Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'motogp'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 13 results

  1. Pembalap juara dunia MotoGP 2007 dan 2011, Casey Stoner, membawa kabar baik untuk Tim Ducati Corse. Selaku test rider Ducati, Stoner menilai bahwa kondisi motor tim pabrikan Italia itu telah semakin membaik. Sebelumnya, Stoner telah menjalani sesi uji coba selama dua hari di Sirkuit Misano, Italia. Dalam sesi uji coba tersebut, Stoner mencoba sasis baru Ducati, pengaturan elektronik, dan kecocokan keduanya dengan ban Michelin. “Itu sangatlah luar biasa. Kami telah mengalami kemajuan pada lini yang kami incar. Bahkan kami juga mengalami kemajuan pada aspek yang tidak kami prioritaskan. Itu adalah suatu pencapaian yang luar biasa,” kata Stoner. “Mengenai ban, sasis, dan pengaturan elektronik, ketiganya mengalami kemajuan. Ini adalah sesuatu yang positif dan saya tidak sabar melihat kemajuan lainnya, khususnya dalam sesi uji coba saat lintasan bersuhu panas. Mungkin kami harus lebih bekerja keras musim ini,” lanjutnya. Ia menambahkan bahwa motor Ducati saat ini memiliki daya cengkram yang lebih baik. Stoner berharap kemajuan-kemajuan itu dapat berbuah manis bagi Ducati di akhir musim 2016. Siapa dukungan jendral di MotoGP tahun ini ndral?
  2. Pebalap Yamaha Movistar Jorge Lorenzo berhasil menjuarai MotoGP Italia 2016. Lorenzo terlibat persaingan sengit dengan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez di lap terakhir. Kedua pebalap itu saling menyalip di beberapa tikungan. Tikungan terakhir Marquez berhasil menempati posisi pertama. Tapi Lorezo takp patah arang sebelum Marquez melewati garis finish. Lorenzo langsung membututi Marquez setelah tikungan terakhir sampai di jalur lurus, Lorenzo yang berjarak beberapa detik mengambil lajur kiri Marquez. Manambah kecepatan, Lorenzo akhirnya berhasil melewati garis finish lebih dulu dari Marquez. Sementara itu Valentino Rossi harus rela tak meraih posisi karena mesin motornya yang rusak.
  3. Finis di urutan kedua setelah pebalap Repsol Honda Marc Marquez dalam MotoGP Austin, tak membuat juara MotoGP tahun lalu, Jorge Lorenzo tak bahagia, Minggu (10/4). Pasalnya pebalap Movistar Yamaha itu gagal mendapatkan kemenangan keempat beruntun di sirkuit The Americas. Marquez melesat didepan dan berhasil finis dengan catatan waktu 43 menit dan 57,945 detik. Sementara itu Lorenzo yang berada di urutan kedua finis dengan catatan waktu 44 menit dan 4,052 detik. Dalam seri ketiga di Austin, Texas tersebut, Lorenzo sebetulnya memulai balap di barisan terdepan bersama Marquez. Ia sempat memimpin balap hingga tikungan pertama, namun tergeser karena menikung terlalu lebar. Hal serupa ia lakoni pada tikungan ke-11 di lap yang sama. Setelah itu, Marquez pun berada terdepan tanpa tersusul hingga akhir balap. Tentang performanya tersebut, Lorenzo mengungkapkan dirinya merasa bermasalah dengan sistem pengereman. "Saya sebelumnya penuh kepercayaan diri dari pengerman sepanjang akhir pekan ini," kata Lorenzo seperti dikutip dari Crash, Senin (11/4)."Tetapi hari ini dengan ban depan yang keras dan tangki [bensin] penuh saya tak tahu apa yang terjadi, tetapi saya tidak bisa mengerem dengan sama. Sangat buruk, selalu banyak masalah." Hal itu, lanjut Lorenzo, telah membuat dirinya melakukan beberapa kesalahan terutama pada tikungan pertama. "Saya berharap bisa lebih cepat, tetapi hari ini itu mustahil. Setiap kali saya merasa lebih lambat dan lambat, jadi hari ini bukanlah hari untuk kemenangan dan saya sudah tahu itu dari lap ketujuh atau delapan," tukas pria berusia 28 tahun tersebut. Atas dasar itu, juara dunia tiga kali itu pun kemudian menargetkan untuk tetap menyelesaikan balap dan mendapatkan poin. Lorenzo lebih beruntung dibandingkan rekan satu timnya, Valentino Rossi. Pebalap asal Italia itu tergelincir di tikungan kedua pada putaran ketiga. Akibat insident tersebut, Rossi pun gagal mendapatkan poin dari Austin. "Tahun ini, [dengan ban Michelin] Anda harus membayar mahal kesalahan kecil," kata Rossi. "Saya memasuki tikungan itu dengan kecepatan yang sama, tapi melintasi dua benjolan -- mungkin saya bergerak terlalu dalam dan saya kehilangan kendali ban depan. Jadi Anda harus berkonsentrasi dan mencoba tidak membuat kesalahan apapun."
  4. Kehadiran Casey Stoner diprediksi akan membuat Ducati semakin kuat. Akan tetapi menurut pembalap Aspar, Eugene Laverty, adalah sosok mantan bos Aprilia yang kini menjabat sebagai General Manager Ducati, Gigi Dall’Igna, yang bakal krusial buat tim asal Bologna, Italia, itu. Dall’Igna menjabat sebagai tokoh penting Ducati sejak akhir 2013 dengan menggantikan posisi Bernhard Gobmeier. Laverty ternyata pernah merasakan tangan dingin Dall’Igna saat keduanya berjuang di Superbike bersama Aprilia. Adapun MotoGP 2016 memperkenalkan dua hal baru yakni ban Michelin dan paket elektronik Magnetti Marelli. Seluruh tim diprediksi akan mengalami kesulitan dalam tes Sepang pada Februari 2016, setelah merasakan sulitnya tes di Jerez pada November 2015. Laverty lantas menyatakan, Ducati takkan mengalami kesulitan berarti di bawah komando Dall’Igna. “Ducati sangat membantu kami dalam menemukan arah tepat dengan motor. Terdapat perubahan besar karena motor-motor harus mengganti ban, sesuatu yang tak diubah dalam 10 tahun. Tapi Anda bisa menyerahkan segalanya kepada Gigi,” kata Laverty, seperti dikutip MCN, Jumat (22/1/2016). “Kami semua tahu kapasitasnya saat di Aprilia bahkan saat era dua tak. Dia menggunakan semua orang dan merupakan pemimpin luar biasa. Tak ada yang inferior atau superior, semuanya berguna,” jelas pembalap asal Irlandia Utara ini.
  5. Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengaku masih kesal karena dicurangi Jorge Lorenzo dan Marc Marquez yang berujung kegagalan meraih gelar juara MotoGP 2015. Rider berjuluk The Doctor itu bahkan menyebut kegagalannya melupakan kecurangan yang dibuat Lorenzo dan Marquez, membuatnya seperti tak bisa mengatasi masalah hidup. “Saya mengaku tak bisa mengatasi masalah hidup saya sepenuhnya,” jelas Rossi. Rossi yang menguasai puncak klasemen MotoGP 2015 dari seri pertama hingga ke-17 (pengecualian pada seri ke-11 karena posisi Rossi sempat digeser Lorenzo) harus rela kehilangan gelar di race terakhir. Sebelum balapan terakhir yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo digelar, Rossi sebenarnya unggul tujuh poin dari Lorenzo. Namun karena harus memulai balapan dari posisi paling belakang, Rossi kesulitan finis di depan X-Fuera – julukan Lorenzo– yang memulai race dari pole position. Ujung-ujungnya Lorenzo berhasil finis terdepan dan meraih kampiun kelas MotoGP untuk ketiga kalinya. Sementara Rossi menyelesaikan balapan di posisi empat setelah melewati 22 pembalap di depannya. Nasi sudah menjadi bubur, sekarang merupakan momen yang tepat bagi Rossi untuk meningkatkan skill membalap serta berharap mendapat motor YZR-M1 yang kompetitif untuk bersaing pada MotoGP 2016. Tentu tujuannya meraih gelar juara dunia kedelapan di kelas utama pada musim depan.
  6. Kalau kita ingat ingat MotoGP dari dulu sampai sekarang, MotoGP gak pernah sampai kejadian kayak sekarang. MotoGP lagi lesu, MotoGP itu adalah sebuah bisnis dibalik balapan motor yang kita lihat di layar televisi. Dulu MotoGP sangat berjaya ketika penulis masih SMP, tapi lama lama orang-orang bosen dan buat saham MotoGP turun. Sama seperti Formula 1 yang kita ketahui sebagai balapan bergengsi untuk kendaraan roda 4. Formula 1 juga ada sahamnya, tapi orang awam taunya cuma balapan biasa. Penulis ingin kembali ke topik utama, kita lihat video ulasan drama kejadian antara rossi dengan Marc Márquez. Seumur umur MotoGP diadakan dari dulu, baru kali ini ada kejadian kayak gini. Share dan masukan polling.
  7. Direktur Pengelola Movistar Yamaha, Lin Jarvis, menyesalkan insiden dan hukuman yang diterima pembalapnya, Valetino Rossi. Meski mengakui apa yang dilakukannya tidak benar, Jarvis menegaskan Rossi bukan pembalap curang. Kini, tak sedikit pihak menilai buruk Rossi, menyusul perilakunya yang menendang Marquez di Grand Prix (GP) Malaysia. Tak ingin nama baik pembalapnya menjadi jelek begitu saja, Jarvis pun mencoba memberikan klarifikasi. “Kami tidak bisa membantah. Apa yang dilakukan Valentino (Rossi) bukanlah pergerakan yang kami ingin lihat. Tapi Valentino sejatinya bukan pembalap yang curang,” kata Jarvis, seperti dimuat situs resmi MotoGP. “Dia bukan pembalap yang suka menciptakan isu dan masalah bagi orang lain. Kami merasa penalti (untuk Rossi) cukup berat,” sambungnya. Jarvis mengaku Tim Movistar Yamaha sudah mengajukan banding atas hukuman yang diterima The Doctor. Pembalap yang dikenakan penalti oleh Race Direction memang bisa mengajukan banding ke FIM Steward untuk menolak atau pun meminta kelonggaran hukuman. “Tapi FIM Steward menolak banding dan setuju dengan keputusan yang sebelumnya. Ini adalah finalnya, jadi tak perlu dibahas lagi,” tukas Jarvis.
  8. Di berita rasanya kita buta tapi lihat video aslinya bahwa Valentino Rossi itu tidak curang, coba lihat sendiri
  9. Menghadapi GP Ceko yang akan berlangsung akhir pekan ini, pemuncak klasemen sementara MotoGP 2015, Valentino Rossi, membidik waktu yang lebih cepat lagi di sesi latihan. Sejauh ini, Rossi memang kerap memiliki masalah pada sesi kualifikasi. Dalam 10 balapan, Rossi juga baru pernah satu kali merebut pole position yaitu pada GP Belanda. Bahkan, pekan lalu Rossi harus memulai balapan GP Indianapolis dari posisi ke delapan. Ia mengatakan bahwa hal tersebut menjadi hal yang harus ia perbaiki pada akhir minggu ini. "Menjadi sangat penting untuk mencatatkan hasi baik sejak sesi latihan pertama," kata pebalap berusia 36 tahun itu seperti dikutip dari Motorsport. "Saya sering menderita di sesi kualifikasi sehingga kami tertinggal terlalu jauh. Kami harus memperbaiki ini, terutama Q2 menjadi titik lemah saya." Menurut Rossi ia harus segera memperbaiki ini terutama karena Marc Marquez dan Jorge Lorenzo sudah melaju kencang dari tikungan pertama. "Jika Anda kalah di awal, Anda akan kesulitan mengejar." Setelah melewati GP Indianapolis pada Minggu (9/8) lalu, selisih angka antara Rossi dan rekan setimnya di Movistar Yamaha, Lorenzo, berkurang menjadi sembilan poin. Rossi sendiri menyatakan bahwa balapan masih panjang dan belum saatnya ia mengambil sikap berhati-hati demi menjaga peluang juara. Dalam balapan yang dijuarai Marquez dari Repsol Honda tersebut, Rossi mendapatkan podium ketiga sementara Lorenzo merebut tempat kedua. Hal inilah yang menjadikan selisih antara Rossi dan Lorenzo semakin menipis. Ketika ditanyai apakah keberhasilan menjadi juara balapan atau konsistensi naik ke podium yang akan menghantarkannya ke tangga juara dunia, Rossi tidak mau memilih salah satu dari kedua faktor tersebut. "Karena jalan masih panjang dan masih ada delapan balapan lagi," kata Rossi seperti dikutip dari Motorsport.com. "Masih terlalu dini untuk [hanya] berpikir tidak melakukan kesalahan. Pebalap asal Italia tersebut kemudian mengatakan bahwa ia tetap akan mendorong dirinya hingga ke batas terakhir tanpa membuat kesalahan. The Doctor juga mengatakan bahwa kemenangan penting karena akan membuat seorang pebalap mendapatkan beberapa angka lebih banyak.
  10. Keberhasilan Valentino Rossi meraih posisi ketiga di babak kualifikasi membuat pebalap Movistar Yamaha itu percaya diri bisa meraih kemenangan di MotoGP Republik Ceko. Rossi akan start dari posisi ketiga di MotoGP Ceko setelah setelah terpaut 0,364 detik dari rekan setimnya di Yamaha, Jorge Lorenzo, yang berhasil meraih pole position. Ini adalah kali kedua di musim ini Rossi berhasil meraih baris terdepan pada babak kualifikasi, setelah merebut pole di MotoGP Belanda. Keberhasilan merebut posisi ketiga di babak kualifikasi disyukuri Rossi. Pebalap asal Italia itu mengatakan, dengan start dari baris terdepan, peluangnya untuk meraih kemenangan di Sirkuit Brno terbuka lebar. "Saya pikir start dari baris depan akan sangat penting, karena Lorenzo dan Marc Marquez akan sangat cepat di awal balapan. Jika start dari barisan belakang, maka mustahil untuk bersaing dengan mereka," ujar Rossi seperti dilansir situs resmi MotoGP. Rossi merupakan pebalap paling konsisten sejauh ini di MotoGP 2015 dengan selalu berhasil meraih podium di sepuluh seri yang sudah dilalui. Namun, keunggulan The Doctor di puncak klasemen sementara semakin terkikis. Dengan torehan 195 poin, Rossi saat ini hanya unggul sembilan poin atas Lorenzo. Sementara Marquez berada di posisi ketiga, terpaut 56 poin dari Rossi. "Kami mendapatkan kecepatan yang bagus di babak kualifikasi, dan saya suka start dari baris terdepan. Balapan ini akan sangat berat," tegas Rossi.
  11. Pebalap Movistar Yamaha asal Italia, Valentino Rossi (belakang), menempel pebalap Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez, pada balapan GP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Minggu (19/4/2015). TERMAS DE RIO HONDO, GP Argentina yang berlangsung pada Minggu (19/4/2014) bisa jadi merupakan salah satu balapan paling dramatis bagi pebalap Movistar Yamaha, Velantino Rossi. Start dari posisi kedelapan, Rossi melewati satu per satu pebalap hingga akhirnya mengekor Marc Marquez pada beberapa putaran terakhir. Dua lap sebelum finis, kedua pebalap ini bersaing ketat, dan Marquez akhirnya jatuh setelah terjadi kontak di antara kedua motor. Pebalap Repsol Honda tersebut tak bisa melanjutkan balapan. Sementara itu, Rossi melaju di depan dan akhirnya finis di posisi pertama. Rossi mengaku bisa melakukan hal tersebut karena ditunjang pemakaian ban extra-hard yang khusus dibawa Bridgestone untuk balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo ini. "Ketika Marc memutuskan untuk memakai ban hard, saya berpikir bahwa kami punya kesempatan untuk menang karena, pada setengah terakhir balapan, kecepatan saya bagus," kata Rossi. "Sayang bahwa dia akhirnya terjatuh, tetapi, menurut saya, dia yang salah. Marc adalah pebalap yang selalu berpikir menang atau tidak sama sekali," kata Rossi. Pebalap 36 tahun tersebut berkata bahwa dalam persaingan dengan Marquez, dia diuntungkan karena memakai ban extra-hard yang membuatnya lebih cepat pada saat-saat akhir balapan. "Saya mendekati Marc dengan enam atau tujuh persepuluh detik lebih cepat, dan saat itu balapan tersisa dua putaran. Jadi, saya mencoba melewatinya, tetapi saya berpikir, pasti Marc akan berusaha untuk tetap di depan," papar Rossi. "Baru saja saya berpikir begitu, dia sudah menyenggol saya di tengah tikungan. Dia mengarahkan sepeda motornya ke saya, dan saya berkata, 'Sial! Langsung. Saya tahu kamu agresif, tetapi saya tidak menduga akan seperti ini'." "Lalu ketika saya membuka gas untuk melakukan akselerasi karena ingin membuat jarak sebelum tikungan berikutnya, saya mendengar benturan lagi. Sejujurnya, saya tidak tahu apakah itu di kiri atau kanan motor. Jadi saya berpikir, mungkin pertarungan ini akan sangat berat." "Setelah melewati garis (memasuki putaran terakhir), saya melihat di papan bahwa saya ada di depan Dovi (Andrea Dovizioso), jadi saya berpikir pasti ada yang terjadi, dan pada lap berikutnya saya melihat motornya (di luar lintasan)." "Marc tahu bahwa jika saya melewati dia, saya sedikit lebih cepat darinya, jadi dia berusaha keras. Namun, dia mungkin sedikit berlebihan, menurut saya," papar Rossi seputar insiden dengan Marquez. Kemenangan ini memperkokoh posisi Rossi sebagai pemuncak klasemen sementara dengan 66 poin, enam angka lebih banyak dari Dovizioso yang menempati peringkat kedua. Sumber : kompas.com
  12. Marc Marquez kembali menyempurnakan perolehan poinnya di MotoGP 2014 Seri 9 di Sirkuit Sachsenring, Jerman akhir pekan kemarin. Pembalap Repsol Honda itu menambah 25 poin sehingga kini memiliki koleksi angka 225 poin. Finish di posisi kedua, Dani Pedrosa menambah 20 poin. Dua keberuntungan sekaligus ia dapatkan kali ini. Selain naik ke podium kedua, dirinya juga berhasil menggeser posisi Valentino Rossi dari posisi dua klasemen sementara MotoGP 2014. Meski terpaut jauh dengan rekan setimnya, namun Pedrosa kini bisa bertengger di posisi kedua dengan nilai 148 poin. Sementara itu, Rossi yang pada Seri 9 hanya bisa menempatkan diri di posisi empat kini untuk sementara waktu harus puas di posisi tiga yang tertinggal 7 poin dari Pedrosa. Jorge Lorenzo masih tetap berada di posisi lima klasemen sementara. Meski dirinya pada Seri 9 kemarin bisa meraih podium ketiga, namun raihan itu belum bisa mengangkat dirinya naik peringkat. Lorenzo hanya mengoleksi 97 poin. Tertinggal dua angka dari Andrea Dovizioso yang berada di posisi empat.
×
×
  • Create New...