Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'pesawat antariksa'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Sembilan bulan sudah peristiwa kecelakaan pesawat SpaceShipTwo dari Virgin Galactic milik miliarder Richard Branson, tepatnya terjadi pada 31 Oktober 2014. Selama masa investigasi, National Transportation Safety Board (NTSB) telah memecahkan penyebab kecelakaan. Diketahui SpaceShipTwo hancur dalam hitungan detik setelah reposisi dini terhadap sayap kembar pesawat selama uji coba penerbangan di Gurun Mojave, California, Amerika Serikat. Wahana antariksa tersebut dilengkapi dengan "feathering system" untuk mengurangi kecepatan dan menstabilkan proses penerbangan saat kembali ke Bumi. Nah, pihak NTSB menemukan bahwa salah satu pilot yang meninggal, Michael Alsbury, telah mengaktifkan feathering system sebelum SpaceShipTwo mencapai kecepatan yang tepat. Mengutip situs The Guardian, Alsbury membuka sistem tersebut pada kecepatan Mach 0,92, padahal seharusnya ketika pesawat sudah mencapai setidaknya Mach 1,8. Hal tersebut dinilai melampaui kemampuan mekanik sistem untuk mencegah perpanjangan aerodinamis yang cepat dari feathering system tersebut. Nahasnya, proses perpanjangan aerodinamis tersebut terjadi secara cepat tanpa ada tindakan pilot lebih lanjut. Maka terjadilah kerusakan mekanik. Investigator NTSB, Katherine Wilson menerangkan, kemungkinan Alsbury mengaktifkan sistem terlalu dini dengan alasan untuk mencegah pesawat gagal mendarat. Dari situ, pihak NTSB menyatakan, pemanufaktur Scaled Composites yang merancang SpaceShipTwo tidak mempertimbangkan lebih jauh mengenai kemungkinan pilot yang mengaktifkan feathering system terlalu dini, karena mereka tidak menyediakan jaminan perlindungan untuk mencegah kecelakaan. Dalam sebuah pernyataan, Virgin Galactic mengatakan bahwa perusahaan sebenarnya sudah melakukan peninjauan keselamatan dan program peningkatan wahana sebagai persiapan peluncuran SpaceShipTwo kala itu. Sementara rekan pilot satunya, Peter Siebold yang berhasil menyelamatkan diri mengalami luka serius. Kecelakaan uji coba pesawat ruang angkasa yang kedua ini merupakan pukulan bagi industri luar angkasa komersial yang terlalu dini berurusan dengan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh pemerintah. Lebih dari 800 orang telah membayar uang muka untuk bisa melakukan perjalanan wisata ke luar angkasa dengan wahana SpaceShipTwo itu. Harga tiket pulang pergi kala itu dipatok sebesar US$ 250 ribu per orang.
  2. Pesawat Virgin Galactic yang hancur beberapa waktu lalu Kecelakaan pesawat SpaceShipTwo dari Virgin Galactic yang terjadi pada Oktober 2014 silam menelan nyawa salah satu pilotnya, Michael Alsbury. Sedangkan mitranya, Peter Siebold berhasil bertahan hidup. Seiring terungkapnya penyebab kecelakaan pesawat, dia turut mencurahkan bagaimana ia bisa selamat dari maut. Siebold mengaku ia sempat pingsan saat SpaceShipTwo tengah melayang turun bebas dari angkasa menuju Gurun Mojave, California, Amerika Serikat. Saat ia terbangun dengan keadaan luka serius, pesawat antariksa tersebut belum menyentuh daratan, sehingga ia langsung berusaha mengaktifkan oksigen cadangannya namun hasilnya nihil. Maka ia berusaha agar tetap sadarkan diri. Tak lama, ia ingat ada sentakan dari parasut yang ia kenakan. Dari situ, ia mengaku langsung merasakan sensasi 'hidup' yang membangunkannya. National Transportation Safety Board (NTSB) merilis keterangan deskripsi dari pengalaman nahas yang menimpa Siebold tersebut selama pemeriksaan pada Selasa (28/7). Pimpinan eksekutif Virgin Galactic, George Whitesides mengutarakan bahwa aksi bertahan hidup Siebold adalah sebuah keajaiban. Mengutip The Guardian, luka yang menimpanya antara lain patah kaki kanan di empat bagian, begitu pula yang terjadi pada tulang lehernya, serta memar panjang dan mengalami masalah penglihatan. Siebold mengaku, ia tak menyadari apa saja yang menimpanya hingga ia mendarat di daratan. Dia sendiri adalah direktur operasi penerbangan di Scaled Composites, yang tak lain adalah perusahaan mitra Virgin Galactic yang mengembangkan SpaceShipTwo. Pihak NTSB menjelaskan bahwa Scaled Composites telah gagal menciptakan pencegahan terburuk yang sewaktu-waktu bisa terjadi terhadap pesawat antariksa komersial itu. Sementara Virgin Galactic menuturkan, pihak perusahaan berharap bisa melanjutkan uji coba penerbangan di akhir tahun 2015 ini menggunakan wahana baru. Diketahui tujuan perusahaan besutan miliarder Richard Branson itu adalah menerbangkan enam penumpang ke angkasa sejauh 96 ribu meter di atas Bumi.
  3. Pesawat militer antariksa X-37B yang dikembangkan Angkatan Udara AS dan Boeing. Angkatan Udara Amerika Serikat menerbangkan pesawat antariksanya, X-37B ke orbit Bumi pada Kamis (20/5) yang menandai misi keempat peluncuran kendaraan robot tanpa awak itu. Pesawat X-37B diluncurkan di atas sebuah roket United Launch Alliance Atlas V dari fasilitas peluncuran pesawat antariksa angkatan udara AS di Florida. Sebagian besar informasi tujuan peluncuran tidak diungkap, sehingga tidak jelas apa sebenarnya misi utama X-37B. Tidak ada informasi soal seberapa tinggi pesawat itu akan terbang, mengorbit, dan lama waktunya di angkasa. Angkatan Udara AS mengatakan misi keempat yang disebut Orbital Test Vehicle-4 (OTV-4) berkonsentrasi pada kemampuan mengorbit pesawat itu sendiri. "Kami sangat antusias dengan misi X-37B keempat kami," ujar Randy Walden, Direktur Kapabilitas Angkatan Udara AS, seperti dikutip dari Space.com. "Dengan keberhasilan dari tiga misi sebelumnya, kami dapat mengalihkan fokus dari pemeriksaan awal kendaraan untuk pengujian muatan eksperimental." Dalam misi ini, X-37B membawa panel surya LightSail yang kembangkan oleh organisasi nirlaba Planetary Society. LightSail bertujuan membuktikan teknologi kuncu panel surya berlayar untuk memenuhi kebutuhan proyek-proyek antariksa di masa depan. Pesawat militer X-37B dibangun oleh divisi Phantom Works di perusahaan Boeing. Setiap pesawat memiliki panjang dan lebar 8,8 meter x 2,9 meter dengan lebar sayap 4,6 meter. Kerahasiaan seputar misi X-37B telah menciptakan spekulasi bahwa pesawat militer ini mampu melumpuhkan satelit milik negara lain. Namun, menurut laporanSpace.com, pejabat Angkatan Udara telah membantah spekulasi itu dan hanya menguji teknologi keantariksaan di masa depan. Para pejabat tidak mengatakan berapa banyak X-37B akan melakukan uji coba. Sebelumnya, uji coba X-37B yang disebut OTV-1 diluncurkan pada April 2010 dan mendarat di Bumi pada Desember tahun yang sama, menghabiskan 225 hari di antariksa. OTV-2 diluncurkan Maret 2011 dan tinggal di orbit selama 469 hari. OTV-3 lepas landas pada Desember 2011 untuk mengorbit selama 675 hari dan akhirnya kembali ke Bumi. Pesawat ini mencatat rekor kendaraan antariksa yang dapat dipakai kembali.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy