Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'networking'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 11 results

  1. Networking adalah salah satu kesempatan besar bagimu untuk mendapatkan kemajuan pesat dalam karier. Ini adalah kesempatanmu keluar dari “zona nyaman” dan menjalin hubungan dengan orang lain. Tapi berkenalan saja tidak cukup. Kamu juga harus memberi kesan menarik, serta membangun fondasi untuk relasi jangka panjang. Biron Clark, pakar rekrutmen dan founder situs Career Sidekick, mengatakan bahwa ada sebuah strategi yang bisa membuatmu lebih menonjol dan berkesan dalam networking. Dengan strategi ini, meski lawan bicaramu baru saja bertemu seratus orang di hari yang sama, ia akan tetap mengingatmu sebagai orang yang berbeda dari lainnya. Clark menyebutnya strategi “Super-Connector”. Bagaimana Super-Connector bekerja? Apa itu Super-Connector? Secara sederhana, cara kerjanya seperti ini: Untuk mencapai hal ini, ada beberapa macam contoh pertanyaan yang bisa kamu ajukan. Misalnya: Apa hal yang menurut kamu paling menarik saat ini? Apakah ada tantangan besar yang sedang kamu hadapi? Apa rencana besar yang sedang kamu persiapkan? Jika kamu tidak menjalani pekerjaanmu sekarang, apa yang akan kamu lakukan? Pertanyaan-pertanyaan di atas hanya contoh. Pada praktiknya, kalimat yang kamu gunakan tentu tidak akan sama persis. Selain itu, jangan lupa bahwa dasar-dasar komunikasi yang baik (seperti cara berbicara atau bahasa tubuh) tetap penting untuk kamu perhatikan. Katakanlah kamu berkenalan dengan orang yang ingin membangun startup, tapi dia bukan engineer/programmer. Kamu bisa berkata, “Kebetulan, saya juga punya kenalan yang dulunya bukan programmer tapi sekarang jadi founder startup teknologi. Minggu ini saya akan coba memperkenalkan kalian, barangkali dari situ kamu bisa mendapat ide.” Memberi manfaat dua arah Strategi Super-Connector sangat efektif untuk memunculkan kesan baik di mata orang yang baru kamu kenal. Berikut alasannya: Mendorongmu lebih banyak mendengar daripada berbicara. Ini akan memunculkan kesan bahwa kamu memang menaruh minat pada si lawan bicara. Membuatmu menonjol karena kamu datang untuk memberi, bukan meminta. Kebanyakan orang saat networking hanya meminta bantuan atau saran. Secara alami membuatmu mendapatkan informasi kontak si lawan bicara. Memberimu kesempatan untuk mengontak lagi di masa depan. Ingat, untuk membangun relasi yang bermakna, satu pertemuan saja tidak cukup. Menunjukkan bahwa kamu orang yang perhatian dan mau membantu orang lain. Ini adalah sifat yang akan membuat orang lain menghormatimu. Dalam proses memberi manfaat itu, kamu akan mengenal lawan bicaramu lebih mendalam, dan pada akhirnya akan terjalin relasi yang kuat di antara kalian. Saat pertama kali mencoba menerapkan Super-Connector, mungkin kamu masih akan kaku dan terbata-bata. Tapi seiring pengalaman, sikap “mendahulukan kepentingan orang lain” ini akan tertanam dalam dirimu secara natural. Dengan tidak berusaha menonjolkan dirimu, kamu justru akan menjadi lebih menonjol. Selamat mencoba!
  2. Pemanfaatan maupun beban kerja cloud secara global terus meningkat, demikian pula dengan lalu lintasnya yang diramalkan meningkat lebih dari empat kali ipat di akhir 2019 nanti, dan Internet of everything termasuk salah satu pendorong utamanya. Baru-baru ini Cisco merilis laporan tahunan Global Cloud Index (2014-2019) yang kelima , dan laporan tersebut meramalkan bahwa lalu lintas cloud dunia akan meningkat dari 2,1 menjadi 8,6 zettabyte (ZB) di tahun 2019 nanti. Angka itu bahkan disebut Cisco melebihi pertumbuhan total lalu lintas data center global, yang diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat dalam periode waktu yang sama (dari 3,4 sampai 10,4 ZB). Berdasarkan wilayah, Amerika Utara akan memiliki volume lalu lintas cloud tertinggi (3,6 ZB) pada tahun 2019; diikuti oleh Asia Pasifik (2,3 ZB) dan Eropa Barat (1,5 ZB). Untuk lalu lintas data center, Amerika Utara juga masih memimpin dengan angka 4,5 ZB; diikuti oleh Asia Pasifik (2,7 ZB) dan Eropa Barat (1,8 ZB) Ada beberapa faktor yang mendorong akselerasi pertumbuhan lalu lintas cloud dan transisi menuju layanan cloud, termasuk di antaranya peningkatan permintaan penyimpanan cloud pribadi seiring pertumbuhan jumlah perangkat genggam; pertumbuhan popularitas layanan public cloud untuk bisnis; dan pertumbuhan virtualisasi di private cloud yang meningkatkan kepadatan beban kerja cloud. Pertumbuhan koneksi mesin-ke-mesin (M2M) juga berpotensi mendorong lebih banyak lalu lintas cloud di masa yang akan datang. “Global Cloud Index menggarisbawahi fakta bahwa cloud bergerak melampaui tren wilayah dan menjadi solusi utama di dunia, dengan lalu lintas cloud diharapkan bertumbuh melebihi 30 persen di seluruh wilayah di dunia dalam lima tahun ke depan,” ujar Doug Webster, Vice President of Service Provider Marketing, Cisco. “Perusahaan dan organisasi pemerintah mulai berpindah dari lingkungan uji coba cloud menuju layanan cloud terpercaya untuk beban kerja penting mereka. Di saat yang sama, konsumen terus mengharapkan akses on-demand setiap saat atas layanan dan konten mereka hampir dimanapun. Ini menciptakan kesempatan besar untuk operator layanan cloud, yang akan memerankan peran yang semakin relevan di lingkungan industri komunikasi.” Cisco juga memperkirakan bahwa Internet of Everything (IoE)—koneksi antara masyarakat, proses, data, dan benda—akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan lalu lintas cloud dan data center. Berbagai macam aplikasi IoE menghasilkan volume data dalam jumlah besar yang dapat mencapai 507,5 ZB per tahun (42,3 ZB per bulan) pada tahun 2019. Angka tersebut 49 kali lebih besar dari lalu lintasdata center yang diproyeksikan mencapai 10,4 ZB di tahun 2019. Sebuah smart city dengan 1 juta penduduk akan menghasilkan data sebesar 180 juta gigabyte per harinya pada tahun 2019. Dewasa ini, 73 persen dari data yang tersimpan di perangkat klien berada di PC. Namun empat tahun lagi, 51% data tersebut akan berpindah ke perangkat non-PC (seperti smartphone, tablet, modul M2M, dan lainnya). Dengan volume data tersimpan yang semakin meningkat, Cisco memperkirakan akan terjadi peningkatan penggunaan dan permintaan atas penyimpanan cloud konsumen. Secara global, lalu lintas penyimpanan cloud konsumen per pengguna akan mencapai 1,6 gigabyte per bulan pada tahun 2019, dibandingkan dengan 992 megabyte per bulan di tahun 2014. Pada tahun 2019, 55 persen populasi internet rumahan (lebih dari 2 milyar pengguna) akan menggunakan penyimpanan cloud pribadi (bertambah dari 42 persen di tahun 2014). Sebagai contoh, proyeksi ini memperkirakan bahwa pada tahun 2017, lalu lintas smartphone global (201 exabyte per tahun) akan melebihi jumlah data yang tersimpan (179 exabyte per tahun) pada perangkat tersebut – mengharuskan kebutuhan akan kemampuan penyimpanan melalui cloud yang lebih besar.
  3. Kali ini saya akan menjelaskan fungsi dan kegunaan modular jack atau juga sering disebut keystone jack termasuk rj45 dan rj11. Pada dasarnya membangun jaringan atau merancang jaringan jika tidak menggunakan modular jack tidak mengapa, karena jika kabel utp atau stp dari port switch langsung ke komputer sudah bisa terkoneksi, hanya saja kita disini lebih membahas ke perancangan struktur ke waktu yang akan datang jika jaringan mau diubah posisi client atau replacement. Fungsi modular jack adalah sebagai connector female yang dihubungkan dari patch panel ke modular jack dan dari modular jack dihubungkan lagi dengan patch cord untuk disambungkan ke computer, telephone, printer atau wireless router jika diperlukan. Baiklah saya ilustrasikan dengan petunjuk berikut : Kabel utp atau stp diterminasi dengan patch panel menggunakan Punch Down Tool Pada dasarnya patch panel itu modular jack juga, hanya saja diberi frame untuk dipasang di rack server. Ujung kabel Utp atau stp di terminasi dengan modular jack dengan punch down tool Modular jack pada umumnya dijadikan wallplate atau faceplate dan ada juga yang menyebut outlet data seperti saklar listrik. Port pada modular jack dihubungkan dengan patch cord ke computer, telephone, printer atau wireless router jika ingin menghubungkan ke telephone maka gunakan modular jack dan patch cord rj11 Mungkin Anda sedikit sudah mengerti tentang instalasi jaringan menggunakan modular patch panel. jadi bagaimana jika kita tidak menggunakan modular jack atau wallplate ? Mungkin kedepan kita akan kesulitan untuk maintenance, contoh jika computer mau digeser atau dipindah maka kita harus mengganti kabel utp/stp yang sudah ditarik. Akan tetapi jika menggunakan modular jack atau wallplate yang kita ganti hanya patch cord.
  4. Seringkali kita kesal, jika mendownload atau mengunduh file dokumen, lagu atau film di internet selalu lama, jaringan lelet, terkadang suka putus di tengah. Tentunya itu membuat kita enggan kembali melakukan hal yang sama. Tetapi kini peneliti dari Eindhoven menciptakan sebuah jaringan serat fiber multi-inti, yang mampu membantu mengunduh dengan kecepatan 0,03 milidetik, sedangkan kecepatan kedipan mata kita sekitar 300 milidetik, super cepat. Teknologi ini menggunakan serat dengan tujuh inti yang berbeda, yang mampu mentransfer data hingga 255 terabyts setiap detiknya. Bayangkan jika mengunduh film yang mempunyai file 700 MB, mungkin bisa diunduh kurang dari satu detik, saking cepatnya. Pemimpin penelitian, Dr. Chigo Okonkwo mengatakan: "Dengan ukuran diameter kurang dari 200 microns, serat ini mampu meningkatkan kemampuannya dibandingkan dengan serat yang ada saat ini." Teknologi canggih ini akan merevolusi jaringan internet dunia, dan transfer data bukan lagi dengan megabytes/seconds (mbps) tetapi akan menjadi petabytes/seconds. Namun untuk menerapkan teknologi ini perlu pembaruan pada routers, peranglat dan website, sehingga permintaan netizen bisa terpenuhi. Namun belum diketahui kapan dunia siap mempraktikkan teknologi ini. Lalu bagaimana dengan negara kita?
  5. CARA SETTING ROUTER PADA DEBIAN 6.05 Hay ndral, postingan saya yang selanjutnya ini saya ambil dari materi saya dahulu ketika masih bersekolah di SMK Negeri 4 Malang. Kebetulan pada waktu itu saya mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, sehingga sedikit banyak mengerti tentang komputer dan jaringan. Oleh sebab itu, tautan ini berisi pengalaman pribadi saya bersama dengan teman-teman sejawat di SMK ketika melakukan kegiatan praktik di bengkel TKJ. Tanpa basa-basi lagi, berikut ini akan saya bagikan tutorial SETTING ROUTER PADA DEBIAN 6.05. Check this out. Pertama- tama sediakan sebuah Adapter Ethernet dan pasang pada tempatnya. Jika sudah terpasang, nyalakan komputer sobat. Sebelum setting router pada debian dimulai, pastikan bahwa sobat sudah login sebagai root terlebih dahulu. Sudah tahu caranya apa belum hayoo. :D Kalau yang sudah tau Alhamdulillah. Nah, kalau yang belum tau begini lo caranya. Ketikkan root pada saat mengisikan username. Kemudian masukkan password yang sudah sobat buat. Jika sudah login debian sebagai root, maka lakukanla langkah selanjutnya, yaitu: Oke, sebelum kita masuk pada konfigurasinya, terlebih dahulu anda harus mengetahui interface mana yang terdeteksi atau yang sudah aktif. Bagaimana cara mengetahuinya?. Sobat bisa menggunakan perintah ifconfig -a atau ifconfig. Jika interface yang terdeteksi hanya ada 1 saja, misalnya hanya eth0, sedangkan kita sudah memasang ethernet tambahan. Maka anda bisa menggunakan perintah ifconfig eth1 up untuk mengaktifkan interface yang lain. Jika masih tidak terdeteksi, kemungkinan terburuk adalah ethernet yang sobat pasang dalam kondisi tidak baik atau soket dari motherboar sobat mengalami kerusakan. Jika sudah terdeteksi semua, maka lakukan konfigurasinya seperti di bawah ini. A. Setting IP Setting IP kedua ethernet dengan cara seperti dibawah ini. 1. Ketik "pico /etc/network/interfaces" 2. Edit file di dalamnya seperti dibawah ini. #The loopback network interfaces auto lo iface lo inet loopback #IPLAN auto eth0 iface eth0 inet static address 192.168.1.1 netmask 255255.255.0 network 192.168.1.0 broadcast 192.168.1.255 #IPServer auto eth1 iface eth1 inet static address 192.168.50.1 netmask 255.255.255.0 network 192.168.50.0 broadcast 192.168.50.255 3. Setelah selesai memberi informasi IP kita, langkah selanjutnya save informasi IP tersebut dengan cara tekan "Ctrl+O" dan keluar dengan menekan "Ctrl+X". 4. Kemudian restart pengaturan tadi dengan mengetik "/etc/init.d/networking restart" 5. Untuk mengetahui hasil dari pengaturan IP yang kita buat tadi, ketik "ifconfig | more" maka akan keluar informasi IP kita. 6. Setting IP pun selesai. B. Edit file sysctl.conf Begini cara setting sysctl.conf 1. Ketik "pico /etc/sysctl.conf" 2. Carilah kata #net.ipv4.ip_forward 3. Hilangkan tanda # pada kata tersebut sehingga menjadi net.ipv4.ip_forward 4. Langkah selanjutnya save edit file sysctl.conf tersebut dengan cara tekan "Ctrl+O" dan keluar dengan menekan "Ctrl+X". 5. Edit file sysctl.conf pun selesai. C. Edit file rc.local Begini cara edit file rc.local 1. Ketik "pico /etc/rc.local" 2. Kemudian tambahkan kata- kata dibawah ini di atas kata "exit 0" iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE 3. Langkah selanjutnya save edit file rc.local tersebut dengan cara tekan "Ctrl+O" dan keluar dengan menekan "Ctrl+X". 4. Edit file rc.local pun selesai. D. Testing konfigurasi 1. Pertama- tama setting IP Client. #ServerEth1 IP Address Server => 192.168.50.1 Subnet Mask => 255.255.255.0 #LANEth0 IP Address LAN => 192.168.1.1 Subnet Mask => 255.255.255.0 #Untuk Client IP Address Client => 192.168.1.2 Subnet Mask => 255.255.255.0 Gateway => 192.168.1.1 2. Jika IP Client sudah diatur, maka langkah selanjutnya yaitu lakukan PING dari IP Client ke IP Server eth0 dan lakukan sebaliknya. 3. Selanjutnya lakukan PING dari IP Client ke IP LAN eth1 dan lakukan sebaliknya. SELESAI, SELAMAT MENCOBA!!
  6. PERINTAH DASAR CMD Langsung saja ndral: # ADDUSERS : Menambah/melihat daftar user melalui CSV file # ARP : Address Resolution Protocol # ASSOC : Mengganti ekstensi file asosiasi # ASSOCIAT : Menjalankan file asosiasi satu langkah # AT : Menjadwalkan perintah yang akan dijalankan lain waktu # ATTRIB : Mengganti attribut file # BOOTCFG : Mengedit pengaturan Windows boot # BROWSTAT : Mengambil domain, browser dan PDC info # CACLS : Mengganti permision file # CALL : Memanggil salah satu program dari kelompok program # CD : Pindah direktori/pindah folder # CHANGE : Mengganti properties Terminal Server Session # CHKDSK : Cek disk/harddisk dan memperbaiki permasalah harddisk # CHKNTFS : Cek NTFS file system # CHOICE : Menyetujui/memilih tombol input keyboard untuk memanggil file # CIPHER : Enkripsi/dekripsi file atau folder # CleanMgr : Menghapus otomatis temporary file termasuk recycle bin # CLEARMEM : Menghapus/membersihkan memory # CLIP : Mengcopy STDIN ke Windows clipboard. # CLS : Membersihkan/menghilangkan layar # CLUSTER : Clustering Windows # CMD : Memulai/membuka command prompt # COLOR : Mengganti warna layar command prompt # COMP : Membandingkan isi dua file atau lebih # COMPACT : Mengompress file atau folder pada partisi NTFS # COMPRESS : Mengompress sebuah file pada partisis NTFS # CON2PRT : Menghubungkan atau memutus koneksi printer # CONVERT : Mengganti dari partisi FAT ke NTFS. # COPY : Mencopy satu atau lebih files # CSVDE : Import/Export Active Directory data # DATE : Menampilkan tanggal # Dcomcnfg : DCOM Configuration Utility # DEFRAG : Mendefragmen harddisk # DEL : Menghapus file # DELPROF : Menghapus profil user NT # DELTREE : Menghapus folder dan subfolder # DevCon : Device Manager Command Line Utility # DIR : Menampilkan daftar file dan folder # DIRUSE : Menampilkan daftar disk yang terpakai # DISKCOMP : Membandingkan isi dua buah floppy disk # DISKCOPY : Mengcopy isi Floppy disk # DNSSTAT : DNS Statistik # DOSKEY : Mengedit baris perintah, memanggil ulang perintah, dan membuat macros # DSADD : Menambah user dan grup komputer di active directory # DSQUERY : Menampilkan daftar item di active directory # DSMOD : Memodifikasi user dan grup komputer di active directory # ECHO : Menampilkan pesan di layar # ENDLOCAL : Menampilkan perubahan pada akhir kelompok file # ERASE : Menghapus satu atau lebih file # EXIT : Keluar dari commant prompt # EXPAND : Menggelar file # EXTRACT : Mengekstrak file # FC : Membandingkan dua file # FDISK : Menampilkan format disk dan partisi # FIND : Mencari sebuah file # FINDSTR : Mencari file berdasarkan potongan kata # FOR : Menampilkan kondisi terakhir yang terjadi pada waktu terakhir # FORFILES : Menampilkan proses kelompok file # FORMAT : Memformat disk # FREEDISK : Melihat kapasitas disk yang kosong # FSUTIL : Utilitas file dan volume file # FTP : File Transfer Protocol # FTYPE : Menampilkan atau mengganti ekstensi file # GLOBAL : Menampilkan user dari grup global # GOTO : Mengakses langsung kelompok program melalui label program pada command line # HELP : Bantuan # HFNETCHK : Network Security Hotfix Checker # IF : Salah satu perintah kondisi # IFMEMBER : Kondisi salah satu user di NT Workgroup # IPCONFIG : Konfigurasi IP (Internet Protocol) # KILL : Mematikan/menghapus program yang sedang berjalan di memory # LABEL : Mengganti label disk # LOCAL : Menampilkan anggota sebuah grup # LOGEVENT : Menulis file di NT event viewer. # LOGOFF : Logoff # LOGTIME : Menampilkan Log tanggal dan waktu pada sebuah file # MAPISEND : Mengirim e-mail dengan baris perintah # MEM : Menampilkan memori yang terpakai # MD : Membuat sebuah folder # MODE : Mengkonfigurasi system device # MORE : Menampilakn output/hasil berikutnya dilayar # MOUNTVOL : Manajemen volume mount point # MOVE : Memindahkan file # MOVEUSER : Memindahkan user # MSG : Mengirim pesan # MSIEXEC : Microsoft Windows Installer # MSINFO : Windows NT diagnosik # MSTSC : Terminal Server Connection (Remote Desktop Protocol) # MUNGE : Mencari dan mereplika teks dalam sebuah file # MV : Mencopy file yang sedang aktif # NET : Manajemen jaringan yang digunakan # NETDOM : Domain Manager # NETSH : Mengkonfigurasi network protocols # NETSVC : Daftar perintah Service Controller # NBTSTAT : Menampilkan statistik jaringan (NetBIOS TCP/IP) # NETSTAT : Menampilkan statistik jaringan (TCP/IP) # NOW : Menampilkan tanggal dan waktu sekarang # NSLOOKUP : Name server lookup # NTBACKUP : Membackup file # NTRIGHTS : Mengedit user # PATH : Menampilkan alamat (path) sebuah program # PATHPING : Menelusuri jejak koneksi yang terganggu dan kehilangan paket # PAUSE : Mengentikan proses sejenak pada program atau perintah yang sedang berjalan # PERMS : Menampilkan user permition # PERFMON : Memonitor permorma # PING : Mengetes koneksi jaringan # POPD : Restore ke harga awal pada direktori asli berdasarkan PUSHD # PORTQRY : Menampilkan status port dan services # PRINT : Mencetak teks # PRNCNFG : Menampilkan, mengkonfigurasi atau mengganti nama printer # PRNMNGR : Menambah, menghapus atau mendefault printer # PROMPT : Mengganti perintah # PsExec : Mengeksekusi proses secara remote # PsFile : Menampilkan file yang terbuka secara remote # PsGetSid : Menampilkan SID komputer pengguna # PsInfo : Menampilkan informasi sistem komputer # PsKill : Mematikan proses berdasarkan nama atau ID proses # PsList : Menampilkan detail proses yang sedang berjalan # PsLoggedOn : Melihat siapa yang sedang Logon baik local maupun sharing # PsLogList : Menampilkan rekaman LOG # PsPasswd : Mengganti password account # PsService : Menampilkan dan mengontrol services # PsShutdown : Shutdown atau merestart komputer # PsSuspend : Suspend # PUSHD : Menyimpan kemudian mengganti pada direktori asli # QGREP : Mencari file berdasarkan pola # RASDIAL : Manajemen RAS connections # RASPHONE : Manajemen RAS connections # RECOVER : Merecover file yang rusak dari disk # REG : Membaca, mengeset atau menghapus registry key atau value # REGEDIT : Mengimpor/eksport pengaturan registry # REGSVR32 : Register atau unregister DLL file # REGINI : Mengganti Registry Permissions # REM : Merekam komentar pada kelompok file # REN : Mengganti nama file # REPLACE : Menindih (replace) atau mengupdate file dengan file lainya # RD : Menghapus folder # RDISK : Membuat Recovery Disk # RMTSHARE : Sharing folder atau printer # ROBOCOPY : Menyalin file atau folder secara keseluruhan (asli) # ROUTE : Manipulasi network routing tabel # RUNAS : Menjalankan program pada user account berbeda # RUNDLL32 : Menjalankan perintah DLL32 # SC : Service Control # SCHTASKS : Membuat atau mengedit schedule task # SCLIST : Menampilkan service NT yang sedang berjalan # ScriptIt : Mengontrol aplikasi GUI # SET : Menampilkan, mengeset atau menghapus variabel tertentu # SETLOCAL : Mengubah local konfigurasi sementara pada kelompok file # SETX : Mengatur konfigurasi variabel secara permanen # SHARE : Menampilkan atau mengedit data/printer sharing # SHIFT : Menyisipkan parameter pada kelompok file # SHORTCUT : Membuat shortcut file # SHOWGRPS : Menampilkan NT Workgroups user yang tergabung # SHOWMBRS : Menampilkan keanggotaan user pada sebuah workgroup # SHUTDOWN : Mematikan komputer # SLEEP : Mematikan sementara (x second) # SOON : Menjadwalkan perintah agar berjalan pada waktu yang akan datang # SORT : Sort input # START : Menjalankan program tertentu pada jendela terpisah # SU : Switch User # SUBINACL : Edit file, folder Permissions, Ownership dan Domain # SUBST : Mengurutkan lokasi berdasarkan drive letter # SYSTEMINFO : Menampilkan daftar konfigurasi sistem # TASKLIST : Menampilkan daftar aplikasi dan service yang sedang berjalan # TIME : Menampilkan atau mengkonfigurasi tanggal/waktu # TIMEOUT : Penundaan proses # TITLE : Mengatur judul jendela CMD.EXE pada waktu berjalan # TOUCH : Mengganti stempel waktu (timestamps) file # TRACERT : Menelusuri route jaringan pada remote host # TREE : Menampilkan folder terstruktur pada mode grafis # TYPE : Menampilkan isi sebuah file # USRSTAT : Menampilkan daftar nama domain dan sesi login terakhir # VER : Menampilkan informasi versi # VERIFY : Memverifikasi file yang telah disimpan # VOL : Menampilkan label disk # WHERE : Menentukan dan menampilkan lokasi file pada stuktur direktori # WHOAMI : Menampilkan UserName dan domain sebenarnya # WINDIFF : Membandingkan isi dua buah file dan konfigurasinya # WINMSD : Diagnosa sistem windows # WINMSDP : Diagnosa sistem windows lainya # WMIC : Perintah WMI # XCACLS : Mengganti file permission # XCOPY : mengcopy files dan folder
  7. PERSAINGAN CDMA DAN GSM Masyarakat mulai merasakan manfaat kompetisi di sektor telekomunikasi dan persaingan teknologi serta persaingan bisnis antar-operator memberi alternatif pilihan yang menguntungkan. Dengan masuknya Telkomflexi yang berbasis teknologi CDMA (code division multiple access), maka sekarang masyarakat dapat menikmati layanan telepon seluler dengan tarif telepon tetap PSTN. Jadi telepon seluler bukan barang mewah lagi. Dalam menangani persaingan ini, peranan dan konsistensi regulator benar diuji. Yaitu bagaimana kebijakan dan kebijaksanaan regulasi sektor telekomunikasi untuk mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan para pemain bisnis. Permasalahan utama pemerintah selama ini adalah bagaimana mempercepat penambahan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Kepadatan telepon (teledensitas) sampai saat ini baru 3,7 persen, atau rata-rata tiga telepon di antara seratus penduduk. Tentunya angka ini akan lebih kecil lagi untuk di daerah-daerah pedesaan atau daerah terpencil yang bisa hanya mencapai 0,01 persen saja. Diperlukan terobosan-terobosan teknologi dan regulasi untuk mendongkrak angka teledensitas Indonesia yang sudah jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita. Di Indonesia, liberalisasi bisnis seluler dimulai sejak tahun 1995, saat pemerintah mulai membuka kesempatan kepada swasta untuk berbisnis telepon seluler dengan cara kompetisi penuh. Bisa diperhatikan, bagaimana ketika teknologi GSM (global system for mobile) datang dan menggantikan teknologi seluler generasi pertama yang sudah masuk sebelumnya ke Indonesia seperti NMT (nordic mobile telephone) dan AMPS (advance mobile phone system) Teknologi GSM lebih unggul, kapasitas jaringan lebih tinggi, karena efisiensi di spektrum frekuensi. Sekarang, dalam kurun waktu hampir satu dekade, teknologi GSM telah menguasai pasar dengan jumlah pelanggan lebih dari jumlah pelanggan telepon tetap. Tren ini akan berjalan terus karena di samping fitur-fiturnya lebih menarik, telepon seluler masih merupakan prestise, khususnya bagi masyarakat Indonesia. Namun, sampai saat ini telepon seluler masih merupakan barang mewah, tidak semua lapisan masyarakat bisa menikmatinya. Tarifnya masih sangat tinggi dibandingkan dengan telepon tetap PSTN (public switched telephone network), baik untuk komunikasi lokal maupun SLJJ (sambungan langsung jarak jauh), ada yang mencapai Rp 4.500 per menit flat rate untuk komunikasi SLJJ. Namun, berapa pun tarif yang ditawarkan operator seluler GSM, karena tidak ada pilihan lain, apa boleh buat, diambil juga. Terutama karena telepon PSTN tidak bisa diharapkan. Jadi, masuknya CDMA menjanjikan solusi teknologi yang ekonomis untuk memenuhi kewajiban pemerintah dalam mempercepat penambahan PSTN. Apalagi, CDMA datang dengan teknologi seluler 3G, yang menawarkan fitur-fitur yang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi GSM. Keunggulan ini sekaligus dapat memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat modern. Mengapa CDMA bisa murah? Suatu kali seorang mahasiswa di lift tiba-tiba mengajukan pertanyaan itu dan saya hanya berkometar, jangan-jangan GSM yang kemahalan. CDMA datang dengan harga 200 dollar AS per SST (satuan sambungan telepon), jauh lebih murah dibandingkan dengan teknologi akses lainnya selama ini di Indonesia sehingga PT Telkom berani memberikan tarif murah. Padahal, CDMA lebih canggih dan lebih unggul dibandingkan dengan GSM. Kalau begitu, perlu dipertanyakan kembali bagaimana sebenarnya iklim bisnis seluler GSM selama ini termasuk pemain-pemain yang berperan dibalik semua itu. Mulai dari vendor, operator, dan regulator, siapakah yang paling diuntungkan, meski yang jelas bukan masyarakat sebagai konsumen. Apalagi jika diperhatikan skema kerja sama antara vendor dengan para operator dalam pola pengadaan atau pembelian teknologi. Pedihnya lagi, adakah transfer teknologi yang berarti buat negara kita? Sudah hampir satu dekade, vendor- vendor teknologi jaringan GSM masuk dan berbisnis di Indonesia, kenyataannya kita hanya dijadikan pembeli dan pemakai teknologi semata. Sekarang dengan masuknya teknologi CDMA dari kubu lain dengan pelaku bisnis baru apakah itu dari Amerika, Jepang, Korea, atau Cina, diharapkan iklim bisnisnya akan lebih terbuka. Perlu dicermati apakah ada itikad baik pemain baru itu untuk meningkatkan pemberdayaan sumber daya manusia kita. Tentu pemerintah dan para operator harus mempunyai kekuatan negosiasi yang kuat, jangan sampai mereka datang dengan sederet permintaan dan syarat untuk memudahkan mereka berbisnis, sementara kita tidak tahu mau minta apa kepada negara mereka. Meskipun kita tak mempunyai keunggulan kompetitif dalam teknologi ini, tetapi potensi pasar yang menjanjikan, bisa dijadikan kekuatan tawar, misalnya untuk memperjuangkan transfer teknologi yang nyata. Hal lain yang perlu dicermati adalah jangan sampai terjadi ketergantungan pada satu atau dua vendor seperti pengalaman kita terdahulu dengan Siemens. Dari aspek teknologi, baik GSM atau CDMA merupakan standar teknologi seluler digital, hanya bedanya GSM dikembangkan oleh negara-negara Eropa, sedangkan CDMA dari kubu Amerika dan Jepang. Tetapi perlu diperhatikan bahwa teknologi GSM dan CDMA berasal dari jalur yang berbeda sehingga perkembangan ke generasi 2,5G dan 3G berikutnya akan berbeda terus seperti bisa dilihat pada skema. Oleh karena itu, kita harus hati-hati memilih teknologi. Ketika kita memilih CDMA, maka selanjutnya harus mengikuti jalur up-grade CDMA terus. Perlu diingat, up-grade jaringan dalam satu jalur teknologi akan lebih gampang dan lebih murah dibandingkan migrasi ke teknologi lain. Kinerja jaringan merupakan kriteria berikutnya yang harus diperhatikan dalam pemilihan teknologi. Kinerja jaringan seluler sangat tergantung efisiensi pemakaian spektrum frekuensi dan sensivitas terhadap interferensi karena spektrum frekuensi merupakan sumber daya yang sangat terbatas. Untuk meningkatkan efisiensi spektrum frekuensi, maka dilakukan teknik penggunaan kembali frekuensi re-used, mempergunakan kembali frekuensi yang sama pada sel lainnya pada jarak tertentu supaya tidak terjadi interferensi. Teknologi CDMA memiliki kapasitas jaringan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi GSM dan frekuensi yang sama dapat dipergunakan pada setiap sel yang berdekatan atau bersebelahan sekalipun. Teknologi CDMA didesain tidak peka terhadap interferensi. Di samping itu, sejumlah pelanggan dalam satu sel dapat mengakses pita spektrum frekuensi secara bersamaan karena mempergunakan teknik pengkodean yang tidak bisa dilakukan pada teknologi GSM. Mobilitas terbatas Mobilitas merupakan keunggulan utama teknologi seluler dibandingkan telepon tetap. Setiap pelanggan dapat mengakses jaringan untuk melakukan komunikasi dari mana saja dan di sini letak perbedaan dengan telepon tetap. Konsep desain teknologi seluler menjamin mobilitas setiap pelanggan untuk melakukan komunikasi kapan pun dan di mana pun dia berada. Jadi dari aspek teknologi, tidak ada batasan mobiltas pelanggan bahkan jelajah (roaming) internasional dapat dilakukan. Kalau dilakukan pembatasan, apalagi jika dibatasi penggunaan teknologi itu hanya dalam satu sel, pelanggan hanya bisa melakukan komunikasi atau mempergunakan teleponnya dalam daerah cakupan BTS (base transceiver station) di mana dia berlangganan. Untuk Jakarta tentu sangat tidak efektif dan tidak efisien karena misalnya pelanggan yang punya rumah di Jakarta Timur, bekerja di Jakarta Pusat, atau belanja ke Glodok, teleponnya sudah tidak bisa dipergunakan. Di samping itu, pembatasan ini bisa dimanfaatkan operator untuk menambah biaya roaming antarsel yang tentu akan merugikan, mempersulit, atau membodohi masyarakat. Jangan sampai karena persaingan bisnis para operator lalu masyarakat dikorbankan. Jika pembatasan tetap ingin dilakukan, tentu perlu dipikirkan batasan yang wajar. Misalnya, batasan cakupan meliputi Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi). Kejadian ini tidak jauh berbeda dengan apa yang dihadapi India sekitar tahun 2000 ketika para operator GSM khawatir bisnis mereka terancam saat CDMA masuk. Pemerintah memberikan izin teknologi seluler CDMA-WLL dioperasikan untuk mempercepat infrastruktur PSTN mereka, untuk mencapai target 7 persen teledensitas pada tahun 2005 mendatang. Sampai sekarang, Pemerintah India tetap konsisten mempertahankan teknologi CDMA, dengan mobilitas tetap dibatasi, tetapi daerah cakupan cukup luas yaitu kira-kira satu provinsi. Menghadapi persaingan bisnis yang makin sengit dan siklus serta persaingan teknologi yang makin cepat, dalam menentukan kebijakan dan kebijaksanaannya, regulator harus melihat dari segala sudut pandang dengan suatu kajian yang komprehensif, tidak parsial. Dan yang lebih penting lagi, harus mampu mengantisipasi segala perubahan yang mungkin terjadi supaya tidak ketinggalan terus. Dengan adanya konvergensi teknologi telekomunikasi dengan teknologi informasi, kebijakan lisensi seharusnya tidak lagi tergantung teknologi maupun jasa. Setiap operator bebas memilih teknologi yang paling ekonomis dan cocok untuk meningkatkan daya saing mereka, agar bisa menawarkan jasa kepada masyarakat dengan tarif yang rendah. Regulator benar-benar harus independen, tidak memihak kepada teknologi atau vendor mana pun. Lebih jauh lagi, liberalisasi sektor ini menuntut regulator untuk menjaga kesinambungan layanan kepada masyarakat, jangan sampai terjadi cherry picking yang mungkin dilakukan oleh pemain-pemain baru. Saat mereka terjepit, mereka begitu saja berangkat tanpa memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat. Biasanya kasus ini terjadi pada negara-negara berkembang di mana hukum dan regulasi masih sangat lemah, seperti pernah terjadi di India sehingga langkah-langkah strategis perlu dipersiapkan baik oleh regulator maupun operator. Misalnya untuk mengantisipasi persaingan, sebaiknya operator GSM mulai memikirkan alternatif solusi teknologi apakah up-grade atau migrasi. Oleh karena itu, peran pemerintah dan regulator tetap sangat dibutuhkan untuk menjaga kepentingan masyarakat suatu negara terutama dalam masa transisi dari monopoli ke kompetisi. Bagi negara kita, yang sampai saat ini hanya jadi pembeli dan pemakai teknologi tersebut, tentu harus pintar- pintar memilih teknologi yang paling ekonomis dan cocok dengan kebutuhan dan kemampuan ekonomi masyarakat. Jangan sampai terpaku pada suatu teknologi atau pada satu-dua vendor saja. Kita harus bisa mobile secara bebas, tidak limited mobility. Asmiati Rasyid Pusat Studi Regulasi Telekomunikasi Indonesia dan Pengajar Sekolah Tinggi Management Bandung Sumber: Kompas Cyber Media
  8. PERBEDAAN LAYER OSI DAN TCP/ IP Langsung saja ya ndral. Cekidot!! Layar- layer pada OSI: 1.Application layer (lapisan aplikasi): Berfungsi untuk melakukan aplikasi yang melakukan pengolahab data untuk pemakai. Contoh, elektronik mail, file transfer, dll. 2.Presentation Layer (Lapisan presentasi): Fungsi: •Menjamin data yang dapat dibaca oleh system yang menerima data •Menentukan format data yang dikirim / diterima •Menentukan struktur data •Mengatur sintaks transfer data bagi lapisan aplikasi 3.Session Layer (lapisan sesi): Fungsi: •Membangun (estakbish) •Mengatur (manage) •Menghentikan (terminate) 4.Transport Layer (lapisan transport): Fungsi : •Menentukan metode dan kehandalan pengiriman (transport) •Membangun (establish) •Menghentikan (terminate) pernagkat- perangkat virtual antar host •Mendeteksi kesatuan data dan mengatur perbaikan 5. Network Layer (lapisan jaringan): Fungsi: •Mengatur penentuan jalur •Mengatur pengiriman data 6.Data Link: Fungsi: •Menentukan bagaimana bit- bit data yang dikelompokkan dalam 1 format yaitu frame •Menentukan perangkat- perangkat jaringan seperti bridge dan swich 7.Physical: Fungsi: •Mendefinisikan media transmisi jaringan mtode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan seperti halnya Ethernet/ token ring •Mendefinisikan bagaimana NIC berinteraksi dengan media wireless •Menjaga koneksi fisik antar system Layer TCP/IP: Layer TCP/IP adalah standar komunikasi data yang digunakan dalam suatu jaringan internet dalam proses tukar menukar data dari komputer satu ke komputer lain. 1. Application Layer Berfungsi menyediakan servis-servis terhadap software-software yang berjalan pada komputer. Protokol-protokol yang beroperasi pada Application Layer: HTTP, FTP, POP3, SMTP, dll. 2. Transport Layer Mempunyai 2 protokol utama yaitu TCP dan UDP. Transport Layer berfungsi menyediakan servis yang akan digunakan oleh Application Layer. 3. Internet Layer Internet Layer memiliki fungsi sebagai penyedia fungsi IP Addressing, routing, dan menentukan path terbaik. Internet Layer memiliki 1 protokol yaitu TCP/IP. 4. Network Access Layer Berfungsi mendefinisikan protokol-protokol dan hardware-hardware yang digunakan dalam pengiriman data. Pada layer ini terdapat protokol-protok seperti ethernet pada LAN, PPP pada WAN, dan juga Frame Relay. Perbedaan dan persamaan prinsip keja antara OSI layer dan TCP/IP Layer. Persamaan: 1. Sama- sama memiliki layer 2. Sama- sama memiliki Application Layer layanannya berbeda 3. Sama- sama memiliki Trasport Layer dan Network Layer Perbedaan: 1. OSI Layer memiliki 7 layer sedangkan TCP/IP 4 layer 2. Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan session direpresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP, yaitu layer application 3. Layer Network pada OSI Layer hampir sama dengan Internet Layer pada TCP/IP, tetapi fungsi keduanya masih sama. Sumber1 Sumber2
  9. CARA SETTING IP SEMENTARA PADA DEBIAN Setelah saya menjelaskan cara sederhana SETTING IP PERMANEN PADA DEBIAN, maka sekarang saya akan menjelaskan cara SETTING IP SEMENTARA PADA DEBIAN. Cekidot kawann.. :) Untuk Setting IP sementara akan berlaku selama PC kita sedang hidup, jika sudah dead maka IP akan berubah seperti semula. Monggo... :D Lagi- lagi jangan lupa login dulu ya kawan. Sama jangan dikasih tanda " dalam percobaannya ya. Cara login root: 1. Login : nama user anda Password ...... 2. Login : root Password ...... atau tekan SU lalu enter dan isikan password debian sahabat. Cekidot.... 1. Ketik "#ifconfigeth0ipaddressnetmasksubnetmask" lalu tekan "Enter" contoh: #ifconfig eth0 192.168.1.2 netmask 255.255.255.0 2. Jika sudah menekan "Enter" maka pengaturan IP sementara pun sudah selesai. 3. Lakukan "ping" pada IP anda sendiri apaka berfungsi atau tidak, jika berfungsi maka konfigurasi anda telah berhasil. 4. Lihat hasil konfigurasi IP dengan cara ketik "ifconfig". Semoga berkenan...
  10. CARA SETTING IP PERMANEN PADA DEBIAN Ndraal, masih seputar Debian yang menjadi kesukaanku waktu SMK dulu, tapi sekarang dikit lupa karena jurusannya nylentang jauh. Gpp lah ini saya posting biar inget lagi dikit-dikit. Permisi yaa.. Konichiwa kawan- kawan... Sekarang saya mau memberikan tutorial sederhana tentang CARA SETTING IP PERMANEN PADA DEBIAN. Langsung saja ya kawan- kawanku. Nih langkah- langkahnya, dibaca dengan baik ya. :) Oh iyaa, tutorial dibawah ini tidak pakek tanda " ya pada pengalikasiannya. :D Sebelumnya jangan lupa login dulu ya kawan. Cara login root: 1. Login : nama user anda Password ...... 2. Login : root Password ...... atau tekan SU lalu enter dan isikan password debian sahabat. Cekidot.... 1. Ketik "pico /etc/network/interfaces" 2. Maka kita akan disuruh memberikan informasi IP yang akan kita gunakan. Isikan IP yang kawan- kawan inginkan seperti contoh dibawah ini. #The loopback network interfaces auto eth0 iface eth0 inet static address 192.168.1.2 netmask 255255.255.0 gateway 192.168.1.1 3. Setelah selesai memberi informasi IP kita, langkah selanjutnya save informasi IP tersebut dengan cara tekan "Ctrl+O" dan keluar dengan menekan "Ctrl+X". 4. Kemudian restart pengaturan tadi dengan mengetik "/etc/ini.d/networking restart" 5. Setting IP PERMANEN PADA DEBIAN pun sudah selesai. 6. Untuk mengetahui hasil dari pengaturan IP yang kita buat tadi, ketik "ifconfig" maka akan keluar informasi IP kita. Sudah, mudahkan?
  11. TOPOLOGI JARINGAN Langsung saja guys.. kali ini saya akan memberi sedikit pengetahuan tentang TOPOLOGI JARINGAN. Apa sih TOPOLOGI JARINGAN itu? Yap, TOPOLOGI JARINGAN adalah suatu cara yang digunakan untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lain sehingga membentuk jaringan. Topologi Jaringan yang saat ini banyak digunakan yaitu: 1. Topologi BUS Topologi BUS menggunakan satu kabel tungga atau pusat dimana seluruh workstation dan server dihubungkan. Kelebihan Topologi BUS: a. Hemat biaya. b. Hemat kabel. c. Instalasi mudah. Kelemahan Topologi BUS: a. Deteksi kesalahan sangat kecil. b. Kepadatan lalu lintas pada jalur utama. c. Jika salah satu workstation tidak berfungsi, maka workstation lain tidak terpengaruh. d. Diperlukan repeater untuk jarak jauh. 2. Topologi RING Semua workstation dan server dihubungkan sehingga membentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Kelebihan Topologi RING: a. Tidak terjadi collision atau tabrakan data, karena hanya ada satu node yang mengirimkan data pada suatu saat. Kelemahan Topologi RING: a. Jika satu host mengalami masalah, maka semuanya akan mengalami masalah juga. 3. Topologi STAR Pada topologi ini, masing-masing workstation langsung dihubungkan ke HUB atau Switch. Kelebihan Topologi STAR: a. Bandwith lebih besar karena masing-masing workstation menggunakan kabel sendiri-sendiri. b. Jika satu host mengalami masalah,maka hanya host yang mengalami masalah saja yang terganggu. Kelemahan Topologi STAR: a. Membutuhkan kabel yang lebih banyak dibandigkan dengan topologi yang lain. 4.Topologi MESH Topologi Mesh adalah suatu topologi yang memang didisain untuk memiliki tingkat restorasi dengan berbagai alternatif rute atau penjaluran yang biasanya disiapkan dengan dukungan perangkat lunak atau software. Kelebihan Topologi MESH: a. Identifikasi kesalahan mudah. b. Privasi dan keamanan terjamin. Kelemahan Topologi MESH: a. Membutuhkan kabel yang lebih banyak. 5. Topologi Peer to Peer: Terdiri dari beberapa komputer, biasanya 2 atau lebih. Kelebihan Topologi Peer to Peer: a. Instalasi mudah. b. Hemat Biaya. c. Tidak memakan banyak tempat. Menurut saya, topologi ini nyaris tidak memiliki kelemahan. Jadi lebih mudah untuk dipraktekkan. :D Semoga bermanfaat. :D Sumber dari blog pribadi http://www.kang-panjie.blogspot.com/
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy