Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'ojk'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Financial Technology (Fintech) merupakan transformasi dari Industri jasa keuangan (IJK) tradisional dalam mengadopsi teknologi digital. Shifting layanan serta operasional IJK direkayasa sedemikian rupa sehingga memudahkan konsumen dalam menggunakan berbagai jasa keuangan yang ditawarkan di mana dan kapan saja Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK Riswinandi memastikam pinjaman online (pinjol) yang resmi hanya dibolehkan mengakses kamera, mikrofon, dan GPS ponsel nasabah. "Akses pada hal-hal yang sebetulnya dilarang (kontak dan galeri) menjadi ramai di publik terutama pada proses collection. Nantinya dengan data yang sudah diambil tadi itu mereka bisa lakukan apa saja untuk melakukan penekanan pada debitur menunggak," ujar Riswandi. Dia pun berencana menerbitkan regulasi baru yang merupakan pembaharuan dari POJK Nomor 77 Tahun 2016 mengenai Fintech P2P Lending. Beberapa hal yang menjadi concern terutama terkait permodalan, governance, manajemen risiko, perizinan dan kelembagaan. Selain berbagai penguatan di atas, kegiatan literasi juga terus dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus menghindari kerugian akibat pinjaman online. "Oleh karena itu kami mengimbau agar masyarakat senantiasa menggunakan jasa Fintech P2P yang secara resmi telah terdaftar di OJK. Kami memastikan bahwa para pemain fintech resmi ini memiliki tingkat kepatuhan yang baik terhadap regulasi dan peraturan perundang-undangan yang ada," katanya. Kalaupun ada, pasti dikenai sanksi tegas. Terlebih OJK juga dibantu oleh Komite Etik Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) untuk menertibkan serta menegur anggotanya yang terbukti melakukan tindakan-tindakan di luar koridor regulasi. "Untuk yang sudah terdaftar dan berizin ini sudah tidak dapat dilakukan. Karena kita juga me-review teknologi yang digunakan," ucapnya.
  2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memanggil PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sehubungan kegagalan sistem yang berdampak pada perubahan saldo 10% nasabah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memanggil PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sehubungan kegagalan sistem yang berdampak pada perubahan saldo 10% nasabah bank pelat merah tersebut, Sabtu kemarin (20/7). “Secepatnya OJK akan meminta Bank Mandiri untuk segera melaporkan permasalahan dan apa saja langkah yang mereka lakukan untuk tidak terulang lagi di kemudian hari,” jelas Deputi Komisioner Humas dan Manajemen Strategis OJK Anto Prabowo, Minggu (21/7). Menurutnya, OJK tengah melakukan monitor dan mitigasi mengenai hal yang dilakukan oleh bank dan memprioritaskan aspek perlindungan konsumen dan hak nasabah. Ia menekankan, yang terpenting pelayanan nasabah sudah kembali normal dan tidak ada yang berkurang hak atau isi rekeningnya. Sebelumnya, BMRI langsung melakukan klarifikasi dengan menggelar konferensi pers pada sabtu pagi (20/7). Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafa, menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening ini, dan berjanji proses pemulihan akan selesai di hari yang sama. "Saat ini kami informasikan dan tegaskan bahwa perubahan tersebut terjadi pada saat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan di akhir hari. Namun, kali ini terjadi eror pada data saldo 10% nasabah. Perubahan saldo nasabah sedang dilakukan bertahap untuk dikembalikan posisi awal dan saldo sebenernya sudah di-backup. Akan kembali, 2 jam ini," paparnya.
  3. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung langkah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang akan mengenakan biaya tambahan terhadap transaksi nasabah melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Dukungan ini dilontarkan OJK sepanjang kebijakan tersebut dapat menghasilkan efisiensi perbankan. "Dari sisi pengawasan sepanjang strategi tersebut menghasilkan efisiensi tentunya baik," tutur Kepala Departemen Pengawas Bank 3 OJK Teguh Supangkat melalui pesan singkat kepada cnnindonesia.com, Jumat (4/3). Teguh mengatakan, sepanjang yang ia ketahui tujuan manajemen BCA mengenakan biaya atas transaksi ATM, dimaksudkan guna mendorong nasabah agar beralih memanfaatkan teknologi yang lebih efisien. Satu diantaranya ialah transaksi perbankan melalui internet (internet banking) yang diketahui bebas biaya alias gratis. "Namun (pengenaan biaya atas transaksi via ATM) perlu dibarengi edukasi yang baik kepada nasabah terkait internet banking," ujarnya. Sebelumnya, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan rencana pengenaan biaya transaksi via ATM dikarenakan tingginya biaya operasional penggunaan prasarana tersebut. Selain itu, Jahja bilang pengadaan mesin ATM sendiri selama ini masih harus diimpor dari luar negeri. "Biaya operasional satu mesin ATM bisa lebih dari Rp144 juta per tahun. Itu termasuk biaya pemeliharaan mesin, kertas, AC, listrik, asuransi dan lain-lain," ujar Jahja di Jakarta, kemarin.
×
×
  • Create New...