA kini merambah ke perkantoran. Selengkapnya ikuti laporan VOA. Ngobas: http://ngobas.com VOA Indonesia: http://www.voaindonesia.com
  4. Walau dengan keterbatasan fisik, Usep, anak seorang petani ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik jurusan kesejahteraan sosial Universitas Padjajaran (Unpad). Usep memang mantap ingin merubah nasib keluarganya yang miskin dan tidak ingin hidup hanya dengan menjadi buruh tani saja. Usep yang memang terlahir tanpa dua tangan yang sempurna dan hanya memiliki satu kaki ini mampu mengenyam pendidikan di pergutuan tinggi di kampus yang memang ia cita-citakan sejak masih kecil. Dengan segala keterbatasan fisiknya, sampai semester VI, ia mampu meraih IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang sangat baik, 3,5. Saat lulus SMA, Usep sempat merasa bingung untuk melanjutkan pendidikannya atau tidak karena keluarganya mengaku tidak mampu membiayai kuliah dan mereka menyarankan agar ia membantu orangtuanya saja di Cianjur yang bekerja sebagai buruh tani. Karena sudah bertekad untuk terus melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, dengan modal 200 ribu yang diberi orangtuanya sebagai hadiah lulus SMA, ia memberanikan diri membeli formulir SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Ia yakin akan lulus ujian tertulis ini walaupun memiliki keterbatasan fisik. Ternyata tekad dan usaha Usep tidak sia-sia, ia diterima di FISIP Unpad. Namun kabar tersebut masih membuat orangtuanya bimbang karena mereka masih dibebankan uang kuliah. Kemudian Usep berusaha memohon bantuan ke Unpad untuk membebaskan uang kuliah dan pihak Unpad mengabulkannya namun hanya selama satu semester. Mendapat kesempatan emas tersebut, Usep kemudian membuktikan dirinya layak kuliah di Unpad dan pada akhirnya pihak Unpad mendaftarkan dirinya di program beasiswa Bidikmisi. Usep sedikit berpesan kepada mereka yang memiliki keterbatasan fisik agar tidak menjadikan kekurangan fisik menjadi sebuah alasan untuk menyerah. Apapun kondisi tubuh kita kita harus tetap berusaha melakukan yang terbaik.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy