Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'onno w purbo'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 1 result

  1. Onno W. Purbo (kiri) beserta Adiatmo Rahardi (tengah) dalam acara IoT Makers Meetup di Universitas Indonesia. Penerapan konsep Internet of Things (IoT) ternyata tidak hanya dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan teknologi berskala besar. Secara individual pun, orang biasa sudah dimungkinkan untuk merancang dan membuat perangkat yang mendukung IoT. Menurut Onno W. Purbo (praktisi teknologi informasi), perangkat keras yang mendukung konsep IoT sudah semakin mudah didapat dan juga murah biayanya. Misalnya Raspberry Pi, Arduino, dan sejumlah sensor elektronik. Berbekal pengetahuan dan niat untuk merangkai perangkat-perangkat itu, seseorang bisa saja membuat karya kreatif dan bahkan bermanfaat bagi masyarakat banyak, contohnya dengan membuat perangkat untuk mitigasi dan tanggap bencana. Opini tersebut disampaikan Onno di dalam acara IoT Makers Meetup yang digelar oleh Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia, Sabtu (20/6). Acara yang didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini juga dihadiri oleh Zerfani Yulias (Ketua Komunitas Arduino Indonesia) dan Adiatmo Rahardi (Ketua Komunitas Robot Indonesia). “IoT Makers Meetup” merupakan sebuah diskusi pemanasan sebelum memasuki kegiatan utama, yaitu pameran dan kompetisi TI tahunan COMPFEST 7 yang diselenggarakan oleh Fasilkom Universitas Indonesia. Salah satu kompetisi yang akan dilombakan adalah kategori Internet of Things. Adiatmo Rahardi yang juga berperan selaku ketua dewan juri kompetisi Internet of Things COMPFEST 7 menyampaikan bahwa perlu ada kompetisi pembuatan aplikasi Internet of Things untuk membantu masyarakat dan berbagai pihak dalam pengurangan risiko bencana. “Kompetisi diperlukan agar kita siap jika menghadapi bencana dengan berbagai macam penemuan teman-teman TI,” kata Adiatmo. “Saya ingin sekali melihat teman-teman developer berpikir membuat sendiri sistem TI untuk Indonesia. Saat ini orang Indonesia membayar US$300 juta hanya untuk lisensi perangkat lunak di komputer pribadi. Inilah saatnya kita menjadi produsen, bukan hanya konsumen,” imbuh Onno.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy