Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'nasihat'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • PELACUR
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • KOMUNITAS
    • BELA DIRI
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • NgobasTV
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
  • Ngobas Magz
    • Ruang Meeting
    • Redaksi
    • Tentang Ngobas Magz
    • Berita Ngobas Magz
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Product Groups

There are no results to display.


Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 4 results

  1. Di film-film, sosok yang haus kekuasaan sering digambarkan licik bak Count Olaf, jenius seperti Littlefinger, atau tampil paling sempurna ala Marisa Coulter. Siapa pula yang mau memiliki rekan kerja seperti mereka di kantor? Tetapi, nyatanya para peneliti menemukan sebuah ciri yang sepenuhnya berbeda dari sifat-sifat yang disebutkan di atas terkait ciri orang yang haus kekuasaan. Sebuah studi yang diterbitkan di Personality and Social Psychology Bulletinmenemukan bahwa ciri orang yang haus kekuasaan adalah terlalu sering memberikan nasihat. "Kamu bisa meraih sebuah rasa kekuasaan dengan memberikan saran ke orang lain," kata Li Huang, asisten profesor di INSEAD dan salah satu penulis studi tersebut. Studinya menemukan, memberikan nasihat menaikan rasa kekuasaan di dalam diri seseorang, meskipun sebetulnya tidak ada yang meminta nasihat dari orang tersebut. Si pemberi nasihat pun merasa lebih penting bila omongannya diikuti. Masih dalam rangkaian eksperimen, grup yang ditugaskan menjadi pemberi nasihat condong merasa lebih berkuasa. Memberikan nasihat bisa mengangkat rasa berkuasa seseorang sebanyak 10 persen, kecuali bila si penerima nasihat secara eksplisit menolak nasihat yang diberikan. Huang mengingatkan agar jangan memberikan nasihat apabila tidak diminta. "Hanya sedikit orang yang bisa tahan dengan pemberi nasihat kronis yang membuat orang tidak tahan," jelasnya. Curhat ke Bos Bikin Karyawan Depresi Lebih Produktif Bekerja Karyawan yang mampu berbicara terbuka tentang depresi yang dialami ke bos ternyata punya pengaruh positif. Orang-orang ini bakal lebih produktif di tempat kerja daripada mereka yang menghindari berbicara soal depresi dengan bosnya. Fakta soal depresi ini diketahui lewat studi yang dipublikasikan di BMJ Open pada Senin, 23 Juli 2018. Para peneliti London School of Economics (LSE) menganalisis depresi di tempat kerja di 15 negara yang berbeda, termasuk Inggris. Jumlah partisipan sekitar 1.000 bos dan karyawan. Hasil penelitian menemukan, karyawan depresi lebih banyak mengambil cuti libur kerja jika bos mereka tidak memberikan solusi dan dukungan yang memadai. Penelitian sebelumnya menunjukkan, lebih dari 70 persen karyawan depresi menyembunyikan kondisi mereka dari orang lain. Sebagian besar karyawan depresi cenderung menyembunyikan kondisi tersebut karena takut mengalami diskriminasi saat mencari atau sedang bekerja di suatu perusahaan. Penelitan ini juga menguak, reaksi dari bos terkait depresi yang dialami karyawan sangat memengaruhi produktivitas kerja. “Penelitian kami menunjukkan, para bos yang menghindari karyawan yang curhat tentang depresi, maka karyawan sendiri akhirnya menghindari pekerjaan. Bahkan ketika mereka kembali bekerja (setelah libur atau cuti), mereka tidak seproduktif biasanya,” kata peneliti Sara Evans-Lacko
  2. abas

    Nasihat Top Dari 5 Orang Terkaya

    Seandainya uang di seluruh dunia dikumpulkan, lalu dibagikan secara merata kepada semua orang, 2 hingga 5 tahun mendatang uang itu akan kembali pada mereka yang memiliki pola pikir kaya. Orang kaya memang memiliki pola pikir (mind set) yang berbeda. Lalu apa nasihat orang-orang kaya yang bisa diambil dan diterapkan? Berikut 5 nasihat kaya dari orang-orang terkaya. 1. Donald Trump 2. Will King 3. Thomas J. Watson 4. Jeff Bezos 5. David Ogilvy
  3. Menyesalah seumur hidup bagi mereka yang tidak bisa membahagiakan orang tuanya ketika mereka masih hidup, dan lebih menyesal dan sangat terkutuklah bagi mereka yang sudah tidak dapat membahagiakan orang tua tapi justru membuat orang tua susah dan menderita sampai akhir hayat mereka. Dari segumpal daging berkerut berlumuran darah yang baru keluar dari perut ibu, kita dibesarkan oleh orang tua kita sampai dewasa seperti saat ini. Mereka mencari nafkah membanting tulang untuk kebutuhan kita. Pernahkah terlintas pada benak anda untuk membalas budi baik mereka suatu hari nanti? Pernah! Hampir sebagian anak pasti pernah berpikir seperti itu (Terkutuklah mereka yang hanya bersenang-senang saja diatas penderitaan orang tua tanpa memikirkan untuk membalas budi baik mereka suatu hari nanti). Tapi jangan hanya berpikir, pernahkah hal itu terwujud? Jika anda belum dewasa, masih sekolah atau kuliah? Berbuatlah sesuatu untuk mereka mulai dari hal yang paling sederhana: Jangan membuat mereka susah & jangan kecewakan mereka dengan tidak lulus sekolah! Hal itu sudah cukup membuat orang tua bahagia dengan tidak menyia-nyiakan hasil jerih payah mereka membanting tulang (Terkutuklah bagi mereka yang hanya merokok di sekolah dan kemudian mejeng di mall bersama teman-teman menghabiskan uang orang tua tanpa pernah berpikir untuk belajar). Jika anda sudah dewasa sekarang, coba pikirkan apa yang sedang anda lakukan saat ini? Apakah kamu sedang bekerja mencari uang untuk membangun masa depan mu? Sisihkan walau hanya sedikit untuk menyenangkan orang tua mu. Balas kebaikan mereka yang selama ini sudah membuat kamu berhasil seperti ini. Bandingkan dengan anak-anak gelandangan yang tidak mempunyai masa depan. Jika anda sudah dewasa sekarang, coba pikirkan apa yang sedang anda lakukan saat ini? Apakah kamu sedang bermalas-malasan tanpa pekerjaan yang jelas, merong-rong orang tua mu dengan "minta duit" setiap hari untuk bersenang-senang. Apalagi sampai kau tega menyiksa mereka, membuat mereka menangis, menakuti-nakuti dan menyakiti mereka! Perbuatan itu bisa membuat mereka pendek umur dan cepat mati! Terkutuklah kamu di dalam neraka sedalam-dalamnya selama ratusan tahun. Terimalah buah karma yang akan kau petik suatu saat nanti ketika kau punya anak. Anak-anak mu akan membalas perbuatan yang kamu lakukan pada orang tua mu dulu. Kau akan merasakan hari tua di pinggir jalan meratapi nasib yang malang. Sadarlah teman! Buka mata dan hatimu sekarang juga. Siapa pun kamu, dalam keadaan apapun kamu saat ini.. Buatlah orang tua mu bahagia, atau setidaknya jangan membuat mereka menderita terus seumur hidup. Berhentilah menyusahkan mereka, bersikaplah dewasa karena suatu saat nanti kamu juga akan menjadi orang tua dan merasakan apa yang saat ini orang tua kamu rasakan. Jangan menanam karma yang busuk, karena suatu saat nanti akan menghasilkan buah yang busuk juga.
  4. Roijuliop

    Nasihat "Goblok" Untuk Pengusaha Muda

    Kematian pengusaha kawakan Bob Sadino, atau biasa disapa “Om Bob,” meninggalkan kesan tersendiri di benak masyarakat. Sebagian orang mengenalnya sebagai pengusaha unik dan nyentrik. Sebagian lagi terinspirasi dan termotivasi dari seminar kewirausahaan yang beliau bawakan. Bahkan Menteri Susi Pudjiastuti menyebutnya sebagai tokoh perubahan. Dari beberapa pelatihan dan seminar tentang kewirausahaan yang pernah penulis ikuti, kesan yang hingga kini masih melekat adalah inspirasi dan motivasi yang beliau berikan dalam sebuah seminar kewirausahaan pada 2008. Di seminar itu, pemilik Kemchicks & Kemfoods tersebut memberikan wejangan cara menjalankan bisnis kepada peserta yang mayoritas para pengusaha muda. Om Bob adalah pembicara yang memiliki pola komunikasi khas. Dengan gaya komunikasi provokatif, tak jarang Om Bob “meng-goblok-kan” peserta yang hadir. Uniknya, bukan amarah yang timbul, tapi justru antusiasme dan tepuk tangan riuh gemuruh peserta yang didapat pengusaha yang sukses berjualan sayur itu. Dengan Jurus “Goblok”-nya, pengusaha berambut perak itu berhasil menyulut semangat pengusaha muda harapan bangsa. Di antara sekian banyak nasihat, ada satu nasihat yang hingga kini masih nyantol dan membekas di benak penulis. Om Bob menyuguhkan sebuah diagram yang menggambarkan perputaran kehidupan seseorang yang terdiri dari 4 fase, yakni fase Kampus atau Teori, fase Masyarakat atau Jalanan, fase Jagoan atau Terampil, dan fase Entrepreneur atau Ahli. Di fase Kampus dan Teori, Om Bob menggambarkan kehidupan seseorang yang belajar untuk mengetahui sesuatu. Ia mempelajari teori dengan berbagai analisis, namun minim praktek. Contohnya orang yang ingin bisa berenang. Mereka mempelajari cara berenang serta gaya dan teknik berenang dari buku, namun belum mempraktekkannya langsung. Pada fase Masyarakat atau Jalanan, Om Bob menggambarkan seseorang yang sudah mulai memperaktekkan apa yang telah diketahuinya di masyarakat atau jalanan. Teori-teori tersebut perlu dibuktikan dalam praktek lapangan yang lebih riil. Misalnya, sebut saja Alex ingin dapat berenang. Dengan hanya mengetahui dan menghapal seluruh teknik dan gaya berenang, Alex belum dikatakan bisa berenang. Untuk dapat berenang, Alex harus terjun langsung ke kolam. Pada awalnya, boleh jadi Alex hanya mampu bertahan beberapa detik di air, susah mengatur nafas, bahkan minum air kolam. Namun, setelah beberapa kali mencoba, ia sudah bisa berenang dengan lebih baik. Di fase Jagoan atau Terampil, Om Bob menggambarkan seseorang yang gigih dan ulet untuk terus meningkatkan keterampilannya. Jika sebelumnya Alex hanya menguasai satu gaya berenang, kini berlatih untuk menguasai beberapa gaya. Kalau sebelumnya hanya bisa berenang di nomor 100 meter, kini mencoba nomor 400 meter. Alex mungkin mulai mengikuti kejuaraan renang yang diadakan tingkat provinsi bahkan nasional. Pada fase ini Alex sudah bisa disebut “Jagoan.” Di fase terakhir, Entrepreneur atau Ahli, Om Bob menggambarkan seseorang yang sudah ahli di bidangnya sehingga menjadi rujukan dalam keahlian yang dimiliki. Setiap kejuaraan hampir dapat dimenangkan. Pada titik ini, bisa jadi yang bersangkutan mampu mengajarkan kesuksesannya pada orang lain. Dalam konteks bisnis, entrepreneur sukses menurut Om Bob masuk ke dalam fase ini. Dari diagram pada gambar kita dapat pembelajaran dari Om Bob. Pertama, siapa pun bisa jadi pengusaha sukses jika gigih dan ulet untuk mencapai fase yang ke-4. Bahkan seandainya tidak berpendidikan (baca: formal) pun bisa asal mau jadi pengusaha. Pendidikan formal bagus, tapi itu tidak cukup. Gelar apa pun yang dimiliki oleh seorang berpendidikan formal, dalam diagram Om Bob baru masuk ke dalam fase 1. Itu artinya bahwa masih ada 3 fase lagi yang harus dilalui. Jika tidak mampu melalui 3 fase berikutnya maka bisa dikatakan gagal menjadi pengusaha. Pembelajaran kedua adalah mengenai jam terbang. Perlu waktu untuk mencapai fase 4 atau pengusaha sukses dan jam terbang lah yang dapat mempercepat pencapaian itu. Jam terbang mewakili kegigihan dan keuletan. Malcom Galdwell, penulis buku Outliers, memiliki angka keramat untuk dapat menentukan kesuksesan seseorang dalam kariernya. Angka itu adalah 10.000 jam. Untuk jadi pengusaha sukses, mau tidak mau ia harus bertahan menjalani usahanya setidaknya selama itu. Maka jangan heran, pengusaha yang sukses, semisal Bapak Chairul Tanjung, rela menghabiskan waktunya 18 jam sehari untuk mengurusi bisnisnya. Untuk kesuksesan ada harga yang harus dibayar. Pembelajaran ketiga adalah kemauan belajar. Banyak dari entrepreneur pemula yang mengangkat bendera putih alias gagal sebelum sampai kepada fase 4. Berdasarkan data Bloomberg yang dirilis oleh situs forbes bahwa 8 dari 10 entrepreneur yang memulai usaha ternyata gagal dalam 18 bulan awal. Dengan demikan hanya sebagian kecil yang berhasil. Membangun usaha tidak hanya bermodal semangat dan kerja keras, namun kerja cerdas. Hal tersebut dapat dilakukan jika entrepreneur memiliki kemauan belajar. Oleh karena menjadi entrepreneur berbeda dengan menjadi karyawan, maka ilmunya pun berbeda. Ketika seseorang memutuskan menjadi entrepreneur, banyak ilmu yang perlu dipelajari, seperti bagaimana menghadapi modal yang terbatas, mengatur cashflow, mengelola pelanggan, meningkatkan produktivitas karyawan, membangun komunikasi dengan stakeholder, menghadapi persaingan, mengatur berbagai aktivitas yang harus dilakukan, dan masih banyak lagi. Kemauan belajar akan menuntut entrepreneur mampu menghadapi berbagai tantangan bisnis yang ada. Dengan demikian, 3 prasyarat di atas, yaitu kemauan jadi pengusaha, kesiapan bekerja keras, dan kemauan belajar mampu menuntun para entrepreneur pemula sukses mencapai impiannya. Kini, Om Bob telah tiada, namun semangat kewirausahaanya tetap hidup dan diakui oleh masyarakat. Banyak ide sederhana namun mencerahkan yang berhasil ditularkannya kepada para entrepreneur muda. Sebagaimana impian yang pernah dilontarkannya, “Saya tidak mau pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki, terkubur bersama tubuh saya ketika mati kelak.”
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi