Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'pemerkosaan'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 1 result

  1. Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kriminalitas yang rendah. Jumlah kejahatan yang tercatat terkenal dengan tingkat kriminalitas rendah dibandingkan dengan negara maju lain. Tetapi benarkah Jepang seaman itu? Rachel Halle, bukan nama sebenarnya, adalah mahasiswi yang berkesempatan mengenyam pendidikan selama satu tahun di Jepang. Jelang kepulangannya ke negara asal, ia mengalami pelecehan seksual oleh pria tidak dikenal – yang ternyata juga orang asing -. Awalnya dia enggan melaporkan kasus tersebut pada kepolisian tetapi atas nasihat yang diterima saat ia berkunjung ke klinik, ia memutuskan melaporkan kasus tersebut ke pos kepolisian. Halle melalui sejumlah interograsi dan setelah ditanya sejumlah pertanyaan (termasuk di antaranya, apa yang ia kenakan dan apakah ia sudah menolak permintaan pria tersebut, serta apakah perkataan “tidak” sebenarnya bermakna iya.) Polisi tersebut berujar, “Andai saja dia orang asing yang memerkosamu di pinggir jalan.. pasti prosesnya akan lebih mudah.” Dari sini, Halle mengungkap kenyataan pahit seputar kriminalitas dan pemerkosaan di Jepang. Di Jepang, ada dua macam jenis pemerkosaan, yaitu tsuujou (dilakukan oleh orang tidak dikenal dan dengan unsur kekerasan) dan fushizen (tidak biasa, dilakukan oleh orang yang dikenal korban dan seringkali tanpa kekerasan seksual.) Apa yang ia alami adalah fushizen, dan ini membingungkannya. Pos polisi tempatnya melapor menyatakan kasus tersebut di luar kewenangannya sehingga ia diarahkan ke kantor yang tepat. Ia mengulang kembali ceritanya dan ditanyai apakah ia benar-benar ingin menjerat sang pelaku, dengan intonasi dan bujukan seolah-olah hal tersebut akan sangat sulit dilakukan. Tak dapat menolak, ia memutuskan untuk tidak meneruskan penyelidikan dan keluar sembari berlinang air mata. Pasal 177 KUH Pidana Jepang mendefinisikan pemerkosaan sebagai berikut, “barangsiapa yang melakukan hubungan seksual menggunakan ancaman atau kekerasan dengan wanita berumur 13 tahun ke atas, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling sedikit tiga tahun.” Menurut Halle, di Jepang perilaku pemerkosaan masuk dalam delik aduan yang berarti polisi tidak berkewajiban memproses tanpa adanya laporan dari korban. Sebagai gambaran, di Indonesia tindak perkosaan menurut Pasal 285 KUHP termasuk dalam delik biasa dan polisi wajib memproses meski tanpa aduan dari korban. Laporan perkosaan di Jepang pada tahun 2012 tercatat hanya sebanyak 1.240 aduan (hanya 1 dari 100 ribu orang), tetapi berdasarkan survei Sesneg pada 2011, hanya 3,7 persen korban yang melaporkan kejadiannya ke polisi. Lebih lanjut, hampir 70 persen korban tidak menceritakan pengalamannya pada siapapun, serta dari seluruh laporan akan kriminalitas di Jepang, hanya 30% saja yang pelakunya berhasil ditangkap. Bahkan menurut Kementerian Hukum dan HAM Jepang, pada 2005 hanya 65 persen saja aduan tindak pemerkosaan yang berlanjut ke tahap penyidikan. Kasus Halle adalah bagian dari fenomena gunung es dari kasus pelecehan seksual di Jepang, negara juga dalam hasil survei, 1 dari 200 wanitanya mengaku pernah berpartisipasi dalam film dewasa. Selain mempertanyakan benarkah Jepang benar-benar aman, hal ini membuka pula cerita buram bagaimana masyarakat Jepang dengan segala tatanannya berinteraksi dengan wanita sebagai seorang individu.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy