Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'perokok'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Terlalu banyak perokok tidak menyadari risiko penyakit paru obstruktif kronik. Perokok dihimbau untuk tidak mengabaikan gejala sederhana, seperti batuk-batuk, karena bisa jadi pertanda penyakit serius. Badan Kesehatan Inggris mengatakan, terlalu banyak perokok tidak menyadari risiko penyakit paru obstruktif kronik (COPD). Penyakit tersebut, yang menyempitkan saluran pernafasan, dapat membuat penderita perlu bersusah payah untuk melakukan aktivitas ringan; misalnya naik tangga. COPD sebenarnya istilah umum untuk sejumlah penyakit paru-paru serius termasuk bronkitis kronis dan emfisema. Belum ada penyembuh Orang dengan penyakit ini akan kesulitan bernapas, yang terutama disebabkan penyempitan saluran napas dan kerusakan jaringan paru. Gejala umum termasuk kehabisan napas saat beraktivitas, batuk terus-menerus, dan nyeri dada yang sering. Pakar kesehatan mengatakan, perokok sering mengabaikan gejala awal berupa batuk; namun dengan melanjutkan kebiasaan merokok, kondisi tersebut memburuk dan merusak kualitas hidup. Sampai saat ini belum ada penyembuh untuk COPD, namun berhenti merokok, olahraga khusus, dan pengobatan dapat memperlambat perkembangan penyakit itu. Profesor Dame Sally Davies, kepala petugas medis Inggris, menambahkan, "COPD adalah penyakit paru-paru serius dan tidak dikenali dengan baik. "Satu hal terbaik yang bisa dilakukan perokok untuk mengurangi risiko penyakit ini dan memperpanjang umur mereka ialah berhenti merokok."
  2. Studi di Australia menemukan, anak-anak yang ayahnya perokok memiliki resiko 15% lebih tinggi untuk mengembangkan kanker. Menurut Patricia Buffler, Profesor dari University of California yang juga terlibat dalam studi tersebut, pentingnya paparan tembakau dan kanker anak hingga saat ini telah diabaikan. “Sehingga hasil studi ini penting untuk menambah bukti yang semakin kuat,” ungkapnya. Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Elizabeth Milne di Telethon Institute for Child Health Research, Australia ini, mensurvei hampir 400 anak dengan kanker leukemia. Survei menanyakan tentang kebiasaan merokok dari kedua orang tua. Dan survei menemukan bahwa perilaku ibu yang merokok tidak berdampak pada resiko kanker anak. Namun anak-anak yang ayahnya merokok terutama saat waktu pembuahan, 15% memiliki kemungkinan lebih tinggi mengembangkan leukemia. Mereka yang ayahnya merokok sedikitnya 20 batang/hari sekitar, 44% lebih mungkin didiagnosis kanker. Temuan ini menuruyt Buffler masuk akal, karena merokok penuh dengan racun, termasuk dalam sel-sel yang memproduksi sperma. “Sperma DNA yang mengalami kerusakan masih dapat mencapai dan membuahi sel telur, namun dapat menyebabkan penyakit pada keturunanya,” terangnya. Studi ini membuktikan bahwa kerusakan DNA dalam sperma yang disebabkan oleh merokok bertanggung jawab meningkatkan resiko kanker pada anak.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy