Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'otodidak'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Untuk usia gadis 12 tahun, Salisa Yasuwat punya bakat tak biasa. Ia dapat dengan mudah membongkar pasang berbagai senjata dalam waktu 10 menit. Yasuwat bahkan mampu memperbaiki senjata-senjata yang rusak. Tak ada yang mengajarinya secara spesifik, ia hanya sering melihat ayahnya memperbaiki senjata. Tak seperti anak lain, Yasuwat mengisi waktu luang dengan membantu ayahnya yang membuka usaha servis senjata keliling. Dengan mobil van, ayah Yasuwat, Prajak (51) menawarkan jasa perbaikan senjata di sekitaran Jalan Chiang Mai, Thailand. "Ayah secara tidak langsung mengajariku mengendalikan senjata. Aku suka membantunya," ujar Yasuwat. Di antara senjata api yang pernah diperbaiki Yasuwat ialah, laras panjang M16, Smith and Wessons 686, dan Magnum 357. Aksi cepatnya membongkar pasang senjata diunggah ke media sosial. "Senjata apai favoritku adalah tipe Magnum. Aku sering membersihkannya, membongkar dan memasangnya kembali dalam 10 menit. Terkadang bisa lebih cepat, namun aku berhati-hati," ujarnya. Sala seorang Anggota Polisi Chiang Mai, Damrong Saneduangee yang kerap menggunakan jasa Yasuwat mengatakan, "Aku tidak pernah melihat remaja sepertinya. Aku tidak semahir dirinya. Soal senjata, ia punya pengetahuan yang luas daripada saya." Yasuwat ikuat membantu ayahnya, sejak umur 9 tahun. Prajak mengatakan, ia sering kualahan melayani pesanan perbaikan senjata. "Anak perempuanku gemar membantu dalam perniagaan ini. Kami kedatangan banyak pelanggan dari kalangan polisi dan tentara," ujarnya. "Pun begitu, tidak semua anakku mampu memahami senjata dengan baik seperti Yasuwat. Dia sangat mahir dan tampak ahli melakukannya."
  2. Walaupun peralatan kamera sekarang ini telah berkembang begitu pesat, namun sayang belum banyak hasil karya foto berkualitas tinggi, yang bisa disejajarkan dengan karya fotografer dari luar negeri. Meskipun ada karya besar yang dihasilkan fotografer dari dalam negeri sendiri, namun kebanyakan karya tersebut dihasilkan oleh fotografer muka-muka lama yang sudah sangat terkenal dan jumlahnya tetap saja masih dalam hitungan jari. Sebut saja misalnya Darwis Triadi, Firman Ichsan, Oscar Matuloh, Don Hasman, dan sebagainya. Untuk menggali dan memanfaatkan berbagai subjek pemotretan menjadi karya besar yang dapat disejajarkan dengan karya fotografer kelas dunia, maka bagi pemotret yang ingin serius menekuni bidang fotografi (bukan sekedar bisa memotret dan menghasilkan foto apa adanya), enggak ada cara lain yang harus dilakukan, yaitu berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidang fotografi. Pengetahuan dan keterampilan itu khusunya dalam teknik potret memotret. Selain itu kejelian dalam melihat sudut pemotretan, sehingga hasil pemotretannya akan berbeda dibanding foto sejenis yang dipotret fotografer lain. Tanpa upaya peningkatan keterampilan tersebut, sulit bagi di fotografer akan berkembang dan meningkat hasil karyanya, walaupun ia memilik peralatan kamera canggih. Sambil terus melakukan pemotretan, kegiatan membaca dan mempelajari bidang fotografi sebaiknya terus dipupuk. Hal tersebut sangat penting untuk mengetahui perkembangan bidang fotografi yang berkembang sangat pesat. Begitu juga dengan tehnik-tehnik pemotretan yang mungkin saja belum diketahui dan dikuasai Dari uraian di atas dapat dijelaskan, bahwa belajar fotografi secara otodidak pun bisa menambah keterampilan penguasaan tehnik potret memotret. Masalahnya terpulang pada diri masing-masing fotografer, apakah ia mau terus belarj, atau sudah merasa puas dengan kemampuan yang ada.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy