Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'pedagang'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Calendars

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Kabar mengejutkan datang dari pedagang yang sering berkeliaran di daerah Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Pusat menyatakan suatu pengumuman yang sangat menjijikan. Bagaimana tidak, ternyata Pamong Praja mendapati kecurangan para pedagang air minum yang mendagangkan dagangannya dari bahan dasar air mentah kotor. Mendengar kata kotor, mungkin kamu hanya berpikir air yang tidak di masak? Tapi lebih dari itu, air yang digunakan para pedagang disana ternyata menggunakan air tetesan dari atas rel kereta api. Coba, kamu bayangkan jika kamu meminum air kotor itu? Sungguh menjijikan bukan! Untuk menindaklanjuti hal tersebut maka Satpol PP langsung mengamankan sejumlah pedagang yang kerap menampung air tetesan dari rel kereta yang digunakan untuk membuat minuman tersebut. "Kami langsung mengangkut lapak mereka berjualan, mereka menjajakan minuman yang berbahan air tetesan air dari atas rel kereta api, itu sangat kotor sekali," kata Iyan Sophian Hadi selaku Kasatpol PP Jakarta Pusat. Satpol PP juga menyita alat penyaringan air yang hendak mereka gunakan. Iyan menambahkan jika masyarakat meminum air yang dijajakan penjual di Monas tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan dan pastinya rawan terjangkit penyakit. Di kawasan rel Kereta Api, tepatnya di sekitar Masjid Istiqlal memang banyak sekali PKL yang menjajakan dagangannya disana. Untuk menangani masalah ini, maka kini petugas ditugaskan untuk berjaga di sisi Jalan Perwira agar mereka tidak bisa melintas masuk ke kawasan Monas.
  2. Perusahaan nakal di Republik Rakyat China kembali tersandung kasus penjualan bahan makanan basi. Hanya seminggu setelah berita daging daging kedaluwarsa 35 tahun mencuat, kini ditemukan kembali tumpukan pepaya seberat 32,68 ton yang siap dijual setelah diberi pengawet. Produk pepaya kering yang disimpan sejak 2010 ini disita dari sebuah perusahaan rumahan di Jiangbei, di kota Ningbo, Provinsi Zhejian. Menurut laporan koran sore Qianjiang, yang dikutip dari laman CCTV News, Rabu (8/7), pepaya kering itu sudah basi sejak lebih dari dua tahun lalu. Pemerintah lokal menetapkan denda sebesar 1,4 juta yuan atau USD 225 ribu (Rp 3 miliar) kepada perusahaan yang curang ini, namun tidak sampai menutup paksa perusahaan tersebut. Tercatat produk pepaya basi ini telah terjual sebanyak 35 ton ke sebuah perusahaan makanan di Kota Suzhou, yang berdekatan dengan Zhejiang, Provinsi Jiangsu. "Produk pepaya tersebut digunakan untuk memproduksi jus dan selai," ucap Wang Wei, seorang petugas kepolisian yang bertanggung jawab dalam operasi pengamanan pasar. Diketahui, Kepolisian China juga menangkap 21 kelompok penyelundup makanan kedaluwarsa di akhir Juni lalu dalam seiring kampanye nasional terkait anti makanan selundupan. Biaya rendah penyimpanan makanan kedaluwarsa ditengarai sebagai alasan kuat mengapa makanan tersebut marak dipasaran. Pengguna Internet di China melalui sosial media Weibo, mendesak pemerintah bersikap lebih tegas pada pedagang nakal. "Hukumannya terlalu ringan!" tulis akun @Chongmingzhen. "Jadi masih adakah makanan yang aman dikonsumsi?" tanya @YigeaitinggedexiaoAmy "Yang kami butuhkan tidak hanya pemerintah yang antikorupsi, melainkan juga makanan sehat, para penjahat makanan masih mereajalela karena hukuman yang diberikan terbilang ringan," kritik @Xiaoaizhuanyongxiaomajia
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy