Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'pengusaha'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN
  • Anak Jaksel's Anak Jaksel

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 16 results

  1. Pengusaha Indonesia Mardigu Wowiek Prasantyo makin populer belakangan ini. Hal ini lantaran video-videonya di YouTube yang banyak ditonton netizen. Pengusaha yang dijuluki Bossman Sontoloyo ini juga sempat mengupas bagaimana masa depan ekonomi bisnis dan negara di tengah wabah corona. Bahkan ia tak segan mengungkap kemungkinan perang antara China vs AS pasca corona. Videonya yang dikemas dengan naratif blak-blakan berhasil mengundang banyak orang. Kini namanya pun melambung dan memiliki banyak penggemar. Mardigu adalah seorang pengusaha 32 perusahaan skala nasional dan regional. Ia memiliki usaha diantaranya di bidang oil dan gas. Pendapatan Mardigu di bisnis ini diklaim mencapai USD 200 juta (Rp2,96 triliun). Mardigu sendiri adalah owner PT Titis Sampurna, PT Empora Gaharu, Narapatih Mind & Mental Clinic. Bahkan sempat disebutkan apabila Mardigu mematikan aliran gasnya ke Singapura, maka separuh negara itu akan gelap gulita. Tak hanya sibuk sebagai pengusaha, Mardigu juga kerap menyisihkan waktunya untuk menyayangi anak yatim. Ya, ialah pendiri Rumah Yatim Indonesia yang saat ini menaungi kurang lebih 10.000 santri di seluruh Indonesia. Sebagai seorang muslim Mardigu yakin jika dalam diri anak yatim tersimpan harta karun.
  2. Seperti kita ketahui bersama bahwa orang Tionghoa yang berada di Indonesia sebagian besar adalah seorang pengusaha. Dan, hebatnya hampir keseluruhan mereka adalah pengusaha yang sukses. Seakan-akan apapun bisnis yang pengusaha Tionghoa kerjakan bisa berjalan dengan baik dan membawanya menuju kesuksesan. Ada banyak nilai di sini yang bisa kita pelajari dalam sistem atau tata kelola bisnis yang dijalankan oleh pengusaha Tionghoa. Apa saja sebenarnya yang menjadi kunci sukses dalam menjalankan bisnis dari orang Tionghoa tersebut, perhatikan rahasianya di bawah ini. 1. Pembelajaran Bisnis Sejak Dini Sudah menjadi hal yang lumrah bagi keluarga Tionghoa ketika menjalankan bisnis keluarga selalu diikutsertakan sejak dini. Bahkan jangan kaget ketika misalnya mereka membuka usaha toko, maka biasanya anak yang menjadi pelayan dan ibu menjaga kasir. Nah, pembelajaran bisnis seperti ini ternyata sangat efektif dan efisien dalam kultur pengusaha Tionghoa. Sangat bermanfaat bagi anak, nantinya ketika mereka dewasa, mereka sudah sangat memahami seluk beluk bisnis yang dikelola ayahnya. Sehingga ketika dilepaskan pun, mereka tidak kaget lagi. 2. Manajemen Keuangan yang Baik Ini adalah salah satu kunci usaha yang mungkin jarang dilakukan oleh pebisnis kita. Pengusaha Tionghoa, seberapapun kecil bisnis yang mereka kelola, mereka selalu membuat pembukuan serapi mungkin dan sedetail mungkin. Mereka menyadari betul bagaimana pentingnya tata kelola keuangan dalam bisnis, sehingga dari sini akan memudahkan setiap langkah bisnis yang mereka akan lakukan. Dengan membiasakan diri membuat catatan keuangan sejak bisnis masih kecil, maka akan semakin memudahkan ketika bisnis menjadi besar suatu saat. 3. Sistem Administrasi yang Rapi Hampir kita tidak pernah menemui sebuah toko yang dikelola orang Tionghoa kehabisan stok barang. Ini bukti nyata bahwa mereka benar-benar menjaga peluang yang ada, mereka tidak mau peluang meskipun sangat kecil sampai terlepas dari genggaman. Selain itu, hal ini juga menunjukkan betapa rapinya administrasi yang mereka jalankan. Mereka tahu jika sampai sekali saja tidak bisa melayani pelanggan, maka kredibilitas toko akan menurun di mata pelanggan. Sistem administrasi yang sangat tertata dengan baik bisa menjadi rahasia sukses mereka dalam menjalankan sebuah usaha. 4. Meminimalisir Biaya Hidup Kebiasaan yang selalu dilakukan oleh pengusaha Tionghoa ketika mereka menjalankan usaha adalah dengan meminimalisir biaya hidup seminim mungkin. Sebelum mereka benar-benar kaya, mereka akan selalu bertindak dengan hati-hati. Bahkan mereka mampu menekan biaya hidup dengan hanya menggunakan 20% dari penghasilan yang mereka dapatkan. Mereka tidak akan pernah bersenang-senang sebelum posisi usahanya benar-benar aman. Jadi ketika mereka mendapatkan penghasilan 100 juta maka untuk biaya hidup mereka menggunakan yang 20 juta. 5. Keberanian Pengusaha Tionghoa Dalam Mengambil Resiko Faktor ini juga sangat berpengaruh dalam setiap langkah bisnis yang diambil oleh pengusaha Tionghoa. Mereka memiliki keberanian yang sangat tinggi dalam mengambil sebuah resiko. Namun demikian, tentu setiap keputusan sudah dipikir dengan baik, dengan analisa yang kuat dari pengalaman. Maka dari itu, spekulasi mereka dalam berbagai bisnis sangat bagus. Intuisi yang kuat ini menunjukkan bahwa mereka memiliki jam terbang yang sangat tinggi dalam membaca peluang. Pengalaman jatuh bangun dalam dunia bisnis yang mereka geluti semakin mengasah kemampuan mereka dalam menganalisa sebuah peluang. 6. Belajar Kepada Siapapun Kaum Tionghoa ketika mereka sudah memutuskan untuk menjalankan sebuah bisnis, maka mereka akan selalu belajar kepada siapapun. Mereka tidak pernah malu atau segan untuk bertanya pada siapapun yang dianggap bisa memberikan informasi terkait bisnis yang akan mereka jalankan. Daya belajar yang sangat tinggi ini membuat mereka cepat mengetahui informasi penting terkait usahanya. Sehingga membuat usaha yang mereka kelola cepat berkembang dan menjadi besar. 7. Etos Kerja yang Sangat Baik Sudah bukan rahasia lagi bahwa kaum Tionghoa dalam bekerja memiliki etos kerja yang sangat luar biasa bagus. Mereka akan selalu bekerja dengan penuh tanggung jawab, tuntas dengan integritas yang sangat tinggi. Selain itu keseriusan mereka dalam mencintai pekerjaan menjadikan setiap langkah kerja menjadi menyenangkan. Sehingga hal ini menjadikan mereka semakin semangat setiap hari dalam memajukan bisnisnya.
  3. Diam-diam, Musisi Maia Estianty dikabarkan menjalin cinta dengan pengusaha kaya raya, Irwan Danny Mussry. Bahkan semenjak keduanya dekat, Maia mulai terlihat koleksi jam mewah. Tak lagi berharga puluhan atau ratusan juta rupiah, mantan istri Ahmad Dhani itu tampak kenakan jam mewah buatan Swiss yang dibandrol dengan harga Rp 2,1 miliar. Hal tersebut terungkap lewat akun Instagram bernama @fashionselebindo, janda bernak tiga itu tampak percaya diri dengan arloji Richard Mille berbahan gelang kulit merah bertatahkan berlian di sekeliling jam tangan tersebut. Foto Maia dengan jam mewah itupun langsung menuai komentar netizen. Selain soal harga, mereka juga penasaran apakah Maia membelinya sendiri atau merupakan hadiah dari sang kekasih. “Busyet jamnya bisa beli rumah’ mobil mntor emas dll hahahaha,” ungkap salah seorang netizen. “Uangnya bisa kita pk beli rumah, mobil sm honey moon k lombok yang,” tulis ansmaulida. Namun, ada pula yang miris karena jam itu terkesan terlalu mewah. Seorang netizen bahkan menganggap akan lebih baik bila uangnya disumbangkan untuk pembangunan rumah ibadah. “Sayang banget ya uangnya sia sia untuk barang mati,lebih baik uangnya untuk bangun masjid tabungan buat diakhirat,” imbuh pemilk akun fitri_jelita96. “Gilaaaa duitnya bunda gak ada serinya minsay @memble_tapi_keece,” tulis anggiemargaretha. “Abis lihat ini muljem benturin kepala ke tembok.,” tulis dhewi_arini. “Lha bunda beli jam gini aja kuat loo, masak mat nani byar rs dul pas kclkaan 500jt ae marah2….katany kaya????@memble_tapi_keece @mulanjameelaqueen,” tulis ritha_setyarini. “Hidupnya bunda udh enak skg,ank ganteng udh gede2,karir lancar jaya.bd sm si onoh yg bunting kek kucing betina liar ngjar hrta warisan ny matdani,” tulis coklataseli. Hingga kini Maia ataupun pengusaha itu belum merespon soal kabar hubungan mereka. Tapi yang jelas kedekatan spesial mereka memang sudah terjalin cukup lama.
  4. Orang bilang, tidak ada kesuksesan yang diraih tanpa kerja keras. Nampaknya ungkapan ini dibuktikan oleh CEO perusahaan agrobisnis Muhammad Hadi Nainggolan. Hadi Nainggolan memulai usahanya dengan berdagang kue. Belasan tahun lalu, Hadi adalah bocah penjual kue yang kerap berkeliling kampung membantu sang ibu untuk menafkahi keluarganya. Hadi dibesarkan di Desa Rimo, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Sang ayah berasal dari Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, sedangkan ibu Hadi berasal Aceh Singkil, Nangroe Aceh Darussalam. Ayah Hadi adalah salah seorang pegawai di perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta yang cukup besar di masa Orde Baru. Sejak usia sembilan tahun, pria yang akrab di sapa Bang Hadi ini sudah berdagang menjual kue dan es. Kalau pagi habis salat subuh itu jualan kue keliling kampung hingga pukul 07.00 WIB sebelum berangkat ke sekolah. Siang hari sepulang sekolah, dia berjualan es dalam termos. Jalan hidup ini terpaksa ia lakoni setelah sang ayah sakit stroke sehingga tak bisa bekerja. “Karena keterbatasan ekonomi ini, rutinitas ini saya tempuh setiap hari sehabis salat subuh,” kata Hadi Jika hari minggu, dia membantu sang ibu berjualan rempah-rempah dan hasil bumi di pasar. Tanggung jawab yang ia pikul semakin besar setelah sang ayah meninggal dunia saat dirinya kelas 6 SD. “Pengalaman hidup saya waktu kecil seharusnya diisi bermain. Tapi seperti ini takdir hidup saya yang telah digariskan Allah SWT dan justru ini membuat saya menjadi mandiri,” ujar pria kelahiran 25 April 1983 tersebut. Ketika mulai memasuki masa SMP dengan SMA, Hadi terus berdagang. Bahkan dari hasil menabung dari membantu ibunya berjualan, Hadi bisa membeli kios sendiri di pasar saat duduk di bangku Madrasah Aliyah Muhammadiyah di kampung halaman ibunya. Seusai lulus, Hadi menempuh studi di Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, Medan. Sambil kuliah, dia membuka bisnis desain grafis dan percetakan. Ia bahkan sempat memiliki properti dan kendaraan dari bisnis percetakannya. Namun dalam bisnis desain grafis dan percetakan ini Hadi sendiri mengakui mengalami jatuh bangun beberapa kali, begitu juga dengan bisnis properti dan event orgaziner yang sempat ia bangun, semua akhirnya gulung tikar. Ya namanya juga usaha dan sambil terus belajar tentu “human error” tinggi. Namun Hadi masih memiliki obsesi lebih besar lagi untuk meraih kesuksesan dengan mencari suasana baru di luar Aceh dan Sumatera utara. Akhirnya pada tahun 2011, Hadi memutuskan untuk menutup semua bisnis dan menjual seluruh asetnya di Medan. Ia memilih merantau ke Surabaya, Jawa Timur dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di Banjarmasin ia bertemu dengan mitra asal Singapura dan akhirnya menekuni bisnis batubara bersama koleganya tersebut. Sayangnya komoditi batubara akhirnya melorot. “Dari situ saya berpikir bahwa kita harus merancang bisnis yang lebih bisa bertahan lama,” tutur Hadi. Akhirnya mulai 1 Januari 2013, Hadi memutuskan merantau ke Ibu Kota Jakarta. Di sinilah ia secara bertahap berhasil membangun tiga kelompok usaha. Pertama, Daun Agro Group yang bergerak di bidang usaha Agribisnis khususnya perdagangan kelapa kopra. Bahan bakunya dari Nusa Tenggara Timur yang didistribusikan oleh penyalur di Surabaya. Selain itu, dia menyediakan jasa konsultan perencanaan perkebunan sesuai basis pendidikan yang dia miliki. Kedua, dia merupakan Founder dan CEO Langit Digital Group. Usaha ini adalah yang paling menjanjikan secara komersial dari tiga kelompok usaha yang dia miliki. Terdiri dari PT Langit Trans Digital, PT Langit Taktix Digital, PT Langit Medika Solusindo, yang bergerak dalam bidang Information Technology (IT), e-commerce, Crowdsourcing, Content Digital Marketing, Agency Digital Advertising. Selain itu, ada satu Perusahaan lagi akan diluncurkan. Sebuah perusahaan yang fokus pada e-commerce (jual beli online) pada Juni 2016 mendatang. Namun e-commerce yang akan ia luncurkan lebih bersifat spesifik pada produk-produk tertentu. “Karena itu justru memiliki peluang lebih besar kepada pasar. Kalau situs belanja online terlalu general produknya yang ditawarkan, orang akan malas,” jelas pria berdarah campuran Tapanuli Utara dan Aceh Singkil tersebut. Kelompok usaha yang ketiga ialah Graha Inspirasi, di mana Hadi juga sebagai founder sekaligus CEO. Graha Inspirasi didirikan pada tahun 2014. Ide mendirikan Graha Inspirasi tersebut merupakan kelanjutan dari salah impiannya ketika mendirikan Moeslim Entrepreneur Coaching di Kota Medan, Sumatera Utara pada tahun 2009 silam. Salah satu impian yang belum terwujud adalah membuat sebuah sentra kegiatan "creative hub" berbagai komunitas untuk bertukar ide, belajar bersama, saling mendukung, berbagi ilmu dan bersinergi dalam proses pengembangan bisnis/usaha serta kreativitas diri. Impian tersebut menjadi kenyataan ketika dirinya bertemu dengan Ibu Riwandari Juniasti di Jakarta, yang akhirnya menjadi partnership untuk bersama-sama mendirikan Graha Inspirasi. “Awalnya ini ditujukan sebagai kegiatan sosial, namun kemudian berkembang menjadi usaha yang menjanjikan,” tutur Hadi. Graha Inspirasi sendiri saati ini ada tiga perusahaan, PT Graha Inspirasi Indonesia, PT Inspirasi Muda Indonesia, PT Wahana Inspirasi Indonesia yang bergerak dalam bidang Creative and Community hub, Service Office, Coworking, Virtual Office, Legal Businees Service, Strategic Planning Innovation. Fokus Bisnis Graha Inspirasi ini ada lima. Pertama menyediakan jasa persewaan ruangan kantor di tujuh tempat, mulai Kalimalang, Pancoran, Rawamangun, Senen dan beberapa tempat lain. Kedua, virtual office yang merupakan kantor bersama. Ini bagi pelaku usaha yang belum mampu menyewa ruang kantor sendiri. Ketiga, coworking space atau kantor harian bagi pelaku usaha yang belum mampu sewa kantor ataupun virtual office. Keempat, jasa pembuatan legalitas badan hukum usaha di Wilayah DKI Jakarta. Kelima, jasa pelatihan entrepreneur bagi kawula muda. “Yang terakhir ini bisa saja tak dipungut biaya jika ada sponsornya,” kata Hadi. Saat ditanya apa impian terbesarnya dalam dunia bisnis “ saya bermimpi punya 50.000 orang karyawan saat memasuki usia 40 tahun”. Bayangkan jika saya punya 50.000 orang karyawan dan satu orang karyawan rata-rata bisa menghidupi tiga orang itu artinya saya bisa berkontribusi nyata membantu 150.000 orang di Negeri ini, imbuh Hadi. Hadi tak melulu mengisi hari-harinya dengan aktivitas bisnis. Ia aktif di beberapa Organisasi/Komunitas, ,mulai dari sebagai Co Founder Komunitas Memberi, Local President JCI Jakarta (Junior Chamber International) Jakarta tahun 2016, Sekretaris Forum Dialog BPP HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), Sekretaris Jenderal PERJAKBI (Perhimpunan Pengusaha Jasa Kantor Bersama Indonesia), Wakil Sekretaris Jenderal DPP BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) dan beberapa organisasi lainnya.
  5. Para serikat buruh terus menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun depan sedikitnya 50% atau mencapai Rp 3,7 juta per bulan. Kalangan pengusaha mengancam akan hanya menerima lulusan sarjana (S-1) saja. "Bagi kami kalau itu sampai terjadi, ya silahkan, tapi jangan heran kita tahun depan hanya cari yang lulusan S-1 (sarjana)," kata Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta di Gedung KADIN Indonesia, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/10/2013). Tutum mengatakan tuntutan gaji yang diminta para buruh tahun depan setara dengan gaji pekerja level sarjana. Tahun ini saja pengusaha di Jakarta dengan kenaikan UMP dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2,2 juta sudah merasa berat termasuk sektor usaha ritel. "Ya gaji segitu (Rp 3,7 juta) sama dengan sarjana, jadi buat apa kita cari pekerja yang lulusan SD, SMP atau SMA, kalau yang sarjana saja gajinya segitu. Sarjana yang butuh pekerjaan juga banyak," tegas Tutum. Ia mengakui permintaan para buruh mendesak kenaikan upah di atas 50% merupakan hak mereka. Namun jika hal itu terjadi maka yang akan rugi adalah kalangan buruh. "Pengusaha tidak mengharamkan upah naik, tapi kan ada aturan dan batasannya, jika nggak sanggup bayar, sementara harga produknya mahal, tutup saja, mending beli barang impor saja, lalu jual sendiri, jadi pedagang saja kita," ungkapnya. Menurutnya kenaikan upah yang diminta para buruh tidak akan ada habisnya. Kalangan pengusaha akan menyikapinya dengan menaikkan harga barang karena biaya produksi naik akibat biaya upah melonjak. "Harga barang-barang naik, buruhnya nggak cukup lagi penghasilannya, nuntut lagi upah tinggi, ini nggak ada habis-habisnya," tegas Tutum.
  6. Chief Executive Kibar dan Indonesia Google Business Group, Yansen Kamto mengatakan hampir semua pemuda di Indonesia yang terjun untuk membuat perusahaan startupberniat menjual kembali perusahaannya. "Kalau mau kaya ya terserah, tapi aliran kami memecahkan masalah," katanya saat menyambangi redaksi Tempo, Kamis, 19 November 2015. Menurut Yansen bisnis startup harus berawal dari niat memecahkan masalah, bukan mencari uang. Sebab perusahaan startup yang akan bertahan ialah yang mampu menghadirkan solusi berkelanjutan. "Ini pola pikir yang perlu ditanamkan," kata Yansen. Yansen mencontohkan dengan Gojek. Menurutnya perusahaan startup milik Nadiem Makariem ini dapat berjalan sebab memecahkan masalah antara pengemudi ojek dengan masyarakat sebagai penumpang. Lewat penerapan teknologi, Gojek membuat pengemudi tidak perlu mangkal dan berpanas-panasan, sedangkan dari sisi penumpang mendapatkan kejelasan harga. "Ojeknya senang, penumpangnya senang," tutur dia. Oktober lalu Komite Tetap Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri Kamar Dagang dan Industri Indonesia Handito Joewono mengatakan ada tren perusahaan startup hanya merekayasa pertumbuhan ekonomi, dan tidak fokus pada perdagangan. Tren ini hanya mementingkan untuk memperbesar perusahaannya, lalu menjualnya kembali. Menurut Dito tren seperti itu jamak terjadi di Amerika Serikat. Pengusaha membuat perusahaanstartup dan menarik banyak orang untuk bergabung, tapi menjualnya ke pihak lain. "Ini berbahaya, kelihatannya besar, transaksi tidak penting, habis itu jual perusahaan," saat dihubungi Tempo, Sabtu, 17 Oktober 2015. Senada dengan Dito, Yansen berpendapat tren di Amerika Serikat tersebut terjadi karena Amerika telah memulai bisnis startup sejak 1960-an. Sedangkan di Indonesia baru akhir-akhir ini. Namun ia mengakui kondisi yang sama terjadi di Indonesia.
  7. Semakin banyak anak muda yang ingin menjadi seorangentrepreneur, namun terdapat fakta yang menyatakan bahwa tidak semua orang dapat menjadi seorang entrepreneur. Kebanyakan orang beranggapan menjadi seorang entrepeneur adalah orang mampu bekerja keras, disiplin, dan memiliki keyakinan yang kuat. 1. Ini Ciri-ciri Calon Pengusaha Sukses, Anda Punya? 2. Warga Tak Disiplin Bayar Iuran BPJS Kesehatan, Ini Dampaknya 3. Cara Mudah Hasilkan Uang Lewat Internet 4. Begini Kebiasaan Orang Kaya Sebelum Tidur 5. Negara dengan Cadangan Emas Terbesar
  8. Tukang kunci asal Prawirodirjan, Kota Yogyakarta, bernama Budiono digugat Rp1,2 miliar oleh pengusaha bernama Eka Aryawan di Pengadilan Negeri Yogyakarta gara-gara menempati sepetak tanah untuk usaha pembuatan duplikat kunci di Jalan Brigjen Katamso, Gondomanan. Budiono mengatakan pada 20 Agustus 2015 lalu, dia mendapat surat dari petugas Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta yang berisi gugatan karena menempati tanah tanpa izin. "Saya dituduh menggunakan tanah tanpa izin, saya sudah menempati tanah ini turun menurun dari pakde saya yang sudah menempati tempat ini sejak tahun 1960 di sini, terus diturunkan ke saya," kata Budiono. Selain Budiono, pengusaha Eka juga menggugat pedagang bernama Sutinah, tukang kunci bernama Agung, penjual bakmi bernama Sugiyadi dan Suwarni. Budiono mengungkapkan masalah tersebut sudah muncul sejak 2011. Waktu itu, Eka mengklaim mendapatkan kuasa atas tanah milik Keraton Yogyakarta atau yang biasa disebut dengan Kekancingan Magersari yang berada di lokasi tempat usaha Budiono dan empat rekannya. "Pas tahun 2011 lalu tiba-tiba ada panggilan dari kelurahan, katanya tanah yang saya tempati untuk usaha sudah ada kekancingan untuk Pak Eka. Setelah itu kemudian kita berunding di sana," ujar Budiono. Dalam perundingan, Budiono menjelasksan bahwa dia juga merasa memiliki hak atas tanah tersebut. Itu sebabnya, dia menolak pindah. "Setiap tahunnya saya juga membayar iuran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) sebesar Rp6.000 ke kelurahan. Dan surat dari zaman Belanda (1933) yang saya miliki itu juga diketahui oleh pihak kelurahan," kata Budiono. Dalam surat yang gugatan, Budiono dan empat rekannya dituntut membayar Rp30 juta per tahun sebagai ganti kerugian materil terhitung sejak tahun 2011 dan Rp1 miliar untuk kerugian imateriil karena beban pikiran, mental, dan psikis yang dialami oleh pengusaha Eka, ditambah lagi uang paksa (Dwangsom) sebesar Rp1 juta per hari. "Saya bingung lha wong penghasilan saya saja per harinya kurang lebih hanya Rp100ribu, terus kalau disuruh bayar Rp1 miliar itu mau dibayar pakai apa?" Ujar Budiono.
  9. Selamat pagi teman bersosial , saat sekolah SMA saya mulai terjun ke dunia usaha yang lumayan rada hoki uangnya. Kala itu (2012) modal usaha hanya 50 ribu dan hp jadul itupun semuanya pemberian kaka saya untuk jualan pulsa . Sekian lamanya akhirnya omset saya bisa mencapai 30 juta per bulannya dengan downline sekitar 15 orang jadi untuk uang jajan sekolah , bayar semesteran dan uang tabungan berasal dari uang hasil kerja sendiri. Nah untuk itu saya sedikit berikan tips bagaimana mengembangkan usaha di usia muda tentunya , walaupun usia tua juga tidak menutup kemungkinan bisa menertapkan tips ini. 1. Membangun relasi Hal pertama yang saya lakukan dulu adalah membangun relasi dengan rekan kelas lainnya . Semakin akrab dengan yang lainnya bisa menyuntik posisi bisnis kita kepada mereka dengan menawarkan produk yang dijual. 2. Pelayanan prima Yang membuat konsumen balik lagi pada kita tentunya pelayanan yang kita berikan harus bagus pula , dari segi kecepatan ,ketepatan dan kesesuaian harga pasar jadi jangan bikin produk kita harganya diatas yang lain harus di sesuaikan dengan harga pasar tapi perhatikan pula kualitasnya. 3. Menghargai waktu Hargai waktu semaksimal mungkin , jangan biarkan habis karena hura-hura , tetap fokus pada waktu bagaimana strategi dagang kita bisa bertahan.. 4. Berdoa Disamping terus berjuang tetap harus diiringi dengan doa... Oke itu mungkin yang bisa saya share pengalaman...heheh
  10. Apa yang ada di pikiran kamu ketika kehilangan uang Rp 100 ribu saja? Menyesal bukan main tentunya. Jangan sedih dulu, seorang pengusaha China bernama Li Hejun berubah statusnya dari orang terkaya di China menjadi mantan orang terkaya di China karena kehilangan Rp 198 triliun dalam waktu 24 menit saja. Wow! Hejun yang merupakan pemilik dari perusahaan Hanergy harus kehilangan harta sebanyak itu karena anjloknya harga saham perusahaan yang bergerak di bidang panel solar energi itu hingga mencapai 47 % dalam perdagangan di bursa efek Hongkong pada Rabu, (20/5). Selain membuat sang pemilik merugi, ambruknya nilai saham Hanergy juga membuat perusahaan itu mengalami penurunan nilai pasar sebesar Rp 245 triliun. Sebelum terjadinya bencana ini, nilai saham Hanergy meningkat 625 % dalam setahun terakhir dan mencapai puncaknya pada April lalu di mana nilai perusahaan tersebut mencapai lebih dari p R593,1 triliun. Hal itulah yang membuat sang pemilik mendongkel posisi pendiri Alibaba, Jack Ma sebagai orang terkaya di China Sejauh ini belum ada keterangan dari pihak Hanergy terkait masalah yang menyebabkan kebingungan di dunia keuangan. Perusahaan Keuangan Bespoke Investment yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS) bahkan menyebut masalah yang menimpa Hanergy ini sebagai sebuah “Kekacauan yang lengkap”.
  11. Indonesia kini mulai dilirik bisnis waralaba dari negera tetangga. Seven Eleven (Sevel) adalah salah satu contoh waralaba dari Jepang yang mulai merambah ke berbagai kawasan di nusantara. Di kota besar seperti Jakarta waralaba ini kini sudah menjadi tempat nongkrong bergengsi bagi kawula muda. Selain Sevel, ada banyak lagi #waralaba asing yang masuk ke Indonesia karena melihat peluangnya yang masih cukup luas. Pemerintah sebagai bagian dari pengatur peraturan ini, mulai melakukan proses pengetatan agar waralaba dari luar negeri ini tidak dengan mudah berkembang di Indonesia. Akan tetapi keefektivitasan dari peraturan tersebut untuk membendung serbuan waralaba asing belum terbukti hingga kini. Di samping gemparnya berita mengenai waralaba asing yang mulai merangsek masuk ke Indonesia, ternyata ada juga waralaba asli Indonesia yang membanggakan. Waralaba-waralaba itu mulai masuk ke negara tetangga dan juga dikenal banyak orang di sana. Meskipun di negeri sendiri waralaba asing mulai digandrungi, sebaliknya waralaba asli Indonesia juga digandrungi banyak orang di negara-negara lainnya. Menurut Asosiasi Franschise Indonesia (AFI), ada beberapa waralaba asli Indonesia yang mulai merambah pasar internasional dan siap bersaing dengan waralaba dari negara-negara lainnya. Dalam data AFI, tercatat ada 5 pengusaha waralaba berbendera merah putih yang mulai go international. 1. Ibu Murniati dengan Es Teller 77 Warung sederhana dengan nama Es Teller 77 ini didirikan pada tahun 1987 oleh ibu Munriati yang dibantu oleh suaminya Trisno Budijanto serta anak dan menantunya, Yeni Setiawan Widjaja dan Sukyanti Nugroho. Menu makanan yang disajikan di warung ini adalah makanan asli Indonesia. Setelah merasa sukses dengan hasil dari satu warung, ibu Murniati mencoba membuka peluang usaha ini menjadi waralaba. Keputusan ini ternyata membuahkan hasil karena warung itu mulai tersebar di seluruh wilayah nusantara. Setelah merasa puas di negeri sendiri, warung Es Teller 77 mencoba mengenalkan #bisnis kuliner asli Indonesia ini ke beberapa negara tetangga. Makanan Indonesia yang memiliki rasa khas, ternyata mampu menarik minat warga negara lain sehingga kini Es Teller 77 kini sudah berdiri di New Delhi, Melbourne Australia, Malaysia, dan Singapura. 2. Johny Andrean dengan J.Co Toko roti donat J.Co ternyata adalah produk asli Indonesia yang digawangi oleh Johny Andrean. Banyak orang yang tertipu dengan produk ini sehingga waralaba tersebut dikira berasal dari luar Indonesia. Meskipun berasal dari Indonesia, J.Co mampu meraih minat banyak orang baik di Indonesia dan juga du negara-negara Asean. Sejak didirikan pada 26 Juli 2005, J.Co sudah memiliki 34 gerai yang tersebar di berbagai negara. 34 gerai itu terbagi mulai dari 20 gerai di Indonesia, 4 di Filipina, 2 di Shanghai, 3 di Singapuran dan 5 di Malaysia. Rahasia dari kesuksesan J.Co adalah konsep yang berbeda yaitu open kitchen yang mana membuat pembeli bisa melihat proses pembuatan donat secara langsung. Harga yang terjangkau juga menjadikan produk ini disukai banyak kalangan. 3. Rangga Umara Dengan Pecel Lele Lela Waralaba makanan asli Indonesia ini didirikan oleh Rangga Umara pada tahun 2006. Nama waralaba ini merupakan singkatan dari Pecel Lele Lebih Laku. Nama biasanya mewakili dari sebuah doa dan itu memang buktinya. Meskipun menu pecel lele adalah menu yang kurnag modern, tapi di tangan pemuda tampan ini menu tersebut mampu disulap dengan penampilan menarik. Itulah yang membedakannya dengan pecel lele lainnya. Dari awal berdiri, waralaba ini sudah tersebar di 12 provinsi dan kini sudah membuka cabangnya di Malaysia. 4. Pramono Dengan Ayam Bakar Mas Mono Waralaba dengan makanan dari olahan ayam ini dirintis oleh seorang pria bernama Pramono. Didirikan pada tahun 2001 dan hingga kini sudah memiliki 15 cabang di Indonesia dan beberapa cabang di negara lain seperti Malaysia. Daging ayam yang lembut serta bumbu khas Indonesia yang tiada duanya, mampu membuat banyak orang menyukainya sehingga bukan perkara sulit memperkenalkan makanan ini ke luar negeri. 5. Santoni Dengan Bumbu Desa Indonesia sebagai negara dengan banyak keanekaragamannya, mempengaruhi juga varian makanannya. Bumbu Desa adalah waralaba yang mengangkat makanan khas dari tanah Sunda. Waralaba ini mulai didirikan pada tahun 2004 yang dimulai dari usaha keluarga. Dengan ciri khas bumbu desanya yang kini mulai susah ditemukan, Bumbu Desa mampu membuka hingga 50 cabang di Indonesia dan mulai merambah ke Malayasia dan Singapura.
  12. Dian Pelangi resah setiap mendengar wanita pemakai jilbab atau hijab dicitrakan kuno, tua, dan kampungan. Tumbuh di keluarga kental tradisi Islam, ayah pengusaha garmen, dan ibu pemilik butik muslim, ia pun tertantang membuat perubahan. Berbekal pendidikan tata busana dan agama, ia ambil alih usaha butik ibunya. Tanpa menerjang pakem syariat Islam, ia perlahan mengubah citra negatif busana muslim lewat rancangannya yang stylish dan trendy. Rancangannya tak hanya memikat muslimah tanah air, tapi juga mancanegara. Bahkan, mereka yang tak mengenakan hijab. “Dian tertantang mencipta fashion muslim yang berbeda. Karena selama ini berbusana muslim itu dianggap nggak keren, kampungan,” kata pemilik nama Dian Wahyu Utami itu. Di tengah sukses sebagai perancang muda, wanita kelahiran 14 Januari 1991 itu menelurkan ‘Hijaber Community’. Komunitas muslimah muda yang aktif membagi tips dan pengalaman terkait hijab dan Islam. Kegiatannya mulai dari islamic fashion show, tutorial memakai hijab, tausiyah, dan pengajian. Awal Kisah Terjun ke Fashion Muslim Sejak kecil, Dian memang disiapkan orangtua untuk melanjutkan usaha garmen dan butik. Lulus SMP, Dian disekolahkan di SMK 1 Pekalongan jurusan Tata Busana. Lulus SMK, Dian mulai diberi tanggung jawab mengurus butik ‘Dian Pelangi’ di Jakarta sambil melanjutkan sekolah ke ESMOD selama setahun. Setelah itu juga sempat mengambil kursus Bahasa Arab di Kairo, Mesir, untuk menambah pemahaman mengenai pakem-pakem agama Islam dalam berbusana. Tahun 2009, Dian diajak gabung ke Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Dian menjadi anggota termuda di asosiasi itu. Fashion Show Pertama Pertengahan tahun 2009. Dian diajak Kementrian Pariwisata menggelar fashion show di Melbourne, Australia. Dian terkejut, karena ternyata ada perancang senior Iva Latifah juga. Sementara Dian masih 18 tahun waktu itu. “Alhamdullilah responsnya bagus. Sampai ada ulasan di koran terkemuka setempat The Age. Mereka takjub dengan kolaborasi religi dan style yang Dian buat. Mereka tidak menganggap aku aneh, atau mengait-ngaitkan busana muslim dengan terorisme,” jelas Dian. Momentum yang Palin Menentukan Karier Jakarta Fashion Week 2009. Dian tampil sebagai desainer junior pendatang baru. Responsnya luar biasa. Semua orang sepertinya membicarakan Dian dengan banyaknya ulasan di media cetak, elektronik, dan internet. Ajang ini yang sepertinya membuat Dian makin dikenal dan mendatangkan undangan fashion show ke mancanegara. Ini menjadi batu loncatan yang bagus banget bukan hanya untuk aku tapi untuk semua fashion disainer Indonesia. Dari situ, koleksi Dian dilirik Kementrian Pariwisata untuk dibawa ke London, Inggris, April 2010, dalam acara ‘Indonesia Is Remarkable’ di Harrods. Tapi, sebelumnya Dian juga sempat diajak pameran oleh Kementrian Perindustrian dan Perdagangan ke Abu Dhabi. Dan, responsnya selalu positif. Kini, rancangan Dian Pelangi sudah menjelajah beberapa wilayah Timur Tengah seperti Dubai, Abu Dhabi, Kairo, Jordania. Juga Malaysia, Singapura, Perth, Melbourne, London. Akhir tahun ini, insyaAllah ada muslim world exhibition di Paris. Sudah banyak juga yang menawarkan untuk membuka butik di luar negeri, tapi Dian masih butuh banyak pengalaman. Banyak juga tawaran untuk sekadar memasarkan koleksi-koleksi Dian di Dubai, Jordania, bahkan Belgia. Inspirasi Rancangan Dian Pelangi Dian sangat suka dengan gaya busana Timur Tengah, dan mulai mengamati gaya busana mereka sejak bersekolah di Mesir. Menurutnya, mereka yang paling menjiwai bagaimana cara berbusana muslim yang baik. Ini sangat menginspirasi Dian dalam mendesain busana muslim. Tapi Dian tak terpaku pada gaya mereka. Dian juga suka mengadopsi gaya busana masyarakat Eropa saat musim dingin. Dari situ Dian mulai mencoba merancang busana tapi tetap dengan memadukan ciri khas budaya Indonesia, seperti jumputan, songket, dan batik. Dian ingin mengangkat pengrajin asli Indonesia, agar hasil kerajinan mereka dikenal masyarakat luas. Ciri Khas Busana Dian Pelangi Setiap desainer harus punya karakter. Yang selalu saya tekankan adalah corak warna-warni sesuai label ‘Pelangi’ yang saya pakai. Minimal ada 2 -3 warna dalam setiap rancangan saya. Harapannya, tanpa melihat label, orang sudah tahu itu rancangan saya. Kalau tidak, bisa dicap rancangan orang lain. Kini, Dian punya sejumlah produk. Label Dian Pelangi untuk kelas premium dan Gallery Dian Pelangi khusus busana ibu-ibu. Label Dion Men untuk pakaian laki-laki, Dinda Pelangi khusus buat anak-anak. Sementara, Dian Pelangi Bridal untuk pakaian pengantin, Dian Hajj untuk para calon jamaah haji dan umrah. Sedangkan DP by Dian merupakan produk massal untuk kelas menengah ke bawah. Jika dulu orang menganggap mengenakan busana muslim selalu identik dengan gaya yang kampungan, tapi sekarang kan tidak lagi, mereka yang berbusana muslim juga bisa tetap tampil bergaya namun aurat tetap terjaga. (***) Source: digitalpromosi.com
  13. Seorang pengusaha harus dapat menentukan sikapnya untuk melanjutkan usaha yang dijalankannya agar tidak berhenti di tengah jalan. Hubungan antara perasaan dan tindakan harus seimbang agar kedua dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya sebuah hambatan. Mereka harus menyiapkan diri untuk bekerja lebih baik dari tahun sebelumnya dengan berbagai cara yang telah dibuat. Ada beberapa hal yang harus anda hindari selama meninggalkan pekerjaan agar selalu berpikir nyaman adalah sebagai berikut : Jangan memutuskan hal yang penting Anda tidak perlu mengambil keputusan yang penting pada detik – detik jam kerja akan selesai karena hanya akan memperburuk keputusan anda yang diakibatkan karena pikiran anda akan mengalami kelelahan yang berat dan tidak dapat berpikir secara jernih. Sebaiknya anda segera meninggalkan tempat kerja dan melanjutkan pekerjaan untuk memutuskan hal penting pada hari kerja selanjutnya pada pagi hari karena pikiran masih segar. Awali dengan program yang baru anda harus menentukan program baru yang akan dikerjakan dengan tim yang baru juga. Anda harus memperhatikan setiap anggota tim dnegan baik karena kesalahan dalam memilih tim akan memperngaruhi kesuksesan anda di masa yang akan datang. Jika kekuatan mental dan tenaga berkurang ketika akan pulang kerja sebaiknya jangan memaksakan untuk melanjutkan pekerjaan jika anda tidak ingin pekerjaan anda kacau. Jangan mendekati orang yang bermasalah Anda tidak perlu mendekati orang – orang yang bermasalah ketika jam pulang kerja tiba. Anda hanya akan merasa stres yang ercampur dengan capek karenasudah bekerja seharian penuh. Jangan tinggalkan meja jika belum rapi Anda harus merapikan meja kerja sebelum meninggalkan tempat kerja karena aan berpengaruh pada pekerjaan anda selanjutnya. Jika meja rapi pasti akan semangat bekerj dan sebaliknya. Jangan pergi jika belum bilang salam Hubungan yang baik antara karyawan dan teman kerja sangat dibutuhkan seperti mengucap salam atau berjabat tangan ketika ingin pulang kerja. Anda harus mengatur waktu dengan baik tanpa harus menghabiskan waktu dengan sekedar nongkrong setelah pulang kerja. Anda juga membutuhkan istirahat setelah melakukan pekerjaan. Pengusaha harus mengetahui kebiasaan buruk yang tidak perlu dilakukan seperti jangan memutuskan sesuatu, program baru, masalah orang, meja yang kotor, lupa mengucap salam dan nongkrong yang akan menghambat kesuksesannya.
  14. Kematian pengusaha kawakan Bob Sadino, atau biasa disapa “Om Bob,” meninggalkan kesan tersendiri di benak masyarakat. Sebagian orang mengenalnya sebagai pengusaha unik dan nyentrik. Sebagian lagi terinspirasi dan termotivasi dari seminar kewirausahaan yang beliau bawakan. Bahkan Menteri Susi Pudjiastuti menyebutnya sebagai tokoh perubahan. Dari beberapa pelatihan dan seminar tentang kewirausahaan yang pernah penulis ikuti, kesan yang hingga kini masih melekat adalah inspirasi dan motivasi yang beliau berikan dalam sebuah seminar kewirausahaan pada 2008. Di seminar itu, pemilik Kemchicks & Kemfoods tersebut memberikan wejangan cara menjalankan bisnis kepada peserta yang mayoritas para pengusaha muda. Om Bob adalah pembicara yang memiliki pola komunikasi khas. Dengan gaya komunikasi provokatif, tak jarang Om Bob “meng-goblok-kan” peserta yang hadir. Uniknya, bukan amarah yang timbul, tapi justru antusiasme dan tepuk tangan riuh gemuruh peserta yang didapat pengusaha yang sukses berjualan sayur itu. Dengan Jurus “Goblok”-nya, pengusaha berambut perak itu berhasil menyulut semangat pengusaha muda harapan bangsa. Di antara sekian banyak nasihat, ada satu nasihat yang hingga kini masih nyantol dan membekas di benak penulis. Om Bob menyuguhkan sebuah diagram yang menggambarkan perputaran kehidupan seseorang yang terdiri dari 4 fase, yakni fase Kampus atau Teori, fase Masyarakat atau Jalanan, fase Jagoan atau Terampil, dan fase Entrepreneur atau Ahli. Di fase Kampus dan Teori, Om Bob menggambarkan kehidupan seseorang yang belajar untuk mengetahui sesuatu. Ia mempelajari teori dengan berbagai analisis, namun minim praktek. Contohnya orang yang ingin bisa berenang. Mereka mempelajari cara berenang serta gaya dan teknik berenang dari buku, namun belum mempraktekkannya langsung. Pada fase Masyarakat atau Jalanan, Om Bob menggambarkan seseorang yang sudah mulai memperaktekkan apa yang telah diketahuinya di masyarakat atau jalanan. Teori-teori tersebut perlu dibuktikan dalam praktek lapangan yang lebih riil. Misalnya, sebut saja Alex ingin dapat berenang. Dengan hanya mengetahui dan menghapal seluruh teknik dan gaya berenang, Alex belum dikatakan bisa berenang. Untuk dapat berenang, Alex harus terjun langsung ke kolam. Pada awalnya, boleh jadi Alex hanya mampu bertahan beberapa detik di air, susah mengatur nafas, bahkan minum air kolam. Namun, setelah beberapa kali mencoba, ia sudah bisa berenang dengan lebih baik. Di fase Jagoan atau Terampil, Om Bob menggambarkan seseorang yang gigih dan ulet untuk terus meningkatkan keterampilannya. Jika sebelumnya Alex hanya menguasai satu gaya berenang, kini berlatih untuk menguasai beberapa gaya. Kalau sebelumnya hanya bisa berenang di nomor 100 meter, kini mencoba nomor 400 meter. Alex mungkin mulai mengikuti kejuaraan renang yang diadakan tingkat provinsi bahkan nasional. Pada fase ini Alex sudah bisa disebut “Jagoan.” Di fase terakhir, Entrepreneur atau Ahli, Om Bob menggambarkan seseorang yang sudah ahli di bidangnya sehingga menjadi rujukan dalam keahlian yang dimiliki. Setiap kejuaraan hampir dapat dimenangkan. Pada titik ini, bisa jadi yang bersangkutan mampu mengajarkan kesuksesannya pada orang lain. Dalam konteks bisnis, entrepreneur sukses menurut Om Bob masuk ke dalam fase ini. Dari diagram pada gambar kita dapat pembelajaran dari Om Bob. Pertama, siapa pun bisa jadi pengusaha sukses jika gigih dan ulet untuk mencapai fase yang ke-4. Bahkan seandainya tidak berpendidikan (baca: formal) pun bisa asal mau jadi pengusaha. Pendidikan formal bagus, tapi itu tidak cukup. Gelar apa pun yang dimiliki oleh seorang berpendidikan formal, dalam diagram Om Bob baru masuk ke dalam fase 1. Itu artinya bahwa masih ada 3 fase lagi yang harus dilalui. Jika tidak mampu melalui 3 fase berikutnya maka bisa dikatakan gagal menjadi pengusaha. Pembelajaran kedua adalah mengenai jam terbang. Perlu waktu untuk mencapai fase 4 atau pengusaha sukses dan jam terbang lah yang dapat mempercepat pencapaian itu. Jam terbang mewakili kegigihan dan keuletan. Malcom Galdwell, penulis buku Outliers, memiliki angka keramat untuk dapat menentukan kesuksesan seseorang dalam kariernya. Angka itu adalah 10.000 jam. Untuk jadi pengusaha sukses, mau tidak mau ia harus bertahan menjalani usahanya setidaknya selama itu. Maka jangan heran, pengusaha yang sukses, semisal Bapak Chairul Tanjung, rela menghabiskan waktunya 18 jam sehari untuk mengurusi bisnisnya. Untuk kesuksesan ada harga yang harus dibayar. Pembelajaran ketiga adalah kemauan belajar. Banyak dari entrepreneur pemula yang mengangkat bendera putih alias gagal sebelum sampai kepada fase 4. Berdasarkan data Bloomberg yang dirilis oleh situs forbes bahwa 8 dari 10 entrepreneur yang memulai usaha ternyata gagal dalam 18 bulan awal. Dengan demikan hanya sebagian kecil yang berhasil. Membangun usaha tidak hanya bermodal semangat dan kerja keras, namun kerja cerdas. Hal tersebut dapat dilakukan jika entrepreneur memiliki kemauan belajar. Oleh karena menjadi entrepreneur berbeda dengan menjadi karyawan, maka ilmunya pun berbeda. Ketika seseorang memutuskan menjadi entrepreneur, banyak ilmu yang perlu dipelajari, seperti bagaimana menghadapi modal yang terbatas, mengatur cashflow, mengelola pelanggan, meningkatkan produktivitas karyawan, membangun komunikasi dengan stakeholder, menghadapi persaingan, mengatur berbagai aktivitas yang harus dilakukan, dan masih banyak lagi. Kemauan belajar akan menuntut entrepreneur mampu menghadapi berbagai tantangan bisnis yang ada. Dengan demikian, 3 prasyarat di atas, yaitu kemauan jadi pengusaha, kesiapan bekerja keras, dan kemauan belajar mampu menuntun para entrepreneur pemula sukses mencapai impiannya. Kini, Om Bob telah tiada, namun semangat kewirausahaanya tetap hidup dan diakui oleh masyarakat. Banyak ide sederhana namun mencerahkan yang berhasil ditularkannya kepada para entrepreneur muda. Sebagaimana impian yang pernah dilontarkannya, “Saya tidak mau pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki, terkubur bersama tubuh saya ketika mati kelak.”
  15. Kaum perempuan saat ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Dalam beberapa periode terakhir ini, wanita memang sangat menunjukkan eksistensinya sebagai seorang professional di bidangnya yang bisa mengalahkan kaum pria. Sejak era emansipasi, perbedaan gender memang sudah usang untuk dibicarakan dalam dunia #professional. Wanita yang punya keahlian dan kemampuan layak dan berhak menduduki posisi tertentu dan teratas disebuah perusahaan, departemen atau bahkan di negara ini. Sudah banyak contoh yang bisa dijadikan bukti bahwa wanita di negeri ini sudah bisa mencapai hal yang baik, sukses dan mentereng pada posisinya. Sebut saja beberapa menteri pada kabinet kerja Jokowi-JK, termasuk menteri konroversial Susi Pudjiastuti. Atau sebut juga Sri Mulyani, menteri keuangan era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Satu nama lagi yang tidak bisa dilupakan yaitu presiden kelima republik ini yaitu Megawati Soekarno Putri. Di dunia bisnis, para kaum perempuan ini juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Sekarang sudah bukan hal yang aneh jika dari beberapa CEO dan owner bisnis atau perusahaan sukses adalah seorang wanita. Bahkan sekarang dari kabar yang dirilis Forbes, ada tiga pengusaha wanita sukses dari Indonesia yang masuk dalam daftar Asia Power Women 2015. Dengan penghargaan tersebut itu artinya mereka telah menjadi orang-orang yang berpengaruh besar di Asia. Siapa ketiga pengusaha wanita tersebut? Berikut ulasannya. 1. Anne Patricia Sutanto Dengan jabatannya sebagai vice president director, Anne tentu punya peranan sentral di perusahaannya PT Pan Brothers Tbk. Dalam kepemimpinanya, perusahaan yang bergerak dibidang garmen ini telah mencapai pendapatan yang fantastis yaitu USD 340 juta. Perusahaan yang memproduksi garmen dengan merek Uniqlo, Rebook, dan Nike ini juga telah memiliki 14 pabrik dan direncanakan akan ditambah tiga lagi pada tahun 2016. Meski lahir dari keluarga yang kaya raya, Anne juga bekerja keras untuk membangun bisnisnya. Dengan sedikit saham, Anne bergabung dengan Pan Brothers pada tahun 1997. Setelah itu perempuan yang telah mendapatkan gelar MBA dari Loyola Marymaount di Los Angeles ini kemudian membuka usahanya sendiri yakni Homeware International yang memproduksi furnitur dan aksesori rumah untuk ekspor. Perempuan lulusan teknik Kimia University of Southern California yang satu ini memang luar biasa. Setelah menjadi pengusaha sukses, ia tidak melupakan dengan lingkungan sosial disekitarnya. Bersama tujuh miliarder Indonesia lainnya, Ane bergabung dengan Bill and Melinda Gates Foundation untuk memerangi penyakit TBC, HIV dan malaria dengan mendonasikan dana USD 5 juta. 2. Noni Purnomo Noni Purnomo adalah seorang presiden director di sebuah perusahaan transportasi Blue Bird Group Holding. Perusahaan keluarga yang berdiri sejak tahun 1972 ini telah menjadi bagian hidup Noni sejak ia masih kecil. Perempuan kelahiran Jakarta, 20 Juni 1969 ini adalah lulusan University of Newcastle dan University of Fransisco. Setelah lulus dari University of Newcastle, Noni bekerja didua tempat yaitu di Jakarta Convention and Exhibition Bureau sebagai market research dan di Blue Bird. Dua pekerjaan yang menyita tenaga dan konsentrasi ini ia jalani selama dua tahun. Sekembali dari Amerika dari studi S2-nya, Noni dengan segala pengalaman yang diperoleh kembali ketanah air untuk mengelola Blue Bird. Dibawah kepemimpinanya kini Blue Bird telah menjadi perusahaan besar dengan merambah berbagai bidang seperti transportasi, properti, jasa konsultan teknologi informasi, logistik dann industri perakitan. 3. Wendy Sui Cheng Yap Perempuan hebat terakhir yang masuk dalam daftar Asia Power Women 2015 sebagai pengusaha perempuan berpengaruh di Asia adalah Wendy Sui Cheng Yap. Wendy adalah President Director dan CEO dari PT Nippon Indosari Tbk yang memiliki perusahaan produksi roti populer di Indonesia yaitu Sari Roti. Perusahaan ini kini telah sukses menjadi produsen roti dengan menguasai 90 persen pasar domestik. Selain Sari Roti, perempuan yang merupakan anak dari pendiri Grup Salim, Piet Yap ini juga memiliki perusahaan Bogasari, produsen tepung terbesar di Indonesia. Selain itu ia juga masih memiliki usaha lain disektor sumber daya alam dan real estate yang merupakan perusahaan dari keluarganya. Untuk Sari Roti sendiri, perusahaan ini telah memiliki 10 pabrik dengan kapasitas produksi 4,2 juta roti per hari. Tak ayal pendapatan perusahaan Sari Roti telah mencapai angka fantastis sebesar USD147 juta.
  16. 1. Realisasikan ide secara maksimal Sebenarnya, setiap orang itu memiliki potensi dan impiannya masing-masing. Hanya saha yang menjadi kendala adalah impian-impiannya itu tidak pernah dicoba untuk direalisasikan. Ada pepatah bijak mengatakan, “Ide-ide kecil yang terlaksana lebih baik dari ide-ide besar tapi belum diungkapkan.” 2. Harus berani memulai Sebagian orang mungkin merasa bahwa bisnis itu adalah dunia yang bebas, tidak menentu pendapatannya sehingga takut untuk terjun ke dalamnya. Ini yang menjadi penghambat seseorang untuk bisa memulai bisnisnya. 3. Jangan terlalu banyak analisis Sebagian orang mungkin merasa bahwa jika mencoba berbisnis mereka tidak akan mendapat pendapatan yang pasti seperti orang-oang kantoran atau takut rugi jika bisnisnya gagal. Justru inilah yang menghambat, kuncinya adalah JUST DO IT! Urusan hasil tergantung dari kerja keras dan usaha kita. 4. Jangan ingin serba instan Fenomena masyarakat kita yang memiliki antusiasme besar terhadap acara seperti Indonesia Idol atau reality show yang berbau pencarian bakat menunjukkan bahwa masih banyaknya orang-orang yang ingin mencapai kesuksesan secara instan. Padahal sesuatu yang didapatkan dengan mudah akan menghilang dengan cara yang mudah juga dan tentu ini tidak akan membentuk karakter manusia yang tangguh. 5. Bermimpi besar Kita lihat dari film Sang Pemimpi bahwa kekuatan mimpi itu bisa menjadi pembakar semangat kita untuk meraih cita-cita. Ketiga sahabat itu memiliki mimpi besar untuk bisa melanjutkan studi hingga ke luar negeri dan akhirnya tercapai. Bill Gates, diawal karirnya pernah bermimpi bahwa setiap rumah akan memiliki komputer dan kini terbukti 6. Jangan terpaku pada pendidikan Tidak jarang fenomena masyarakat kita yang bisa menjadi sukses tanpa melihat latar belakang penddikannya. Lihat saja Sujiwo tejo, dengan latar belakang pendidikan matematika kini ia malah menjadi seniman. Tidak selamanya latar belakang pendidikan menentukan karir kita ke depan, terkecuali untuk karir di bidang pendidikan. 7. Berpikir Positif Thomas Alfa Edison melakukan 999 kali percobaan tetapi masih gagal. Beliau berkata, “Akuberhasil menemukan 999 cara yang gagal dalam pembuatan lampu.” Ini menunjukkan kekuatan berpikir postif akan memudahkan langkah kita. 8. Bekerja sama Manusia adalah makhluk sosial sehingga tidak bisa bekerja sendirian. Manusia saling membutuhkan, bohong besar jika ada orang yang meng-klaim dirinya sukses atas usahanya sendiri, pasti di dalam kesuksesannya terdapat orang-orang yang membantu dia, baik secara langsung maupun tidak langsung. 9. Tahu tentang kewirausahaan Kita ingin “berperang” tetapi tidak mengetahui siapa musuh kita, itu merupakan kesalahan besar. Jika kita ingin memasarkan produk kita, tentu kita harus tahu pasar. Jangan sampai setelah terjun ke lapangan kita mengalami kelabakan karena tidak hapal medan. 10. Fokus Mungkin karena sifat ingin terburu-buru ingin kaya, kita mengambil spesialisasi bisnis terlalu banyak sehingga hasilnya pun tidak maksimal karena tidak bisa dijalani secara fokus. Akibatnya konsentrasi terpecah, masih mending jika usahanya sukses, tetapi bagaimana jika keduanya gagal? 11. Peduli konsumen Pembeli adalah raja. Bob sadino ini adalah orang yang selalu memerhatikan konsumennya. Caci maki dari seorang pembantu rumah tangga ia jadikan masukan bagi manajemen pemasarannya. Ia menjadikan keluahan konsumen sebagai masukan dan langkah perbaikan ke depannya. 12. Utamakan kualitas Beliau sangat memerhatikan kualitas barang yang akan dijual. Beliau tidak ingin mengecewakan konsumen dengan barang yang rusak atau cacat. 13. Kerjakan semua dengan tuntas Tidak bekerja setengah-setengah, apabila telah memulai suatu usaha maka kerjakanlah dengan serius. Jangan sampai berhenti di tengah jalan karena akan menyia-nyiakan harta, tenaga, waktu yang telah kita kerahkan untuk memulai bisnis. 14. Pandai menempatkan prioritas Urutan kerja diurut berdasarkan prioritas sehingga tidak ada pekerjaan menumpuk di akhir-akhir. 15. Kerja keras dan kerja cerdas Banyak orang yang merasa telah bekerja keras namun tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Misal saja mahasiswa tingkat akhir yang mengejar kelulusan di bulan Juli ini, walaupun ia tergolong mahasiswa yang memiliki IPK di atas arata-rata, bagaimana jika ia lupa memperhitungkan jumlah SKS nya? Mungkin saja ia tidak jadi lulus Juli karena kurang 1 SKS saja. Ia lupa bekerja cerdas, lupa strategi. 16. Tidak mencampuradukkan uang pribadi dan perusahaan Hal ini bisa memacu tindakan korupsi, walaupun dalam jumlah yang kecil. Uang perusahaan bisa saja tercampur dengan uang pribadi karena terdapat keteledoran dalam hal pencatatan keuangan. Sebainya rekeningnya dipisah, untuk memudahkan pengaturan keuangan juga. 17. Jangan menyerah Kegagalan adalah bumbu kehidupan, kegagalan membuat kita bisa menjadi manusia tangguh. 18. Selalu melibatkan Allah dalam setiap aktivitas Dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Dalam segala aktivitas kita akan bernilai ibadah. 19. Berperilaku baik Inilah mata uang yang berlaku dimana saja. Dengan perilaku yang baik, masyarakat akan menaruh kepercayaan kepada kita sehingga orang-orang akan percaya akan kredibilitas kita. Kita pun bisa dengan mudah masuk dalam lingkungan masyarakat. 20. Harus Mempunyai Kemauan Kemauan harus dilandasi dengan tekad yang bulat, dan harus berani dalam mengambil peluang yang ada.
×
×
  • Create New...