Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'narkoba'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 19 results

  1. Berbicara mengenai bahaya dari penyalahgunaan narkotika memang sangatlah mengerikan. Cukup banyak para mantan pecandu yang sudah berhenti menjadi pengguna menceritakan betapa mengerikan kondisi saat kecanduan narkotika. Bahkan, Filipina yang dipimpin oleh Rodrigo Duterte menegakkan sistem yang sangat kejam juga yaitu dengan cara menembak mati semua pengedar dan pengguna narkoba. Dalam satu minggu saja, terdapat lebih dari 2 ribu pengedar dan pengguna narkoba yang ditembak mati oleh aparat. Apa itu Flakka? Flakka adalah sebuah narkoba dengan jenis baru yang diketahui sangat berbahaya. Efek samping dari pengguna narkotika jenis ini terbilang sangat mengerikan serta membahayakan orang di sekitarnya. Narkotika jenis ini bentuknya seperti kristal dengan warna putih. Nama Flakka sendiri berasal dari bahasa Spanyol yaitu “La Flaca” yang punya arti “Gadis Cantik bertubuh Langsing”. Gejala dan Dampak Pengguna Flakka Salah seorang dokter di Direktur Pusat Informasi Keracunan yang berasal dari Miami, dr Jeffrey Bernstein mengatakan bahwa untuk gejala dan dampak pengguna narkoba pada jenis Flakka ini sangat berbahaya. Pengguna Flakka bakal menjadi seperti orang tidak waras karena efeknya yang bisa membuat orang berubah moodnya dalam sekejap saja. Pengguna Flakka bakal seperti orang yang tidak waras, kadang bahagia, senang, sedih, marah, dan emosinya tidak stabil. Emosinya bakal meledak secara tiba-tiba tanpa disadari olehnya, persis seperti orang gila atau bahkan belakangan ini para netizen menganggapnya seperti zombie di film-film. Efek Menggunakan Flakka Tak hanya sampai di disitu saja, pengguna Flakka bakal menyiksa dirinya sendiri seperti akan mencabik-cabik, mencubit, menggigit, atau tindakan lainnya untuk bisa menyakiti bagian tubuhnya sendiri. Salah satu mantan pengguna Flakka mengatakan bahwa rasa sakit yang didapatkan usai menyiksa diri itu bakal menambah kenikmatan pengguna obat terlarang jenis ini. “Semakin sakit, semakin nikmat, mirip zombie” terangnya. Dimana Flakka Dijual? Flakka sudah menyebar dengan begitu cepatnya di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, barang haram bernama Flakka ini hanya berkisar harga Rp 70 ribu saja. Oleh karena harganya yang sangat murah itu, tentu barang haram ini menjadi sangat cepat peredarannya. Pasien rumah sakit jiwa telah meningkat karena dampak dari Flakka ini. Flakka bisa menyebabkan Kematian Bukan hanya menyebabkan otak menjadi tidak waras atau kegilaan untuk para penggunanya. Flakka juga akan membuat penggunanya menjadi seperti zombie dan bahkan bisa membuat penggunanya meninggal dunia. Sudah cukup banyak juga kasus meninggalnya para pengguna Flakka karena overdosis.
  2. Shoko Tendo (45) menghela napas saat menceritakan pengalamannya menjadi anggota Yakuza bertahun-tahun. Wanita ini bukan hanya anggota organisasi kriminal Jepang itu, dia juga putri bos besar Yakuza. "Tidak pernah saya berpikir kembali lagi ke dunia Yakuza," kata Shoko Sebagai anak petinggi Yakuza, Shoko besar di kalangan Yakuza. Dia pun mulai terlibat di dalamnya. Diakui, hal ini dilakukan atas pilihan sendiri. Tak ada saudaranya yang bergabung dengan Yakuza. Ayah Shoko pun tak ingin anaknya mengikuti jejaknya. Tapi Shoko memilih jalan hidupnya sendiri. Dia menjadi bagian organisasi Yakuza. Shoko pun terjerumus menjadi pecandu narkoba. Dia terlibat asmara dan seks dengan sesama anggota Yakuza. Dua hal ini pernah sangat lekat dengan dirinya. Wanita bertato ini juga akrab dengan kehidupan malam dan menjadi pacar gelap para anggota Yakuza. Hidupnya hancur-hancuran kala itu. Tapi Shoko cukup beruntung tak pernah merasakan dipenjara. Tugas wanita Yakuza biasanya menemani para pembesar atau jadi wanita simpanan. Mereka tak terlibat langsung dengan perang antar kelompok atau kekerasan lain. Tapi Shoko paham betul bagaimana kerasnya hidup di lingkungan Yakuza. Shoko juga tahu informasi A1 alias terpercaya soal penyelundupan narkoba yang dilakukan Yakuza. Narkoba itu salah satunya berasal dari Korea Utara. Rupanya sejauh itu kerja sama internasional Yakuza. Kini Shoko mengaku sudah tobat dan keluar dari dunia Yakuza. Shoko memilih membesarkan anaknya yang kini berusia 8 tahun seorang diri.
  3. Gamers memang tidak mengenal usia, jenis kelamin, ataupun pekerjaanmu. Seperti kejadian lucu yang baru saja terjadi belakangan ini. Seorang Bandar Narkoba besar di negara ceko ditangkap oleh polisi bersenjata lengkap di rumahnya saat sedang bermain game Heartstone. Bahkan si bandar ini mencoba untuk menyelesaikan gamenya dulu sebelum diborgol tapi sayangnya pihak kepolisian tidak mengabulkan permintaanya tersebut. Hearthstone adalah game TCG dimana pemain akan beradu kartu yang dikumpulkan satu sama lain. Game ini cukup terkenal di dunia Internasional , Berbagai turnamen sudah diadakan di seluruh belahan dunia. Jadi wajar saja kalau game ini dimainkan oleh banyak kalangan. Termasuk kalangan dunia hitam, asal jangan kalangan dunia lain.
  4. Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Maneger Nasution mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam menjatuhkan hukuman mati dalam kasus peredaran narkoba. Komnas HAM sebagai lembaga pelindung hak asasi warga negara memandang, status darurat narkoba yang kini terjadi di Indonesia merupakan realita yang ditanggapi secara serius oleh penegak hukum. Namun, pertimbangan vonis hukuman mati harus dilakukan dengan cermat, sebab vonis hukuman mati yang sudah dieksekusi tak dapat dikoreksi. “Komnas HAM menyerankan untuk sangat ketat, jangan sampai salah menerapkan hukum mati. Kalau salah kan tidak ada mekanisme lagi untuk merehabilitasi,” kata Maneger saat dihubungi Okezone, Sabtu (14/11/2015). Di tubuh Komnas HAM sendiri, lanjut Maneger, telah dilakukan voting mengenai penghapusan hukuman mati. Hasilnya, sebanyak tujuh komisioner setuju hukuman mati dihapuskan, sementara tiga sisanya tak sepakat. Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa secara kelembagaan, Komnas HAM mendukung moratorium atau penghentian hukuman mati di Indonesia. “Secara kelembagaan, Komnas HAM merekomendasikan untuk moratorium hukuman mati. Saya masih mengakui hukuman mati, tetapi dalam praktik peradilan yang adil,” lanjut dia. Sampai saat ini memang belum ada instrument hukum internasional yang memutus hukuman mati bagi tersangka kasus narkoba melanggar HAM atau tidak. Beberapa negara termasuk Amerika pun masih menerapkan hukuman mati bagi terpidana kasus narkoba. Tetapi, menurut Maneger, ada kecenderungan semangat moratorium hukuman mati dari dunia internasional. Paradigma hukuman pun berubah dari yang tujuannya menghukum kepada orientasi koreksi dan pemasyarakatan. “Semangatnya ada kecenderungan untuk moratorium karena terjadi perubahan paradigma. Selama ini menghadapi pelaku kejahatan paradigmanya kan menghukum, sekarang ini berubah dari penghukuman ke koreksi, ada memang kecenderungan ke sana. Sekali lagi bahwa dunia internasional belum (meyepakati),” ujar Maneger.
  5. Baru-baru ini publik digegerkan oleh beredarnya sebuah narkoba digital. Narkoba yang biasanya berbentuk benda padat atau cairan, kini hadir dalam bentuk aplikasi yang dapat diunduh oleh pengguna smartphone. Aplikasi tersebut berbahaya karena ia dianggap sebagai narkoba dan mampu mengeluarkan gelombang suara yang dapat memberikan stimulasi pada otak yang memiliki efek yang sama jika sang pengguna menggunakan narkoba. Beberapa Youtuber telah membuat video pengalamannya menggunakan I-Doser, dan semuanya mengatakan efek dari I-Doser sangat mirip dengan efek mengkonsumsi narkoba aslinya. Di situs resminya, beberapa pengguna mengklaim hal serupa. Efek yang dihasilkan membuat mereka berhalusinasi. Hal ini tentu saja cukup membahayakan karena cara mendapatkan aplikasi ini lebih mudah dari pada berurusan dengan jaringan pengedar narkoba. Slamet Pribadi, Kepala Humas BNN menyebutkan belum mendapat laporan penggunaan I-Doser di Indonesia. Saat ini, dia menjelaskan, masih belum diketahui apakah aplikasi ini memang memberikan efek yang sama dengan konsumsi narkoba. Dia menjelaskan, jika aplikasi ini memang menghasilkan efek yang sama dengan narkoba, maka hukum mengenai penggunaan aplikasi ini harus dibuat. Sedangkan menurut Kepala Subdit 4 Cybercrime Bareskrim Mabes Polri Kombes Rahmad Wibowo belum mau berkomentar dengan adanya temuan narkoba digital tersebut. Apakah I Doser benar-benar menjadi narkoba digital? Kita tunggu saja hasil penyelidikan pihak yang berwenang.
  6. Narkoba The Hellish Atau Bromo Dragonfly Ingat kasus tabrakan berantai yang menggunakan mobil Outlander di Jakarta? ya pengemudinya mabuk menggunakan LSD yaitu jenis zat kimia yang menyebabkan manusia berhalunisasi. Halusinasi yang timbul dari LSD bisa mengubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan terganggu. Efek lain halusinasi yang diakibatkan LSD adalah tidak bisa membedakan waktu, apakah masih pagi, siang, sore, atau malam. LSD juga mengakibatkan salah persepsi indera, misalnya, gangguan pada pengelihatan. Misalnya melihat kucing dalam wujud harimau, atau nenek-nenek sebagai gadis cantik. Selain berefek pada penglihatan, LSD juga bisa menyebabkan orang menjadi paranoid serta bisa mempercepat denyut jantung dan tekanan darah. ”Kalau denyut jantung kencang, pasti bisa keram jantung dan pembuluh darah pecah. Bisa sampai pada kematian. Sangat mengerikan bukan? Yang kita bicarakan bukan bahaya dari LSD, tapi yang lebih berbahaya dari LSD. Ya psikotropika ini bernama Bromo-dragonfly atau the hellish, obat yang diberi nama karena struktur molekulnya tampak seperti bentuk capung. Ini merupakan versi super serta mempunyai efek samping yang lebih parah dari LSD. Sementara mengkonsumsi LSD efeknya hanya beberapa jam saja, tidak dengan Bromo-dragonfly, efeknya bisa sampai 3 hari. Efek “Gila” yang ditimbulkan seperti kejang, dan penyempitan pembuluh darah, atau dalam kasus yang berat, amputasi anggota tubuh diperlukan. Bromo-dragonfly juga memiliki julukan "dragged to hell and back again” yang berarti seret ke neraka dan dikembalikan lagi, atau bisa tetap tersangkut di neraka. Mengerikan! Yaje Minuman Maut Seorang pemuda bernama Henry Miller dari Bristol dilaporkan meninggal setelah di duga meminum obat halusinasi dalam melakukan ritual. Minuman pencabut nyawa itu disebut Yage. Berdasarkan kisah ini yang sempat viral di dunia maya, banyak orang mulai mencari tau tentang minuman maut yage ini. Terbuat dari tumbuhan yang bisa membuat seseorang mengalami halusinasi dan mengantarnya ke gerbang supranatural. Tanaman ini adalah sejenis anggur rambat yang oleh para ahli botani disebut Banisteriopsis caapi. Ndral bila batangnya direbus atau direndam air kemudian diracik dengan bahan-bahan alamiah lainnya, hasilnya adalah bahan halusinogenik yang mereka sebut Yaje (baca: ya-hei) atau Ayahuasca - Anggur bagi sang Jiwa. Dalam tradisi masyarakat terasing di Amazon, telah terbentuk kepercayaan dasar yang menganggap suci upacara minum Yaje. Amaru atau dukun wanita, kendi tempat abu sembahyang, dan roh di alam semesta adalah bagian dari kenyataan. Setelah meminum Yaje, biasanya mereka merasakan satu atau beberapa gejala mulai dari pusing, berkeringat, gemetar, kejang, mual, muntah yang berkepanjangan, diare hebat, mengalirnya lendir dari hidung, terteror rasa takut, dan dorongan bertindak agresif. Tapi setelahnya? Sungguh luar biasa, pemakai akan merasa berpindah ke dunia maya tanpa batas yang menakjubkan, sejelas pemandangan dalam kehidupan nyata. Baca selengkapnya tentang yaje disini Skopolamin Psikotropika Nafas Setan Ndral, obat paling berbahaya di dunia mungkin bisa disematkan kepada scopolamine. Karena, bisa membuat orang menjadi tidak berdaya, menghapus memori, hingga membuat nyawa melayang. Psikotropika alam ini adalah suatu obat yang sangat berbahaya yang dalam dosis tinggi dapat menyebabkan hilang ingatan. Scopolamine berasal dari Kolombia, yang dikenal sebagai 'The Devil's Breath' atau si Nafas Setan, karena efeknya yang sangat berbahaya itu. Sumber utama bahan untuk membuat obat ini adalah satu jenis tanaman yang umum ditemui di Amerika Selatan. Skopolamin terbuat dari pohon Borrachero, yang mekar dengan bunga-bunga putih dan kuning. Kabar bahwa obat ini berbahaya bila digunakan, diperoleh dari cerita di daerah perkotaan. Terutama dari orang-orang yang melihat para korban diperkosa, korban yang mengalami perampokan dengan mengosongkan rekening bank, dan bahkan menyerahkan organ tubuhnya. Salah satu pengedar narkoba di Bogota menjelaskan bagaimana korban dibius hanya dalam beberapa menit. Seorang pengedar narkoba di ibu kota Bogota, Demencia Black, mengatakan bahwa meski terlihat sangat sederhana, obat itu begitu menakutkan bagi nyawa manusia. Menurutnya, Scopolamine dapat ditiupkan kepada seseorang di jalan. Dalam beberapa menit, orang itu akan berada di bawah pengaruh obat Scopolamine yang tidak berbau dan tidak berasa. "Jika sudah seperti itu, Anda dapat melakukan tindakan apapun yang diinginkan. Orang itu akan menurut seperti seorang anak," ujarnya. Black mengatakan bahwa satu gram Scopolamine mirip dengan satu gram kokain. Namun, obat Scopolamine ini dikenal lebih buruk dari anthrax. Dalam dosis tinggi, lebih mematikan bagi orang yang terkena atau menggunakannya. "Obat tersebut dapat merubah orang menjadi zombie. Bahkan, setelah obat habis, korban akan lupa ingatan mengenai apa yang terjadi dan dialaminya," terang Black. Pada zaman dulu, obat itu diberikan kepada gundik pemimpin Kolombia yang dihukum mati, dimana mereka disuruh masuk kuburan dan mereka dikubur hidup-hidup. Di zaman modern, CIA menggunakan obat Scopolamine sebagai bagian dari interogasi Perang Dingin. Namun, karena susunan kimiawi obat tersebut, bisa menyebabkan halusinasi kuat. Bath Salt Narkoba Zombie Kanibal Mendengar kata ‘bath salt’ kita akan terpikir pada bubuk mirip garam yang sering dibubuhkan pada rendaman air untuk mandi. Contoh bath salt antara lain garam Inggris (Epsom salt), soda kue (baking soda), boraks, sodium sesquicarbonate dan sebagainya. Dengan membubuhkan bath salt ke dalam air, maka akan diperoleh pengalaman mandi yang lebih menyegarkan dan menyenangkan. Kulit akan terasa lebih bersih, badan lebih rileks, mencegah otot menjadi kram dan migrain. Karenanya, di negara-negara Barat, di mana orang mempunyai kebiasaan mandi berendam dalam bathtub, bath salt ini bisa dibeli bebas di kedai keperluan sehari-hari. Ternyata berkat ‘kecerdikan’ produsen narkoba, maka sekarang ada obat psikotropika golongan terbaru yang bahkan bisa dijual bebas dengan disamarkan sebagai ‘bath salt’ lengkap dengan label peringatan ‘not for human consumption’ (tidak untuk dimakan) pada kemasannya. Merk yang mereka cantumkan antara lain "Ivory Wave," "Purple Wave," Vanilla Sky," dan "Bliss". Pihak pengendalian obat-obatan terlarang di AS baru mendusin bahwa bath salt ini adalah obat psikotropika setelah pada tahun 2011, terjadi peningkatan kasus keracunan bath salt yang sangat tajam di pusat gawat darurat RS. Mereka sempat kebingungan mengidentifikasi kandungan narkotika dalam bath salt ini, namun sekarang terungkap bahwa bahan kimia yang diracik ini adalah MDPV, (methylenedioxypyrovalerone), mephedrone, dan methylone. Seperti halnya ekstasi, bath salt ini tergolong ‘designer drugs’ artinya obat hasil rekayasa ‘perancang’ bahan kimia psikotropika di laboratorium gelap. Efek yang ditimbulkan nampaknya lebih dahsyat daripada ekstasi, antara lain paranoia, halusinasi, nyeri dada (chest pain) dan keinginan untuk bunuh diri (suicidality). Halusinasi yang ditimbulkan begitu hebatnya, sehingga penderitanya bisa menjadi kanibal, karena orang yang sedang tertidur akan dilihatnya seperti kambing guling yang enak untuk disantap. Kejadian yang menggemparkan dilaporkan beberapa pekan yang lalu, tentang seorang pria yang sedang ‘triping’ bath salt dan memakan wajah seorang gelandangan (homeless man) yang sedang tiduran di taman di kota Miami. Meskipun sudah dihardik polisi untuk menghentikan perbuatan seperti zombie ini, dia terus asyik menggerogoti wajah gelandangan ini, sehingga akhirnya dia ditembak mati. Krokodil Narkoba Paling Berbahaya Di Dunia Krokodil narkoba asal Rusia ini merupakan narkoba paling ganas di dunia. Zat adiktif yang ada didalamnya sangat mengerikan bisa membuat pecandunya menjadi zombie atau mayat hidup yang berjalan. Sebagai negara pengguna heroin terbesar di dunia, Rusia berhasil memerangi peredaran heroin yang berasal dari Afghanistan. Namun karena gencarnya operasi pemberantasan oleh pemerintah Rusia membuat pecandu bubuk putih tersebut semakin kesulitan mendapatkan barang tersebut. Namun, setelah heroin mulai jarang, kini kebanyakan dari mereka lalu berkenalan dengan obat terlarang buatan tangan yang diberi nama krokodil. Harganya yang murah menjadikan krokodil sebagai obat-obatan populer di kalangan para junkies, terutama mereka dengan kondisi fiskal yang minim. Nama krokodil diambil dari reptil besar atau dalam bahasa Indonesia buaya. Hal tersebut dinamakan karena para pecandu yang mengonsumsi krokodil pada kulitnya akan muncul sisik seperti buaya. Bahkan pecandu yang baru menggunakan obat inipun sudah dapat dicirikan dengan tanda berupa bagian-bagian tubuh yang bersisik dan membusuk. Obat ini sangat keras, jika pecandu menyuntikan jarum suntik berisi krokodil dan cairan tersebut tidak masuk ke pembuluh darah, bengkak berisi nanah akan segera terlihat. Bahkan pengguna yang sudah parah akan bergidik melihat kondisi para pecandu tersebut. Daging beserta kulitnya akan jatuh bagaikan meleleh dari tubuhnya, menyisakan lobang besar menganga di bagian-bagian tubuh yang membusuk. Tulang putih penderitanya dapat terlihat dengan jelas di tengah luka yang lebih tampak seperti telah dicabik atau digigit oleh hewan buas. Mereka, pada dasarnya adalah jasad manusia yang masih hidup namun telah membusuk. Tubuhnya akan terus membusuk hingga mereka tidak dapat bergerak lagi dan mati dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Hingga foto-foto zombie akibat krokodil ini sudah tak layak lagi untuk dilihat masyarakat karena kondisinya yang mengerikan. Para pecandu krokodil juga dapat dikenali dengan bau khasnya. Tubuh mereka akan memancarkan bau Iodine yang kuat, bahkan dokter penanggulangan obat-obatan berbahaya di Rusia mengatakan tak ada cara untuk menyingkirkan bau tersebut selain dengan membakar baju yang telah mereka gunakan. Hal yang paling memprihatinkan adalah tingkat perkembangan pecandu obat ini di masyarakat. Diperkirakan ada 100 ribu orang Rusia yang kecanduan obat mengerikan ini. Dan itu artinya Rusia akan memiliki 100 ribu mayat hidup dan akan terus bertambah apabila peredaran obat ini tidak segera dihentikan. Sudah banyak contoh jelek yang terjadi akibat menggunakan narkoba apa pun jenisnya. Kebahagiaan tidak bisa dicapai dengan cara singkat, kita harus berusaha mencapainya dengan cara yang alami dengan semangat dan bekerja keras. Ndral efek narkoba langka paling berbahaya di dunia ini semoga menambah wawasan anda dalam mengetahui bahaya narkoba. Tetap himbau Jauhi Narkoba kepada orang yang anda kenal. Jadikan semangat, kerja keras dan kasih sayang anda sebagai "narkoba" alami. SAY NO TO DRUGS
  7. Hari Anti-Narkoba Sedunia pada hari ini adalah sebuah peringatan akan sebuah kasus perlawanan narkoba pertama oleh Lin Zexu di Guangdong, China. Peringatan Hari Anti-Narkoba ini sudah dilaksanakan sejak 1988. Lin adalah seorang penggerak perlawanan terhadap narkoba pertama pada 1839. Jenis narkoba yang diperangi oleh Lin adalah opium. Saat itu dia menentang penjualan opium di Guangdong. Akibat aksi kepahlawanannya tersebut dan merujuk resolusi PBB pada 7 Desember 1987, akhirnya diputuskanlah jika 26 Juni adalah hari perlawanan terhadap penyalahgunaan narkoba guna mencapai tujuan masyarakat internasional bebas narkoba.
  8. Anak Jackie Chan dijatuhi hukuman penjara enam bulan di Cina dalam kasus narkoba. Duta besar antinarkoba Singapura yang baru, aktor kung fu kenamaan Jackie Chan, mengatakan dirinya mendukung hukuman mati bagi para penyelundup dan pedagang narkoba. "Untuk beberapa kasus, saya jelas mendukung hukuman mati," kata Jackie Chan. "(Anak-anak muda mengatakan) tak masalah dengan narkoba, ini seperti rokok. Saya tak sependapat dengan pandangan tersebut ... (narkoba) tak boleh masuk ke keluarga saya," katanya. Anak Jackie Chan, Jaycee (32 tahun), dijatuhi hukuman penjara enam bulan di Cina karena memiliki obat-obatan terlarang dan menampung beberapa pengguna narkoba yang lain. Jackie Chan mengatakan sangat marah dan malu begitu mengetahui anaknya sendiri terlibat narkoba. Ia mengatakan dirinya tak pernah membayangkan anggota keluarganya akan terlibat kasus narkoba. Jackie Chan adalah selebriti pertama yang diangkat menjadi duta antinarkoba pemerintah Singapura, setelah kepolisian Cina mengangkatnya untuk jabatan yang sama pada 2009. Baik Singapura maupun Cina menerapkan hukuman mati untuk penyelundup dan pengedar obat-obatan terlarang. Negara Asia Tenggara lain yang menerapkan hukuman mati termasuk Indonesia dan Malaysia. Eksekusi delapan orang yang dilakukan akhir April lalu di Nusakambangan menuai kritikan internasional.
  9. Temuan 2.000 kasus narkotika dan obat terlarang sepanjang tahun 2011-2014. Sekitar 2.000 murid sekolah -di antaranya yang baru berusia delapan tahun- tertangkap memiliki obat terlarang di dalam sekolah. Narkotika Kelas A, seperti heroin dan kokain, termasuk dalam obat terlarang yang disita di sekolah, seperti terungkap dari angka yang diajukan Kepolisian Inggris dan Wales. Data dari 34 kantor polisi memperlihatkan lebih dari 2.000 insiden mulai dari tahun 2011 hingga akhir 2014. Statistik tersebut diperoleh oleh kantor berita Press Association, PA, berdasarkan Undang-undang Kebebasan Informasi. Obat yang ditemukan di dalam sekolah antara lain Ecstasy. PA mengajukan pertanyaan ke semua kantor polisi di Inggris dan Wales menanyakan berapa banyak narkotika dan obat terlarang disita di lokasi sekolah dalam periode tiga tahun. Namun hanya sepertiga kantor polisi yang menjawab. Rangkuman data antara lain memperlihatkan ditemukan 625 kasus ganja dan 27 kasus kokain. Obat terlarang lainnya termasuk LSD, ampitamin, dan ekstasi. Ada empat insiden yang melibatkan murid di bawah umur 11 tahun. Keempatnya adalah anak berusia delapan dan sembilan tahun di Staffordshire yang tertangkap memiliki ganja, sementara dua lagi melibatkan anak 10 tahun di Leicester dan murid 10 tahun lain di Greater Manchester yang ditemukan dengan obat terlarang senilai £5. Persatuan guru, NASUWT, mengatakan insiden narkotika di dalam sekolah mengkhawatirkan dan sering sekali yang terungkap hanya permukaan dari gunung es. "Guru dan para pemimpin sekolah selalu siaga dengan kemungkinan kaum muda terlibat dengan narkotika dan kecanduan alkohol," jelas Sekjen NASUWT, Chris Keates.
  10. Suku-suku Indian kuno di Amerika Selatan mengonsumsi yaje sebagai media mencapai halusinasi, dunia supranatural yang tak terjangkau secara kasat mata. Pada perkembangannya, candu serta variannya merebak pemakaiannya di masyarakat. Bagi awam, ini sebagai 'pelarian' dari pahitnya hidup. Bagi politisi kolonial, candu dipakai jadi alat pembodohan masyarakat sehingga tak sadar mereka dijajah. Bagi seniman, justru fungsinya berbanding lurus dengan dukun indian kuno, yakni menjelajah alam maya untuk menggali inspirasi. Kalian mungkin bisa menemukan lagu-lagu yang enak didengar, walau sebenarnya mengarah pada gambaran dunia narkoba. Contohnya "Brown Sugar" milik Rolling Stones, "Marry Jane" milik Spin Doctors dan banyak lagi. Atau di ranah lokal lagunya Slank "Popies Lane Memory" bisa mewakili. Keterlibatan seniman dengan narkoba sudah menarik perhatian ilmuwan sejak lama. Dan saya, tak akan bicara soal selebritas yang makin gencar diberitakan terlibat dengan narkoba. Mereka mungkin pekerja di bidang seni...hiburan, walau tak otomatis jadi seniman. Saya hanya ingin mengungkap hasil penelitian sebuah departemen di Amerika tentang bagaimana media halusinasi ini berpengaruh dalam tubuh seniman. Pada studi kasus, seorang seniman perupa diberikan LSD 25 pada dosis tertentu (50 auq) lalu dibiarkan menggambar sesuai khayalannya. Kita akan melihat bagaimana LSD memberi efek dari waktu ke waktu.. 20 menit Sang seniman menggambar menggunakan charcoal. Hasil laporan: masih normal, belum ada efek berarti. Maka ia diberi dosis ke-2 : 50 auq. 85 menit Efek euphoria mulai terasa. Dilaporkan, sang seniman bisa melihat lebih jelas, namun susah mengontrol pergerakan pensil. "Sepertinya pensil ini ingin bergerak terus," ucap sang seniman. 2 jam 32 menit "Saya minta kertas lagi. Goresan pada gambar ini baik-baik saja, tapi kok hasilnya jelek. Coretan pensil saya jadi aneh, ini bukan gambar yang bagus, ya?" keluh sang seniman. 2 jam 35 menit Efek samping LSD semakin bereaksi. Kali ini seniman tersebut malah menggambar dengan aneh. "Saya akan menggambar dengan satu gaya... menggores tanpa garis terputus." 2 jam 45 menit Sang seniman terlihat gelisah, reaksinya lamban. Kemampuan komunikasi verbalnya menurun, sering bergumam sendiri dan tak jelas bersenandung sebuah lagu atau tidak. Anehnya, karya yang diciptakan seperti terlihat di atas ini, psikedelik... tapi patut diakui, menakjubkan...setidaknya kalau kamu penggemar abstrak dan surealis. 8 jam Efek LSD mulai hilang, seniman tersebut kembali normal. Goresan lebih realis, meskipun masih ada distorsi pada figur yang digambarnya. Ia menggambar dengan antusias yang berkurang. "Saya nggak ada komentar dengan gambar ini, sepertinya kurang menarik. Saya hanya ingin pulang."
  11. Sebuah lembaga asal Inggris melakukan studi pertaa efek narkoba jenis Lysergic Acid Diethylamide (LSD) pada otak Seperti apa? Multidisciplinary Association for Psychedelic Studies (MAPS) melaporkan, The Beckly Foundation, sebuah lembaga non-profit asal Inggris yang mendukung penelitian dan kebijakan terhadap obat-obatan, telah sukses mendapat suntikan dana untuk penelitian otak terhadap efek obat LSD. Hasil dari penelitian oleh lembaga yang didirikan oleh Amanda Filding ini rencananya akan dipublikasikan pda akhir tahun ini. Simak videonya yang diproduksi oleh David Nutt, Profesor Neuropsychopharmacology di Imperial College London, yang juga peneliti di proyek tersebut:
  12. Detik-detik penyanderaan di Pamekasan, Jumat 13 Februari 2015. Seorang pria di Desa Jambringin Kabupaten Pamekasan, Madura beberapa hari lalu nekat menyandera ayah kandungnya di dalam sebuah surau dengan sebilah pisau. Aksi penyanderaan itu berlangsung cukup lama dan dramatis. Lebih dari 10 jam sang anak yang diketahui bernama Misnawi (38 tahun) menyandera ayahnya, Sinaton (83 tahun). Upaya negosiasi yang dilakukan polisi pun sia-sia, hingga akhirnya polisi mengerahkan penembak jitu untuk melumpuhkan Misnawi. Misnawi pun terjungkal setelah lengan kanannya ditembak polisi. Menurut Kapolres Pamekasan, AKBP Sugeng Muntaha, penembakan dilakukan lantaran pelaku telah mengancam keselamatan korban yang tak lain adalah ayahnya sendiri. "Penembakan dan pelumpuhan adalah salah satu langkah yang wajib ditempuh jika pelaku sudah mengancam jiwa orang lain. Namun, tentunya kita juga harus pakai perhitungan, agar sandera tak jadi korban tembak," ujar Kapolres Pamekasan saat berbincang dengan tvOne, Minggu 15 Februari 2015 pagi. "Yang unik, pelaku muter-muter karena dia tahu akan dibidik. Alhasil, kami menjadi kesulitan untuk membidiknya." Sementara itu, terkait hasil pemeriksaan urine yang dilakukan kepolisian, pelaku ternyata positif narkoba. "Artinya dia tuh paranoid karena pengaruh dari narkoba. Dari hasil penyelidikan yang kami lakukan, pelaku juga baru kembali dari Kalimantan dan beberapa hari sebelumnya juga melakukan pesta sabu." Sementara itu, Psikolog Reza Indragiri Amriel mengatakan, jika pelaku dikatakan waras, artinya ada kemungkinan terkait mengapa aksi itu dilakukan. "Bisa jadi ini bagian aksi motif instrumental. Yakni, mencari untung atau manfaat sesuatu seperti jatah warisan. Bisa saja, dengan motif tersebut orang jadi nekat melakukan amarah seperti yang dilakukan Misnawi," ujar Reza. Kata Reza, faktor penguat dari kasus ini adalah penggunaan narkoba yang dilakukan pelaku sebelum melakukan aksinya. "Artinya, sebuah teori klasik tentang narkoba benar, yakni satu dari tiga biang kerok dalam sebuah kejahatan adalah narkoba," ujar dia.
  13. Cara menyelundupkan narkoba ke dalam lapas: Melubangi buku. Menyelipkan di dalam rokok yang masih tersegel. Memasukkan ke pakaian dalam karena berharap petugas tak akan memeriksa hingga rinci. Bungkus makanan. Pembalut wanita. Popok bayi. Layangan. Burung merpati. Dilempar ke dalam lapas menggunakan pemberat seperti batu. Bola tenis yang dipotong lalu dijahit kembali.
  14. Dengan semakin merajalelanya kasus penyalahgunaan narkoba yang semakin menghawatirkan, maka sudah sepantasnyalah kita sebagai orang tua menjaga dan melindungi anak kita dari peredaran penyalahgunaan narkoba. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pengetahuan tentang narkoba kepada anak yang disesuaikan dengan usianya : 1. Untuk Play Group : Ajari anak untuk menghargai tubuh sendiri dengan memberi tahu tentang bahan-bahan racun/kimia yang ada di rumah dan ajari tentang obat-obat yang aman bagi anak, komunikasi pengambilan keputusan dan percaya diri akan membantu mencegah penyalahgunaan narkoba setelah ia dewasa. 2. Untuk usia 4-6 tahun Usia ini adalah sangat penting bagi orang tua dimana orang tua harus bersatu dan mengetahui siapa kawan-kawannya. Perbanyak kegiatannya, komunikasi dan cinta kasih sayang yang tulus. Buat skenario tentang masalah-masalah narkoba yang dapat membantu anak untuk mengatasi masalah tersebut. 3. Untuk usia 7-9 tahun Anak-anak tersebut sudah dapat menggabungkan antara fantasy dan kenyataan. Terangkan perbedaan antara obat-obatan yang baik dan yang buruk untuk tubuhnya, karena anak usia ini sangat percaya terhadap orang yang lebih tua dan tetap harus diingatkan bahwa hal yang diberitahu oleh seseorang tidak selalu baik. 4. Untuk usia 10-13 tahun Pada usia 10-13 tahun adalah usia yang paling riskan terkena bahaya narkoba, sejalan dengan sikap kemandiriannya. Orang tua harus lebih banyak mengetahui dan memahami masalah narkoba dibanding dengan anak-anak. Kerjasama dengan lembaga-lembaga hukum dan pelatihan-pelatihan agar orang tua mengetahui tentang jenis-jenis narkoba, siapa saja yang terlibat dan dimana tempat-tempatnya. Orang tua harus mengetahui jenis-jenis narkoba yang baru beredar di pasaran terus dimodifikasi oleh para pengedar untuk mendapatkan efek yang lebih dahsyat bagi pengguna.
  15. 1. LSD: Mengobati Ketergantungan, Perawatan untuk Depresi dan Menghentikan Sakit Kepala Banyak orang tahu pada tahun 50 dan60-an, pemerintah bereksperimen dengan LSD untuk menguji agen perang, tapi hanya sedikit orang tahu bahwa ahli kejiwaan juga tertarik dengan eksperimen itu. Studi pada tahun lima puluhan menunjukkan bahwa penggunaan LSD untuk mengobati kecanduan alkohol menghasilkan 50% tingkat keberhasilan-mengejutkan dibandingkan dengan tingkat keberhasilan 10% dari Metode Pengobatan untuk pecandu alkohol lainnya. Para ilmuwan di Baltimore baru-baru ini melakukan penelitian ini lagi untuk melihat seberapa efektif LSD untuk digunakan dalam merawat pecandu alkohol, sedatif, opium dan heroin. Dalam Spring Grove State Hospital di Maryland, para peneliti memberikan pasien kanker akut LSD untuk melihat apakah ia dapat membantu mengurangi kecemasan mereka tentang kematian.Sepertiga dari pasien mengatakan mereka merasa dramatis berkurang rasa tegang, depresi, takut kematian dan kesakitan.Sepertiga lainnya melaporkan kondisi ini cukup berkurang dan kelompok terakhir mengatakan, kondisi mereka tidak membaik sama sekali, tapi juga tidak memburuk. LSD juga digunakan untuk psikoterapi selama tahun enam puluhan. Sebuah studi dokter di Inggris yang merawat pasien mereka dengan obat menunjukkan mayoritas dari mereka percaya substansi efektif dan aman dalam mengobati pasien. Obat ini juga terbukti menjadi pereda nyeri yang efektif untuk sakit kronis. Bahkan pada tingkat bawah dosis psikedelik, LSD ditemukan setidaknya sama efektif dengan opiat dan jauh lebih tahan lama. Baru-baru ini, Harvard Medical School mewawancarai pasien sakit kepala cluster yang menggunakan LSD untuk mengobati kondisi mereka dan tujuh dari delapan mengatakan sakit kepala mereka reda dan membantu menempatkan mereka dalam kelegaan. Melanjutkan penelitian ini, sebuah studi di McLean Hospital menemukan bahwa 53 penderita sakit kepala klaster yang mengambil LSD salah satu atau jamur ajaib dilaporkan efek yang menguntungkan dan bahwa kuantitas obat bisa jauh di bawah dosis psychedelic agar menjadi efektif 2. Jamur Psychedelic: Mengobati Sakit Kepala Cluster dan OCD Para psyclobin ditemukan menemukan jamur ajaib yang memiliki efek yang serupa dengan LSD, terutama ketika untuk pengobatan sakit kepala menahun. Sama seperti asam, jumlah yang terlalu kecil untuk memberikan efek psikedelik masih bisa menghilangkan rasa sakit dan mengurangi frekuensi sakit kepala. Obat ini juga menjanjikan untuk mengobati OCD. Sebuah studi University of Arizona menunjukkan bahwa mereka dengan kondisi itu sakit kepala mereka bisa reda sementara dan pada satu pasien, sakit kepalanya sembuh berlangsung selama enam bulan penuh. Sementara para peneliti mengakui studi ini tidak serta merta membuktikan bahwa obat itu dapat berfungsi sebagai pengobatan, mereka hanya mengatakan ini adalah cukup menjanjikan untuk dilakukan studi lebih lanjut. 3. Ekstasi: Mengurangi Kecemasan, Meringankan Gejala Parkinson's dan Perawatan untuk PTSD Bahan kimia senyawa MDMA yang membuat ekstasi begitu indah untuk pemuja pesta mungkin juga berguna dalam mengobati gangguan kecemasan. Sementara studi formal belum dilakukan, psikolog dari Universitas Norwegia Sains dan Teknologi berpendapat bahwa bila dikombinasikan dengan terapi perendaman, kemampuan obat untuk melepaskan tingkat oxytocin bisa membuat MDMA obat yang ideal untuk digunakan sebagai program perawatan lengkap. Mereka mengatakan, "MDMA memiliki kombinasi efek farmakologis itu, dalam pengaturan terapeutik, bisa memberikan keseimbangan mengaktifkan emosi sementara, rasa aman dan terkendali." Obat ini mungkin juga dapat untuk mengobati penyakit Parkinson melalui pelepasan kadar serotonin di otak. Sementara para peneliti masih tidak mengerti bagaimana perawatan bekerja, telah terbukti efektif dalam studi menggunakan tikus dan satu penderita Parkinson, mantan stuntman Tim Lawrence, yang telah menunjukkan peningkatan signifikan pada kondisinya. Dia mampu melakukan jungkir balik dan berguling tak lama setelah mengambil satu dosis obat. Sebelumnya dia tak dapat bergerak sama sekali Korban Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) juga menunjukkan respons positif terhadap perawatan yang melibatkan ekstasi. Psikolog yang melakukan terapi menggunakan studi dan MDMA menemukan obat tersebut memberi mereka jendela waktu di mana pasien mengalami rasa takut sedikit tanggapan dan memadai bisa menangani terapi yang sangat penting untuk bekerja melalui kondisi mereka 4. Kokain dan Tanaman Coca, Sebuah Obat bius baru, obat pencahar,dan sebagai Obat Motion Sickness Jauh sebelum bintang rock mulai melakukan mencandu kokain', kokain pernah secara luas dipuji sebagai obat ajaib yang dapat digunakan untuk menyembuhkan segala sesuatu mulai dari sakit kepala untuk alkoholisme untuk demam akut . Sementara obat modern telah menemukan perawatan jauh lebih aman untuk sebagian besar kondisi ini, obat ini masih kadang-kadang digunakan sebagai anestesi topikal untuk mata, hidung dan operasi tenggorokan. Baru-baru ini juga telah digunakan sebagai pengobatan topikal diterapkan pada mereka yang menderita sakit kepala menahun yang parah. Meskipun para ilmuwan telah banyak menerima bahwa penggunaan kokain dalam bidang medis adalah sebanding dengan risiko, hal yang sama tidak berlaku untuk tanaman koka, di mana kokain berasal . Tidak seperti kokain, tanaman mengandung beberapa alkaloid (kokain dibuat dari hanya satu) dan rentan terhadap penyalahgunaan ,karena itu harus dikonsumsi sesuai aturan. Penelitian tentang keperluan medis daun koka agak terbatas, namun pada kebudayaan Andean telah menggunakan daun koka untuk tujuan pengobatan selama berabad-abad. Seorang dokter Amerika, Andrew Weil, percaya budaya ini mungkin ke sesuatu dan menunjukkan bahwa daun koka mungkin dapat mengobati mabuk perjalanan, radang tenggorokan, sembelit dan obesitas. 5. Heroin: Satu Dari Penghilang Rasa sakit Terhebat di Dunia Seperti kokain, efek heroin's sekali disebut-sebut untuk menjadi sebuah keajaiban untuk menyembuhkan. Meskipun bahaya obat terkenal, terutama kecenderungan untuk penyalahgunaan, obat ini masih menjadi salah satu perawatan paling efektif dan paling aman untuk sakit kronis yang ekstrim, seperti penderitaan yang dialami oleh pasien kanker. literatur medis telah menunjukkan bahwa hal itu jauh lebih aman daripada obat lain yang diberikan di tempatnya, termasuk oksikodon candu sintetis. Sayangnya, pemerintah federal melakukan larangan pada obat untuk rumah sakit dan fasilitas medis lainnya untuk menggunakannya secara subtantifi, meski obat itu aman sebagai penangangan untuk rasa sakit yang efektif dan hanya satu satunya pilihan 6. Ketamin: Perawatan Ajaib Untuk Depresi Kebanyakan obat ini digunakan sebagai penenang hewan, yang biasa disebut dengan nama “special K, telah terbukti cukup ampuh mengobati depresi klinis, bahkan pada orang yang tidak merespon pengobatan lain. Sebuah studi oleh Connecticut Kesehatan Mental Center menemukan bahwa 70% dari kelompok uji mereka, tidak ada satupun yang pernah memperoleh hasil dengan perawatan depresi tradisional, dan mereka menanggapi positif pengobatan dengan Ketamin. Yang lebih menarik adalah kenyataan bahwa obat tersebut mampu memperbaiki sambungan neuron di otak yang sebelumnya telah rusak oleh stres kronis. Ronald Duman, penulis senior studi ini, mencatat Ketamine " seperti obat ajaib - satu dosis dapat bekerja dengan cepat dan berlangsung selama tujuh sampai 10 hari." 7. Amfetamin: Perawatan Untuk narkopelasi, ADHD dan Bantuan Dalam Pemulihan Stroke Amfetamin saat ini digunakan oleh komunitas medis untuk mengobati beberapa kondisi, termasuk narcolepsy dan ADHD. State University of New York melaporkan bahwa dalam beberapa kasus, mereka juga terbukti efektif dalam mengobati depresi dan obesitas. Salah satu penggunaan yang paling mengejutkan bagi amfetamin adalah penggunaan obat membantu korban stroke untuk pulih lebih cepat. baru - baru ini Sebuah studi oleh Institut Karolinska Swedia menunjukkan bahwa perawatan dapat sangat membantu bagi mereka yang telah lemah stroke . 8. Ganja : Obat Untuk kanker, AIDS, Sklerosis, Galukoma dan Epilepsi "Pendukung mariyuana medis berpendapat bahwa hal itu dapat menjadi pengobatan yang aman dan efektif untuk gejala kanker, AIDS, multiple sclerosis, sakit, glaukoma, epilepsi, dan kondisi lain. Sementara negara mungkin melegalisasi penggunaan untuk keperluan medis, tapi ganja masih ilegal menurut undang-undang federal.
  16. Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar) adalah: Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian, Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran, Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah, Sering menguap, mengantuk, dan malas, Nggak memedulikan kesehatan diri, Suka mencuri untuk membeli narkoba. Menyebabkan Kegilaan, Pranoid bahkan Kematian !
  17. Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, udah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita. Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah. Yang pertama adalah dengan mengikutsertakan keluarga. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan. Kedua, dengan menekankan secara jelas kebijakan nggak pada narkoba. Mengirimkan pesan yang jelas nggak menggunakan membutuhkan konsistensi sekolah-sekolah untuk menjelaskan bahwa narkoba itu salah dan mendorong kegiatan-kegiatan anti narkoba di sekolah. Untuk anak sekolah harus diberikan penjelasan yang terus-menerus diulang bahwa narkoba nggak hanya membahayakan kesehatan fisik dan emosi namun juga kesempatan mereka untuk bisa terus belajar, mengoptimalkan potensi akademik dan kehidupan yang layak. Terakhir, meningkatkan kepercayaan antara orang dewasa dan anak-anak. Pendekatan ini mempromosikan kesempatan yang lebih besar bagi interaksi personal antara orang dewasa dan remaja, dengan demikian mendorong orang dewasa menjadi model yang lebih berpengaruh. Karena itu, mulai saat ini pendidik, pengajar, dan orang tua, harus sigap serta waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.
  18. Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba. Menurut kesepakatan Convention on the Rights of the Child (CRC) yang juga disepakati Indonesia pada tahun 1989, setiap anak berhak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi (termasuk HIV/AIDS dan narkoba) dan dilindungi secara fisik maupun mental. Namun realita yang terjadi saat ini bertentangan dengan kesepakatan tersebut, sudah ditemukan anak usia 7 tahun sudah ada yang mengkonsumsi narkoba jenis inhalan (uap yang dihirup). Anak usia 8 tahun sudah memakai ganja, lalu di usia 10 tahun, anak-anak menggunakan narkoba dari beragam jenis, seperti inhalan, ganja, heroin, morfin, ekstasi, dan sebagainya (riset BNN bekerja sama dengan Universitas Indonesia). Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba (khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam. Penyebaran narkoba menjadi makin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap rokok. Tidak jarang para pengedar narkoba menyusup zat-zat adiktif (zat yang menimbulkan efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya. Hal ini menegaskan bahwa saat ini perlindungan anak dari bahaya narkoba masih belum cukup efektif. Walaupun pemerintah dalam UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002 dalam pasal 20 sudah menyatakan bahwa Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak (lihat lebih lengkap di UU Perlindungan Anak). Namun perlindungan anak dari narkoba masih jauh dari harapan. Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja. Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Adalah sangat penting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima. Anak-anak membutuhkan informasi, strategi, dan kemampuan untuk mencegah mereka dari bahaya narkoba atau juga mengurangi dampak dari bahaya narkoba dari pemakaian narkoba dari orang lain. Salah satu upaya dalam penanggulangan bahaya narkoba adalah dengan melakukan program yang menitikberatkan pada anak usia sekolah (school-going age oriented). Di Indonesia, perkembangan pencandu narkoba semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.
  19. Apa itu Narkoba? Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah ini, baik “narkoba” atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini pemanfaatannya disalah gunakan diantaranya dengan pemakaian yang telah diluar batas dosis / over dossis. Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy