Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'nonton'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Anak-anak kadang tidak terbiasa dengan tayangan berita. Malah ada juga yang beranggapan berita itu adalah bagian paling membosankan di televisi. Tapi sebenarnya, apakah berita itu aman disaksikan anak-anak? Menurut penelitian, anak-anak menganggap bahwa berita lebih menyeramkan daripada adegan kekerasan yang ada di acara TV maupun film. Kok begitu? Jadi, sebuah penelitian mencoba memperlihatkan gambar kekerasan seperti peperangan, penembakan, kebakaran, kecelakaan pesawat, dan lain-lain kepada 600 anak berusia 8 sampai 12 tahun. Sebagian anak mendeskripsikan gambar tersebut sebagai berita dan sebagian lagi mendeskripsikannya sebagai kejadian fiksi. Brad Bushman, professor of psychology and communication di University of Michigan mengatakan, “Kami menemukan bahwa anak-anak yang melihatnya sebagai kejadian nyata menunjukkan respons ketakutan yang signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang melihatnya sebagai kejadian fiksi.” Menurut Bushman orangtua seringkali menyepelekan bahaya anak nonton berita padahal hal tersebut dapat menyebabkan kecemasan dan masalah lain, seperti anak menjadi sulit tidur. Ada juga penelitian di Wisconsin yang mendapati bahwa 37 persen anak usia 8-12 tahun lebih takut terhadap cerita dalam berita. Hal ini dikarenakan semakin dewasanya anak-anak maka akan semakin besar juga respons anak-anak terhadap kekerasan yang ada di berita. Banyak ahli yang menyarankan untuk menjauhkan anak usia 6 tahun ke bawah dari berita. Untuk menonton berita lebih disarankan untuk menunggu anak hingga usia 8-10 tahun. Tapi orangtua harus tetap memperhatikan setiap respons anak. Jadi pada usia ini orangtua juga masih harus memantau dan mengawasi berita yang anak tonton, serta harus dapat memberikan penjelasan mengenai pertanyaan ataupun kecemasan yang mungkin timbul dalam dirinya. Jane Katch, seorang ahli perkembangan anak, mengatakan bahwa tanda-tanda dari seorang anak siap terhadap berita adalah pada saat anak mulai bertanya mengenai berita yang ia dengar di sekolah ataupun langsung meminta untuk menonton berita di rumah. Hal-hal tersebut merupakan tanda bahwa anak anda telah siap untuk menghadapi berita dengan exposure yang terbatas. Jadi, anak-anak usia prasekolah lebih baik dijauhkan dari berita untuk mencegah kebingungan mengenai fantasi dan rasa takut. Apabila mereka secara tidak sengaja mengetahui berita yang ada, berilah penjelasan yang dapat menumbuhkan rasa aman pada diri mereka. Lalu, untuk anak usia sekolah yaitu 8 tahun ke atas, boleh saja menyaksikan berita namun harus masih dibantu penjelasan dari orangtua serta pengawasan orangtua. Untuk usia remaja biasanya mereka sudah lebih menyadari berita yang ada. Namun cobalah untuk diskusi dengan anak remaja anda untuk mengetahui perspektif mereka mengenai sebuah peristiwa dan juga membenarkan apabila ada respons yang salah dari diri mereka. Intinya, berapapun umur anak anda, jangan pernah anda mengabaikan respons mereka mengenai peristiwa yang ada di berita. Karena berita bahkan terkadang sulit untuk dimengerti oleh orang dewasa, apalagi mereka yang masih dalam proses untuk mengerti dunia.
  2. Ilustrasi Menonton Film Menonton film horor tak hanya membuat jantung berdebar lebih keras. Tapi berdasarkan penelitian juga bisa membuat darah mengental dan menggumpal. Sebuah penelitian yang dilansir Independent menyebutkan sebuah protein yang berhubungan dengan penggumpalan darah akan diproduksi lebih banyak saat partisipan penelitian menonton film horor. Tim peneliti dari Belanda yang menelisik masalah ini menerbitkan hasil penelitian mereka di British Medical Journal edisi Desember. Penelitian memeriksa 24 orang anak muda yang sehat. Selama penelitian berlangsung mereka diminta menyaksikan film horor dari tahun 2010, Insidious dan sebuah film pendidikan berjudul A Year in Champagne. Peneliti menemukan bahwa kadar protein dalam darah meningkat secara signifikan setelah menonton film horor. Dalam kondisi biasa, rata-rata ada 11 IU/dl (International Unit/desiliter) peningkatan protein yang disebut faktor VIII dalam darah responden. Penambahan faktor VIII inilah yang memungkinkan darah jadi lebih kental. Akibat peningkatan ini ada peningkatan risiko trombosis atau pembekuan darah pula sebesar 17 persen. Sayangnya, penelitian itu tidak membuktikan secara langsung bahwa menonton fim horor bisa membuat pembuluh darah orang tersumbat. “Intinya ada mekanisme biologis bahwa ketakutan yang akut berhubungan dengan aktivitas pembekuan darah masih harus diteliti lebih lanjut,” kata Dr. Banne Nemeth, yang memimpin penelitian ini. “Meski tidak secara langsung, penelitian ini memberi manfaat klinis, implikasi yang lebih besar dari peneliian ini adalah setelah sekian abad, akhirnya konsep pembekuan darah bisa dijelaskan.”
  3. Membicarakan hobi memang selalu menyenangkan. Kamu pun pasti mempunyai hobi yang biasanya kamu lakukan di sela-sela kesibukanmu, atau di waktu luangmu. Sebut saja hobi olahraga, berkebun, membaca buku, atau mungkin sekadar jalan-jalan bersama teman dan sahabat. Bagi kamu yang hobi nonton film, tentunya pernah mengalami yang namanya movie marathon alias maraton nonton film. Saking nggak ada kegiatan yang bisa kamu lakukan, terkadang kamu akan mengisi waktu luang tersebut dengan nonton film. Tapi hati-hati ya, kebanyakan menonton film bisa membuatmu kelelahan lalu menjadi malas melakukan kegiatan apapun setelahnya. Nah, daripada kamu bingung harus bagaimana, ada baiknya kamu menyimak tips menonton film secara maraton yang telah dihimpunbrilio.net dari berbagai sumber, Sabtu (19/12), berikut ini: 1. Ganti camilanmu dengan makanan sehat Kalau biasanya kamu menonton film ditemani dengan camilan yang mengandung MSG, ada baiknya kamu mengganti camilanmu dengan makanan sehat, seperti kue atau biskuit. Atau kalau kamu takut gendut, kamu bisa ganti dengan buah-buahan. Seperti jeruk, apel, atau anggur. 2. Ganti minuman soda dengan jus buah Paling seru memang menonton film ditemani minuman soda. Eits, tapi ingat, kamu nggak menonton hanya satu film saja. lho. Untuk itu, kamu bisa mengganti minuman soda itu dengan jus buah favoritmu. 3. Pakai pakaian yang nyaman Kamu bisa menggunakan pakaian yang nyaman, karena kamu nantinya akan duduk lama untuk menonton film. Jangan sampai ketidaknyamanan mengganggu acaramu maraton nonton film ya! 4. Matikan ponsel Biar fokus dan nggak terganggu, matikan semua ponsel dan gadgetmu. Daripada kamu terganggu karena notifikasi yang terus berbunyi di ponsel, lebih baik selama menonton film kamu nonaktifkan ponselmu dulu. 5. Matikan jaringan internetmu Kalau kamu menonton film di laptop, ada baiknya kamu mematikan terlebih dahulu jaringan internetmu. Selain hemat baterai, kamu juga nggak akan membuka-buka media sosial di laptopmu yang nanti akan mengganggu fokusmu menonton film. 6. Pastikan kamu menonton film yang kamu sukai Karena kalau kamu menonton film yang kamu sukai, kamu akan betah menontonnya dan nggak akan merasa ngantuk. 7. Ajak temanmu ramai-ramai ikut maraton film juga Kalau kamu termasuk seseorang yang senang nonton film ramai-ramai, kamu bisa mengajak teman-temanmu untuk maraton nonton film. Dijamin seru!
  4. Menonton TV tidak baik bagi anak-anak. Sebuah studi baru menunjukkan, balita yang sering menonton TV berisiko lebih besar untuk memiliki perilaku agresif. Studi tersebut hasil dari penelitiaan terhadap 3.128 ibu yang melahirkan anak antara tahun 1998-2000 di 20 kota besar di Amerika. “Perilaku agresif sejak usia dini, akan berpengaruh pada perilaku anak ketika dewasa nanti. Seperti kenakalan remaja, kekerasan dan kriminal,” terang Tynan Douglas, Psikolog anak dan Director programming Nemours Health and Prevention Services. Penelitian tersebut juga menemukan, bahwa waktu yang paling baik untuk anak menonton TV adalah 1-2 jam sehari. Seperti yang direkomendasikan oleh American of Pediatrics (AAP). Namun, sekitar 60% ibu-ibu melaporkan bahwa, anak mereka yang berusia di atas 3 tahun, menyaksikan TV lebih dari 2 jam sehari. Dengan rata-rata penambahan waktu menonton 5 jam per hari. Menurut Tynan, tidak perlu menentang anak-anak menonton TV selama orang tua menerapkan jam menonton TV yang benar sesuai dengan pedoman AAP. “TV seperti makanan pencuci mulut, diet terlalu ketat juga tidak baik,” ungkapnya.
  5. Artikel ini memuat argumen-argumen kuat yang mempunyai dasar empiris kenapa di luar sana ada yang melakukan kegiatan nonton bokep bersama pacarnya. Jadi, harap baca dengan serius dan fokus. 1. Mungkin, Nonton Bioskop itu Mainstream Eh tunggu. Ini bukan masalah hipster. Tapi kan semua pasangan, pasti sering kan kerjaannya kalo kencan cuma makan sama nonton di bioskop doang. Nah, apa serunya sebuah hubungan kalo kerjaannya gitu-gitu doang? Mungkin begitu pikir mereka. Dulu sama mantan-mantan kamu juga pasti kerjaannya makan terus nonton bioskop kan. Basi. Cuh. Nah, perkiraan pertama ane, mungkin, mereka menginginkan hubungannya menjadi lebih lebih unik dan spesial, akhirnya pun mencoba melakukan hal yang berbeda. Daripada nonton di bioskop, dimana mereka musti beli tiket, bayar parkir, beli snack, buang waktu ngantri tiket, dan duduk di tengah keramaian dan gak punya privasi, kenapa gak coba nonton bokep aja di rumah? Mungkin begitu pikir mereka. DVD bokep kan lebih murah daripada 2 tiket bioskop. Atau palingan pada download gratisan kan tuh di Internet. Lebih efisien dan seru. Mungkin begitu pikir mereka. 2. Mungkin, Untuk Eksplorasi Fantasi Makin kesini, orang makin kreatif. Kalo jaman dulu, orang masak daging cuma dibakar diatas api, sekarang bisa digoreng, ditumis, direbus, dan lain-lain. Soal hooh-hooh juga sama. Tapi sekarang, banyak variasi posisi yang bisa dilakukan, dan juga alat-alat atau kostum-kostum yang bisa digunakan untuk meningkatkan keseruan permainan. Nah, mungkin menurut mereka, dengan nonton bokep mereka bisa mengeksplorasi kira-kira apa yang diinginkan dan yang tidak ingin lakukan diatas ranjang. Jadilah mereka akhirnya mengkesplor hal tersebut dengan nonton bokep bersama untuk memperluas ilmu serta untuk mengenali fantasi-fantasi terliar yang tersimpan. Nah, alangkah baiknya setelah mereka nonton bareng, mereka berdua bisa saling bertukar pikiran. Mungkin begitu pikir mereka. 3. Mungkin, Untuk Menyamakan Visi dan Misi Nah, berhubungan dengan poin kedua, dengan nonton bokep bareng, mungkin alasan mereka adalah untuk menyamakan visi dan misi. Lho, maksudnya apa ane? Gini. Visi dan misi disini maksudnya adalah visi dan misi dari hal-hal yang berhubungan dengan urusan ranjang. 'Demi mengantisipasi hal-hal yang bisa jadi awal dari pecahnya bahtera rumah tangga di masa depan' mungkin begitu pikir mereka. 4. Mungkin, Untuk Foreplay Kemungkinan lainnya kenapa sebuah pasangan melakukan nonton bokep bareng adalah sebagai pemanasan dengan niatan setelah panas, mereka bisa langsung bikin remake, sequel atau alternate ending dari film yang baru saja kalian tonton. Ckckck. 5. Untuk Belajar, Mungkin. Perkiraan ane yang terakhir adalah untuk belajar. Ya, emang sih, belajar itu bisa darimana aja, gak mesti dari bangku sekolah. Kalo kamu orangnya jeli, kejadian apapun bisa dijadiin pelajaran, dan mungkin termasuk dari film bokep sekalipun. Mungkin, mereka pikir bahwa dengan nonton bokep paling enggak mereka berdua jadi tau cara bikin anak itu gimana, dan organ-organ tubuh mana saja yang diperlukan dalam prosesnya. Jadi nanti kalo saatnya sudah tiba, mereka sudah gak bingung dan awkward lagi. Mungkin begitu pikir mereka. Cuih, bisa aja alesannya. Begitulah. Apakah kamu punya perkiraan atau alasan lain kenapa sekiranya pasangan-pasangan itu suka nonton bokep bareng sama pacarnya?
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy