Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'mirna'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 16 results

  1. Pengamat hukum pidana Universitas Islam Indonesia, Muzakir mengatakan, perbedaan kasus pembunuhan Munir Said Thalib dan Wayan Mirna Salihin terletak pada proses autopsi jenazahnya. Dimana, dalam kasus kematian Munir terjadi proses autopsi jenazah yang lengkap sehingga dapat dipastikan penyebab kematian lantaran diracun arsenik. Sementara, dalam kasus kematian Mirna yang diduga diracun sianida tidak dilakukan proses autopsi yang komplit atau sempurna. "Ini masalah kausalitas. Dan itu menjadi kata kunci karena kasus munir itu proses autosinya jelas sehingga memberi keterangannya juga jelas dan setiap ahli hukum dapat memastikan itu. Kalau ketian Mirna tidak di autopsi," kata Muzakir Muzakir membela pandapat ahli patologi forensik senior dari Fakultas Kedokteran Universitas Quensland, Brisbane, Australia, Beng Beng Ong dalam persidangan. Menurut dia, pernyataan Beng Beng dapat dibenarkan lantaran jenazah Mirna tidak di autopsi dengan lengkap. "Saya pikir sudah benar keterangan itu. Karena proses autopsinya tidak lengkap. Kalau menggunakan sempel itu akan menjadi masalah dan menentukan siapa pelakunya menjadi sulit," terang Muzakir. Ia menyayangkan pihak Imigrasi yang menahan Beng Beng usai memberikan kesaksiannya. Pasalnya, kehadiran Beng Beng ke Indonesia dapat memberikan keterangan yang membantu penegak hukum dalam menentukan penyebab kematian anak dari Dharmawan Salihin. "Dia (Beng Beng) kemari untuk membantu mencari kebenaran materill tentang penyebab kematian Mirna. Kalau ahli di Indonesia itu kebanyakan marah-marahnya di persidangan. Itu tidak boleh, apalagi saksi ahli dapat yakin bahwa pelakunya (Jessica Kumala Wongso)," pungkas Muzakir.
  2. Ahli forensik Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Slamet Purnomo mengungkapkan sebanyak 0,2 miligram per liter zat sianida terdapat dalam lambung mendiang Wayan Mirna salihin. Akan hal itu, ia yakin bahwa zat itulah yang menyebabkan Mirna meregang nyawa. Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum Jessica, Otto Hasibuan menganggap bisa saja sianida yang ada di dalam lambung Mirna bukan dari es kopi Vietnam, melainkan dari buah apel yang diminumnya di pagi hari. "Bisa jadi 0,2 miligram sianida yang ada di dalam lambung Mirna itu bukan dari kopi, tapi dari apel. Karena dalam BAP Arief (suami Mirna) menyebutkan Mirna konsumsi apel pagi harinya," kata Otto. Pernyataan Otto tersebut senada dengan Hakim Ketua Kisworo yang menanyakan ke ahli bahwa apakah ada sianida yang terkandung secara alami. "Apakah ada sianida alami?," tanya Kisworo kepada ahli forensik, Slamet. Slamet pun menjawab bahwa sianida alami memang ada, seperti di rokok, singkong dan buah apel. Namun jumlahnya hanya sedikit sekali. "Iya ada. Di rokok itu ada sianida, tapi jumlahnya sedikit dan kalau masuk ke tubuh ada di dalam darah bukan lambung, singkong dan buah apel juga, tapi dosisnya sedikit, yang saya tahu enggak sampai 2 1/2 miligram per berat badan," ujarnya. Sehingga jika kita mengkonsumsinya, ujar Slamet, tak akan menyebabkan mati seperti sianida yang dikonsumsi Mirna. "Biasanya kalau ada keracunan, paling mengalami kelumpuhan bukan mati, atau gejala lain seperti muntah-muntah, pusing. Tapi kalau keracunan seperti itu, biasanya itu dialami mereka yang bekerja di bidang tambang," tutupnya.
  3. Ni Ketut Sianti, ibu kandung Wayan Mirna Salihin, muncul dihadapan publik. Dia melayani permintaan tampil di stasiun TV swasta, Kompas TV. Di kesempatan itu, istri Darmawan Salihin itu, mengungkapkan banyak hal mengenai anak pertamanya. Rona kesedihan masih terpancar dari wajah wanita yang memakai baju cokelat tersebut. Wanita asal Bali itu mengaku dekat dengan semua anaknya terutama Mirna. Dia memandang komunikasi dengan anaknya itu seperti seorang teman curhat. "Mirna, anak pertama dari kembar. Mengobrol sama dia seperti teman. Dia curhat saya curhat saling curhat. Apa saja dia omongin maupun teman-temannya dia omongin dan saya pun kenal temannya," ujar Ni Ketut Sianti, dalam perbincangan di Kompas TV, pada Selasa (19/7/2016). Ni Ketut Sianti melayani pertanyaan pembawa acara sekitar 30 menit. Dia bercerita mulai dari sosok Mirna, Jessica Kumala Wongso, sebagai orang yang diduga membunuh Mirna dengan cara menaruh zat sianida di minuman es Kopi Vietnamese, dan insiden tewasnya Mirna. Dia bersama dengan keluarga Mirna yang lain merasa sedih kehilangan saudara kembar dari Made Sandy Salihin itu. Dia mengaku penyebab meninggal anaknya tersebut supaya menjadi misteri saja. "Jadi misteri saja," kata dia.
  4. Mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian membeberkan hasil positif yang didapatkan penyidik dari rekan polisi mereka di Australia terkait penyelidikan Jessica Kumala Wongo. Tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin dengan modus kopi beracun sianida itu ternyata mempunyai catatan kriminal yang panjang di negeri Kangguru itu. "Kasus Jessica, saya kira sekarang sudah tahap pemberkasan untuk dimajukan kedua, tapi saya kira kita dapat informasi sangat bagus dari Australia. Tapi sengaja belum diekspos," kata Tito di Mabes Polri. Informasi yang belum bisa diekspos itu, masih kata Tito, "Jessica terkait kriminal. Salah satunya percobaan bunuh diri, tapi kita belum ekspos ini karena terikat dengan mutual legal aggrement dengan Australia." Dalam kesepakatan itu setiap statement yang dikeluarkan oleh Polri harus mendapat kesepakatan dengan negeri tetangga itu. "Nanti tanggal 26 Maret tim mengambil dokumen mulai dari dokumen-dokumen kriminal yang bersangkutan termasuk juga, seingat saya ada lebih kurang 14 kasus," imbuh Tito. Yang kedua, Ketua BNPT ini melanjutkan, penyidik juga akan mengambil catatan medis yang bersangkutan dimana terungkap jika - rekan Mirna semasa di Australia itu - sedang sedang menjalani perawatan psikolog. "Saya pikir kesepakatan antara bapak Kapolda baru (Irjen Moechgiyarto) nanti dengan kepolisian Australia mana saja yang boleh ekspose mana saja yang tidak," pungkas Tito.
  5. Tragedi pembunuhan Mirna Salihin yang tewas setelah menyeruput es kopi Vietnam berisikan racun sianida di Kafe Olivier, Grand Indonesia pada Rabu (6/1) lalu hingga kini masih terus bergulir. Setelah menetapkan Jessica Wongso, salah satu teman ngopi Mirna sebagai tersangka lewat beberapa bukti yang dikumpulkan oleh pihak kepolisian, kini yang masih menjadi pertanyaan adalah motif di balik tewasnya anak pengusaha Darmawan Salihin itu. Salah satu kabar yang sempat beredar, motif pembunuhan tersebut dikarenakan urusan asmara. Sejumlah pihak mencurigai Jessica merupakan penyuka sesama jenis. Dan, ia merasa sakit hati lantaran Mirna telah menikah dengan Arief Soemarko pada November 2015 silam. Meskipun kabar tersebut dibantah oleh Jessica dan mengatakan bahwa Mirna hanyalah sebatas teman semasa kuliah di Sidney, namun sebuah foto mesra sepasang lesbian yang diduga mirip Jessica dan Mirna pun baru-baru ini membuat heboh netizen. Berawal ketika foto tersebut di-posting dalam akun Instagram @ariefsoemarko dan akun @jessicakumalawongsooo. Tak hanya foto kemesraan, adapula foto masa lalu Jessica dan Mirna bersama dua sahabatnya yang lain tampak begitu akrab. Tapi kemudian, pihak kepolisian menyatakan bahwa foto mesra itu hoax. Dan, akun yang memposting perkembangan kasus kopi maut Mirna ini tidak bisa dipastikan sebagai akun asli. Dan, yang tak kalah heboh, dalam akun @jessicakumalawongsooo, juga terdapat foto mesra Jessica bersama seorang pria bule.
  6. Hakim Tunggal I Wayan Merta akhirnya memutuskan menolak praperadilan tersangka pembunuhan Wayan Mirna Salihin yakni Jessica Kumala Wongso. Hal ini karena tindakan termohon terhadap Jessica sudah sesuai aturan perundang-undangan. "Menolak permohonan pemohon seluruhnya. Biaya perkara nihil," kata Hakim Tunggal I Wayan Merta saat membacakan putusan praperadilan di PN Jakarta Pusat, Selasa (1/3/2016). Menurut hakim, tindakan penahanan yang dimohonkan pihak Jessica untuk digugurkan dapat diterima secara hukum. Sehingga, tak ada alasan hakim mengabulkan permohonan pihak Jessica. "Setelah hakim mencermati tindakan termohon, telah sesuai ketentuan undang-undang, KUHAP, khususnya tentang penahanan. Termohon telah melakukan penahanan yang sah menurut hukum," lanjut dia. Termasuk pula permohonan untuk mengeluarkan Jessica dari Rutan Polda Metro serta mengangkat cekal terhadapnya. "Maka, tidak ada alasan memerintahkan termohon mengeluarkan Jessica dari Rutan Polda Metro Jaya dan mengangkat cekal yang bersangkutan. Permohonan pemohon ditolak seluruhnya," pungkas dia. Diketahui, Jessica Kumala Wongso mengajukan permohonan praperadilan pada 11 Februari 2016 untuk menggugat tindakan hukum yang dilakukan Polda Metro Jaya terhadap dirinya yang di antaranya penggeledahan, penahanan, penetapan tersangka, dan pencekalan. Sidang praperadilan yang dimulai sekira pukul 09.00 itu ditutup 09.50 WIB. Dengan ditolaknya permohonan praperadilan Jessica, maka proses penyidikan atas kasus ini bisa kembali dilanjutkan dan tinggal menunggu sidang pokok perkara.
  7. Australian Federal Police (AFP) akan membantu Polda Metro Jaya untuk mengusut tuntas pembunuhan Wayan Mirna Salihin (27) yang diduga dibunuh oleh Jessica Kumala Wongso di Kafe Olivier, West Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Sebagaimana diwartakan ABC Australia, Senin (29/2/2016), Polisi Federal Australia akan membantu Pemerintah Indonesia menyelidiki kasus ini, setelah meminta jaminan jaksa untuk tidak menuntut hukuman mati kepada Jessica. Pasalnya, Australia adalah negara yang tidak menerapkan hukuman mati. Bantuan dari Polisi Australia itu diberikan setelah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan. Australia tidak ingin bantuan yang diberikan nantinya berujung pada vonis mati seperti dua anggota Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum sudah terbang ke Australia. Australian Federal Police (AFP) pun diminta bantu usut kasus Jessica Kumala Wongso, tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin. "Polisi Aussie sering diminta tolong ke polisi Indonesia. Makanya, sekarang kami minta bantu polisi Aussie untuk usut kasus Jessica," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal kepada wartawan di ruangannya, Jakarta, Jumat 19 Februari 2016. Menurutnya, penyidik juga sudah terbang di Australia, di sana mereka menyelidiki keseharian kehidupan Jessica selama delapan tahun tinggal di Negeri Kanguru itu. "Kita ingin tahu bagaimana J beraktivitas sehari-hari sebagai mahasiswi. Penyidik ingin tahu bagaimana kesehariannya. Sehingga kami ingin minta bantuan polisi (AFP) bagaimana alur dia mendapatkan sianida itu," tutupnya.
  8. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berencana mengirim penyidik ke Australia untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang dianggap mengenal Wayan Mirna Salihin dan Jessica Kumala Wongso. Jessica kini menjadi tersangka dalam kasus kematian Mirna. "Kami akan mengirim penyidik ke sana (Australia) untuk interview, karena ada beberapa petunjuk yang (perlu) dikembangkan," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/2). Menurut Krishna, penyidiknya perlu dikirim ke Australia untuk menambah materi penyidikan. Sampai saat ini, kata dia, penyidik Polda Metro Jaya belum memiliki informasi detail soal latar belakang Jessica dan Mirna selama di Australia. Jessica tinggal di Australia sejak 2008 dan selama itu jarang pulang ke Indonesia sebab orang tuanya pun menetap di Australia dari tahun 2005. Ketika lulus kuliah, Jessica memilih untuk tinggal di Australia dan Mirna kembali ke Indonesia. Jessica baru pulang ke Indonesia pada 5 Desember 2015 untuk mencari pekerjaan. Sekitar sebulan setelah Jessica pulang, pada 6 Januari 2016, saat ia sedang bercengkerama dengan Mirna dan Hani di Restoran Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, Mirna tewas usai meneguk kopi vietnam yang ternyata telah dibubuhi sianida. “Kami kerja sama dengan polisi Australia karena latar belakang mereka (Mirna dan Jessica) di Australia. Itu biasa dalam penyelidikan,” ujar Krishna. Pengiriman penyidik Polda Metro Jaya ke Australia mesti mengantongi izin Australian Federal Police (AFP). “Kami harus ke sana untuk lakukan observasi agar mendapat gambaran. Tapi harus ada dukungan dari Kepolisian di sana dan Konsulat Jenderal Indonesia di Canberra," kata Krishna. Sementara soal dokumen AFP yang sudah diterima oleh penyidik, Krishna menyebut hal itu masih dianalisis dan bersifat rahasia. "Nanti di pengadilan saja kami sampaikan," ujar Krishna. Jessica ditetapkan sebagai tersangka pembunuh berencana dalam kasus Mirna. Ia kini dijerat pasal dengan ancaman maksimal berupa hukuman mati.
  9. Jessica Kumala Wongso (27) tersangka dalam kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin setelah meminum es kopi di Kafe Olivier, Grand Mall Indonesia beberapa waktu lalu, tidak diiznkan untuk melakukan ibadah di wihara. Meski begitu, dia tetap diberi ruangan khusus untuk melakukan ritual sembahyang. "Kami menyediakan ruangan khusus bagi tahanan yang akan merayakan Imlek. Untuk mereka berdoa," kata Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas saat dikonfirmasi, Senin (8/2/2016). Menurutnya, ruangan tersebut cukup untuk tahanan dan keluarganya berdoa. Sebab, dalam aturan hukum, tahanan memang tidak diizinkan untuk keluar dari ruang tahanan. Berbeda dengan perayaan agama lainnya, Barnabas mengaku, perayaan Imlek memang tidak dilakukan secara besar-besaran lantaran minimnya tahanan yang merayakan hari besar warga Tionghoa tersebut. "Karena Imlek kan tidak banyak. Mereka biasanya hanya merayakan di dalam saja, di ruang kunjungan tahanan," tambahnya. Dikonfirmasi terpisah, kuasa hukum Jessica, Yudi Wibowo Sukinto mengaku dirinya tak tahu-menahu apakah kliennya akan mendapat kunjungan dari kedua orangtuanya, yakni Winardi dan Imelda Wongso. "Enggak ada kunjungan, ini tanggal merah. Tanya polisi saja," timpal Yudi.
  10. Ini dia rekaman suara kesaksian
  11. Jessica Kumala Wongso (27), kerap dibawakan nasi padang oleh ibundanya Imelda Wongso saat dijenguk di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol M. Iqbal memastikan penyidik telah menyiapkan makanan bagi lulusan Australia tersebut. "Makanan sudah kami siapkan, menunya sama. Tapi kami bersahabat karena tugas polisi ada dua, yakni hitam dan putih. Kami harus perankan walaupun ambivalen," kata Iqbal di Jakarta, Kamis (4/2/2016). Mantan Kapolres Jakarta Utara itu menjelaskan, Polda Metro Jaya akan menegakkan hukum kepada siapapun di wilayah hukumnya. Polisi, lanjut dia, memiliki kewajiban sebagai pelindung dan juga pelayan masyakakat. Sehingga, meskipun ‎Jessica telah resmi ditetapkan tersangka namun Polda Metro Jaya akan tetap memenuhi hak-hak dari Jessica. "Kami harus tegakkan hukum kepada siapa pun, tapi di satu sisi kami adalah pelayan dan pelindung masyarakat. Walaupun kami tahan kami harus penuhi unsur kemanusiaan," tukasnya.
  12. Ayah Mirna, Darmawan Salihin Ayah Wayan Mirna, Edi Darmawan Salihin meminta Jessica berani jujur dalam memberikan keterangan soal peristiwa di Cafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, 6 Januari lalu. Keterangan berbelit-belit dinilai Edi justru akan menyudutkan diri sendiri. Sikap Jessica yang sampai kini belum mengaku pun diakuinya membuat keluarga kesal. "Harusnya dia (buat) pengakuan, terus dia baik-baik kenapa sih (berbuat begitu)? Kita bisa diskusikanlah daripada dihukum mati. Ya saya juga kasihanlah. Toh Mirna nggak bisa balik lagi," kata Edi Darmawan di rumahnya, Sunter, Jakarta Utara, Senin (1/2/2016). Ia juga menuturkan, seharusnyaJessica bertindak sportif dan mau mengakui jika memang benar dirinya yang melakukan pembunuhan terhadap putrinya. Dari situ tentu pihak keluarga mau memberi maaf terhadap Jessica. Dengan sikap itu, bisa membantu atau meringankan hukumannya. "Saya juga enggak sembarangan itu kesal sama Jessica. Soalnya dia yang beliin kopi dan terus mati anak saya. Polisi kan udah punya bukti sangat kuat, kalau enggak dia (Jessica) kan enggak mungkin ditetapkan tersangka," beber dia. Polisi sebelumnya menangkap Jessica di Hotel Neo, Jakarta Utara pada Sabtu 30 Januari 2016 pukul 07.45 WIB. Penangkapan dilakukan setelah polisi menetapkan Jessica sebagai tersangka. Setelah ditangkap, Jessica dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Di sana dia diperiksa secara maraton hingga penyidik memutuskan untuk menahannya selama 20 ke depan. Penyidik mengaku sudah mengantongi bukti-bukti kuat atas keterlibatan Jessica dalam kasus dugaan pembunuhan Mirna. Atas kasus ini, Jessica terancam dijerat Pasal 340 KUHP yang ancaman hukumannya mencapai seumur hidup atau mati.
  13. Nama Jessica Wongso tengah ramai diberitakan oleh awak media dan ramai pula dibicarakan masyarakat. Namanya beredar luas sejak kasus kematian Wayan Mirna Salihin mencuat. Mirna tewas akibat minum es kopi Vietman di kafe Olivier yang berlokasi di Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Pada saat Mirna kejang-kejang dan mulutnya berbusa karena racun sianida, Hani dan Jessica Wongso adalah dua orang teman Mirna yang pada saat itu di lokasi kejadian. Mereka pun menjadi saksi utama atas kasus meninggalnya Mirna tersebut. Setelah diperiksa oleh Polda Metro Jaya, polisi kemudian menetapkan Jessica Wongso menjadi tersangka tewasnya wanita berusia 27 tahun itu pada Sabtu (30/1). Tentu banyak dari kita yang penasaran, siapakah sebenarnya Jessica Wongso? 1. Jessica Wongso adalah anak dari pasangan Imelda Wongso dan Winardi Wongso. Jessica Kumala Wongso merupakan anak dari pasangan Imelda Wongso dan Winardi Wongso. Orang tuanya merupakan seorang pengusaha asal Jakarta. Mereka berbisnis plastik untuk suku cadang sepeda. 2. Jessica Wongso pernah bersekolah di SMA Jubilee School. Pada tahun 2005, keluarganya pindah ke Australia. Namun, Jessica Wongso masih bertahan di Indonesia. Dia harus menyelesaikan pendidikan di SMA Jubilee School. 3. Dia kuliah di Billy Blue College of Design, Sydney, Australia. Dia mengambil jurusan desain grafis. Selanjutnya, dia kuliah di Billy Blue College Sidney dan mengambil jurusan design grafis. Jurusan tersebut sangat sesuai dengan kesukaannya. Hal ini juga membuat Jessica keranjingan di depan komputer hingga membuatnya sempat terkena sakit leher. 4. Kediaman keluarga Jessica terletak di bilangan Sunter Agung, Jakarta Utara. Saat masih tinggal di Indonesia, Jessica tinggal di rumah keluarganya tersebut. 5. Jessica dan Mirna adalah teman kuliah. Jessica dengan Mirna adalah teman kuliah. Keduanya berkuliah di kampus yang sama, akan tetapi jurusannya berbeda. 6. Jessica juga sempat magang dan bekerja sebagai freelance di Australia. Sebelum akhirnya Jessica pulang ke Indonesia dalam rangka mencari pekerjaan di Indonesia, dia sempat magang dan bekerja sebagai freelance di Australia. 7. Jessica adalah anak bungsu di keluarganya. Di mata keluarganya, Jessica adalah sosok anak yang baik. Dia merupakan anak bungsu. Jessica juga terkenal sebagai anak yang manja dengan kedua orang tuanya. 8. Jessica adalah pihak yang memesankan minuman dan datang lebih dulu ke kafe Olivier, tempat Mirna minum kopi berisi sianida. Jessica menjadi pihak yang paling disudutkan dalam kasus ini. Hal ini dikarenakan dia adalah pihak yang memesan minuman untuk Mirna dan tiba lebih dulu di kafe tersebut. 9. Jessica diduga memerintahkan pembantunya untuk membuang celananya yang sobek. Jessica Kemala Wongso, merupakan saksi kunci kematian Wayan Mirna Salihin. Dia juga dicurigai setelah memerintahkan pembantunya membuang celana yang digunakan saat Mirna meninggal. Polisi menduga ada jejak bukti pada celana tersebut.
  14. Wayan Mirna Salihin (27) tewas seusai menyeruput kopi vietnam di Kafe Olivier di Mal Grand Indonesia pada 6 Januari 2016. Meski masa penanganan polisi terhadap kasus ini sudah mendekati dua pekan, pelakunya belum juga terungkap. Kasus ini menarik perhatian publik karena polisi memastikan Mirna tewas karena racun sianida yang ada di dalam kopi tersebut. Meski sudah memastikan kematian Mirna lantaran kerasnya racun tersebut, polisi masih kesulitan mengungkap pelakunya. Beberapa saksi pun sudah diperiksa intensif oleh kepolisian, mulai dari karyawan kafe; teman Mirna yang berada saat kejadian, seperti Hani dan Jessica; hingga keluarga almarhumah; dan pakar. Kepolisian bahkan sudah menaikkan status kasus tersebut ke tingkat penyidikan, meski tersangka belum ditetapkan. Kompleksnya kasus ini bahkan membuat kepolisian Indonesia melakukan kerja sama penyelidikan dengan kepolisian federal Australia. Mirna dan Jessica pernah tinggal dan menimba ilmu di Negeri Kanguru. Misteriusnya penyelesaian kasus ini meninggalkan beberapa kejanggalan atau pertanyaan. Kejanggalan tersebut ditemukan berdasarkan kronologi dari kepolisian dan keterangan sejumlah saksi. Pertama, Jessica yang berinisiatif memesan kopi vietnam yang diminum oleh Mirna. Jessica diketahui datang terlebih dahulu ke kafe tersebut dan membayar secara langsung minuman-minuman yang dipesannya. Jessica disebut ingin membuat "surprise" kepada Mirna. Kedua, Jessica meletakkan paperbag di atas meja tempat minuman disajikan. Posisi paperbag tersebut janggal karena tak biasanya orang meletakkan paperbag di atas meja. Menurut sejumlah saksi, paperbag itu turut menghalangi pantauan kamera CCTV kafe yang mengarah ke kopi vietnam yang diminum Mirna. Ketiga, ketika Mirna mengeluhkan rasa kopi yang tidak lazim, Jessica tidak ikut mencicipinya. Ketika itu, Mirna menyebut rasa dan aroma kopi vietnam yang diminumnya seperti jamu. Hani pun mencoba mencicip sedikit dan merasakan bahwa lidahnya kebas. Keempat, celana yang digunakan Jessica pada hari kejadian dibuang. Jessica beralasan, celana itu robek dan harus dibuang. Polisi bahkan masih mencari celana misterius tersebut hingga di tempat pembuangan sampah. Bagian penting yang dapat menjadi petunjuk berikutnya adalah celana Jessica yang dibuang. Kelima, bagaimana racun natrium sianida (NaCN) itu bisa masuk ke dalam kopi yang diminum Mirna? Polisi masih mencari proses masuknya racun tersebut. Selama penelitian di Puslabfor, sianida hanya ditemukan di lambung Mirna dan kopi yang diminumnya saat kejadian. Keenam, jumlah sianida yang cukup besar di dalam kopi Mirna. Polisi menemukan kandungan racun sianida sangat besar di kopi yang diminum Mirna. Bahkan, kandungan racun itu dapat membunuh hingga 25 orang sekaligus. Rangkaian yang hilang Di luar semua itu, polisi sudah meminta pandangan dari para ahli, termasuk ahli kejiwaan untuk memeriksa beberapa saksi, termasuk Jessica. Polisi hingga kini masih berusaha mengungkap bagaimana racun sianida itu masuk ke minuman Mirna. Sudah disebutkan polisi bahwa proses pembuatan kopi di kafe tersebut terbebas dari sianida. Yang memungkinkan adalah, proses masuknya sianida terjadi saat kopi tersebut berada di meja yang ditempati Mirna, Jessica, dan Hani. Polisi berusaha mengungkap kasus tersebut bukan berdasarkan pada asumsi semata. Selama ini, publik terarahkan pada teman Mirna yang memang saat kejadian berada di lokasi. Berbagai pihak meyakini, kepolisian mampu mengungkap kasus yang menyita perhatian publik ini. Polisi pun optimistis kasus itu segera terungkap, meski banyak kompleksitasnya. Seperti dikatakan Shinichi Kudo, tokoh dalam komik Detektif Conan karangan Aoyama Gosho, "Segala sesuatu itu mempunyai pola, bahkan benang kusut sekalipun," demikian kutipan dari komik tersebut. Pola ini yang masih dicoba untuk dicari, rangkaian yang hilang dari kasus tersebut.
  15. Jessica Kumala Wongso menjadi salah satu saksi kasus kematian Mirna. Kepolisian menegaskan penyelidikan kasus Wayan Mirna Salihin (27) tidak akan terkendala hanya karena tidak ditemukannya celana yang dikenakan Jessica Kumala Wongso. Celana tersebut belakangan ini dicari kepolisian sebagai salah satu barang bukti penyelidikan. "Tidak apa-apa tidak ketemu. Tidak masalah," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/1). Krishna menjelaskan penyelidikan kasus kematian Mirna tidak hanya bergantung pada barang bukti celana tersebut. Ia mengaku, banyak barang bukti lain yang bisa membantu penyelidikan kasus tersebut. "Ya tidak mesti dikait-kaitkan dengan harus ada BB (barang bukti). Celana itu BB," ujar Krishna. Lebih lanjut, Krishna menuturkan bahwa celana tersebut hanyalah merupakan salah satu petunjuk penyelidikan. Celana tersebut juga dianggap tidak begitu bisa membantu penyelidikan. "Alat bukti yang paling kuat itu adalah keterangan ahli," ujar Krishna. Sebelumnya, polisi telah melakukan penggeledahan di rumah milik Jessica untuk mencari celana tersebut. Namun, polisi tidak bisa menemukan celana tersebut lantaran telah dibuang oleh Jessica setelah menghadiri pertemuan dengan korban di Cafe Olivier. "Ada keterangan saksi kunci bahwa dia diperintah Jessica untuk membuang celana tersebut," ujar Krishna. Saksi kunci yang dimaksud Krishna adalah SR, pekerja rumah tangga Jessica. SR diamankan oleh polisi atas permintaan orang tua SR. "Orang tua yang bersangkutan datang ke kami. Kami tempatkan di rumah khusus yang diketahui orang tuanya," ujar Krishna. Polisi juga saat ini masih mandalami alasan Jessica membuang celana tersebut. "Faktanya dia (Jessica) buang. Kenapa dia buang celana itu?," ujar Krishna. Wayan Mirna Salihin tewas setelah menyesap es kopi Vietnam di Cafe Olivier, Grand Indonesia, pada Rabu (6/1) lalu. Polisi menemukan adanya racun sianida dalam kopi yang diminum oleh Mirna dan telah menetapkan kasus tersebut pembunuhan. Hingga kini, polisi masih terus memeriksa saksi-saksi termasuk keterangan dari Hanni dan Jessica (dua teman Mirna yang bertemu terakhir kali dengannya), ayah dan suami Mirna, serta pembantu Jessica, SR.
  16. Kasus kematian Wayan Mirna LS (27) usai meminum kopi Vietnam bersama 2 rekannya di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, terus diusut polisi. Polda Metro Jaya menyatakan, sampai saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka terkait tewasnya wanita yang baru saja menikah itu. "Ya, belum ada (penetapan‎)," Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal dalam pesan singkatnya, Sabtu (9/1/2016) malam. Iqbal mengatakan demikian, sebab beredar kabar polisi telah menangkap salah seorang rekan Mirna yang ikut dalam 'ngopi cantik' pada Rabu sore, 6 Januari 2016, di mal tersebut. Informasi itu menyebut, penangkapan itu lantaran ditengarai rekannya itu sakit hati Mirna menikah pada Desember 2015. Namun demikian, Iqbal memastikan, setiap informasi akan ditampung pihaknya sebagai tambahan dalam penyelidikan kasus kematian Mirna usai minum kopi. Mengingat, kepolisian saat ini masih bekerja mengungkap peristiwa yang membuat heboh masyarakat tersebut. "Semua info kita tampung untuk bahan penyelidikan. Karena tim lagi bekerja," ujar mantan Kapolres Jakarta Utara tersebut. Mirna mengalami kejang-kejang hingga akhirnya meninggal di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, seusai minum kopi di Kafe Olivier, Mal Grand Indonesia, Rabu 6 Januari 2016. Saat itu, Mirna tengah berkumpul bersama 2 temannya. Meski ada informasi dia sempat minum obat pelangsing, kepolisian masih fokus melakukan autopsi dan mengambil sampel cairan lambung. Terutama demi memastikan ada tidaknya kandungan racun di kopinya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy