Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'nyamuk'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Lalat, nyamuk hingga kecoa sering sekali mengganggu kehidupan kita, lebih dari itu mereka tidak higienis. Lalat bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, demikian juga dengan nyamuk dan kecoal serta serangga lainnya. Untuk mengusirnya, kini banyak sekali pembasmi serangga yang dengan mudah ditemukan di warung hingga supermarket. Namun sekali lagi, pembasmi serangga ini memiliki efek samping karena terbuat dari insektisida. Bahan-bahan yang digunakan, biasanya terdiri dari ratusan bahan kimia yang membahayakan kesehatan kita. Namun jika Anda ingin cara alami dan mudah, bisa melakukan cara yang mudah, aman dan tidak berbahaya berikut ini. Cara alami berikut ini ampuh untuk menghilangkan lalat, nyamuk dan serangga lainnya hanya dalam waktu satu jam saja. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah: Setengah cangkir minyak nabati Setengah cangkir shampoo (apa saja) Setengah cangkir cuka alami dengan konsentrasi 9 persen Cara pembuatannya adalah, campur semua bahan dengan baik dan tercampur rata, kemudian tuangkan campuran dalam botol lalu semprotkan. Semprot semua tempat di rumah Anda di mana lalat, nyamuk atau kecoa kerap datang.
  2. Kewaspadaan terhadap virus zika tak jangan hanya fokus pada ibu hamil saja. Siapapun dapat mengalami gejalanya, sehingga kita harus melakukan pencegahan di rumah. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr Firman Santoso SpOG mengatakan, pencegahan virus zika sangat mudah. Caranya sama dengan mencegah demam berdarah dengue (DBD). "Virus zika penyebabnya adalah nyamuk aedes aegypti yang suka hidup di genangan air. Di rumah jangan sampai ada wadah-wadah berisi air bersih yang tidak kita buang atau tutup," katanya saat ditemui di Gedung B Siloam Hospital Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kemarin. Dia menambahkan, apabila di dalam rumah Anda terdapat kolam renang, usahakan satu minggu sekali mengurasnya. "Kalau di rumah ada kolam renang pun, usahakan seminggu sekali dikuras dengan pemberian obat klorin. Ini untuk mencegah nyamuk berkembang biak," sarannya.
  3. Jenis rumput ini dipakai oleh orang Amerika Asli di Montana dan Alberta. Ilmuwan Amerika telah mengetahui unsur kimia yang berfungsi untuk menangkal nyamuk pada sejenis rumput yang dipakai oleh orang Amerika Asli untuk menangkal serangga. Dalam ujicoba di laboratorium, dua senyawa dalam rumput berhasil menangkal nyamuk dari sampel darah yang disediakan. Ujicoba lebih jauh masih perlu dilakukan untuk melihat berapa lama efek senyawa ini bertahan. Para peneliti mengatakan sumber tradisional kaya akan kemungkinan penangkal nyamuk ini. "Ini adalah tanaman keempat yang kami ujicoba," kata Charles Cantrell, peneliti kimia di Departemen Pertanian Amerika Serikat. "Rumput ini memproduksi senyawa kumarin, wanginya enak dan dikenal memiliki kemampuan mengusir nyamuk. Dan sangat aman," kata Cantrell. Sekalipun bisa mengusir serangga, saat ini kumarin tidak didaftarkan atau dijual untuk itu. Senyawa lain yang berhasil diketahui adalah phytol, minyak utama yang ada pada tumbuhan. Phytol juga dikenal bisa mengusir serangga, tapi sama dengan kumarin, tak dijual untuk keperluan tersebut. Dari hasil ujicoba, kumarin dan phytol menunjukkan hasil memuaskan, sama ampuhnya dengan penangkal nyamuk merek terkenal. Langkah selanjutnya adalah mengujicoba dalam kerangka waktu yang lebih praktis.
  4. Siklus hidup nyamuk sejak telur hingga menjadi nyamuk dewasa, sama dengan serangga- serangga yang lain mengalami tingkatan (stadia) yang berbeda- beda. Dalam siklus hidup nyamuk terdapat empat stadia, yaitu Stadium telur, Larva, Pupa, dan dewasa. Stadium dewasa sebagai nyamuk yang hidup di alam bebas, sedang ketiga stadia yang hidup dan berkembang di dalam air. Berikut akan dijelaskan tahapan dari siklus nyamuk: A. TELUR Nyamuk akan meletakkan telurnya di tempat yang berair. Air dalam hal ini merupakan faktor utama, olh karena tanpa air telur tidak akan tumbuh dan berkembang. Dalam keadaan kering telur akan cepat kering dan mati, meskipun ada beberapa nyamuk yang telurnya dapat bertahan dalam waktu waktu lama meskipun dalam lingkungan tanpa air (aedes). B. LARVA / JENTIK Untuk perkembangan stadium jentik memerlukan tingkatan- tingkatan pula, antara tingklatan yang satu dengan tingkatan lainnya bentuk dasarnya sama. Selama stadium jentik dikenal empat tingkatan yang masing- masing tingklatan dinamakan instar. Untuk jentik nyamuk instar pertama, kedua, ketiga dan keempat bulu- bulu sudah lengkap, sehingga untuk identifikasi jentik diambil jentik instar keempat. Stadiumjentik memerlukan waktu kurang lebih satu minggu. Pertumbuhan dan perkembangan jentik dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya adalah temperatur, cukup tidaknya bahan makanan, ada tidaknya predator dalam ai, dan lain sebagainya. C. PUPA Pupa adalah stedium akhir dari nyamuk yang berada di dalam air. Stadium pupa tidak memerlukan makanan dan merupakan stedium dalam keadaan inaktif. Pada stadium ini terjadi pembentukan sayap sehingga setelah cukup waktunya nyamuk yang keluar dari kepompong dapat terbang. Meskipun stadium pupa dalam keadaan inaktif, bukan berarti tidak ada proses kehidupan. Pupa tetap memerlukan Oksigen, Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui corong nafas. Stadium pupa makan waktu kurang lebih 12 hari. D. DEWASA Dari pupa akan keluar nyamuk/ stadium dewasa. Berdasarkan jenis kelaminnya nyamuk dapat dibedakan atas nyamuk jantan dan betina. Nyamuk jantan keluar lebih dahulu dari nyamuk betina, setelah nyamuk jantan keluar, maka jantan tersebut tetap tinggal di dekat sarang (breeding places). Kemudian setelah jenis yang betina keluar, maka sijantan kemuadian akan mengawini betina sebelum betina tersebut mencari darah. Betina yang telah kawin akan beristirahat untuk sementara waktu (1-2 hari) kemudian baru mencari darah. Setelah perut penuh darah betina tersebut akan beristirahat lagi untuk menunggu proses pemasakan dan pertumbuhan telurnya. Selama hidupnya nyamuk betina hanya akali kawin. Untuk pertumbuhan telur yang berikut, nyamuk betina mencari darah untuk memenuhi kebutuhan zat putih telur yang diperlukan. Waktu yang dibutuhkan untuk menunggu proses perkembangan terurnya berbeda- beda tergantung pada beberapa faktor diantaranya yang penting adaslah temperatur dan kelembaban serta spesies dari nyamuk.
  5. Barang bekas yang akan kita gunakan yaitu barang sederhana yang mungkin sering kita buang begitu saja yaitu botol muniman mineral bekas. Botol berbahan plastik yang sering kita abaikan ini ternyata sangat bisa membantu mengatasi nyamuk. Serius nih? masak botol bekas bisa jadi cara membasmi nyamuk?. Jika anda sangsi maka silahkan menbaca dengan seksama dan coba praktikan sendiri di rumah. Nanti lihat hasilnya dalam beberapa hari maka nyamuk di rumah anda akan semakin berkurang dan bisa saja hilang sama sekali. Penasaran? baiklah langsung saja simak caranya berikut ini. Cara Membuat Perangkap Nyamuk dari Botol Bekas Perlu diketahui bahwasanya kenapa nyamuk bisa mengetahui keberadaan manusia untuk dijadikan mangsa. Tidak lain adalah berasal dari karbon dioksida alias CO2 yang dikeluarkan manusia melalui nafasnya. Sebagaimana penelitian yang dilakukan Science daily pada 2011 lalu. Menurut mereka hasil penelitian menunjukan bahwa nyamuk betina cenderung mengikuti udara yang menyebarkan CO2. Sehingga kita bisa memanfaatkan hal ini untuk membuat perangkap agar nyamuk tertangkap. Simak langkah-langkah pembuatan perangkap nyamuk dari botol plastik bekas. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat perangkap nyamuk sendiri. Aalat dan Bahan: Botol plastik bekas minuman mineral ukuran 1.5 liter atau lebih.Isolasi/ lakban.Plastik hitam atau kertas.Pisau pemotong (bisa berupa pisau Cutter).Siapkan air panas sebanyak 200 ml.Kurang lebih 50 gr gula merah.Ragi bubuk 1 gr.Cara membuat: 1. Membuat cairan fermentasi CO2 Cara membasmi nyamuk ini akan memanfaatkan CO2 buatan sendiri. Karena nyamuk suka dengan CO2 maka kita jadikan ini sebagai umpan agar nyamuk datang keperangkap kita. Mulai dengan cara melarutkan 50 gr gula merah pada air yang sudah dipanaskan sebanyak sekitar 200 ml. Biarkan suhu cairan gula ini dingin. Selanjutnya tambahkan ragi bubuk aktif sebanyak 1 gr di bagian atas cairan tersebut tanpa di aduk, biarkan begitu saja. 2. Merakit perangkap nyamuk dari botol bekas Ambilah botol bekas yang sudah disiapkan tadi kemudian potong menjadi dua pada sepertiga bagian atas. Bekas potongan botol yang berbentuk seperti corong jangan di buang. Tetapi balik posisinya yang mengerucut berada di bekas potongan bagian bawah, lebih jelasnya lihat gambar.
  6. Selama ini para ahli memperkirakan seseorang digigit nyamuk karena faktor bau badan. Kemungkinan seseorang digigit nyamuk mungkin ditentukan oleh gen, kata para ahli yang menulis hasil kajian mereka di jurnal PLOS ONE. Sebelumnya para ahli mengetahui bahwa nyamuk "lebih tertarik" untuk menggigit orang-orang tertentu dibandingkan orang-orang lain, dan memperkirakan itu semua disebabkan oleh bau badan. Sekarang para ahli mengatakan bisa jadi itu lebih disebabkan oleh faktor gen. Kesimpulan ini didapat setelah satu tim ilmuwan di London melakukan kajian dengan responden 18 pasangan kembar identik dan 19 pasangan kembar bukan identik. Dalam penelitian ini nyamuk-nyamuk dilepas melalui tabung berbentuk Y yang kemudian didekatkan ke tangan-tangan responden untuk mengetahui kecenderungan nyamuk untuk menggigit seseorang. Mereka yang kembar identik -yang punya gen sama- memiliki "daya tarik" yang lebih besar untuk digigit dibandingkan kembar bukan identik, yang punya gen berbeda. Para peneliti mengatakan masih perlu dilakukan penelitian atau kajian lanjutan untuk menguatkan kesimpulan mereka. Mereka juga mengatakan hasil dari penelitian ini bisa membuka kemungkinan dibuatnya obat baru untuk mencegah gigitan nyamuk atau untuk meminimalkan penyebaran penyakit malaria dan demam berdarah.
  7. Bill Gates dalam wawancaranya saat kunjungan ke Yogyakarta, 5 April 2014. Pendiri sekaligus mantan CEO Microsoft, Bill Gates, pada 5 April 2014 lalu mengunjungi Yogyakarta. Kunjungan tersebut terkait dengan penelitian Eliminate Dengue, proyek pembasmian demam berdarah, di kota yang bersangkutan. Tak banyak yang mengetahui kegiatan orang terkaya di dunia itu selama kunjungannya di Yogyakarta karena memang bersifat tertutup atas permintaan sang istri, Mellinda Gates. Media hanya mengetahui bahwa dia menyalurkan bantuan untuk proyek penelitian. Baru-baru ini, melalui blog pribadinya tertanggal 25 April 2014, Gates menceritakan bahwa selama kunjungannya ke Yogyakarta tersebut ia juga diminta untuk meninjau proyek pemberantasan nyamuk demam berdarah yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM). Proyek yang diberi nama Eliminate Dengue Project tersebut pada intinya adalah usaha memberantas nyamuk demam berdarah dengan menyebarkan nyamuk yang telah diinfeksi dengan bakteri Wolbachia. Wolbachia adalah bakteri yang bisa mencegah penyebaran virus penyebab demam berdarah yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang telah mengandung bakteri Wolbachia kemudian dilepas di lingkungan yang menjadi daerah endemis nyamuk penyebar demam berdarah, atau di wilayah yang banyak mencatat kasus demam berdarah. Bill Gates melepas nyamuk penangkal wabah demam berdarah Dalam salah satu foto yang dimuat di blog pribadinya itu, Gates tampak sedang melepas koloni nyamuk tersebut di suatu tempat di Yogyakarta. Sebagaimana bisa dilihat di atas, Gates yang mengenakan blangkon menyebar nyamuk sembari tersenyum. Gates mengapresiasi para peneliti yang ikut membiakkan nyamuk betina di laboratorium untuk menyebarkan bakteri Wolbachia. Sebab, menurut Gates, mereka bergiliran tiap minggu merelakan tangannya digigiti puluhan nyamuk, memberikan darahnya untuk nyamuk-nyamuk agar bisa berkembang biak. Gates juga bercerita bahwa ia sempat memasukkan tangannya ke sarang kotak pembiakan nyamuk itu. Lalu apa kesannya? "Tidak ada risiko terkena demam berdarah (akibat digigit nyamuk), tetapi rasa gatalnya sama saja ternyata!" Video wawancara Gates tentang Eliminate Dengue Project yang dibuat di Yogyakarta tersebut bisa dilihat melalui tautan berikut ini. Sumber: gatesnotes.com
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy