Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'penipuan'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Bayangkan mendapat kiriman barang elektronik berkali-kali dan tak dimintai bayaran. Itulah yang dialami sejumlah warga AS yang menjadi korban modus penipuan online baru. Meski korban tidak dibobol kartu kreditnya, data pribadi mereka digunakan untuk menulis ulasan palsu bagi produsen tidak jelas.
  2. Aksi penipuan terutama melalui internet makin marak di Indonesia. Tak hanya pembeli, para penjual barang via online juga menadi target penipuan. Di tengah banyaknya kasus penipuan, ada juga penipu yang justru mengundang tawa. Penipu yang satu ini niat sekali menunjukkan bukti transfer dalam bentuk tulisan tangan. Uniknya, ia berdalih bukti transfer ditulis mas-mas penjaga ATM karena mesin sedang rusak. Tentu saja, cara ini sama sekali tidak mampu meyakinkan penjual yang bepengalaman untuk mengirim barang yang diinginkan pelaku. Aksi konyol pelaku penipuan itu tersebar di Facebook dan menjadi bahan candaan. Meski transaksi dan bukti transfer tidak bisa dijamin keasliannya namun aksi penipu yang niat tulis tangan berhasil mengundang tertawa. Bagaimana menurutmu, greget kan?
  3. Penipuan melalui telepon tak pernah berhenti dengan berbagai cara. Bagi Haru El Rovix, penipuan lewat telepon itu justru menjadi menyenangkan. Ia mengerjai penipu sampai sejam lebih hingga penipu itu marah. (Rekaman lengkap di bawah) Haru mendapat telepon dari 082372076290 pada 5 November 2013 ketika sedang menjelajah Internet. Si penelepon mengaku dari Telkomsel dan bekerja sama dengan BRI pusat. Pemilik nama asli Havit Choirul Rovik mengenalkan diri kepada si penelepon sebagai Haru. Di dunia maya, Havit memang memakai nama Haru El Rovix. "Kebetulan lagi nganggur, kerjain aja deh. Itung-itung ngehabisin waktu liburan," kata Haru, seperti dikutip di blog-nya. Si penipu menawarkan hadiah Rp 10 juta dan meminta Haru menerima hadiahnya melalui ATM. Bisa ditebak, penelepon berusaha menipu. Haru justru meladeni penipu itu hingga muncul percakapan lucu yang mengocok perut. Percakapan sebenarnya hanya berlangsung sekitar 25 menit. Haru meninggalkan teleponnya dalam keadaan aktif untuk mandi dan lain-lain. Ia juga mengundang rekannya untuk turut menikmati "hiburan" dengan penipu. Akhir percakapan menjadi puncak "hiburan". Haru mengatakan percakapannya direkam dan akan diunggah ke Internet. Haru pun mengucapkan terima kasih. "Sama-sama, An**ng," ujar si penipu itu. YANDI Rekaman lengkap: Bagian 1 Bagian 2 -1
  4. Adalah wajar ketika para penjahat maya menjadikan social media sebagai target baru nan empuk. Selain jumlah penggunanya terus tumbuh, social media juga telah menjadi bagian dari keseharian kita. Trend Micro mengungkap 9 jenis penipuan yang kerap terjadi di media sosial. Sebuah laporan dari penelitian yang dilakukan oleh Webcertain Group mengungkap bahwa jumlah pengguna media sosial di kawasan Asia-Pasifik diperkirakan akan mencapai 1 milyar akhir tahun ini. Dan angka tersebut sama dengan hampir lima kali lipat pengguna media sosial di kawasan Amerika Utara. Selain jumlah pengguna yang termasuk fantastis, media sosial juga telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari dan tidak semua pengguna menyadari bahaya yang mengintai dari media sosial. Tak heran jika penjahat maya pun mulai menjadikannya sebagai sasaran empuk untuk melakukan serangan. Baru-baru ini vendor penyedia solusi keamanan Trend Micro mengungkap 9 cara penipuan yang sering digunakan penjahat maya untuk menjebak korbannya melalui jejaring sosial. Misalnya “The Facebook Color Changer”, “Siapa yang Melihat Profil Facebook Anda,” dan “NakedVideo” dapat dimanfaatkan penjahat maya untuk menyebarkan virus ke PC dan smartphone, atau mencuri informasi pribadi dengan memikat pengguna untuk mengklik situs palsu. Ini dia sembilan cara penipuan yang kerap berhasil memperdaya pengguna media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, atau Tumblr. Aplikasi Facebook Color Changer: Aplikasi ini menarik pengguna dengan feature untuk mengubahwarna Facebook mereka. Aplikasi ini juga mengarahkan pengguna ke situs palsu dan mengelabui mereka untuk berbagi aplikasi dengan teman-teman, termasuk menggunakan video tutorial untuk mengelabui pengguna untuk mengklik iklan. Aplikasi ini membajak profil pengguna maupun profil teman-temannya, bahkan menginfeksi perangkat mobile dengan virus. Aplikasi Who Viewed Your Facebook Profile, atau Siapa yang Melihat Profil Facebook Anda: penipuan di media sosial Facebook ini memikat pengguna dengan pesan dari teman atau iklan yang di-posting di dinding mereka, dan mengundang pengguna untuk memeriksa siapa saja yang melihat profil Facebook mereka. Setelah mengklik,profil pengguna dan jaringan sosial mereka akan terkena scammer. Video Facebook dengan judul yang menarik dan mencolok: Penjahat cyber di dunia maya sering menggunakan judul menarik seperti “Not Safe for Work” atau”Outrageous” untuk memancing pengguna mengklik video yang mengarahkan mereka ke situs palsu dan mencuri informasi pribadi mereka. Penipuan ini juga dapat menyebabkan infeksi virus ke perangkat pengguna, seperti Rootkit yang sulit untuk dihapus. Video Telanjang di Facebook: Penipuan Facebook yang berisi video telanjang biasanya datang dalam bentuk iklan atau posting dengan link yang mengarahkan penggunake situs YouTube palsu. Situs palsu tersebut kemudian meminta pengguna meng-install updater untuk memperbaiki Adobe Flash Player mereka yang “rusak”. Setelah diklik, installer Flash Player palsu tersebut akan menginfeksi perangkat dengan menginstal malware (biasanya Trojan) sebagai plugin browser. Tidak hanya mencuri fotoFacebook dari pengguna, tapi trik semacam ini juga mengajak teman-teman pengguna untuk menonton video yang sama. Aplikasi InstLikeapp di Instagram: Ribuan pengguna di seluruh dunia telah menginstal aplikasi InstLike dengan harapan bisa meningkatkan pengikut dan “penyuka”Instagram mereka. Sayangnya, aplikasi ini mengambil keuntungan dari password dan informasi lain yang mereka kumpulkan dari pengguna untuk meningkatkan pertumbuhan mereka sendiri, bahkan untuk menyebarkan virus. Meskipun sejumlah laporan mengenai metode penipuan ini telah dipublikasikan, masih banyak pengguna yang tanpa sadar ditipu, karena InstLike masih saja beredar dengan bebas. Aplikasi Twitter Instant Followers: Aplikasi yang menjanjikan pengikut Twitter secara instan ini biasanya menyebabkan pengguna menjadi korban scammers, yang memengaruhi bahkan menyerang akun pengguna dengan virus. Penipuan dengan Umpan Twitter: Beberapa penipuan mengirim pesan seperti “Aku baru saja melihat fotomu ini ” untuk mengelabui pengguna agar mengklik link berbahaya dalam kotak pesan. Scammer bisa membajak akun pengguna Twitter dan mengirim pesan spam ke teman-teman mereka, mengarahkan mereka ke situs yang bisa mencuri informasi pribadi. Permainan Berkencan di Tumblr: Feature palsu ini dalam pesannya telah memikat banyak pengguna untuk mengklik link dan membuat account kencan, yang kemudian akan membawa mereka ke laman iklan atau halaman situs dewasa yang menghasilkan pendapatan bagi scammer. Posting Palsu di Pinterest: Pinterest palsu ini menawarkan hadiah gratis untuk memancing pengguna ke situs survei palsu atau situs phishing. Aplikasi ini juga mengirim spam ke pengikut mereka untuk memperluas serangannya. “Penipuan di media sosial semakin populer,” ujar Terrence Tang, Direktur Senior Consumer Business, Asia Pacific, Trend Micro melalui siaran pers. Berbagai cara ditempuh penjahat maya untuk merealisasikan aksinya. “Mereka memancing pengguna untuk meng-install aplikasi tertentu melalui posting media sosial atau menipu pengguna untuk mengklik situs yang menyebabkan infeksi virus atau malware,” imbuh Terrence. Oleh karena itu, pengguna media sosial disarankanuntuk selalu waspada saat berselancar di dunia maya, termasuk di media sosial. Ada baiknya pengguna selalu memeriksa setiap link dan aplikasi yang ada media sosial. Pengguna juga disarankan mengubah password media sosial secara teratur, dan menggunakan aplikasi yang menawarkan perlindungan terhadap privasi. Misalnya aplikasi Dr. Safety dari Trend Micro yang dapat memberikan perlindungan dari penipuan melalui media sosial, pencurian informasi pribadi, dan tautan-tautan (link) phising. Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis melalui Google Play.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy