Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'palestina'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Organisasi nirlaba "Leaders" mengirimkan beberapa perusahaan rintisan Palestina untuk belajar belajar bisnis di Silicon Valley, AS. Program ini mendapat dukungan dari Konsulat AS di Palestina.
  2. Hubungan Israel dan Palestina kembali memanas/ kali ini diperuncing dengan adanya isu bahwa Israel akan mengambil alih salah satu wilayah yang dianggap suci oleh kelompok Yahudi dan Islam di Yerusalem. Menteri Luar Negeri AS John Kerry pun mengambil sikap guna menengahi konflik panjang ini.
  3. Rumah keluarga Dawabsha terbakar dalam serangan api itu, juga empat penghuninya Seorang perempuan Palestina meninggal akibat cedera bakar yang dideritanya. Dia menyusul anak dan suaminya yang terlebih dulu tutup usia akibat serangan pembakaran di Tepi Barat. Riham Dawabsha menderita luka bakar parah hingga 90% tubuhnya, akibat serangan pembakaran bulan Juli lalu, yang diduga dilakukan sejumlah pemukim Yahyudi. Ali, anak bayinya yang berusia 18 bulan, tewas dalam serangan itu. Sementara suaminya, Saad tewas di rumah sakit beberapa pekan kemudian akibat luka yang dideritanya. Kematian itu membangkitkan kemarahan dunia. Namun sejauh ini belum ada yang ditangkap. Rumah keluarga Dawabsha adalah satu dari dua rumah di Desa Duma yang dibakar hangus dan dicorat-coret dengan berbagai slogan dalam bahasa Ibrani. Salah satu tulisan berbunyi "pembalasan." Seorang lagi anak di keluarga itu, masih dirawat di rumah sakit. Jenazah Riham akan dibawa dari rumah sakit Israel tempat ia dirawat, dan akan diserahkan pada pejabat Palestina di Tepi Barat. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan itu sebagai tindakan terorisme. Sesudah serangan itu, pemerintah Israel mengumumkan langkah baru untuk memerangi aksi main hakim sendiri yang dilakukan sejumnlah kelompok Yahudi radikal yang menyerang orang-orang Palestina dan properti mereka.
  4. Gaza-Infopalestina: Seiring dekatnya peringatan Hari Tawanan Palestina, tawanan Lina Jarbuni, memasuki tahun penderitaan baru di penjara Israel, sakit yang diderita, borgol dan kondisi yang keras di penjara. Lina Ahmad Shalih Jarbuni (40) dari desa Arabah, Palestina jajahan 48, ditangkap penjajah Israel pada 18/4/2002, dan divonis 17 tahun penjara, dengan tuduhan memberikan bantuan kepada faksi-faksi perlawanan dalam melakukan operasi serangan ke sasaran Israel di wilayah Palestina 48. Saat ini Lina Jarbuni memasuki tahun ke 13 secara berturut-turut di penjara Israel. Menurut Jubir Media Pusat Peneliti Tawanan, Riyadh Ashqar, penderitaan yang dialami Lina Jarbuni melebihi penderitaan rekan-rekannya sesama tawanan wanita Palestina yang berjumlah 20 orang. Lina merupakan satu-satunya tawanan yang tidak masuk daftar tawanan yang dibebaskan dalam pertukaran tawanan, hingga memicu tekanan besar secara psikologis. Asyqar menyebutkan, penderitaan tawanan Lina Jarbuni tidak berhenti disitu, bahkan kondisi kesehatannya terus memburuk, dan pihak penjara Israel mengabaikan kondisinya, dan tidak memberikan pengobatan, sehingga menyebabkan penyakit kepala parah, di samping pembengkakan pada kaki, infeksi pada kandung empedu, dan penyakit maag akut. Beberapa bulan lalu dilakukan operasi empedu di RS Kablan Israel, setelah ditunda-tunda selama beberapa tahun. Saat ini Lina dikembalikan ke penjara Hesharon. 12 tahun berlalu dilewati Lina Jarbuni di balik sel penjara, sementara lembaga HAM kurang memberikan perhatian kepadanya, karena Lina adalah tawanan asal Palestina, sementara jika kehormatan wanita di Eropa atau Amerika dilanggar, HAM segera bangkit. Namun teriakan tawanan Palestina tak mendapat respon yang layak. Sumber: infopalestina.com
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy