Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'ojk'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memanggil PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sehubungan kegagalan sistem yang berdampak pada perubahan saldo 10% nasabah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memanggil PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sehubungan kegagalan sistem yang berdampak pada perubahan saldo 10% nasabah bank pelat merah tersebut, Sabtu kemarin (20/7). “Secepatnya OJK akan meminta Bank Mandiri untuk segera melaporkan permasalahan dan apa saja langkah yang mereka lakukan untuk tidak terulang lagi di kemudian hari,” jelas Deputi Komisioner Humas dan Manajemen Strategis OJK Anto Prabowo, Minggu (21/7). Menurutnya, OJK tengah melakukan monitor dan mitigasi mengenai hal yang dilakukan oleh bank dan memprioritaskan aspek perlindungan konsumen dan hak nasabah. Ia menekankan, yang terpenting pelayanan nasabah sudah kembali normal dan tidak ada yang berkurang hak atau isi rekeningnya. Sebelumnya, BMRI langsung melakukan klarifikasi dengan menggelar konferensi pers pada sabtu pagi (20/7). Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafa, menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening ini, dan berjanji proses pemulihan akan selesai di hari yang sama. "Saat ini kami informasikan dan tegaskan bahwa perubahan tersebut terjadi pada saat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan di akhir hari. Namun, kali ini terjadi eror pada data saldo 10% nasabah. Perubahan saldo nasabah sedang dilakukan bertahap untuk dikembalikan posisi awal dan saldo sebenernya sudah di-backup. Akan kembali, 2 jam ini," paparnya.
  2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung langkah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang akan mengenakan biaya tambahan terhadap transaksi nasabah melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Dukungan ini dilontarkan OJK sepanjang kebijakan tersebut dapat menghasilkan efisiensi perbankan. "Dari sisi pengawasan sepanjang strategi tersebut menghasilkan efisiensi tentunya baik," tutur Kepala Departemen Pengawas Bank 3 OJK Teguh Supangkat melalui pesan singkat kepada cnnindonesia.com, Jumat (4/3). Teguh mengatakan, sepanjang yang ia ketahui tujuan manajemen BCA mengenakan biaya atas transaksi ATM, dimaksudkan guna mendorong nasabah agar beralih memanfaatkan teknologi yang lebih efisien. Satu diantaranya ialah transaksi perbankan melalui internet (internet banking) yang diketahui bebas biaya alias gratis. "Namun (pengenaan biaya atas transaksi via ATM) perlu dibarengi edukasi yang baik kepada nasabah terkait internet banking," ujarnya. Sebelumnya, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan rencana pengenaan biaya transaksi via ATM dikarenakan tingginya biaya operasional penggunaan prasarana tersebut. Selain itu, Jahja bilang pengadaan mesin ATM sendiri selama ini masih harus diimpor dari luar negeri. "Biaya operasional satu mesin ATM bisa lebih dari Rp144 juta per tahun. Itu termasuk biaya pemeliharaan mesin, kertas, AC, listrik, asuransi dan lain-lain," ujar Jahja di Jakarta, kemarin.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy