Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'pentagon'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Presiden AS Donald Trump hari Jumat (27/1) datang ke Pentagon, kantor Departemen Pertahanan AS, guna mengadakan pembicaraan dengan petinggi militer tentang pilihan-pilihan yang ada untuk mengalahkan Negara Islam ISIS. Menurut pejabat-pejabat Pentagon kepada VOA, di bawah pemerintahan lalu, hal ini tidak boleh dibicarakan. Misalnya, kata seorang pejabat Pentagon kepada VOA pemerintahan Obama berpegang pada dua prioritas yaitu membuat Turki puas dan ISIS dikalahkan. Di lain bagian, Pentagon berharap mendapat prioritas yang jelas dalam mengarahkan tindakan untuk mengalahkan ISIS. Satu pilihan untuk mengalahkan ISIS yang mungkin diusulkan kepada Trump ialah mempersenjatai atau memperkuat kelompok Kurdi-Suriah yang dikenal dengan singkatan YPG. Dukungan Amerika kepada kelompok ini menjadi peka, karena Turki yang anggota NATO menganggap kelompok ini kelompok teroris. Namun, pasukan Kurdi merupakan inti dari pasukan untuk merebut Raqqa dan sudah terbukti sangat efektif dalam mengalahkan ISIS di Suriah timur dan utara. Pentagon besar kemungkinan minta wewenang yang lebih luas dari Trump supaya para komandan militer mempunyai ruang lebih luas dalam manuver untuk mengalahkan ISIS. [www.voaindonesia.com]
  2. Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengumumkan lomba yang "Hack the Pentagon". Ini merupakan program berhadiah yang pertama kali diadakan dalam sejarah pemerintah federal. Sesuai namanya, melalui ajang ini peserta ditantang agar membobol sistem keamanan Pentagon untuk keperluan identifikasi dan mengatasi celah keamanan dari sejumlah website Departemen Pertahanan. Untuk mengadakan lomba ini, Departemen Pertahanan bekerjasama dengan HackerOne, salah satu penyedia platform program berhadiah untuk lomba pencarian bug yang berbasis di Silicon Valley. Saat ini, HackerOne sudah membuka pendaftaran melalui situsnya untuk menjaring peserta yang memenuhi syarat. Tak hanya dari Amerika, peserta dari luar pun boleh mengikuti ajang ini. Lomba ini akan dimulai pada 18 April 2016 dan berakhir pada 12 Mei 2016. Pemenang akan diumumkan paling lambat pada 10 Juni 2016. Besaran uang yang akan diterima oleh pemenang akan berbeda untuk setiap individu, tergantung pada sejumlah faktor. Namun, minimal pemenang bisa membawa pulang setidaknya US$150 ribu (sekitar Rp2 miliar). Tak main-main, Departemen Keuangan AS memeriksa sejumlah orang dan organisasi yang terlibat dalam terorisme, perdagangan narkoba dan kejahatan lainnya ternyata juga mendaftar untuk mengikuti ajang ini. Setelah para peserta berhasil memberikan laporan kerentanan keamanan sesuai kualifikasi yang diharapkan, mereka akan menjalani pemeriksaan latar belakang kriminal yang bersifat dasar guna memastikan bahwa uang yang diperolehnya akan digunakan dengan bijaksana, termasuk untuk membayar pajak. Program ini merupakan inisiatif Departemen Pertahanan Servis Digital setempat yang diluncurkan oleh Sekretaris Carter pada November 2015 lalu. "Inisiatif ini akan menguji sebearapa inovatif keamanan siber milik departemen keamanan namun dengan cara yang bertanggung jawab. Saya mendorong peretas yang ingin meningkatkan pertahanan digital kami untuk mengikuti kompetisi dan menunjukkan performa terbaik mereka," kata Sekretaris Carter. Sebelumnya, sudah ada beberapa perusahaan besar milik negara yang melakukan hal serupa untuk meningkatkan keamanan jaringan dan layanan digital.
  3. Zaman robot kian mendekat. Pentagon melalui salah satu lembaga yang dibawahinya, Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) pun mengembangkan beberapa proyek pengembangan robot. Yang terbaru adalah sebuah robot ala terminator bernama ATLAS. Robot tersebut memiliki tinggi 1.8 meter dengan bobot mencapai 150 kilogram. Untuk membuat bodi robot tersebut, DARPA pun melakukan kerja sama dengan sebuah lembaga bernama Boston Dynamics. Pihak Boston Dynamics mengklaim bahwa robot tersebut memiliki bodi yang kuat dan mampu memanjat dengan memakai tangah serta kakinya. Robot ini pun dibuat untuk bisa mengatasi berbagai jenis medan, dari medan berlumpur, hutan, padang pasir dan lain-lain. Untuk memamerkan kemampuan robot ini, DARPA pun baru saja merilis sebuah video. Dalam video tersebut, robot ATLAS ini diperlihatkan melakukan berbagai gerakan, dari berjalan hingga menghindari beberapa halangan.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy