Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'pekerja'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Penggunaan robot memang saat ini terus berkembang, apalagi seiring berkembangnya juga kecerdasan buatan. Tidak hanya membantu manusia dalam aktifitas sehari-hari, robot juga dinilai dapat menjadi teman manusia di masa depan. Tapi ternyata penggunaan yang serba robot tidak selalu berdampampak positif kepada manusia. Seperti yang dilansir dari BBC, Kamis (26/5/2016), dikatakan bahwa salah satu perusahaan yang merakit smartphone iPhone, Foxconn, kabarnya memulangkan 6.000 pekerjanya. Diberitakan dari South China Morning Post, dikatakan bahwa Foxconn telah menggunakan robot untuk menggantikan pekerjaan para pekerja yang dipulangkan tersebut. Pihak Foxconn Technology Group membenarkan bahwa perusahaannya telah menggunakan robot dalam kegiatan produksi komponen untuk perangkat smartphone. Namun mereka juga membantah bahwa akan mengurangi jumlah pekerja dalam jumlah banyak karena masih ada bagian yang tidak bisa lepas dari tangan manusia, seperti contohnya bagian riset dan pengembangan serta quality control. Dari kabar yang beredar, disebutkan bahwa Foxconn adalah salah satu dari 35 perusahaan di Taiwan yang telah menggelontorkan dana sekitar 4 milyar Yuan atau sekitar 8,3 triliun Rupiah untuk menggunakan teknologi robot dalam proses produksinya. Banyak para pengamat yang mengkhawatirkan tingginya angka pengangguran karena sekarang teknologi robot yang lebih canggih dan lebih efisien dalam melakukan suatu kegiatan. Apalagi banyak yang beranggapan bahwa penggunaan robot lebih murah dibandingkan harus membayar gaji para pekerja. Jadi gimana menurut kalian? Apakah memang robot akan menggantikan peran manusia kedepannya?
  2. Anda gemuk tapi merasa sehat? Mungkin Anda benar-benar sehat karena tidak memiliki kebiasaan buruk seperti tidak merokok, minum alkohol, dan tidak melakukan olahraga. Pernyataan ini mungkin berbanding terbalik dengan kampanye kesadaran obesitas yang banyak diterapkan negara-negara di seluruh dunia. Namun sebuah penelitian di Spanyol menemukan lebih dari separuh pekerja obesitas di sana ternyata memiliki metabolik yang sehat. Kegemukan cenderung meningkatkan risiko penyakit kronis dan stigma sosial. Namun seseorang yang gemuk belum tentu memiliki penyakit. Para peneliti, dari Rumah Sakit del Mar, Cualtis, dan Eli Lilly, Spanyol, mengumpulkan data 451.432 pekerja Spanyol. Mereka ingin mengetahui bagaimana perbedaan orang yang sehat dan tidak sehat. Saat diuji, sebagian dari mereka tidak memiliki peradangan dalam tubuh mereka, yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Mereka juga tidak menunjukkan perubahan insulin. Hampir semua proses metabolik mereka normal, sehingga hormon juga bekerja dengan baik. Para pekerja yang terdiri dari berbagai bidang ini juga menjalani pemeriksaan fisik yang meliputi berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang dan tekanan darah. Mereka juga dikelompokkan berdasarkan apakah mereka saat ini merokok, kadar alkohol yang mereka konsumsi, dan berapa banyak latihan yang mereka lakukan. Dari informasi ini, peneliti menghitung apakah mereka sehat dengan menggunakan lima kriteria sindrom metabolik seperti lingkar pinggang, kadar lemak yang dikenal sebagai trigliserida dan kolesterol yang ditemukan dalam darah mereka, serta tingkat gula darah ketika mereka sedang berpuasa. Para pekerja dianggap memiliki "metabolik sehat" ketika memenuhi dua atau kurang dari lima kriteria. Dari 87,1 persen pekerja yang kegemukan ditemukan sehat. Anehnya, 55,1 persen dari mereka yang dianggap obesitas juga ternyata sehat. Sedangkan 97,8 persen dari individu dengan berat badan normal juga sehat. "Penerapan program promosi kesehatan pada para pekerja bisa menghentikan transisi ke metabolik yang tidak sehat, mempertaruhkan tekanan darah tinggi, diabetes dan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu mungkin langkah pencegahan perlu dilakukan," kata penulis utama studi tersebut, Albert Goday. Kendati demikian, studi yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Public Health ini tetap mencatat risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke apabila obesitas tak dikendalikan.
  3. Bekerja kantoran diketahui memperbesar kans mengalami berbagai gangguan kesehatan, karena pekerja kantor biasanya duduk lama di meja tanpa aktivitas fisik. Berbagai perusahaan kini menyiasati ini lewat berbagai cara, termasuk opsi bekerja sambil berdiri dengan standing desk alias 'meja berdiri'.
  4. Kejadian yang mencoreng citra TKI di luar negeri, yang secara tidak langsung juga mencoreng negara Republik Indonesia kembali terjadi di Taiwan. Setelah sebelumnya seorang TKW terekam oleh kamera CCTV sedang menyiksa pasien wanita, kini kejadian yang lebih memalukan, yang langsung dikorelasikan oleh media setempat mencerminkan watak Indonesia yang korup menjadi perbincangan hangat karena diberitakan oleh stasiun televisi setempat. Kejadian ini terjadi di Hsinchu, saat kepolisian Hujing mengadakan patroli pada tengah malam 24 Agustus 2015. Mereka berhasil menangkap 3 TKW ilegal asal Indonesia yang berpakaian seksi, karena mereka tak ingin dipulangkan, mereka mencoba merayu dan menyuap polisi, saat itu juga polisi membentak mereka agar menghormati tugas sebagai polisi. "Nona, kamu mengambil uang untuk apa? Kamu ada apa mengeluarkan uang?" Mengetahui hendak dibawa ke kantor polisi, ketiga TKW kaburan tersebut memutar otak, mengambil uang untuk mencoba menyuap polisi. "Kamu mengambil uang untuk apa? Salah satu TKW tersebut berkilah: "Saya tidak mengambil uang". Sang Polisi dengan tegas memerintahkan agar uang tersebut diperlihatkan. "Uang ditanganmu itu perlihatkan kepada saya" Saat polisi melihat sebuah mobil yang mencurigakan, saat dihentikan terlihat 3 orang TKW ilegal, berpakaian sangat seksi, para TKW ilegal tersebut memohon agar dilepaskan. TKW ini merengek "Setahun lagi aja boleh, tidak?". Namun ia langsung dibentak oleh polisi, "Kamu jangan sentuh baju saya, tidak boleh, tetap tidak boleh!". Polisi itu bertanya lagi, "Apakah hidupmu di Indonesia tidak nyaman?". Karuan saja sang TKW mengambil peluang ini untuk berkilah, "Tidak nyaman, benar benar tidak nyaman". Sungguh memalukan, ketiga wanita manja tersebut tak pernah menyerah untuk terus menerus memohon kepada polisi untuk melepaskannya, bahkan terlihat seperti rela melakukan apa saja agar dibebaskan, petugas membentak agar mereka menghormati polisi. https://youtu.be/fjKXxIWtLGk
  5. 7 September kemarin merupakan Hari Buruh di Amerika Serikat. Untuk memperingatinya, 7 September kemarin Presiden AS Barack Obama mewajibkan perusahaan kontraktor pemerintah AS memberikan cuti sakit kepada para pekerjanya. https://youtu.be/abxdqK07tHg
  6. Lagi heboh menyoal gaji PNS DKI yang gila-gilaan gedenya. Simpelnya, nggak ngapa-ngapain saja sudah dapat 9 juta, yang penting disiplin terpenuhi. Selamat kepada PNS DKI yang benar memilih langkah menjadi PNS karena kebetulan Gubernurnya peduli, bedakan sama PNS lain (plus karyawan hotel) yang rejekinya malah disunat. Sebenarnya yang harus digaji tinggi itu bukan saja PNS DKI, tapi seluruh orang yang bekerja di Jakarta yang dalam tulisan ini saya sebut sebagai Pekerja Jakarta. Kenapa begitu? Karena saya adalah penulis buku OOM ALFA. Eh, nggak nyambung ya? Hmmm, setelah dilihat dan direnungkan dengan mantap, ternyata para pekerja Jakarta itu punya setidaknya 8 kelebihan yang bahkan tidak dimilki oleh pekerja-pekerja lain di berbagai kota metropolitan di dunia dan di Mars. Apa sajakah 8 kelebihan itu? Mari kita bahas dengan kepala dingin. *kasih es batu* 1. Pekerja Jakarta Rajin Bangun Pagi Jakarta adalah sebuah kota yang penghuninya meningkat drastis di hari kerja. Peningkatan itu berasal dari kota-kota semacam Tangerang dan Bogor, serta sebuah tempat semacam Bekasi. Jam kerja di Jakarta adalah jam 8 pagi. Nah, bagaimana caranya para penghuni kota-kota yang jauh itu bisa tiba di Jakarta tepat waktu? Tentu saja, dengan bangun pagi! Para Pekerja Jakarta yang berubah di luar kota Jakarta umumnya bangun jam 3 atau 4, selambat-lambatnya 5. Kemudian mereka akan bersiap dengan mantap, dan mulai berangkat pada pukul 4 atau 5, selambatnya 6. Jadi, ketika matahari saja belum bangun, para Pekerja Jakarta sudah rapi dengan pakaian kerja masing-masing, bersiap melakoni hari-hari yang melelahkan dan mengharukan. Well, bagaimanapun bangun pagi adalah sebuah kelebihan, kan? Masalahnya memang, telat berangkat 5 menit, macetnya bisa menyebabkan perjalanan bertambah 30 menit, atau bahkan lebih. 2. Memiliki Kaki yang Kuat Sesudah berangkat pagi-pagi, maka Pekerja Jakarta akan berjuang di perjalanan. Macam-macam cara berjuangnya, mulai dari naik sepeda motor, naik mobil, hingga naik bus kota dan Commuter Line. Kegiatan bertajuk berangkat kerja ini adalah sarana yang kemudian memungkinkan para Pekerja Jakarta memiliki kaki yang kuat dan tangguh. Bayangkan, kalau sekadar berdiri dari Bogor sampai Jalan Sudirman, itu bukanlah hal yang asing. Sudah berdiri di CL, masih harus berlari–kadang-kadang naik tangga–untuk pindah kereta menuju tujuan yang tepat, semacam terjadi di Jatinegara, Manggarai, atau Tanah Abang. Sudahpun begitu, dari stasiun juga menggunakan kaki untuk bisa sampai ke kantor. Hal yang sama terjadi juga dengan penumpang bus-bus dari Bekasi, baik Kota maupun Kabupaten. Berdiri di bus bukanlah hal langka dan jelas sangat menguatkan otot-otot kaki. Bahkan untuk pengguna mobil pribadi juga tidak kalah. Dalam rangka menghadapi macet melanda, kaki kiri yang ada di kopling cukup sering berada dalam kondisi streching, maupun sikap-sikap lainnya. Banyak employer menekankan kekuatan fisik, lalu kaki yang kuat sudah jelas jadi nilai plus, kan? 3. Punya Lengan yang Kuat Mirip dengan nomor 2. Di CL, di TransJ, nggak peduli kakek, nenek, bapak, ibu, remaja, pemuda masa kini, jomlo menahun, orang yang nggak pernah punya pacar, atau apapun semuanya akrab dengan prose menggantung tangan. Hal itu jelas merupakan latihan kekuatan lengan para Pekerja Jakarta. Dilakukan setiap hari, pula. Kurang sehat apa? 4. Lentur dan Fleksibel Cobalah naik CL dari Sudirman, tujuan Bogor, hari kerja, sore hari. Maka kamu akan melihat dengan mata kepala sendiri betapa lenturnya para Pekerja Jakarta untuk menyelipkan dirinya sendiri di dalam kerumunan orang yang terlihat sudah penuh (banget) itu. Demikian pula yang terjadi di TransJakarta, mobil yang sudah penuh itu tetap dimasuki. Bagaimana caranya biar pas, nanti dipikir, yang penting masuk dulu. Bahkan ketika petugas TransJakartanya bilang, “sudah ya, belakang lagi”. Superhero saja nggak semuanya bisa mepet-mepet kayak gitu, sementara Pekerja Jakarta sudah mahir semua. Adakah skill semacam ini ada di kota-kota lain di Indonesia, atau di dunia? 5. Berdaya Tahan Tinggi Tim Bogor, Depok, dan Tangerang juga banyak yang naik sepeda motor. Tim Bekasi juga banyak yang naik sepeda motor, untuk berangkat kerja. Hitung saja via Google, berapa kilometer yang harus ditempuh. Kawan saya pernah bilang bahwa dia sehari menempuh 70 kilometer. Setiap kali berangkat 35 km, pulang juga. Dan hal itu dilakoni minimal lima kali dalam sepekan, dua puluh kali dalam sebulan, dan ratusan kali dalam setahun. Dan mereka kuat-kuat saja. Harusnya pelaku ekspedisi naik motor menembus Siberia diambil dari tim sepeda motor ini, sudah jelas daya tahannya, kok. Oh, selain naik sepeda motor, salah satu bukti bahwa Pekerja Jakarta punya daya tahan tinggi adalah mau makan apapun dimanapun terbilang baik-baik saja, jarang diare. Nggak peduli di mal, warteg belakang mal, kafe, ketoprak depan kafe, hingga di kuburan (sila ke TPU Tanah Kusir, pisang gorengnya enak). Semua tempat menyediakan makanan, dan ya dimakan tanpa pernah adanya KLB diare di area perkantoran. Coba, kota metropolis mana yang punya kalangan pekerja dengan tingkat daya tahan tubuh setinggi Jakarta? 6. Penuh Perhitungan Kalau pulang tenggo, maka dari kantor ke stasiun bisa naik bajaj, satu bajaj berempat. Tapi kalau pulangnya telat sepuluh menit, ke stasiun sudah macet, jadi naik angkot saja ke sana, terus sambung sini, nanti sampai rumahnya lebih cepat. Hal ihwal semacam tulisan diatas adalah jamak dibahas oleh Pekerja Jakarta. Kaum menengah spesial ini telah memiliki perhitungan-perhitungan tertentu. Makanya ketika diumumkan CL gangguan, maka masing-masing sudah menyiapkan perhitungannya sendiri dan pada akhirnya sampai di rumah dengan selamat. Pekerja yang penuh perhitungan adalah hal yang dibutuhkan oleh dunia kerja. 7. Sabar Coba, kalau macetnya begini, akan terurai kapan? Sama peruraian plastik kantong belanjaan cepetan mana? Macet adalah kewajiban yang harus dinikmati oleh para Pekerja Jakarta. Jalan besar, jalan kecil, jalan busway, jalan kenangan, kadang sampai trotoarpun macet, namun ya tetap dilewati dan tetap dijalani. Sudah jelas bahwa para Pekerja Jakarta punya tingkat kesabaran mumpuni terhadap cobaan hidup di depan mata yang terjadi setiap hari itu. 8. Mudah Beradaptasi Pada Keadaan Kalau tadi fleksibel adalah soal bentuk tubuh, yang ini lebih kepada konteks alias keadaan sekitar. Pekerja Jakarta selalu punya cara dan siasat sebagai bukti adaptasi sudah dilakukan. Saat macet, ada sebagian Pekerja Jakarta yang segera naik ke trotoar dan menemukan jalanan yang tidak macet. Ketika pulang kerja dan menemukan bahwa jalanan di depan kantor sudah menjelma menjadi sungai Tigris, para Pekerja Jakarta tetap melajukan sepeda motor atau mobil untuk pulang. Atau yang terbaru, ketika Ahok melarang sepeda motor melewati jalur tertentu di Jakarta, tidak ada pekerja yang protes sampai ngeri. Nyatanya, para pelakon sehari-hari itu kemudian mendapatkan solusi sendiri, entah dengan naik bus dari Ahok, atau mencari jalan terbaik. Bagaimanapun perihal adaptasi ini memang menjadi sangat penting. Belum lagi beradaptasi dengan Asisten Rumah Tangga yang mengasuh anak para Pekerja Jakarta, yang kadang-kadang setahun bisa ganti tiga kali. Serta adaptasi dengan kebijakan-kebijakan kantor yang berubah seiring perubahan peraturan pemerintah. Kurang kece apa Pekerja Jakarta kalau gitu? Yup, entah kenapa pada akhirnya saya beneran jadi Pekerja Jakarta, sesudah mencicipi kerja di Palembang dan Cikarang. Apalagi pekerjaan sekarang ini semacam pekerjaan tidak mengenal langkah mundur. Banyak juga teman yang kemudian akhirnya mlipir, kembali ke kota masing-masing, dan merasakan bahwa hidup menjadi lebih mudah setelah pernah merasakan kerasnya Jakarta. Satu hal yang pasti, mari kita menjadi Pekerja Jakarta yang berkualitas, yang suka buang sampah pada tempatnya, yang menempatkan mantan hanya sebagai kenangan, bukan harapan. Ah!
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy