Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'miliuner'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Dari data Forbes, ada 10 orang Indonesia yang masuk jajaran 1.000 orang terkaya di dunia 2014. Nama-nama mereka tidak asing lagi di telinga mengingat kisah sukses mereka menjalankan bisnisnya sudah menjadi inspirasi bagi banyak orang di dalam negeri. Kekayaan yang mereka peroleh tidak datang begitu saja, ada kerja keras dan keseriusan membangun kerajaan bisnisnya. Wealth X, sebuah perusahaan pendata orang kaya dunia pernah memaparkan bisnis-bisnis yang bisa mewujudkan mimpi seseorang menjadi miliuner dunia. Jika disandingkan dengan daftar orang Indonesia yang masuk jajaran orang terkaya dunia versi Forbes, maka diperoleh beberapa sektor yang diyakini cukup sukses menjadikan orang Indonesia menjadi miliuner dunia. Merdeka.com mencoba merangkumnya. Berikut paparannya. 1. Infrastruktur dan alat berat Sektor bisnis ini termasuk salah satu sektor yang mampu menciptakan orang kaya. Industri ini akan menjadi besar, terutama untuk Indonesia. Karena negara ini butuh infrastruktur yang tidak sedikit. Contoh sederhana saja, jika Anda sadar, di semua negara butuh batako untuk membuat trotoar misalnya. Seseorang pasti menguasai bisnis itu. Tidak hanya itu, di negara yang tengah gencar membangun seperti Indonesia, pasti membutuhkan alat berat. Achmad Hamami membuktikan bahwa bisnis sektor ini mampu menjadikan orang Indonesia sebagai miliuner dunia. Pria ini mulai aktif berbisnis pada dekade 1970-an. Dengan mengibarkan bendera Trakindo Utama, Achmad Hamami mendapat kepercayaan menjadi agen produk Caterpillar di Indonesia. Trakindo menjadi pemain utama bisnis sektor alat berat, konstruksi, dan infrastruktur di dalam negeri. Produk Caterpillar yang didistribusikan Trakindo antara lain alat berat, diesel, dan mesin produksi gas. Perusahaan yang berbasis di Jakarta ini fokus menjual onderdil resmi, catalog produk, dan jasa perbaikan alat berat. Jasa perbaikan untuk memberikan jaminan pada konsumen bahwa produk yang dijual Trakindo tidak akan rusak. Di usianya yang kini menginjak 83 tahun, Achmad Hamami masih sukses bertahan di jajaran miliuner dunia. Dari data yang baru dilansir Forbes, Achmad masuk lingkaran 1.000 orang terkaya sejagat. Menurut versi Forbes, harta kekayaan Achmad saat ini menyentuh USD 1,6 miliar. 2. Sumber Daya Alam Sektor bisnis diakui sebagai salah satu bisnis yang terbukti mengantarkan orang Indonesia jadi miliuner dunia. Lahan bisnis ini disebut-sebut sebagai gelombang pertama untuk mengumpulkan kekayaan Namun idak berarti gelombang ini adalah generasi pertama. Tapi memang ini adalah sektor yang menghasilkan orang untuk bisa menjadi sangat kaya. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan sumber daya perkebunan. Dalam hal ini kelapa sawit. Salah satu produk unggulan Indonesia yang sudah dikenal luas di dunia internasional adalah minyak sawit atau crude palm oil (CPO). Indonesia bersanding bersama Malaysia menjadi penguasa bisnis sawit dunia. Setiap tahunnya, pebisnis sawit dari dua negara ini saling berlomba-lomba meningkatkan produksinya dan memasarkannya di pasar internasional. Meskipun saat ini harga komoditas sawit tengah anjlok, bisnis sektor ini tetap diakui sebagai salah satu bisnis yang melahirkan miliuner dunia. Setidaknya, trio raja sawit dari Indonesia ini membuktikan bahwa dengan tekun mengembangkan bisnis perkebunan sawit, ketiganya mampu masuk barisan miliuner dunia Nama pertama adalah Bachtiar Karim. Dalam daftar 1.000 orang terkaya dunia 2014 yang dilansir Forbes, Bachtiar Karim ada di peringkat 869. Harta kekayaannya, menurut Forbes, mencapai USD 2 miliar. Bachtiar adalah bos dari PT Musim Mas yang bergerak di lini bisnis utama minyak sawit atau CPO. Perusahaan yang dikelolanya memiliki kapal tanker dan terminal sendiri. Pabrik pengolahan sawit milik Musim Mas disebut-sebut sebagai yang terbesar di dunia. Tidak hanya Bachtiar yang mencatatkan diri sebagai raja sawit Indonesia di jajaran miliuner dunia. Ada nama lain yang juga dikenal sebagai raja sawit Indonesia yaitu Lim Hariyanto Wijaya Sarwono. Dari laporan Forbes, harta kekayaan Lim saat ini menembus USD 2 miliar. Dengan harta sebanyak itu, pria berusia 86 tahun ini ada di urutan 1.565 orang terkaya dunia. Satu lagi raja sawit Indonesia yang masuk lingkaran orang tajir di dunia adalah Sukanto Tanoto. Dari data yang dilansir Forbes, harta kekayaan Sukanto Tanoto menembus USD 2,1 miliar. Saat ini, raja sawit berusia 64 tahun ini mengendalikan bisnisnya dari Singapura. Dia sukses mengibarkan bendera PT. Raja Garuda Mas yang lini bisnis utamanya kelapa sawit. 3. Jasa dan Ritel Kelas menengah yang tumbuh luar biasa menjadi kesempatan untuk orang-orang yang mempunyai modal untuk membuat perusahaan. Di Indonesia yang mempunyai kelas menengah yang sangat banyak, bisa menjadi lahan para orang kaya untuk menumpuk pundi-pundi uangnya. Bisnis ritel memang tidak mudah. Tapi pasar memang selalu membutuhkan produk-produk jasa dan ritel. Chairul Tanjung membuktikan bahwa bisnis ini mampu membawa orang Indonesia masuk jajaran miliuner dunia. Pada daftar peringkat 2014, Chairul Tanjung yang memiliki CT Corp berada di peringkat 375 dunia dengan nilai kekayaan USD 4 miliar atau sekitar Rp 46 triliun. Peringkat CT, sapaan akrabnya, naik dari 395 dunia pada 2013 dengan nilai kekayaan USD 3,4 miliar. Ditarik mundur setahun sebelumnya, grafik naik makin terasa mengingat pada 2012, CT masih ada di peringkat 634 dunia dengan kekayaan USD 2 miliar. "Perusahaannya CT Corp juga memiliki Bank Mega, Carrefour Indonesia dan waralaba seperti Mango dan Versace," tulis Forbes. Kini, Chairul Tanjung adalah orang ketiga terkaya di Indonesia setelah keluarga Djarum. 4. Industri rokok Orang terkaya di Indonesia, Budi dan Michael Hartono sukses mengibarkan bendera Djarum sebagai salah satu industri rokok besar di dalam negeri. Dengan pasar yang besar, rokok menjadi salah satu potensi bisnis yang cukup cemerlang. Tidak heran jika saat ini semakin banyak bermunculan rokok-rokok baru. Dengan bendera Djarum, duo Hartono masuk dalam jajaran orang-orang kaya dunia. Kekayaan mereka masing-masing USD 7,6 miliar (Budi Hartono) dan USD 7,3 miliar (Michael Hartono).
  2. Nama Yoshiyuki Sankai mungkin masih asing di telinga Anda. Tapi di Jepang, sosok ini bukan orang sembarangan. Satu hal yang sangat melekat pada dirinya adalah robot. Berkat ketertarikannya terhadap robot, Sankai kini menjadi pengusaha robot tersukses di Negeri Sakura Sankai tertarik pada sains sejak duduk di bangku sekolah dasar kelas tiga setelah membaca buku Isaac Asimov berjudul "Robot". "Saya memutuskan untuk menjadi doktor. Atau peneliti, ilmuwan yang bisa menciptakan robot," tutur Sankai, yang memiliki penampilan khas dengan kacamata tebal dan rambut bergelombang sebahu. Akhirnya Sankai berhasil membangun perusahaannya sendiri yang diberi nama Cyberdyne. Sankai yang juga seorang profesor System & Information Engineering di University of Tsukuba itu berniat mendirikan Cyberdyne karena masalah besar di Jepang mengenai biaya medis dan perawatan. Didirikan pada 24 Juni 2004, sekilas nama perusahaan milik lelaki berusia 56 tahun itu seperti perusahaan fiksi di film seri Terminator. Namun, nyatanya sesuai bidang akademik, Cyberdyne berasal dari kata "Cyber" dengan akhiran "dyne" yang memiliki arti power atau kekuatan. Menurutnya, masalah tersebut tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan publik saja dan membutuhkan kekuatan pasar. Dari situ, para investor berbondong-bondong berinvestasi di Cyberdyne. Diketahui, Cyberdyne tak pernah betul-betul menciptakan uang, namun harga sahamnya melonjak empat kali lipat dan membuatnya sebagai salah satu orang Jepang terkaya dengan kekayaan bersih US$ 1,2 miliar atau setara Rp 15,8 triliun. Cyberdyne hingga kini fokus pada pengembangan robot yang bisa memudahkan para masyarakat lansia ataupun penderita penyakit stroke dan sklerosis. Cyberdyne menciptakan robot wearable yang membantu pergerakan anggota tubuh. "Tantangan kami adalah membuat sesuatu yang belum ada pasarnya, namun dibutuhkan oleh masyarakat dan menjadi solusi bagi kondisi tersebut," kata Sankai seperti dikutip dari situs Forbes.
  3. Pengusaha asal Jepang yang bergerak di teknologi robotika, Yoshiyuki Sankai memiliki tujuan mulia di balik perusahaan besutannya. Ia ingin memberikan pelayanan bermanfaat bagi para lansia melalui teknologi robot. Cyberdyne didirikan 11 tahun silam, tepatnya pada 24 Juni 2004. Cyberdyne menarik banyak investor untuk berinvestasi di perusahaan sejak Maret tahun lalu. Cyberdyne tak pernah betul-betul menciptakan uang, namun harga sahamnya melonjak empat kali lipat dan membuat Sankai sebagai salah satu orang Jepang terkaya dengan kekayaan bersih US$ 1,2 miliar atau setara Rp 15,8 triliun. Robot seperti apa yang diciptakan Sankai di 'dapur' Cyberdyne ini? Produk pertama yang berhasil dirakit Sankai adalah Hybrid Assistive Limb (HAL). Mengutip situs Forbes, Sankai telah mengembangkan HAL lebih dari dua dekade selagi mengajar di University of Tsukuba yang letaknya di utara Tokyo. Robot ini dipasangkan di salah satu atau kedua kaki untuk membantu pergerakan. Bisa dikatakan, robot ciptaan Sankai diperuntukan bagi masyarakat lansia atau penderita penyakit stroke dan sklerosis. Robot HAL juga bisa membantu mengangkat barang berat di pabrik-pabrik hingga mengangkat pasien di panti jompo. Kini, Cyberdyne mengembangkan seragam robot full-body yang bisa membantu seluruh pergerakan tungkai manusia. Seragam ini memiliki sistem pendingin dan lapisan radiasi untuk melindungi para buruh pabrik dari reaktor nuklir di Fukushima Daiichi Nuclear Power Plant. Robot wearable hasil rakitan Cyberdyne menggunakan mesin kecil yang ditenagai oleh baterai yang bisa diisi ulang. Ketika sensor melekat pada kulit manusia, maka ada dorongan listrik kecil dari otak untuk menunjukkan gerakan yang akan datang. Hal ini yang dapat membantu anggota tubuh bergerak. University of Tsukuba memegang paten teknologi sensor dan kontrol HAL, namun membiarkan Cyberdyne secara eksklusif menggunakannya. Sankai juga berharap penggunaan HAL di Jepang sebagai perawatan medis bisa sekaligus membantu masyarakat untuk memulihkan fungsi kaki dengan cara melatih otak dan meningkatkan fungsi sistem saraf.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy