Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'mesin'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 9 results

  1. Kemajuan teknologi saat ini sudah banyak dimanfaatkan untuk memudahkan pekerjaan manusia dalam berbagai hal, tapi siapa sangka bahwa kemajuan ini juga dapat 'memudahkan' manusia untuk menemui ajalnya. Ya, sebuah rancangan teknologi yang dikenal sebagai "mesin bunuh diri" baru saja dipamerkan dalam sebuah ajang pameran pemakaman di Amsterdam, Belanda. Penciptanya adalah seorang pejuang eutanasia asal Australia, Philip Nitschke, yang dibantu seorang perancang asal Belanda, Alexander Bannink. Rancangan mesin yang dinamai 'Sarco' singkatan dari sarkofagus ini, sangat kontroversial karena memungkinkan penggunanya untuk bunuh diri yang dalam banyak pandangan dilarang. Desain pod atau tabung berada di atas sebuah penyangga yang akan menjadi tempat terakhir manusia yang ingin mengakhiri hidupnya. Cara kerja mesin sangat sederhana. Mesin ini memiliki sebuah tombol yang jika ditekan akan mengeluarkan gas nitrogen yang akan secara langsung 'membunuh' orang di dalamnya. “Orang yang ingin mengakhiri hidupnya cukup menekan tombol dan kapsul yang ditempatinya akan diisi dengan nitrogen. Ia akan merasa sedikit pusing tetapi kemudian akan cepat kehilangan kesadaran dan mati,” kata Nitschke, seperti dikutip dari The Guardian. Lebih lanjut, Nitschke mengatakan bahwa Sarco adalah alat "yang disediakan untuk orang-orang yang mengakhiri hidupnya." Dalam pameran di Amsterdam tersebut, Nitschke dan Bannink memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk merasakan sensasi menggunakan "mesin bunuh diri" ciptaannya menggunakan kacamata virtual reality. Nitschke mengatakan ia bertujuan membangun pod yang berfungsi penuh sebelum akhir tahun. Setelah itu, desain mesin ini akan ditempatkan secara online sebagai dokumen terbuka bagi orang-orang untuk mengunduhnya. "Itu berarti siapa saja yang ingin membangun mesin ini dapat mengunduh dan mencetak 3D perangkat mereka sendiri," kata Nitschke. Ketika ditanya tentang kontroversi seputar eutanasia dan rintangan hukum, Nitschke percaya bahwa memilih untuk mati adalah hak asasi manusia. “Saya percaya itu adalah hak asasi manusia yang fundamental untuk memilih kapan harus mati. Ini bukan hanya beberapa hak istimewa medis untuk orang yang sangat sakit. Jika Anda memiliki karunia hidup yang berharga, Anda harus dapat memberikan hadiah itu pada saat Anda memutuskannya,” ungkapnya.
  2. Perkembangan teknologi sudah sangat maju. Khusus untuk mobil keluaran terbaru, Anda tidak perlu lagi memanaskan mesin mobil dalam waktu lama sebelum melakukan perjalanan. Mekanisme "cuk" sudah tidak ada lagi, dan Anda juga tidak harus menginjak pedal gas ketika akan menghidupkan mesin. Cukup putar kunci kontak ke posisi "start", mesin akan langsung normal. Memang waktu pemanasan mesin masih ada, namun kini jauh lebih singkat waktunya. Itulah hebatnya mesin masa kini. Kebutuhan bahaan bakar tidak lagi disedot, tapi disemprot. Pada teknologi injeksi terkini, bensin langsung disemprotkan ke ruang bakar, sehingga waktu pemanasan pun semakin cepat. Dengan cara ini, selain konsumsi bahan bakar jadi lebih efisien, juga dapat membantu kurangi pencemaran lingkungan. Faktor oli juga menentukan lamanya mesin dipanaskan. Oli berkualitas baik dan viskositasnya rendah (masuk kategori energy conserving) membaut mesin lebih mudah dihidupkan. Sebab hambatan yang ditimbulkan oli lebih rendah. Sebaliknya,jila oli kental atau viskositasnya tinggi, tentu akan membutuhkan tenaga lebih besar untuk melawannya, yang nantinya juga akan memengaruhi lama mesin dipanaskan.
  3. Di setiap stasiun pengisian bahan bakar, selalu tertera peringatan dimana setiap pelanggan dilarang menghidupkan mesin saat sedang mengisi BBM. Peringatan serius itu tentu bukan sekedar saran atau harapan yang bisa diabaikan begitu saja. Karena jika sampai kecolongan sedikit saja tentu hasilnya akan fatal. Salah satu contoh berbahaya itu ditunjujkkan oleh sebuah video yang diunggah dalam akun youtube berikut. Seolah tidak ada apa-apa, si pemilik mobil membiarkan nozzle terbuka dan menggelontorkan BBM ke tangki tanpa pengamatannya. Padahal, saat itu mesin sedang menyala. Beberapa saat kemudian, muncul api yang segera melahap luapan melimpah bahan bakar yang masuk ke tangki. Pemilik mobil yang panik beserta anak dan istrinya di dalam mobil pun langsung melarikan diri. Untungnya, petugas SPBU bergerak sigap dan memadamkan api dengan segera, meski sempat terlihat salah satu dari mereka melakukan tindakan darurat yang keliru dengan mengucurkan air ke titik api.
  4. Bagi sebagian orang, memanaskan sepeda motor adalah ritual wajib sebelum berkendara. Padahal, saat ini perkembangan teknologi sepeda motor saat ini sudah tergolong maju dan tidak mengharuskan sepeda motor dipanaskan dalam waktu lama di pagi hari. Sektor mesin adalah salah satu bagian yang mendapat sentuhan teknologi terbaru dari perkembangan sepeda motor, demi mengejar efisiensi bahan bakar. Positifnya, mesin dengan teknologi Fuel Injection (FI/injeksi), sudah tidak lagi perlu dipanaskan layaknya motor dengan sistem karburator. Hal tersebut dijelaskan oleh Sarwono Edi, Technical Service Training Manager PT Astra Honda Motor (AHM). Menurut Edi, kebutuhan bahan bakar untuk mesin dengan sistem injeksi sudah diatur oleh Engine Control Module (ECM), jadi tak perlu menarik handel gas ketika dipanasi. ”Cukup panaskan 30 detik dan maksimal 1 menit dan biarkan stasioner. Oli sudah dapat bersirkulasi dengan baik pada putaran mesin stasioner. Tidak perlu digeber-geber karena akan sia-sia,” ujar Edi saat berbincang dengan KompasOtomotif beberapa waktu lalu. Pemborosan Edi melanjutkan, bila sering atau terlalu lama memanaskan mesin maka efek buruknya tentu saja pemborosan bahan bakar. ”Terlalu lama memanaskan mesin makan bensin terbuang begitu saja, lebih baik bensin digunakan untuk berkendara di jalan." Kemungkinan lainnya, tambah Edi, adalah komponen seperti knalpot akan mengalami panas berlebihan. Ini berpotensi bisa merusak cat knalpot tersebut. Sekalipun tidak dipanaskan, mesin dengan teknologi injeksi juga sudah siap dibawa berkendara. Kecil kemungkinan akan ada gejala mesin tersendat (brebet) karena kurang panas, seperti yang sering dialami sepeda motor dengan karburator. Buktinya adalah tidak adanya tuas choke di mesin injeksi. Pada mesin karburator, choke digunakan untuk membantu ketika mesin sulit dihidupkan. Edi menjelaskan, sepeda motor fuel injection tidak memerlukan choke, karena sudah mempunyai sensor yang mendeteksi suhu mesin.
  5. Guest

    Mesin Yang Menyalurkan Buku Gratis

    Vending machine yang biasanya digunakan untuk membeli makanan atau minuman kemasan, kini berisi buku-buku gratis dan menarik bagi anak-anak. Mesin-mesin otomatis tersebut merupakan upaya meningkatkan minat dan keterampilan caba anak-anak yang tinggal di kantong-kantong kemiskinan di ibukota AS. Mari kita simak liputannya dari tim VOA ...
  6. Spritam menjadi pil pertama yang dicetak dengan mesin cetak tiga dimensi. Badan pengawas obat dan makanan Amerika (FDA) telah memberi izin untuk produksi pil yang dibuat dengan mesin cetak tiga dimensi (3D). Obat ini, dijuluki Spritam, dikembangkan oleh Aprecia Pharmaceuticals merupakan obat untuk mengendalikan serangan epilepsi. Sebelumnya FDA juga menyetujui penggunaan peralatan medis -termasuk bagian tubuh palsu- yang dibuat dengan mesin cetak 3D. Obat yang dicetak dengan alat seperti ini memungkinkan obat itu dibuat dengan ketepatan dosis yang lebih tinggi. Para ahli memperkirakan, teknologi cetak tablet dengan mesin cetak 3D ini memungkinkan membuat obat pesanan berdasarkan kebutuhan khusus pasien, ketimbang membuat obat yang 'cocok untuk semua' seperti yang ada selama ini. "Selama 50 tahun terakhir, kita memproduksi obat di pabrik dan mengirimkannya ke rumah sakit, dan untuk pertamakalinya proses itu diubah. Kita bisa membuat obat lebih dekat dengan pasien," kata Dr. Mohamed Albed Alhnan, pengajar ilmu farmasi di University of Central Lancashire. Ini artinya, rumah sakit bisa menyesuaikan dosis untuk masing-masing pasien hanya dengan membuat perubahan di perangkat lunak sebelum melakukan pencetakan. Sebelumnya, obat yang dibuat khusus seperti itu memakan biaya yang amat mahal, kata Dr. Alhnan. Menurut Aprecia, Spritam akan diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2016.
  7. Pengering tangan modern sanggup mengeringkan tangan dalam hitungan detik dan membuat tangan tetap lembab, tetapi menyebarkan bakteri dan kuman penyakit di sekitar ruangan. Itu bisa membahayakan kesehatan. Hati-hati. Mengutip dailymail, studi menemukan pengering tangan modern jauh lebih buruk daripada handuk kertas. Itu karena menyebarkan kuman, yang bisa menyebabkan penyakit. Entah itu kepada pengguna, mauupun orang lain di sekitar. Peneliti menemukan kuman 27 kali lebih banyak di udara si sekitar pengering tangan modern dibandingkan dengan udara di sekitar kertas handuk dispenser. Peneliti juga menemukan lima kali lebih banyak bakteri di sekitar pengering jet udara dari pengering udara hangat. Penelitian sebelumnya menunjukkan biasanya setelah pergi ke toilet seseorang memiliki sekitar 200 juta bakteri per inci persegi yang menempel di tangan. Sebagai bagian dari studi ini, peneliti mengkontaminasi tangan dengan jenis berbahaya dari bakteri yang disebut Lactobacillus, yang tidak biasanya ditemukan di kamar mandi umum. Itu dilakukan meniru tangan buruk saat dicuci setelah pergi ke toilet. Deteksi berikutnya, Lactobacillus di udara membuktikan itu berasal dari tangan selama pengeringan. Profesor Mark Wilcox dari University of Leeds School of Medicine, yang memimpin penelitian mengatakan, "Saat mengeringkan tangan di toilet umum menggunakan pengering tangan listrik, mungkin menyebarkan bakteri tanpa menyadarinya. Mungkin juga akan berlumuran bakteri, kuman dan penyakit dari tangan orang lain." "Temuan penting untuk memahami cara-cara bakteri menyebar, dengan potensi mengirimkan penyakit," jelas dia. Penelitian ini terbit dalam Journal of Hospital Infection. Sumber: inilah.com
  8. Mesin diesel udah kita kenal sejak belasan atau bahkan puluhan tahun yang lalu. Kemudian umumnya kesan kita terhadap mesin diesel adalah berisik, bergetar, lamban, gak bisa lari, asap hitam, susah dirawat dan mahal dalam perawatan. Beberapa dari hal diatas adalah merupakan kenyataan tetapi juga sekaligus lebih merupakan mitos yang udah berkembang di masyarakat luas selama ini. Lebih parah lagi, di kalangan masyarakat berkembang pula hal-hal seperti malu bila harus antri di SPBU bersama truk dan bis saat harus mengisi bahan bakar. Percaya gak percaya tetapi hal seperti itu terjadi. Sebenarnya mesin diesel ini justru memiliki keunggulan dalam hal perawatan yang justru amat sangat mudah dan murah karena gak ada sistem pengapian seperti busi, koil dan distributor, kita hanya perlu mengganti oli mesinnya secara teratur sesuai jadwal, tentunya dengan menggunakan oli asli berkualitas baik yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan melakukan penggantian rutin filter udara, filter oli serta filter solarnya. Jangan lupa juga untuk melakukan kalibrasi pompa injeksi dan nozel di bengkel spesialis kalibrasi apabila dirasa performa mesin mulai menurun (umumnya dilakukan antara 50.000 km sampai dengan 100.000 km sekali). Hanya dengan melakukan hal ini maka mesin diesel akan selalu memberikan performa yang senantiasa maksimal. Sayangnya, seiring dengan kesan ketangguhan mesin diesel ini, banyak pemilik mobil bermesin diesel yang mengabaikan perawatan rutinnya sehingga terjadilan kerusakan berat pada mesin dan timbul biaya perbaikan yang mahal. Padahal pada mesin bensin pun apabila gak dirawat dan mengalami kerusakan juga akan memakan biaya perbaikan yang sama besarnya atau bahkan bisa lebih mahal. Dalam kondisi terawat, mesin diesel akan sangat awet dan tahan lama, itulah sebabnya kenapa truk, bis dan alat berat masih setia dengan menggunakan mesin peminum solar ini. Dari sisi efisiensi, kendaraan bermesin diesel sanggup berjalan 30% lebih jauh dari mesin bensin yang berkapasitas sama. Mesin ini pun lebih aman dan lebih tahan terhadap air, jadi gak perlu kuatir apabila digunakan untuk menembus jalanan yang tergenang air selama ketinggian air gak mencapai posisi belalai saringan udara. Karakter khas mesin diesel yang memiliki torsi besar di putaran mesin rendah akan menguntungkan kita saat berkendara menembus kemacetan yang seringkali kita alami terutama di jalanan kota-kota besar dan ketika kita berkendara di medan jalan pegunungan yang penuh dengan tanjakan dan turunan. Melihat perkembangannya, mesin diesel modern saat ini udah jauh berbeda dengan mesin diesel lawas. Suaranya udah jauh lebih halus, tenaga yang dihasilkan juga makin besar bahkan bisa menyaingi mesin bensin. Tingkat polusi yang dihasilkan pun udah jauh lebih rendah. Hanya saja, saat ini memang pajak untuk mobil bermesin diesel masih sedikit lebih tinggi dari mesin bensin dan bahan bakar solar yang tersedia di negara kita belum sepenuhnya dapat mengakomodir kebutuhan mesin-mesin diesel modern. Memang ada bahan bakar solar berkualitas tetapi harus ditebus dengan harga yang lebih mahal ketimbang solar biasa. Melihat banyak keunggulan mesin diesel sebagaimana diuraikan diatas, kenapa harus takut jika ingin menggunakan mesin diesel? Karena sebuah mesin, apapun itu baik bensin maupun diesel akan tetap bertahan dalam performa puncaknya apabila mendapatkan perawatan yang optimal dari sang pemilik.
  9. KETIKA pabrikan mobil meluncurkan mobil baru, pada brosurnya selalu tertulis spesifikasi mesin yang digunakan. Umumnya tulisan yang dicantumkan adalah teknologi mesin seperti mesin SOHC, 4 silinder, 8 katup segaris atau DOHC, 4 silinder dan 16 katup. Tentu timbul pertanyaan, apa itu SOHC dan DOHC? Kemudian mengapa mesin yang memiliki jumlah silinder sama bisa berbeda jumlah katupnya ? Antara SOHC dengan DOHC memang memiliki perbedaan konsep yang besar. Kedua istilah tersebut berbicara mengenai mekanisme pergerakan katup. SOHC merupakan singkatan dari Single OverHead Camshaft, sedangkan DOHC adalah kepanjangan dari Double OverHead Camshaft. Terlihat dari dari kedua singkatan tersebut ada satu kata yang sama yaitu, camshaft atau noken as. Memang pada noken as inilah terletak perbedaan kedua teknologi tersebut. Camshhaft atau noken as memiliki fungsi untuk membuka tutup katup isap dan katup buang. Katup isap bertugas untuk mengisap campuran bahan bakar udara ke dalam ruang bakar. Sebaliknya, katup buang memiliki tugas untuk menyalurkan sisa pembakaran ke knalpot. Sebenarnya teknologi mekanisme katup tidak hanya SOHC dan DOHC, tetapi masih ada sistem lain yang disebut OHV (Over Head Valve). Mekanisme kerja katup ini sangat sederhana dan memiliki daya tahan tinggi. Penempatan camshaft-nya berada pada blok silinder yang dibantu valve lifter dan push rod diantara rocker arm. Mekanisme OHV banyak dipakai oleh mesin diesel truk yang hanya membutuhkan torsi. Karena pengembangan teknologinya terbatas, sistem OHV sudah jarang digunakan lagi pada mesin bensin. Para ahli otomotif terus berpikir untuk menciptakan sistem mekanisme katup baru. Mereka pun beralih ke model OverHead Camshaft (OHC) yang menempatkan noken as di atas kepala silinder. Noken as langsung menggerakkan rocker arm tanpa melalui lifter dan push rod. Camshaft digerakkan oleh poros engkol melalui rantai atau tali penggerak. Tipe ini sedikit lebih rumit dibandingkan dengan OHV. Karena tidak menggunakan lifter dan push rod, bobot bagian yang bergerak menjadi berkurang. Ini membuat kemampuan mesin pada kecepatan tinggi cukup baik karena katup mampu membuka dan menutup lebih presisi pada kecepatan tinggi. OHC yang memakai noken as tunggal sebagai tempat penyimpanan katup isap dan buang sering disebut sebagai SOHC. Setiap noken as untuk setiap silinder hanya mampu menampung 2 katup, 1 isap, dan 1 buang. Oleh karena itu, mesin yang memiliki 4 silinder pasti hanya bisa memakai 8 katup. Keinginan untuk membuat mesin yang lebih bertenaga dibandingkan model SOHC, mendorong lahirnya teknologi DOHC. Mesin DOHC mempunyai suara yang lebih halus dan performa mesin yang lebih baik dari pada SOHC karena masing-masing poros pada mesin DOHC memiliki fungsi berbeda untuk mengatur klep masuk dan buang. Sementara itu, pada mesin SOHC, satu poros sekaligus bertugas mengatur buka/tutup klep masuk/buang sehingga pembakaran yang terjadi pada mesin DOHC lebih maksimal dan akselerasi mobil bermesin DOHC menjadi lebih baik. DOHC memakai dua noken as yang ditempatkan pada kepala silinder. Satu untuk menggerakkan katup isap dan satu lagi untuk menjalankan katup buang. Sistem buka tutup ini tidak memerlukan rocker arm sehingga proses kerja menjadi lebih presisi lagi pada putaran tinggi. Konstruksi tipe ini sangat rumit dan memiliki kemampuan yang sangat tinggi dibandingkan dua teknologi lainnya. Mekanisme katup DOHC bisa dibagi menjadi dua model, yaitu single drive belt directly dan noken as intake (isap) yang digerakkan roda gigi. Pada teknologi pertama, dua noken as digerakkan langsung dengan sebuah sabuk. Sedangkan pada model kedua, hanya salah satu noken as yang disambungkan dengan sabuk. Umumnya adalah bagian roda gigi katup intake. Antara roda gigi intake disambungkan dengan roda gigi exhaust (buang), sehingga katup exhaust akan turut bergerak pula. Adanya dua batang noken as memungkinkan pabrikan untuk memasangkan teknologi multikatup dan katup variabel pada mesin DOHC. Dalam satu silinder bisa dipasang lebih dari satu katup. Saat ini umumnya pabrikan menggunakan model 2 katup isap dan 2 katup buang, sehingga mesin DOHC yang memiliki 4 silinder bisa memasang 16 katup sekaligus. Sebenarnya mesin 4 langkah mempunyai 4 proses kerja, yaitu langkah isap, kompresi, usaha, dan buang. Tetapi bekerjanya katup hanya membutuhkan katup isap dan buang, karena sisa proses lainnya terjadi di ruang bakar. Mekanime pergerakan katup diatur sedemikian rupa sehingga noken as berputar satu kali untuk menggerakkan katup isap. Sedangkan untuk katup buang sebanyak 2 kali berputarnya poros engkol. Gerakan “noken as” Noken as membuka dan menutup katup sesuai timing yang telah diprogram. Noken as digerakkan oleh poros engkol dengan beberapa metode, yaitu timing gear, timing chain, dan timing belt. Metode timing gear digunakan pada mekanisme katup jenis mesin OHV yang letak sumbunya di dalam blok silinder. Timing gear umumnya menimbulkan bunyi yang besar dibandingkan model rantai (timing chain), sehingga mesin bensin OHV menjadi kurang populer dibandingkan model lainnya. Model timing chain dipakai untuk mesin SOHC dan DOHC. Noken as digerakkan oleh rantai (timing chain) dan roda gigi sprocket sebagai ganti dari timing gear. Timing chain dan roda gigi sprocket dilumasi dengan oli. Tegangan rantai diatur oleh chain tensioner. Vibrasi getaran rantai dicegah oleh chain vibration damper. Noken as yang digerakkan rantai hanya sedikit menimbulkan bunyi dibandingkan dengan timing gear, sehingga banyak diadopsi pabrikan. Teknologi timing belt lahir dari kebutuhan akan mesin yang bersuara senyap. Model sabuk ini tidak menimbulkan bunyi kalau dibandingkan dengan rantai. Selain itu tidak memerlukan pelumasan dan penyetelan tegangan. Kelebihan lainnya adalah belt lebih ringan dibandingkan rantai. Belt penggerak dibuat dari fiberglass yang diperkuat karet sehingga memiliki daya regang yang baik. Belt juga tidak mudah meregang bila terjadi panas. Oleh karena itu, model belt kini banyak dipasang pada mesin modern. SOHC Engine DOHC Engine

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy