Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'muda'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. ingin menjadi seorang miliarder? Semua orang pasti menginginkannya, apalagi jika dapat menjadi seorang miliarder di usia muda. Berikut adalah daftar 11 miliarder muda di dunia dan ringkasan singkat bagaimana mereka meraihnya. 11. Sean Parker (Napster) Usia: 35 tahun Kekayaan Bersih: USD 2,8 Miliar Bagaimana dia memperolehnya: Pada tahun 1999, bersama rekannya Shawn Fanning, Parker membuat layanan berbagi data bernama Napster. Beberapa tahun kemudian, setelah melihat potensi besar yang dimiliki perusahaannya, Parker bertemu dengan pendiri Facebook yang saat itu masih sangat baru. Saat Parker berusia 24 tahun, Mark Zuckerberg mencatatkan nama Parker sebagai salah satu pendiri Facebook. 10. Scott Farquhar (Atlassian) Usia: 35 tahun Kekayaan Bersih: USD 1,1 Miliar Bagaimana dia memperolehnya: Bersama rekannya Mike Cannon-Brookes, Scott mendirikan perusahaan perangkat lunak untuk bisnis di Australia bernama Atlassian. Layanan perusahaan ini telah digunakan oleh lebih dari 35.000 perusahaan dari seluruh dunia, dan diestimasikan harga perusahaan ini sekitar USD 3,3 Miliar. 9. Brian Chesky (Airbnb) Usia: 34 tahun Kekayaan Bersih: USD 3,3 Miliar Bagaimana dia memperolehnya: Brian Chesky, Nathan Blecharczyk, dan Joe Gebbia menemukan nasib baik mereka setelah bersama-sama mendirikan layanan sewa kamar, Airbnb. Situs ini memungkinkan orang-orang untuk menyewakan kamar di rumahnya dan memungkinkan orang lain untuk menyewa kamar-kamar tersebut. Saat ini sudah tercatat lebih dari 800.000 daftar kamar dari seluruh dunia. 8. Nathan Blecharczyk (Airbnb) Usia: 33 tahun Kekayaan Bersih: USD 3.3 Miliar Bagaimana dia memperolehnya: Nathan adalah salah satu pendiri Airbnb. Trio ini mengembangkan ide dibalik bisnis Airbnb setelah sukses menyewakan kasur matras di apartment mereka pada saat musim liburan dan semua kamar hotel telah penuh. Airbnb kini bernilai lebih dari USD 25 Miliar. 7. Eduardo Saverin (Facebook) Usia: 33 tahun Kekayaan Bersih: USD 5,4 Miliar Bagaimana dia memperolehnya: Eduardo Saverin sebenarnya adalah salah satu tim pendiri awal Facebook hingga dia dipaksa keluar oleh Mark Zuckerberg. Pada akhirnya, Saverin hanya dapat memperoleh kurang dari 10% saham dari Facebook. Saat ini Saverin menciptakan uang dari investasi di perusahaan startup internasional bidang teknologi. 6. Scott Duncan (Enterprise Products) Usia: 32 tahun Kekayaan Bersih: USD 4,9 Miliar Bagaimana dia memperolehnya: Sebagai pewaris ayahnya (Dan Duncan) kerajaan pipa energi, Enterprise Products, Scott tidak perlu berbuat banyak agar bisa menjadi seorang Milioner. Dia saat ini membantu menjalankan bisnis keluarga dengan dibantu saudara perempuannya, kekayaan bersih mereka pun semakin bertambah dengan seiring berjalannya waktu. 5. Ryan Graves (Uber) Usia:32 tahun Kekayaan Bersih: USD 1,5 Miliar Bagaimana dia memperolehnya: Ryan Graves adalah karyawan yang pertama kali dipekerjakan oleh perusahaan layanan taxi, Uber. Menariknya adalah dia mendapatkan pekerjaan itu melalui respon yang dia berikan di twitter saat Uber menanyakan tips tentang produk terbaru mereka melalui kicauan twitter. Saat ini Ryan menjadi head of global operations untuk Uber yang saat ini bernilai USD 50 Miliar. 4. Elizabeth Holmes (Theranos) Usia: 32 tahun Kekayaan Bersih: USD 4,5 Miliar Bagaimana dia memperolehnya: Elizabeth Holmes keluar dan tidak melanjutkan kuliahnya di Stanford University agar dapat fokus mendirikan perusahaannya, Theranos. Perusahaannya menciptakan alat yang murah dan mudah digunakan untuk pengecekan darah, dan kesuksesannya hingga kini masih berkembang. Kreasi ciptaannya memiliki potensi besar untuk merevolusi cara kita memahami ilmu pengobatan dan membuatnya tercatat sebagai wanita muda terkaya di dunia versi majalah Forbes. 3. Mark Zuckerberg (Facebook) Usia: 31 tahun Kekayaan Bersih: USD 38,7 Miliar Bagaimana dia memperolehnya: Facebook. Siapa yang tidak tau sosial media ini. Berawal dari projek yang dikerjakan di kamar asrama miliknya di Harvard University dan kini situs ini memiliki 1,49 Miliar pengguna aktif setiap bulannya. Mark Zuckerberg menjelma menjadi cerita sukses anak muda yang menjadi seorang Miliarder. Facebook kini bernilai USD 245 Miliar dari pertama kali didirikan tahun 2004. 2. Bobby Murphy (Snapchat) Usia: 27 tahun Kekayaan Bersih: USD 1,8 Miliar Bagaimana dia memperolehnya: Menjadi salah satu pendiri aplikasi mobile Snapchat, yang kini bernilai USD 19 Miliar dan memiliki 100 juta pengguna aktif setiap bulannya. 1. Evan Spiegel (Snapchat) Usia: 25 tahun Kekayaan Bersih: USD 2,1 Miliar Bagaimana dia memperolehnya: Mendirikan Snapchat bersama Bobby Murphy setelah mereka bertemu di Stanford University.
  2. Anda berpikir telah melewati usia emas Anda? Pikirkan lagi. Sebuah konferensi baru mendorong orang yang berusia lebih dari 50 untuk menjadi pengusaha. Silicon Valley memuja anak-anak emasnya. Sangat mudah untuk melihat kesuksesan Mark Zuckerberg dan Jack Dorseys. Dunia menganggap bahwa usia muda merupakan suatu keharusan, atau setidaknya syarat utama ketika memulai bisnis . Namun, menurut indeks tahunan Kauffman Foundation, tingkat bisnis baru yang dimulai oleh pengusaha berusia antara 20 dan 34 sebenarnya telah jatuh dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, jumlah usaha yang dibuat oleh pengusaha tua berusia antara 55 dan 64 meningkat drastis. Pada tahun 1996, hanya 14,3 persen dari pengusaha baru yang lebih tua dari 55. Pada 2012, jumlah itu meningkat menjadi 23,4 persen . Sekarang ada sebuah konferensi khusus menargetkan pengusaha baru berusia tua. Baru-baru ini, lembaga non-profit Center for Productive Longevity meluncurkan konferensi nasional di Washington DC untuk mempromosikan kewirausahaan kepada orang-orang yang berusia 50. Acara ini merupakan gagasan Bill Zinke (86 tahun) yang sebelumnya mendirikan dan mengelola sebuah perusahaan konsultan manajemen yang berfokus pada isu-isu yang timbul dengan pekerja yang lebih tua. Sekitar tahun 2007, ia mulai berpikir tentang cara-cara untuk mendorong pertumbuhan populasi manula untuk tetap tetap produktif. Berdasarkan pada pengalamannya sendiri, ia percaya kewirausahaan adalah cocok sangat baik untuk generasi yang lebih tua. "Orang tua memiliki sesuatu yang orang-orang muda tidak punya: yaitu pengalaman, keahlian, penilaian, dan kinerja," katanya seperti dilansir Inc.com. "Itulah mengapa orang tua yang menciptakan bisnis baru memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi." Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi telah bergeser dari industri untuk berbasis pengetahuan . Orang tua dapat terus bekerja dengan baik di usia 60-an, 70-an, dan 80-an, "Kurasa saya contoh. Dan saya tidak berpikir saya sebuah keajaiban anatomi. Saya hanya mencerminkan realitas perubahan demografis di Amerika."
  3. Saat ini media sangat cepat merespon suatu kondisi atau keadaan tertentu, dan seiring dengan berjalanya waktu, manusia akan semakin instan mengakses apapun yang terjadi di dunia ini, namun kenapa tetap saja ada yang kurang produktif? Ternyata jawabannya tetap sama seperti dulu, yaitu adanya penyakit malas yang berkembang dalam diri kita masing-masing, penyakit ini sangat-sngat mempengaruhi kehidupan kita. Inilah realita yang mungkin telah dan akan terjadi pada anda jika anda membiarkan rasa malas itu nongkrong dan anda tidak mencoba untuk melawan rasa malas tersebut. Pendidikan anda anjlok, karena jiwa anda loyo untuk belajar Bisnis anda hancur berantakan, karena anda tidak bersemangat untuk mengelolanya dengan baik Karir anda berjalan di tempat dan tidak maju-maju, anda malas untuk meningkatkannya. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Alangkah kejamnya makhluk bernama malas itu..!! Yeah, karena itulah, sejak sekarang anda HARUS menghilangkan, membuang, mengatasi dan bahkan menghajar rasa malas itu untuk menjemput masa depan anda yang cerah.. Inilah 3 Cara yang bisa membantu anda menghilangkan rasa malas anda dengan cepat. 1. Selalu berfikir positif dan mengatakan “Alangkah Indahnya Pagi ini..!” Rasa malas itu akan datang pada anda jika anda selalu punya fikiran negative. Mungkin anda bertanya bagaimana untuk menghilangkan fikiran negative dari dalam diri kita?? Tenang aja sobat, salah satu trik yang sangat sederhana adalah setiap pagi ketika anda bangun tidur, ketika mau berangkat kerja, dan atau ketika mau melaksanakan kegiatan lainnya, selalu biasakan mengatakan, “Alangkah Indahnya Pagi ini..!” atau “Alangkah Indahnya Pekerjaan Ini” dan tulis kata-kata tersebut dikamar anda tepat di depan tempat tidur anda, sehingga ketika anda bangun, anda langsung membaca kata-kata tersebut. Praktekkan trik sederhana ini setiap kali anda mau melakukan kegiatan, maka sedikit demi sedikit fikiran negative dalam diri anda akan hilang dan berganti dengan yang positif dan rasa malaspun akan kabur dari anda. 2. Catat Dan Selalu Renungkan Goal/Tujuan Anda, Dan Yakinlah Bahwa Anda Pasti Sukses. Dengan mencatat dan merenungkan apa yang menjadi tujuan anda, maka anda akan selalu merasa tertantang untuk meraih kesuksesan itu, dan juga anda juga harus selalu yakin bahwa anda akan sukses. Karena, Meskipun anda mencatat Goal anda tapi anda tidak yakin bahwa anda akan sukses meraihnya, maka setiap saat anda melakukan kegiatan hanya hampa yang akan anda rasakan, karena tidak yakin kalau anda akan sukses. Jika anda sudah menulis dan selalu merenungkan Goal anda, dan juga anda yakin sekali kalau anda akan sukses, maka tak ada rasa malas sedikitpun dalam diri anda. 3. Selalu Lihatlah Orang-orang Sukses Disekitar Anda Mengapa ini penting..?? karena dengan melihat orang-orang yang sudah sukses, khususnya yang goalnya sama dengan anda, maka anda akan selalu termotivasi untuk bisa sama dengan mereka, Istilahnya dalam hal ini anda punya saingan, sehingga anda selalu bersemangat untuk mencapai goal anda, dan tak akan ada lagi rasa malas dalam diri anda. Ada sebuah kata-kata super dahsyat dalam hal ini yaitu “Kalau Dia Bisa, Kenapa Saya Tidak!! Wong Sama-Sama Manusia” kata-kata juga harus selalu anda renungkan untuk menghilangkan rasa malas dalam diri anda.
  4. Kematian pengusaha kawakan Bob Sadino, atau biasa disapa “Om Bob,” meninggalkan kesan tersendiri di benak masyarakat. Sebagian orang mengenalnya sebagai pengusaha unik dan nyentrik. Sebagian lagi terinspirasi dan termotivasi dari seminar kewirausahaan yang beliau bawakan. Bahkan Menteri Susi Pudjiastuti menyebutnya sebagai tokoh perubahan. Dari beberapa pelatihan dan seminar tentang kewirausahaan yang pernah penulis ikuti, kesan yang hingga kini masih melekat adalah inspirasi dan motivasi yang beliau berikan dalam sebuah seminar kewirausahaan pada 2008. Di seminar itu, pemilik Kemchicks & Kemfoods tersebut memberikan wejangan cara menjalankan bisnis kepada peserta yang mayoritas para pengusaha muda. Om Bob adalah pembicara yang memiliki pola komunikasi khas. Dengan gaya komunikasi provokatif, tak jarang Om Bob “meng-goblok-kan” peserta yang hadir. Uniknya, bukan amarah yang timbul, tapi justru antusiasme dan tepuk tangan riuh gemuruh peserta yang didapat pengusaha yang sukses berjualan sayur itu. Dengan Jurus “Goblok”-nya, pengusaha berambut perak itu berhasil menyulut semangat pengusaha muda harapan bangsa. Di antara sekian banyak nasihat, ada satu nasihat yang hingga kini masih nyantol dan membekas di benak penulis. Om Bob menyuguhkan sebuah diagram yang menggambarkan perputaran kehidupan seseorang yang terdiri dari 4 fase, yakni fase Kampus atau Teori, fase Masyarakat atau Jalanan, fase Jagoan atau Terampil, dan fase Entrepreneur atau Ahli. Di fase Kampus dan Teori, Om Bob menggambarkan kehidupan seseorang yang belajar untuk mengetahui sesuatu. Ia mempelajari teori dengan berbagai analisis, namun minim praktek. Contohnya orang yang ingin bisa berenang. Mereka mempelajari cara berenang serta gaya dan teknik berenang dari buku, namun belum mempraktekkannya langsung. Pada fase Masyarakat atau Jalanan, Om Bob menggambarkan seseorang yang sudah mulai memperaktekkan apa yang telah diketahuinya di masyarakat atau jalanan. Teori-teori tersebut perlu dibuktikan dalam praktek lapangan yang lebih riil. Misalnya, sebut saja Alex ingin dapat berenang. Dengan hanya mengetahui dan menghapal seluruh teknik dan gaya berenang, Alex belum dikatakan bisa berenang. Untuk dapat berenang, Alex harus terjun langsung ke kolam. Pada awalnya, boleh jadi Alex hanya mampu bertahan beberapa detik di air, susah mengatur nafas, bahkan minum air kolam. Namun, setelah beberapa kali mencoba, ia sudah bisa berenang dengan lebih baik. Di fase Jagoan atau Terampil, Om Bob menggambarkan seseorang yang gigih dan ulet untuk terus meningkatkan keterampilannya. Jika sebelumnya Alex hanya menguasai satu gaya berenang, kini berlatih untuk menguasai beberapa gaya. Kalau sebelumnya hanya bisa berenang di nomor 100 meter, kini mencoba nomor 400 meter. Alex mungkin mulai mengikuti kejuaraan renang yang diadakan tingkat provinsi bahkan nasional. Pada fase ini Alex sudah bisa disebut “Jagoan.” Di fase terakhir, Entrepreneur atau Ahli, Om Bob menggambarkan seseorang yang sudah ahli di bidangnya sehingga menjadi rujukan dalam keahlian yang dimiliki. Setiap kejuaraan hampir dapat dimenangkan. Pada titik ini, bisa jadi yang bersangkutan mampu mengajarkan kesuksesannya pada orang lain. Dalam konteks bisnis, entrepreneur sukses menurut Om Bob masuk ke dalam fase ini. Dari diagram pada gambar kita dapat pembelajaran dari Om Bob. Pertama, siapa pun bisa jadi pengusaha sukses jika gigih dan ulet untuk mencapai fase yang ke-4. Bahkan seandainya tidak berpendidikan (baca: formal) pun bisa asal mau jadi pengusaha. Pendidikan formal bagus, tapi itu tidak cukup. Gelar apa pun yang dimiliki oleh seorang berpendidikan formal, dalam diagram Om Bob baru masuk ke dalam fase 1. Itu artinya bahwa masih ada 3 fase lagi yang harus dilalui. Jika tidak mampu melalui 3 fase berikutnya maka bisa dikatakan gagal menjadi pengusaha. Pembelajaran kedua adalah mengenai jam terbang. Perlu waktu untuk mencapai fase 4 atau pengusaha sukses dan jam terbang lah yang dapat mempercepat pencapaian itu. Jam terbang mewakili kegigihan dan keuletan. Malcom Galdwell, penulis buku Outliers, memiliki angka keramat untuk dapat menentukan kesuksesan seseorang dalam kariernya. Angka itu adalah 10.000 jam. Untuk jadi pengusaha sukses, mau tidak mau ia harus bertahan menjalani usahanya setidaknya selama itu. Maka jangan heran, pengusaha yang sukses, semisal Bapak Chairul Tanjung, rela menghabiskan waktunya 18 jam sehari untuk mengurusi bisnisnya. Untuk kesuksesan ada harga yang harus dibayar. Pembelajaran ketiga adalah kemauan belajar. Banyak dari entrepreneur pemula yang mengangkat bendera putih alias gagal sebelum sampai kepada fase 4. Berdasarkan data Bloomberg yang dirilis oleh situs forbes bahwa 8 dari 10 entrepreneur yang memulai usaha ternyata gagal dalam 18 bulan awal. Dengan demikan hanya sebagian kecil yang berhasil. Membangun usaha tidak hanya bermodal semangat dan kerja keras, namun kerja cerdas. Hal tersebut dapat dilakukan jika entrepreneur memiliki kemauan belajar. Oleh karena menjadi entrepreneur berbeda dengan menjadi karyawan, maka ilmunya pun berbeda. Ketika seseorang memutuskan menjadi entrepreneur, banyak ilmu yang perlu dipelajari, seperti bagaimana menghadapi modal yang terbatas, mengatur cashflow, mengelola pelanggan, meningkatkan produktivitas karyawan, membangun komunikasi dengan stakeholder, menghadapi persaingan, mengatur berbagai aktivitas yang harus dilakukan, dan masih banyak lagi. Kemauan belajar akan menuntut entrepreneur mampu menghadapi berbagai tantangan bisnis yang ada. Dengan demikian, 3 prasyarat di atas, yaitu kemauan jadi pengusaha, kesiapan bekerja keras, dan kemauan belajar mampu menuntun para entrepreneur pemula sukses mencapai impiannya. Kini, Om Bob telah tiada, namun semangat kewirausahaanya tetap hidup dan diakui oleh masyarakat. Banyak ide sederhana namun mencerahkan yang berhasil ditularkannya kepada para entrepreneur muda. Sebagaimana impian yang pernah dilontarkannya, “Saya tidak mau pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki, terkubur bersama tubuh saya ketika mati kelak.”
  5. Menurut sumber, umur gadis inia dalah 20 tahun, Bagaimana bisa? Ya, terkadang banyak sesuatu yang gak disangka tenyata memang benar adanya. berikut foto-foto si cantik ini.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy