Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'movie'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Calendars

  • Calendar

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 19 results

  1. Ketika melihat sebuah film Indonesia dilabelkan sebagai biografi, lalu dikaitkan lagi dengan unsur 'kisah sukses' dan 'menginspirasi', mungkin tidak terbayang kemasan seperti yang dilakukan film Sundul Gan: The Story of Kaskus. Digarap oleh Naya Anindita sebagai debut penyutradaraan film panjangnya, Sundul Gan dikemas dengan ringan dan lincah, seakan mematahkan kebiasaan bahwa film yang 'menginspirasi' haruslah melodramatis menggetarkan hati, berisi kata-kata berat makna, atau bahwa film biografi harus menunjukkan hanya sisi-sisi terbaik subjeknya. Sundul Gan memang masih berpegang pada sebuah kisah sukses, dalam hal ini upaya sepasang sahabat dalam membesarkan Kaskus, salah satu situs forum terpopuler di Indonesia. Film ini pun sajikan beberapa highlight bagaimana Kaskus yang tadinya hanya proyek tugas kuliah di tahun 1999, menjadi sebuah perusahaan rintisan (start up) yang menarik minat para pemodal besar di era 2000-an. Namun, jelas kisah tersebut jadi kurang menarik ketika umumnya penonton sudah tahu akhirnya akan seperti apa: Kaskus kini sudah aktif selama 17 tahun dengan jutaan pengguna. Mungkin karena itu pula, Naya bersama penulis skenario Ilya Sigma dan Priesnanda Dwisatria lebih berfokus pada pasang surut persahabatan sekaligus kemitraan bisnis dari dua sosok penting di Kaskus: Andrew "Mimin" Darwis (Albert Halim) dan Ken Dean Lawadinata (Dion Wiyoko). Di film ini, Andrew diperkenalkan sebagai seorang yang passionate terhadap teknologi informasi, dia juga yang turun langsung mengurusi Kaskus dan dikenal para penggunanya dengan sapaan Mimin berasal dari kata administrator. Sementara Ken diperkenalkan sebagai pemuda pemalas maniak video game yang melihat peluang bisnis besar dari Kaskus. Andrew dan Ken ternyata masih punya hubungan keluarga, dan itulah yang membuat mereka cepat akrab saat sama-sama kuliah di Seattle, Amerika Serikat. Tahun 2008, Ken mengajak Andrew untuk kembali ke Jakarta untuk membangun Kaskus jadi lebih besar. Di Jakarta, mereka berbagi tugas. Andrew masih terus mengembangkan Kaskus dari segi teknologi dan kontennya, sementara Ken yang ke sana ke mari mencari investor potensial. Di sinilah persahabatan mereka diuji. Andrew kerap merasa ditinggal sendirian dalam mengurusi Kaskus, dan Ken berusaha seimbangkan cita-citanya untuk Kaskus, serta rencana pernikahannya dengan Tika (Pamela Bowie) yang berjalan bersamaan. Siapa yang paling pantas dalam mewakili Kaskus ke luar pun ikut menambah kompleksitas hubungan Ken dan Andrew. KESAN JUJUR Cerita dan karakterisasi Sundul Gan sepertinya memang dirancang untuk lebih dekat dengan kalangan dewasa muda usia 20-an hingga 30-an, khususnya yang akrab dengan teknologi. Ini terutama timbul dari karakterisasi dan interaksi hubungan antara Ken dan Andrew, serta problem-problem yang diangkat. Film ini juga tak segan memasukkan umpatan dan makian, baik yang diucapkan serius ataupun bercanda, tetapi masih dalam porsi tak berlebihan. Bahkan, ditunjukkan pula sifat dan sikap dari kedua tokoh yang mungkin sulit dikatakan terpuji—sebut saja Andrew yang terkesan tak acuh pada kehidupan sosial dan sempat besar kepala dengan kepopuleran Kaskus, atau Ken yang jago ngeles dan sempat 'memperdaya' Andrew supaya mau kembali ke Jakarta. Terlepas itu benar atau hanya dramatisasi, unsur-unsur tersebut berperan penting dalam membuat film ini terkesan lebih hidup serta nyata. Film ini tak berusaha mengglorifikasi kehebatan dan keberhasilan kedua tokohnya, melainkan menunjukkan mereka memang manusia biasa seperti penontonnya. Ini menarik karena kedua sosok aslinya juga turut terlibat di produksi film ini, namun membiarkan beberapa hal yang berisiko menurunkanimage personal mereka untuk ditampilkan di film. Ini justru berdampak baik dalam mengikis kesan palsu dari cerita yang diangkat, sehingga film ini pun jadi terasa jujur. Believability ini pula yang membuat film ini cukup mudah dinikmati tuturannya, terlepas dari kemasannya yang cukup komikal dan bercorak komedi. Film ini dibuka dengan perkenalan oleh tokoh Ken dan Andrew berbicara langsung kepada penonton, lalu ada pula berbagai animasi grafis khas video game yang seakan menjelaskan adegan-adegan yang sedang ditampilkan. Penggunaan efek digital dan CGI di sini mungkin memang belum sempurna, tetapi karena dibangun sebagai komedi, ditambah penataan gambar yang cerdik, kekurangan ini tak sampai merusak ceritanya. Film ini pun memasukkan berbagai trivia yang mungkin akrab bagi para pengguna Kaskus, termasuk bahwa awalnya banyak pengguna menggunakan Kaskus untuk bertukar materi pornografi, jenis-jenis komunitas di Kaskus yang kadang absurd, hingga titik dramatis ketika situs ini diretas. Inilah cara yang digunakan film ini untuk membuat kisah ini jadi hipdan fun, menarik bagi generasi target penontonnya, khususnya yang kenal Kaskus. Di sisi lain, bahwa film ini berpotensi akan lebih terkoneksi dengan kaum muda pengguna teknologi menjadi salah satu problem utama dari Sundul Gan. Film ini jadi berpotensi asing bagi demografi di luar kelompok tadi. Dengan fokus cerita pada persahabatan Ken dan Andrew, timbul kesan bahwa pembuat film ini mengasumsikan semua penontonnya sudah kenal apa itu Kaskus dan berbagai istilah teknologi informasi lainnya, sehingga hanya dijelaskan sambil lalu. Meski beberapa kali ditunjukkan juga dampak keberadaan Kaskus, film ini tidak terlalu menjelaskan apa maksud dari 'gedein Kaskus' selain kantornya jadi lebih besar, demikian pula apa yang bisa didapat oleh investor sehingga mereka tertarik untuk terlibat. Memang tak harus detail, tapi gambaran besarnya tetap diperlukan, sekaligus untuk memperdalam seberapa pentingnya Kaskus bagi Andrew dan Ken, sehingga keduanya tidak saling meninggalkan sekalipun sering terjadi adu debat. Terlepas dari itu, Sundul Gan tetaplah sebuah film yang mampu tampil fresh untuk jenis biografi. Fokus penceritaan pada persahabatan Ken dan Andrew juga disampaikan dengan cukup utuh dan dituturkan dengan lancar. Performa pemainnya juga mendukung ini, baik dari Dion yang tampil prima seakan tanpa beban, juga Albert—walau kadang masih terlihat seperti impersonating mampu menyampaikan emosinya dengan wajar. Film ini memang belum sempurna, tetapi tidak berarti gagal, terutama dalam menyajikan materi cerita yang terkesan klise menjadi cukup berbeda dan tetap menarik.
  2. Marvel akhirnya mengakhiri rumor kehadiran sosok Spider-Man dalam film terbaru mereka, Captain America: Civil War yang belum lama ini merilis trailer keduanya di halaman youtube mereka, Kamis [10/3]. Spider-Man secara mengejutkan muncul di sceneterakhir dalam trailer tersebut dengan mengambil senjata dari Captain America yang sedang berhadapan dengan Iron-man. Film ini memperlihatkan perseteruan antara Captain America dengan Iron Man yang membuat kelompok Avengers terpecah karena perbedaan prinsip di antara keduanya. Di kubu Captain America sendiri didukung oleh Ant-man, Scarlett Witch, Hawkeye, Winter Soldier, dan Falcon. Sedangkan Black Widow, Vision, Black Panther, War Machine, dan Spider-Man terdapat dalam kubu Iron-Man. Film yang akan dirilis pada 6 Mei mendatang tersebut disutradarai oleh Anthony Russo dan Joe Russo yang sebelumnya juga membuat Captain America: The Winter Soldier. Tonton videonya disini
  3. Anda yang lahir dan besar di era 1990-an mungkin pernah menonton film Back to the Future (BTTF). Ingatkah Anda bahwa hari ini, 21 Oktober 2015, adalah hari di mana Doktor Brown (Christopher Lloyd), Marty McFly (Michael J Fox) dan kekasihnya Jennifer Parker (Elizabeth Shue) tiba dari masa lalu, 26 Oktober 1985. Untuk merayakan momen ini, para penggemarnya mengulas apa saja prediksi filmBTTF tentang kondisi tahun 2015 yang benar-benar menjadi kenyataan. Di bawah ini adalah beberapa di antaranya. Televisi layar besar dan video conference Beberapa adegan film BTTF memperlihatkan orang-orang yang hidup di tahun 2015 sedang menonton televisi layar besar. Dalam BTTF II, tokoh-tokohnya juga berkomunikasi lewat screen, atau yang sekarang kita kenal dengan sebutan video conference. Sekarang ini hal tersebut bukan lagi menjadi hal yang istimewa, karena kita telah memiliki Skype, FaceTime, Snapchat, Google Hangouts ... prediksi masa depan untuk teknologi video call memang sudah terwujud. Drone untuk Pemberitaan Pada salah satu bagian film BTTF, sebuah drone milik USA Today terbang di atas kota Hill Valley, dan mengambil gambar. Sekarang, perusahaan-perusahan media besar, termasuk CNN, berencana menggunakan teknologi drones untuk keperluan pemberitaan. Video game hands-free Ketika berkunjung ke masa depan, Marty ditertawai oleh dua anak karena ia bermain dingdong menggunakan tangan. Dan benar saja, saat ini sudah ada produk-produk game hands-free, seperti Xbox Kinect. Tablet dan teknologi pembayaran mobile Dalam salah satu adegan, Marty diminta memberikan donasi online menggunakan sebuah perangkat elektronik berbentuk flat, untuk memperbaiki menara jam kota di Hill Valley. Mobil berbahan bakar sampah Walaupun sampai sekarang belum ada mobil berbahan bakar sampah seperti yang digunakan Doc Brown di film BTTF, Toyota telah membuat mobil bertenaga hidrogen yang dinamai Mirai. Teknologinya mampu mengubah hidrogen dan oksigen menjadi listrik. Hoverboard Dalam film Back to the Future II, suasana tahun 2015 digambarkan dengan anak-anak kecil bermain papan luncur yang melayang mengelilingi danau, juga remaja-remaja yang melayang-layang dengan papan yang mengeluarkan api dan asap. Sementara kenyataannya, skuter tradisional masih sering terlihat di taman bermain anak-anak, sementara untuk merealisasikan hoaverboard masih membutuhkan waktu sebentar lagi. Di bulan Mei 2015, seorang penemu asal Canada, Catalin Alexandru Duru memecahkan rekor dunia dengan berhasil menerbangkan papan luncur dengan jarak sejauh 275,9 meter. Kacamata Pintar Salah satu prediksi film itu adalah bagaimana teknologi pribadi akan mengganggu waktu makan malan. Dalam satu adegan anak-anak Marty dan Jennifer tampak asyik menonton TV dan mengobrol dengan teman menggunakan kacamata futuristik. Merasa tak asing? Walaupun di film itu teknologi smartphone dan tablet tidak diperkenalkan, tapii teknologi kacamata pintar sekarang ini telah maju dengan pesat. Google pernah memperkenalkan Google Glass, dan Microsoft pula memperkenalkan HoloLens.
  4. Deadpool berkekuatan super, tapi apakah dia pahlawan? Deadpool adalah film pahlawan super dari Marvel yang memasukkan unsur-unsur sifat mulia yang biasanya memang berlebihan dalam film seperti ini, tetapi dengan sedikit elemen nyentrik yang masih terkendali. Ini adalah film yang flamboyan, tak lebih dari hiburan sintetis dengan keunikan komedi gelap. Tokoh utamanya, Wade Wilson (Ryan Reynolds), memakai kostum yang mirip tiruan kostum Spider-Man, tapi Anda bisa lihat pakaiannya itu rada kotor, dan kelakuannya lebih buruk lagi. Ketika Wade bicara (kurang lebih bisa dilihat sepanjang film), dia kedengaran seperti Jim Carrey 20 tahun lalu – seperti gabungan tokoh Ace Ventura dan The Mask yang comel dan senang mengerjai orang – digabungkan dengan sikap keras kepala dan sok tahu seperti tokoh di acara Comedy Central Celebrity Roast, ditambah lagi sedikit gaya gangsta rap. Satu orang ini setara dengan satu pasukan mulut besar yang melontarkan olok-olok rada cabul yang tak pantas ditulis di sini, tapi juga cerdas di saat yang sama. Sebelum menjatuhkan hukuman kepada para penjahat dengan memukuli mereka, ia sempat-sempatnya bilang, “Saya akan perlakukan kamu seperti apa yang dilakukan oleh Limp Bizkit ke dunia musik di akhir 90-an.” Penonton tak hanya menghargai kecerdasan dialog yang tajam ini, tapi juga penilaiannya yang akurat terhadap dunia budaya pop. Sebagai bekas pembunuh dalam ketentaraan Amerika, Wade adalah seorang yang terluka, nyentrik bahkan sedikit gila – jenis tokoh yang tak mungkin Anda bayangkan akan diperankan oleh Ryan Reynolds yang simpatik. Namun Reynolds, yang telah banyak dipakai – dengan buruk – oleh film bergenre pahlawan super, siap untuk peran seperti itu lagi tanpa membuat kesalahan serupa. Dalam film Green Lantern ia membuat kesalahan dengan tampil sama sekali jauh dari keren, tapi di Deadpool ia melontarkan rentetan ocehan dengan sikap yang seakan tak peduli apakah ia masih hidup atau sudah mati, dan juga dengan kilasan sikap nihilisme yang ia perlihatkan seperti menular. Ia menampilkan karakter dengan akting seperti tak mempedulikan apakah ia yakin berada dalam kebenaran atau tidak. Di balik topeng Deadpool mengalami siksaan berat sebelum menjadi manusia super. Dalam kisah fantasi pahlawan super, ada tradisi tokoh-tokoh yang menggabungkan kebaikan dan kejahatan –Hulk, Joker – yang menemukan kekuatan fisik dan spiritual mereka ketika berada dalam kesakitan; santo pelindung mereka mungkin adalah Phantom of the Opera. Dalam Deadpool, Wade bergabung dalam kelompok orang-orang aneh yang mendapat kekuatan dari sisi gelap mereka, tetapi yang membuat ia lebih dari sekadar tokoh gelap dunia komik yang dipoles mengkilap adalah film ini tak sekadar menampilkan kosmetik bagi siksaan yang harus dijalaninya. Gambaran penyiksaan itu benar-benar membuat penonton bisa merasakan kesakitannya. Bahkan sebelum peralihannya, Wade sudah merupakan tokoh sangar yang temperamental. Ia pacaran dengan Vanessa (Morena Baccarin), yang sepadan dengan sikapnya, dan mereka terlibat dalam romansa - yang mungkin merupakan pertamakalinya dalam sejarah film – di mana perilaku seks sadomasokis ditampilkan dengan simpatik. Baccarin yang seksi berhasil memunculkan semangat cinta yang biasanya tak tampak dalam film superhero. Ketika hubungan yang ideal ini terputus oleh datangnya diagnosa kanker paru-paru yang diderita Wade, kita seperti bisa merasakan kutukan yang datang kepadanya. Dengan tak ada lagi yang tersisa, Wade bergabung dengan program pahlawan super 'mutant' bawah tanah yang bisa menjanjikan kesembuhan penyakitnya dan memberinya kekuatan. Syaratnya? Ia harus melewati siksaan yang terkutuk. Pimpinan eksperimen ini seorang sadis bernama Ajax (Ed Skrein), yang terus menciptakan jenis siksaan fisik baru, maka tubuh Wade, sebagai responnya, akan memilih antara “bermutasi atau mati”. Adegan yang menyeramkan ini memberi film Deadpool sentuhan horor di balik permukaan yang penuh humor. Wade selamat, dengan tubuh yang tak bisa terluka tapi juga dengan luka di wajah yang membuatnya tampak seperti anak asuhan tokoh Freddy Krueger dari film Nightmare on the Elm Street. Kekuatannya memang super, tapi apakah Deadpool seorang pahlawan? Ia direkrut oleh dua orang anggota X-Men namun tak punya minat untuk bergabung dengan mereka. Dan sukurlah ia memilih begitu! Deadpool adalah cerita asli yang tak terlalu berat dan alasan utamanya adalah karena Wade tak punya agenda untuk menyelamatkan dunia. Ia hanya ingin memburu Ajax, memaksanya untuk memperbaiki wajahnya, lalu mungkin membunuhnya. Sutradara film ini, Tim Miller – yang baru pertamakali menyutradarai – menampilkan kredit pembuka yang bergaya mirip majalah humor Mad– salah satunya misalnya, “Disutradarai oleh Peralatan yang Kelewat Mahal” – dan dia menggunakan music rock lembut yang cukup mengejutkan dari Wham! dan Peter Cetera untuk mendampingi adegan slow-motion. Ia juga terus membuat tokoh Deadpool “menabrak dinding keempat”: tidak hanya dengan teknik bicara langsung kepada penonton tetapi juga dengan mengolok-olok film Marvel lainnya. Ketika Deadpool menuju peperangan, senjata yang dipilihnya adalah sepasang pedang ninja yang ia pakai untuk memotong-motong penjahatnya, dan ia cukup terus terang tentang apa yang dilakukannya. Ini bukan sekadar perang melawan kejahatan, tetapi juga pembunuhan. Kekurangan film yang isinya melulu soal balas dendam ini adalah, terasa kurangnya risiko pertaruhan sang tokoh. Deadpool berhasil mengajak penonton melihat trauma yang dialami Wade tapi kemudian kita dibawa melaju oleh sikapnya yang nyeleneh itu. Suasana sinis film itu akhirnya seperti berkata: ia bukan pahlawan seperti yang kita impikan, tapi ia adalah orang yang pantas kita dapatkan.
  5. Universal Pictures menarik film Steve Jobs dari 2.000 bioskop. Biopik teranyar tentang pendiri Apple itu rupanya tak laku di pasaran. Sejauh ini, film tersebut hanya meraup pendapatan 16,7 juta dollar AS atau sekitar Rp 226 miliar. Padahal, biaya produksi film ini telah menghabiskan dana 30 juta dollar AS atau setara Rp 407 miliar. Hal ini bisa dibilang ironis. Pasalnya,Steve Jobs digadang-gadang bakal masuk nominasi Oscar. Resensi film garapan Danny Boyle dan Aaron Sorkin tersebut juga bernada positif. Bahkan, mitra Jobs yang sama-sama mendirikan Apple, Steve Wozniak, sempat memuji Steve Jobs. "Saya merasa seperti benar-benar menonton Steve Jobs dan semua yang berada di sekitar dia," kata Wozniak. Sangat idealis Lalu, apa gerangan di balik minimnya minat pasar terhadap Steve Jobs? Menurut Senior Media Analyst dari firma penelitian Rentrak, Paul Dergarabedian,Steve Jobs dibuat sangat idealis dengan cita rasa seni berkualitas tinggi sebagai sebuah film biopik. Namun, penggodoknya luput memikirkan bahwa penonton mainstream belum tentu bisa menerima cara penyampaian film yang demikian. Tak heran jika biopik pertama Jobs berjudul Jobs yang dirilis 2013 mendapat antusiasme pasar yang tak jauh beda dengan Steve Jobs. Padahal, Jobs menuai kritik dari para pengamat film dan orang-orang di sekitar Jobs. Sementara itu, Steve Jobs dibuat dengan melewati proses penggarapan yang lebih matang. Puji-pujian dari para kritikus pun membanjirinya. "Sering kali, film berkualitas dengan intelektualitas tinggi seperti Steve Jobssulit mendapat penerimaan dari pasar mayoritas,"' kata Dergarabedian. Walaupun begitu, Dergarabedian masih optimistis Steve Jobs mampu masuk dalam jajaran nominasi Oscar. "FilmSteve Jobs sangat bagus. Performanya di box office seharusnya tak berpengaruh pada potensinya di Oscar," kata dia. Meski demikian, belajar dari yang sudah-sudah, film-film yang tak mendapat perhatian massa kerap luput pula dari pikiran panitia Oscar.
  6. Guest

    Aktor Termahal 2015

    Majalah Forbes umumkan daftar aktor termahal 2015. Ariono Arifin mengulasnya untuk pemirsa VOA Trending Topic berikut ini....
  7. Hollywood di Amerika Serikat memang jagonya memproduksi kelompok-kelompok agen rahasia. Para kelompok agen rahasia fiktif ini memiliki kemampuan yang tinggi dan dukungan persenjataan yang sangat memadai. Salah satu kelompok agen rahasia fiktif ternama Hollywood adalah Impossible Mission Force (IMF). Mereka adalah kelompok agen pengintaian independen yang dipekerjakan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS). IMF tampil di seri film dan televisi Mission: Impossible. IMF adalah sebuah kelompok berisi agen-agen andal, yang identitasnya disembunyikan dari publik. Jika keberadaan kelompok ini diketahui, Amerika Serikat akan ditendang dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan akan dicap sebagai Negara Pariah—negara yang dikucilkan, bahkan dimusuhi di segala aspek oleh negara lain. IMF dibentuk oleh pemerintah AS dengan melibatkan beberapa mantan prajurit pasukan khusus militer. Pasukan khusus tersebut bernama Briggs Squad yang dipimpin Dr. Daniel David Briggs, Ph.D. Briggs Squad bertugas menjalankan misi-misi rahasia saat era perang. Ketika perang usai, Briggs membubarkan Briggs Squad. Sebagian anggotanya menjadi kriminal. Sebagiannya lagi ia rekrut untuk masuk ke IMF. Brigg pun jadi pimpinan pertama IMF. Namun setelah nama Brigg mulai dikenali publik, ia mengundurkan diri demi keberlangsungan IMF. Brigg pun digantikan oleh Jim Phelps. Phelps memimpin IMF sampai tahun '90-an, tepatnya sampai ia berkhianat di film Mission Impossible. Ia pun meninggal, pada 1996, dan digantikan oleh Ethan Hunt hingga saat ini. Kemampuan dan Fasilitas Terbaik Agen-agen yang tergabung dalam IMF sangatlah terlatih. Mereka sangat terdidik, serba bisa, dan sangat terlatih dalam berbagai bidang, termasuk pengintaian jarak jauh, pengoperasian komputer, pembongkaran taktik, dan bahkan pembunuhan. Selain memiliki kemampuan di berbagai bidang yang tinggi, agen-agen IMF juga difasilitasi dengan alat-alat super canggih. Aset gawai (gadget) dan persenjataan IMF yang ditaksir mencapai jutaan dolar AS, membuat mereka menjadi salah satu organisasi pengintaian terkaya di dunia. Mereka pun memiliki sistem kerja yang sangat baik. Mereka bekerja dalam sebuah tim kecil. Para agen lapangan (sebutan agen yang melaksanakan tugas) dapat menyusup ke suatu tempat tanpa diketahui dan dapat keluar saat keberadaan mereka belum diketahui. Selain karena kemampuan yang terlatih, mereka juga dibantu pimpinan IMF yang memberi arahan, pertimbangan, dan segala urusan yang terkait menjalankan misi. IMF sudah memiliki delapan pemimpin sampai saat ini. Pemimpin terbaru IMF adalah Ethan Hunt.
  8. Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Agustus lalu segera memblokir akses ke 22 situs yang berisi konten karya musik dan film lewat unduhan atau streaming ilegal, khususnya film dari anggota Asosiasi Produser Film Indonesia. Triawan Munaf selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif mengatakan, bahwa karya seperti film dan musik anak bangsa sifatnya tak hanya sebagai hiburan dan edukasi semata. "Karya seperti film itu juga hasil ekonomi untuk bangsa, sehingga bentuk pembajakan itu sungguh merugikan," ungkap Triawan pada acara Indonesia Internet Economy & Ecosystem Development Program di Hotel Pullman Jakarta, Rabu (23/9). Tak cuma sekedar diblokir, rencananya Badan Ekonomi Kreatif akan bekerja sama dengan Telkom Indonesia untuk merancang sebuah sistem peranti lunak yang bisa memberi peringatan kepada para pengguna internet agar berpikir ulang untuk melakukan aksi ilegal seperti mengunduhnya. "Iya ada namanya alert system, yang merancang Telkom. Masih harus diuji coba dulu sistemnya, untuk menghindari pembobolan peretas," ujarnya lagi kepada awak media. Diketahui wacana alert system atau sistem peringatan dini yang akan diterapkan tersebut terdiri dari tiga tahap. Pertama, si pengguna internet berani mengakses unduhan file ilegal, maka speed atau kecepatan internet akan dikurangi. Kedua, hal serupa masih dilakukan, maka kuota internet pengguna otomatis akan dipangkas. Terakhir, akses internet pengguna akan diputus secara permanen. "Kemungkinan memang masih agak lama, sekitar awal tahun 2016. Saya tidak mau terlalu terburu-buru, karena harus tes dulu demi menghindari (aksi) hacker," sambungnya. Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengaku belum mengetahui skema alert system itu, namun ia turut berpendapat soal rencana tersebut. "Idenya sih bagus, hanya saja memang harus berdiskusi dengan operator, karena urusan pemutusan akses itu wewenang mereka," ucap Rudiantara. Kemudian ia mengatakan, tugas Menkominfo sekarang ini adalah filtering atau menyaring situs-situs yang dianggap memiliki konten ilegal, terutama yang berkaitan dengan film. Kendati begitu, saat ditanya apakah penggunaan sistem peringatan dini tersebut bakal memungkinkan diterapkan, Chief RA -- begitu ia ramah disapa -- masih belum bisa memastikan. "Masih terlalu dini. Harus tetap dibicarakan dulu pasti dengan para operator, harus tahu dulu mekanisme proses bisnisnya seperti apa," katanya lagi. Apabila benar akan diberlakukan, Rudiantara tak cemas apabila pemutusan koneksi internet itu akan dicap pelanggar hak masyarakat untuk mendapatkan informasi secara meluas. "Operator itu yang punya pelanggan. Kalau memang diperjanjikan antara operator dan pelanggan, jadi ya boleh-boleh saja dong," tutup Rudiantara. Diketahui pemblokiran akses 22 situs tersebut berdasarkan pada Peraturan Bersama Menkumham No. 14 tahun 2015 dan Menkominfo No. 26 tahun 2015 tentang Pelaksanaan Penutupan Konten dan atau Hak Akses Pengguna Pelanggaran Hak Cipta dan atau Hak Terkait Dalam Sistem Elektronik. Berikut adalah daftar 22 situs yang akan ditutup hak aksesnya oleh Kemenkominfo:
  9. Apa faktor yang membuat suatu film dikenang sepanjang masa? Salah satunya, tentu saja adegan yang mengesankan. Di sinilah kepiawaian sineas dan aktor dibuktikan. Tanpa ada memorable scene, sebagus apa pun alur cerita, dialog maupun efek visual suatu film, ia akan dengan mudahnya terlupakan begitu saja. Seperti makanan tanpa cita rasa lezat. Film-film Mission: Impossible yang dibuat sepanjang hampir dua dekade belakangan ini tak pernah absen memasukkan adegan yang menegangkan sekaligus mengesankan. Adegan tersebut tampak sungguhan karena memang sungguh-sungguh dilakukan aktornya tanpa pemeran pengganti (stunt), tidak juga memakai green screen dan computer-generated imagery (CGI). Berikut ini, lima adegan dari lima film Mission: Impossible yang mendebarkan dan tak terlupakan: 1. Terbang Mengambang Entah berapa banyak film lain, dari versi manusia sampai animasi, dari parodi sampai aksi, yang menirukan adegan di Mission: Impossible seri pertama ini (1996). Bertumpu dengan seutas tali, Ethan Hunt (Tom Cruise) memasuki sebuah ruang rahasia, tanpa menyentuh bagian lantai. Dengan gaya mengambang seperti terbang, ia menuntaskan misinya. 2. Terowongan Maut Baling-baling helikopter yang baru saja diledakkan Ethan Hunt nyaris jadi bumerang. Ujungnya yang runcing berputar liar dan hampir mencincang leher sang agen. Untung saja si baling-baling berhenti hanya beberapa milimeter saja dari leher Hunt. Boleh dibilang adegan di terowongan ini salah satu yang paling mendebarkan. 3. Panjat Tebing Di Mission: Impossible II (2000), digambarkan Hunt sebagai pencinta olahraga ekstrem panjat tebing. Sesampainya di puncak, ia menerima tugas baru untuk menyelesaikan suatu misi. Tim kamera Earl Wiggins menyatakan, adegan ini sempat membuat sutradara John Woo dan pihak asuransi ketar-ketir. Sebab Tom Cruise, pemeran Hunt, melakukan sendiri adegan berbahaya ini. https://youtu.be/K0KzvD-0rx0 4. Burj Khalifa Ada dialog kocak saat anggota tim, Benji Dunn, memberi tahu agen Hunt soal lampu di sarung tangan canggih untuk mendaki gedung tertinggi di dunia yang berlokasi di Dubai ini. “Lampu biru berarti melekat,” kata Dunn. “Lalu, lampu merah?” tanya Hunt. “Berarti mati,” jawab Dunn. Usai dialog ini, penonton menahan napas menyaksikan Hunt memanjat Burj Khalifa. 5. Ledakan di Jembatan Bila ada satu detik adegan Mission Impossible III (2006) yang diingat selamanya, sudah pasti adegan rudal menghantam jembatan yang membuat tubuh Hunt (Tom Cruise) terhempas ke mobil. Diakui sutradara J.J. Abrams, adegan itu tak terlepas dari ide yang dirembuk bersama Cruise, yang berawal dari ajakan, “Let’s do something crazy.” Hasilnya, sungguh mendebarkan. Kini, Mission: Impossible telah merilis sekuel anyarnya, Rogue Nation, yang memuat lebih banyak lagi adegan mendebarkan sekaligus mengesankan, terutama saat Hunt tenggelam selama enam menit di tangki air, juga bergelayutan di badan pesawat Airbus yang tinggal landas.
  10. Apa sih IMAX? IMAX berasal dari singkatan bahasa Inggris Image Maximum, yaitu merupakan sebuah proyeksi film yang memiliki kemampuan gambar dengan ukuran dan resolusi yang lebih besar dari film konvensional lainnya. Standar layar IMAX adalah 22 meter lebar dan 16 meter panjang (72,6 x 52,8 kaki), namun bisa lebih besar lagi. (wikipedia) 7 Teater IMAX Terhebat Jumlah teater IMAX di seluruh dunia memang tidak bisa dikatakan banyak jika dibandingkan dengan cineplex. Namun, di bawah ini terdapat 7 teater IMAX yang dikatakan sebagai yang terbaik, terbesar, dan menawarkan kegilaan paling heboh dari apa yang IMAX bisa tawarkan. Sudah tentu kita sebagai warga negara indonesia bangga karena teater “Keong Mas” masuk di peringkat ke 5.
  11. Ndral, kalian pasti tau dong seri Fast and Furious? Ya, film ini selalu menarik perhatian banyak penonton, dan bahkan franchise ini telah meraup penghasilan lebih dari US$ 700 juta untuk film terakhirnya lho. Jadi enggak heran kan kalau film ini selalu dinanti-nanti di seluruh dunia. Nah untuk kamu yang suka sama genre action dan juga otomotif, film ini cocok banget untuk kamu. Disini ditampilkan banyak sekali mobil yang super cepat, baik dari muscle car hingga supersport. Nah untuk masalah trend, tenang aja Ndral. Karena trend terbaru dari dunia otomotif juga di-update seiring berjalannya seri ini. Jadi dijamin deh mobilnya keren-keren deh. Mobil-mobil yang pernah muncul di antaranya seri Skyline GT dari Nissan, yang merupakan andalan salah 1 karakter utama Brian O’Conner. Ada juga Dodge Charger Daytona milik Dominic Toretto, Nissan 370Z Fairlady, Mustang GT dan masih banyak lagi. Bahkan di seri terakhirnya, ada Antonov AN-124 Ruslan di lokasi syuting lho! Tapi dalam proses pembuatan film ini, Paul Walker, yang merupakan salah satu pemain yang memegang karakter penting dalam film ini, meninggal karena kecelakaan mobil. Nah, hal ini membuat duka yang sangat mendalam bagi para tim produksi dan pemain di film ini, bahkan para penggemar setianya juga penasaran, apa sih yang akan terjadi pada sekuel cerita Fast and Furious selanjutnya. Oleh karena itu, Ini dia 6 Fakta Unik Film Fast and Furious 7, berikut ini: 1. Perubahan cerita 2. Pemeran dan Crew 3. Plot 4. Adegan laga terbaik dari sebelumnya 5. Paul Walker always in our hearts 6. Ada ‘FAST AND FURIOUS’ 8 Wah, bagaimana ndral? pasti kamu udah enggak sabar kan untuk menyaksikan aksi balap dan perkelahiannya? Penasaran kan dengan kelanjutan dari Fast and Furious? Nah, tunggu apalagi, Fast and Furious 7 sudah ada lho di bioskop. Yuk segera saksikan film Fast and Furious 7 di bioskop kesayangan kamu! Nah jangan lupa pakai kaos The Fast and Furious juga ya, Ndral! Dijamin deh, kaos ini cocok banget lho kamu kenakan untuk sekedar bersantai atau bergaya kasual sekalipun. Segera beli kaos keren ini biar ga ketinggalan. Dimana lagi kalau bukan di Tokopedia.
  12. Aktris muda Dakota Johnson harus menerima konsekuensi kekecewaan dari ayahnya karena peran Anastasia Steele di film 'Fifty Shades of Grey'. Ayah Dakota, Don Johnson tak ingin melihat sang anak tampil dengan adegan-adegan vulgar. Beberapa waktu lalu, Don memang sempat mengeluarkan pernyataan resmi mengenai dukungannya kepada karier sang anak. Tetapi, menurut sang nenek, Tippi Hedren, Don memendam kekecewaan. "Aku mengerti Don Johnson sangat kecewa karena dia (Dakota) ada di film itu (Fifty Shades of Grey). Dia memiliki perasaan yang sama dengan yang kurasakan," ujar Hedren seperti dilansir The Hollywood Reporter, Senin (1/9/2014). Hedren mengaku sudah melihat trailer 'Fifty Shades of Grey', dan ia merasa cukup sampai di situ tanpa harus menonton filmnya. Ibunda Dakota, aktris Melanie Griffith juga sebelumnya mengatakan tak akan menonton film sang anak. Dakota sendiri tak mau ambil pusing dengan pro dan kontra soal perannya. Rahasia Dakota agar tetap fokus dalam cerita adalah menepis segala macam perasaan malu. "Aku tidak masalah melakukan adegan apapun," katanya saat disinggung banyaknya interaksi seksual dalam film bersama Jamie Dornan yang memerankan karakter Christian Grey. Dakota mengaku, ketertarikan utamanya dalam cerita di film itu adalah hubungan emosional antar dua karakter utama. Ketika membaca cerita dari novel karangan E.L James yang diadaptasi ke film, masuk ke karakter Anastasia menjadi lebih mudah. "Aku pikir ada bagian di mana wanita ingin menjadi sesuatu yang melumpuhkan pria," tambahnya. Disutradarai Sam Taylor-Wood, 'Fifty Shades of Grey' dijadwalkan tayang di bioskop AS pada 13 Februari 2015.
  13. Film yang diadaptasi dari novel erotis E.L James 'Fifty Shades of Grey' dipastikan tak akan tayang di bioskop Indonesia. Film yang menampilkan Jamie Dornan dan Dakota Johnson itu tak lulus sensor. Hal itu diumumkan United International Pictures Indonesia (UIP) selaku distributor. "Film Fifty Shades of Grey tidak akan ditayangkan di Indonesia karena tidak sesuai dengan kriteria penyensoran. #FiftyShades," tulis akun Twitter UIP yang dikutip detikHOT, Jumat (6/2). Menurut UU No. 33/2009, 'sensor film' diartikan sebagai kegiatan penelitian, penilaian, dan penentuan kelayakan film dan iklan film untuk dipertunjukkan kepada khalayak umum. Menurut situs Lembaga Sensor Film (LSF), dalam melakukan penyensoran, setiap anggota LSF telah terpateri empat elemen dasar yang telah ditetapkan oleh PP. No. 7/1994. Keempat elemen itu menjadi pembuka kunci dalam membuka isi materi sensor, yakni penilaian dari sisi keagamaan, penilaian dari sisi ideologi dan politik, penilaian dari sisi sosial budaya masyarakat Indonesia, dan penilaian dari sisi ketertiban umum. "Kriteria lain yang juga menjadi perhatian para anggota sensor adalah adegan, gerakan atau suara persenggamaan atau yang memberikan kesan persenggamaan, baik oleh manusia maupun oleh hewan, dalam sikap bagaimana pun, secara terang-terangan atau terselubung. Gerakan onani atau perbuatan onani, lesbian, homo atau oral seks termasuk adegan yang kena potong atau dihapus," tulis pernyataan LSF. Sebagian pihak mungkin sudah memprediksi tak ditayangkannya 'Fifty Shades of Grey', khususnya para pembaca novel E.L James. Dalam cerita, dua tokoh utama Christian Grey dan Anastasia Steele menjalin hubungan panas dan erotis yang melibatkan perilaku seksual tertentu. Sejak awal produksi, film ini memang menjadi bahan pembicaraan. Para pembaca novel cerita karya E.L James ini pasti sudah penasaran akan seperti apa visualisasi cerita panas antara hubungan Christian dan Anastasia. Selama ini mereka mendapatkan gambaran melalui trailer yang sudah dirilis. Di Amerika Serikat sendiri, Motion Picture Association of America (MPAA) sempat memberikan rating rating NC-17 karena kuatnya unsur seksual dalam dialog, bahasa dan visual. Kategori itu memberikan aturan bahwa penonton berusia 17 tahun atau di bawahnya, dilarang menyaksikan. Kecuali mereka didampingi orangtua. Tetapi kemudian rating itu diubah menjadi 'R', atau bisa ditonton remaja. Rating R itu langsung mendapat protes keras dari kelompok anti-pornografi Morality In Media. Mereka mengutuk bahwa rating itu tidak sesuai dengan konten yang ada dalam filmnya. "Film itu punya tema seksual yang kuat. Ada tema BDSM (masokisme) di film itu. tidak cukup jika hanya dengan 'R'," tegas Excecutive Director Morality In Media, Dawn Hawkins seperti dilansir Aceshowbiz, Rabu (14/1/2015) lalu. "Ada unsur ketidaksetaraan terhadap perempuan, dialog tentang seks, perilaku yang tidak biasa, pose telanjang. Ditambah lagi unsur kekerasan seksual yang tidak mungkin ditonton anak-anak meskipun didampingi orang tuanya," tambah Hawkins. 'Fifty Shades of Grey' rencananya tayang di bioskop AS pada 13 Februari mendatang.
  14. Joel Edgerton (kiri) berperan sebagai Firaun Ramses dan Christian Bale (kanan) sebagai Nabi Musa. Pemerintah Mesir menjadi pihak berwenang berikutnya yang melarang penayangan film Hollywood bertajuk Exodus setelah badan sensor setempat menyebutnya sebagai film dengan ketidakakuratan sejarah. Kepala badan sensor Mesir mengatakan ketidakakuratan yang dimaksud meliputi adegan kaum Yahudi membangun piramida dan Nabi Musa membelah Laut Merah. Bangsa Yahudi, menurutnya, tidak ambil bagian dalam proses pembangunan piramida dan gempa yang menyebabkan Laut Merah terbelah, bukan Musa. Pelarangan penayangan Exodus sebelumnya telah diberlakukan di Maroko. Meski Pusat Sinema Maroko (CCM) telah memberikan lampu hijau bagi penayangan film tersebut, situs bisnis Maroko Medias24.com mengatakan pihak berwenang memutuskan melarang film itu sehari sebelum tayang perdana. Seorang manajer bioskop mengatakan ia telah diperingatkan bioskopnya akan ditutup jika ia menentang larangan tersebut. "Mereka menelpon dan mengancam akan menutup bioskop jika film tersebut ditayangkan," ungkap Hassan Belkady, seorang manajer. Film Exodus mengisahkan pembebasan bangsa Yahudi dari perbudakan di Mesir. Film arahan Ridley Scott itu dibintangi Joel Edgerton sebagai Firaun Ramses dan Christian Bale sebagai Nabi Musa. Dengan biaya US$140 juta, film yang mengisahkan pembebasan bangsa Yahudi dari perbudakan di Mesir itu meraup US$24,5 juta pada pekan perdana setelah dirilis. Meski demikian, jika dibandingkan dengan film bertema keagamaan lainnya, pendapatan Exodus terbilang kecil. Film Noah yang disutradarai Darren Aronofsky meraih US$43,7 juta pada pekan perdana setelah dirilis pada Maret 2014 lalu. Sedangkan film The Passion of the Christ mendulang US$83,3 juta pada 2004 silam.
  15. Home Alone, adalah salah satu film favorit yang seringkali diputar saat Natal. Di film komedi itu, Kevin (Macaulay Culkin) beraksi seorang diri mengatasi dua penjahat yang menyatroni rumahnya. Belakangan, muncul trailer Home Alone bergenre horor di Youtube. Pembuatnya adalah pemilik akun Bobby Burns, yang mampu memberikan nuansa horor di film tersebut.
  16. Spectre akan menjadi judul film James Bond yang ke-24 dengan sutradara Sam Mendes dan Daniel Craig sebagai 007. Sam Mendes mengumumkan judul film itu dalam peluncuran di studio Pinewood di Buckhinghamsire, tempat pengambilan foto resmi hari Senin mendatang. Craig akan memainkan peran sebagai 007 untuk keempat kalinya dalam film yang akan diluncurkan di Inggris pada 23 Oktober 2015. Pemain lain yang diumumkan akan tampil termasuk pemain Sherlock Holmes, Andrew Scott, aktor Guardians of the Galaxy Dave Bautista. Aktris Italia Monica Belluci dan aktris Prancis Lea Seydoux akan menjadi "Bond girls" yang baru dengan nama dalam film masing-masing Lucia Sciarra dan Madeleine Swann. Aston Martin DB10 Peraih Oscar dua kali Christoph Waltz akan memainkan karakter yang dinamakan Oberhauser. Daniel Craig dan peraih Oscar dua kali Christoph Waltz yang akan berperan dalam Spectre. Nama karakter itu sama dengan mantan instruktur ski Bond namun sejumlah laporan menyebutkan Waltz akan memerankan musuh nama Bond, Ernst Stavro Blofeld. Spectre - Special Executive for Counter-intelligence, Terrorism, Revenge and Extortion - adalah nama sindikat kejahatan internasional. Organisasi ini muncul dalam film Bond pada tahun 1960-an. Mobil Aston Martin DB10 yang akan digunakan Bond dalam petualangan terbarunya. Acara pengumuman judul film James Bond ini juga termasuk peluncurkan Aston Martin DB10 yang akan digunakan Bond dalam film terbarunya. Perusahaan mobil ini sudah lama terkait dengan seri James Bond, dan dimulai dengan Goldfinger pada 1964.
  17. Sejumlah astronot mengaku banyak hal di film Gravity yang tidak sesuai kenyataan. Semenjak dirilis, film Gravity langsung menuai banyak pujian dari kritikus Hollywood yang menilai film itu terasa nyata. Namun, para astronot NASA rupanya tak memiliki pendapat yang sama. Beberapa astronot mengkritik beberapa adegan di film Gravity yang menurut mereka mustahil terjadi di dunia nyata. Bahkan ada beberapa adegan yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di luar angkasa. Berikut lima fakta tersebut: 1. Serangan Puing-puing Satelit Tidak Mungkin Menabrak Stasiun Luar Angkasa Di Gravity, dikisahkan Dr. Ryan Stone (Sandra Bullock) dan Matt Kowalsky (George Clooney) tengah menjalani misinya saat ditabrak puing-puing satelit Rusia yang meledak. Namun faktanya, menurut astronot NASA Michael A. Interbartolo III, hal itu tak mungkin terjadi. Astronot yang memiliki pengalaman menjalani misi luar angkasa selama 11 tahun ini menjelaskan secara ilmiah bahwa pesawat luar angkasa tak mungkin ditabrak puing-puing lalu meluncur ke arah yang sama. "Saat aku melihatnya, pesawat itu ada pada level sayap (Z), sayap kanan ke dalam vektor kecepatan orbital (arah perjalanan X). Nose di Y," katanya. "Lagipula kenapa jet kontrol reaksi Forward and Aft tidak menembak untuk meredam jalannya puing-puing? Padahal kalau kulihat pesawat mereka masih utuh saat hal itu terjadi." 2. Bertemu Lagi Setelah Terpisah Tak Semudah di Film Dalam film tersebut Matt diceritakan berhasil menemukan Ryan hingga kemudian mereka mencari cara untuk menyelamatkan diri bersama. Namun, faktanya, hal itu tak mungkin terjadi di luar angkasa. Jika sudah terpisah, sangat kecil kemungkinannya dua astronot bertemu kembali, apalagi dalam waktu yang singkat. "Sandra bisa bertemu kembali dengan Geroge setelah melayang-layang di luar angkasa tanpa kendaraan apapun. Itu tak mungkin terjadi," ungkapnya. "Kecuali kalau orbit mereka secara ajaib bertemu di waktu yang sama dan mereka kebetulan di dekat stasiun luar angkasa." 3. Peralatan Matt Kowalsky Sudah Kuno Matt Kowalsky diceritakan bisa terbang ke mana pun dengan jet yang membantunya bergerak dengan leluasa. Ahli NASA, Tony Rice, mengungkapkan jet bernama MMU itu memang ada, tapi sudah tak digunakan sejak 1984. "Kau bisa melihat MMU saat ini digantung di Air and Space Museum dan Kennedy Space Center Visitor Complex," ujar Tony. "MMU hanya bisa membuat astronot sedikit bergerak di sekitar pesawat, bukan menjelajahi luar angkasa seperti yang dikisahkan dalam film itu. Selain itu, jelas sekali hal itu tak mungkin dilakukan sekarang (karena sudah kuno)." 4. Kemampuan Karakter Sandra Bullock Dinilai Tak Masuk Akal Menurut para ahli, tak mungkin seseorang yang belum terlatih bisa menerbangkan Soyuz milik Rusia, apalagi Shenzhou milik China. Selain itu, di film, Dr. Ryan Stone diceritakan selalu gagal saat latihan. "Secara mengejutkan ia bisa menjalankan dua pesawat luar angkasa dengan baik padahal dia hanya menerima latihan ringan Soyuz dan tak pernah berlatih dengan Shenzhou," tulis Jeffrey Kluger dari majalah Time. 5. Hubble, ISS, dan Stasiun Luar Angkasa Cina Tak Berdekatan. Di film, Dr. Ryan Stone hanya butuh pergi dari satu stasiun ke stasiun lainnya untuk bisa selamat dan kembali ke Bumi. Kenyataannya, stasiun-stasiun tersebut sebenarnya terletak sangat berjauhan. "Hubble dan stasiun luar angkasa ISS berada di orbit yang berbeda," ujar Dennis Overbye. "Melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain membutuhkan banyak energi yang bahkan pesawat luar angkasa dengan bahan bakar utuh tak akan bisa mencapainya. Sementara itu, sutradara Alfonso Cuaron menjawab kritikan-kritikan para ahli tersebut dengan santai. Menurutnya, Gravity bukanlah film dokumenter dan murni fiksi. "Ini memang bukan film dokumenter. Ini hanya sepotong film fiksi," Cuaron menegaskan.
  18. Setelah sukses memproduksi film Comic 8 sekuel pertama, kali ini Falcon Picture kembali memproduksi film Comic 8 sekuel kedua yang bertajuk "Casino Kings". "Untuk membangun set dan lokasi, film ini akan menghabiskan dana hampir 4 miliar rupiah #busett , " kata Sutradara Comic 8 sekuel 2, Anggy Umbara, Anggy menambahkan, dana tersebut akan digunakan untuk membangung casino megah dengan luas sepertiga lapangan bola, membangun rawa sebagai sarang buaya sebesar 30 meter beserta buaya buatannya. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk menyewa pesawat jet dan meledakkan pesawat helikopter untuk keperluan suatu adegan yang cukup menantang. 'Comic 8: Kasino Kings' bercerita tentang misi 8 agen rahasia yang berada di bawah pimpinan Indro Warkop untuk menjalankan misi undercover menjadi comic atau stand up comedian, demi mencari seorang comic yang menjadi penghubung ke seorang master kriminal uang bernama The King. PAra comic tersebut harus melewati banyak proses dan hambatan, dari harus menghindari kejaran penyelidikan interpol dan kepolisian dari peristiwa perampokan sebelumnya, sampai menghadapi kelompok preman dan penjahat cap kampak. Comic 8 harus memutar otak dan melakukan segala cara untuk bisa membebaskan diri dari perangkap yang menunggu mereka, di mana tugas dari misi ini adalah menangkap The King dan menghancurkan kasino ilegal tersebut. Makin penasaran ndral? katanya, film ini mengangkat sedikit isu mengenai kritikan sosial, perjudian dan bagaimana memandang judi itu boleh atau tidak. "Pastinya penonton akan mendapatkan double lucu dan triple actionnya dari comic 8 yang kedua ini," itu juga si katanya, saya juga kurang tau. Saat ini persiapan film tersebut sudah 80 persen, dan akan memulai syuting pada 17 November mendatang, dan perkiraan film ini akan dirilis di bioskop pada tanggal 1 April 2014. Selain para pemain utama dari film sebelumnya, 'Comic 8: Casino Kings' akan melibatkan banyak comic-comic baru, termasuk aktor dan aktris lintas generasi, antara lain Sophia Latjuba, Hannah Al Rasyid, Ray Sahetapy, Donny Alamsyah, Barry Prima, George Rudy, Cak Lontong, Lydia Kandau, hingga bintang 'The Raid' Yayan Ruhiyan. tungguin aja ndral berita kelanjutannya.
  19. Sam

    Up (2009 film)

    Masih inget gak ndral film animasi yang namanya up? Yuk diinget lagi film yang dipublikasikan tahun 2009 ini. Yuk ndral mari kita review film ini dan kita lihat ulang ceritanya. Cerita dari film Up: Carl Fredricksen adalah bocah pendiam yang bersahabat dengan cewek tomboy bernama Ellie, yang ternyata sama-sama mengidolakan Charles Muntz, seorang penjelajah. Kemudian Carl dan Ellie menikah. Kehidupan mereka yang diperlihatkan tanpa adegan berbicara terlihat sangat bahagia, dengan musik yang ceria dan obsesi pertama mereka adalah memiliki anak. Setelah mempersiapkan segalanya, kenyataan berubah ketika Ellie dinyatakan oleh dokter bahwa ia tidak dapat hamil. Sesaat musik menjadi lebih lambat dan sedih, namun kembali menjadi semangat saat Carl dan Ellie berusaha menyisihkan pendapatan mereka untuk terbang ke Paradise Falls, tempat Charles Muntz tadi. Namun, tetap saja halangan selalu muncul sehingga mereka selalu memakai uang dari tabungan tadi, sampai akhirnya mereka berdua menjadi kakek-nenek. Carl, yang menyadari obsesi mereka belum tercapai membeli tiket ke Amerika Selatan, dan ingin memberikan kejutan untuk Ellie. Namun, sebelum impiannya tercapai, Ellie terlebih dahulu meninggal dunia. Hal ini menyebabkan Carl benar-benar kehilangan semangat hidup dan menjadi pendiam dan tertutup. Pagi itu, seperti biasanya Carl bangun pagi dan menjalankan aktivitasnya. Ia keluar, duduk di kursi rumahnya yang telah dikelilingi sebuah pekerjaan konstruksi, mengisyaratkan bahwa rumahnya juga akan digusur sebentar lagi. Ia pergi untuk mengecek kotak surat, dan sempat berbincang-bincang dengan salah satu pekerja konstruksi. Saat sedang menonton TV, ia bertemu dengan Russell, seorang pramuka yang bersemangat dan akan membantunya melakukan apa saja. Setelah ditipu oleh Carl, Russell pergi dan Carl melihat kotak suratnya hampir lepas karena ditabrak sebuah tronton. Carl marah dan memukul salah satu petugas, yang melukai kepalanya membuatnya diseret ke pengadilan dan akhirnya hak untuk rumah dan tanahnya jatuh ke tangan bos dari pekerja konstruksi tadi. Setelah itu, ia dikabarkan bahwa besok pagi akan dijemput oleh panti jompo. Saat ia akan membereskan pakaiannya, ia melihat buku petualangan dari Ellie dan menyadari apa yang tidak dilakukannya. Malam berlalu dan pagi datang. Petugas panti jompo telah siap di depan rumah Carl, dan Carl meminta sedikit waktu untuk berpamitan pada rumahnya. Saat petugas tadi menuju mobil, ternyata rumah Carl telah dipasangi sepuluh ribu balon gas helium, tekanan balon yang sangat kuat membuat retakan di seluruh bagian bawah rumah, dan menerbangkan rumah tersebut. Carl bersuka cita karena ia berhasil memindahkan rumahnya dan Ellie dan bersiap untuk terbang ke Paradise Falls. Saat sedang santai di dalam rumahnya, ia terkejut mendengar ketukan pintu yang sama saat Russell datang tadi. Ia sempat tidak mengacuhkannya, namun akhirnya ia buka pintunya dan menyadari bahwa Russell benar-benar terbawa bersamanya. Dan dimulailah petualangan mereka, pertama mereka menghadapi sebuah awan hujan dan petir, yang menyebabkan Carl pingsan. Setelah ia sadar, ia tahu bahwa ia telah sampai di Paradise Falls, namun tidak bisa kembali ke dalam rumahnya karena ia terjatuh. Lalu ia dan Russell berjalan sambil membawa rumah tersebut dengan menariknya dengan tali menuju ke tengah-tengah Paradise Falls, tempat di mana dia dapat melihat air terjunnya jatuh secara nyata. Di hutan, Russell menemukan Kevin, seekor burung raksasa yang menyerupai burung unta, dan mereka menjadi sahabat baik karena Kevin menyukai cokelat, dan Russell punya banyak coklat. Carl sempat tidak menyukai Kevin, sampai ia bertemu lagi dengan Dug, seekor anjing yang dapat bicara dengan sebuah translate collar. Mereka berempat mengalami petualangan, sementara Doug mempunyai tiga teman (atau musuh) anjing yang diberi nama Alfa, Beta, dan Delta. Lalu Carl tahu bahwa yang mempunyai Doug, Alfa, Beta, Delta, dan anjing-anjing lainnya adalah Charles Muntz, pahlawannya dari kecil. Charles Muntz yang diusir oleh masyarakat kota tempat asalnya karena telah dianggap menyebarkan berita bohong tentang makhluk asing dari Paradise Falls, yang ternyata bukannya kebohongan, ia mempunyai susunan tulang tersebut, dan akhirnya Carl menyadari bahwa tulang tersebut sangat mirip dengan Kevin. Saat Charles Muntz tahu bahwa Carl memiliki Kevin, ia menyuruh anjing-anjingnya untuk mengejar Carl dan Russell serta Kevin yang melarikan diri. Mereka sempat akan tertangkap, namun gagal tertangkap karena bantuan dari Doug. Setelah sempat selamat, Charles Muntz benar-benar menyudutkan mereka dan berhasil mendapatkan Kevin, sementara Carl memutuskan untuk tidak menyelamatkan Kevin dan tinggal di Paradise Falls. Carl, yang kembali menemukan buku petualangan dari Ellie, melihat bahwa kali ini yang dilakukannya juga salah, saat ia melihat berbagai foto-fotonya dan Ellie saat mereka masih bersama. Lalu ia melihat tulisan Ellie "Thanks for the adventure. Got a New one! Ellie." dan sadar bahwa ia harus menyelamatkan Kevin. Ia lalu keluar untuk bicara dengan Russell yang kesal terhadapnya, namun ternyata Russell sudah pergi duluan mengejar kapal raksasa Muntz dengan balon-balon dari rumah Carl. Carl berusaha menyusul Russell, yang ternyata di sana tertangkap oleh Muntz. Setelah menyelamatkan Russell, ia menyelamatkan Kevin, namun bertarung dengan Muntz. Setelah Russell membawa rumah Carl ke atas kapal raksasa tempat Carl, Kevin dan Doug berada, mereka bersiap untuk pergi, namun Muntz menembaki balon di rumahnya dengan senapan. Carl tidak dapat bergerak karena ia menahan tali rumah tersebut, namun setelah ia mengecoh Muntz, ia menyuruh Russell, Kevin dan Doug untuk berpegangan di tali yang ia pegang, sementara Muntz jatuh dari ketinggian, menyebabkan kematiannya. Mereka bersuka cita karena berhasil membuat Muntz kalah, namun Carl merasa sedih karena rumahnya dan Ellie jatuh dari ketinggian tersebut. Russell dan Carl, pulang ke tempat asalnya dengan kapal raksasa Muntz dan mereka menghadiri upacara yang diikuti Russell. Russell mengangkat Carl sebagai ayah angkatnya, sementara Kevin sudah pulang ke tempat asalnya dan Dug menjadikan Carl sebagai pemilik barunya. Mereka makan es krim di kedai es krim, sambil bermain-main menebak warna mobil. Dug, Carl, dan Russell hidup bahagia, sementara saat kembali ke Paradise Falls, rumah Carl dan Ellie mendarat dengan sempurna di Paradise Falls, tepat seperti yang mereka impikan. Sutradara: Pete Docter Asisten Sutradara: Bob Peterson Produser: Jonas Rivera Produser Eksekutif: John Lasseter dan Andrew Stanton Penulis Skenario: Bob Peterson dan Pete Docter Cerita: Pete Docter, Bob Peterson, Thomas McCarthy Pemeran: Edward Asner, Christopher Plummer, Jordan Nagai, Bob Peterson, Delroy Lindo, Jeromy Ranft, John Ratzenberger dan Elie Docter Musik: Michael Giacchino Distributor: Walt Disney Pictures Tanggal rilis: 29 Mei 2009 (Amerika Serikat) dan 29 Juli 2009 (Indonesia) Durasi: 96 menit Negara: Amerika Serikat Anggaran: $175 juta
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy