Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'peretas'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Tak hanya PC dan smartrphone, perangkat rumah tangga yang terhubung dengan internet juga disebut rentan terhadap serangan hacker. Baru-baru ini, para ahli Kaspersky Lab melakukan penelitian secara acak terhadap produk Internet-of-Things (IoT) dan menemukan adanya ancaman serius bagi rumah yang terkoneksi internet. Perangkat yang termasuk di dalamnya adalah mesin pembuat kopi yang dapat mengekspos password WiFi, video monitor bayi yang bisa dikontrol oleh pihak ketiga yang berniat jahat, dan sistem keamanan rumah berbasis smartphone yang bisa dikendalikan hanya dengan tipuan magnet. Pada 2014, David Jacoby, seorang ahli keamanan Kaspersky Lab menelusuri ruang tamunya dan memutuskan untuk menginvestigasi seberapa rentan peralatan IoT yang dimilikinya terhadap serangan cyber. David menemukan hampir seluruh peralatan yang dimilikinya sangat rentan. Oleh karena itu, pada tahun 2015, tim anti malware Kaspersky Lab melakukan penelitian serupa dengan sedikit perubahan. Penelitian ini memfokuskan pada perangkat rumahan yang terhubung satu dengan lainnya dan banyak tersedia di pasaran. Perangkat yang dipilih dalam percobaan ini antara lain USB yang dapat dihubungkan sebagai medium video streaming, IP kamera dan mesin pembuat kopi yang dikendalikan oleh sebuah smartphone, serta sistem keamanan rumah yang dikendalikan juga dengan smartphone. Hasil percobaan menunjukkan bahwa hampir semua perangkat ini rentan terhadap serangan hacker. “Percobaan kami secara meyakinkan menunjukkan bahwa para vendor perlu memperhatikan keamanan cyber ketika mengembangkan perangkat IoT mereka. Meskipun demikian, perangkat apapun yang di kontrol melalui aplikasi dan terkoneksi bisa dipastikan memiliki setidaknya satu masalah keamanan," ujar ujar Victor Alyushin, Security Researcher di Kaspersky Lab melalui keterangan resminya. "Para penjahat mungkin dapat mengeksplotasi beberapa isu ini sekaligus, inilah yang menjadi alasan mengapa para vendor perlu segera memperbaiki masalah yang muncul – bahkan bagi masalah yang dianggap kurang begitu penting sekalipun. Masalah yang timbul perlu diselesaikan sebelum produk tersebut diluncurkan ke pasar, karena tentunya akan lebih sulit untuk memperbaikinya ketika sudah terjual ke ribuan pemilik rumah,” sambungnya. Sebuah kamera yang digunakan memonitor bayi dalam percobaan ini juga dapat memberi kesempatan bagi hacker untuk terhubung dengan kamera serta audio dan dapat memperhatikan apa yang terekam melalui kamera tersebut dengan menggunakan jaringan yang sama dengan pemilik kamera tersebut. Di sisi lain, kamera jenis lainnya yang berasal dari vendor yang sama justru memungkinkan hacker untuk mencuri password sang pemilik serta mengambil root password dari kamera tersebut dan memodifikasi firmware kamera. Parahnya, seorang hacker tidak perlu berada pada jaringan yang sama dengan korban ketika berhadapan dengan mesin pembuat kopi yang dapat dikontrol melalui aplikasi. Percobaan yang dilakukan pada mesin pembuat kopi menunjukkan bahwa alat tersebut mengirimkan informasi yang tidak terenkripsi dalam jumlah yang cukup bagi hacker untuk menyingkap keseluruhan password dari jaringan WiFi sang pemilik.
  2. Hacker berhasil membobol sistem komputer canggih di bandara Chopin yang digunakan untuk mengeluarkan rencana penerbangan. Sekitar 1.400 penumpang pesawat maskapai Polandia, LOT, terlantar saat hacker berhasil meretas sistem komputer bandara Chopin di Kota Warsawa. Peretasan juga menyebabkan beberapa penerbangan dibatalkan. peretas membobol sistem komputer yang digunakan untuk mengeluarkan rencana penerbangan pada Minggu sore (21/6). Komputer baru bisa diperbaiki setelah lima jam, ribuan penumpang terkena dampaknya. Sekitar 10 penerbangan oleh maskapai nasional dan internasional di bandara tersebut dibatalkan, dan sekitar 12 penerbangan tertunda, seperti disampaikan oleh juru bicara bandara Adrian Kubicki. LOT mulai menerbangkan para penumpang pada Minggu malam. Beberapa di antara penumpang terpaksa diberikan fasilitas menginap di hotel karena penerbangan mereka terlambat semalaman. Kubicki mengatakan, peretasan tidak menyebabkan gangguan pada keselamatan penerbangan. Pendaratan pesawat di Warsawa juga berlangsung aman. Tidak ada bandara lain yang terdampak. Namun, ujar dia, hacker mampu menembus sistem jaringan bandara yang canggih. Bukan tidak mungkin bandara lain akan jadi sasaran selanjutnya. "Kami menggunakan sistem komputer canggih, jadi kemungkinan ancaman ini berpotensi terjadi untuk industri lainnya," kata Kubicki. Peretasan masih terus diselidiki oleh aparat.
  3. Sejumlah komputer Apple Mac kedapatan memiliki celah tersembunyi yang bisa dimanfaatkan oleh peretas untuk mengendalikan komputer itu tanpa terdeteksi. “Ini menakutkan,” kata Sarah Edwards, seorang analis forensik di SANS Institute yang biasa mencari bukti peretasan dalam komputer. “Saya belum pernah melihat yang seperti ini.” Mengapa ini menakutkan? Soalnya bug pada komputer Mac ini beroperasi jauh di dalam sistem komputer. Semua komputer memiliki apa yang disebut dengan Basic Input/Output System (BIOS), program yang menghidupkan mesin komputer. BIOS ini mestinya jadi bagian yang harus dilindungi dengan ‘sepenuh hati’. Tapi pada komputer-komputer Mac yang dijual kurang lebih setahun atau lebih lama lagi, didapati ada celah di sana. Jadi, ketika komputer Mac dalam mode Sleep dan kemudian diaktifkan lagi, ia membuka ‘pintu’ untuk akses langsung ke BIOS. Celah ini ditemukan oleh Pedro Vilaca, seorang peneliti keamanan komputer dari Portugal, baru-baru ini. Hasil penelitiannya ditulis di blognya pada Jumat pekan lalu. Vilaca juga langsung mengontak Apple untuk memperingatkan hal tersebut. Apple tak merespons pertanyaan soal celah berbahaya itu. Sejumlah pakar keamanan siber mengkonfirmasi bahwa persoalan itu nyata adanya. Meski begitu, sebetulnya tak mudah bagi peretas untuk menembus celah tersebut karena ia harus memiliki akses administratif ke mesin itu. Namun, bayangkan jika bisa dan si peretas menanamkan virus jauh ke dalam sistem komputer, yang sulit untuk dideteksi.
  4. Dari sejumlah akun, para peretas memasuki email yang Presiden Obama kirim dan terima. Para peretas Rusia yang memasuki sistem komputer Gedung Putih tahun lalu dapat membaca email rahasia Presiden Barack Obama, lapor the New York Times. Pembobolan ini lebih parah dibandingkan pengakuan sebelumnya. Para pejabat mengakui informasi peka sistem rahasia dimasuki peretas. Penemuan peretasan pada bulan Oktober menyebabkan penutupan sebagian sistem email Gedung Putih. "Peretas, yang juga memasuki sistem rahasia Kementerian Luar Negeri, sepertinya tidak memasuki server yang sangat dijaga, pengatur lalu-lintas pesan dari Blackberry Obama, yang dirinya dan pembantunya selalu bawa," tulis New York Times. "Tetapi mereka mendapatkan akses ke arsip email orang-orang dalam Gedung Putih, dan mungkin juga sejumlah orang di luar, yang sering berkomunikasi dengan Obama. Dari sejumlah akun tersebut, mereka memasuki email yang presiden kirim dan terima." Koran tersebut mengutip para pejabat Gedung Putih yang mengatakan tidak satu pun jaringan rahasia yang bobol, dan peretas tidak mendapatkan informasi rahasia.
  5. Peretas komputer yang mengaku telah menyerang sistem komputer bank asal Swiss, Banque Cantonale de Geneve, membocorkan informasi pribadi nasabah setelah bank tersebut enggan memenuhi tuntutan pembayaran. Individu atau kelompok peretas itu beroperasi dengan nama Rex Mundi. Dalam kicauan di akun Twitter, Rex Mundi mengatakan telah meretas 30.000 informmasi dari nasabah lokal maupun asing. Beberapa jam setelah informasi itu dirilis, Banque Cantonale de Geneve mengatakan bahwa "tidak ada risiko keuangan tertentu untuk klien dan bank." Mereka mengatakan bahwa informasi tersebut tidak penting dan sudah usang. Pihak bank telah memberi tahu klien bersangkutan yang datanya telah dibocorkan. Dalam serangan ini, peretas meminta tebusan uang sebesar 10.000 euro atau sekitar Rp 150 juta. Mereka coba memainkan isu reputasi bank Swiss yang membantu nasabah menyembunyikan informasi dari otoritas pajak. "Kami memilih untuk tidak menyerah pada pemerasan dan sebaliknya memilih jalan transparansi," kata juru bicara bank, Helene De Vos Vuadens, seperti dikutip dari Reuters. Banque Cantonale de Geneve mengatakan akan menganalisis lebih dalam soal isu ini dengan pihak berwenang. Mereka juga memperkuat langkah keamanan pada awal pekan ini. Menurut analis keamanan siber Chase Cunningham dari FireHost, yang berbasis di Texas, AS, Rex Mundi adalah bagian dari jaringan peretas yang kerap meminta uang tebusan dari korban. Dalam hal ini, pihak korban diminta membayar tebusan melalui kartu kredit kepada peretas, yang sering beroperasi di Eropa Timur atau Rusia. Cunningham mengatakan kepada Bloomberg, tebusan yang diminta Rex Mundi jumlahnya terbilang kecil. Jika tak dipenuhi, mereka akan merilis data yang telah dicuri.
  6. Kelompok peretas yang melumpuhkan server PlayStation Network (PSN) dan Xbox Live, Lizard Squad tidak bisa disepelekan. Pasalnya kelompok ini sekarang menawarkan layanan meretas berbayar kepada publik . Dikutip dari Extremetech, kelompok ini memberikan tarif tertentu sesuai dengan jangka waktu serangan yang akan dilakukan. Ada 8 paket yang ditawarkan oleh kelompok ini, mulai dari paket serangan selama 100 detik hingga 30 ribu detik. Tampaknya, Lizard Squad memiliki alat khusus untuk melakukan serangan DDoS. Alat yang disebut LizardStresser itu diklaim dapat mengirim data 2 Tbps hingga 30 Tbps per detik. Jasa meretas itu sendiri merupakan aksi ilegal. Namun sayangnya belum ada lembaga hukum yang dapat menangani kasus tersebut. Lizard Squad sendiri pertama kali dikenal saat melakukan aksi peretasan pada beberapa server video game pertengahan tahun lalu. Kelompok ini melakukan serangan dengan menggunakan teknik Distributer Denial of Service (DDoS) pada server PSN, Xbox Live, Battle.net dan Call of Duty. Dengan teknik ini, server yang menjadi target akan dibanjiri oleh lalu lintas data yang besar sehingga dapat melumpuhkan server tersebut. Pada akhir tahun 2014 lalu kelompok ini mengulangi aksi yang sama. Mereka menyerang server Xbox Live dan PSN hingga tumbang selama beberapa hari. Saat itu dalam blog resminya Sony mengakui kewalahan dalam menangani kasus ini mengingat besarnya data yang diluncurkan pada server. Ente bisa kungjungi langsung webnya di lizardstresser.su
  7. Foto telanjang para artis, termasuk Jennifer Lawrence disebarkan online oleh peretas. Walau sejumlah bintang mengatakan foto mereka adalah foto palsu, para artis lainnya mengatakan bahwa memang benar itu foto mereka. Para bintang perempuan yang menjadi target termasuk Rihanna, Kate Upton, Selena Gomez dan Kim Kardashian. Agen untuk Jeniifer Lawrence mengatakan timnya akan mengambil langkah-langkah hukum. "Ini jelas merupakan pelanggaran berat atas hak privasi. Kami telah menghubungi pihak yang berwenang dan akan menuntut siapa pun yang memposting foto Jennifer Lawrence yang dicuri," kata juru bicara Jennifer Lawrence kepada wartawan acara Newsbeat BBC. Mary Elizabeth Winstead, yang membintangi A Good Day to Die Hard, juga mengakui foto-foto itu memang miliknya. Daftar panjang "Bagi mereka yang melihat foto yang diambil bersama suami saya beberapa tahun lalu secara pribadi di rumah kami, saya harap kamu bisa merasa bangga akan dirimu sendiri," kata Winstead di Twitter. "Karena foto-foto ini sudah dihapus sejak lama, saya bisa membayangkan betapa banyaknya usaha yang dilakukan untuk mendapatkan foto-foto ini." "Saya ikut bersimpati pada orang lain yang juga diretas," kata Winstead yang kemudian mengumumkan bahwa ia akan "ke luar sementara dari internet" karena banyaknya gangguan yang diterimanya. Daftar selebriti yang disebutkan diretas sangat panjang dan juga menampilkan nama-nama seperti Avril Lavigne, Cara Delevingne, Jenny McCarthy dan Kaley Cuoco.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy