Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'olah raga'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Saya merasa sangat beruntung bisa berjumpa langsung dengan Prof. Dr. Muhammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam kepemimpinan Presiden SBY. Kami para guru-guru berprestasi Indonesia memperoleh wejangan tentang rencana Pemerintah, melalui Kementrian P dan K untuk melahirkan generasi emas sebagai kado bagi hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2045 kelak. Menteri mengatakan bahwa saat itu bangsa kita akan menjadi bangsa yang sangat maju karena keberadaan Generasi Emas tersebut. Dikatakan bahwa antara tahun 2012 hingga 2045, kita menanam generasi emas tersebut. Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah usia penduduk produktif paling tinggi antara masa anak-anak dan orang tua. Generasi emas ini akan siap mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat dan akan menduduki posisi berkualitas setara dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia. "Bagaimana cara melahirkan generasi emas ini ?" Pemerintah telah menyiapkan grand-design pendidikan. Pendidikan anak usia dini digencarkan dengan gerakan PAUDisasi. Kemudian pembangunan dan rehabilitas sekolah dan ruang kelas baru secara besar-besaran. Aka nada intervensi khusus untuk meningkatkan Angka Partisipasi Khusus (APK) siswa SMA dan minimal para pekerja kita adalah lulus SMA. Kementrian P dan K akan mencanangkan gerakan PAUDisasi- pelayanan pemberian pendidikan buat anak-anak usia dini, usia seputar 4 dan 5 tahun. Buat mereka- anak TK dan PAUD, diberikan pendidikan yang ramah anak. Di dalamnya terdapat penghargaan terhadap hak-hak anak, yaitu hak untuk memperoleh pendidikan berkualitas, hak buat dihargai dan untuk memperoleh lingkungan bebas dari kekerasan, eksplotasi dan diskriminasi. Wah grand design yang sungguh hebat yang sangat tulus dari pemerintah lewat Kementrian P dan K. Namun apakah ini bisa benar- benar terwujud ? Memang andai kata negara ini luasnya sama dengan negara Singapura- negara paling mungil di Asia Tenggara dan negara yang rajin reklamasi untuk memperluas negaranya, memiliki luas sekitar 637 km2, ya sedikit di bawah Jakarta- tentu saja kita mungkin bisa terwujud dalam hitungan semester saja. Atau andai tanah air ini luasnya sama dengan Malaysia mungkin bisa terwujud dalam hitungan tahun. Tetapi luas tanah air ini sama dengan benua Eropa atau negara benua Australia dan penduduknya beriringan banyak dengan penduduk Amerika Serikat dan Russia. Sementara itu persoalan way of life dan kultur manusia Indonesia ini sangat multi kompleks. Jadi harapan untuk memperoleh generasi emas seperti yang dicanangkan oleh Prof. Dr Muhammad Nuh sungguh mulia, namun dalam realita tidak semudah membalik telapak tangan. Andai para petinggi negara ini sering-sering blusukan ke bawah, tidak hanya blusukan sebatas di kota Jakarta saja akan terpantau bagaimana cara untuk merealisasikan mimpi tersebut. Apa bisa mewujudkan generasi emas dalam kurun waktu 30 tahun terjadi, kalau orang tua dan masyarakat Indonesia pada umumnya terbiasa berlepas tangan dalam mendidik anak ?. Kalau sudah ada generasi muda yang terlihat cerdas namun mereka mengadopsi gaya hidup ingin senang- mereka bermental hedonis dan ingin hidup jalan pintas. Kemudian cobalah para Petinggi Negara pergi blusukan ke daerah yang jauh akan dijumpai sekolah PAUD dan TK yang sangat tidak layak. Belajar di sebuah ruangan reot, kursi dan meja tidak layak pakai dan diajar oleh guru PAUD dengan wajah lesu karena honor mereka susah turun, kalaupun turun hanya bisa untuk menghidupi diri selama 3 hari. Sehingga suasana belajar PAUD dan TK tersebut sangat sepi dan jauh dari keceriaanya dunia anak-anak. Bapak Muhammad Nuh mengatakan bahwa untuk mewujudkan generasi emas akan dilakukan pembangunan dan rehabilitas sekolah dan ruangan kelas baru secara besar-besaran. Sekarang pun ini sudah dilakukan, namun gedung-gedung pendidikan yang dibangun sangat sarat dengan mark-up- penggelembungan harga dan mentalitas korupsi. Coba perhatian pada pembangunan ruangan sekolah yang baru. Setelah beberapa waktu kemudian, pintunya akan lepas, penggantung jendela akan copot dan di sana-sini ada- ada saja yang terkelupas. Sungguh untuk menumbuhkan generasi emas diperlukan masyarakat yang juga berhati dan berfikiran emas- bukan berhati yang gemar korupsi dan mencari komisi. Untuk mendapatkan generasi emas juga dibutuhkan orang tua yang bertangan emas dan kenal dengan ilmu parenting agar tahu bagaimana menjadi orang tua yang punya peran yang benar. Sehingga mereka bisa membimbing putra putri mereka. Namun yang kerap terjadi adalah 'Fail Parenting- atau orang tua yang gagal". Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh orang tua yang berakibat terjadinya fail parenting. Bentuk fail parenting ini adalah: menghukum tanpa mengajarkan contoh yang seharusnya, orang tidak mengontrol ucapan yang dilontarkan pada anak, orang terbiasa banyak mengkritik dan bukan mendukung, juga sering orang tua tidak melibatkan anak dalam aktifitas keluarga di rumah. Deskripsi atas beberapa kesalahan dalam mendidik anak atau fail perenting ini adalah sebagai berikut: 1) Menghukum tanpa mengajarkan Banyak orangtua yang memberi kebebasan kepada anak dengan syarat harus bertanggungjawab. Misal, orangtua memberi anak kamar pribadi agar anak memiliki privasi dan bebas melakukan yang mereka inginkan. Tapi, orangtua hanya menuntut anak merapikan kamar tanpa mengajarkan bagaimana cara merapikannya. Dan ketika orangtua mendapati kamar berantakan mereka menghukum dengan cara memarahi anak. Dalam kasus ini, anak tidak akan merasa bahagia dan dicintai walau mendapat fasilitas dari orang tuanya. 2) Tidak mengontrol ucapan Orangtua sering banyak bicara dalam memerintah anak. Akan tetapi, kemampuan anak dalam menerima pesan cukup terbatas. Mereka hanya bisa menerima pesan pendek, selebihnya pesan orangtua justru terabaikan. Orangtua lebih baik menahan ucapan mereka yang hanya terbuang sia-sia. 3) Banyak mengkritik bukan mendukung Percayalah, anak akan lebih merasa bahagia ketika mereka menerima dukungan dari orangtua, bukan mengkritik. Sebab anak belum memahami apa arti kritikan seperti orang dewasa mengartikannya. 4) Tidak melibatkan anak Alih-alih orang tua tidak ingin pekerjaan membereskan rumah mereka menjadi kacau karena keterlibatan anak, maka orangtua melarang anak ikut membantu. Seharusnya gunakan hati nurani mereka sebagai orangtua dan mengalah demi anak. Biarkan anak ikut serta membereskan rumah walaupun pekerjaan menjadi kacau atau memakan waktu lebih lama. Jangan biarkan anak merasa kecewa dan merasa tidak dicintai karena sikap orangtuanya. Jauh sebelum Prof Dr Muhammad Nuh mengungkapkan gagasan untuk melahirkan generasi emas, telah ada gagasan kea rah itu. Pemerintah, masyarakat dan stake-holder (pengambil kebijakan) merancang program sekolah unggulan, sekolah model, sekolah percontohan, sekolah perintis. Dan masyarakat menyerbu sekolah berlabel. Putra putri mereka memang tekun belajar dalam menuntut ilmu agar menjadi generasi emas. Terkesan mereka semua ingin menjadi intelektual dengan melahap semua pelajaran yang terlibat dalam UN- Ujian Nasional seperti. Skor UN harus tinggi agar bisa menyerbu jurusan favorite ddi Universitas bergengsi agar nanti bisa hidup senang dan kaya raya. Impian yang begitu praktis hanya dengan sekedar mengejar skor UN yang tinggi, kapan perlu dikebut dengan metode belajar yang memang hebat di tempat Bimbel eksklusif yang berharga mahal. Beberapa semester setelah itu memang banyak yang mampu kuliah di Perguruan Tinggi favorite dan jurusan basah. Namun coba lihat setelah itu setelah mereka menjasi sarjana, apa memang mereka sukses, mendapat pekerjaan seperti yang mereka impikan dan menjadi kaya raya sementara mereka sendiri miskin dengan life skill dan makna menjalani kehidupan yang semestinya. Pendidikan unggul yang buat sementara dengan tujuan menciptakan generasi emas adalah dengan favoritekan nilai akademik, menganggap mata pelajaran UN itu adalah raja dan segala- galanya. Fenomena begitu bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada fenomena industry olah raga di Eropa dan industry music di Korea Selatan. Saat anak-anak kita belajar dan hidup hanya sekedar membahas pelajaran UN, dan masa bodoh dengan hal lain, termasuk juga tidak begitu mengidolakan mata pelajaran olah raga, sehingga tubuh mereka jauh dari kesan atletik dan tidak menyukai pelajaran kesenian, tidak tahu bermain music kecuali memuja-muja produk music orang. "Ya memang benar bahwa Generasi Emas kita adalah penggemar music bangsa lain, terutama K-Pop, dan juga penggagum berat prestasi sepak bola bangsa Eropa". Di Eropa dan juga di Korea Selatan, mata pelajaran UN bagi kita seperti Matematika fdan mata pelajaran Sains, atau mata pelajaran social yang diunggulkan sudah dianggap biasa-biasa saja. Mereka, terutama pemerintah, selalu mendorong untuk membentuk event Olah Raga dan Seni: lagu dan music, sehingga berkembang dan sangat bergairah. Kini prestasi Olah Raga Eropa, dengan munculnya klub-klub bola bergengsi, dan kebijakan pemerintah Korea Selatan untuk menjadi seni menjadi industry telah menghasilkan industry sepak bola dan music Korea Pop yang sangat menggoncang dunia. Sehingga Generasi Emas juga ikut ikutan mengagumi dan mengidolaka mereka. Malah merasa malu dan gengsi dengan seni dan olah raga yang ada di negara mereka sendiri. Liga-liga sepakbola Eropa selalu menjadi daya tarik bagi pesepak bola dari berbagai belahan dunia (https://mercusuarku.wordpress.com), karena menjanjikan kebesaran nama dan tentunya penghasilan yang bisa melimpah ruah. Seorang bintang bahkan dapat mencapai nilai transfer trilyunan rupiah. Ya, sepakbola telah menjadi sebuah industri hiburan – dan menempatkan para pemain bintang menjadi selebritis. Keberhasilan Eropa membuat sepakbola menjadi ladang uang mengubah wajah cabang olah raga ini di seluruh dunia. Bagaimana dengan Indonesia? Kita mungkin termasuk orang yang pesimis dengan perkembangan sepakbola nasional kita sendiri. Bayangkan, bangsa sebesar ini, dengan kesebelasan nasional dan team lokal yang pernah sanggup berbicara di pentas Asia (paling tidak), sekarang berada di titik nadir yang memilukan. Pemain asing yang didatangkan memang meramaikan persepakbolaan nasional – sebagai industri hiburan – namun tak kunjung mengangkat potensi pemain lokal menjadi kompetensi. Buktinya, dalam segala event internasional belakangan ini, team Indonesia selalu terpuruk. "Karena mental berlatih dan bekerja keras dan juga semangat otodidak para atlit dan generasi muda memang sangat lemah. Pemerintah dan masyarakat mengagung-agungkan nilai akademik putra-putri mereka dan hanya berbasabasi saja untuk melahirkan pelajar untuk menjadi atlit kelas dunia, karena nilai otot/ keterampilan gerak otot masih dianggap sebagai prioritas kelas dua. APA YANG HILANG dari pemain sepakbola kita? Kecerdasan, motivasi, nasionalisme, atau apa? Kenapa mereka sepertinya tidak malu selalu kalah? Hingga bisa ditebak – kalau tidak ada berita di televisi berarti kalah, tapi kalau menang pasti heboh. Atlit-atlit kita di masa lalu tidak diguyur dengan nilai gaji yang menggiurkan, tetapi dinding mereka kaya dengan medali, piagam penghargaan, dan foto kejuaraan. Bagaimana dengan atlit Indonesia sekarang? Barangkali remaja Korea Selatan, tidak tergila gila lagi dengan mata pelajaran sains- tetapi dengan mata pelajaran kesenian: nyanyi dan usik karena pemerintah mereka mendorong dan memberi reward muncul industri seni: nyanyi dan musik K-Pop yang menggoncang dunia. Perkembangan musik K-POP ke dunia In ternasional jelas sangat berpengaruh terhadap segala aspek permusikannya. Mulai dari jenis musiknya, packaging nya, gaya dance membawakannya dan masih banyak lagi. Demam K-Pop sepertinya mampu membuat banyak remaja Indonesia Ingin sekali bisa mengenal artis Korea idolanya lebih dekat lagi. Tak heran jika di Indonesia sendiri kita menemukan para K-Popers gemar meniru apapun yang sudah menjadi trand mark artis- artis Korea. Entah itu soal gaya bernyanyi, dance, hingga fashion yang mereka bawakan. Hingga banyak tabloid remaja yang mengulas soal profil mereka. Uniknya lagi para penggemar K-Pop pun kerap meniru gaya nge dance dan bernyanyi boyband dan girls band asal Korea tersebut. Hal ini jelas menunjukkan bahwa perkembangan musik K-POP ke Indonesia pada khususnya sangat mempengaruhi selera musik bangsa kita sendiri. Tentu saja lewat mencintai budaya music Korea yang berlebihan memberi dampak negate pada budaya sendiri. Yaitu seperti: Mengurangi rasa cinta terhadap musik Indonesia.Musik asli Indonesia lama kelamaan akan hilang.Membuat pergeseran budaya lokal.Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya KPOP yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.5. Tercampurnya kebudayaan dalam negeri dengan kebudayaan luar, khususnya permusikan itu sendiri. Tidak ada yang salah kalau olah raga Eropa, seperti Sepakbola, dan budaya KPOP dari Korea juga ikut membuat generasi emas kita juga tergila gila, hingga hampir lupa atau telah melupakan identitas bangsa mereka sendiri. Kenapa tidak seorang anak Indonesia akan merasa bangga memakai baju kaos murahan asal di punggung mereka ada label "Club Sepak Bola Juventus", dan merasa sangat malu memakai baju kaos berharga satu juta perak namun ada label "Club Sepakbola Nusantara". Memang banyak penyebabnya dan tidak dapat kita salahkan kalau "Ternyata Generasi Emas Itu Suka Meremehkan Tanah Air, Memuja Olah Raga Eropa dan Musik Korea Sangat Berlebihan. Penyebanya seperti: Media lokal lebih banyak menayangkan budaya global yang lebih modern dan lebih menarik tanpa memperdulikan budaya lokal.Tidak ada pembaharuan pada budaya lokal seperti pengemasan dalam pentas, sehingga banyak masyarakat yang bosan dengan budayanya sendiri.Media hanya memperhitungkan bisnis semata demi mendapatkan untung yang besar tanpa melihat faktor budaya tulent.Tidak ada kebijakan pemerintah terhadap media baik elektronik maupun non elektronik berkaitan dengan penayangan budaya lokal itu sendiri.Dan terakhir, kegasalahan parenting kita dan juga kebijakan pendidikan yang mendorong generasi muda hanya menomorsatukan nilai akademik, dan memfasilasi nilai kehidupan social dan life skill sebagai prioritas belakang.Disamping mental "Man Jadda Wa Jadda kita semua memang sangat lemah".
  2. Real Madrid sukses merebut trofi pertamanya di musim ini. Gelar Copa del Rey sukses diraih berkat kemenangan dramatis atas rival abadinya Barcelona. Partai puncak di Mestalla, Kamis dini hari tadi berlangsung cukup menegangkan. Disaksikan 50.000 pasang mata yang memadati stadion, kedua tim menampilkan performa kelas wahid. Madrid yang berambisi menyabet treble winners musim ini, langsung menggebrak dengan unggul lebih dulu pada menit ke-11. Lewat skema serangan balik cepat, Karim Benzema mengirimkan umpan brilan ke Angel Di Maria yang lolos dari jebakan offside. Menggiring bola ke kotak penalti dengan kawalan ketat dari Jordi Alba, winger internasional Argentina yang menggantikan posisi Cristiano Ronaldo (cedera), berhasil melepaskan tendangan yang bersarang di pojok gawang Jose Pinto. Keunggulan 1-0 Madrid membuat jalannya laga semakin menarik. Tensi meninggi. Dan seperti biasa, selalu ada ‘bumbu’ pertikaian di El Clasico. Kali ini Neymar, Fabio Coentrao dan Pepe yang terekam kamera sempat bertikai. Untungnya, insiden tersebut bisa dikendalikan oleh wasit Antonio Mateu yang tampil cukup tegas pada laga ini. Laga berlanjut, tempo permainan kian tinggi. Namun sejauh ini Tiki Taka Barca selalu mentah di barisan pertahanan Madrid yang bermaiin lugas. Skor 1-0 untuk El Real pun bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, tempo permainan kian meninggi. Barca berupaya keras membongkar rapatnya pertahanan Madrid yang digalang Sergio Ramos dan Pepe. Peluang emas sempat didapat Barca lewat tendangan jarak jauh Marc Bartra, tapi mampu ditepis Iker Casillas. Sementara itu, Madrid juga tak kalah mengerikan saat melakukan tekanan. Benzema dan Bale beberapa kali memaksa Pinto berjibaku menyelamatkan gawangnya. Memasuki 30 menit laga tersisa, Barca yang unggul dalam penguasaan bola masih cukup kesulitan menemukan celah di pertahanan Madrid. Messi cs. Terlihat mulai frustrasi. Sampai pada akhirnya Bartra sukses memecah kebuntuan Barca lewat tandukannya. Berawal dari sepak pojok, bek muda Barca ini berhasil memanfaatkan kelengahan Pepe dalam mengantisipasi datangnya bola. Kegagalan Pepe menjangkau bola, memudahkan Bartra mengarahkan bola ke pojok gawang yang tak mampu dijangkau Casillas. Suatu hal yang sangat jarang kita lihat, Barca mencetak gol lewat skema sepak pojok. Skor 1-1, mental Barca kembali naik. Barcelonista yang hadir di Stadion juga kembali bersemangat setelah sebelumnya cukup frustrasi. Barca mulai mengurung pertahanan Madrid. Neymar, Iniesta, Xavi dan sang megabintang Lionel Messi mulai membuat lini belakang Madrid panik dengan aksi-aksinya. Sampai pada menit ke-86, angin kembali berbalik untuk kubu Madrid. Serangan Barca yang berhasil dipatahkan, langsung diubah jadi serangan balik mematikan oleh Madrid. Coentrao yang memimpin serangan balik, memberikan umpan ke Bale di sisi lapangan. Dihadang Bartra, winger asal Wales ini mendorong bola jauh ke depan, lalu beradu sprint dengan Bartra. Sempat terhadang body charge Bartra hingga membuatnya keluar garis lapangan, Bale tak cengeng dan terus berlari mengejar bola. Dengan modal sprint yang di atas rata-rata, Bale dengan mudah mendahului Bartra, lalu masuk ke kotak penalti dan dengan jeli menempatkan bola diantara kedua kaki Pito yang coba menutup ruang tembaknya. Sebuah pertunjukkan yang luar biasa dari pemain yang dihargai sangat mahal oleh Madrid. Gol dari Bale membuat Barca kian panas. Pelatih Gerardo Tata Martino langsung merespon dengan menambah juru gedor. Alexis Sanchez masuk menggantikan Bartra. Dengan demikian, Barca bermain dengan empat striker sekaligus, yakni Messi, Neymar, Pedro Rodriguez dan Alexis. Sementara Ancelotti menangkal strategi Martino dengan menambah amunisi di lini belakang. Raphael Varane masuk menggantikan Benzema. Di lini tengah, untuk memberikan keseimbangan, Don Carletto juga memasukkan Casemiro dan Asier Illaramendi, dengan menarik keluar Isco dan Di Maria. Barca mulai mengurung Madrid di masa injury time. Sebuah peluang emas untuk membuat pertandingan memasuki babak perpanjangan waktu dimiliki Barca. Neymar yang lolos dari jebakan offside, hanya tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Casillas. Namun sial bagi Barca, tendangan placing bintang muda Brasil ini hanya membentur tiang gawang. Madrid pun akhirnya berhasil mengamankan keunggulan 2-1 dan merebut gelar Copa del Rey ke-19. Hasil ini merupakan ulangan final tiga musim lalu atau 2011 di mana El Real juga jadi juara Copa del Rey usai menaklukkan Barca di tempat yang sama. Ketika itu, Madrid yang dilatih Jose Mourinho menang 1-0 lewat babak perpanjangan waktu. Gelar Copa del Rey, membuka peluang Madrid merealisasikan ambisi merebut treble winners di musim ini. Pasalnya, pasukan Ibu Kota juga masih punya peluang besar juara di La Liga dan Liga Champions. Sementara buat Barca, kegagalan ini membuat mereka terancam mengakhiri musim dengan tangan hampa. Sebab, pasukan Catalan sudah kehilangan dua kompetisi, yakni Copa del Rey dan Liga Champions. Sementara di La Liga, Blaugrana masih tercecer di posisi tiga, terpaut empat poin dari Atletico Madrid di puncak klasemen.
  3. Barcelona dikabarkan masih berjuang untuk mendapatkan tanda tangan bek Chelsea David Luiz. Walaupun saat ini mereka masih dibayang-bayangi sanksi embargo transfer oleh federasi sepakbola dunia (FIFA). Dilaporkan Mirror, wakil presiden Barca, Manel Arroyo tengah bekerja keras untuk mengajukan banding atas hukuman yang dijatuhkan FIFA menyusul pelanggaran aturan transfer pemain di bawah usia 18 tahun tersebut. Nampaknya para petinggi di Camp Nou amat yakin upaya tersebut bakal berhasil, sehingga mereka mulai membuka negosiasi dengan beberapa pemain incaran mereka. David Luiz adalah salah satunya. Dana sejumlah 25 juta poundsterling diharapkan bakal lebih dari cukup untuk membujuk pemain Brasil itu hijrah ke Camp Nou, mengingat The Blues nampaknya juga tak bakal menahan kepergian punggawanya itu. Barca sendiri disebut bakal melakukan perubahan yang radikal musim ini. Selain transfer pemain, manajer Gerardo Martino dikabarkan juga akan hengkang untuk menggantikan posisi Alejandro Sabella sebagai pelatih kepala Timnas Argentina usai Piala Dunia.
  4. Manajer Manchester City Manuel Pellegrini tidak menyesal meminjamkan Gareth Barry ke Everton pada musim ini. Meski sang pemain tampil bagus selama masa peminjaman. Barry menjadi salah satu elemen penting keberhasilan Everton berada di posisi lima Liga Premier. Everton tengah bersaing dengan Arsenal untuk mendapatkan satu tiket terakhir ke Liga Champions. Di sisi lain City justru sekarang kekurangan pemain tengah. Jack Rodwell sering diganggu cedera. Yaya Toure juga baru saja masuk ruang perawatan dan harus absen selama dua pekan. Pellegrini mengaku keputusannya melepas Barry diambil pada awal musim. Pellegrini memilih mempercayakan Rodwell karena usainya masih muda 22 tahun. "Benar bila kami tidak tahu bila Rodwell dan Richards akan tidak beruntung dengan cedera dan mungkin Barry akan memainkan banyak pertandingan. Tapi penting untuk memahami bila keputusan mengenai Barry dibuat pada awal musim ketika kami memiliki lima pemain untuk dua posisi. Itu terlalu banyak," tegas Pellegrini.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy