Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'penemu'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Khoirul Anwar dianggap gila. Ditertawakan. Bahkan dicemooh. Idenya dianggap muskil. Tak masuk akal. Semua ilmuwan yang berkumpul di Hokkaido, Jepang, itu menganggap pemikiran yang dipresentasikan itu tak berguna. Dari Negeri Sakura, Anwar terbang ke Australia. Tetap dengan ide yang sama. Setali tiga uang. Ilmuwan negeri Kanguru itu juga memandangnya sebelah mata. Pemikiran Anwar dianggap sampah. Pemikiran Anwar yang ditertawakan ilmuwan itu tentang masalah power atau catu daya pada Wi-Fi. Dia resah. Saban mengakses internet, catu daya itu kerap tak stabil. Kadang bekerja kuat, sekejap kemudian melemah. Banyak orang mengeluh soal ini. Tak mau terus mengeluh, Anwar memutar otak. Pria asal Kediri, Jawa Timur, itu ingin memberi solusi. Dia menggunakan algoritma Fast Fourier Transform (FFT) berpasangan. FFT merupakan algoritma yang kerap digunakan untuk mengolah sinyal digital. Anwar memasangkan FFT dengan FFT asli. Dia menggunakan hipotesis, cara tersebut akan menguatkan catu daya sehingga bisa stabil. Ide itulah yang diolok-olok ilmuwan pada tahun 2005. Banyak ilmuwan beranggapan, jika FFT dipasangkan, keduanya akan saling menghilangkan. Tapi Anwar tetap yakin, hipotesa ini menjadi solusi keluhan banyak orang itu. Ilmuwan Jepang dan Australia boleh mengangapnya sebagai dagelan. Tapi dia tak berhenti. Anwar kemudian terbang ke Amerika Serikat. Memaparkan ide yang sama ke para ilmuwan Paman Sam. Tanggapan mereka berbeda. Di Amerika, Anwar mendapat sambutan luar biasa. Ide yang dianggap sampah itu bahkan mendapat paten. Diberi nama Transmitter and Receiver. Dunia menyebutnya 4G LTE. Fourth Generation Long Term Evolution. Yang lebih mencengangkan lagi, pada 2008 ide yang dianggap gila ini dijadikan sebagai standar telekomunikasi oleh International Telecommunication Union (ITU), sebuah organisasi internasional yang berbasis di Genewa, Swiss. Standar itu mengacu prinsip kerja Anwar. Dua tahun kemudian, temuan itu diterapkan pada satelit. Kini dinikmati umat manusia di muka Bumi. Dengan alat ini, komunikasi menjadi lebih stabil. Karya besar ini ternyata diilhami masa kecil Anwar. Dulu, dia suka menonton serial kartun Dragon Ball. Dalam film itu, dia terkesan dengan sang lakon, Son Goku, yang mengeluarkan jurus andalan berupa bola energi, Genkidama. Untuk membuat bola tersebut, Goku tidak menggunakan energi dalam dirinya yang sangat terbatas. Goku meminta seluruh alam agar menyumbangkan energi. Setelah terkumpul banyak dan berbentuk bola, Goku menggunakannya untuk mengalahkan musuh yang juga saudara satu sukunya, Bezita. Prinsip jurus tersebut menjadi inspirasi bagi Anwar. Dia menerapkannya pada teknologi 4G itu. Jadi, untuk dapat bekerja maksimal, teknologi 4G menggunakan tenaga yang didapat dari luar sumber aslinya. *** Ya, karya besar ini lahir dari orang desa. Anwar lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 22 Agustus 1978. Dia bukan dari kalangan ningrat. Atau pula juragan kaya. Melainkan dari kalangan jelata. Sang ayah, Sudjiarto, hanya buruh tani. Begitu pula sang bunda, Siti Patmi. Keluarga ini menyambung hidup dengan menggarap sawah tetangga mereka di Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang. Saat masih kecil, Anwar terbiasa ngarit. Mencari rumput untuk pakan ternak. Pekerjaan ini dia jalani untuk membantu kedua orangtuanya. Dia ngarit saban hari. Setiap sepulang sekolah. Meski hidup di sawah, bukan berarti Anwar tak kenal ilmu. Sejak kecil dia bahkan mengenal betul sosok Albert Einstein dan Michael Faraday. Ilmuwan dunia itu. Anwar suka membaca buku-buku mengenai dua ilmuwan tersebut, padahal tergolong berat. Hobi ini belum tentu dimiliki anak-anak lain. Dan dari dua tokoh inilah, Anwar menyematkan cita-cita menjadi ‘The Next Einstein’ atau ‘The Next Faraday’. Cita-cita tersebut hampir saja musnah. Saat sang ayah meninggal pada tahun 1990. Sang tulang punggung tiada. Siapa yang akan menopang keluarga? Perekonomian sudah tentu tersendat. Padahal kala itu Anwar baru saja menapak sekolah dasar. Anwar tentu khawatir, sang ibu tak mampu membiayai sekolah. Apalagi hingga perguruan tinggi. Tapi Anwar memberanikan diri, mengungkapkan keinginan bersekolah setinggi mungkin kepada sang ibu. Kepada emak. Anwar menyiapkan diri. Sudah siap apabila sang emak menyatakan tidak sanggup. Tapi jawaban yang dia dengar di luar dugaan. Bu Patmi malah mendorongnya untuk bersekolah setinggi mungkin. “Nak, kamu tidak usah ke sawah lagi. Kamu saya sekolahkan setinggi-tingginya sampai tidak ada lagi sekolah yang tinggi di dunia ini,” ucap Anwar terbata, karena tak kuasa menahan haru saat mengingat perkataan emaknya itu. Perkataan itu menjadi bekal Anwar untuk melanjutkan langkah meraih mimpi. Lulus SD, dia diterima di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Kunjang. Kemudian dia meneruskan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Kediri. Salah satu sekolah favorit di Kota Tahu itu. Saat SMA itulah dia memilih meninggalkan rumah. Dia tinggal di rumah kost, tidak jauh dari sekolah. Jarak rumah dengan sekolah memang lumayan jauh. Dia sadar pilihan ini akan menjadi beban sang ibu. Masalah itu membuat Anwar harus memutar otak. Dia lalu memutuskan untuk tidak sarapan demi menghemat pengeluaran. Tetapi, itu bukan pilihan tepat. Prestasi Anwar turun lantaran jarang sarapan. “Karena tidak sarapan, setiap jam sembilan pagi kepala saya pusing,” kata dia. Kondisi Anwar sempat terdengar oleh ibu salah satu temannya. Merasa prihatin dengan kondisi Anwar, ibu temannya itu menawari dia tinggal menumpang secara gratis. Anwar tidak perlu lagi merasakan pusing saat sekolah. Sarapan sudah terjamin dan prestasi Anwar kembali meninggi. Lulus dari SMA 2 Kediri, Anwar lalu melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia diterima sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan ditetapkan sebagai lulusan terbaik pada 2000. Dia kemudian mengincar beasiswa dari Panasonic dan ingin melanjutkan ke jenjang magister di sebuah universitas di Tokyo. Sayangnya, Anwar tidak lolos seleksi universitas tersebut. Dia merasa malu dan tidak ingin dipulangkan. Alhasil, dia memutuskan beralih ke Nara Institute of Science and Technology NAIST dan diterima. Di universitas tersebut, Anwar mengembangkan tesis mengenai teknologi transmitter dan menggarap disertasi bertema sama dalam program doktoral di universitas yang sama pula. Dan Anwar, kini telah menelurkan karya besar. Temuan yang ditertawakan itu dinikmati banyak orang. Termasuk para ilmuwan yang mengolok-olok dulu.
  2. aya kaget sekaligus tertawa geli saat kali pertama mengetahui ada satu alat bantu (berupa monopod) bagi para pelaku selfie dalam memudahkan pengambilan foto baik menggunakan kamera digital saku maupun kamera hape ini. Namanya pun lucu dan unik, tongsis, alias Tongkat Narsis. Sebegitu kreatifkah sehingga harus di ciptakan sebuah teknologi baru? Siapa penemu TONGSIS? Setelah ngubek2 di mbah google, saya nemu info penemu tongsis dari blog ini. Namanya adalah agan Anindito Respati Giyardani. Beliau biasa disapa Babab, panggilan kesayangan anaknya. Beliau adalah seorang sarjana hukum yang bekerja pada salah satu provider ternama. Beliau adalah penggila foto selfie, makanya bermula dari keisengannya inilah, tongsis kini bisa hadir ditengah2 masyarakat loh. Dan jangan salah, tongsis kini telah menyebar ke seluruh dunia. Doi kini sedang mengusahakan hak paten setelah hampir dua tahun belum juga keluar hak patennya. Mudah2an cepat terlaksana hak patennya yaa bang Babab. Nama awalnya sebenarnya bukan tongsis, melainkan tongkat ajaib. *hmmm.. mirip nama alat doraemon yaa.. Penemu tongsis : Anindito Respati Giyardani (Sebelah Kanan) Para pelaku foto selfie tentu saja akan dimudahkan dengan keberadaan tongsis ini. Bagaimana nggak? Mereka nggak perlu lagi meregangkan tangan saat pengambilan foto depan. Cukup dengan menggunakan tongsis, urusan self portrait pun selesai. Saya pun nggak habis pikir, ada saja ide2 brilian dalam menciptakan alat baru. Harganya pun relatif terjangkau, hanya dikisaran angka lima puluh ribu sampai dua ratus lima puluh ribu rupiah. Tergantung fitur yang ditawarkan maupun jenis tongsis.
  3. Penemu teknologi laser, Charles Townes. Charles Townes, penerima penghargaan Nobel sekaligus seorang yang berpengaruh atas penciptaan teknologi laser, meninggal dunia beberapa hari yang lalu di usia 99 tahun. Profesor dari Universitas California, Berkeley, itu tutup usia pada 27 Januari 2015 di Oakland. Townes lahir di Greenville, South Carolina, Amerika Serikat. Ia sebelumnya mencetuskan ide untuk kelahiran maser, teknologi pendahulu laser yang bertujuan membantu mengubah arah teknologi dan memberi manfaat terhadap masyarakat. Penghargaan Nobel berhasil diraihnya pada tahun 1964 untuk kategori Fisika bersama Nicolay Gennadiyevich Basov dan Aleksandr Mikhailovich Prokhorov. Tanpa mereka, mungkin saja kita tak akan menyaksikan film fiksi ilmiah seperti Star Wars dan Star Trek yang menggunakan senjata laser. Sempat diragukan Townes mendapat ilham yang berujung pada pengembangan laser saat ia sedang duduk di bangku taman di Washington DC. Saat itu, tahun 1951, sang jenius hendak menemui komite Angkatan Laut dengan harapan menemukan cara untuk meningkatkan teknologi komunikasi dengan gelombang mikro. Namun, ia menolak untuk berbagi ide barunya itu dan kembali ke Universitas Columbia untuk membuat perangkat maser. Maser sendiri adalah sebuah akronim dari "microwave amplification by stimulated emission of radiation". Townes mengakui, sejumlah rekannya termasuk fisikawan ternama Niels Bohr awalnya meragukan teori Townes karena dianggap melanggar Prinsip Ketidakpastiaan Heisenberg. Tapi nyatanya, mesin Townes bisa bekerja dengan baik. Enam tahun kemudian, sekitar tahun 1957, Townes mencari kreasi versi baru dari maser yang menggunakan sinar infra merah ketimbang gelombang mikro. Maka terciptalah laser, yang juga sebuah akronim dari "light amplification by stimulated emission of radiation". Perangkat pertama yang berhasil menggunakan laser dibuat pada tahun 1960 oleh Theodore H. Maiman. Empat tahun kemudian, keberadaan laser diakui sangat penting pada tingkat ilmiah tertinggi, yang membawanya meraih penghargaan Nobel kategori Fisika. Laser hingga saat ini masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya untuk memindai Blu-Rays dan barcode, hingga operasi mata.
  4. Marie Curie adalah ahli kimia dan fisika Perancis kelahiran Polandia yang sampai sekarang merupakan satu-satunya orang yang pernah mendapatkan hadiah nobel di dua bidang yang berbeda, yaitu fisika dan kimia. Penemuannya dibidang radioaktif membuat Marie Curie masuk ke dalam daftar penemu yang berpengaruh kepada dunia. Marie Curie adalah wanita pertama pemenang nobel dan juga adalah wanita pertama yang menjadi professor di universitasnya, Universities of Paris. Walaupun berkewarganegaraan Perancis, Marie Curie tidak pernah kehilangan rasa kebanggaannya sebagai orang Polandia. Penemuan pertamanya pada elemen kimia yang ditemukan tahun 1898 diberi nama 'polonium' dan penemuan berikutnya adalah radium beberapa bulan kemudian. Radium adalah zat radioaktif yang banyak digunakan dalam bidang medis dan kedokteran, umumnya untuk menghilangkan penyakit kanker dengan menyinari sel-sel kanker dengan zat radioaktif tersebut. Marie lahir di Warsawa, Polandia dengan nama Maria Sklodowska. Orangtua Marie Curie bekerja sebagai guru, dan Manya (nama panggilan Marie Curie) pada umur 16 tahun telah mendapatkan medali emas saat menyelesaikan pendidikan kedua (setingkat SMP), saat itu, orangtuanya hampir kehilangan semua hartanya karena mengalami kerugian saat berinvestasi. Manya akhirnya bekerja sebagai guru bantu untuk membantu menghidupi keluarga mereka. Saat itu, wanita di Polandia (yang masih berada di bawah dominasi Rusia waktu itu) tidak bisa mendapatkan pendidikan yang tinggi, sehingga setelah lulus sekolah, Manya tidak dapat melanjutkan sekolahnya ke universitas. Pada umur 18 tahun, Marie bekerja sebagai guru privat bagi sebuah keluarga kaya. Sebagian dari penghasilannya sebagai guru privat kemudian diberikan kepada kakak perempuannya untuk membantu biaya pendidikan kakaknya di Perancis. Setelah kakak perempuannya yang bersekolah di sekolah medis Perancis, lulus, mendapatkan gelar Dokter, Manya lalu ikut pindah ke Perancis pada tahun 1891. Dia kemudian memasuki universitas Sorbonne (sekarang Universities of Paris) dan mengambil jurusan fisika dan matematika. Manya atau Marie Curie akhirnya lulus sebagai mahasiswi terbaik di kelasnya. Nama belakang Marie (Curie) diperoleh saat menikah dengan Pierre Curie yang juga ahli kimia. Marie Curie memiliki dua orang putri, Irène dan Ève, yang lahir pada tahun 1897 dan 1904. Irène yang melanjutkan dan mengembangkan karya ibunya juga mendapatkan hadiah nobel dalam bidang kimia. Karya dan penelitian Marie Curie membuat para ahli kimia dan fisika mengerti bagaimana cara mengumpulkan sumber-sumber material yang mengandung radioaktif untuk menyembuhkan penyakit sekaligus untuk keperluan riset yang lebih dalam pada zat-zat radioaktif.
  5. Penemu Mesin Cetak - Johan Gunterberg. Penemu Penangkal Petir - Benyamin Franklin. Penemu Bola Lampu - Thomas Alfa Edison. Penemu Mesin Uap - James Watt. Penemu Baterai -Alexander Valta. Penemu Mesin Diesel - Rudolk C. Penemu Radar -Gregory Bleit. Penemu Mesin Tik- Christopher LS. Penemu Mesin Pintal - Hargroves. Penemu Kacamata - Roger Bacan. Penemu Mesin Jahit - Thomas Saint. Penemu Pesawat Terbang - William Wrigh. Penemu Balon Zappelin - Van Zappelin. Penemu Helicopter - Igor Skorsky. Penemu Sepeda - Baron Drois. Penemu Kapal Selam - Cornelis Van Prieber. Penemu Locomotif - George Stephenson. Penemu KapalLaut - Robert Fulron. Penemu Televisi - John Lagre Baird. Penemu Jam Gandul - Cristian Huygons. Penemu Bel Listrik - Yoseph Henry. Penemu Setum - Thomas Augling. Penemu Telegram - Samuel FB. Morse. PenemuTeleprinter - Valak Figrap. Penemu Telepon - Alexander Graham Bell. Penemu Teropong - Liperhey. Penemu Mikroskop Elektron - Vladimir Zwakin. Penemu Mikroskop - Zac Hannan. Penemu Barometer - Torri Celli. Penemu Termometer - Celcius Reamur, Farenheit. Penemu Telegraf - Marconì. Penemu Penisilin - Alexander Flyming. Penemu Serum anjing gila - Louis Pasteur. Penemu Bakteri - Antonie Van Lowenhook. Penemu Vaksinasi - Edward Jenner. Penemu Klasifikasi Hewan/Tumbuhan - Coronus Leanus. Penemu Obat Cacar - Dr. Jenner. Penemu Obat TBC - Prof. Calmere Guirere. Penemu Gas Oksigen - Yoseph Priesly. Penemu Obat Penyakit Polio - Dr. Jones Pock. Penemu Difteri - Emil Adolf Van Behrin. Penemu Vitamin B - Dr. Cristian Eykman. Penemu Sinar X - Dr. Rontgen. Penemu Atom - Albert Einstein. Penemu Sirkulasi Darah - William Haovey Penemu Roket - Robert Godard. Penemu Dinamit - Alfred Nobel. Penemu Cahaya Gas - W.Murdock. Penemu Radio aktif - Mari Carti. Penemu Obat Bius - James Simson. Penemu Neutron - James Ladwick. Penemu Singapura - Raffles Penemu Kota Alexandria - Alexander Agung Penemu Pantai Timur Australia - James Cook Penemu Menara Pisa - Bonsanna Pisanna Penemu Indonesia - Adolf Sebastian Penemu Pakistan - Ali Jinan Penemu Benua Amerika - Christhoper Columbus Penemu Terusan Suez/Panama - Ferdinand de Lesees Penemu Pulau Tasmania, Selandia Baru - Abel Tasman Penemu Planet Mars - Bangsa Viking Penemu Planet Neptunus - J.R. Adam Penemu Gerakkan Planet - Johannes Keppler Penemu Komet Halley - Edward Halley Penemu Palang Merah - Henry Dunant Penemu Pandu - Lord Bouden Powel Penemu Koperasi - Charles Howard Penemu Olimpiade - Baron Pierre de Coumbertin Penemu Rumus Air - Archimides Penemu Rumus Angin - Robert Boyle Penemu Gerak Gaya - Isaac Newton Penemu Gravitasi Bumi - Isaac Newton Penemu Induksi Elektromagnetik - Michel Faraday Penemu Medan Magnet - Hans Cristian Oester Penemu Pensil - Keluarga Fabel Penemu Buku - Bau Lun Penemu Peniti- Walter Huns.
  6. Dennis Hayes lahir pada tahun 1950 adalah dia pendiri dari perusahaan Microcomputer Hayes, yang lebih dikenal sebagai perusahaan pembuat modem kemudian telah digunakan di sebagian besar modem yang diproduksi hingga hari ini. Dia meninggalkan Georgia Institute of Technology di pertengahan 1970-an untuk bekerja di sebuah perusahaan komunikasi, National Data Corporation di Atlanta, sebuah perusahaan yang menangani transfer uang elektronik dan otorisasi kartu kredit. Pekerjaan Hayes 'adalah untuk mengatur koneksi modem untuk pelanggan NDC itu. Dia bertemu Dale Heatherington di Perusahaan Data Corporation Nasional. Bersama-sama mereka mengembangkan dan memasarkan modem berkualitas tinggi untuk PC pertama IBM, dan membangun perusahaan bernama Hayes Communication. Sementara Heatherington meninggalkan perusahaan untuk pensiun dini, Hayes menjalankan perusahaan sampai bangkrut pada tahun 1998. Dennis C. Hayes menemukan modem untuk komputer personal (PC) pada tahun 1977, yang hasilnya mampu mendirikan teknologi paling penting yang membuat dunia sekarang ini bisa menjadi selalu online, serta membangkitkan industri internet menjadi tumbuh berkembang. Ia pertama kali menjual produk modem bernama Hayes kepada par penggemar komputer di bulan April 1977, dan kemudian mendirikan perusahaan D.C. Hayes Associates, Inc., yang belakangan terkenal dengan nama Hayes Corp., pada Januari 1978. Kualitas dan inovasi dari produk Hayes dihasilkan dalam peningkatan kinerja dan pengurangan biaya sehingga mampu memimpin industri dalam Transisi dari modem leased line ke intelligent dial-up modem untuk PC. Pada saat ia memulai perusahaannya, Hayes telah berpengalaman lebih dari 10 tahun bekerja dengan sistem komputer mulai dari yang besar hingga yang kecil, telekomunikasi, pengembangan produk manufacturing dan elektronika. Selama mengikuti kuliah di Institut Teknologi Georgia, Hayes berpartisipasi dalam program co-operation yang bekerja untuk AT&T Long Lines. Kemudian ia bergabung dengan Financial Data Services dimana ia bekerja pada sistem dengan mikroprosesor 4-bit pertama. Setelah menyelesaikan studinya di Institut Teknologi Georgia, Hayes kemudian bekerja untuk National Data Corporation, dimana ia mengembangkan sistem berbasis mikrokomputer agar bisa terhubung ke jaringan. Hayes selanjutnya mengikuti kuliah di School of Management and Strategic Studies di Western Behavior Science Institute. Perusahaan D.C. Hayes Associates bermula didirikan di rumah Hayes, dimana ia memulainya dengan investasi sebesar $5.000; dan kemudian melejit menjadi perusahaan yang memimpin didunia industri TI. Produk pertamanya adalah modem board untuk bus s-100 dan kemudian untuk komputer Apple II. Memecahkan masalah antar-muka (interface) sehingga memungkinkan komputer-komputer menggunakan sebuah port serial standar untuk mengendalikan fungsi-fungsi modem melalui perangkat lunak, ia menemukan command set untuk Hayes Standard AT yang pertama kali diperkenalkan untuk modem PC di bulan Juni 1981. Selanjutnya produk Hayes, SmartModem dengan cepat menjadi standar yang dengan kompatibilitas modem telah diukur dengan seksama, sehingga perusahaan kemudian mulai berkembang dengan cepat. Selama lebih dari 20 tahun menjabat sebagai Chairman di Hayes Corp., ia memimpin perusahaannya sebagai seorang visioner yang melihat kesempatan emas untuk mengembangkan alat komunikasi PC dan virtual workplace. Setelah dengan sukses mengarahkan perusahaan melakukan sebuah merger, yang akhirnya menghasilkan sebuah perusahaan baru yang memiliki kebijakan menjadi perusahaan publik dari Hayes Corporation menjadi Dennis C., Hayes kemudian memutuskan untuk pension sebagai Chairman pada akhir tahun 1998, untuk kemudian melanjutkan ketertarikannya pada industri yang lain, diantaranya pad Association of Online Professionals. Di Spartanburg, South Carolina, Hayes juga aktif dalam komunitas sosial asisoasi industri lain. Ia pernah menjabat sebagai pendiri dan salah-satu ketua Public Policy Committee of CompTIA, The Computing Technology Industry Association, Founding Chairman dari Georgia High Tech Alliance, dan mendirikan Board Member of the Georgia Center for Advanced Telecommunication Technology. Hayes adalah salah satu dari 4 orang yang termasuk dalam Georgia’s Technology Hall of Fame. Ia sekarang masih menjabat sebagai Chairman di Association of Online Professionals, yang merger dengan US Internet Industry Association. Referensi : http://en.wikipedia.org/wiki/Dennis_Hayes
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy