Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'ovo'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
    • Computer
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Riset The Asian Parent Group menunjukkan, 35% ibu di Indonesia menggunakan OVO. Mayoritas dari mereka merupakan milenial dan bekerja. Laporan bertajuk Digital Mum Survey 2021 itu berdasarkan survei terhadap 670 responden di beberapa kota besar di Indonesia. Head of Corporate Communications OVO Harumi Supit menilai, ini merupakan hasil dari penerapan ekosistem terbuka. “Ini sebagai upaya dalam memastikan konsumen dapat menggunakan OVO di berbagai tempat baik di mal, warung, e-commerce, dan beragam mitra penjual (merchant),” kata Harumi dalam keterangan pers, Senin malam (9/8). Ia menyampaikan, berdasarkan survei internal beberapa waktu lalu, OVO mencatat bahwa 7 dari 10 ibu kesulitan mengelola keuangan keluarga. Selain itu, hanya satu dari 10 ibu yang benar-benar mencatat keuangan selama pandemi Covid-19. Riset itu juga menunjukkan, hanya tiga dari 10 ibu yang mengalokasikan dana untuk asuransi. Bahkan, hanya 8% yang menganggap investasi sebagai prioritas dalam pengelolaan keuangan keluarga. Untuk menyasar lebih banyak ibu-ibu, startup teknologi finansial (fintech) itu berfokus pada inovasi dan memperluas akses layanan keuangan. Salah satu caranya, menyediakan layanan asuransi dan investasi. “Kami terus melakukan berbagai cara untuk beradaptasi dengan segala situasi, seperti perkembangan teknologi dan layanan finansial yang lebih luas demi memenuhi kebutuhan pengguna yang terus berkembang,” kata dia. OVO memiliki lebih dari satu juta merchant. Selain itu, tersedia di lebih dari 426 kota dan kabupaten. Fintech bernuansa ungu itu didukung oleh Grab dan Tokopedia. Namun Tokopedia bergabung dengan Gojek, yang juga memiliki GoPay. Namun perusahaan venture building asal Singapura Momentum Works menilai, merger Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo menjadi berkah tersembunyi bagi OVO. Sebab, fintech ini bisa berfokus mengembangkan ekosistem sendiri. “Secara strategis, GoTo seharusnya diuntungkan jika mempertahankan saham di GoPay dan OVO,” kata tim Momentum Works dikutip dari situs web, pada Juni lalu (29/6). DealStreetAsia sebelumnya melaporkan bahwa Tokopedia mempunyai 36,1% saham di induk OVO, Bumi Cakrawala Perkasa. Lalu, co-founder Tokopedia Leontinus Alpha Edison dan William Tanuwijaya memiliki 5% melalui PT Wahana Innovasi Lestari yang diakuisisi dari Grab pada Februari 2020. Sedangkan Grab Inc menguasai 39,2% saham di induk OVO. Momentum Works menilai, OVO akan mengubah langkah prioritas yang dianggap kurang bersaing, lalu mengonsolidasikan promosi. “Itu akan membantu OVO, dengan catatan. Tapi ini bukan poin utama,” kata tim Momentum Works. Kuncinya yakni OVO secara strategis akan bisa lebih fokus dalam mengembangkan ekosistem sendiri, terlepas dari apakah Grab mengambil alih saham di GoTo atau tidak. Momentum Works menilai, ekosistem OVO relatif komprehensif. “Dibandingkan dengan dompet yang disematkan, OVO sebagai aplikasi independen, memiliki lebih banyak kemiripan dengan Alipay,” kata tim. Hal itu memberi OVO kapasitas untuk menjadi aplikasi super (superapp) di sektor keuangan dengan sendirinya.
  2. Perusahaan pembayaran digital, Ovo dan penyedia dompet digital, Dana dikabarkan akan bergabung. Mengutip Bloomberg, keduanya setuju bergabung untuk menciptakan penantang yang lebih kuat untuk GoPay dari Gojek. Bloomberg menyatakan bahwa kabar tersebut berdasarkan penyataan orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Mereka meminta untuk tidak disebutkan namanya, karena masalah ini bersifat personal. Penandatanganan perjanjian di antara kedua pihak ditunda, karena pandemi virus Corona (Covid-19) dan bisa terjadi segera setelah menyelesaikan beberapa detail, kata orang-orang. Terkait hal tersebut, Chief Executive Officer DANA, Vincent Iswara menyatakan tidak berkomentar. “Soal Dana merge dengan Ovo, kita tidak comment dari market rumors,” ujar Vincent dalam konferensi pers tentang Komitmen DANA untuk Mendampingi Masyarakat Indonesia Beradaptasi Jalani Era New Normal secara online pada Jumat (19/6). Vicent menegaskan bahwa saat ini, pihaknya sedang berkonsentrasi membuat produk-produk dan layanan yang membantu masyarakat Indonesia. “Tim dana sangat komitmen untuk bisa melakukan itu semua. Selama masa pandemi ini kita melakukan PSBB, kita semua work from home, kita punya productivity masih tetap naik sampai 20 persen,” tuturnya. Sebagai informasi, Ovo selama ini disuntik modal oleh SoftBank Group Corp. Sementara Dana didukung oleh afiliasi dari Alibaba Group Holding Ltd., sementara investor Gojek meliputi Facebook Inc. dan PayPal Holdings Inc. Jika terjadi penggabungan antara Ovo dan Dana, hal itu akan mempererat ikatan antara SoftBank dan Alibaba.
×
×
  • Create New...