Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'permen karet'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Permen karet terakhir yang dikunyah Sir Alex Ferguson sebagai manajer Manchester United laku seharga £390 ribu (setara Rp7 miliar lebih) dalam sebuah lelang di situs eBay. Sir Alex, yang baru saja dinobatkan sebagai manajer terbaik sepanjang masa urutan dua oleh France Football, merupakan sosok yang gemar mengunyah permen karet ketika masih mendampingi United di bangku cadangan. Pria Skotlandia itu melewati 1.500 pertandingan bersama United dengan meraih 13 gelar Liga Primer, lima Piala FA, empat Piala Liga, sepuluh Community Shield, dua Liga Champions, satu Piala Winners, satu Piala Super Eropa, satu Piala Interkontinental dan satu Piala Dunia Antarklub. Diperkirakan Sir Alex telah menghabiskan 3.000 paket permen karet selama 26,5 tahun masa kepemimpinannya di Old Trafford, selagi kunyahan terakhir justru menjadi yang paling mahal. Salah seorang suporter mengambil bekas permen karet tersebut di lapangan The Hawthorns seusai tuan rumah West Brom mengimbangi United dengan skor 5-5 di hari terakhirnya sebagai manajer dan mencantumkannya di situs lelang eBay. Dalam keterangannya tertulis “Permen karet bekas: LANGKA: Diambil dari The Hawthorns. Sekarang dibingkai dengan kotak kaca. Cenderamata tidak resmi, rumornya milik Sir Alex. Setelah 1.5000 laga dengan mengunyah permen karet sebagai manajer dari Man Utd, inilah kepingan terakhir permen karet yang dikunyah Fergie. Semua keuntungan kemudian akan disalurkan kepada badan amal MU Foundation.”
  2. Permen karet dipasarkan bukan untuk ditelan tapi terkadang bisa tidak sengaja tertelan, terutama pada anak-anak. Lantas apa yang terjadi bila permen karet tak sengaja masuk ke dalam tubuh? Ada mitos yang sering digunakan untuk menakuti anak-anak, yang menyebutkan bahwa menelan permen karet dapat membuatnya tetap berada di dalam usus selama 7 tahun sebelum akhirnya dicerna. Sebuah kisah menakutkan bahkan menceritakan bahwa permen karet yang tertelan bisa membungkus jantung dengan sendirinya. Benarkah demikian? Permen karet sebenarnya terbuat dari karet dasar, pemanis, pewarna dan penambah rasa. Karet dasar yang mudah dicerna biasanya terbuat dari campuran elastomer, resin, lemak, emulsifier dan lilin. Perut memang tidak dapat memecah permen karet sebagaimana yang dilakukan terhadap makanan lain. Namun sistem pencernaan memiliki cara lain untuk menangani benda-benda yang Anda telan. Usus akan terus bergerak dan menggerakkan permen karet hingga membuatnya melewati usus dan keluar dari ujung sistem pencernaan, seperti dilansir Dailymail, Selasa (11/9/2012). Jadi, permen karet bisa berakhir di kamar mandi satu atau dua hari kemudian. Meskipun permen karet lengket, tapi biasanya tidak bisa mengalahkan kekuatan yang dimiliki usus. Air ludah akan berupaya mencerna permen karet segera setelah benda lengket itu dimasukkan ke dalam mulut. Meskipun yang dicerna kebanyakan adalah pemanis dan tambahan lainnya, tapi banyak juga bahan dasar permen karet yang ikut dicerna. Kemudian permen karet akan turun ke otot perut, yang berkontraksi seperti gerakan cacing tanah, yang kemudian perlahan-lahan memaksanya melewati sistem pencernaan. Namun permen karet bisa berbahaya bila yang tertelan dalam jumlah banyak atau dalam ukuran yang besar dan dalam waktu yang singkat. Kondisi ini bisa menyebabkan penyumbatan dalam sistem pencernaan, yang paling sering terjadi pada anak-anak karena saluran pencernaannya berdiameter kecil. Tapi kasus tersebut sangat jarang terjadi. Jadi apa yang harus dilakukan bila tidak sengaja menelan permen karet? Segera minum air putih yang banyak. Hal ini menghindari agar permen karet tidak menutup kerongkongan yang menyebabkan tersedak, terutama pada anak-anak. Untuk cepat mengeluarkan permen karet dari tubuh, juga bisa dibantu dengan makanan. Makanan akan membantu mendorong permen karet sehingga gerakan peristaltik dari usus semakin cepat mengeluarkannya dari tubuh.
  3. Bahan kertas pembungkus permen karet sebenarnya bukan kertas perak, melainkan alumunium foil. Untuk mempertahankan zat-zat pengharum di dalam permen karet, melindungi dari kondisi luar seperti suhu dan kelembapan, mempercantik kemasan, dan menjaga kebersihan, permen karetdikemas dengan alumunium foil. Kalau dikemas dengan kertas biasa, pada cuaca panas permen karet ini pasti cepat mencair dan menempel di kertas.
  4. Udah beribu-ribu tahun penduduk pantai Laut Tengah di Eropa suka mengunyah-ngunyah getah pohon mastic. Konon untuk menyegarkan napas dan membersihkan gigi. Ternyata orang Indian kuno di Jazirah Yucatan di benua Amerika pun mempunyai kebiasaan yang sama. Cuma, getah yang mereka kunyah berasal dari pohon sawo. Orang-orang Eropa yang pindah ke Amerika beberapa ratus tahun yang lalu ikut-ikutan mengunyah getah yang harum dan dingin-dingin pedas itu. Kebiasaan mengunyah-ngunyah juga dilakukan orang Eskimo dekat Kutub Utara. Apa yang mereka kunyah? Lemak ikan! Getah kenyal yang dikunyah mereka nggak seenak permen karet kita. Begitu pula lemak ikan. Bagaimana ceritanya sampai manusia bisa membuat permen karet seperti sekarang? Pertengahan abad ke-19, diktator Meksiko, Jenderal Antonio Lopez de Santa Anna, terpaksa melarikan diri ke Staten Islanddi New York. Ia berbekal banyak sekali chicle, yaitu getah pohon sawo, untuk dikunyah-kunyah di kala stres. Konon mengunyah-ngunyah bisa menghilangkan ketegangan. Beberapa bulan kemudian, ia bisa kembali ke Meksiko. Chicle-nya ditinggalkan di laci mejanya. Kenalannya, Thomas Adams, kebetulan seorang penemu. Adams mengotak-atik getah pohon yang kenyal ini. Siapa tahu bahan ini bisa dipakai menggantikan karet yang disadap dari pohon karet? Ternyata, nggak bisa. Ya, udah! Tapi, siapa tahu bisa dipakai menempelkan gigi palsu, pikirnya. Ternyata, itu pun nggak bisa. Akhirnya benda itu direbus dan digilas dengan gilingan kue sampai tipis. Hasilnya permen karet yang lebih baik daripada yang biasa dikunyah oleh Diktator Santa Anna. Permen karet itu diberi gula dan wewangian. Ketika dijual di sebuah toko permen diNew Jersey, ternyata laris. Jadi,Adamsmeminta hak paten untuk mesin pembuat permen karetnya. Melihat suksesAdams, banyak orang ikut-ikutan membuat permen karet. Rasa dan warnanya bermacam-macam. Pengusaha permen karet yang paling terkenal adalah William Wringley, Jr. Padahal, tadinya ia anak yang malas bersekolah dan selalu membuat ulah. Sampai-sampai pada umur 12 tahun (1873), Wringley dikeluarkan dari sekolah. Namun, ia bukan anak yang malas bekerja. Ia membujuk ayahnya agar diperbolehkan menawarkan sabun buatan pabrik keluarga mereka. Ternyata, ia salesman yang rajin dan ulet. Ia menawarkan juga barang-barang lain, di antaranya baking powder, yaitu bahan untuk membuat kue. Orang yang mau membeli sekaleng baking powder diberinya hadiah dua permen karet. Permen karet ternyata banyak peminatnya sehingga Wringley khusus berjualan permen karet. Walaupun dilanda pelbagai kesulitan, di antaranya krisis ekonomi dunia ia nggak mau menyerah. Usahanya maju sampai sekarang. Ada dua orang lain yang berperan besar dalam sejarah permen karet. Henry Fleer tahun 1910 berhasil memberi "baju" pada permen karet. Lapisan luar itu putih, manis dan renyah. Ia menamai permen karet berbaju itu "Chiclets". Saudaranya, Frank, setelah lama bersusah payah berhasil membuat permen karet yang bisa ditiup sampai melembung besar seperti baton. Permen karetnya itu dinamai bubble gum (karet gelembung). Akhir abad ke-19, penggemar permen karet kebanyakan perempuan. Namun tahun 1914, laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun dewasa, menyukai permen karet. Karena mengunyah permen karet dianggap berkhasiat menenangkan, tentara Amerika Serikat pada Perang Dunia II dibekali permen karet. Setiap tentara rata-rata menghabiskan 3.000 potong permen karet setahun. Sebenamya, nggak mereka makan sendiri, tetapi dibagikan juga kepada anak-anak dan orang biasa yang mereka temui. Amerika Serikat bahkan menjatuhkan permen karet dari pesawat terbang di Filipina ketika negara itu diduduki Jepang. Pada kemasan permen karet itu tertulis janji Jenderal Douglas MacArthur, "I shall return" (saya akan kembali). MacArthur memang berjanji akan datang kembali untuk mengusir Jepang. Penduduk Kepulauan Pasifik sampai sekarang masih tergila-gila pada permen karet dan bubble gum yang diperkenalkan lebih dari ½ abad lalu. Sejak Perang Dunia II, permen karet nggak lagi dibuat dari getah pohon sawo, tetapi dari bahan sintetis. Di Amerika Serikat sendiri mulanya mengunyah permen karet di muka umum dianggap kebiasaan yang menjijikkan, "seperti ternak sedang memamah biak". Kemudian zaman berubah. Bukan curaa tentara dibekali permen karet, tetapi bintang-bintang olahraga seperti Michael Jordan pun akrab sekali dengan permen kenyal yang dikunyah-kunyah itu. Sekarang, permen karet boleh dikunyah di mana-mana, kecuali saat beribadat, di dalam kelas, dan pada kesempatan resmi. Di dunia ini ada negara yang nggak suka penduduknya mengonsumsi permen karet. Kalau kamu ketahuan membuang sisa permen karet di tempat umum, dendanya nggak tanggung-tanggung, yaitu senilai beberapa juta rupiah. Kata mereka, sulit membersihkan jalan, bangku dan sebagainya dari sisa permen karet yang menempel, padahal mereka ingin negara mereka bersih. Kamu pasti tahu negara itu. Ya, betul! Tetangga kita, Singapura! Kalau kamu ke sana, jangan berbekal permen karet, lo!
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy