Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'papua'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Dokter itu melayani dan bekerja untuk kepentingan masyrakat. Keyakinan hati dokter muda, Benediktus Andries ini, buat dirinya ingin bebaskan Papua dari malaria. Meski bertempat tinggal di Ibu Kota Jakarta dan berasal dari Kota Bogor, seorang dokter tapan bernama Benediktus Andries lebih memilih bekerja di Papua. Alasannya sangat mulia, ingin membebaskan Papua dari malaria. Dokter muda yang akrab disapa Andries itu kini bekerja sebagai peneliti di Pusat Penelitian Malaria Timika, di Kabupaten Mimika Papua. Sebelumnya, ia bekerja sebagai dokter umum di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika. Pria yang sempat mengikuti program internship di Pulau Sumbawa, NTB ini tertarik untuk mengabdikan dirinya di Tanah Papua karena tingginya angka malaria dan kurangnya pelayanan medis. Ia mengaku ingin membebaskan Papua dari Malaria. “Saya ingin melalui penelitian ini, goalnya “Timika bebas dari Malaria. Papua bebas dari Malaria, dan harapannya adalah se-Indonesia bebas malaria. Tapi segala sesuatu harus dimulai dari hal paling terkecil dulu kan?” Meski medan di Timika tak mudah, dengan fasilitas yang tak secanggih di perkotaan, baginya ini merupakan tantangan tersendiri. Ia juga sangat yakin bahwa merupakan tugas dokter untuk melayani dan bekerja untuk kepentingan masyarakat. “Buat saya, saya menjunjung tinggi profesi. Dokter itu melayani dan bekerja untuk kepentingan masyarakat. Nggak semua orang bisa menjadi dokter. Saat sudah menjadi dokter, harapannya kita bisa mengaplikasikan apa yang kita miliki untuk masyarakat,” Sudah siapkah kamu mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat? Yuk, ikuti jejak Andries ndral!
  2. Kontrak Karya PT Freeport Indonesia akan segera berakhir pada 2021 mendatang. Namun, pada saat ini masalah Freeport muncul bertubi-tubi khususnya mengenai kepemilikan saham di Indonesia. Dewan Pengarah Extractive Industries Transparancy Initiative (EITI) Emil Salim mengatakan, keputusan mempertahankan atau melepaskan Freeport di Indoneaia dapat dilihat dari keuntungan perjanjian yang disepakati. Pasalnya, selama ini peran Freeport belum terlalu besar khususnya bagi masayarakt Papua. "Kalau menguntungkan buat kita, kita lebih banyak peroleh manfaat, rakyat dipekerjakan, jangan berpikir seperti itu. Freeport kan mengambil bahan baku di Papua, mestinya processing smelter di Papua juga, bukan di Gresik. Menjadi agen development growth, jadi pusat penggerak pembangunan daerah," kata dia di Jakarta, Selasa (24/11/2015). Oleh sebab itu, Mantan Menteri Perhubungan ini menyatakan, Freeport perlu dijadikan penggerak pembangunan daerah. Sehingga, sumber daya alam yang hilang dapat digantikan dengan sumber daya otak. "Bergantung syarat-syarat yang menguntungkan kita atau tidak. Jangan anggap harus tetap (di sini), tapi yang penting kekayaan alam kita harus menguntungkan rakyat kita, terutama Papua," jelasnya. Selama ini, Emil merasa Freeport belum memberikan keuntungan yang banyak bagi Indonesia khususnya Papua. Terlebih tidak ada transparansi jumlah masyarakat setempat yang sudah dipekerjakan oleh perusahaan asal Amerika tersebut. "Selama 40 tahun kenapa tak ada smelter? Berapa banyak yang dilatih jadi insinyur pemuda-pemuda Papua itu. Apa itu menguntungkan?" tandas dia. "Jangan pikir Freeport keluar dulu, yang penting pikir bagaimana dia lebih menguntungkan Indonesia. Kalau lebih menguntungkan, itu titik tolak kita bukan mengusir, tapi menarik sebanyak mungkin manfaat," tambah dia.
  3. Ketua DPR Setya Novanto meminta semua pihak tidak mengaitkan peristiwa pembakaran masjid di Papua ke masalah agama, politik, suku dan arah-arah sosial. "Kita mengimbau seluruh pihak-pihak, keluarga yang ada di Papua jadikan masalah ini harus penuh kehati-hatian dalam menyikapi," kata Novanto. Hal itu, lanjut dia, bertujuan agar tercipta kenyamanan dan persatuan demi kebangkitan bangsa dan negara. Wakil ketua umum Partai Golkar versi Munas Bali ini meminta pihak kepolisian segera menindaklanjuti, agar tidak terjadi kesalahpahaman persepsi. "Kebakaran ini saya minta pihak kepolisian menindak lanjuti. Karena ini terjadi di hari raya, tentu kita harapkan kebakaran ini Kapolda mencari jalan untuk mengungkap penyebab dari kebakaran. Mudah-mudahan ini murni kebakaran bukan karena disengaja," kata beliau. Sebelumnya diberitakan, warga muslim di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua mendapatkan intimidasi ketika melaksanakan salat Idul Fitri, Jumat (17/7/2015) dengan cara dilempari bahkan sampai ada pembakaran.
  4. Kasus masjid di Tolikara Papua yang dibakar massa kini sudah terkendali. Beberapa warga dilaporkan terkena tembakan oleh massa pelaku penyerangan saat umat Islam setempat menjalankan salat Idulfitri di Tolikara, Papua, Jayapura, Jumat (17/7/2015) pagi tadi. Polda Papua menyebutkan terdapat tiga warga mengalami luka parah dan delapan warga mengalami luka ringan. “Sampai saat ini, kami masih mendalami,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Patrige, di Jayapura, Jumat (17/7/2015). Saat ini, menurut Patrige, situasi di Kabupaten Tolikara aman terkendali. Polisi setempat bersama Pemda Tolikara sedang melakukan koordinasi dengan pihak gereja untuk mencari jalan keluar dari kasus Tolikara. Sementara itu, pascaaksi pembakaran 70 rumah warga dan kios milik warga Tolikara, Jumat, siang Wakapolda Papua Brigjen Pol. Rudolf Alberth Rojja langsung menuju lokasi kejadian. Kedatangan mereka guna memimpin upaya rekonsiliasi agar kasus tersebut tidak berkembang. Sebanyak 70 rumah dan kios di Tolikara, Papua, dibakar massa. Kejadian bermula saat umat Islam di Tolikara Papua menjalankan salat Idulfitri. Massa datang dan melempari mereka pada takbir ketujuh rakaat pertama. Setelah itu, dimulailah tragedi masjid dibakar massa, tak jauh dari lokasi salat Idulfitri. Tak hanya itu, akibat peristiwa tersebut, 10 orang mengalami luka bakar dan lainnya diungsikan. Selain masjid Tolikara Papua yang dibakar, rumah-rumah dan kios-kios pasar juga mengalami nasib serupa. Barang-barang yang ada di dalamnya dijarah massa. Lebih dari 30 rumah warga dan kios di Karubaga, Tolikara, Papua, dibakar sekitar pukul 07.00 WIT. Informasi yang beredar dari berbagai sumber, salat Idulfitri digelar di lapangan Koramil 1702/Wms. Akibat serangan itu Warga yang mengikuti salat Idulfitri pun langsung berhamburan menyelamatkan diri ke kantor Koramil.
  5. Masjid di Papua dibakar Wakil Presiden Jusuf Kalla menyesalkan adanya tragedi perselisihan antar umat beragama di Tolikara, Papua. Sebuah musala (masjid kecil) di Papua dibakar massa dan sejumlah kios dijarah. Jusuf Kalla mengimbau kepolisian dan pemerintah daerah setempat untuk segera menyelesaikan persoalan yang sensitif itu dengan baik dan sesuai ketentuan. “Kami menyesalkan kejadian di Tolikara [masjid di Papua dibakar]. Saya yakin kepolisian dan Pemda menyelesaikannya dengan baik. Ada masalah dengan kios atau lainnya,” ujarnya di sela acara Open House di Istana Wakil Presiden, Jumat(17/7/2015). Dia mengaku mendapat laporan bahwa perselisihan terjadi karena terdapat dua acara keagamaan yang berdekatan, yakni salat Idulfitri dan pertemuan para pemuka masyarakat gereja. Menurut JK, kesalahpahaman bermula dari kencangnya suara dari alat pengeras suara (speaker) oleh salah satu pihak yang dianggap mengganggu pihak lain. Untuk itu, JK meminta kedua pihak untuk saling berkomunikasi dan saling memahami kepentingan masing-masing. Dia juga mengimbau masyarakat untuk menahan diri agar persoalan tak semakin meluas. Sebelumnya dilaporkan, sekelompok massa dari Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Tolikara Papua melakukan pelemparan dan upaya pembakaran saat umat muslim menjalankan salat Idulfitri di salah satu masjid pada Jumat pagi (17/7/2015). Penyebabnya, terdapat dua acara yang berlangsung secara bersamaan di lokasi tersebut. Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 10 orang terkena luka bakar.
  6. Sekelompok warga di Papua menilai hari ini merupakan hari ulang tahun (HUT) Organisasi Papua Merdeka (OPM). Oleh karena itu, polisi melarang warga merayakannya, sebab bertentangan dengan undang-undang. "Tanggal 1 Juli di Papua tidak hanya diperingati sebagai hari ulang tahun Bhayangkara. Tetapi juga dianggap oleh sekelompok masyarakat sebagai hari berdirinya OPM," ujar Kapolda Papua Barat, Brigjen Paulus Waterpauw. Ia menambahkan, petugas akan menindak setiap warga yang nekat merayakat HUT OPM tersebut. Pelakunya akan dijerat hukum pidana. "Apabila ada kelompok-kelompok tertentu yang melakukan aktivitas memperingati HUT OPM, maka akan diproses secara hukum," tutur Paulus. Polda Papua sendiri saat ini sedang memroses kasus yang menganggu kedaulatan negara. Empat aktivis diperiksa karena menggelar unjuk rasa yang menentang kedaulatan negara. "Empat aktivis tersebut saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Manokwari guna proses hukum lebih lanjut di pengadilan," pungkasnya.
  7. 1. Tidak banyak yang tahu, bahwa sebenarnya kata "PAPUA" dan "IRIAN" tidak disukai oleh penduduk aslinya karena kedua kata tersebut mempunyai arti yang kurang bagus. Mereka lebih suka disebut dengan sebutan "NUU WAAR". 2. Kata "PAPUA" memiliki arti yang kurang baik dan dikembangkan oleh bangsa Portugis dan Belanda pada masa kekuasaanya di Papua untuk memecah belah rakyat Papua. 3. Di Papua terdapat 268 bahasa daerah selain Bahasa Indonesia yang digunakan dan dikembangkan oleh berbagai suku di sana. 4. Bagian utara dan timur Papua merupakan daerah rawan gempa, sedangkan di bagian selatan termasuk daerah yang stabil. 5. Terdapat lebih dari 255 (52 %) suku asli di wilayah Papua. Sedangkan 48 % nya adalah Non-Papua yang didominasi oleh suku dari Jawa dan dari Sulawesi. 6. Dahulu agama Islam lebih dahulu masuk ke Papua pada 1214 M oleh Iskandar Syah dari Samudera Pasai. Tetapi masyarakat asli Papua saat ini mayoritas memeluk agama Kristen yang mulai masuk pada 16 Maret 1930. 7. Di Papua terdapat Puncak Jaya yang merupakan puncak gunung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian diatas 5.000 meter. Puncak ini unik karena bersalju abadi padahal terletak di garis khatulistiwa. 8. Papua memiliki beberapa fauna khas diantaranya Cendrawasih, Kanguru, Kus-kus, dan Kasuari yang endemik di wilayah tersebut. 9. Di Papua terdapat OPM yang merupakan gerakan separatis yang diorganisasi oleh kelompok yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negaranya sendiri. 10. Di Papua terdapat tumbuhan obat yang disebut "SARANG SEMUT" dan "BUAH MERAH" yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, bahkan ada yang mengatakan bisa menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. 11. Salah satu senjata tradisional suku Papua adalah pisau belati yang terbuat dari tulang kaki burung kasuari dan hulunya dihiasi bulu dari kasuari pula. 12. Papua sebenarnya memiliki potensi alam yang luar biasa, contohnya adalah tambang tembaga dan emas Freeport, dan potensi wisata Raja Ampat yang katanya merupakan wisata laut terbaik kedua di Indonesia setelah Bali. 13. Di Papua terdapat tradisi MOP, yaitu lelucon yang diturunkan oleh bangsa Belanda. Tradisi ini diadopsi dari perayaan tahunan orang-orang di Eropa, April MOP. 14. Baru-baru ini kabarnya telah ditemukan sebuah gua di Pegunungan Lina, Manokwari yang disebut-sebut sebagai gua terdalam di dunia dengan kedalaman 2.000 m oleh tim ekspedisi speologi Prancis. 15. Situs purbakala tertua yang ditemukan di Papua diperkirakan telah berusia prasejarah (40.000-50.000 tahun SM).
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy