Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'online shop'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 9 results

  1. Bayangkan mendapat kiriman barang elektronik berkali-kali dan tak dimintai bayaran. Itulah yang dialami sejumlah warga AS yang menjadi korban modus penipuan online baru. Meski korban tidak dibobol kartu kreditnya, data pribadi mereka digunakan untuk menulis ulasan palsu bagi produsen tidak jelas.
  2. Amazon baru saja merilis laporan keuangannya sepanjang kuartal ketiga tahun 2016. Dalam laporannya, Amazon berhasil meraih pendapatan sebesar USD32,71 miliar dengan pendapatan per saham sebesar 52 sen. Menurut CNBC, pendapatan Amazon memang sedikit naik dari yang diperkirakan sebelumnya yaitu USD32,69 miliar. Sayangnya, pendapatan per saham Amazon lebih kecil dari perkiraan sebelumnya yang berada di angka 78 sen. Penurunan tersebut membuat harga saham Amazon anjlok hingga lima persen di penutupan perdagangan hari Jumat kemarin. Tidak hanya itu, sekitar 1,6 juta lembar saham Amazon juga dilaporkan telah berpindah tangan saat menurunnya saham Amazon kemarin. Pendapatan Amazon masih didominasi oleh bisnis ritel online yang berhasil memberikan pendapatan sebesar USD18,87 miliar sepanjang Q3 2016. Jumlah tersebut sedikit lebih rendah dari prediksi analis yang memperkirakan penjualan ritel Amazon bisa mencapai angka USD19,09 miliar. Meski demikian, jumlah pendapatan penjualan retail Amazon di luar wilayah Amerika Serikat meningkat tipis ke angka USD10,61 miliar. Sebelumnya, jumlah pendapatan penjualan retail di luar wilayah AS diperkirakan hanya sebesar USD10,44 miliar. Yang menarik adalah perkembangan layanan cloud Amazon, yaitu Amazon Web Service, meningkat cukup tinggi hingga USD3,23 miliar dari perkiraan sebelumnya yang berada di angka USD3,17 miliar. Meski demikian, biaya operasional AWS naik hingga 31,6 persen. Sedangkan di kuartal sebelumnya biaya operasional AWS hanya 29,9 persen. AWS memang diprediksi akan mengalahkan bisnis retail Amazon dalam hal pendapatan di masa yang akan datang. AWS saat ini telah menjadi salah satu bisnis paling penting bagi Amazon karena pendapatannya terus meningkat. Analis bahkan memprediksi AWS akan menyumbangkan setengah dari pendapatan Amazon di beberapa tahun ke depan.
  3. Rakuten, situs belanja online asal Jepang, memutuskan untuk menarik diri dari Indonesia. Semua transaksi akan dihentikan mulai 1 Maret 2016. Pengumuman ini dituliskan pada situs resmi belanja online tersebut yang beralamat di rakuten.co.id. "Dengan sangat menyesal kami mengumumkan bahwa Rakuten Belanja Online tidak lagi tersedia bagi pelanggan untuk melakukan pembelian per 1 Maret 2016. Kami ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan Anda selama beberapa tahun ini dan kami harap Anda menikmati berbelanja di Rakuten Belanja Online," tulis Rakuten. Tak diketahui apa alasan Rakuten mundur, padahal menurut data mereka industri e-commerce di Indonesia diprediksi bakal naik 45,1 persen hingga akhir 2016. Pun begitu Rakuten menjamin semua konsumen yang sudah terlanjur atau ingin bertransaksi hingga 29 Februari 2016. "Semua pesanan dengan pembayaran yang terkonfirmasi pada periode ini akan tetap dikirimkan," isi pernyataan situs Rakuten di Indonesia. Rakuten masuk Indonesia sejak pertengah 2011 dengan menggandeng MNC Group sebagai mitra lokal. Namun keduanya memutuskan untuk berpisah pada akhir 2013 lalu, dan kini akhirnya Rakuten memutuskan untuk tak lagi berbisnis di Indonesia.
  4. Banyaknya ulasan atau review palsu di Amazon.com membuat situs penjualan online tersebut akhirnya menempuh jalur hukum. Setidaknya seribu lebih orang dituduh menulis ulasan bernada memuji untuk imbalan uang, melanggar ketentuan netralitas ulasan di Amazon.
  5. Guest

    Munculnya Pesaing Baru Amazon

    Amazon.com telah lama mendominasi penjualan online di AS, bahkan dengan perluasan layanan online oleh jaringan toko konvensional seperti Walmart dan Macy's. Belakangan toko online baru berupaya menyaingi Amazon, dengan memberi diskon lebih besar bila bersedia menunggu lebih lama. VOA Indonesia; http://www.voaindonesia.com Ngobas: http://ngobas.com
  6. 1.Timbangan Alat satu ini diperlukan untuk menimbang.. ya iyalah masa untuk melempar. Barang yang akan kita kirim perlu ditimbang terlebih dahulu untuk menentukan perkiraan ongkos kirim ke customer. Kalo melalui JNE 0< 1 kg berat dihitung satu kilo (marginnya kalo ngga salah sampe 1,3 kg). Tapi kalo lewat pos kalau tidak salah per gram, contohnya saya pernah mengirim paket ke Mamuju, untuk berat satu kilo 31.000, dan kalau 500 gram 19.500. Selama ini alat menimbang yang saya gunakan adalaaah… timbangan roti pemberian ibu saya hihi.. alhamdulillah sangat bermanfaat, bisa menimbang hingga 3 kg :D . Tadinya pengen beli timbangan digital (bisa buat nimbang sampai 40 kg), tapi kata zauji belum perlu karena barang jualan kami ngga terlalu berat *dompetslamet* 2. Meteran Meteran ini digunakan untuk mengukur volume barang yang sudah kita packed. Kalau volumenya besar walaupun beratnya ringan, maka akan tetap masuk volume. Rumus volume JNE yaitu (p x l x t) : 6000 naah ketemu deh angka sekian yang menjadi berat dari barang tersebut. 3. Perlengkapan membungkus Peralatan perang untuk bungkus membungkus meliputi : isolasi coklat/bening, isolasi kecil, gunting, cutter. Sedangkan untuk membungkusnya sendiri terserah kita mau memakai apa (asal jangan pakai sarung, nanti dicariin sama suami lho). Mau pake kardus monggo, mau pake amplop coklat silakan, mau pake plastik item besar dan tebel (yang biasanya buat sampah) tafadhdhol, mau pake kertas koran ya hayuk aja. Ada juga yang memakai kertas kado. Kalau saya pribadi sebagai wujud dari go green (padahal ra modal haha) dan pemanfaatan barang bekas, biasanya memakai kertas koran ataupun kardus. Kalau memakai kertas kado kok eman-eman, apalagi saya tidak mengenakan biaya packing (padune ngirit hihi..). 4. Daftar ongkir Naah.. ini fentink. Daftar ongkir dari jasa pemaketan yang akan kita gunakan. Sebenarnya bisa juga dilihat melalui web-web mereka (jne.co.id atau posindonesia.co.id, kalo TIKI kayaknya ngga ada). Tapi lebih valid lagi kalo kita fotocopy daftar ongkos kirim dari agen setempat. Caranya gimana?minta saja ke agen tersebut untuk kita fotocopy. Biar bisa dilihat-lihat kalo pas online bisa kita scan, jadi ngga harus bawa buku daftarnya kemana-mana. 5. Rekening Bank Yaa..iyalah, kalo ngga punya rekening bank ya agak repot, masa mau pakai wesel. Kasian buyernya repot-repot cari tempatnya buat kirim wesel. Kalo buyernya masih satu kota sih masih bisa cod (cash on delivery), lha kalo seller di aceh dan buyer di papua, lha opo yo meh cod? iso bdo (berat di ongkos). Untuk pilihan bank biasanya rata-rata memakai rekening bank mandi** dan bc* . Dalam pemakaian rekening bank teteup perlu diwaspadai untuk bunga banknya ya. Riba. Ngga usah diambil. Taunya jumlah bunganya gimana?yaa, kan ada history transaksi, bisa ngeprint buku tabungan, atau lebih mudah kalau sudah mendaftar internet banking. Bisa diketahui transaksinya secara detail. Internet banking juga memudahkan kita untuk ngecek apakah transferan dari buyer sudah masuk atau belum. 6. Token Bank Selain untuk pembayaran PAM, PLN, pembelian pulsa, dsb, token ini bermanfaat jika kita mau mengadakan transaksi. Misalnya ketika kita mau kulak via online, atau mau mengembalikan sisa pembayaran dari customer (kalo ada sisanya lhoo, biasanya mah olshop yang nombok karena salah perhitungan ongkir hiks *tunjuk diri sendiri* ) 7. Barang dagangan Yo mesthiii… buka olshop kalo nggak punya barang dagangan lha meh dodol opo?dodol garut?xixi.. 8. Pembukuan Lhaaa ikiii.. penyakit olshop (terkamsuk saya) yaitu pembukuan yang kurang rapi. Hal ini menyebabkan bercampurnya keuangan olshop dengan pribadi. Ada laba dikit buat jajan siomay, ataupun terbalik misalnya membeli lakban dengan uang belanja (walopun kelihatannya sepele, cuma lakban.. tapi harganya lumayan mahal bok, bisa buat beli telur setengah kilo sama tempe hehe..). Kalo kata pakar keuangan nun jauh disana, kita harus membuat pembukuan yg rapi agar terlihat berapa omzet dan laba kita. Apabila perlu membuka rekening khusus untuk pemasukan dan pengeluaran (hadeh mumet sik, rekening siji wae wis puyeng kok). And one more thing, supaya ngga sembarangan asal ngambil uangnya olshop, kita juga perlu mengalokasikan dana untuk menggaji diri sendiri (note : nek cukup alias nek ono duwite heheu *amin, mudah-mudahan ada*) Naah, kalo sudah siap perlengkapan perangnya, hal apa sajakah yang kira-kira perlu diperhatikan ketika berolshop ria? 1. Jangan mengirim barang sebelum uang ditransfer oleh customer. Ada beberapa teman olshop yang mengirim barang sebelum buyer mentransfer dan akibatnyah mengalami kesulitan ketika hendak menagihnya. 2. Tulis detail barang sedetail-detailnya untuk mengurangi pertanyaan yang ngga perlu dari customer (biar hemat pulsa juga kalo customer contact lewat sms) 3. Bikin picture dagangan yang semenarik mungkin (lha iki aku ora iso, gambar paling sak onone hiks *mesakne*), misalnya background ato watermarknya yang bagus gitchu. 4. Perhatikan ngalamat dari customer. Ketika mereka mau order, minta alamat lengkap selengkap-lengkapnya, terutama kecamatan or kabupatennya. Karena berbeza kecamatan or kabupaten bisa menyebabkan perbedaan dalam ongkir. Misalnya Bandung dan Kabupaten Bandung itu beda ongkirnya. Kalau dari tempat saya ongkir ke kota bandung 9ribu, sedangkan ke kabupaten bandung 14.500. Lumayan kan selisihnya? 5. Dan satu lagii..jangan sakit hati kalo ada customer yang hit n run yaa :D yaitu yang udah deal, bilang mau transfer eh tau-tau menghilang entah kemana. I know it’s hurt, but face it.. insya Allah lama-lama kebal kok hehehe.. Begonolah kira-kira sekilas tentang tips dalam membuka online shop. Monggo kalo ada master-master olshop yang qodarullah mampir, bisa dikoreksi ataupun ditambahi catatan saya :)
  7. Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih mencari formula soal rencana pengenaan pajak bagi perdagangan online (e-commerce). Bisnis online masih belum tersentuh Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga Pajak Penghasilan (PPh). Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina mengakui masih kesulitan mengenakan pajak pada sistem perdagangan e-commerce. "Masih ada 2 yang pending," kata Srie saat ditemui di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (6/04/2015). Kesulitan pertama adalah pengenaan pajak khususnya bagi produk digital contohnya buku elektronik atau e-book. Selain, kesulitan lainnya adalah media pembayaran pajak bagi produk yang sifatnya lintas batas negara. "Pendingnya kalau barang itu sifatnya digital, misalnya kirim film di sana, kirim buku digital bagaimana mengenakan pajaknya, itu satu. Kedua pendingnya bagaimana kita pakai national payment gateway. Selama ini payment online itu borderless itu kita pakai visa, mastercard, itu kita belum putuskan. Ketentuan di WTO itu tax free," paparnya. Sementara itu prosedur lain yang digunakan pemerintah untuk mengenakan pajak bagi perdagangan online sudah dibuat dan masuk ke dalam roadmap. Roadmap ini juga sudah didiskusikan sebanyak 2 kali baik dengan 11 Kementerian/Lembaga dan para stakeholder e-commerce. Menurut Srie aturan pengenaan pajak dan sistem perdagangan online secara umum ditargetkan selesai tahun ini dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP). "Kita sudah draft final internal sudah, kita segera akan bahas dengan stakeholder K/L itu kita akan bahas dengan pelaku usaha sudah naik deh. Insya Allah (tahun ini)," katanya. Sama dengan Srie, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menjelaskan hal yang sama. Saat ini pemerintah sedang membuat formula yang tepat pengenaan pajak sekaligus membuat aturan sistem perdagangan online secara umum. "E-commerce masih dalam pembahasan, ini tidak bisa langsung dan kita tetap melakukan koordinasi. Yang diatur dari sistem kepemilikannya. Spiritnya itu BKPM mendorong pelaku nasional. Bagaimana e-commerce itu melindungi konsumen, bayar pajak, lalu bisa dipastikan kantornya," sebut Franky. Sumber: Detik.com
  8. Kegiatan berbelanja secara online kini telah menjadi salah satu tren bagi sebagian masyarakat di berbagai negara. Tak heran, industri perdagangan elektronik (e-commerce) semakin merekah dan banyak diminati. Meski demikian, berbelanja secara online tak selalu aman bahkan rentan terhadap tindakap penipuan. Tak hanya memberikan keuntungan, berbelanja secara online juga bisa membuat kamu terjebak dalam bahaya. kamu tentu pernah mendengar kisah pembeli barang online yang sudah melunasi pembayaran tapi tak kunjung menerima pesanannya. Berikut empat hal yang paling berbahaya dari kegiatan belanja online: 1. Pilihan pembayaran Hati-hati menggunakan kartu debit dan kredit kamu saat membayar barang yang dibeli secara online. Pasalnya, kamu selalu dituntut untuk memberikan sejumlah informasi perbankan yang relevan. Pilihlah cara pembayaran `Cash On Delivery` karena bisa membantu rekening kamu tetap aman. 2. Rawan penipuan Banyak cerita penipuan yang beredar dari kegiatan jual beli online. Salah satu cerita unik seorang pembeli yang pernah membeli laptop merek Apple, tapi yang dikirim ke rumahnya hanyalah sebuah apel sungguhan. 3. Syarat dan ketentuan Sebagian besar situs online memberikan tawaran `barang yang sudah dibeli bisa dikembalikan atau ditukar`. Meski demikian, kamu tetap harus membaca syarat dan ketentuan di setiap penawaran yang diberikan. Jangan pernah memesan barang tanpa memerika syarat dan ketentuan di setiap transaksi. 4. Kecanduan belanja Apakah kamu termasuk orang yang kecanduan belanja online? Jangan khawatir, mulai sekarang, hindari situs-situs belanja online atau sejumlah iklan di media sosial.
  9. Gambar yang dibuat oleh siluetstrip ini benar-benar menggambarkan bagaimana online shop berusaha mendapatkan audience/customer di Instagram. Karena Instagram belum memiliki fitur ads, maka yang bisa dilakukan adalah membuat private akun Instagram (harus follow untuk lihat), lalu spamming di akun-akun artis (kalau akun bisnis tidak mau dibanned, bisa gunakan akun personal), atau menggunakan hashtag yang populer. Nah beginilah gambaran nyata dari akun Raisa di Instagram (http://instagram.com/p/xhdFf1iQh1/?modal=true)
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy