Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'orang tua'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 22 results

  1. Gay dan lesbian merupakan suatu kelainan seksual yang termasuk dalam kelompok homoseksualitas. Adapun kelainan seksual itu tidak terjadi dalam diri seseorang sejak lahir, melainkan karena berbagai macam faktor saat tumbuh kembang anak. “Jadi, selama ini dari penelitian yang saya baca, pertama dari DNA, tidak ada seorang pun yang bisa menjelaskan bahwa kalau kamu lahir dengan DNA seperti ini besok kamu gay. Tidak ada. Kromosom (garis keturunan) juga tidak bisa,” kata Psikolog Seks dari Universitas Gadjah Mada Faktor paling utama yang menyebabkan orang menjadi gay atau lesbian justru berawal dari orangtua sendiri. Tak jarang beberapa orangtua ingin memiliki anak dengan gender tertentu, namun ternyata sang anak lahir dengan gender yang selama ini tidak diinginkan. Kondisi seperti ini bisa membuat anak akan cenderung bersikap seperti apa yang diidamkan oleh orangtuanya. “Gerak gerik gay misalnya bisa terjadi karena eksepktasi orangtua, laki-laki kalau dididik jadi perempuan terus bisa perempuan. Misalnya dalam suatu keluarga anaknya laki-laki terus orangtua pingin punya anak perempuan biasanya anaknya didandanin akhirnya yaudah gede jadi waria,” ujarnya. Selain itu, seorang anak yang mendapatkan kekerasan seksual baik dari orang sesama atau lawan jenis, itu akan membuatnya menjadi seseorang dengan kelainan seksual di masa mendatang. Sebab, kekerasan yang ia alami semasa kecil akan terus membekas dalam benaknya. “Si korban anak-anak ini kelak dia akan jadi gay juga yang dia akan jadi sangat aktif. Anak-anak akhirnya menikmati. Anak kecil itu ketika penisnya dipegang dia bisa ereksi, itu nikmat. Nah, kenikmatan waktu kecil ini itu selalu membayang di masa yang akan datang. Karena ada kenikmatan-kenikmatan yang tidak dapat dinikmati dari yang lain. Dan kelompok gay itu umumnya juga korban,” jelasnya. Faktor selanjutnya ialah saat orang kurang mendapat kasih sayang dari keluarga atau lawan jenis. Mirisnya, saat sang anak mengalami kondisi tersebut justru orang sesama jenisnya lah yang memberikan ia perhatian. “Selanjutnya karena KBKS (kurang belaian kasih sayang) dari situ diperhatikan sesama jenis kok enak, kok enak ya bablas,” tukasnya.
  2. Siapa bilang mainan anak hanya bisa dipakai untuk bermain? Mainan anak ternyata bisa membantu tumbuh kembangnya juga, Moms. Mainan bisa membantu perkembangan tiga hal di dalam diri anak. Pertama adalah perkembangan fisik anak, seperti bagaimana anak bergerak. Kedua adalah perkembangan kognitif anak, seperti bagaimana anak berpikir. Yang terakhir adalah perkembangan sosial emosional anak, seperti bagaimana anak berinteraksi. Psikolog anak, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengatakan, selain itu anak juga memerlukan stimulasi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembangnya. Mainan adalah bentuk stimulasi yang baik untuk anak, misalnya untuk mengembangkan aspek sensorik dan motorik anak. Stimulus juga bisa diberikan lewat suara dan warna-warna. Itulah mengapa mainan anak dilengkapi dengan bunyi-bunyian dan berwarna-warni. Karena hal ini bisa merangsang pendengaran dan penglihatan anak. “Mainan yang tepat juga akan merangsang kemampuan motorik anak, misalnya untuk bayi. Orang tua bisa memberikan mainan yang mudah digenggam. Pada tiga bulan pertama usia bayi, mainan seperti itu dapat merangsang perkembangan fisik atau motoriknya,” jelas Vera yang ditemui dalam sebuah diskusi. Pemilihan jenis mainan harus disesuaikan dengan usia anak. Pada anak yang mulai belajar berjalan misalnya, berikanlah mainan yang dapat menopang anak sambil berdiri. Misalnya mainan yang dilengkapi dengan roda sehingga anak bisa mendorong-dorongnya sambil berdiri. Nah, Moms, supaya permainan anak juga memberi manfaat stimulasi, ada dua prinsip yang harus dipenuhi. Pertama, pendampingan saat anak bermain. Vera menjelaskan, kalau anak bermain begitu saja tanpa adanya pendampingan, stimulasi untuk pertumbuhan dan perkembangannya tidak akan maksimal. Orang tua juga bisa mengajak anak memainkan mainan dengan bernyanyi dan bergerak. Jadi penting banget nih kita mengagendakan kegiatan bermain bersama anak setiap harinya. Kedua, orang tua perlu memberikan mainan pada anak sesuai dengan kategori usianya untuk mengoptimalkan stimulasinya. Bila kategori usia mainan lebih rendah dari usianya, anak akan lebih mudah merasa bosan karena tidak ada tantangan. Sebaliknya, bila terlalu tinggi dari kategori umurnya, anak umumnya tidak akan mampu menikmati mainan yang diberikan. Jadi mainan yang dipilih harus sesuai dengan usia dan kebutuhan anak, Moms.
  3. Perkembangan bayi yang baru lahir sangat rentan lho, Moms. Jadi ada baiknya kalau kamu bisa mengamati cara menggendong bayi dengan baik dan benar. Ketika bayi berusia kurang dari tiga bulan perkembangannya masih sangat pesat, kita perlu memperhatikan cara menggendong bayi dengan baik dan benar, terutama pada kepala, punggung, dan kaki. Salah satu cara menggendong bayi baru lahir adalah dengan posisi berbaring di lengan, kepala dan leher bersandar pada lipatan siku dan tangan lain menahang punggung sampai dengan bokong bayi. Posisi seperti ini bisa dipermudah dengan kain panjang (jarit) atau alat gendong (sling). Namun tetap berhati-hati dalam memilih alat gendongnya ya, Moms. Cara lain untuk menggendong si kecil adalah secara tegak seperti posisi menyendawakan. Satu tangan memegang punggung hingga bokong bayi, lalu satu tangan menopang leher dan kepala. Dengan posisi ini, tidak perlu menggunakan sling ataupun kain jarit. Nah, saat sudah menduduki umur tiga bulan atau lebih, pada umumnya, leher sudah tegak dan kuat. Bagian punggung juga bisa dibilang kuat untuk menyangga tubuhnya, sehingga cara menggendong bayi umur tiga bulan atau lebih berbeda lagi. Namun, tidak semua bayi memiliki masa perkembangan yang sama lho, Moms. Jadi, kalau bayi sudah berumur tiga bulan namun leher belum tegak, maka tetaplah menggendong dengan posisi biasa. Kalau dipaksakan, bayi bisa mengalami cedera. Kamu nggak mau itu terjadi kan, Moms?
  4. Kampanye imunisasi pemerintah Uganda menyasar penyakit yang berbahaya seperti polio dan meningitis. Orangtua di Uganda yang tak memberi imunisasi pada anaknya akan dihukum penjara enam bulan, menurut aturan baru yang disahkan Presiden Yoweri Museveni. Dalam aturan baru tersebut juga anak-anak wajib memiliki kartu imunisasi sebelum bisa mendaftar sekolah. Aturan ini diharapkan bisa membantu pemerintah mencapai target imunisasi, kata Menteri Kesehatan Sarah Achieng Opendi pada BBC. Beberapa orangtua dan anggota kelompok keagamaan menolak anak mereka diimunisasi, kata Opendi. Kampanye imunisasi pemerintah mentargetkan beberapa penyakit yang mengancam seperti polio dan meningitis. Pada 2015, Organisasi Kesehatan Dunia WHO memperkirakan bahwa di Uganda, 70 dari 1.000 anak akan meninggal sebelum mencapai usia lima tahun. Anak-anak disembunyikan Opendi mengatakan pada program BBC Focus on Africa bahwa 3% anak di Uganda belum diimunisasi. Pada saat kampanye, anak-anak disembunyikan di permukiman kumuh oleh orangtuanya untuk menghindari latihan kampanye, katanya. Beberapa pemimpin keagamaan sebelumnya ditahan tapi tak bisa dituntut karena tak ada aturan hukumnya, kata Opendi lagi. Kultus yang menolak imunisasi pada anak-anak dikenal dengan nama 666 dan kini sedang berkembang, ujar Opendi.
  5. Anak yang masih suka ngompol tentu akan membuat orang tua sedikit kerepotan. Bunda pasti akan kerepotan dengan bau pesing akibat ompol buah hati. Belum lagi kewajiban untuk menjemur kasur akibat terkena ompolan si balita, tentu ini akan menjadi hal yang cukup mengganggu. Memang sedikit susah untuk mengajari balita untuk disiplin soal buang air kecil di malam hari. Namun bunda bisa mencoba memulainya agar si kecil juga terbiasa dan tak ngompol lagi. Yang pertama adalah hindari memberi anak minuman apapun 1 jam sebelum ia tidur. Supaya dia tidak kekurangan cairan, pastikan dalam sehari dia sudah mendapatkan cukup minum agar tidak dehidrasi. Air atau banyaknya cairan yang masuk dalam tubuh adalah pemicu utama anak ngompol. Selanjutnya bunda harus melatih si kecil untuk buang air kecil sebelum tidur, bisa juga disertai dengan sikat gigi sebelum tidur. Selalu jadikan ini sebagai rutinitas agar anak semakin terbiasa. Kadang anak kecil takut dengan kondisi gelap menuju toilet. Jika ini masalahnya bunda harus menyalakan penerangan di sepanjang kamar mandi. Buatlah toilet menjadi tempat yang nyaman, bersih dan wangi agar si kecil tak ogah-ogahan saat akan buang air kecil. Anak kecil biasanya malas pergi ke toilet karena takut dengan cerita hantu dan cerita seram lainnya. Ini seringkali membuatnya lebih memilih dimarahi karena mengompol dibanding bertemu hantu saat akan ke toilet. Sebisa mungkin pastikan dia tak mendapat cerita seram. Itu tadi beberapa cara yang bisa bunda lakukan agar si kecil tak mengompol lagi. Biasakan selalu dan lakukan secara rutin. Hanya dalam kurun waktu beberapa bulan saja si kecil tak akan ngompol dan lebih disiplin soal buang air. Semoga bermanfaat ya jendral!
  6. Masalah makanan yang biasanya terjadi pada anak-anak adalah sikap mereka yang sulit mengonsumsi sayuran. Padahal, sayuran merupakan sumber nutrisi seperti vitamin dan mineral yang baik bagi anak-anak. Penelitian yang dilakukan the University of Alberta menunjukkan bahwa ada banyak trik yang dapat dilakukan oleh orang tua guna membuat sang anak mau mengonsumsi sayur. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Public Health Nutritionitu menunjukkan bahwa anak-anak yang dapat memasak lebih sehat dibandingkan yang tak pernah memasak. Penelitian yang melibatkan 151 anak sekolah itu menunjukkan bahwa anak yang kerap membantu ibunya memasak, mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah ketimbang yang tak pernah membantu bunda di dapur. Mereka yang membantu sang bunda dalam pengolahan makanan di rumah memiliki tingat kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam memilih makanan sehat di sekolah. Studi ini menyimpulkan bahwa mendorong anak terlibat aktif dalam persiapan makanan di rumah menjadi salah satu strategi kesehatan yang efektif. Meski penelitian tersebut masih perlu diuji lebih lanjut, namun tak ada salahnya mengajak sang buah hati mengenal makanan yang akan mereka konsumsi. Tindakan ini dapat membuat mereka memiliki hubungan positif dengan makanan. Namun para orang tua juga perlu memperhatikan keamanan ketika sang buah hati dengan riang membantu di dapur, peralatan dapur yang tajam, panas, dan berat tidak boleh mudah diakses oleh anak-anak. Selain itu, kegiatan yang dapat diberikan kepada anak di dapur adalah hal sederhana seperti mencampurkan salad, memilih sayuran yang bagus untuk diolah, serta membumbui sayuran. Teknik pengolahan juga dapat membantu anak untuk tidak menyingkirkan sayuran dari piring mereka, yaitu seperti membumbui brokoli dengan perasan lemon agar terasa segar dan membuat kacang yang renyah untuk dikonsumsi.
  7. Kepala adalah organ vital manusia. Penting bagi kita melindungi kepala. Sayangnya di negeri ini, pembuatan helm dilakukan lebih serius daripada merawat isi kepala anak-anak kita. Sebuah Perbandingan Standar Nasional Indonesia untuk helm ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang berada dibawah presiden langsung. Salah satu prinsip penetapannya adalah konsensus, standar disepakati oleh parapihak. Posisi BSN di bawah presiden membuat standar tidak bisa diubah oleh menteri terkait. Lebih menarik lagi, proses penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Badan Standar Nasional Profesi tidak menyusun SKKNI, lebih berperan sebagai pembuat sistem dan fasilitator bagi asosiasi profesi dalam menyusun dan melaksanakan SKKNI. Posisi BSNP di bawah presiden sehingga kebijakan yang dibuatnya tidak bisa diubah oleh menteri terkait. Berbeda dengan penetapan standar di bidang pendidikan, yang mengatur isi kepala anak-anak kita. Badan Standar Nasional Pendidikan diatur dan diangkat oleh menteri. Standar yang dirumuskan pun hanya menjadi peraturan menteri. Peraturan menteri yang menjadi landasan yuridis lahirnya kurikulum 2013. Bayangkan apa jadinya ketika menteri baru melakukan perubahan peraturan menteri tersebut? Penetapan kriteria pun dilakukan sepihak oleh BSNP tanpa konsensus dengan pihak yang berkepentingan dengan pendidikan. Lebih ironis lagi, lembaga yang menyusun standar adalah lembaga yang melakukan penilaian kesesuaian lembaga pendidikan dengan standar tersebut. Jadi ketika sebagian aktivis pendidikan mengkritik sekolah seperti industri, perbandingan diatas menunjukkan pelembagaan kebijakan pendidikan bahkan lebih parah daripada industri. Pendidikan adalah Urusan Strategis Keluaran dan dampak pendidikan tidak bisa langsung terasa. Untuk pendidikan dasar & menengah saja, anak membutuhkan waktu 12 tahun untuk menyelesaikannya. Waktu yang setara dengan masa jabatan 3 menteri. Artinya, anak masuk SD tahun ini akan mengalami kemungkinan beberapa kali pergantian menteri. Bayangkan apa jadinya ketika kebijakan pendidikan bisa diubah secara mudah oleh menteri pendidikan? Anak bisa mengalami proses pendidikan yang tidak sejalan atau bahkan saling bertentangan. Pemerintah SBY telah gagal menjadikan pendidikan sebagai isu strategis, bukan pada tahap implementasi tapi sudah gagal sejak menata kelembagaan pendidikan. Menteri Pendidikan & Kebudayaan dibiarkan melakukan kooptasi terhadap lembaga yang berwenang mengatur standar pendidikan. Kegagalan memandang pendidikan sebagai urusan strategis membuat pendidikan seakan berada diatas gelombang yang arahnya tergantung arah angin. Perubahan kurikulum 2013 yang sangat strategis hanya diatur dengan peraturan menteri. Cetak Biru Pendidikan Pemerintah baru Joko Widodo mempunyai agenda pendidikan, karena bukan hanya meningkatkan kemajuan yang sudah ada, tapi mengatur ulang pelembagaan pendidikan, kembali pada UU Sistem Pendidikan Nasional. Badan Standar Nasional Pendidikan, Badan Akreditasi Pendidikan dan Dewan Pendidikan Nasional harus direformasi dan ditempatkan langsung dibawah presiden agar bisa berperan sebagai mitra sejajar dengan kementrian pendidikan. Penataan kelembagaan pendidikan akan menjamin kebijakan pendidikan yang berkelanjutan, konsisten dan tidak tergantung pada menteri pendidikan. Selain itu, penataan kelembagaan pendidikan akan membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dalam pendidikan. Pendidikan bukan lagi “kiriman dari pusat”, tapi menjadi urusan semua orang. Lebih jauh lagi, pemerintahan Joko Widodo harus membentuk tim untuk menyusun cetak biru pendidikan. Cetak biru pendidikan adalah acuan strategis bagi setiap menteri pendidikan yang berlaku 25 tahun. Malaysia semisal telah mempunyai cetak biru pendidikan yang berlaku antara 2013 hingga 2025. Siapapun menteri pendidikan nantinya akan mengacu pada cetak biru tersebut. Tak ada lagi, ganti menteri ganti kurikulum.
  8. Persentase perempuan muda yang tinggal dengan orang tua atau keluarga mereka mencapai tingkat tertinggi sejak 1940 karena semakin banyak perempuan 'millennial', generasi yang lahir awal 1980an hingga awal 2000an, menunda menikah, kuliah dan menanggung biaya hidup yang tinggi. Analisa Pew Research Center terhadap data Badan Sensus AS mendapati 36,4 persen perempuan berusia antara 18 hingga 34 hidup dengan orang tua atau keluarga mereka pada tahun 2014, jumlah tertinggi bahkan jika dibandingkan tahun 1940, ketika 36,2 persen tinggal bersama keluarganya. Namun dunia yang dihadapi perempuan saat ini jauh berbeda, walaupun ada tren "statistik seperti masa lalu," kata Richard Fry, seorang ahli ekonomi di Pew. Kenapa mereka kembali Fry mengatakan perempuan muda kini tinggal serumah lebih lama dengan orang tua mereka karena kemungkinan menikah lebih kecil daripada tahun 1940 dan kemungkinan besar berpendidikan tinggi. Tekanan-tekanan ekonomi lain, seperti meningkatnya hutang pinjaman untuk kuliah, biaya hidup yang lebih tinggi dan ketidakpastian ekonomi, juga menjadi penyebabnya. Casey Ballard dulunya tinggal di Portland, Oregon, tapi dua per tiga gajinya habis untuk membayar sewa tempat tinggal dan ia ingin banting setir karirnya. Ia kemudian kembali ke rumah orang tuanya pada bulan September di California dan menjadi guru pengganti serta mencoba menjadi guru tetap. "Ada rasa frustrasi dan saya merasa gagal," katanya tentang pulang dan tinggal bersama orang tuanya. "Tapi pemikiran logis memaksa saya melakukan hal itu." Bagaimana dengan laki-laki muda? Lebih banyak laki-laki muda tercatat tinggal dengan orang tua mereka lebih lama, dan tekanan-tekanan ekonomi dan budaya serupa membuat semakin banyak laki-laki kembali ke rumah orang tua mereka beberapa tahun belakangan. Tapi persentase laki-laki muda yang hidup serumah dengan orang tua dan keluarga mereka, 42,8 persen, lebih rendah daripada tahun 1940 yaitu 47,5. Persentase laki-laki dan perempuan muda yang hidup serumah dengan keluarga mereka setelah tahun 1940 turun karena lebih banyak perempuan yang masuk ke dunia kerja, lapangan kerja meningkat, dan tingkat pernikahan juga naik. Kalau dulu pernikahan menjadi faktor pendorong seseorang tidak lagi hidup serumah dengan keluarganya, kini semakin banyak orang menikah di usia yang lebih tua. Rata-rata usia pernikahan bagi perempuan kini 27 tahun, naik dari 21,5 pada tahun 1940. Bagi laki-laki, 29,3, naik dari 24,3 pada tahun 1940. Semakin banyak perempuan dan laki-laki muda mulai tinggal serumah atau pulang ke rumah setelah tahun 2000, tren yang semakin meningkat karena ketidakpastian ekonomi akibat ambruknya sektor perumahan dan resesi pada akhir tahun 2000an. Pengaruh pekerjaan dan faktor keragaman budaya Walaupun generasi muda ini jelas pulang ke rumah karena tekanan-tekanan ekonomi, namun menurut Fry hal ini bukan merupakan masalah tenaga kerja. Contohnya, lebih banyak orang muda yang tinggal dengan keluarga mereka daripada tahun 2010, walaupun lapangan kerja telah meningkat sejak itu. "Bursa lapangan kerja jauh lebih baik (bagi kelompok ini),'' kata Fry. "Tingkat pengangguran turun, ada lebih banyak lapangan pekerjaan dan bahkan beberapa di antaranya menawarkan gaji yang lebih tinggi.'' Salah satu faktor lainnya, kata Fry, adalah meningkatnya keragaman etnis pada demografi umur ini, yang memperkenalkan tradisi budaya di mana anak tinggal serumah dengan orang tua mereka lebih lama. "Saya pikir tidak seburuk yang orang pikir,'' kata Stacey Sholes, 26, yang pulang dan tinggal serumah dengan orang tuanya di Fresno, California, delapan bulan lalu setelah kuliah di San Francisco dan bekerja di Los Angeles. Sholes masih belum bisa lulus karena masih harus menyelesaikan beberapa kredit mata kuliah lagi, tapi ia tidak yakin mau menyelesaikan kuliahnya karena kampusnya sangat mahal dan tidak yakin bisa mendapatkan kerja di industri film walaupun ia punya gelar di bidang itu. Ia tinggal dengan orang tuanya sambil terus berusaha memikirkan apa yang akan ia lakukan, dan bekerja di toko tempat ia pernah bekerja dulu ketika berusia 18 tahun, selama musim liburan untuk mendapatkan penghasilan. Memang ada sedikit ketidaknyamanan tinggal bersama orang tua, seperti ketika ia lupa membereskan ruangannya atau mengabari orang tuanya ketika berada di luar rumah. Tapi di luar itu, ia nyaman tinggal bersama keluarganya. Walaupun begitu, ia berharap segera menemukan tempat baru. "Saya punya keluarga yang sangat penyayang dan mendukung saya, mereka tidak mempermasalahkan hal ini," katanya. "Rumah orang tua saya tempat yang cocok untuk saya tempati sementara saya memikirkan masa depan saya.''
  9. Guru-guru di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di kota Canon, AS, baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya foto-foto bugil anak didiknya yang beredar di chat online smartphone murid-muridnya. Pihak kepolisian setempat menuturkan bahwa setidaknya ada 100 siswa di suatu sekolah yang terlibat dalam bagian sex chatting atau sexting. Dilansir Ney York Times pada Senin (9/11/2015), kabar tersebut pun sontak membuat para orang tua marah karena khawatir buah hatinya terlibat dalam jaringan sexting. Sekolah Menengah Atas (SMA) di kota Canon George Welsh, pengamat sistem di sekolah Canon City menuturkan bahwa sekitar 300-400 foto telanjang sudah beredar di kalangan siswa SMA di Canon City, termasuk lebih dari 100 foto yang dikirim dari seorang siswa ke siswa lainnya. "Banyak anak-anak yang terlibat. Saya yakin bahwa anak-anak di foto itu adalah siswa kelas delapan sekolah menengah, dan sekolah tinggi," jelas Welsh. Setelah pihak sekolah melakukan penyelidikan, ternyata para siswa sebagian besar melakukan sexting dengan menggunakan aplikasi ponsel bernama "vault apps". Aplikasi tersebut memang terlihat seperti aplikasi kalkulator pada umumnya, namun jika ingin mengakses foto Anda perlu login dan memasukan password.
  10. Kendati Apple dikenal sebagai produk masa kini dan banyak digunakan oleh kaum muda, nyatanya untuk urusan membeli perangkat premium ini masih lebih royal para orang tua. Setidaknya ini menurut lembaga riset Slice Intelligence yang melacak data pembelian online. Menurut Slice Intelligence bahwa kaum orang tua pria yang lebih banyak menghabiskan uang untuk belanja iDevice ketimbang wanita. Tiap lelaki berusia 65 tahun ke atas rata-rata merogoh kocek US$ 976 atau setara Rp 13 juta untuk beli perangkat iOS secara online, sementara kaum wanita di usia yang sama hanya menghabiskan US$ 667 atau Rp 9,1 juta. Tercatat orang tua usia 65 tahun ke atas dan usia antara 35 dan 44 tahun merupakan pelanggan iPad terbesar. Sementara iPhone, MacBook Air, MacBook Pro, dan Apple TV memiliki pelanggan mayoritas usia 25 hingga 34 tahun. Lalu pengguna Apple Watch terlacak digunakan lebih banyak oleh konsumen usia 35 sampai 44 tahun, serta layanan Apple Music digandrungi oleh kawula muda usia 25 sampai usia menengah 34 tahun. Terlepas dari basis pengguna Apple yang mayoritas penggila teknologi dan kaum muda, kepala pemasaran Slice Intelligence, Jaimee Minney membeberkan dua teori mengapa orang tua rela menghabiskan uang membeli produk Apple. "Orang tua kemungkinan masih baru terhadap produk Apple. Mereka belum pernah membelanjakan uangnya untuk perangkat semahal itu," tutur Minney, mengutip CNN. Teori keduanya adalah kemungkinan mereka membeli produk Apple sebagai pemberian hadiah untuk orang lain. Minney menambahkan, hal ini bisa dikatakan sebagai prestasi mengagumkan dari Apple untuk bisa menarik perhatian konsumen dari segala usia.
  11. Bakat anak ternyata bisa dilacak lho melalui kebiasaannya. Dengan memahami kebiasaan anak, orang tua bisa melihat apa sesungguhnya bakat anak tersebut. Itu terungkap dalam sebuah acara bincang-bincang “Joy Parenting”, yang digelar di Female Radio, di Jakarta, Jumat (30/10). Acara ini menghadirkan dua psikolog, Ratih Ibrahim dan Veronika Adesia. Hadir pula Memes, eks penyanyi, istri komposer Addie M.S. dan ibunda dari Kevin Aprilio. Menurut para psikolog itu, bakat anak tercermin dari tipe kebiasaannya. Kalau dibagi, kira-kira begini klasifikasinya: Talks Non Stop: Jika si anak memiliki kebiasaan suka berbicara secara terus menerus, si anak berpotensial memiliki bakat sebagai penyiar, reporter TV, dan lain-lain. Day-dreamer: Jika si anak memiliki kebiasaan suka berkhayal, si anak bisa berpotensi memiliki bakat menjadi seniman, desainer, penulis, dan pembuat film. Take-Charge: Jika si anak memiliki kebiasaan suka memimpin segala sesuatunya ketika sedang bertindak, ia cocok untuk menjadi seorang presiden, pebisnis, dan lain-lain. Tak hanya bicara teori, para narasumber juga berkisah dari pengalaman mereka mengembangkan bakat anak-anaknya. Memes misalnya, ia berkata bahwa karena keluarga mereka pada dasarnya hidup di bidang musik, dia mengajarkan anak-anaknya untuk bermain piano sejak kecil. “Perbanyak komunikasi ke anak dan biarkan sang anak berkembang,” katanya. Bagaimana ayah dan bunda? Apakah sudah melihat bakat tersembunyi melalui kebiasaan-kebiasaan anandanya?
  12. Memiliki anak yang baik dalam bersikap, cerdas, dan patuh adalah impian siapa saja. Maka dari itu intuk memilki anak dengan kriteria di atas adalah sepenuhnya tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak sedini mungkin. Lantas bagaimanakah cara mendidik anak yang baik dan benar?. Secara teori hal itu tampak mudah namun dalam penerapanya tidak semua orangtua berhasil melakukanya. Cara mendidik anak harus dipahami secara menyeluruh bukan hanya sepenggal-sepenggal saja. Agar anak tumbuh dengan utuh baik secara intelektual, spiritual, dan emosional. Maka mendidik anak seharusnya berupa upaya mengajak dan memotivasi anak kearah positif untuk berani meenukan hal-hal baru secara intelektual, spiritual, dan emosionalnya. Ketiganya jangan dipisahkan apalagi dihilangkan. Kesalahan yang umum dilakukan orangtua adalah mereka merasa telah cukup hanya dengan memasukan anak kesekolah. Toh mereka juga diajari di sekolahan berbagail hal. Pada posisi ini maka kemungkinan gagal dalam mendidik anak sudah di depan mata. Seharusnya tanggung jawab sebagai orang tua dalam mencetak anak yang berkualitas tidak bisa sampai disitu saja. Apa saja yang harus dilakukan?. 1. Ajarkan Kemandirian dan Tanggung Jawab Sejak Usia Dini Umumnya orang tua memiliki rasa khawatir yang berlebihan pada anak. Maka jangan lagi terlalu berlebihan mengkhawatirkan anak serta over protektif. Belajarlah untuk mempercayai buah hati anda namun tetap memantau dari jauh tanpa pengekangan maupun melindungi kesalahan yang dilakukan. Ajarkan pada buah hati anda mengetahui benda-benda miliknya serta merapikanya setelah bermain. Ketika sudah masuk masa sekolah ajarkan mereka untuk mempersiapkan keperluanya, beri uang saku dengan diarahkan untuk disisihkan sebagai tabungan. 2. Ajarkan dan Tumbuhkan Rasa Ingin Tahu Anak Pada usia anak-anak mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ketika melihal benda-benda atau sesuatu yang belum pernah dilihat dan pahami maka biasanya mereka akan bertanya. Sebagai orang tua anda harus menjawab dengan menjelasan yang mudah dipahami. Jika anda tidak tau akan hal itu jangan berbohong, berusahalah menjelaskan selogis mungkin. Hindari mengatakan "Tidak tahu" bisa saja mengalihkan dengan menyanggupi untuk mencari informasi tersebut. Jika buah hati anda termasuk yang tidak suka bertanya maka anda bisa memberikan umpan dengan memberikan penjelasan tanpa ditanya. Misalnya "itu adalah Gajah, hewan ini suka makan rumput dan memiliki hidung yang panjang" seperti itu. 3. Ajarkan dan Tumbuhkan Kemampuan Berpendapat Anak Umumnya orang tua acuh terhadap pendapat anak. Mereka terlalu menganggap tidak penting pendapat anak-anak. Padahal ketika pendapat anak tidak dipedulikan maka bisa berdampak menjadikan anak minder tidak berani berpendapat. Sebagai orang tua sebaiknya belajar mendengarkan pendapat anak, jika memang pendapatnya tidak benar bisa dikoreksi. Misalnya dengan memberi respon positif saat anak berpendapat dengan meberi pujian positif meskipun pendapatnya asal-asalan. Jika anak anda termasuh anak yang pemalu maka anda bisa memberikan umpan dengan mengajukan pertanyaan sehingga memicu buah hati anda untuk melontarkan pendapatnya.\ 4. Ajarkan dan Tumbuhkan Rasa Sosial, Bersimpati, Emapti, dll Sebagai manusia rasa sosial, simpati, empati, dan sikap itu sangat penting. Agar anak tumbuh menjadi manusia yang menghargai orang lain maka sedini mungkin ajarkanlah pada mereka untuk memahami lingkungan sekitar. Ajarkan pada anak anda untuk memberi pada mereka yang membutuhkan, dan tidak bersifat sombong. Misalnya ada pengemis, biarkan buah hati anda yang memberi. Kemudian berikan penjelasan kenapa kita harus memberi dan berbagi. 5. Beri Tauladan Yang Baik, Jadilah Contoh Sebagai orang tua maka sikap dan prilaku kita adalah contoh utama yang akan di ikuti oleh buah hati kita. Jika ingin anak-anak kita bersikap sopan, bertuturkata yang baik, maka kita harus senantiasa bersikap seperti itu sebagai contoh. Jika ingin anak kita religius, maka kita harus memberi contoh seperti apa orang yang religius itu. Maka dari itu sikap orang tua adalah contoh dan teladan utama bagi anak-anaknya.
  13. Kesehatan jiwa anak dan remaja adalah isu yang harus menjadi perhatian banyak kalangan. Anak dan remaja adalah orang-orang muda yang masih terus berproses mencari jati diri. Dalam proses tersebut, banyak di antara mereka yang mengalami stres dan depresi karena banyaknya tekanan yang dihadapi anak dan remaja dewasa ini. Misalnya saja, tekanan dari orang tua dan guru untuk mendapatkan nilai bagus. Beberapa orang tua bahkan ada yang membatasi semua bentuk hiburan, dan memaksa anak-anak mereka belajar dengan keras. Ditambah lagi dengan tekanan dalam pergaulan, seperti bullying. Bullying adalah masalah serius yang meninggalkan trauma bagi target perilaku intimidasi. Menurut Danardi Sosrosumihardjo, dokter spesialis kejiwaan, depresi pada anak dan remaja dapat terjadi ketika daya tahan kejiwaan mereka tidak kuat menghadapi tekanan. “Ada orang tua yang meminta anaknya untuk menjadi juara, jika ketahanannya kurang maka bisa membuatnya depresi,” kata Danardi. Danardi menjelaskan, depresi adalah kumpulan gejala-gejala ketika seseorang merasa tidak bisa menjalani hidup. “Orang yang depresi akan menghabiskan energinya, sedih berkepanjangan, merasa tidak mampu melihat kesenangan seperti yang sebelumnya. Energinya akan habis untuk melawan dirinya sendiri.” Siklus remaja adalah periode di masa akhir pertumbuhan fisik dan perkembangan kepribadiannya. “Pada masa remaja, profil dan kepribadian anak mulai terbentuk, tapi belum kokoh,” kata Danardi. “Sesuatu yang masih bergerak daya tahannya belum kokoh.” Ada dua faktor yang menyebabkan depresi, yakni eksternal (dari lingkungan) dan internal (dari dalam dirinya sendiri. “Ketika terkena kejadian tidak menyenangkan, sementara daya tahannya tidak terlalu kuat, meskipun beban tersebut sebetulnya tidak terlalu berat, maka bisa menyebabkan depresi.” Ciri-ciri Depresi Anak yang Patut Diwaspadai Lebih lanjut Danardi menjelaskan, faktor eksternal depresi yakni ketika ada kejadian tertentu yang memang berat, misalnya kehilangan orang yang dicintai, pindah sekolah, menemukan pelajaran yang sulit sehingga menjadi beban untuknya. “Karena hidup yang terus bergerak, ada sebab kejadian besar yang dia rasakan sangat tidak menyenangkan.” Ketika mengalami depresi, anak atau remaja akan menunjukkan beberapa gejala. “Perasaan tertekan yang berkepanjangan, setidaknya berlangsung satu bulan. Beberapa gejala di antaranya dia tidak menikmati hobinya, susah tidur, malas bertemu orang lain, malas berkomunikasi dengan orang tua atau dengan teman-teman, menyakit orang lain. Itu adalah gejala-gejala penyerta depresi.” Anak yang dihadapkan masalah bullying di sekolah tidak akan merasa depresi ketika dia memiliki daya tahan yang kuat dalam mengahadapi masalah di lingkungannya tersebut. Dan faktor yang berperan dalam membentengi kekuatan jiwa seorang anak di antaranya adalah orang tua. Danardi mengatakan, orang tua sangat berperan dalam perkembangan kepribadian anak. Orang tua yang meletakkan dasar-dasar yang kokoh dalam perkembangan daya tahan anak. “Ketika orang tua tidak suportif kepada anak, mengabaikannya, maka anak akan mencari identifikasi lain. Anak akan meniru orang di dekatnya.” Selain dipengaruhi oleh faktor genetik (kromosom), depresi juga dipengaruhi oleh faktor pola asuh. “Ibarat bibit yang tumbuh, di mana tanahnya, bagaimana dia disiram, subur atau tidak subur tanah tersebut, perkembangan kepribadian anak sangat tergantung oleh pola asuh orang tua.” Selain itu, ketika anak mengalami depresi, orang tua juga harus dilibatkan proses pemulihannya. “Kalau ada anak tinggal serumah dengan orang tua, dan terjadi kenalan pada anak tersebut, maka orang tua harus dilibatkan.” Caranya adalah dengan memberikan dukungan. “Mengajak berkomunikasi, dan memberikan tempat sharing untuk mereka.” Danardi mengatakan bahwa orang tua harus menyesuaikan cara mereka mendidik anak. Dinamis, harus mengikuti usia perkembangan anak. Pengobatan anak yang mengalami depresi, menurut Danardi, dibagi menjadi tiga besar. “Ketika dia dibawa ke psikiater, anak akan diobati dengan obat-obatan, diberikan arahan kepada anak tersebut secara individu, serta perbaikan lingkungan orang-orang di sekitarnya.”
  14. Melahirkan bayi untuk pertama kali seringkali menjadi momen yang membahagiakan bagi pasangan suami istri. Momen pertama dan membahagiakan tersebut seringkali membuat seorang ibu baru merasa perlu memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Keinginan tersebut sering membuat ibu baru menjadi gugup dan minimnya pengalaman seringkali membuat ibu baru melakukan hal-hal yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Yuk, cek beberapa hal yang seharusnya anda hindari ketika anda baru saja menjadi ibu: 1. Terlalu mendengar nasihat orang lain Nasehat dari orang lain untuk anda memang penting, apalagi jika nasehat berasal dari orang dekat anda seperti orangtua kandung, ayah ibu mertua atau kakak ipar anda. Hanya saja terlalu banyak mendengar nasehat orang lain juga bisa membuat anda merasa gugup dan tertekan, apalagi jika nasehat mereka saling bertentangan. Ibu menyarankan ini, sementara ibu mertua menyarankan itu dan kakak ipar menyarankan hal yang lain lagi. Cobalah untuk santai dan anggaplah “kesalahan” yang dianggap orang lain karena anda tidak melakukan saran mereka sebagai sebuah pembelajaran. Toh seiring berjalannya waktu anda juga akan punya pengalaman mengurus bayi. 2. Mengharapkan pasangan mengerti kelelahan anda Anda memang boleh berharap pasangan akan mengerti kelelahan anda, tapi jangan terlalu merasa kecewa ketika pasangan anda malah enak enakan tidur ketika anda sedang begadang mengurus bayi. Komunikasikan hal tersebut dengan suami dan jika perlu, buatlah perjanjian pra-kelahiran. 3. Tidak mempercayai pasangan dalam merawat anak Seringkali ibu baru merasa ragu apakah suami dapat memandikan bayinya dengan baik atau menggendong bayinya dengan benar. Adakalanya suami juga ingin melakukan hal tersebut untuk merasa punya andil dalam merawat bayi. Jangan terlalu banyak mengkritik dan biarkan suami anda belajar merawat bayi. Toh hal tersebut akan membantu anda karena merawat bayi berdua itu lebih baik daripada hanya sendirian saja. 4. Membuang uang untuk keperluan anak Bayi memang lucu dan anda tentu ingin mendandaninya sesuai dengan selera anda. Apalagi sekarang ini ada banyak barang dan aksesoris untuk bayi yang bentuknya lucu dan menggemaskan. Jangan membuang uang berlebihan untuk membeli keperluan anak yang tidak terlalu dibutuhkan, apalagi bayi adalah makhluk yang pesat perkembangannya. Baju lucu yang baru anda beli sebulan lalu bisa jadi sudah tidak muat lagi untuk dipakai sekarang :-). 5. Mudah cemas Jika bayi terserang penyakit ringan seperti demam atau flu, seringkali ibu baru merasa mudah cemas dan panik bukan kepalang seolah-olah penyakit tersebut tidak bisa disembuhkan. Cobalah untuk rileks, lakukan hal yang harus dilakukan untuk bayi anda dan belajarlah dari kondisi bayi anda. 6. Membandingkan anak anda dengan anak lain Perkembangan setiap anak memang tidak selalu sama. Kadangkala ibu baru suka membandingkan kondisi anaknya dengan anak orang lain, misalnya anak orang lain sudah bisa berjalan sementara si kecil di usia yang sama belum bisa berjalan. Setiap anak akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat kematangannya. Selama perkembangannya masih dalam batas normal, jangan khawatir akan hal tersebut
  15. Tanda-tanda berikut ini bisa dikenali sejak bayi berusia 1 tahun ke atas. Apabila Anda menemukan salah satu tanda berikut ini, Anda patut "curiga". Konsultasikan hal ini kepada dokter anak Anda. Bayi kurang memperlihatkan ekspresi, seperti tersenyum, tertawa. Jika Anda bahkan tidak pernah melihatnya tersenyum, Anda patut "curiga".Tidak bereaksi ketika namanya dipanggil.Bayi tidak pernah memproduksi suara apa pun, misalnya secara bergumam, menyemburkan ludah, atau bereksperimen dengan alat artikulasi (bibir, lidah, rongga mulut) untuk berusaha berkomunikasi dengan Anda.Matanya jarang bertatap atau melakukan kontak mata dengan siapa pun yang mendekati wajahnya. Atau, Anda seringkali mendapati bayi berkonsentrasi mengamati sebuah benda dalam waktu beberapa menit. Bayi, jarang sekali bahkan tidak pernah menirukan gerak benda, atau membalas lambaian tangan Anda.
  16. Ada sebuah kisah tentang seorang anak yang sedang mengadakan perhitungan dengan ibunya. Anggap saja nama anak ini adalah Reno. Reno berusia 10 tahun, dia sedang kesal karena ibunya menyuruh dia untuk membantu membereskan mainannya yang tercecer di kamar Reno. Reno merasa tidak terima, karena ibunya selalu menyuruh-nyuruh dia. Akhirnya dia terpikirkan sebuah ide. Dia menulis sebuah catatan yang isinya daftar harga yang harus dibayar ibunya, bila sang ibu ingin menyuruh Reno. Dia mulai mencatat harga-harganya : Merapihkan tempat tidur : Rp 10.000,-Membeli kerupuk di warung : Rp 15.000,-Menyiram tanaman : Rp 5.000,-Membereskan mainan : Rp 10.000,-Setelah dia puas dengan daftar harganya, Reno segera menemui ibunya dan menyerahkan catatan tersebut. Sang ibu melihat tulisan anaknya yang masih berantakan itu dengan tersenyum, kemudian ia bertanya,”Reno, kamu ingin ibu membayarmu untuk melakukan semua tugas-tugas ini ?” Reno pun menjawab,” Betul bu, ibu sering menyuruh-nyuruh Reno, Reno kan cape bu, jadi ibu harus membayar bila ingin menyuruh Reno.” Sang ibu hanya tersenyum, kemudian dia membalik kertas tersebut dan mulai menulis : Melahirkan Reno : GRATISMenggantikan popok Reno : GRATISMerawat Reno waktu sakit : GRATISMengantar Reno ke sekolah : GRATISMemasak untuk Reno : GRATISKemudian, sang ibu menyerahkan catatan tersebut kepada Reno, Reno membacanya dengan seksama, lama kelamaan Reno pun menangis. Dia menyadari betapa banyak hal yang telah ibunya kerjakan untuknya dan sang ibu tidak pernah mengeluh bahkan meminta bayaran. Kita seringkali mengeluh apabila orang tua kita meminta bantuan kita, padahal itu adalah masalah-masalah yang sepele. Padahal bila kita ingat kembali, betapa besar pengorbanan mereka untuk kita, sedari kita baru dilahirkan sampai sekarang. Cintailah orang tuamu, sadarilah berapa banyak pengorbanan yang telah mereka berikan untuk kebahagiaan kita.
  17. “Tahukan Anda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.” Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak milyaran sel-sel otak anak kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah. Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya. “Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya. Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otak anak. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi anaknya,” Tidak hanya itu, juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tapi juga hati, jantung dan lainnya. Teriakan dan Bentakan menghasilkan gelombang suara. Ya, hampir semua orang mengetahui itu. Yang belum banyak diketahui orang banyak adalah, bentakan yang disertai emosi seperti marah menghasilkan suatu gelombang baru. Emosi negatif seperti marah mempunyai gelombang khusus yang merupakan gelombang yang dipancarkan dari otak. Gelombang ini dapat bergabung dengan gelombang suara orang yang berteriak. Nah, gabungan gelombang suara dan gelombang emosi marah ini menghasilkan gelombang ketiga dengan efek yang khusus. Efek dari gelombang ketiga ini adalah sifat destruktifnya terhadap sel-sel otak orang yang dituju. Dalam satu kali bentakan saja, sejumlah sel-sel otak orang yang dijadikan target akan mengalami kerusakan saat dia terkena gelombang ini, baik bila dia mendengar suaranya atau pun tidak. Hal ini karena gelombang ketiga ini tetap merambat sebagaimana dia gelombang suara tapi langsung ditangkap oleh otak sebagaimana gelombang otak. Efek kerusakan pada sel-sel otak akan lebih besar pada anak-anak yang dijadikan sasaran bentakan ini. Pada remaja dan orang dewasa mengalami kerusakan yang tidak sebesar anak-anak, tapi tetap saja terjadi kerusakan. Efek jangka panjangnya dapat dilihat pada orang-orang yang sering mengalami bentakan di masa lalunya. Mereka lebih banyak melamun serta termasuk lambat dalam memahami sesuatu. Orang-orang ini biasanya mudah meluapkan emosi negatif seperti marah, panik atau sedih. Mereka biasanya seringkali mengalami stress hingga depresi dalam hidup, karena kesulitan memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi. Semuanya akibat dari sel-sel otaknya yang aktif lebih sedikit dari yang seharusnya. Oleh karena itu, sebagai orang tua, pendidik, ataupun orang yang lebih tua dari ‘mereka’, sebaiknya memilih sikap yang lebih kreatif dalam menghadapi tingkah anak yang mungkin kurang baik. Seringkali orang tua bukan mencegah, mengarahkan, dan membimbing sebelum kesalahan terjadi. Seharusnya orang tua mempertimbangkan tingkat perkembangan kejiwaan anak, sebelum membuat aturan. Jangan menyamakan anak dengan orang dewasa. Orang tua hendaknya menyadari bahwa dunia anak jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, ketika menetapkan apakah perilaku anak dinilai salah atau benar, patuh atau melanggar, jangan pernah menggunakan tolok ukur orang dewasa. Harus diakui, orang tua yang habis kesabarannya sering membentak dengan kata-kata yang keras bila anak-anak menumpahkan susu di lantai, terlambat mandi, mengotori dinding dengan kaki, atau membanting pintu. Sikap orang tua tersebut seperti polisi menghadapi penjahat. Sebaliknya, orang tua sering lupa untuk memberikan perhatian positif ketika anak mandi tepat waktu, menghabiskan susu dan makanannya, serta memberesi mainannya. Padahal seharusnya, antara perhatian positif dengan perhatian negatif harus seimbang. Mari yuk selalu memberi pujian tulus dan pelukan kasih sayang kepada anak-anak kita agar kelak menjadi anak yang cerdas berjiwa penuh kasih sayang.
  18. Menyesalah seumur hidup bagi mereka yang tidak bisa membahagiakan orang tuanya ketika mereka masih hidup, dan lebih menyesal dan sangat terkutuklah bagi mereka yang sudah tidak dapat membahagiakan orang tua tapi justru membuat orang tua susah dan menderita sampai akhir hayat mereka. Dari segumpal daging berkerut berlumuran darah yang baru keluar dari perut ibu, kita dibesarkan oleh orang tua kita sampai dewasa seperti saat ini. Mereka mencari nafkah membanting tulang untuk kebutuhan kita. Pernahkah terlintas pada benak anda untuk membalas budi baik mereka suatu hari nanti? Pernah! Hampir sebagian anak pasti pernah berpikir seperti itu (Terkutuklah mereka yang hanya bersenang-senang saja diatas penderitaan orang tua tanpa memikirkan untuk membalas budi baik mereka suatu hari nanti). Tapi jangan hanya berpikir, pernahkah hal itu terwujud? Jika anda belum dewasa, masih sekolah atau kuliah? Berbuatlah sesuatu untuk mereka mulai dari hal yang paling sederhana: Jangan membuat mereka susah & jangan kecewakan mereka dengan tidak lulus sekolah! Hal itu sudah cukup membuat orang tua bahagia dengan tidak menyia-nyiakan hasil jerih payah mereka membanting tulang (Terkutuklah bagi mereka yang hanya merokok di sekolah dan kemudian mejeng di mall bersama teman-teman menghabiskan uang orang tua tanpa pernah berpikir untuk belajar). Jika anda sudah dewasa sekarang, coba pikirkan apa yang sedang anda lakukan saat ini? Apakah kamu sedang bekerja mencari uang untuk membangun masa depan mu? Sisihkan walau hanya sedikit untuk menyenangkan orang tua mu. Balas kebaikan mereka yang selama ini sudah membuat kamu berhasil seperti ini. Bandingkan dengan anak-anak gelandangan yang tidak mempunyai masa depan. Jika anda sudah dewasa sekarang, coba pikirkan apa yang sedang anda lakukan saat ini? Apakah kamu sedang bermalas-malasan tanpa pekerjaan yang jelas, merong-rong orang tua mu dengan "minta duit" setiap hari untuk bersenang-senang. Apalagi sampai kau tega menyiksa mereka, membuat mereka menangis, menakuti-nakuti dan menyakiti mereka! Perbuatan itu bisa membuat mereka pendek umur dan cepat mati! Terkutuklah kamu di dalam neraka sedalam-dalamnya selama ratusan tahun. Terimalah buah karma yang akan kau petik suatu saat nanti ketika kau punya anak. Anak-anak mu akan membalas perbuatan yang kamu lakukan pada orang tua mu dulu. Kau akan merasakan hari tua di pinggir jalan meratapi nasib yang malang. Sadarlah teman! Buka mata dan hatimu sekarang juga. Siapa pun kamu, dalam keadaan apapun kamu saat ini.. Buatlah orang tua mu bahagia, atau setidaknya jangan membuat mereka menderita terus seumur hidup. Berhentilah menyusahkan mereka, bersikaplah dewasa karena suatu saat nanti kamu juga akan menjadi orang tua dan merasakan apa yang saat ini orang tua kamu rasakan. Jangan menanam karma yang busuk, karena suatu saat nanti akan menghasilkan buah yang busuk juga.
  19. Jika Anda mencintai orang tua Anda, maka secara alami Anda ingin membuat mereka bangga dalam hidup. Ini adalah cara Anda membayar kembali cinta yang mereka berikan pada Anda dalam hidup; dengan melakukan hal-hal yang membuat mereka bahagia dalam hidup. Di bawah ini adalah beberapa cara membuat orang tua bangga dalam hidup mereka. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang hal ini. 1. Menjadi sebaik yang Anda bisa Jadilah orang yang hebat dengan menjadi rendah hati dan baik. Jadilah orang yang orang lain kagumi dalam hidup. Ketika Anda baik secara alami itu akan membawa senyum di wajah orang tua Anda. Orang-orang akan datang dan memberitahu mereka bahwa anak mereka begitu peduli dan rendah hati. Anda pasti akan membuat mereka senang dengan sikap Anda ini. Jadi, cobalah untuk menjadi sebaik yang Anda bisa. 2. Menerima pandangan mereka dalam hidup Ketika orang tua Anda menyarankan Anda sesuatu, itu adalah sesuatu yang berasal dari keprihatinan. Dan, mungkin ini adalah sesuatu yang pernah mereka alami berdasarkan pengalaman. Terima sudut pandang mereka dan jika mungkin lakukan sesuai dengan saran mereka. Terima saran jujur mereka jika Anda berpikir bahwa mereka baik. Mereka tidak akan pernah meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang salah dalam hidup. Jadi, terima hal-hal yang mereka katakan. 3. Memiliki studi dan karir yang baik Bahkan, jika Anda tidak pandai dalam studi, Anda masih dapat mengatur diri Anda untuk mendapatkan nilai yang layak. Pilih karir yang dapat membuat mereka bangga. Idenya adalah untuk membuat mereka bahagia dengan pilihan Anda. Tidak peduli apa pilihan karir Anda, yang penting adalah seberapa jauh Anda akan pergi untuk mengejar kesuksesan Anda. Dan, lihatlah kesuksesan Anda, Anda akan membuat mereka bangga tentunya. 4. Selalu membuat keputusan yang tepat dalam hidup Dibutuhkan waktu untuk melakukan hal-hal yang salah. Pikirkan tentang orang tua Anda dan cinta mereka sebelum melakukan hal-hal yang dapat meninggalkan dampak buruk pada mereka. Seperti, tidak melibatkan diri dalam kegiatan kriminal atau hal-hal seperti obat-obatan. Ini hidup Anda dan pilihan-pilihan yang Anda buat harus benar. Dengan membuat pilihan yang tepat, Anda pasti akan membuat orang tua Anda bahagia dalam hidup mereka. 5. Mencoba untuk bertanggung jawab Adalah baik untuk bertanggung jawab dalam hidup, karena itu akan membantu Anda untuk mengambil keputusan yang tepat. Jika Anda bertanggung jawab, Anda pasti akan membawa senyum pada wajah orang tua Anda. Dengan menjadi bertanggung jawab, Anda tidak hanya akan menjadi baik tetapi juga membuat orang tua Anda bangga pada segala sesuatu yang Anda lakukan. Jadi, terima peran dan bertanggung jawab dalam kehidupan pada hal-hal yang penting. 6. Jangan melawan perkataan orang tua Hormati orang tua Anda dalam segala hal. Jangan pernah menjawab kembali atau berdebat dengan mereka. Anda harus menghormati keputusan dan saran dalam hidup mereka. Jika Anda tidak menyukai sesuatu atau Anda tidak ingin melakukan sesuatu, maka bicarakan dengan sopan. Hanya beritahu orang tua Anda dengan cara halus bahwa Anda tidak dapat melakukan apa yang mereka inginkan. Jangan berteriak pada mereka karena selalu ada cara dalam melakukan sesuatu. 7. Akui kesalahan Ada Anda pasti akan membuat orang tua Anda bangga jika Anda mengakui apa pun yang Anda lakukan. Membuat pengakuan jujur kepada mereka bahkan jika Anda melakukan sesuatu yang salah. Idenya adalah untuk menghargai mereka dalam kehidupan. Mereka akan berteriak pada Anda, tetapi juga akan merasa bangga pada Anda. Ini adalah suatu keharusan untuk mengakui kesalahan Anda tepat waktu agar membuat orang tua Anda bahagia.
  20. Dunia Si Kecil setiap harinya selalu diisi dengan bermain, bermain dan bermain. Dimulai dari ia bangun tidur di pagi hari hingga menjelang tidur di malam hari, pastinya tidak lepas dari bermain. Mungkin Parents berpikir, kapan Si Kecil duduk manis belajar dengan tekun. Seolah-olah bermain sangat bertolak belakang dengan belajar. Sebenarnya dalam bermain, Si Kecil banyak belajar. Bermain itu sebenarnya mencerdaskan loh, Parents. Hampir semua permainan itu meningkatkan daya pikir anak. Oleh karena itu Parents harus memberikan stimulasi optimal melalui permainan yang sesuai dengan perkembangan fisik Si Kecil. Bermain itu melibatkan kontak fisik, alat atau melakukan permainan kata-kata. Semuanya itu dapat merangsang terbentuknya koneksi antar sel di otak. Setiap kali ia menemukan situasi baru nantinya Si Kecil akan membuat sambung-sambungan dan akan terjadi penguatan terhadap koneksi jika hal tersebut diulang-ulang. Permainan yang diberikan kepada Si Kecil pun harus bervariasi agar dapat meningkatkan inteligensinya. Semakin banyak Si Kecil berkegiatan, semakin banyak pula kesempatan bagi otaknya untuk berkembang secara seimbang. Selain bermain, Parents juga harus memperhatikan pula waktu istirahatnya. Beristirahat juga sangat penting bagi perkembangan otaknya. Istirahat yang cukup dapat membuat otak Si Kecil merekonstruksi kembali ingatan-ingat yang dibuat. Mendampingi Si Kecil waktu bermain memang diperlukan tetapi tidak perlu mendampinginya dari awal hingga akhir permainan. Parents cukup pada awalnya saja, selebihnya awasi ia dari jarak tertentu dan biarkan ia bereksplorasi sendiri.Tetapi jika permainan cukup berisiko tinggi, tentu diperlukan pendampingan orang dewasa. Beberapa permainan yang dapat meningkatkan inteligensi Si Kecil: Permainan yang dapat mengembangkan motorik Si Kecil, misalnya berlari, melompat, menangkap, menggelindingkan dan menendang bola. Permainan membangun kreativitas yang dapat membuat sel-sel saraf di otak saling terkoneksi, misalnya memasang, menyusun dan mengurai balok-balok atau puzzle. Permainan kata-kata yang dapat meningkatkan wawasan dan kosa kata Si Kecil, misalnya bernyanyi lagu anak-anak dan bermain tebak-tebakan. Permainan di komputer juga dapat merangsang pertumbuhan koneksi antar sel di otak Si Kecil. Pada saat bermain games computer, Si Kecil akan terbiasa menyelesaikan sebuah tingkat dan menuju tingkat berikutnya yang lebih rumit dari sebelumnya. Tentunya ia akan belajar untuk mencari strategi untuk menguasai permainan di tingkat selanjutnya. Meskipun bermain itu baik untuk perkembangan otak Si Kecil, tetap saja Parents harus memberi batasan waktu dalam bermain. Masih ada hal lain yang harus dipelajari oleh Si Kecil dalam kehidupan sehari-harinya, misalnya makan, mandi dan berbagai kegiatan sehari-hari yang juga harus dikuasai oleh Si Kecil. Selamat bermain ya!
  21. Ketika bayi sedang mengantuk, maka pasti Anda akan segera menidurkannya. Namun terkadang menidurkan bayi tidak semudah menidurkan anak yang sudah lebih besar. Oleh karena itu Anda harus memilih metode menidurkan bayi yang tepat. Dengan begitu, maka bayi Anda bisa tertidur dengan lelap dan nyenyak. Berikut ini adalah beberapa metode menidurkan bayi yang tepat: 1. Ferberizing Metode ini mungkin akan terasa tidak nyaman karena Anda harus membiarkan bayi menangis hingga akhirnya tertidur. Perasaan tidak nyaman ini karena Anda tidak tahan mendengar buah hati menangis. Namun sebenarnya metode ini cukup efektif asalkan Anda tahu jadwal tidur bayi. Jadi ketika dia mengantuk dan menangis, Anda akan membiarkannya lebih lama menangis. Namun setelah membiarkannya menangis selama beberapa lama, Anda harus membuatnya merasa lebih tenang sehingga dia tahu kalau sudah waktunya untuk tidur. Pada metode ini, Anda akan membuat bayi memiliki jadwal tidur yang teratur meskipun dia belum mengantuk. Pada metode ini, Anda akan membiarkan bayi menangis selama kurang lebih 5 menit. Setelah itu, perdengarkan suara lembut kepadanya tanpa menggendongnya. Malam berikutnya, Anda memberikan waktu yang lebih lama bagi dia untuk menangis. Namun lakukan ini secara bertahap hingga selama 15 menit. Namun pastikan juga kalau Anda mengetahui penyebab bayi menangis, karena bisa saja dia menangis bukan mengantuk tapi karena terkena sesuatu yang keras atau tersedak. 2. Long Good Bye Bagi Anda yang memiliki begitu banyak kesibukan, sebaiknya Anda menerapkan metode ini. Metode ini akan membantu Anda untuk membuat batasan antara Anda dan bayi. Dengan menerapkan metode ini, maka Anda memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan kegiatan. Cara inipun cukup mudah, Anda hanya perlu membiasakan bayi untuk berbaring di tempat tidurnya hingga dia mengantuk. Kalaupun dia rewel, Anda hanya perlu menepuk punggungnya dengan lembut hingga dia tenang. Ketika Anda melakukan metode ini, Anda juga tidak boleh langsung merespon tangisannya dengan menggendongnya. Tapi ketika tangisannya sudah sangat histeris, maka Anda harus segera menggendongnya. Dengan melakukan metode ini secara konsisten, maka bayi Anda akan terbiasa untuk tidak terlalu tergantung pada Anda. Namun Anda juga harus melakukan metode ini secara perlahan dan sedikit demi sedikit hingga akhirnya buah hati mulai terbiasa. 3. Mencegah Tangisan Bagi Anda yang ingin lebih dekat dengan buah hati Anda dan mencegahnya agar dia tidak terlalu sering terbangun di malam hari, Anda bisa menggunakan metode ini. Dengan begini, Anda bisa mengurangi tangisannya di malam hari dengan bertahap. Pada metode ini, Anda memberikan relaksasi kepada bayi agar dia bisa tenang. Namun pastikan kalau Anda melakukan metode ini dengan konsisten. Caranya adalah Anda harus tidur bersama buah hati Anda. Jika dia terbangun, pastikan kalau Anda memberikannya stimulasi yang lembut dan menyusuinya agar dia bisa kembali mengantuk. Namun pastikan juga kalau Anda menjaga keamanan dan kenyamannya. Karena bukan tidak mungkin kalau dia akan tertindih ketika Anda tidur bersamanya. 4. Self Soothing Pada metode ini, Anda akan membiarkan bayi Anda tertidur dengan sendirinya. Anda hanya perlu menenangkannya secara verbal. Selain itu, cara ini juga akan membuatnya memiliki jadwal tidur yang teratur dan konsisten. Cara ini juga akan membuat bayi Anda bisa tetap tenang meskipun dia sudah mengantuk. Metode ini mungkin akan sedikit sulit namun bisa membantu Anda untuk mencegah agar bayi Anda tidak menangis saat dia sudah mengantuk dan akan tidur. Adapun cara menerapkan metode ini adalah dengan memandikan bayi dengan menggunakan air hangat agar dia bisa merasa lebih tenang. Setelah itu redupkan lampu dalam kamar Anda. Agar dia lebih tenang, sebaiknya Anda membacakan atau memperdengarkan cerita kepadanya. Pastikan kalau Anda menggunakan suara yang lembut ketika membacakan cerita kepadanya. Hal penting lainnya yang harus Anda perhatikan adalah pastikan kalau suara Anda tetap tenang dan lembut sehingga dia bisa tetap tenang saat terbangun di pagi hari. Pada awal melakukan metode ini, mungkin Anda akan membutuhkan waktu selama satu minggu hingga akhirnya dia bisa benar-benar tidur dengan lelap. Selain dengan membacakan cerita, Anda juga bisa memperdengarkan lagu yang tenang kepadanya. Setelah beberapa lama, Anda bisa mengetahui lagu apa saja yang menjadi pengantar tidurnya sehingga Anda bisa memperdengarkan kepadanya dengan suara yang kecil saat akan menidurkannya.
  22. Joe Riquelme, pengembang aplikasi iPhone dari New York, mengejutkan kedua orangtuanya dengan membayar seluruh hipotek mereka untuk Natal. Sikap yang bijaksana dari pemuda itu membuat orang tuanya menangis. Hal itu ia lakukan sebagai ungkapan ‘terima kasih’ kepada kedua orang tuanya yang telah menyekolahkan dan mendukung dia dan saudaranya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy