Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'perang'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Pihak berwenang anti-teroris federal Pakistan telah melarang badan amal setempat yang diduga merekrut calon untuk bertempur bersama milisi yang didukung Iran, dan mendukung pasukan pemerintah dalam perang sipil Suriah. Larangan Ansar ul-Hussain, yang dilaporkan media Pakistan pekan lalu, mulai berlaku 30 Desember, menurut situs National Counter Terrorism Authority (NACTA), yang memantau organisasi teroris di negara itu. Larangan itu membuat kelompok tersebut ilegal beroperasi di Pakistan. Abdul Qayyum, Ketua Komite Pertahanan Senat dan anggota terkemuka partai Liga Muslim yang berkuasa, mengatakan kepada VOA, setelah larangan tersebut, Pakistan melanjutkan penyelidikan "jika ada jaringan lain yang terlibat dalam merekrut orang di Pakistan untuk perang di Suriah." Organisasi ini tidak begitu dikenal di Pakistan, Ansar ul-Hussain, yang menyatakan dirinya sebagai organisasi kemanusiaan Syiah, secara diam-diam memikat pemuda Syiah dari beberapa daerah di barat laut Pakistan dan mengirim mereka ke Iran, di mana mereka dilatih untuk berperang dan kemudian dikirim ke Suriah, menurut laporan media dan pejabat intelijen lokal. Ansar ul-Hussain handal dalam menghindari pengawasan, namun pihak berwenang Pakistan mengatakan, mereka berhasil mendeteksi kegiatan perekrutannya. Langkah-langkah anti-terorisme Islamabad telah banyak dikritik oleh banyak politisi Pakistan dan anggota parlemen AS karena sangat tidak efektif. Selagi kelompok militan terus berkembang di Pakistan, pemerintah sedang menghadapi ancaman meningkatnya isolasi diplomatik dari beberapa anggota parlemen AS atas ketidakmampuannya mengekang perkembangan militan di dalam negeri dan ancaman itu mempengaruhi negara tetangganya. Media Pakistan melaporkan tahun lalu, lebih dari 1.000 orang Pakistan berjuang di Suriah bersama pasukan elit Iran, Korps Garda Revolusi (IRGC). [www.voaindonesia.com]
  2. Peneliti menemukan 89 anak berusia delapan hingga 18 tahun meninggal dalam pertarungan. Jumlah anak-anak yang tewas karena bertarung untuk kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS meningkat, seperti terungkap dalam sebuah laporan. Para peneliti dari Georgia State University, Amerika Serikat, menulis laporan itu setelah menelusuri propaganda ISIS dan pujian bagi yang tewas selama 13 bulan. Mereka menemukan 89 anak berusia delapan hingga 18 tahun meninggal dalam pertarungan dengan peran yang berbeda. Angka itu berarti tiga kali lebih tinggi dari anak-anak yang terlibat dalam operasi militer ISIS sepanjang 2014. Data yang diterbitkan Pusat Perlawanan Terorisme Amerika Serikat itu menunjukkan dalam periode Januari 2015-Januari 2016, sebanyak 39% anak-anak tewas dalam serangan bom bunuh diri dan 33% dalam perang. "Hampir dipastikan lebih banyak lagi yang meninggal. Jumlah itu adalah yang diumumkan ISIS tahun lalu," jelas salah seorang penulis laporan, Charlie Winter, kepada wartawan BBC, Victoria Derbyshire. Sebagian besar warga Suriah Walau ISIS tidak mengungkapkan nama dan rincian dari yang tewas itu, peneliti mencoba mendapatkan usia dan kewarganegaraan yang tewas. Diyakini 60% yang tewas berusia antara 12 hingga 16 tahun dan 6% berusia delapan hingga 12 tahun. Salah seorang pengebom bunuh diri -disebut praremaja berusia delapan hingga 12 tahun- tewas bulan lalu dalam serangan di Provinsi Aleppo. ISIS menerbitkan fotonya yang menyampaikan 'selamat berpisah' kepada ayahnya. Laporan menyebutkan sebagian besar pergerakan anak-anak itu adalah antara Irak dan Suriah dengan lebih dari setengah kematian di Irak namun banyak yang tewas adalah anak asal Suriah. Hal tersebut mengindikasikan ISIS melatih mereka di Suriah dan mengerahkannya ke Irak. Negara asal lainnya adalah Yaman, Arab Saudi, Tunisia, dan Libya dengan jumlah yang kecil dari Inggris, Prancis, Australia, serta Nigeria.
  3. Menyusul serangkaian serangan bom bunuh diri dan penembakan di Ibu Kota Paris, Prancis, yang menewaskan 129 orang dan melukai 352 lainnya pada Jumat malam lalu, kelompok peretas Internet Anonymous menyatakan perang total melawan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Anonymous bersumpah akan melumpuhkan setiap aktivitas anggota ISIS di Internet. Deklarasi perang dari Anonymous itu diumumkan melalui situs jejaring sosial YouTube. Seorang juru bicara Anonymous yang memakai simbol topeng Guy Fawkes berjanji akan melancarkan "operasi terbesar yang pernah dilakukan" melawan ISIS. "Anonymous dari seluruh belahan dunia akan memburu kalian," ujar juru bicara itu. "Kalian harus tahu, kami akan menemukan kalian dan tidak akan melepaskan kalian." "Genderang perang sudah ditabuh, Bersiap-siaplah. Rakyat Prancis lebih kuat dari kalian dan mereka akan makin kuat setelah teror ini." Kelompok para peretas internasional itu selama ini sudah menjaga keamanan jaringan Internet Prancis setelah penyerangan terhadap kantor tabloid satir Charlie Hebdo pada Januari lalu. Anonymous telah menelusuri, meretas, dan mengungkap ribuan akun media sosial Twitter milik anggota ISIS dan simpatisannya. Menurut laporan Foreign Policy mereka sudah melumpuhkan 149 situs terkait ISIS, 101 ribu akun Twitter dan 5.900 video propaganda ISIS. Berikut video pernyataan perang dari Anonymous itu:
  4. Para kesatria di atas kuda bisa merusak formasi pasukan musuh. lumba-lumba angkatan laut membantu membersihkan Pelabuhan Umm Qasr dari ranjau. tentara Roma dan Yunani menggunakan lebah untuk menghalangi musuh. Itulah sebagian hewan yang digunakan dalam perang. Hewan-hewan bisa jadi “senjata biologis” karena kemampuan mereka, paling tidak pada saat itu, tidak dapat disamai oleh kemampuan mesin. Berikut ini adalah sejumlah hewan yang seringkali dimanfaatkan dalam konflik. Kelelawar Kemarahan Amerika Serikat atas serangan Jepang ke Pearl Harbor menelurkan ide memasang bom di kelelawar. Percikan api diharapkan dapat dipicu untuk membakar kota-kota Jepang saat kelelawar ini bertengger di atap bangunan. Namun rencana ini batal, karena dalam pengujian banyak kelelawar tidak kooperatif dan kabur. Hingga kini, ilmuwan Pentagon masih mempelajari bagaimana mekanisme terbang kelelawar ini untuk mengembangkan desain pesawat dan robot mata-mata. Unta Di masa lampau, hewan ini banyak digunakan di kawasan panas dan kering di Afrika Utara dan Timur Tengah. Karena unta memiliki kemampuan bertahan di kondisi ekstrem dan seringkali tanpa air, di masa perang hewan ini cukup berguna. Bau unta kabarnya membuat takut kuda-kuda yang digunakan musuh. Tentara Persia terkadang mempersenjatai unta mereka. Sedangkan prajurit Arab seringkali menunggang unta saat penyerbuan untuk menaklukan suatu daerah. Peran unta dalam perang merosot sejak berkembangnya senjata api. Tapi, unta masih terlihat digunakan saat Perang Dunia I. Lebah Sengat lebah bisa jadi senjata mematikan. Di zaman dulu, tentara Roma dan Yunani menggunakan lebah untuk menghalangi musuh. Penggunaan lebah berlanjut saat abad pertengahan, Perang Dunia I, dan Perang Vietnam. Ilmuwan Amerika Serikat juga menemukan kegunaan lebah untuk tujuan damai, yakni mendeteksi ranjau darat. Singa laut Mamalia ini mampu melihat dalam kondisi cahaya minimal serta bisa mendengar di bawah permukaan air. Singa laut juga bisa berenang dengan kecepatan hingga 40 km/jam dan menyelam hingga kedalaman 300 meter. Dengan kemampuan ini, angkatan laut AS melatih singa laut untuk menandai ranjau. Merpati Hewan ini memiliki kemampuan navigasi sehingga bisa kembali ke sarang meskipun telah menempuh perjalanan ratusan kilometer. Puncak kepopuleran penggunaan merpati terjadi pada saat Perang Dunia I, saat tentara sekutu menggunakan 200.000 merpati untuk keperluan komunikasi. Seekor Merpati bernama Cher Ami mendapat penghargaan setelah mengirim 12 pesan untuk benteng di Verdun, Prancis. Bangsa burung pensiun dari tugas militer setelah teknologi komunikasi berkembang pesat. Lumba-Lumba Hewan ini memiliki sonar biologis untuk mencari ranjau berdasarkan konsep gema. Pada masa Perang Teluk dan Perang Irak, lumba-lumba milik angkatan laut membantu membersihkan pelabuhan Umm Qasr dari ranjau. Gajah Hewan besar ini bisa menginjak tentara, menusukkan gading, dan melempar orang dengan belalainya. Kerajaan kuno di India diperkirakan menjadi kerajaan pertama yang menjinakkan gajah. Tapi, kemampuan ini segera menyebar ke Persia dan Timur Tengah. Alexander Agung dikabarkan pernah menemui sepasukan gajah saat mencoba menaklukan suatu daerah. Kuda seringkali takut dengan pemandangan dan bau Gajah. Tentara manusia juga merasa diteror secara psikologis dengan bentuk Gajah yang sangat besar. Keledai Tidak sehebat hewan perang lainnya, tapi ribuan pasukan akan menderita jika tak ada Keledai. Pasalnya, hewan inilah yang didaulat membawa makanan, bahkan persenjataan dan barang-barang lain yang dibutuhkan militer. Dulu, tentara Roma membawa satu Keledai tiap 10 legiun. Napoleon Bonaperte juga menaiki keledai saat melintasi Alpen. Keledai masih sering mendapat tugas militer hingga saat ini. Tentara AS bergantung pada hewan ini untuk mengantar barang ke pos-pos terpencil di pegunungan Afghanistan. Anjing Orang-orang Spanyol menggunakan anjing yang dipersenjatai saat menaklukan Amerika Selatan di abad ke-16. Anjing juga berperan besar selama konflik di abad pertengahan di Eropa. Tugas anjing di masa modern kini meliputi mendeteksi bom dengan indera penciuman. Di Irak dan Afghanistan, anjing militer dikenakan rompi antipeluru demi menjamin keamanan selama bertugas. Kuda Nah, ini hewan yang paling populer saat perang berlangsung. Manusia telah menjinakkan kuda setidaknya sejak 5.500 tahun lalu. Para kesatria di atas kuda bisa merusak formasipasukan musuh. Stabilitas di atas pelana dan sanggurdi membuat prajurit Mongol dapat berperang dan menembakkan panah dari atas kuda. Pertempuran besar dengan memanfaatkan kuda tidak berakhir, hingga tank dan senapan mesin muncul menjadi favorit.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy