Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'orang'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 9 results

  1. Di film-film, sosok yang haus kekuasaan sering digambarkan licik bak Count Olaf, jenius seperti Littlefinger, atau tampil paling sempurna ala Marisa Coulter. Siapa pula yang mau memiliki rekan kerja seperti mereka di kantor? Tetapi, nyatanya para peneliti menemukan sebuah ciri yang sepenuhnya berbeda dari sifat-sifat yang disebutkan di atas terkait ciri orang yang haus kekuasaan. Sebuah studi yang diterbitkan di Personality and Social Psychology Bulletinmenemukan bahwa ciri orang yang haus kekuasaan adalah terlalu sering memberikan nasihat. "Kamu bisa meraih sebuah rasa kekuasaan dengan memberikan saran ke orang lain," kata Li Huang, asisten profesor di INSEAD dan salah satu penulis studi tersebut. Studinya menemukan, memberikan nasihat menaikan rasa kekuasaan di dalam diri seseorang, meskipun sebetulnya tidak ada yang meminta nasihat dari orang tersebut. Si pemberi nasihat pun merasa lebih penting bila omongannya diikuti. Masih dalam rangkaian eksperimen, grup yang ditugaskan menjadi pemberi nasihat condong merasa lebih berkuasa. Memberikan nasihat bisa mengangkat rasa berkuasa seseorang sebanyak 10 persen, kecuali bila si penerima nasihat secara eksplisit menolak nasihat yang diberikan. Huang mengingatkan agar jangan memberikan nasihat apabila tidak diminta. "Hanya sedikit orang yang bisa tahan dengan pemberi nasihat kronis yang membuat orang tidak tahan," jelasnya. Curhat ke Bos Bikin Karyawan Depresi Lebih Produktif Bekerja Karyawan yang mampu berbicara terbuka tentang depresi yang dialami ke bos ternyata punya pengaruh positif. Orang-orang ini bakal lebih produktif di tempat kerja daripada mereka yang menghindari berbicara soal depresi dengan bosnya. Fakta soal depresi ini diketahui lewat studi yang dipublikasikan di BMJ Open pada Senin, 23 Juli 2018. Para peneliti London School of Economics (LSE) menganalisis depresi di tempat kerja di 15 negara yang berbeda, termasuk Inggris. Jumlah partisipan sekitar 1.000 bos dan karyawan. Hasil penelitian menemukan, karyawan depresi lebih banyak mengambil cuti libur kerja jika bos mereka tidak memberikan solusi dan dukungan yang memadai. Penelitian sebelumnya menunjukkan, lebih dari 70 persen karyawan depresi menyembunyikan kondisi mereka dari orang lain. Sebagian besar karyawan depresi cenderung menyembunyikan kondisi tersebut karena takut mengalami diskriminasi saat mencari atau sedang bekerja di suatu perusahaan. Penelitan ini juga menguak, reaksi dari bos terkait depresi yang dialami karyawan sangat memengaruhi produktivitas kerja. “Penelitian kami menunjukkan, para bos yang menghindari karyawan yang curhat tentang depresi, maka karyawan sendiri akhirnya menghindari pekerjaan. Bahkan ketika mereka kembali bekerja (setelah libur atau cuti), mereka tidak seproduktif biasanya,” kata peneliti Sara Evans-Lacko
  2. Warga Indonesia Krissant Saraswati Howell di Daphne, Alabama, banting setir dari profesinya sebagai guru di Semarang dan memutuskan untuk menekuni bisnis online bersama suaminya. Pindah ke Amerika Serikat, warga Indonesia, Krissant Saraswati Howell yang sebelumnya menekuni profesi sebagai guru bahasa inggris selama sembilan tahun di Sekolah Theresiana di Semarang, memutuskan untuk banting setir dan terjun ke bisnis online bersama suaminya, Roy, di kota Daphne, Alabama. Pasangan suami isteri ini memiliki dua toko online di Internet yaitu Roy Rose Jewelry yang menjual beragam jenis perhiasan yang sudah lebih dulu dibangun oleh sang suami, dan the Match and Hatch Store yang resmi berjalan bulan Juni 2015. Toko online yang ke-2 ini menjual berbagai pernak-pernik untuk pesta pernikahan dan perlengkapan bayi. “Yang namanya bayi kan lahir setiap hari, kenapa nggak kita coba untuk bisnis ini saja? Dan kenapa wedding? Karena kita melihat penjualan kami untuk pernak-pernik wedding itu sangat banyak sekali dan akhirnya kita memutuskan untuk itu,” papar Krissant Saraswati Howell yang akrab disapa Kriss ini kepada VOA Indonesia belum lama ini. Kriss menyadari memang tidak setiap waktu para pelanggannya mencari barang-barang pernikahan, karena di AS biasanya ada bulan-bulan tertentu yang dipilih oleh warga lokal untuk menikah. “Desember, Juni, Juli. Itu bulan yang sangat sibuk untuk wedding ya,” papar perempuan yang hobi membaca, jalan-jalan, dan olah raga ini. Menurut Kriss, dengan membuka toko online ia bisa memberikan kenyamanan bagi para pelanggannya yang ingin membeli barang tanpa harus keluar rumah. Tidak hanya itu, melalui toko onlinenya, ia bisa menjangkau para pelanggan yang berasal dari berbagai penjuru. Harga barang-barang yang dijual melalui dua toko online miliknya ini juga beragam. Ia dan suami berusaha untuk menjual barang-barang yang dapat dijangkau oleh para pelanggan dengan tingkat penghasilan yang berbeda-beda. Barang-barang yang dijual di Match and Hatch Store seperti taplak meja, buku tamu, tas perlengkapan bayi, dan album foto, semuanya berharga sekitar 154 ribu rupiah ke atas. Sedangkan untuk perhiasan di Roy Rose Jewelry, harga berkisar antara 280 ribu rupiah hingga 70 juta rupiah. Untuk mempromosikan bisnisnya, Kriss menggunakan media sosial, seperti Facebook dan Instagram. Tidak lupa juga, ia dan suami aktif bergabung di berbagai organisasi yang berhubungan dengan bisnis online. “Jadi tidak saja media sosial, tetapi juga lewatcommunity business yang ada di sini juga,” ujar Kriss. Sekecil apa pun usaha yang dimiliki di AS, seorang pengusaha tetap harus mendaftarkan bisnisnya kepada pemerintah. “Setiap proses untuk membuka sebuah online bisnis tetap harus ada perijinannya, karena itu kan nanti berhubungan dengan pajak,” jelas perempuan yang juga sempat mengajar les bahasa inggris privat di Semarang ini. Selain itu Kriss juga menjual beberapa barang tokonya di berbagai ritel online lainnya seperti e-bay dan Amazon. Mengenai berbisnis dengan suami, Kriss merasa lebih senang, karena tingkat kepercayaannya menjadi lebih tinggi. Namun, ia dan suami selalu berusaha untuk selalu membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga. “Kami memisahkan antara rumah tangga dengan bisnis. Jadi ketika jam kerja, kita bicara masalah bisnis, tapi setelah jam kerja ya sudah kita lepas masalah bisnis,” jelas perempuan yang menetap di AS sejak tahun 2015 ini. Masalah pekerjaan juga selalu dibahas secara profesional. Mereka melakukan pertemuan setiap minggu untuk membahas bisnis mereka. “Kami berdua meeting tiap hari senin, kemudian kita diskusikan tentang strategi bisnis dan sebagainya,” kata Kriss. Kini, Kriss dan suami sudah memiliki satu karyawan yang membantu mereka untuk melayani pelanggan. Untuk ke depannya, mereka berencana untuk terus mempromosikan bisnisnya dan meningkatkan kualitas barang yang mereka jual. “Kualitas yang kita punya sudah good quality, tapi kita akan mencari yangbest quality,” ujar penggemar masakan tempe penyet ini. Selain itu untuk jangka panjang, Kriss juga berencana untuk menjual produk Indonesia melalui toko onlinenya, seperti baju batik dan taplak. "Rencana sih ada. Tapi inginnya bikin desain sendiri. Mau coba-coba bikin sesuatu yang bisa dipakai. Kalau sesuai dengan pangsa pasar baru mass product," jelas Kriss. Kepada teman-teman yang ingin membangun bisnis online seperti dirinya, Kriss berpesan untuk berusaha mencari produk yang unik dan sesuai dengan pangsa pasar. - voaindonesia.com
  3. Kita semua pasti ingin menjadi seperti orang-orang super sukses yang namanya sudah dikenal di mana-mana. Salah satu cara mereka menaklukkan dunia adalah dengan kebiasaan yang mereka lakukan sebelum tidur! Mau tahu rahasianya? Ini tujuh kebiasaan orang sukses! 1. Membaca Buku Selama Satu Jam 2. Jauhkan Ponsel 3. Berjalan-Jalan 4. Meditasi 5. Refleksi diri 6. Buat Tiga Prioritas untuk Besok 7. Berpikir Kreatif! Coba deh pikir apa yang akan kamu lakukan sebelum tidur supaya kamu bisa fokus pada prioritas yang paling penting untuk produktivitas yang maksimal di hari esok!
  4. Menurut data yang dimiliki Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, masyarakat Indonesia yang mengalami demensia atau kepikunan, per 2015 sudah lebih dari 1 juta jiwa. Kondisi ini semakin diperparah dengan kemungkinan penderita yang akan meningkat hingga 2 juta jiwa pada 2030. Namun sayangnya, tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengerti dan bahkan mengetahui apa arti dari demensia, dan bagaimana menghadapinya. Dalam hal ini, dapat dilihat dari kacamata si penderita. Berdasarkan hasil penelitian dari Alzheimer's Desease International pada 2012, banyak penderita mengalami demensia atau kepikunan yang dipicu oleh beberapa hal seperti malu, terisolasi, kehilangan kemampuan melakukan kegiatan, hingga kehilangan status di dalam masyarakat. "Hal ini tentunya berkaitan dengan bagaimana lingkungan memperlakukan si penderita," ujar Nicole Batschc, seorang peneliti Alzheimer dari Kings College, di London, Inggris. Untuk itu, menurut Nicole, ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menghadapi orang dengan demensia atau ODD, agar gejala demensia tidak semakin parah dan menyebabkan gangguan lain seperti Alzheimer, salah satunya. Kunci utamanya, menurut Nicole, ialah pemberdayaan lansia. "Buatlah lansia lebih aktif, dengan hobi atau kegiatan yang banyak. Berbicara di depan publik, dan melakukan kegiatan yang melatih kerja otak seperti main catur, teka teki silang," ujar dia, di sela presentasinya mengenai penyakit Demensia Alzheimer di Pusat Kebudayaan Belanda, Selasa, 7 April 2015. "Semua kegiatan yang disukai itu bisa membuat otak serta tubuh penderita tidak mati karena usia senja," tuturnya. Nicole juga menjelaskan, memperlakukan ODD bukan berarti harus menjauhkannya dari semua kegiatan yang biasa dilakukannya sebelum terkena demensia. Berikanlah kepercayaan pada ODD dalam melakukan semua kegiatan. "Namun, jangan lepaskan dampingan Anda," ujarnya. Yang terakhir yang tak kalah penting ialah menjaga koneksi dengan ODD di mana pun dan kapan pun dibutuhkan. Selalu ajak berkomunikasi dan berikan perhatian serta dukungan kepada ODD, agar penderita tidak semakin merasa terpojok, dan semakin memperburuk kondisi kesehatannya. "Periksakan ke dokter dan selalu dampingi dengan kasih sayang," kata Nicole.
  5. Sudah tahu kan kalau negeri kita tercinta ini terkenal akan keramahannya? Sebuah reality show Jepang sedang melalukan survey di seluruh dunia mengenai negara mana yang paling ramah. Dan Indonesia yang termasuk sebagai objek survei akhirnya meraih posisi #1 sebagai negeri teramah di dunia. Seorang komedian Jepang, Udo Suzuki datang ke Bali untuk membuktikkan hasil survey ini dengan mengerjai orang Indonesia yang ada di sana. https://youtu.be/TbNZdQMsZLg Di awal kedatangannya di Bali, Suzuki pertama-tama mengerjai wanita bule dengan meletuskan balon di dekat wanita tersebut. Hasilnya sang bule pun marah-marah. Selanjutnya, Suzuki melakukan hal yang sama terhadap dua pria Indonesia. Hasilnya, ternyata yang dikerjai malah tertawa menyadari mereka sedang dikerjai. Tes selanjutnya adalah menyiram air. Suzuki secara sengaja menuangkan air ke bapak tua yang sedang bersantai. Bukannya marah, bapak tersebut juga tertawa karena keisengan Suzuki. kemudian ia melakukan tes lain yaitu memotong antrian bayar di kasir. Orang-orang yang sedang mengantri di kasir malah tidak marah dan ikut tertawa. Yang paling akhir, Suzuki menaruh saus super pedas ke dalam es campur (iseng banget yah ni bule Jepang). Orang pertama yang kena memakan es campur “pedas” ini pada awalnya merasa kesal dan menahan amarahnya. Suzuki kemudian mendatanginya kemudian berteriak di depannya. Orang tersebut tetap tidak marah. Orang kedua yang memakan es campur “pedas” ini malah terlihat lucu dengan eskpresinya ketika kepedasan dan ia pun tertawa saat sadar dirinya sedang dikerjai. Udo Suzuki juga melakukan sedikit wawancara kepada beberapa orang Indonesia. Di sana ia mengetahui bahwa sedari kecil mereka dididik oleh orang tua mereka utuk tidak cepat marah menghadapi masalah sepele. Benar-benar negeri yang ramah!
  6. 1. Orang-Orang Suka Menunda. Ya, suka menunda adalah penyebab utama dari budaya jam karet ini. Tak bisa dipungkiri, ada cukup banyak orang yang kerap menunda melakukan sesuatu. Misalnya menunda pertemuan, tentu saja hal semacam ini akan mempengaruhi waktu orang lain. Dan jika waktu seseorang sudah terganggu maka dampaknya bisa meluas ke berbagai hal lain. Mau tak mau, keterlambatan akan sering terjadi. Dan jadilah jam karet. Kebiasaan menunda memang tidak baik, untuk itu mari kita mulai dari kita untuk lebih bersegera dalam melakukan sesuatu :). 2. Orang-Orang Menganggap Bahwa Jam Karet Sudah Jadi Budaya. Banyak orang yang merasa bahwa buat apa datang cepat, toh akhirnya acaranya pasti molor. Kira-kira begitulah persepsi sebagian orang, mereka menjadi malas datang tepat waktu (datang cepat) karena mereka meyakini bahwa biasanya acara akan jadi molor. Dari jam 9 jadi jam 9.30, dari jam 10 jadi jam 10.45 dan seterusnya. Dan kebiasaan ini sudah jadi habits, sudah jadi kebiasaan, jadi mau tak mau jelas tidak mudah untuk dihilangkan. 3. Kebiasaan Memaklumi Keadaan. Di Indonesia bukanlah hal yang tabuh untuk memaklumi sesuatu, misalnya seseorang terlambat ke kantor. Lalu ia ditanya oleh atasannya, kenapa kamu terlambat? Di jalan tadi macet pak.. Ya hal semacam ini tidaklah asing bagi sebagian orang. Akan selalu ada saja alasan agar kita dimaklumi. Kebiasaan memaklumi ini jika terlalu sering dan lama maka menjadi tidaklah baik. Pemakluman yang terlalu sering akan mengakibatkan kita kurang tegas, dan kalau tidak tegas disiplin pun jadi susah untuk diterapkan. Walhasil imbas nya adalah kebiasaan jam karet menjadi kerap dimaklumi oleh orang-orang. Nah rekan pembaca itu dia 3 penyebab budaya jam karet tetap eksis di Indonesia saat ini. Tidak ada guna nya kita mengeluhkan keadaan dan budaya jam karet ini. Lebih baik kita menjadikan diri kita lebih baik. Untuk itu yuk kita mulai dari diri kita sendiri, mari belajar disiplin dimulai dari diri sendiri, mari kita lebih tepat waktu dan yang pasti kita harus lebih tegas agar kita bisa disiplin.
  7. Bagi orang-orang yang lebih suka "tidak melakukan apa-apa" dari pada "melakukan sesuatu". Santai saja orang-orang pemalas. Sekarang kemungkinan saat yang tepat untuk menerapkan sifat tidak ambisius. Di dunia di mana stres terkait pekerjaan melonjak apakah pilihan paling pintar adalah menemukan pekerjaan berbeban sekecil mungkin dengan imbalan terbaik? Apakah pilihan terbaik bagi karier masa depan yang paling sedikit memerlukan usaha? Dan apa masalahnya sebenarnya memilih sesuatu dengan tingkat stres rendah? Kami mengkaji tanya jawab di situs Quora untuk mendapatkan usulan tentang pekerjaan terbaik bagi orang yang pintar tetapi pemalas. Inilah yang dikatakan orang-orang. Bahasa Inggris? Satu-satunya persyaratan guru bahasa Inggris adalah pelamar harus lahir di negara berbahasa Inggris. Perancang permainan komputer, Andy Lee Chaisiri menulis, “Kemungkinan satu dari setiap tiga guru bahasa Inggris yang saya temui di Beijing menggambarkan diri mereka sebagai seseorang yang pintar, tetapi sangat malas." Dia menulis bahwa pekerjaan mengajar di Cina sering kali menguntungkan dan banyak dicari yang berarti," standar penerimaan tidak dibatasi". Pada beberapa kasus, satu-satunya persyaratan adalah pelamar lahir di negara berbahasa Inggris. Chaisiri menjelaskan karena fleksibelnya waktu kerja untuk mengajar bahasa Inggris maka "banyak guru bahasa Inggris hanya bekerja paruh waktu - mereka di sana untuk memperluas (pendidikan mereka), atau liburan pendek, atau mencari pekerjaan lain - yang berarti jika Anda akhirnya memutuskan untuk menjadikan guru bahasa Inggris sebagai karier, maka Anda akan naik jenjang." Dia menambahkan, "Tingkat pemasukan Anda akan sejajar dengan lulusan universitas kelas menengah yang bekerja 50 jam per minggu dengan kerja lembur sampai mereka meninggal." Chaisiri menulis, "Jadi terus maju dan silahkan mengajar bahasa Inggris, para pemalas!" Keyboard dan piyama Pemrogram komputer yang baik akan menulis beberapa baris kode, sesedikit mungkin. Jika Anda tidak ingin terlalu jauh beranjak dari kantor di rumah, Paul Denlinger mengusulkan, "Pemrogram komputer: Ini adalah proses belajar terus-menerus, tetapi Anda tidak perlu kerja terlalu keras, dan secara bertahap Anda mengetahui bahwa kebanyakan tantangan terjadi berkali-kali." Sifat pekerjaannya sendiri mendukung Anda untuk sedikit bekerja. Dia mengisyaratkan, "Pemrogram yang baik menulis beberapa baris kode sesedikit mungkin. Ini adalah salah satu profesi yang gajinya bagus, sementara pada saat yang sama, mendukung kemalasan, tulis Denliner. "Pada saat yang sama, Anda bekerja dengan orang-orang yang cukup pintar, sementara para investor membuang-buang uang untuk Anda agar menghasilkan pemikiran besar terbaru." Chris Leong seorang programer di Sydney mengatakan “bekerja untuk pemerintah - sama saja dengan bekerja selama 35 jam per minggu di Australia - kecuali Anda menjadi atasan." Tanya saya, saya ahlinya Matthew Kuzma menulis, "Pandangan pribadi saya adalah pekerjaan terbaik bagi seseorang yang pintar tetapi pemalas adalah menjadi "ahli" suatu hal, dibayar hanya untuk berbagi pandangan dan pendapat Anda tentang berbagai hal dengan orang-orang yang harus melakukan pekerjaan berat." Dia menasehati para pemalas untuk "mengidentifikasi kegiatan yang tidak dipandang sebagai pekerjaan dan mencari karier yang dapat membiayai hal tersebut. Kemungkinannya adalah hal-hal yang kita anggap menyenangkan dan mudah adalah sesuatu yang dianggap sulit oleh orang lain sehingga mereka bersedia membayarnya." Bill Gates, "Saya akan selalu memilih seorang pemalas untuk melakukan pekerjaan sulit." Selalu ada Windows Menerapkan pendekatan santai dalam menangani sebuah proyek juga tidak sama sekali negatif. Arvind Krishnan mengutip miliarder Bill Gates yang mengatakan, "Saya akan selalu memilih seorang pemalas untuk melakukan pekerjaan sulit, karena dia selalu menemukan cara yang mudah untuk melakukannya." Jadi kepada orang pemalas tetapi pintar," Sepertinya Anda mempunyai kesempatan kerja di Microsoft," tulis Krishnan.
  8. Seberapa sering kita diajarkan untuk "berbuat baik"? Ikuti peraturan, jangan membantah orangtua, bersikap sopan santun, bahkan diajarkan untuk kerap berbasa-basi. Kenyataannya, di masa kini, kita sudah menjadi masyarakat yang kasar. Pada sebuah polling pada tahun 2014 dari Weber Shanwick dan Powell Tate yang bekerjasama dengan KRC Research membuktikan, kebanyakan orang berpikir bahwa warga Amerika Serikat memiliki masalah sopan santun. Setiap generasi pun saling menyalahkan. Kesalahan dalam bermasyarakat ini diduga dibentuk secara genetik. Secara general, ilmuwan setuju akan lima aspek kepribadian yang dikenal sebagai model OCEAN (Openness/ keterbukan, conscientiousness/kehati-hatian, extraversion/mudah atau tidaknya bergaul, agreeableness/keramahan, dan neuroticism/kestabilan emosional). Orang-orang yang kasar tidak peduli orang lain, tidak suka menolong dan tidak peduli jika mereka tidak disukai. Namun, tanpa diduga-duga, ketidakpedulian mereka terhadap perasaan orang lain merupakan sikap yang paling banyak ditemui pada orang-orang sukses. Bukan berarti kita boleh saja jadi orang yang menyebalkan, karena menurut studi yang diterbitkan di Journal of the American College of Cardiology, ada hubungan antara kemarahan dan ketidakramahan dengan masalah jantung. Namun bukti ini belum lengkap, dan sifat kasar pun masih ditentukan oleh persepsi. Di laporan bulan Juli dari Fortune.com, ahli bahasa Kieran Snyder mengumpulkan 250 rangkuman penilaian dari 30 perusahaan. Dari semuanya, kata "kasar" jarang digunakan dalam mendeskripsikan karakteristik seorang pria, sedangkan pada wanita, sudah digunakan sebanyak 17 kali untuk mendeskripsikan 13 wanita yang berbeda. Kritik yang diterima kaum pria bersifat konstruktif sementara untuk kaum wanita sifatnya personal. Bagaimanapun, kebaikan hati masih memiliki tempat. Perusahaan-perusahaan menghabiskan lebih banyak pendapatannya untuk memperharus kekasaran eksekutif dibanding untuk kegagalan-kegagalan lainnya. Anda bisa mengambil pelajaran bahwa melawan orang yang menyebalkan adalah tidak dengan ikut menjadi orang menyebalkan. Ciptakan peraturan dalam menghadapi orang menyebalkan. Suruh orang-orang yang bersifat kasar mengulangi kata-kata menghina yang mereka utarakan. Selain itu, jangan ikuti pembicaraan yang hanya membuat kesal, apalagi menyakiti.
  9. Banyak orang menilai orang pendiem itu disangka sombong, padahal itu salah besar karena pendiam itu beda dengan sombong, rata-rata orang pendiam itu nggak mau tau tentang orang lain, tetapi inginnya orang lain yang tau itu bukan egois tapi memang begitu. Rata-rata orang pendiam itu kuper dan jarang mempunyai teman karena aktivitasnya hanyalah dengan orang yang udah dikenal saja, hari ini saya akan memberi tahu rahasia dibalik orang pendiam artikel ini terinspirasi dari blog Koran-Artikel dan sangat cocok dengan sifat aku langsung saja disimak... 1. Jarang Berbicara Jarang bicara itu pasti karena orang pendiam itu rata-rata berbicara nya seperlunya saja, jarang berbicara bukannya sombong namun dia berfikir dua kali jika ingin berbicara karena dia takut jika kata-kata yang terucap dari mulutnya akan menimbulkan konflik... 2. Jarang Bergaul bagaimana mau bergaul jika kerjaan nya cuma dirumah dan dilingkungan nya saja, itulah kebiasaan orang pendiam, namun jangan salah orang pendiam terkadang mempunyai dunia nya sendiri, seperti dunia blogger, cyber,dll 3. Nggak Percaya Diri Banyak orang pendiam nggak percaya diri dikarenakan dia masih melihat kekurangan dalam dirinya, makanya orang pendiam iitu jarang sekali bertegur sapa dengan wanita, meskipun dia suka dengan wanita tersebut mendingan menutup-nutupi perasaannya dari pada jujur kepada wanita tersebut.. 4. Terkadang Pendendam kali pendendam itu tergantung orangnya ya, tapi kalo saya memang pendendam tapi itu hanya lah emosi sesaat itu kalau saya, nggak tahu kalau kamu. 5. Kreatif kenapa saya bilang begitu, karena orang pendiam itu banyak sekali ide nya, dan nggak banyak orang yang tau tentang ide nya karena orang pendiam itu jarang bergaul dan jarang berbincang-bincang dengan orang lain, kecuali sahabat/teman dekat.. 6. Sering Berbicara Dengan Diri Sendiri itu bukan nya stress ya, kenapa berbicara dengan diri sendiri karena kebanyakan orang pendiam itu tingkat imajenasi nya itu tinggi sebelum di lakukan kebanyakan orang pendiam itu pasti di bayang-bayangkan terlebih dahulu dan dia berbicara dengan dirinya sendiri apakah baik atau nggak 7. Cari aman itu adalah rahasia yang terakhir kebanyakan orang pendiam itu nggak mau ada perselisihan kenapa, karena orang pendiam cinta damai... Udah tau kan rahasia dari orang pendiam, kalau udah tau janganlah kamu menilai orang pendiam itu sombong atau pun psykopat hahahha, orang pendiam itu jenius, kreativ,dll...
×
×
  • Membuat baru...

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi