Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'pembunuh'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Robert Pickton, seorang hartawan peternak babi, dihukum untuk pembunuhan terhadap enam perempuan, dan 20 kasus pembunuhan lain belum disidangkan. Sebuah memoar yang ternyata ditulis oleh seorang pembunuh berantai Kanada, yang dijual online, membangkitkan kemarahan sanak keluarga. Mantan multi-jutawan peternak babi Robert Pickton dihukum pada tahun 2007 untuk pembunuhan terhadap enam perempuan. Dakwaan terkait pembunuhan terhadap 20 orang lain masih belum dilangsungkan. Naskah buku itu lolos ke luar penjara, rupanya berkat bantuan seorang narapidana lain, demikian dilaporkan CTV. Para pejabat di British Columbia menegaskan pihaknya akan mencegah Pickton, yang mengaku tidak bersalah, dari kemungkinan mendapat keuntungan dari penjualan buku itu. "Tidaklah benar, seroang yang telah menyebabkan penderitaan begitu banyak orang, bisa memetik keuntungan dari perbuatannya itu," kata Menteri Keamanan Umum, Mike Morris, dalam sebuah pernyataan. Buku itu, berjudul Pickton: Dalam Kata-katanya Sendiri, sempat muncul di situs penjualan online Amazon Kanada, namun dijabut beberapa jam kemudian. Amazon belum memberikan pernyataan tentang munculnya buku itu di situs mereka.
  2. Anti-UAV Defence System. Kehadiran drone sebagai senjata telah menjadi ancaman baru dalam dunia pertahanan. Tapi kini sudah ada berbagai senjata penangkal, yang bisa melumpuhkan drone dari jauh. Salah satu senjata itu adalah Anti-UAV Defence System (AUDS), yang dapat memancarkan gelombang radio untuk ‘mematikan’ drone di angkasa. AUDS ini dipamerkan di Las Vegas, baru-baru ini. Ia memakai gelombang radio bertenaga tinggi untuk memutuskan komunikasi antara drone dan pangkalannya, lalu mematikan drone itu di udara. “Bila saya bisa melihatnya (drone), saya bisa mematikannya,” tutur Rick Sondaq, Wakil Presiden Eksekutif Liteye Systems, kepada Guardian. Liteye yang menjual penangkal itu di Amerika Serikat dan Kanada. Penangkal ini dipamerkan di Commercial Unmanned Aerial Vehicle Expo di Las Vegas pekan ini. AUDS sendiri dibuat oleh tiga pabrik asal Inggris: Enterprise, Chess Systems, dan Blighter. Sondaq berharap bisa menjual perangkat itu kepada pihak bandar udara dan obyek-obyek vital lain yang kalau diserang, bisa membahayakan keamanan nasional. Alat ini juga bisa dipakai di daerah pedalaman untuk menangkal drone yang dipakai untuk kegiatan teroris, mata-mata, atau aktivitas lain yang tak diinginkan. Bagaimana cara kerja AUDS? Pada tahap pertama radar Blighter di perangkat itu fokus pada satu atau beberapa drone yang tampak pada jarak sampai 8 kilometer. Sistem AUDS kemudian melacak drone itu memakai sinar infra merah dan kamera, termasuk dengan bantuan software khusus. Lalu, jalur komando antara pangkalan dan drone diserang memakai pengacak frekuensi radio. Prosesnya memakan waktu 10-15 detik. Pesaing AUDS Tak cuma ketiga perusahaan Inggris pembuat AUDS yang punya ide seperti itu. Perusahaan pembuat pesawat Boeing juga punya jagoannya sendiri. Mereka menamakannya Compact Laser Weapon System (LWS). Perangkat ini bisa dipisahkan jadi empat bagian kecil supaya bisa dibawa dengan mudah oleh satu atau dua tentara. Lalu, dalam 15 menit LWS bisa dirakit kembali. LWS mampu menjatuhkan drone pada jarak 35 kilometer dengan laser yang mengandung energi sampai 10 kilowatt. Penangkal ini diklaim senyap, tak kelihatan, dan presisi.
  3. Agus Tae Hamda May tersangka kasus pembunuhan Angeline Margriet Megawe (Angeline), dihajar tiga penghuni Lembaga Pemasyrakatan Kelas II A Kota Denpasar (LP Kerobokan). Agus dikeroyok karena tiga pelaku kesal dengan laki-laki asal Sumba yang tega membunuh anak kelas II SD itu. Haposan Sihombing salah satu kuasa hukum Agus mengatakan, pengeroyokan terjadi saat Agus pertama kali masuk LP Kerobokan pada 7 September 2015. "Persis kejadianya setelah kasunya masuk tahap dua di Kejari. Dia masuk ke LP Kerobokan katanya langsung dihajar di sana," ujarnya di Denpasar, Rabu (16/9/2015). Dia menjelaskan, saat itu sekitar 12.30 Wita Agus meninggalkan Kejari menuju lapas. Sampai di lapas, dilakukan proses administrasi dan ia masuk masa pengenalan lingkungan lapas. Ketika masa pengenalan itu, Agus langsung dikeroyok tiga orang napi. "Agus saat itu langsung dikeroyok tiga orang, dan mengatakan 'kamu yang membunuh Angeline' setelah itu dia langsung dihajar," terangnya menurut cerita Agus. Haposan menemui Agus di LP Kerobokan pada Selasa 15 September 2015. Dia menjelaskan, anggota badan Agus yang kena pukul di antaranya mata dan dada. Para napi itu menjotos dan menendang Agus. "Perkelahian mereka itu selesai karena dilerai oleh teman-temanya, dan dilaporkan kepada petugas," ujarnya. Menurutnya, saat ini kondisi Agus masih sakit, karena masih ada bekas-bekas tonjokan, bahkan matanya masih bengkak. Atas kejadian tersebut Agus sudah dipindahkan ke sel yang lain. "Kami sudah bicara kepada orang lapas untuk menjaga Agus supaya tidak ada perkelahian lagi. Kalau klien kami merasa tidak aman mungkin kita akan meminta perlindungan," tutupnya.
  4. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memberikan pembebasan bersyarat untuk terpidana pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain, Sigid Haryo Wibisono. Dia menghirup udara bebas sejak 6 September 2015 lalu. "Yang bersangkutan (Sigit) mendapatkan pembebasan bersyarat sejak 6 September 2015 kemarin," ungkap Kepala Sub Direktorat Komunikasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Akbar Hadi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (18/9/2015). Sigid sebelumnya didakwa melakukan pembunuhan bersama-sama dengan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, mantan Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Williardi Wizar, dan Jerry Hermawan Lomm. Sebelum bebas, dia mendapat remisi sebanyak 43 bulan 20 hari (tiga tahun lebih). Akbar mengungkapkan pembebasan bersyarat yang didapatkan Sigid itu sudah melewati prosedur dan ketentuan yang berlaku. Salah satunya adalah ketentuan dua per tiga masa tahanan untuk mendapatkan pembebasan bersyarat. Sigid sendiri telah menjalani masa tahanan sejak 29 april 2009 silam. "Nah, setelah dihitung ternyata masa dua per tiga masa pidananya jatuh pada tanggal 6 September 2015," jelasnya. Menurut Akbar, pria kelahiran Solo dengan nama depan Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) ini, telah mendapatkan remisi sejak tahun 2010, baik itu remisi umum maupun remisi khusus hingga tahun 2015. Dia juga mendapat remisi sebagai pemuka sejak tahun 2011 hingga 2015. "Selain itu yang bersangkutan juga mendaptakan remisi dasawarsa pada tahun 2015 ini. Sehingga jumlah total remisi yang diperoleh 43 bulan 20 hari," bebernya. Meski demikian, dia menegaskan bahwa pembebasan bersyarat tersebut bukan berarti Sigid bebas murni. Kata Akbar, mantan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah itu masih harus wajib lapor ke Badan Pemasyarakatan Jakarta Selatan. "Selama menjalani masa bimbingan dia tidak boleh ke luar negeri kecuali seijin Bapak Menteri (Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly). Dan apabila selama masa bimbingan melakukan pelanggaran, maka dapat dicabut pembebasan bersyaratnya dan dapat masuk ke Lapas lagi," tukasnya. Untuk diketahui, Remisi 43 bulan 20 hari juga diberikan kepada mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar yang juga merupakan narapidana atas kasus yang sama. Namun demikian hingga saat ini Antasari belum bisa mendapatkan pembebasan bersyarat dan masih menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang.
  5. Gimana rasanya keluar malem malem apalagi sendiri, kalau aku sebagai cewek gak berani keluar malem, wajar namanya juga cewek. Waktu keluar malem, terus ketemu sama badut pembunuh, apa yang kamu rasain? Coba deh tonton video ini (Offline) 7c549714ff5e285c447f97134fad0c3c
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy