Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'nyawa'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
    • Computer
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Tak ada satu pun orang yang pernah melihat bagaimana nyawa atau jiwa manusia keluar dari raga ketika kematian tiba. Semua, dikembalikan pada keyakinan setiap orang bahwa yang hidup akan kembali kepada kekekalan. Namun, ada segelintir orang yang tidak puas dengan menyerahkan masalah jiwa kepada iman dan ingin membuktikannya secara ilmiah. Ada yang bilang berat jiwa manusia itu 21 gram. Tapi faktanya, hingga saat ini ilmu pengetahuan belum bisa membuktikan bahwa jiwa itu memang ada, termasuk menentukan berapa berat nyawa manusia. Lantas, adakah ilmuwan yang mencoba menimbang berat jiwa manusia? Jawabannya ada. Ini terjadi puluhan tahun lalu, kisah aneh tentang upaya seorang dokter mengukur berat jiwa manusia. Cerita dimulai pada pergantian abad terakhir di Dorchester, sebuah lingkungan di Boston, Amerika Serikat. Seorang dokter terkenal bernama Duncan MacDougall tertarik dengan gagasan bahwa jiwa manusia memiliki berat, dan jika memang demikian seharusnya itu bisa ditimbang. MacDougall lantas bekerja sama dengan Dorchester's Consumptives’ Home, sebuah rumah sakit amal untuk tuberkulosis stadium akhir yang saat itu tidak bisa disembuhkan. MacDougall lantas membuat tempat tidur yang dilengkapi dengan timbangan balok, menempatkan pasien yang sekarat berbaring di atasnya. Pasien tuberkulosis dinilai cocok untuk eksperimen ini karena mereka sakit dalam keadaan kelelahan yang sangat hebat sehingga tak akan menggerakkan timbangan. Pasien pertama adalah seorang pria. Dia dimasukkan ke dalam tempat tidur tersebut dan saat pasien meninggal, dia mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba dalam skala 21,2 gram. Sementara pasien kedua yang ditempatkan di tempat tidur eksperimen kehilangan berat badan 14 gram 15 menit setelah dia berhenti bernapas. Pasien ketiga mengalami penurunan berat badan sebesar 28,3 gram satu menit setelah meninggal dunia. Pasien keempat adalah seorang wanita yang sekarat akibat penyakit diabetes. Namun, hasil uji coba dianulir karena timbangan tidak dikalibrasi dengan benar. Sementara pasien kelima tercatat kehilangan berat 10,6 gram. Dan pasien keenam juga dianulir karena pasien meninggal saat MacDougall mengatur timbangan. MacDougall lalu mengulangi percobaannya pada 15 anjing dan hasilnya menunjukkan tidak ada satu pun dari hewan itu yang mengalami penurunan berat badan. Dari sini MacDougall berpikir bahwa anjing tak akan menuju akhirat. MacDougall menghentikan risetnya karena banyak orang yang menentang dengan apa yang dilakukannya. Kendati begitu, MacDougall melaporkan hasil penelitiannya pada tahun 1907 dalam jurnal American Medicine dan Journal of American Society for Psychical Research. Pertanyaan tak terjawab Studi yang di MacDougall dilakukan dalam skala yang sangat kecil, dan masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. MacDougall juga mengakui, diperlukan lebih banyak pasien untuk memastikan bahwa jiwa memang memiliki berat. Di era modern, beberapa orang pernah melakukan hal yang sama seperti dilakukan MacDougall dengan menimbang hewan atau manusia sekarat. Tapi, lagi-lagi ini dilakukan dalam skala kecil. Jadi intinya, sains masih belum bisa menjawab dengan tepat berapa berat nyawa manusia ataupun hewan atau apakah jiwa itu ada atau tidak. Balik lagi, semua ini akan dikembalikan pada kepercayaan masing-masing.
  2. Bukan bikin melek dan bersemangat, 5 pencinta kopi diketahui meninggal dunia usai minum kopi. Meskipun kopi termasuk minuman sehat tetapi harus bijak juga saat mengonsumsinya. Kopi secara umum memberikan dampak positif pada tubuh jika dikonsumsi dengan porsi tepat. Lain cerita ketika kopi dikonsumsi secara berlebihan atau dijadikan campuran dengan bahan lain. Efeknya justru bisa jadi berbahaya. Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa kopi yang dikonsumsi secara berlebihan bisa membuat seseorang mengalami sakit kepala, stress hingga insomnia. Dan ternyata efek paling mengerikan, kopi juga terbukti bisa membuat orang kehilangan nyawa. Dilansir dari berbagai sumber, berikut kasus kematian yang melibatkan kopi. 1. Kopi campur minuman energi Kopi dan minuman berenergi sama-sama mengandung kafein, ketika keduanya dicampur maka kandungan kafeinnya otomatis melonjak. Sementara tubuh manusia memiliki batas toleransi asupan kafein harian. Seorang remaja berusia 16 tahun bernama Davis Allen dari Amerika Serikat harus meregang nyawa. Ia terlalu banyak mengonsumsi kopi yang dicampur minuman berenergi. Davis diduga mengalami aritmia, yakni kelainan detak jantung yang mempengaruhi sistem pompa darah dari jantung ke organ tubuh lainnya. Davis diketahui mengonsumai 3 kaleng kopi dan minuman berenergi sebelum pingsan dan meninggal dunia. 2. Minum es kopi Kasus kematian setelah minum kopi juga pernah terjadi di Indonesia, tepatnya di Pasuruan, Jawa Timur. Seorang remaja berusia 15 tahun meninggal dunia usai minum kopi. Kejadian ini bermula saat remaja bernama Firman ini nongkrong bersama dua rekannya di warung. Ketiga remaja ini memesan es kopi jenis cappuccino. Tak lama setelah menyeruput es kopi, Firman langsung kejang dan jatuh dari tempat duduknya. Tak sempat mendapat penanganan medis, Firman dinyatakan meninggal dunia. Polisi langsung menyelidiki kasus ini dan membawa es kopi yang diminum Firman. Dugaan sementara, remaja ini memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan larangan konsumsi kopi. 3. Kopi campur alkohol Di Amerika Serikat, ada orang-orang yang gemar mencampur kopi dan alkohol. Tujuan dari pencampuran minuman ini agar mendapat efek mabuk yang lebih cepat. Padahal hal ini sangat berbahaya. Sebuah kasus pernah dialami Athena Gervais. Remaja berusia 14 tahun ini mencampur kopi dengan alkohol saat menghadiri pesta. Ia meneguk beberapa gelas campuran minuman ini. Tak lama setelah minumannya habis, ia langsung tak sadarkan diri. Mirisnya, tak ada orang yang mengetahui kalau ia meninggal. Jasadnya ditemukan setelah keesokan harinya. 4. Tewas usai minum kopi Pria berusia 48 tahun mendadak meninggal dunia saat sedang nongkrong bareng teman-temannya sambil minum kopi. Belum habis segelas kopi ia seruput, tiba-tiba tubuhnya kejang dan jatuh pingsan. Setelah dibawa ke rumah sakit, nyawa pria ini tak tertolong. Dokter yang memeriksa menyatakan kematiannya berhubungan dengan riwayat penyakit yang diderita pria ini. Ia diketahui sedang dalam keadaan tidak sehat saat nongkrong sambil minum kopi. 5. Minum pil kafein Kafein bukan hanya terdapat dalam kopi saja, ada pil yang mengandung kafein. Satu butir pil ini setara dengan segelas kopi hitam. Seorang pria bernama James Stone diduga membutuhkan asupan kafein agar tetap bisa terjaga. Ia harus begadang semalam suntuk demi mengirimkan aplikasi lamaran kerja secara online. Bukan mengandalkan kopi, James memilih menegak pil kafein. Tak tanggung-tanggung, ia diduga mengasup 25-30 pil kafein ini. Tubuhnya ditemukan tak bernyawa di keesokan harinya. Bayangkan saja, James seperti mengonsumsi 25-30 gelas kopi sekaligus.
  3. Hidup bisa teramat sulit bagi sebagian orang. Ada yang harus melewati berbagai ujian berat dalam hidup. Ada juga yang harus berkorban lebih demi orang yang disayangi. Li Wanjun, gadis berusia 19 tahun ini harus berjuang lebih demi menyelamatkan nyawa sang adik. Dilansir dari shanghaiist.com, adik Li pada bulan September 2015 didiagnosis mengidap penyakit uremia. Uremia merupakan kondisi yang terkait dengan penumpukan urea dalam darah karena ginjal tidak bekerja secara efektif. Agar bisa sembuh, adik Li harus dioperasi. Dan tentu saja operasinya perlu biaya. Untuk mengumpulkan uang dan biaya operasi sang adik, Li pun turun ke jalanan. Ia menjual berbagai kerajinan tangan dari seni ukir kertas (paper cutting). Dengan keahliannya tersebut, ia mengumpulkan pundi-pundi uang untuk biaya operasi adiknya. Selama berbulan-bulan, Li menjajakan kerajinannya di jalanan Zhengzhou. Di samping barang dagangannya, ia menaruh sebuah kotak bertuliskan "selamatkan adikku". Karena kegigihannya dan perjuangannya yang pantang menyerah, kisah Li pun menyentuh hati banyak orang. Dan tak disangka-sangka, seseorang yang tak mau disebut namanya memberi donasi sejumlah 100 ribu yuan atau sekitar 213 juta rupiah pada Li. Adik Li pun sedang sebentar lagi akan menjalani operasi untuk kesembuhannya. Perjuangan Li akhirnya berakhir mengharukan, ya Ladies. Bukan hal yang mudah pastinya mengumpulkan biaya operasi dari hasil jualan yang mungkin tak seberapa setiap harinya. Namun, tak bisa dipungkiri kalau akan selalu ada kemudahan di balik kesulitan.
  4. Hidup dan mati adalah urusan Tuhan. Kita tidak akan pernah tahu kapan Tuhan menakdirkan kita untuk meninggalkan dunia ini. Andai kita tahu, mungkin kita sudah mempersiapkan kain kafan atau peti mati jauh-jauh hari, bahkan mungkin menulis list hal-hal yang harus dilakukan sebelum mati. Tapi bukan Tuhan saja yang bisa mengatur takdir kita. Kita pun bisa ikut mengatur takdir ini, karena jika kita melakukan hal-hal berikut, niscaya kita akan mati. Minum Baygon, HIT, dan Kawan-Kawannya Terjun dari Lantai 100 Menelepon Atau SMS Sambil Berkendara Tubuh Gemuk Merokok
×
×
  • Create New...