Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'munir'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Tragedi Trisakti Pada 12 Mei 1998 demonstrasi mahasiswa menuntut pengunduran diri Suharto memuncak di kampus Universitas Trisakti, Jakarta. Komnas HAM mencatat jumlah korban kekerasan oleh aparat keamanan mencapai 685 orang, sementara tiga meninggal dunia akibat tembakan. Ironisnya berkas penyelidikan yang dikirimkan ke Kejaksaan Agung dinyatakan hilang pada Maret 2008 oleh Jampidsus Kemas Yahya Rahman. Semanggi Berdarah Kejaksaan Agung di bawah kendali Hendarman Supandji menjadi jalan buntu pengungkapan kasus pelanggaran HAM 1998. Berkas laporan Komnas HAM terhadap
  2. Terpidana kasus pembunuhan Munir Thalib, Polycarpus, dan bekas petinggi BIN yang dikaitkan dengan kasus yang sama, Muchdi PR, bergabung bersama Tommy Suharto di partai berlambang beringin adalah sebuah kejutan jika sosok yang paling mencolok pada jajaran nama pembesar di Partai Berkarya bukan pendirinya, Tommy Suharto, melainkan terpidana kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Thalib, Polycarpus Budihari Priyanto, dan bekas agen Badan Intelijen Negara, Muchdi PR, yang juga dikaitkan pada kasus yang sama. Muchdi yang sempat didakwa turut merencanakan pembunuhan Munir menjabat wakil ketua dewan
  3. Motif pembunuhan aktivis hak asasi manusia, Munir Said Thalid, pada 7 September 2004 masih misterius hingga kini. Ada dugaan Munir dibunuh karena memegang data penting seputar pelanggaran hak asasi manusia seperti pembantaian di Talang Sari, Lampung, pada 1989, penculikan aktivis 1998, referendum Timor Timur, hingga kampanye hitam pemilihan presiden 2004. Menurut mantan Deputi Bidang Perencanaan dan Pengendalian Operasi Badan Intelijen Negara Budi Santoso, pernah ada rapat internal lembaganya membahas Munir. Direktur Imparsial itu disebut akan menjual negara dengan data-datanya, yang ia b
  4. Dengan nama lengkap Munir Said Thalib, (alm) Munir lahir di Malang, Jawa Timur pada 8 Desember 1965 dan meninggal pada 7 September 2004 di pesawat Garuda Jakarta-Amsterdam yang transit di Singapura. Ia meninggal karena terkonsumsi racun arsenik dalam penerbangan menuju Belanda untuk melanjutkan studi masternya di bidang hukum. Pria keturunan Arab lulusan Fakultas HukumUniversitas Brawijaya ini merupakan seorang aktivis dan pejuang HAM Indonesia. Ia dihormati oleh para aktivitis, LSM, hingga dunia internasional. Tanggal 16 April 1996, Munir mendiriikan Komosi untuk Orang Hilang dan Korban
  5. Pengamat hukum pidana Universitas Islam Indonesia, Muzakir mengatakan, perbedaan kasus pembunuhan Munir Said Thalib dan Wayan Mirna Salihin terletak pada proses autopsi jenazahnya. Dimana, dalam kasus kematian Munir terjadi proses autopsi jenazah yang lengkap sehingga dapat dipastikan penyebab kematian lantaran diracun arsenik. Sementara, dalam kasus kematian Mirna yang diduga diracun sianida tidak dilakukan proses autopsi yang komplit atau sempurna. "Ini masalah kausalitas. Dan itu menjadi kata kunci karena kasus munir itu proses autosinya jelas sehingga memberi keterangannya juga j
  6. Tertulis di nama jalan itu, "Munir Said Thalib 1965-2004, Pejuang Hak Asasi Manusia Indonesia". Walikota Den Haag, Joziaas van Aartsen meresmikan jalan Munir, yang diambil dari nama tokoh hak asasi manusia asal Indonesia, di Den Haag kemarin (14/04). Sekitar 80 orang hadir dalam peresmian itu, termasuk istri Munir, Suciwati, beberapa pegiat hak asasi manusia asal Indonesia, serta mahasiswa Indonesia di Belanda. Dalam sambutannya, Wali Kota Den Haag menyatakan apresiasinya atas perjuangan Munir. Ia menegaskan bahwa Kota Den Haag mendukung upaya pemajuan HAM yang diperjuangkan ol
×
×
  • Create New...