Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'oxford'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Berbagai karya seni Indonesia, mulai dari kerajinan tangan, batik, kuliner, disain busana, musik gamelan, saluang, serta beragam tarian menarik perhatian pecinta seni di Inggris. Berbagai seni tersebut dipamerkan dalam acara 'Indonesia Art Seminar' yang diadakan di MBI Al Jaber Auditorium in Corpus Christi College, Oxford. Seminar seni digelar dalam rangkaian Indonesia Regal Heritage dengan menampilkan berbagai kesenian dan budaya Indonesia. Adapun tujuan dari acara ini, yaitu sebagai upaya memperkenalkan kesenian Indonesia di Kerajaan Inggris. "Saya merasa terharu dan bangga bisa memperkenalkan budaya Indonesia di Oxford," ujar salah satu perancang busana kenamaan Tanah Air, Ghea Pangabean. Salah satu undangan, Alistair Speirs mengatakan, acara tersebut sangat bagus dan juga luar biasa. Sayangnya, tidak banyak orang yang menyaksikan pertunjukan kesenian. Sebelumnya, seniman wayang Benny Adrianto memaparkan, berbagai bentuk kerajinan Indonesia yang mentransformasi benda seni dalam bentuk kontemporer . Menurut dia, karya seni berupa batik, wayang, kerajinan metal, dan lainnya dibuat dalam bentuk kekinian atau kontemporer yang bisa diterima di mana pun dan mudah dipahami. "Kadang benda seni sulit dimengerti untuk itu. Benny mencoba mengaplikasikan dalam bentuk yang bisa dipakai, seperti benda interior, berupa kap lampu," ucapnya. Sementara penulis buku masakan, Petty Elliott menyampaikan keindahan dan keragaman kuliner Indonesia. Dalam seminar seni itu juga ditampilkan kesenian Saluang dari Sumatera Barat yang disebut dengan The Exotic Sound of Saluang. Pertunjukan ini ditampilkan oleh seniman Otti Jamalus. Tak mau ketinggalan, Rumah Pesona Kain dari Ike Barie memperkenalkan cara membuat kain ikat Geringsing. Acara ditutup dengan paparan dari Atilah Soeryadjaya yang mencerita kisah di belakang tarian 'Behind The Story of Royal Court Dance of Mangkunegaran' dengan menampilkan tarian yang mendapat sambutan dari para penonton.
  2. University of Oxford untuk pertama kalinya menjadi pergururuan tinggi terbaik menurut Times Higher Education. Universitas Oxford menempati posisi teratas daftar perguruan tinggi terbaik di dunia, menggeser California Institute of Technology, yang sebelumnya meraih predikat terbaik lima tahun berturut-turut. Daftar ini disusun lembaga Times Higher Education (THE), yang mengatakan untuk pertama kalinya universitas di Inggris dinobatkan sebagai yang terbaik. Editor THE, Phil Baty, mengatakan naiknya Universitas Oxford adalah kabar menggembirakan bagi dunia pendidikan di Inggris, namun ia juga memperingatkan bahwa ke depan situasinya bisa berubah karena faktor Brexit, keluarnya Inggris dari organisasi Uni Eropa. Brexit menjadi ancaman bagi pendidikan Inggris, kata Baty. "Hasil referendum sudah memicu ketidakpastian di sektor ini," jelasnya. "Beberapa akademisi mengatakan bahwa kerja sama riset dengan para ilmuwan Uni Eropa telah dibekukan sebagai akibat dari Brexit." Ia menambahkan sejumlah akademisi sudah berencana untuk meninggalkan perguruan tinggi di Inggris untuk pindah ke negara lain. UI dan ITB Di luar Inggris, beberapa universitas Eropa dan Asia mendapatkan nilai yang bagus. University of Oxford adalah satu dari sejumlah perguruan tinggi Inggris yang masuk 100 besar perguruan tinggi terbaik di dunia. ETH Zurich, Swiss, berada di urutan ke-9 dalam dua tahun terakhir sementara Jerman menempatkan 41 perguruan tinggi di 100 besar universitas terbaik di dunia ini. Dan untuk pertama kalinya, 13 universitas berbasis riset di Belanda berada di 200 besar. Dari Asia, 19 perguruan tinggi masuk 200 besar, empat di antaranya adalah pendatang baru. Dari 19 perguruan tinggi tersebut, lima berada di Hong Kong. Peringkat tertinggi dari Asia diraih National University of Singapore, yang berada di urutan 24. Di daftar panjang THE, terdapat dua perguruan tinggi dari Indonesia -Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung- yang berada di luar 800 besar dunia.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy