Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'metaverse'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
    • Computer
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Bos Facebook Mark Zuckerberg percaya, Apple dan Meta tengah dalam kompetisi filosofis yang sangat dalam untuk membangun metaverse. Kedua raksasa tersebut, menurut Zuckerberg, siap bersaing dalam penjualan hardware untuk augmented reality dan virtual reality. Menurut komentarnya di pertemuan internal yang dilihat The Verge, CEO Meta ini mengatakan pada karyawan pada awal bulan ini, mereka tengah bersaing dengan Apple untuk menentukan "ke arah mana internet harus masuk di dunia metaverse." Zuckerberg menyebutkan, Meta akan memposisikan diri sebagai alternatif yang lebih terbuka dan murah dibanding Apple. Apple sendiri diperkirakan akan mengumumkan headset AR pertamanya akhir tahun ini. "Ini adalah kompetisi filosofi dan ide, di mana mereka percaya, dengan melakukan sendiri dan mengintegrasikannya secara erat, mereka membangun pengalaman konsumen yang lebih baik," kata Mark Zuckerberg tentang persaingan dengan Apple. Ia melanjutkan, Facebook percaya bahwa ada banyak hal yang perlu dilakukan dalam spesialisasi di berbagai perusahaan. "Hal ini memungkinkan ekosistem yang jauh lebih besar agar bisa eksis," kata Zuck. Perlu diketahui, sejak mengubah nama perusahaan Facebook menjadi Meta, suami Priscilla Chan ini mendorong konsep interoperabilitas untuk metaverse. Interoperabilitas metaverse mengarah pada fase komputasi berikutnya setelah smartphone. Sekadar informasi, belum lama ini Meta mendirikan Metaverse Open Standards Group dengan Microsoft, Epic Games, dan lainnya. Idenya adalah untuk memacu pembuatan protokol terbuka yang akan memungkinkan orang bergerak melalui dunia 3D dan virtual.
  2. Perusahaan teknologi saat ini tengah berlomba-lomba untuk terjun ke dunia metaverse, termasuk dalam mengembangkan ekosistemnya. Intel pun baru-baru ini mengeluarkan pandangan mereka tentang metaverse, melalui opini di situs resminya oleh Raja Koduri, Senior Vice President, General Manager of the Accelerated Computing Systems and Graphics Group. Koduri, seperti dikutip Sabtu (18/12/2021), mengakui bahwa memang metaverse mungkin menjadi platform utama berikutnya, dalam komputasi setelah world wide web dan mobile. "Ada alasan untuk percaya bahwa kita berada di puncak transisi besar berikutnya dalam komputasi. Transisi yang memungkinkan komputasi persisten dan imersif dalam skala besar," kata Koduri. Pandemi Paksa Pemanfaatan Teknologi Koduri mengatakan, animasi komputer dalam film saat ini hampir tidak bisa dibedakan dengan live-action. Bermain game sekarang juga memberikan tampilan grafis yang sangat realistis. "Dan tampilan VR dan AR telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, menciptakan pengalaman yang sangat kaya dan mendalam," kata Koduri. Pandemi pun dinilai memaksa banyak orang untuk mengandalkan teknologi digital, sebagai satu-satunya cara berkomunikasi, berkolaborasi, belajar, dan mempertahankan hidup. "Ledakan teknologi keuangan digital terdesentralisasi menginspirasi model bisnis yang mendorong semua orang untuk berperan dalam menciptakan metaverse ini," kata Koduri. Perlu Komputasi yang Lebih Kuat Meski begitu, menurut Koduri, metaverse juga membutuhkan banyak hal mulai dari avatar yang meyakinkan, pakaian, warna rambut dan kulit yang realistis dengan tampilan secara real time, transfer data dan bandwidth super tinggi, hingga latensi yang sangat rendah. "Bayangkan memecahkan masalah ini dalam skala besar – untuk ratusan juta pengguna secara bersamaan – dan Anda akan segera sadar infrastruktur komputasi, penyimpanan, dan jaringan kita saat ini tidak cukup untuk mewujudkan visi ini." Koduri pun mengatakan, dibutuhkan berkali-kali lipat kemampuan komputasi yang lebih kuat dan dapat diakses pada latensi yang jauh lebih rendah di banyak faktor bentuk perangkat. "Untuk mengaktifkan kemampuan ini dalam skala besar, seluruh saluran internet akan membutuhkan peningkatan besar," kata Koduri. "Blok bangunan Intel untuk metaverse dapat diringkas menjadi tiga lapisan dan kami telah bekerja keras di beberapa area kritis," imbuhnya.
×
×
  • Create New...