Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'napi'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Empat dekade silam, sewaktu teknologi belum masuk ke kehidupan manusia semasif hari ini, pria bernama Otis Johnson dipenjara. Ia didakwa atas percobaan pembunuhan. Kala itu Johnson berusia 25 tahun. Ia harus membayar 44 tahun hidupnya di balik jeruji. Kini, di usia 69 tahun, pria itu kembali menghirup udara bebas. "Banyak hal berubah," ujarnya dalam wawancara bersama Al Jazeera. Johnson terkesiap melihat perilaku orang-orang yang lalu-lalang di kawasan Times Square, New York, AS. Mereka yang berjalan sungguh cepat, mengetik di layar smartphone tanpa melihat sekeliling, serta memasang headset di telinga. Johnson takjub karena orang-orang itu (dan barangkali kita) tampak berbicara sendiri sembari terus berjalan. "Ada sesuatu terpasang di telinga mereka," ia heran. Johnson sempat menganggap semua orang kini berprofesi sebagai CIA. Bagaimana tidak, pada tahun 60-an hingga 70-an, hanya agen intelijen yang terlihat sudah mengoperasikan headset. Tak berhenti sampai di situ, Johnson juga menganggap iklan TV pada layar billboard adalah sesuatu yang menakjubkan. Ia benar-benar merasa teralienasi dan tak kenal dunia luar. Awalnya, kata dia, berat untuk menerima semua perubahan yang begitu signifikan. Namun, lambat laun ia harus beradaptasi dengan dunia yang telah lama ia tinggalkan. Lebih lengkapnya, lihat video wawancara Johnson dengan Al Jazeeraberikut ini.
  2. Agus Tae Hamda May tersangka kasus pembunuhan Angeline Margriet Megawe (Angeline), dihajar tiga penghuni Lembaga Pemasyrakatan Kelas II A Kota Denpasar (LP Kerobokan). Agus dikeroyok karena tiga pelaku kesal dengan laki-laki asal Sumba yang tega membunuh anak kelas II SD itu. Haposan Sihombing salah satu kuasa hukum Agus mengatakan, pengeroyokan terjadi saat Agus pertama kali masuk LP Kerobokan pada 7 September 2015. "Persis kejadianya setelah kasunya masuk tahap dua di Kejari. Dia masuk ke LP Kerobokan katanya langsung dihajar di sana," ujarnya di Denpasar, Rabu (16/9/2015). Dia menjelaskan, saat itu sekitar 12.30 Wita Agus meninggalkan Kejari menuju lapas. Sampai di lapas, dilakukan proses administrasi dan ia masuk masa pengenalan lingkungan lapas. Ketika masa pengenalan itu, Agus langsung dikeroyok tiga orang napi. "Agus saat itu langsung dikeroyok tiga orang, dan mengatakan 'kamu yang membunuh Angeline' setelah itu dia langsung dihajar," terangnya menurut cerita Agus. Haposan menemui Agus di LP Kerobokan pada Selasa 15 September 2015. Dia menjelaskan, anggota badan Agus yang kena pukul di antaranya mata dan dada. Para napi itu menjotos dan menendang Agus. "Perkelahian mereka itu selesai karena dilerai oleh teman-temanya, dan dilaporkan kepada petugas," ujarnya. Menurutnya, saat ini kondisi Agus masih sakit, karena masih ada bekas-bekas tonjokan, bahkan matanya masih bengkak. Atas kejadian tersebut Agus sudah dipindahkan ke sel yang lain. "Kami sudah bicara kepada orang lapas untuk menjaga Agus supaya tidak ada perkelahian lagi. Kalau klien kami merasa tidak aman mungkin kita akan meminta perlindungan," tutupnya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy