Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'nsa'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Kaspersky Lab mengklaim berhasil mengidentifikasi sistem operasi baru seperti platform yang dibuat dan digunakan oleh Badan Intelejen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA) untuk melakukan mata-mata pengguna komputer di seluruh dunia. Platform NSA ini sendiri bernama EquationDrug atau Equestre yang digunakan untuk menyebarkan 116 modul untuk menyerang komputer dan kemudian menyedot semua data dan memata-matai korbannya. "Sangat penting untuk dicatat bahwa EquationDrug ini bukan hanya trojan, namun juga platform spionase penuh yang mencakup kerangka kerja untuk melakukan kegiatan cyberspionage dengan mengerahkan modul khusus pada mesin komputer korban yang telah dipilih," urai pihak Kaspersky, yang dikutip dari The Register. Perusahaan keamanan berbasis di Rusia ini mengklaim bahwa malware canggih seperti Regin dan Epic Turla juga sama berbahayanya seperti platform EquastionDrug tersebut. Dikutip melalui situs resmi Kaspersky, Epic Turla ini merupakan malware yang secara khusus menyerang pemerintah seperti departemen perdagangam kementerian luar negeri, instansi militer, pendidikan sampai perusahaan farmasi. Sebagian besar korban penyerangan berasal dari Timur Tengah dan Eropa. Selain menggunakan email phising, serangan juga mengeksplotasi alat peramban dengan menggunakan Adobe Flash Player serta Microsoft Security Essentials palsu. Sementara Regin, merupakan malware yang secara khusus menyerang pengguna berbasis Windows. Malware ini kabarnya digerakkan oleh badan intelejen Inggris, GCHQ. Platform Equastiondrug ini disebut oleh Kaspersky itu sebagai 'stasiun luar angkasa malware' karena banyaknya alat spionase yang disertakan di tiap modulnya. Ekstra modul yang berbasis EquastionDrug ini ditambahkan banyak sistem file untuk mengenkripsi yang membingungkan bods sistem keamanan komputer korban. Kaspersky mengatakan bahwa, setidaknya ada 30 dari 116 modul yang beredar dan sengaja dilepaskan oleh NSA tesebut. Mereka juga mencatat, modul yang diisi dengan platform Equastiondrug yang melakukan penyerangan tersebut melakukan beberapa hal seperti: Mencuri atau me-re routing jaringan lalu lintas intersepsi Merekam DNS Mencari jejak di manajemen komputer Mendeteksi versi sistem operasi Mengoleksi password Memantau aktivitas korban secara langsung di browser Membuat backdoor jaringan Memanipulasi firmware HDD dan SDD Monitoring keylogging dan clipboard mengumpulkan history browser, password dan data lainnya
  2. Kejadian bocornya presentasi slide show NSA (National Security Agency) ternyata tidak berhenti sampai disitu, karena dari bocornya presentasi tersebut diketahui bahwa NSA telah menanam 50.000 malware di komputer di seluruh dunia! Dari presentasi tersebut diketahui bahwa NSA menanam malware untuk mencuri data-data atau informasi sensitif dari seluruh dunia. Malware yang ditanam oleh NSA tersebut merupakan malware yang berfungsi sebagai digital sleeper cell, dan merupakan malware yang dapat diaktifkan atau dinonaktifkan dari jarak jauh. Tailored Access Organization (TAO) disebut-sebut sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pendistribusian malware ini. Malware kiriman NSA ini juga sangat tangguh, karena antivirus diklaim tidak bisa mendeteksi malware ini meskipun komputer tersebut terinfeksi.
  3. Dinas intelijen National Security Agency (NSA) Amerika Serikat tak hanya mampu melacak lokasi ponsel pengguna. Lebih dari itu, mereka mampu memecahkan kode pribadi, kode enkripsi, mengetahui semua pesan dan panggilan telepon yang berjalan di spektrum frekuensi radio. Hal ini terungkap dalam data internal NSA yang dibocorkan mantan karyawannya, Edward Snowden, lalu diwartakan The Washington Post. Undang-undang di AS sebenarnya melarang NSA untuk mengumpulkan isi percakapan warga AS tanpa perintah pengadilan. Para ahli keamanan telah lama mengeluhkan teknologi enkripsi yang umum digunakan, yang dikenal sebagai A5/1, karena rentan dibobol. Teknologi ini berkali-kali berhasil ditembus oleh para peneliti dalam berbagai proyek selama kurang lebih satu dekade. “Teknologi enkripsi dirancang 30 tahun lalu, dan Anda tidak akan mengharapkan mobil berusia 30 tahun untuk memiliki sistem keamanan terbaru,” kata David Wagner, seorang ilmuwan komputer di University of California di Berkeley. Teknologi A5/1 dikembangkan sejak 1980-an tetapi masih digunakan secara luas oleh ponsel yang mengandalkan jaringan 2G atau GSM. Banyak ponsel yang mengandalkan jaringan 2G untuk melakukan dan menerima panggilan telepon. Menurut Karsten Nohl, kepala ilmuwan di Security Research Labs di Berlin, lebih dari 80 persen ponsel di seluruh dunia tidak dibekali enkripsi yang baik atau bahkan tidak ada enkripsi dalam melakukan panggilan telepon. Sementara itu, ponsel yang mendukung jaringan 3G dan 4G disebut memiliki teknik enkripsi yang lebih baik. Dokumen itu tidak menjelaskan apakah NSA mampu masuk dalam lalu lintas data (internet) dari perangkat seluler, yang biasanya menggunakan teknik enkripsi dengan teknologi berbeda. NSA berulang kali menekankan bahwa upaya pengumpulan data yang mereka lakukan ditujukan untuk target di luar AS. Hal itu semata dilakukan demi melindungi negara dan warga AS. Ketika ditanya tentang kabar ini oleh The Washington Post, NSA mengeluarkan pernyataan, “Sepanjang sejarah, negara telah menggunakan enkripsi untuk melindungi rahasia negara, dengan memantau teroris, penjahat siber, perdagangan manusia, dan lainnya dengan teknologi untuk memantau kegiatan mereka.” Ahli kriptologi Matthew Blaze dari University of Pennsylvania, mengatakan, jika NSA tahu bagaimana membobol A5/1, maka kemungkinan besar dinas intelijen negara lain juga dapat melakukannya. A5/3 Sebelumnya, para ahli keamanan pernah meminta perusahaan pembuat ponsel untuk meningkatkan standar enkripsi ke sistem terbaru agar keamanan lebih sulit dibobol. Teknologi itu disebut A5/3, yang mengalami perubahan besar dibandingkan A5/1. Menurut Karsten Nohl, pembaruan sistem enkripsi menuju A5/3 membutuhkan investasi yang besar, memakan waktu, dan mungkin bakal menggangu kenyamanan pengguna karena harus beralih ke teknologi baru. Di Jerman, lanjut Nohl, sudah ada dua operator telekomunikas yang mengadopsi teknik enkripsi A5/3 untuk jaringan 2G. Beberapa operator telekomunikasi di AS, seperti AT&T dan T-Mobile, berkomitmen untuk meningkatkan standar enkripsi. Namun, mereka tidak mengungkapkan standar macam apa yang akan digunakan. Bukan hanya operator telekomunikasi yang berkomitmen meningkatkan standar enkripsi, perusahaan teknologi berbasis internet juga akan meningkatkan enkripsi. Google dan Yahoo, disebut sebagai perusahaan yang disadap oleh NSA. Mendengar kabar itu, kedua perusahaan penyedia platform e-mail terbesar itu akan melakukan enkripsi pada data center yang terhubung dengan kabel laut. Karena, salah satu cara NSA menyadap Google dan Yahoo adalah lewat kabel laut. Microsoft dilaporkan juga akan mengikuti langkah Google dan Yahoo.
  4. Kasus pengintaian yang dilakukan oleh intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA), dibongkar satu persatu oleh sang agen, Edward Snowden. Kali ini terungkap, salah satu praktiknya ialah menyerang 50 ribu komputer dengan cara menyebarkan virus malware.rahasia ini terbongkar dari salah satu dokumen yang dipublikasikan koran Belanda, NRC Handelsblad. Dari sekian banyak rahasia yang dibongkar, salah satunya ialah katagori CNE (Computer Network Exploitation), aksi NSA dalam menyebarkan malware. Dokumen tersebut berbentuk Pdf dan memberikan informasi mengenai aktivitas jaringan NSA, yakni Computer Network Exploitation (CNE). Aksi penyebaran malware untuk CNE ini dijalankan oleh tim elite hacker NSA dalam unit Tailored Access Operations. Disebutkan, salah satu sasarannya adalah operator telekomunikasi di Belgia, yakni Belgacom. Di sini, malware akan menginfeksi jaringan dan mengeksploitasi data pelanggan operator yang menjadi targetnya. Washington Post juga mengatakan sekira 20 ribu jaringan pemerintahan di dunia diinfeksi oleh malware pada 2008. Dan empat tahun dari tahun tersebut malware diperkirakan mengalami pertumbuhan menjadi 30 ribu. Malware disuntikkan oleh NSA melalui komputer pribadi dan jaringan server. Dan malware itulah yang akan bekerja mencuri seluruh data dari komputer yang terinfeksi. Bahkan tak hanya komputer, tetapi juga data-data sensitif yang ada pada server. Dalam keterangannya Snowden menjelaskan, malware yang ditanamkan oleh NSA juga disebut penanaman 'quantum'. Ini menguntungkan NSA karena dapat mengontrol dan mencuri data sekehendak hatinya secara remote dari jarak jauh. "Aksi penanaman (malware) ini seperti menanamkan 'sel tidur' yang suatu saat bisa diaktifkan dengan hanya satu tekanan tombol." Dalam kode sandi pengintaian NSA, terdapat kata 'necessary' (penting) yang juga berarti pada semua orang, kapanpun, dan dimanapun.
  5. Mark Zuckerberg mengkritik sistem penyadapan pemerintah AS dan mengatakan ia telah menelepon Presiden AS secara pribadi untuk menyampaikan keberatannya. "Saat teknisi kami bekerja tanpa lelah untuk memperbaiki kemanan, kami berpikir kami melindungi kalian dari penjahat, dan bukan dari pemerintahan sendiri," tulis Mark Zuckerberg pada posting pesan di halaman Facebook pribadinya. "Saya menelepon Presiden Obama untuk mengekspresikan frustasi saya akan kerusakan yang telah diperbuat pemerintah terhadap masa depan kita bersama. Sayangnya, sepertinya akan butuh waktu yang sangat lama hingga reformasi benar-benar terjadi," tambah pendiri Facebook tersebut. NSA tiru Facebook Pesan sepanjang 300 kata dan telepon langsung ke presiden dilakukan Zuckerberg menyusul serangkaian pengungkapan praktik pengawasan pemerintah AS yang kontroversial. Masalah ini pertama diungkap oleh bekas konsultan NSA Edward Snowden. Pejabat Gedung Putih membenarkan percakapan telepon tersebut, namun menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut. Ia hanya merujuk pada pernyataan yang dikeluarkan NSA sebelumnya, bahwa tuduhan terhadap NSA yang dikatakan menggunakan malware untuk mendapat akses ke jutaan komputer di seluruh duni dan meniru jejaring sosial AS atau situs lainnya tidaklah benar. Facebook, jejaring sosial nomor satu di dunia dengan 1,2 milyar pengguna, menolak untuk memberikan komentar atas posting Zuckerberg. "Pemerintah tidak seharusnya jadi ancaman" Dokumen rahasia yang dipublikasikan situs berita The Intercept menunjukkan bahwa NSA meniru situs Facebook untuk bisa memperoleh akses ke informasi pribadi sosok yang menjadi target. Jadi saat target masuk ke halaman Facebooknya, mereka sebenarnya berkomunikasi dengan NSA. Dinas rahasia itu kemudian meretas komputer pengguna dan mengambil data yang ada. Tahun lalu, Facebook mulai mengamankan semua halamannya dengan enkripsi. Sehingga lebih sulit bagi hacker atau dinas rahasia seperti NSA untuk meniru jejaring sosial tersebut. Pada laporan media sebelumnya, berdasarkan dokumen yang dibocorkan oleh Snowden, pemerintah dikatakan mungkin menyadap kabel komunikasi yang menghubungkan pusat data milik Google Inc dan Yahoo Inc untuk mengakses data pengguna tanpa sepengetahuian atau kerjasama dari pihak perusahaan yang terkait. "Pemerintah AS seharusnya menjadi pahlawan bagi internet dan bukan ancaman. Mereka harus lebih transparan akan apa yang mereka lakukan atau warga hanya akan mempercayai berita-beriita terburuk," tandas Zuckerberg di posting Facebooknya.
  6. National Security Agency (NSA) milik Amerika dilaporkan telah menempatkan software di hampir 100.000 komputer di seluruh dunia yang memungkinkan badan intelijen tersebut untuk melakukan pengawasan pada perangkat tersebut dan bisa memberikan jalan secara digital untuk serangan cyber, New York Times melaporkan. NSA telah menanam sebagian besar perangkat lunak tersebut melalui akses ke jaringan komputer, selain itu mereka menggunakan teknologi rahasia yang memungkinkan mereka masuk bahkan ke komputer yang tidak terhubung ke Internet, kata Times, mengutip para pejabat AS, ahli komputer dan dokumen yang dibocorkan oleh mantan kontraktor NSA Edward Snowden. The Times mengatakan teknologi telah digunakan setidaknya sejak 2008 dan mengandalkan covert channel gelombang radio yang ditransmisikan dari papan sirkuit kecil dan kartu USB diam-diam dimasukkan ke dalam komputer. "Teknologi frekuensi radio telah membantu memecahkan salah satu masalah terbesar yang dihadapi badan-badan intelijen Amerika selama bertahun-tahun: masuk ke komputer yang musuh, dan beberapa mitra Amerika, telah mencoba untuk membuat tahan terhadap mata-mata atau cyber," kata surat kabar itu. "Dalam kebanyakan kasus, perangkat keras frekuensi radio harus secara fisik dimasukkan oleh mata-mata, produsen atau pengguna tanpa disadari." Sering menjadi sasaran dari program ini, kode-bernama Quantum, telah memasukkan unit militer Cina, yang Washington telah dituduh melakukan serangan digital pada militer dan industri target AS, kata Times. Surat kabar itu mengatakan bahwa program tersebut juga telah berhasil menanam software dalam jaringan militer Rusia serta sistem yang digunakan oleh polisi Meksiko dan kartel narkoba, lembaga-lembaga perdagangan Uni Eropa dan sekutu seperti Arab Saudi, India dan Pakistan. The Times mengatakan tidak ada bukti NSA telah ditanamkan perangkat lunak atau menggunakan teknologi radio di dalam Amerika Serikat. "Kegiatan NSA difokuskan dan khusus dikerahkan melawan - dan hanya melawan - target intelijen asing yang valid dalam menanggapi kebutuhan intelijen," Times mengutip seorang juru bicara agensi mengatakan. Pertanyaan tentang pemerintah AS memata-matai warga sipil dan pejabat asing menyerbu masuk ke tempat terbuka pada bulan Juni ketika Snowden, sekarang tinggal di suaka di Rusia, dokumen yang menguraikan koleksi luas metadata telepon dan email bocor. Presiden Barack Obama berencana meluncurkan pada hari Jumat serangkaian reformasi intelijen, termasuk bagaimana NSA beroperasi, dengan maksud untuk memberikan Amerika lebih percaya diri privasi mereka tidak dilanggar.
×
×
  • Create New...