Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'orgasme'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. True Companion, pengembang robot berwujud manusia memperkenalkan Roxxxy, robot yang diklaim dapat memberi kepuasan bagi pemiliknya. Robot tersebut muncul dalam rupa seorang perempuan. Roxxxy dibanderol dengan harga USD6.995 atau mendekati USD75 ribu (sekira Rp1 miliar) untuk versi custom. Kabarnya, robot ini dapat berbicara, mendengarkan pemiliknya dan merasakan sentuhan. "Dia bahkan dapat orgasme," kata True Companion dalam website-nya. Pendiri sekaligus inventor di True Companion, Douglas Hines mengungkapkan, robot buatan mereka bisa membantu dalam perannya untuk bermain di masyarakat. "Roxxxy memberikan kenikmatan fisik dan seksual, tetapi juga menyediakan interaksi sosial dan keterlibatan. Ini menyesuaikan teknologi untuk memberikan pasangan yang sempurna," jelasnya. Menurutnya, robot seks merupakan tambahan yang berguna untuk masyarakat dan memiliki kegunaan dalam hal terapi, seperti terapi seks. Ia percaya, robot ini dapat mengurangi perdagangan seks atau kekerasan dalam rumah tangga. "Selama kita tidak menyakiti siapapun, tidak ada masalah dengan itu," ujarnya.
  2. Tak ada jaminan setiap kali Anda bercinta pasti bisa mencapai orgasme. Tak bisa mencapai orgasme bukan hanya mengecewakan diri Anda sendiri, tapi juga mengecewakan pasangan. Akhirnya, banyak orang yang memutuskan untuk berpura-pura orgasme. Dalam survei yang dilakukan Cosmopolitan baru-baru ini, 67 persen perempuan mengatakan mereka sudah memalsukan orgasme. Tujuannya, karena ingin menjaga perasaan pasangannya atau bahkan hanya untuk mempercepat proses bercinta. Penelitian tentang pura-pura orgasme ini bukanlah pertama kalinya. Penelitian tentang hal ini sudah dilakukan sejak tahun 1970-an. Hasilnya menunjukkan 53-65 persen orang sudah melakukan hal pura-pura orgasme secara PVI (penile-vaginal intercourse) atau bersetubuh. Pura-pura orgasme juga dilakukan ketika melakukan seks oral. Berdasar survei Cosmopolitan yang dilakukan pada 2300 perempuan yang berusia 18-40 tahun mengatakan bahwa 95 persen perempuan melakukan hal ini. Namun sekalipun berpura-pura puas bercinta ini dinilai lebih mudah bagi perempuan, namun penelitian menunjukkan bahwa pria juga melakukannya. Dalam studi yang dimuat di Journal of Sex Research terhadap 281 mahasiswa di University of Kansas. Dari 281 mahasiswa, sekitar 67 persen perempuan mengaku berpura-pura, sedangkan pria berjumlah 28 persen. Apa alasannya? Dilansir dari Guardian, pria ternyata memalsukan orgasme untuk mencegah pasangannya merasa tak mampu memuaskan. Tetapi alasan utama dari pemalsuan kepuasan ini adalah periode bercinta yang terlalu lama. Ketika perempuannya belum terpuaskan, sang pria sudah mengaku sudah lelah dan ingin berhenti. Banyak orang dalam studi ini melaporkan bahwa mereka sulit orgasme karena pasangannya kurang terampil. Hal ini diakui oleh 25 persen perempuan dan 7 persen laki-laki. Lucunya, mereka memalsukan orgasme ini dengan membuat berbagai hal yang mirip dengan orgasme asli. Mereka mengerang, meningkatkan frekuensi gerakan dan mengatakan kalau mereka puas. Jadi apa bedanya yang asli dan palsu? Menurut Charlene L Muehlenhard dari University of Kansas, sebenarnya mengakui bahwa berpura-pura adalah ide yang bagus. Namun hal ini juga bisa berakibat negatif. Pasangan Anda akan mendapatkan umpan balik yang tak akurat tentang kepuasan dan apa yang harus dilakukan saat berhubungan seksual. Jika pasangan tahu bahwa Anda berpura-pura, maka mereka akan jauh lebih kecewa dan ini dapat merusak kepercayaan mereka.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy