Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'obama'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 21 results

  1. Aktris Meryl Streep menggunakan kesempatan pidato penerimaan penghargaan Golden Globe-nya untuk mengutarakan kekhawatirannya akan nasib bangsa Amerika di bawah pemerintahan Trump. Hubungan industri hiburan Amerika dengan Trump memang tidak sehangat hubungan mereka dengan Presiden Barack Obama.
  2. Guest

    Pidato Perpisahan Obama

    Presiden AS Barack Obama menekankan perlunya negara itu tetap bersatu dan mendengar pendapat lawan dalam pidato perpisahannya sebagai presiden, sekaligus optimismenya terhadap kaum muda AS yang menghargai keberagaman. Tapi ia juga mengingatkan adanya berbagai tantangan AS ke depan.
  3. Presiden Obama mengatakan bahwa dengan kerjasama perusahaan swasta, Amerika akan mengirimkan manusia ke planet Mars pada tahun 2030-an mendatang.
  4. The Obama administration says up to 116 civilians have been killed in U.S. drone strikes during counterterrorism operations in Libya, Yemen, Somalia and Pakistan. The White House revealed details about the once-secret program Friday, and a plan officials say will make such operations more transparent. VOA White House correspondent Mary Alice Salinas has more.
  5. Presiden Obama berada di Riyadh guna mengikuti KTT Dewan Kerjasama Teluk yang beranggotakan sejumlah negara Arab. Fokus pembahasan adalah strategi menghadapi ISIS termasuk pengiriman pasukan. Selengkapnya ikuti laporan VOA berikut ini.
  6. Ini karya unik dari orang yang punya kreatifitas tinggi. Bapak presiden Amerika Serikat yaitu Obama, nyanyi lagu sorry. Tau nggak lagu siapa itu? Lagunya Justin Bieber, yang katanya buat Selena Gomez itu tuh.
  7. Presiden AS Barack Obama berjanji membantu Perancis dalam “memburu pelaku kejahatan” atas serangan di Paris hari Jumat (13/11) dan berencana untuk melipatgandakan upaya memusnahkan kelompok ISIS. Presiden Amerika Barack Obama berbicara hari Minggu (15/11), setelah pertemuannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada awal Konferensi G-20 di kota peristirahatan di Laut Tengah Turki. “Kami akan melipatgandakan upaya kami bekerja dengan anggota-anggota koalisi lainnya untuk menciptakan transisi yang damai di Suriah dan melenyapkan ISIS sebagai sebuah kekuatan yang mengakibatkan penderitaan bagi rakyat di Paris dan Ankara, serta di bagian lain dunia," kata Obama. Obama menjanjikan solidaritas dengan Perancis dan mengutuk serangan-serangan yang terkoordinasi Jumat malam di ibukota Perancis itu. “Pembunuhan terhadap rakyat tak berdosa, berdasar pada ideologi yang disalahartikan adalah serangan yang tidak hanya terhadap Perancis atau Turki, tetapi merupakan serangan terhadap dunia yang beradab”. Obama juga menyinggung serangan bom kembar pada sebuah demonstrasi damai di Ankara, Turki, bulan lalu yang menewaskan lebih dari 100 orang. Militan ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan baik di Turki maupun di Perancis. Serangan-serangan Jumat malam di Paris menjadi topik teratas dalam agenda pembicaraan hari pertama antara 20 pemimpin ekonomi terbesar di dunia itu. Serangan di Paris juga diharapkan mendorong upaya-upaya kerjasama untuk mengatasi konflik di Suriah. Para pengamat mengatakan, Obama terpaksa meningkatkan kampanye melawan kelompok ISIS dan pertemuan dua hari itu memberi kesempatan baginya untuk berbicara dengan para pemimpin negara lain yang juga berjuang melawan ISIS. Sejumlah negara G-20 mengambil bagian dalam melawan ISIS dan pembicaraan mengenai masalah itu diharapkan berlangsung dalam pertemuan dua hari itu. Presiden Perancis, Francois Hollande langsung membatalkan rencananya menghadiri pertemuan G-20 setelah serangan hari Jumat. Pertemuan para Menteri Luar Negeri di Wina, Austria, menjelang konferensi G-20, tampaknya telah menyiapkan kerangka kerjasama baru, meskipun ada perbedaan pendapat. Menteri Luar Negeri John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, dalam konferensi pers bersama Sabtu mengatakan, PBB telah sepakat untuk mempertemukan pemerintah Suriah dan oposisi dalam sebuah pertemuan, dan gencatan senjata diharapkan bisa dicapai dalam waktu enam bulan. Serangan-serangan yang terkoordinasi di Paris itu menunjukkan bahwa “tidak menjadi soal kita berada di pihak Assad atau tidak,” kata Lavrov. “ISIS tetap sebagai musuh kita”. Konferensi G-20 berlangsung di tengah-tengah keamanan yang sangat ketat dengan pengerahan 12.000 tentara Turki dan polisi di sekitar tempat pertemuan para pemimpin dan pejabat tinggi negara anggota G-20 dan negara-negara lain. Pertemuan itu juga diliput oleh kira-kira 3.000 wartawan.
  8. Presiden Obama menyatakan tidak akan mengubah startegi dalam menghadapiu ISIS, maupun kebijakan terkait pengungsi Suriah, pasca Serngan Paris Jumat lalu.
  9. Minggu ini, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi berada di Ibu kota AS Washington DC. Di sana ia bertemu dengan mitranya Menteri luar Negeri AS John Kerry untuk mematangkan rencana kunjungan Presiden Joko Widodo ke AS bulan Oktober mendatang. Selengkapnya simak laporan tim VOA
  10. 7 September kemarin merupakan Hari Buruh di Amerika Serikat. Untuk memperingatinya, 7 September kemarin Presiden AS Barack Obama mewajibkan perusahaan kontraktor pemerintah AS memberikan cuti sakit kepada para pekerjanya. https://youtu.be/abxdqK07tHg
  11. Gunung McKinley di Alaska, AS berganti namanya menjadi ‘Denali’, nama aslinya dalam bahasa suku Indian.Semula nama ini diambil dari nama Presiden ke-25 Amerika, William McKinley. Selengkapnya mengenai ganti nama gunung yang mengundang kontroversi ini disampaikan Patsy Widakuswara dari Washington DC. Ngobas: http://ngobas.com VOA Indonesia: http://www.voaindonesia.com
  12. Dari sejumlah akun, para peretas memasuki email yang Presiden Obama kirim dan terima. Para peretas Rusia yang memasuki sistem komputer Gedung Putih tahun lalu dapat membaca email rahasia Presiden Barack Obama, lapor the New York Times. Pembobolan ini lebih parah dibandingkan pengakuan sebelumnya. Para pejabat mengakui informasi peka sistem rahasia dimasuki peretas. Penemuan peretasan pada bulan Oktober menyebabkan penutupan sebagian sistem email Gedung Putih. "Peretas, yang juga memasuki sistem rahasia Kementerian Luar Negeri, sepertinya tidak memasuki server yang sangat dijaga, pengatur lalu-lintas pesan dari Blackberry Obama, yang dirinya dan pembantunya selalu bawa," tulis New York Times. "Tetapi mereka mendapatkan akses ke arsip email orang-orang dalam Gedung Putih, dan mungkin juga sejumlah orang di luar, yang sering berkomunikasi dengan Obama. Dari sejumlah akun tersebut, mereka memasuki email yang presiden kirim dan terima." Koran tersebut mengutip para pejabat Gedung Putih yang mengatakan tidak satu pun jaringan rahasia yang bobol, dan peretas tidak mendapatkan informasi rahasia.
  13. Siapa sangka, ternyata Sutradara Kondang Damien Damatra belajar ilmu film melalui otodidak. Sekaliber Damien yang baru saja meraih American Movie Awards kategori Sutradara Terbaik 2015 lewat film “Let’s Play, Ghost”, ini akan dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua. “Berani berbuat salah dan belajar dari kesalahan itu adalah sekolah film terbaik,” kata Damien Damatra kepada Obsessionnews lewat keterangan resminya, Jumat 8 Mei 2015 Menurut Damien yang juga merupakan Penulis dan salah satu produser film “Obama Anak Menteng” menyampaikan, ia sangat terinspirasi oleh pernyataan Sutradara, Produser dan Penulis skenario Amerika Steven Spielberg seperti karyanya War Horse (2011), The Adventures of Tintin Catch Me If You Can (2002), dimana ia (Steven) mengatakan sekolah film yang terbaik adalah film pertama kita. Tak heran, Damien sendiri belajar film secara otodidak lewat buku-buku dan bermodalkan langsung praktik. Damien Dematra yang pernah menggarap film “Dorce Vs Hantu” ini merupakan Sutradara Pertama Asia Raih American Movie Awards. Pada tahun 1982 Steven Spielberg lewat film “Raiders of the Lost Ark” pernah meraih predikat Sutradara Terbaik di American Movie Awards juga. Damien menambahkan, kemenangan di AS ini merupakan bukti, siapa saja dapat menjadi sutradara film asalkan mau berusaha dan belajar dari kesalahan-kesalahannya. Selain didunia film, Damien juga seorang pelukis. Ia telah menghasilkan ribuan karya lukis dan sketsa, di antaranya 365 lukisan yang diselesaikan dalam waktu 1 tahun, dan telah melakukan 4 kali pameran tunggal. Salah satu lukisannya tentang Obama, telah diterima secara resmi oleh Presiden Barack Obama di White House.
  14. Akun Twitter majalah Newsweek menjadi korban peretasan pada Selasa 10 Februari 2015 yang juga mempublikasi kicauan bernada ancaman kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan keluarganya. Kelompok peretas yang beroperasi dengan nama CyberCaliphate, yang mengaku punya hubungan dengan ISIS, mengklaim berada di balik serangan tersebut. Kicauan yang dilontarkan kelompok peretas ini adalah, "#CyberCaliphate Hari Valentine berdarah #MichelleObama! Kami memantau Anda, putri Anda dan suami Anda!" Mereka juga berkicau soal ancaman untuk menghancurkan keamanan siber Amerika Serikat. "Sementara AS dan satelitnya membunuh saudara-saudara kami di Suriah, Irak dan Afghanistan, kami menghancurkan sistem keamanan siber nasional Anda dari dalam." Setelah kicauan tersebut, pengelola Newsweek segera menghapus kicauan dan gambar latar yang dipasang kelompok CyberCaliphate. Redaktur Pelaksana Newsweek, Kira Bindrin, mengkonfirmasi peretasan ini kepada CNN dan mengatakan mereka telah kembali menguasai akun tersebut Kelompok ini mengklaim juga bertanggungjawab atas peretasan pada Januari 2015 kepada Twitter dan YouTube Central Command Amerika Serikat, yang mengawasi operasi militer di Timur Tengah. Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, mengatakan bahwa FBI sedang menyelidiki kasus peretasan akun Twitter Newsweek dan waspada terhadap ancaman yang dilontarkan kelompok peretas.
  15. Gedung Putih baru saja mengumumkan secara resmi rencana anggaran negara untuk tahun fiskal 2015-2016. Di dalamnya disertakan sejumlah kebijakan baru, khususnya terkait pajak pemasukan negara. Presiden Barack Obama telah memutuskan untuk menaikan pajak pemasukan dari perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) yang mendulang keuntungan di luar negeri. Tak tanggung-tanggung, kini pemerintahan Obama meminta pajak pemasukan negara sebesar 14% dari total pendapatan perusahaan AS yang beroperasi di luar negeri. Tentunya ini menjadi beban yang sangat berat bagi sejumlah perusahaan teknologi asal AS. Apple, Google dan Microsoft tak diragukan lagi menjadi pihak yang paling dirugikan. Bagaimana tidak? Baik Apple, Google dan Microsoft mengandalkan keuntungan yang sangat besar dari pasar di luar AS. Faktanya, iPhone besutan Apple laris manis di pasar Eropa dan Asia. Sistem operasi Android milik Google banyak diadopsi produsen perangkat asing, serta Microsoft telah sejak lama memasarkan software mereka di berbagai penjuru dunia. Tak hanya menjual berbagai produk di luar AS, mayoritas perusahaan teknologi asal Negeri Paman Sam itu juga diketahui cukup banyak menginvestasikan uang mereka di luar negeri. Hal itu dilakukan untuk menghindari pembayaran pajak di AS yang sangat 'mencekik'.
  16. Untuk melawan hacker, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama siap mengucurkan dana hingga USD 14 miliar atau setara Rp 177,1 triliun untuk memperkuat cybersecurity negaranya. Peningkatan keamanan cyber ini bertujuan untuk menangkal segala serangan dari hacker di seluruh dunia, mulai dari jaringan pribadi warga negaranya terutama pada jaringan federal Amerika Serikat. Dengan dana yang besar tersebut, dikabarkan jika Obama sudah memberi usulan sumber anggaran dana yang bisa didapat cara funding atau sumbangan dari perguruan tinggi hingga kemitraan antara sektor publik dan swasta. Dalam waktu dekat Presiden Obama juga akan mengajukan proposal pendanaan keamanan cyber ini pada Kongres Amerika Serikat. Memang, Amerika Serikat sendiri kini makin gencar memperkuat pertahanan cyber negaranya setelah adanya serangan hacker ke Sony Entertainment. Akibat serangan tersebut, dikabarkan jika pemerintah AS kini makin khawatir pada serangan hacker terutama terhadap sistem komputer nasional mereka. Selain itu, sebelumnya Amerika Serikat juga dikabarkan bakal bekerjasama dengan Inggris untuk melakukan latihan perang cyber yang bakal dilakukan dalam waktu dekat dengan melibatkan para agen-agen cyber terbaik dari dua negara tersebut.
  17. Presiden AS Barack Obama, Kamis (5/6/2014), tidak akan minta maaf atas keputusan pertukaran tahanan dengan Taliban. Presiden Amerika Barack Obama mengatakan "tidak akan minta maaf" atas upaya pembebasan tahanan Taliban Bowe Bergdahl yang ditukar dengan lima pemimpin Taliban. Pertukaran tahanan itu telah memicu reaksi keras terhadap pemerintahan Obama. Obama mengatakan kepada wartawan sebagai komandan tertinggi militer Amerika ia punya kewajiban untuk memulangkan Bergdahl. Obama mengatakan pemerintahannya "melihat peluang" dan "memanfaatkannya,” Obama menyatakan keprihatiannya terkait kesehatan Bergdahl yang memburuk. Taliban membebaskan Bergdahl pekan lalu setelah lima tahun ditahan. Kelompok militan menangkapnya tahun 2009 tidak lama setelah ia tiba di Afganistan. Masih menjadi teka-teki tentang peristiwa yang mengakibatkan Bowe Bergdahl ditangkap Taliban. Sejumlah pengecam menyebutnya sebagai pembelot.
  18. Lewat sebuah video seorang pria bertopeng anggota ISIS mengancam akan menyerang AS dan membunuh Presiden Barack Obama. Selain itu, dia juga mengancam akan menyerang Perancis dan Belgia. Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) merilis sebuah video pada Selasa 27Januari 2015 yang menampilkan pemenggalan seorang prajurit Kurdi dan ancaman terhadap Presiden AS Barack Obama. "Ketahuilah, wahai Obama, kami akan tiba di Amerika. Kami akan memenggal kepalamu di Gedung Putih dan mengubah Amerika menjadi sebuah provinsi Muslim," ujar seorang pria bertopeng di dalam video tersebut. Pria bertopeng yang mengeluarkan ancaman itu dikelilingi rekan-rekannya dan berdiri di belakang seorang prajurit Kurdi yang berlutut. Pada akhir video itu, sang pria bertopeng memenggal prajurit Kurdi tersebut. Dalam video tersebut, ancaman tak hanya disampaikan kepada Amerika Serikat, tetapi juga kepada Perancis dan "saudaranya", Belgia. "Kami sampaikan kepada kalian bahwa kami akan datang kepada kalian dengan bom mobil dan kami akan memenggal kepala kalian," tambah si pria bertopeng. Tak berhenti sampai di situ, pria bertopeng juga menumpahkan sumpah serapah dan caci makinya untuk pemimpin etnis Kurdi Irak, Masoun Barzani. "Kami akan memenggal kamu (Barzani) dan melemparkanmu ke tempat 'sampah sejarah'," tambah dia. Video yang disiarkan Memri TV itu muncul bersamaan dengan video yang berisi ancaman untuk mengeksekusi sandera Jepang dalam 24 jam jika Pemerintah Jordania menolak tawaran pertukaran tahanan yang diajukan ISIS.
  19. Pemerintah AS akan memasangkan kamera pada tubuh polisi untuk memberikan catatan serta rekaman detail mengenai aktivitas mereka di lapangan. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menginginkan aparat kepolisian yang bertugas di lapangan mengenakan kamera pada tubuhnya. Dalam program ini, pemerintah AS memberikan anggaran sebanyak US$ 75 juta untuk pembelian 50 ribu unit kamera untuk digunakan oleh kepolisian. Sebanyak 50 ribu kamera tentu jauh lebih sedikit dibandingkan dengan 750 ribu polisi yang bekerja di Amerika Serikat. Kamera ini disematkan untuk memberikan catatan serta rekaman detail mengenai kegiatan polisi di lapangan. Hal ini dilakukan untuk menanggapi protes masyarakat terhadap perilaku polisi pada demonstran di Ferguson. Protes ini dimulai dengan kematian Michael Brown (18 tahun), seorang remaja bersenjata yang dibunuh oleh polisi. Para tokoh masyarakat menunjukan video yang diambil saat kematian Brown sebagai bukti kesalahan polisi Darren Wilson. Kasus ini telah menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana polisi memperlakukan masyarakat dari kelompok minoritas Baru-baru ini, video seorang polisi yang melakukan penembakan seorang remaja 12 tahun bernama Tamir Rice juga tersebar luas dan ini meningkatkan permintaan dari masyarakat bahwa kepolisian harus mendokumentasikan kegiatan mereka secara detil. Selain tersandung masalah harga yang tidak murah, program ini juga diprediksi bakal menimbulkan masalah cukup serius dalam privasi warga. Mengingat kamera ini akan hidup dan terus digunakan selama polisi bertugas. Meskipun demikian, banyak departemen polisi yang setuju dengan program ini. Terhitung sejak 1 Oktober lalu, kepolisian Washington DC memulai program percontohan selama enam bulan menggunakan kamera yang diletakan pada bahu polisi. Dengan program ini, pemerintah Amerika Serikat berharap dapat mengurangi jumlah keluhan masyarakat terhadap kinerja polisi hingga 80 persen.
  20. Presiden Obama yang bekas perokok mengeluhkan sakit tenggorokan selama beberapa minggu Presiden Barack Obama menderita acid reflux setelah dibawa ke rumah sakit karena keluhan sakit tenggorokan. "Gejala-gejala yang diderita presiden sama dengan infeksi jaringan halus yang berhubungan dengan acid reflux dan akan diobati sesuai dengan penyakit ini," ujar Kapten Ronny Jackson, dokter Presiden Obama dalam satu pernyataan. Acid Reflux adalah penyakit dimana isi perut kembali naik dari perut ke esophagus sehingga menyebabkan gejala seperti maag dan tenggorokan sakit. Obama dibawa ke rumah sakit militer Walter Reed untuk menjalani pemeriksaan optik fiber di tenggorokannya yang bengkak, dan dokter pun memutuskan untuk melakukan pemindaian CT. "Pemindaian CT dilakukan siang ini semata-mata untuk menyesuaikan dengan jadwal Presiden dan hasilnya normal," tambah Jackson. Kapten Jackson mengatakan dia merekomendasikan presiden Obama menjalani pemeriksaan di rumah sakit Walter Reed setelah mengeluh sakit tenggorokan dalam beberapa minggu terakhir. Jackson tidak menjelaskan penyebab penyakit Obama ini. Terdapat sejumlah factor penyebab acid reflux antara lain merokok, mengkonsumsi alkohol dan hernia. Sebagian besar penderita bereaksi positif terhadap perubahan gaya hidup dan pengobatan meski banyak pasien yang harus terus tergantung pada obat untuk mengendalikan gejala penyakit ini. Presiden Obama melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan pada Juni lalu dan dinyatakan sehat oleh dokter Jackson yang mencatat dalam laporan kesehatan bahwa olahraga setiap hari, mengkonsumsi makanan sehat dan tidak merokok membantu kesehatan presiden yang prima. Presiden Barack Obama sebelumnya adalah seorang perokok.
  21. Abdul-Rahman (Peter) Kassig sedang mengirimkan makanan untuk para pengungsi di Lembah Bekaa, Lebanon. Presiden Barack Obama telah mengonfirmasikan kematian seorang pekerja kemanusiaan Amerika Serikat Abdul-Rahman Kassig, yang pemenggalan kepalanya dipertunjukan dalam sebuah video yang diposting kelompok militan yang menamakan dirinya Negara Islam. Obama menyebutkan pembunuhannya sebagai benar-benar perbuatan jahat dan menyampaikan rasa duka citanya kepada keluarga Abdul-Rahman Kassig, yang dikenal juga sebagai Peter, yang diculik di Suriah tahun lalu. Video itu menunjukkan seorang pria bertopeng berdiri di dekat kepala yang terpenggal yang menurutnya adalah kepala Kassig. Terlihat juga lewat video berlangsungnya pemenggalan kepala secara massal atas 18 orang tentara prajurit Suriah. Presiden Obama memuji pekerjaan kemanusiaan Kassig dan mengatakan, "Kassig direnggut dari kita semua dalam perbuatan yang benar-benar jahat oleh sebuah kelompok teroris yang memang diasosiasikan dunia dengan kebiadaban". "Hari ini kita berdoa dan menyatakan rasa duka cita kepada orang tua dan keluarga Abdul-Rahman Kassig, yang kita kenal juga sebagai Peter," kata Obama. Presiden Obama memberikan komentarnya saat ia terbang kembali ke AS dari Australia tempatnya berlangsungnya pertemuan puncak G20.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy