Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'paus fransiskus'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Paus Fransiskus menerima Penghargaan Charlemagne, Jumat (6/5) di Vatikan untuk pesan-pesannya yang menimbulkan harapan dan semangat. Dalam pidato sambutannya, Sri Paus mendesak Eropa "agar membangun jembatan dan meruntuhkan tembok-tembok," di mana menjadi seorang migran bukan tindak pidana, tapi "panggilan untuk komitmen yang lebih besar demi martabat setiap manusia." Menggemakan pidato pemimpin hak-hak sipil AS Martin Luther King Jr. yang terkenal, "I Have A Dream," Paus menyampaikan visinya mengenai Eropa yang peduli pada anak-anak, pemuda, orang tua, orang miskin dan lemah, serta "pendatang baru yang ingin diterima" setelah mereka kehilangan segalanya dan sangat membutuhkan tempat berlindung. "Saya memimpikan Eropa yang memajukan dan melindungi hak-hak setiap orang, tanpa mengabaikan tugasnya terhadap semua. Saya mengimpikan Eropa yang tidak akan mengatakan bahwa komitmennya untuk hak asasi manusia adalah utopia terakhir," kata Paus Fransiskus. Meminjam ungkapan Elie Wiesel, penulis dan penyintas Holocaust, Paus mengatakan bahwa Eropa saat ini membutuhkan "transfusi memori" untuk mengingat suara "para leluhurnya" agar tidak mengulangi "kesalahan masa lalu." "Apa yang telah terjadi padamu, humanisme Eropa, penyokong hak asasi manusia, demokrasi dan kebebasan?" tanya Paus secara retoris. "Apa yang terjadi padamu, Eropa, tanah air penyair, filsuf, seniman, musisi, penulis lelaki dan perempuan?" Raja Felipe dari Spanyol, Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Italia Matteo Renzi, dan sejumlah pemimpin Uni Eropa Donald Tusk, Jean-Claude Juncker dan Martin Schultz menghadiri upacara yang diadakan di Sala Regia Istana Vatikan. Martin Schultz adalah pemenang Penghargaan Charlemagne 2015. Pemenang sebelumnya termasuk Winston Churchill, Konrad Adenauer, Henry Kissinger, Vaclav Havel dan Bill Clinton. Penghargaan Charlemagne diberikan setiap tahun oleh kota Aachen di Jerman kepada mereka yang telah memberikan kontribusi paling besar bagi kesatuan Eropa pasca-perang.
  2. Paus Fransiskus Selasa (23 September 2015) menemui Presiden Barrack Obama di Gedung Putih dalam lawatannya di AS. Beberapa poin ditekankan dalam pertemuan tersebut khususnya hal-hal yang berkaitan dengan kemanusiaan.
  3. Dalam setiap akhir misa, umat katolik menerima hosti atau roti kering yang dicelupkan ke dalam anggur merah, yang merupakan simbol potongan tubuh dan darah Yesus Kristus. Namun untuk menyediakan hosti bagi 1, 5 juta, bukan hal yang mudah. Saksikan liputan berita VOA berikut ini
  4. Paus Fransiskus meminta warga setempat dan pendatang untuk membahas situasi yang ada. Paus Fransiskus memperingatkan akan adanya keadaan darurat sosial di kota-kota Eropa jika warga setempat dan kaum pendatang tidak bekerja sama untuk meredakan ketegangan. Hal itu disampaikan Paus dalam khotbah mingguannya di Alun-alun Santo Peter, Vatikan, Minggu 16 November, yang merujuk pada serangan sekelompok orang atas pusat penampungan pengungsi di Torre Sapienza, di dekat Roma pekan lalu. Paus juga mendesak agar warga setempat dan para pendatang bertemu untuk membahas situasi. "Para warga dan pendatang datang bersama-sama dengan dengan perwakilan dari masing-masing lembaga dan bertemu di ruang paroki, untuk membicarakan tentang situasi," tutur Paus. "Adalah mungkin untuk berbicara, mendengarkan, merencanakan bersama dan cara itu akan mengatasi kecurigaan maupun prasangka serta bekerja sama menuju keberadaan bersama yang damai dan melibatkan semua orang." Pekan lalu sebuah gedung yang menampung sekitar 50 pendatang dilempari batu dan dibakar selama tiga malam berturut-turut. Polisi mengawal para pendatang kembali ke tempat penampungan di Torre Sapienza. Bentrokan sempat juga terjadi antara polisi dan para penyerangnya sebelum kerusuhan berhasil dihentikan. Seruan Paus ini juga muncul bersamaan dengan persiapan pihak berwenang di Italia Selatan untuk memproses lebih dari 2.200 para pendatang yang diselamatkan dari beberapa perahu yang memasuki perairan mereka mulai dari Jumat malam hingga Minggu siang. Italia melancarkan upaya penyelamatan para 'manusia perahu' lewat yang disebut Operasi Mare Nostrum mulai tanggal 1 November, yang diperkirakan telah menyelamatkan 150.000 pendatang yang terdampar di laut lepas. Operasi itu dipuji oleh kelompok-kelompok kemanusiaan namun beberapa pemerintah Uni Eropa mengkritiknya karena dikhawatirkan akan mendorong arus pendatang dari kawasan Afrika ke Eropa.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy