Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'ojek'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 10 results

  1. Belum cukup sehari dilaksanakan, kebijakan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan yang melarang operasi transportasi online seperti Go-Jek, Grabike, Grab Taxi termasuk Uber Taxi dan sebagainya akhirnya dibatalkan. Pembatalan tersebut terjadi, setelah kebijakan Jonan menuai reaksi masyarakat termasuk Ketua HIPMI, Bahlil Lahadia dan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sehingga Menteri Perhubungan (Menhub) Jonan kembali mengizinkan layanan ojek online ataupun layanan kendaraan online sejenis lainnya beroperasi kembali. Menurut Presiden Jokowi, ojek online hadir dan berkembang karena dib
  2. Presiden Jokowi tidak menyetujui pemberlakukan aturan pelarangan ojek online atau angkutan online lainnya yang dibuat Kementerian Perhubungan. Sebab, moda transportasi dengan menggunakan aplikasi onlinemerupakan sebuah inovasi yang dibuat anak muda kreatif. "Jangan juga sampai kita mengekang sebuah inovasi. Kayak Go-Jek, itu kan aplikasi anak-anak muda yang ingin memperbarui. Inovasi sebuah ide, jadi jangan juga sampai mengekang inovasi," ujar Jokowi usai memberi penghargaan kepada para pendonor darah PMI di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat 18 Des 2015. Selain it
  3. LadyJek, aplikasi pemesanan ojek namun dikemudikan untuk wanita dan hanya menerima penumpang wanita Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pelarangan ojek atau taksi daring Kementerian Perhubungan terlambat dikeluarkan. Oleh karena itu, keputusan ini diperkirakan tidak akan efektif berjalan. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan larangan ini muncul di saat ojek atau taksi daring sudah tumbuh subur. "Bak cendawan di musim hujan, bukan hanya ojek pangkalan tetapi justru yang menjadi fenomena adalah ojek yang berbasis aplikasi. Oleh karena itu
  4. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang seluruh ojek maupun taksi yang berbasis daring (online) beroperasi karena dinilai tidak memenuhi ketentuan sebagai angkutan umum. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis mengatakan pelarangan beroperasi tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, tertanggal 9 November 2015. Pengemudi Gojek Rahmat (26) mengaku sangat kecewa dengan keputusan yang diambil pemerintah. M
  5. Kepolisian Sumatera Utara merasa perlu ambil langkah untuk mengantisipasi tempat memangkal para pengojek di Medan menyambut kehadiran layanan Gojek di kota tersebut sejak pekan lalu. Menurut Kabid Humas Polda Sumut Komisaris Besar Helfi Assegaf, tempat berkumpul para pengojek ini perlu ditertibkan sebelum ada kemungkinan membesar dan menurutnya berpotensi membuat macet lalu lintas. "Karena pasti akan mangkal di tempat-tempat ramai seperti pasar, terminal, stasiun, mall, sekolah, dan lain-lain. Polres harus segera mengambil langkah antisipasi," katanya dalam keterangan tertuli
  6. Direktur TopJek, Cempaka Adinda Menyusul Go-Jek, GrabBike, Blu-Jek, dan LadyJEK, ojek online teranyar TopJek akan mulai beroperasi pada November mendatang. Sedikit berbeda dengan yang lainnya, TopJek hanya menerima pendaftaran secara online. Selain itu, menurut Director TopJek, Cempaka Adinda, pihaknya juga tidak menyediakan smartphone Android bagi pengemudi seperti yang dilakukan oleh penyedia layanan ojek online lainnya. "Kami tidak menyediakan smartphone Android. Jadi, pendaftar yang diterima adalah yang sudah memiliki smartphone Android sendiri," ujar Adinda saat ditemui di kantornya, Sela
  7. Layanan ojek online saat ini sedang berada di atas angin, karena eksistensinya sangat diminati oleh masyarakat. Namun, ternyata privasi dan data pelanggan dalam layanan ini sama sekali tidak terjamin kerahasiaannya, oleh operator penyelenggara atau bahkan pemilik aplikasinya. Hal ini membuat data para pelanggan itu kerap disalahgunakan oleh sejumlah oknum pengendara. Beberapa di antaranya ada yang diteror si pengendara (driver) ojek online, karena si pelanggan memberikan testimoni buruk atas layanannya. Bahkan, beberapa di antaranya juga ada yang nekat merayu bekas pelanggannya, dengan meng-s
  8. Pendaftaran Pengendara Ojek GrabBike Satu lagi aplikasi penyedia ojek, GrabBike, membuka lowongan sebagai pengendara ojek di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2015). Langkah ini menyusul penyedia ojek lainnya, Go-Jek yang kemarin juga merekrut ribuan pengojek dari berbagai kalangan. Dalam acara bertajuk GrabBike Kingdom itu, perekrutan dilaksanakan oleh tim GrabBike selama satu hari itu, ribuan orang tertarik untuk mendaftarkan dirinya menjadi pengendara ojek. Berdasarkan informasi Country Head Manager GrabTaxi Indonesia, Kiki Rizki, lebih dari 2.500 pengendara ojek di Ja
  9. Popularitas Gojek yang di atas awan tak terlepas dari iming-iming penghasilan yang mengikutinya. Tak hanya tukang ojek biasa, ibu rumah tangga, mahasiswa bahkan pegawai swasta ikut nyemplung jadi driver Gojek. Lantas bagaimana mereka bisa mendapat penghasilan sedemikian fantastis? Mansyur (40) warga Senen menjelaskan soal pembagian hasilnya kepada Metrotvnews.com saat ditemui di Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan. "Jadi pembagiannya 20/80. Kalau ada orderan misalnya harganya 100 ribu, 20 buat kantor, 80 buat kita. Jadi kita tetap dapet lebih banyak," kata Mansyur, Senin (29/6/2015). Kemudian,
  10. Jasa ojek sepeda motor dipercaya telah menjadi transportasi andalan menerobos macet, ditambah lagi kini jasa tersebut bisa dipesan lewat aplikasi. Go-Jek adalah salah satu aplikasi pemesanan ojek yang cukup besar di Jakarta. Selain berbisnis, pembuatnya juga punya niat mulia untuk sedikit membantu jadi solusi kemacetan di Ibu Kota. "Aspirasi kami adalah kerja sama dengan pemerintah lokal. Go-Jek bukan ingin berkompetisi dengan transportasi umum. Kita malah mau bantu untuk atasi masalah kemacetan," kata CEO Go-Jek Nadiem Makarim. Menurutnya Go-Jek dapat menjadi sebuah feeder. Artiny
×
×
  • Create New...