Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'nikah'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 8 results

  1. Foto pernikahan seorang pria dengan dua istri sekaligus jadi perbincangan di jagat maya. Dalam foto yang viral dan beredar di media sosial, tampak sang mempelai pria berada di tengah pelaminan. Sementara dua mempelai wanitanya berada di kursi yang diletakkan di samping kanan dan kiri sang mempelai pria. Berbarengan dengan foto tersebut, turut diunggah pula undangan dari pernikahan mereka. Di undangan itu, disebutkan nama mempelai pria sekaligus dua mempelai wanita. Bukan cuma pernikahan, ternyata undangan itu juga menyebutkan acara khitanan yang lokasinya sama dengan pernikahan tersebut. Disebutkan pula, lokasi resepsi di Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Sabtu 21 Mei 2016. Tak pelak, foto pernikahan itu menjadi bahan perbincangan netizen terutama di jejaring sosial Twitter. Seorang netizen pengguna akun @RennyFernandez berkicau, "Buat cowok cowok, ga usah berasa keren deh kalo belum kaya dia." Ada pula pengguna akun @ridu yang menuliskan, "Hemat kertas, biaya pernikahan (2 istri sekaligus) dan sunatan." Sementara netizen pengguna @ann_agih malah mempertanyakan malam pertama pasangan tersebut. "Ini malam pertamanya gimana? *sambil menyematkan emoticon menangis," kicau @ann_agih.
  2. Nicolas Cage dan istrinya, Alice Kim, telah berpisah setelah menikah selama 11 tahun. Mereka secara diam-diam telah berpisah sejak bulan Januari. Nicolas dan Alice bertemu pertama kali di tahun 2004. Ketika itu, Alice masih berusia 19 tahun dan bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah resoran di Los Angeles. Keduanya pun akhirnya bertunangan dua bulan setelahnya. Aktor berusia 52 tahun tersebut sebelumnya juga pernah menikah dengan Patricia Aequette dari tahun 1995 sampai tahun 2001. Tak lama setelah itu, Cage kembali melangsungkan pernikahan singkat dengan Lisa Marie Presley yang hanya bertahan selama empat bulan. Ia juga telah memiliki seorang anak bernama Weston dari hubungannya bersama seorang model bernama Christina Fulton. Perbedaan usia 20 tahun di antara Cage dan Alice diduga menjadi latar belakang kandasnya pernikahan ini. Mertua Cage yang merupakan berasal dari Korea mengaku tidak begitu terkesan ketika pertama kali bertemu dengan Cage. “Ibu mertuaku datang ke rumah untuk pertama kalinya, bahkan sebelum mengatakan hello atau senang bertemu denganmu, aku sudah mendengar, ‘Dia terlalu muda!’ Dari situ aku sudah tahu bahwa hubungan ini akan menjadi sebuah perjuangan yang berat,” kata Cage.
  3. Konflik dan pertengkaran kecil dalam rumahtangga, tak bisa dimungkiri, memang bumbu penyedap yang bisa menguatkan hubungan lebih baik. Namun, jika sebuah pernikahan berjalan tanpa ada pertengkaran dan konflik, apakah itu berarti sebuah hubungan yang harmonis atau sebaliknya? Seorang pakar hubungan dan konsultan pernikahan mengatakan, pasangan yang tidak pernah bertengkar seperti sebuah bom waktu yang akan meledak kapan saja. Diane Gehart, Profesosor of Marriage and Family Therapy di California State University, mengatakan bahwa ketika seseorang tak lagi berminat untuk berargumen dengan pasangan, berarti orang tersebut tak lagi berminat memiliki komunikasi dengan pasangannya. “Pasangan yang tidak pernah bertengkar tak lagi memiliki atensi emosional satu sama lain,” jelas Gehart. Gehart menjelaskan, kondisi ini tak berarti Anda harus memulai pertengkaran, tetapi ketika Anda memilih diam dan tak peduli saat melihat percikan konflik, bisa jadi Anda telah kehilangan hasrat untuk membuat kondisi lebih baik. Sebab, pasangan yang ideal, kata Gehart, harus memiliki satu tujuan meskipun harus menghadapinya dengan pertengkaran. Tanpa adanya pertengkaran, sebut Gehart, pasangan tak bisa belajar dari masa lalu untuk masa depan yang lebih baik. Rasa sunyi dan datar dalam sebuah pernikahan merupakan sinyal bahaya yang bisa berujung pada perceraian. Persis seperti pepatah air yang tenang belum tentu tidak ada buaya.
  4. Zaman sekarang banyak orang khususnya anak muda yang meyakini bahwa tulus tidaknya cinta itu harus dibuktikan dengan pelukan dan ciuman. Sehingga banyak dari mereka yang menganggap bahwa sentuhan dan hubungan fisik adalah hal lumrah dilakukan sekalipun belum menikah. Padahal pembuktian cinta itu bisa dilakukan dengan banyak cara. Maggie dan Drew, pasangan ini memutuskan untuk menyimpan ciuman pertama mereka untuk hari pernikahan. Dilansir dari faithtap.com, Maggie sudah lama berdoa bisa bertemu pria yang pengertian dan Drew datang sebagai jawaban atas doanya. Dengan keyakinan yang ia anut, ia memutuskan untuk benar-benar menjaga hubungan mereka, terlebih dalam urusan kedekatan intim secara fisik sebelum benar-benar menikah. Lima tahun menjalin hubungan, Maggie dan Drew tak pernah berciuman. Meski banyak orang yang menganggap hubungan tanpa ciuman itu kuno dan ketinggalan zaman, tapi Maggie dan Drew punya keyakinan bahwa menjaga hubungan mereka tanpa ciuman sebelum menikah itu akan membuat mereka berdua makin kuat. Tanpa ada tekanan untuk membuktikan cinta dengan sentuhan fisik, Maggie dan Drew malah punya cara lain yang lebih indah untuk membangun cinta mereka. Kesucian cinta itu dijaga betul-betul dengan kesabaran dan keikhlasan. Hingga pada akhirnya mereka menikah, ada rasa bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Senyuman bahagia Maggie dan Drew menyimpan makna yang dalam. Ada penantian yang begitu dalam yang mereka rasa. Sehingga saat keduanya sah menjadi suami istri, ciuman pertama itu membuat segala sesuatunya jadi terasa lebih istimewa. Meski awalnya mereka terlihat canggung bahkan malu-malu, ada rasa bahagia yang berlipat ganda yang mereka rasa. Ladies, apakah kamu juga akan menyimpan ciuman pertamamu untuk menikah nanti?
  5. Ahli cinta, Hellen Chen berpendapat bahwa manusia terlalu lama menghabiskan watu untuk pacaran. Dia mengatakan, jika kamu ingin segera menikah, maka menikahlah, dan biarkan bunga-bunga cinta datang belakangan. Pacaran adalah resep untuk patah hati, dan pernikahan seharusnya datang lebih awal. Helen mengatakan, dia sering melihat pasangan yang berpacaran selama satu, dua, tiga, bahkan lima tahun, dan akhirnya putus. Jika kamu terlalu fokus pada pacaran, maka kesempatan kamu patah hati lebih besar. Apa yang dibutuhkan dari berpasangan adalah kebahagiaan dan kebebasaan. Ketika kamu memeiliki seseorang untuk dijadikan tempat pulang, kamu akan merasakan kebebasaan yang tidak akan kamu dapatkan sebelumnya. Pada seorang wanita, hal ini menjadi tembok jika ia masih memiliki batasan-batasan waktu dan tempat seperti halnya pacaran. Jika kamu menikah, maka masalah ini terpecahkan. Perkenalan Berhati-hatilah, menurut Chen, menikah sebelum berpacaran adalah hal yang aneh, ini diluar dari kebiasaan yang sudah ada. Alasannya adalah, bagaimana kamu menikah jika berpacaran saja belum? Intinya, pesannya sudah jelas: Hentikan ketakutan untuk kehilangan karena tidak ada komitmen. Hentikan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk seseorang yang kamu sendiri tidak yakin apakah akan berlanjut atau tidak… Hentikan ini, dan langsunglah berkomitmen. Pilihan yang Paradox Menurut wikipedia, arti paradaox adalah sebuah pernyataan yang betul atau sekelompok pernyataan yang menuju ke sebuah kontradiksi atau ke sebuah situasi yang berlawanan dengan intuisi. Hanya karena kamu/dia tahu ada potensi pasangan lain yang lebih cocok dengan karakteristik kamu/dia, kenapa kamu/dia harus susah-susah menerima hubungan yang penuh ketidak cocokan ini. Namun, menurut Chen, melengkapi semua ketidak cocokan ini adalah hal yang harus kamu/dia lakukan. Inilah alasan kenapa manusia harus berpasangan. Hasilnya bisa dirasakan, kamu/dia menikah sekarang dan mulai membangun “rumah” bagi masing-masing, atau melanjutkan hubungan (pacaran) dan berakhir dengan harapan untuk membangun “rumah”. Pernikahan Membutuhkan Komitmen Seseorang yang mengharapkan hal yang spesifik harus berkomitmen untuk mendapatkan itu, baik itu yang kamu harapkan berupa benda fisik atau hal seperti pernikahan sekali pun. Jika pernikahan, ini bukan sekedar pernikahan. Contoh, jika kamu ingin melakukan hubungan sex tanpa adanya hubungan khusus, kamu bisa mendapatkannya, tetapi kamu tetap berkorban: kamu memiliki resiko untuk tidak mendapatkan kebahagiaan selanjutnya. Jika kamu menikah, kamu bisa mendapatkan itu juga. Tetapi dengan perasaan yang lebih aman, dan menghindarkan dari resiko-resiko yang harus kamu hadapi. Intinya, kamu harus berani berkomitmen terlebih dahulu, dan biarkan cinta datang belakangan. Pernikahan yang Dijodohkan Jika kamu mengharapkan komitmen, hubungan yang bersifat long-trem, maka mungkin inilah satu-satunya jalan. Sebuah survey menyebutkan, bahwa 55% pernikahan terjadi karena dijodohkan, dan 90% diantaranya terjadi di Negara India. Di negara seperti Amerika Serikat, yang memiliki kebebasan yang tinggi, justru tingkat perceraiannya juga tinggi, 50%. Dan tebak, berapa persen perceraian yang diakibatkan karena perjodohan? hanya 4%. Menariknya, itu bukan karena orang-orang bahagia karena adanya aturan-aturan pernikahan setelah dijodohkan, atau rasa bahagia seperti yang dirasakan mereka yang memiliki pernikahan bukan dijodohkan.. Mereka yang dijodohkan hanya berekspektasi untuk menjalankan hubungan yang sudah ada saja, tanpa mengharapkan lebih. Tetapi kenyataannya, mereka mendapatkan ekspektasi lebih, dan cinta mulai timbuh. Kamu Menolak Ini Ini bukan kesalahan kamu jika menolak perjodohan. Budaya dan cerita-cerita fiksi memang bercerita seperti itu. Kita seperti tertidur dibawah cerita-cerita romantis seperti FTV, putri salju, atau cinderella. Dan kita mengharapkan hal romantis seperti itu terjadi pada diri kita. Faktanya, hal romantis seperti cerita itu mungkin saja terjadi, tetapi kesempatannya sangat kecil. Nah, ane sendiri menemukan resep rahasia pernikahan: Bayangkan jika hal-hal bagus bukan hidangan pembuka, tetapi sajian utama. Pikirkan bagaimana berbedanya hubungan romantis berpacaran kamu jika kamu menikmati semua hal-hal bagus tersebut tanpa harus memikirkan “akan bagaimana selanjutnya”, karena kamu memang sudah berada di zona yang kamu pikirkan “akan bagaimana selanjutnya”.
  6. Menikah dengan wanita yang berusia 53 tahun lebih tua dan masih berstatus istri orang membuat banyak media luar mengulas makna pernikahan bocah 8 tahun, Sanele Masilela. Bukan atas dasar cinta atau perasaan, tapi melainkan atas dasar wasiat yang diberikan oleh mendiang leluhurnya. Keluarga Sanele percaya, jika pernikahan ini adalah wasiat yang harus dijalankan dan dipatuhi. Mereka takut, seandainya tidak terlaksana malapetaka akan mendatangi kehidupan keluarganya. Dengan uang sebesar £ 500 atau Rp 720 ribu untuk mas kawin, pesta seharga £ 1.000 setara Rp 1,5 juta pun digelar secara meriah. "Ini adalah pertama kalinya yang terjadi dalam keluarga," ujar ibu Sinele, seperti yang dilansir Daily Mail. Dengan dasi kupu-kupu dan jas berwarna abu-abu, bocah 8 tahun itu meresmikan pernikahannya dengan Helen Shabangu di depan 100 tamu undangan dan pendeta. Seperti layaknya upacara pernikahan yang sakral, Sanele melakukan tukar cincin pada ibu lima anak itu, dan juga sebuah ciuman di bibir. Meski harus menikah dengan wanita yang usia yang lebih tua, Sanele tidak merasa sedih atau terpaksa. Ia merasa yakin jika dirinya akan dapat meminang wanita yang ia cintai saat dewasa nanti. Pasalnya, bagi keluarga dua belah pihak pernikahan ini hanyalah sebuah ritual dan tradisi bukan ikatan hukum. Helen dipilih menjadi pasangan Sanele karena ia dianggap sebagai wanita yang penyayang dan baik. Di samping itu, hal ini juga dikarenakan mendiang kakek Sanele yang juga mencintai Helen semasa hidupnya.
  7. Bagi anda yang akan melangungkan Pernikahan di KUA (Kantor Urusan Agama) harap membawa surat-surat sebagai berikut : Foto Copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk calon Penganten (caten) masing-masing 1 (satu) lembar. Surat pernyataan belum pernah menikah (masih gadis/jejaka) di atas segel/materai bernilai Rp.6000,- (enam ribu rupiah) diketahui RT, RW dan Lurah setempat. Contoh blanko surat pernyataan belum pernah menikah. Surat Pengantar RT – RW setempat. Foto copy piagam masuk Islam (jika mualaf). Surat keterangan untuk nikah dari Kelurahan setempat yaitu Model N1, N2, N4, baik calon Suami maupun calon Istri. Pas photo caten ukuran 2×3 masing-masing 4 (empat) lembar & ukuran 4×6 masing-masing 1 lembar (latar belakang warna biru), bagi anggota ABRI/TNI/POLRI harus berpakaian dinas. Bagi yang berstatus duda/janda harus melampirkan Akta Cerai asli beserta salinan putusan berita acaranya dari Pengadilan Agama, kalau Duda/Janda mati harus ada surat kematian dan surat Model N6 dari Lurah setempat. Harus ada izin/Dispensasi dari Pengadilan Agama bagi : 1. Caten Laki-laki yang umurnya kurang dari 19 tahun; 2. Caten Perempuan yang umurnya kurang dari 16 tahun; 3. Laki-laki yang mau berpoligami. Ijin Orang Tua (Model N5) bagi caten yang umurnya kurang dari 21 Tahun baik caten laki-laki/perempuan. Bagi caten yang akan menikah bukan di wilayahnya (ke Kecamatan/Kota lain) harus ada surat Rekomendasi Nikah dari KUA setempat. Bagi anggota ABRI/TNI/POLRI dan Sipil ABRI/TNI/POLRI harus ada surat Izin Kawin dari Pejabat Atasan/Komandan. Kedua caten mendaftarkan diri ke KUA tempat akan dilangsungkannya akad nikah sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) hari kerja dari waktu melangsungkan Pernikahan. Apabila kurang dari 10 (sepuluh) hari kerja, harus melampirkan surat Dispensasi Nikah dari Camat setempat. SYARAT-SYARAT PERKAWINAN CAMPURAN (MENIKAH DENGAN WNA/BEDA KEWARGANEGARAAN) : Bagi WNA (warga negara asing) yang akan melangsungkan pernikahan di Indonesia harus membawa persyaratan administrasi sebagai berikut : Surat pernyataan belum pernah menikah (masih gadis/jejaka) di atas segel/materai bernilai Rp.6000,- (enam ribu rupiah) diketahui 2 orang saksi. Bagi yang berstatus duda/janda harus melampirkan Akta Cerai/surat keterangan cerai yang asli dan salinan putusannya. Foto copy piagam masuk Islam (khusus untuk yang mualaf). Foto copy Akte Kelahiran/Kenal Lahir/ID Card. Surat tanda melapor diri (STMD) dari kepolisian. Surat Keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil apabila yang bersangkutan menetap di Indonesia. Tanda lunas pajak bangsa asing (bagi yang bekerja di Indonesia atau bagi yang menetap lebih dari satu tahun). Keterangan izin masuk sementara (KIMS) dari Kantor Imigrasi atau foto copy visa. Pas Port (foto copy). Surat Keterangan atau izin menikah dari Kedutaan/perwakilan Diplomatik yang bersangkutan. Semua surat-surat yang berbahasa asing harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penterjemah resmi dan tersumpah. Keterangan : Jika wali nikah tidak setuju calon pengantin bisa mengajukan permohonan ke Pengadilan Agama karena wali nikah tidak bersedia menjadi wali, jika dikabulkan nantinya akan menggunakan wali hakim adhol, dalam hal ini walinya pihak KUA (Kepala KUA), tapi sebelum ke Pengadilan Agama alangkah baiknya jika ditempuh jalan musayawarah. Prosedur Rujuk di KUA Proses pencatatan rujuk adalah sebagai berikut : Orang yang akan rujuk, harus datang bersama istrinya ke Kantor Urusan Agama yang mewilayahi tempat tinggal istri, dengan membawa dan menyerahkan surat-surat sebagai berikut : Foto Copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) masing-masing 1 (satu) lembar. Surat Keterangan untuk rujuk dari Kepala Desa/Lurah tempat berdomisili (blanko model R1). Akta Cerai asli beserta lampiran putusan dari Pengadilan Agama. Sebelum rujuk dicatat akan diperiksa terlebih dahulu : Apakah suami yang akan merujuk itu memenuhi syarat-syarat rujuk. Apakah rujuk yang akan dilakukan itu masih dalam masa iddah talak raj’i. Apakah perempuan yang akan dirujuk itu bekas istrinya. Apakah ada persetujuan bekas istri.
  8. Hubungan pranikah bukan hanya tentang melanggar nilai dan moral, tapi juga jadi benih-benih kehancuran diri dan masa depanmu setelah menikah Kurangnya mawas diri dan pemahaman yang tepat, serta pengaruh lingkungan dan juga pergaulan merupakan beberapa faktor yang melandasi hubungan luar nikah menjadi hal yang gak terlalu tabu lagi untuk dibicarakan. Meskipun ditutupi dari orangtua, tetap saja ada teman dan orang lain yang tahu. Padahal, ini bukan hanya tentang melanggar moral dan etis, tapi juga dirimu dan masa depan pernikahanmu kelak. Berikut ini beberapa alasan kamu perlu menghindari hubungan seks pranikah: Merusak Indahnya Pernikahan Bahkan jika kamu melakukan hubungan luar nikah dengan orang yang akhirnya jadi suamimu, hal ini tetap akan merusak kesucian janji pernikahan, sekaligus menghilangkan sensasi di malam pertama ketika hubunganmu benar-benar sakral. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika kamu baru menikmati bercinta setelah menikah dan merasa nyaman pada zonanya masing-masing sehingga siap untuk melakukannya. Merasa Bingung dan Banyak Menyesal Banyak orang yang telah melakukan hubungan seksual dengan orang lain sebelum akhirnya menikah, justru merasakan penyesalan pasca pernikahan. Bukan hanya karena merasa tidak bisa memberikan yang terbaik pada pasangan hidupnya, tapi lebih buruk, ada yang gak bisa menjauhkan pikiran untuk terus membandingkan hubungan seksual pernikahannya dengan hubungan yang sebelumnya, dan ini jelas bahaya bagi hubungan rumah tangga. Merasa Gak Layak Dipercaya dan Tidak Aman Ditilik dari budaya Timur Indonesia, norma yang mengatur seseorang dalam berprilaku terutama mengenai hubungan luar nikah tentu akan menyisakan rasa bersalah yang besar. Ini akan membuat perempuan mana pun yang telah kehilangan keperawanannya sebelum nikah merasa gak aman dan gak layak dipercaya. Sementara itu, jika pasangannya yang ternyata pernah berhubungan dengan orang lain, ini juga akan membangun ketakutan yang jauh lebih besar, tertekan pada keadaan, bahkan mengikis kepercayaan diri hingga mengganggu pikiran dan hidup jadi tidak tenang. Memperbesar Kesempatan Bercerai Kadang, menyatakan bahwa diri sudah gak perawan lagi bisa jadi hal yang cukup tabu sehingga bahaya justru mengintai saat pasangan baru mengetahui yang sebenarnya setelah menikah. Gak jarang lho suami yang menceraikan istrinya, atau lebih buruk lagi, jadi mengabaikan istrinya akibat kecewa, hanya karena perempuan yang dinikahinya ternyata gak perawan – dan mungkin akibat dibohongi juga. Bahkan di lain kasus, jarang ada lelaki baik-baik dan cukup dewasa yang “mau” dengan perempuan yang udah gak perawan dengan status belum pernah menikah. Akibatnya, terbatas dalam pilihan bisa membuatmu terjebak mendapatkan suami yang sulit sekali diterima perbedaannya olehmu. Alhasil, perceraian pun gak bisa dihindarkan. Kemungkinan Aborsi Rahasia umum jika tingkat aborsi akibat seks luar nikah di Indonesia cukup tinggi. Masalahnya, kelalaian serta kurangnya tanggung jawab dan pemahaman moral tentu akan menjadi bumerang bagi pasangan mana pun yang pernah melakukannya. Selain aborsi itu berbahaya bagimu dan juga membunuh janin tak berdosa, terutama untuk usia janin yang sudah cukup besar, ini pasti akan menyisakan rasa bersalah, sakit hati, hingga hilangnya ketenangan mental dan menghambat prospek cerah saat menkah nanti. Terkena Infeksi Penyakit Hubungan seks luar nikah yang dilakukan pada usia belum cukup umur, juga yang berganti-ganti pasangan, sekalipun dilakukan dengan tiap pacar yang kamu sayangi, besar kemungkinan menyebabkan penyakit tertentu. Entah itu penyakit menular seksual, masalah di rahim, calon kanker serviks, hingga HIV. Apa pun itu, ini memperkecil kemungkinan bahagia dalam pernikahanmu kelak, dan juga berisiko tidak sehat bahkan pendek umur. Pada akhirnya, hubungan pranikah hanya akan mengikis nilai-nilai dalam dirimu juga esensi dari kehidupan dan pernikahanmu kelak. Oleh karena itu, hindari hal ini sebisa mungkin, dan tunggu saatnya hingga waktu yang tepat datang!
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy