Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'merokok'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Merokok bisa sangat membunuh manusia. Karenanya, merokok menjadi salah satu penyebab besar penyakit menular. Sayangnya, sejak usia anak-anak, penduduk Indonesia mengenal rokok. Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila F Moeloek SpM(K) menyayangkan hal ini. "Anak-anak yang merokok jadi ikon dunia. Sayangnya berasal dari Indonesia," ujarnya saat ditemui di JS Luwansa Hotel, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Sayangnya, tambah dia, anak-anak usia 15-16 tahun sudah mengenal rokok. Tidak hanya laki-laki, anak perempuan pun ikut-ikutan merokok. Mengingat itu, rokok adalah salah satu faktor risiko yang menyebabkan penyakit menular. Sehingga, di masa yang akan datang generasi muda Indonesia rawan mengalami banyak penyakit, seperti serangan jantung, kanker, bahkan diabetes.
  2. Rumah-rumah sakit di Prancis menawarkan uang bagi perempuan perokok jika mereka meninggalkan nikotin. Hal tersebut, seperti dilansir The Independent, dilakukan dalam sebuah studi untuk menguji dampaknya bagi keuangan. Para perempuan hamil yang berkomitmen meninggalkan rokok akan dibayar secara bertahap dalam bentuk voucher €20 atau setara Rp 304 ribu. Mereka berkesempatan mendapat hingga €300 (Rp4,6 juta) jika tidak merokok lagi. Studi dilakukan oleh sistem rumah sakit Paris yang bekerja sama dengan Institut Kanker Nasional Prancis. Mereka menguji apakah memberikan uang kepada perempuan hamil akan membantu meyakinkan para perempuan ini menjauhi tembakau sepanjang masa kehamilan. Para perempuan yang berusia lebih dari 18 tahun dengan usia kehamilan kurang dari empat bulan dapat mengajukan permohonan untuk ambil bagian dalam studi tersebut. Asalkan mereka merokok lebih dari lima rokok pabrik (atau tiga rokok linting) setiap hari. Angka-angka dari tahun 2015 menunjukkan satu dari lima perempuan Prancis tetap merokok selama masa kehamilan. Menteri Kesehatan Prancis Marisol Touraine mengatakan Prancis adalah “negara di mana perempuan hamil paling banyak merokok di Eropa”. Merokok selama masa kehamilan dapat mengurangi pasokan oksigen bagi janin, yang meningkatkan risiko bayi lahir mati, lahir prematur, dan lahir dengan berat di bawah normal.
  3. Tentara China diberi Tokok 6 Sampai 7 Sekali Hisap Rahasia Cepat Berhenti Merokok Ala Tentara – Merokok memang membuat ketagihan karena nikotin yang terkandung dalam rokok membuat orang kecanduan dan memang susah untuk berhenti dari kencanduan tersebut. Jika tidak merokok maka tubuh akan terasa lemas dan sakit-sakit, tapi jika terus merokok maka tubuh anda akan rusak, sel-sel penting anda akan mati dan otak sudah terkontaminasi oleh rokok. Tidak hanya itu asap pada rokok membuat paru-paru anda rusak dan asap anda akan memaparkan kepada orang-orang disekitar anda jika anda merokok pada sembarang tempat. Ini adalah gambar-gambar yang di ambil menunjukkan cara membuat rasa kapok akan dampak rokok pada tubuh manusia, dengan latihan seperti ini rokok itu akan membuat anda kapok dan berhenti untuk menggunakannya. Tentara Dipaksa untuk merokok sambil Sit Up Untuk Menyiksa Paru-Paru Mereka Tembakau rokok di campur dengan teh hangat dan tentu saja mereka harus meminumnya Maka dari itu merokok adalah aktivitas yang tidak bermanfaat dan dapat merusak tubuh, bagi anda yang merokok berhentilah mulai dari sekarang karena sel-sel hormon akan rusak karena rokok dan membawa kepada keturunan anda.
  4. Merokok di usia kanak-kanak bisa mengubah genetik keturunan di masa datang. Sebuah penelitian terbaru menemukan, pria yang merokok sebelum usia mereka 11 tahun berisiko lebih tinggi memiliki anak kelebihan berat badan di masa depan. Temuan dari proyek "Children of the 90s" menunjukkan gaya hidup bahkan di masa kanak-kanak mempengaruhi kesehatan generasi berikutnya. Penemuan memperlihatkan adanya efek transgenerational pada kenaikan obesitas dan dapat dipakai untuk evaluasi pencegahannya. Jumlah perokok di seluruh dunia meningkat dari tahun ke tahun. WHO merilis, sekitar 35 persen pria di negara maju dan 50 persen pria di negara berkembang adalah perokok. Sejumlah riset pada hewan memang menunjukkan adanya dampak kesehatan antargenerasi, namun buktinya terbatas. Studi yang diterbitkan dalam European Journal of Human Genetics, peneliti memiliki akses ke gaya hidup, genetika dan data kesehatan 9.886 ayah, 5.376 diantaranya perokok. Sebanyak 166 orang atau tiga persen merokok secara teratur sebelum usia 11 tahun. Saat melihat keturunannya, peneliti menemukan pada usia usia 13, 15 dan 17, anak dari lelaki yang merokok sebelum 11 tahun memiliki indeks massa tubuh paling tinggi daripada yang merokok di usia yang lebih dewasa atau tidak sama sekali. Anak-anak ini memiliki massa lemak yanng lebih tinggi mulai dari 5-10 kilogram antara usia 13 dan 17. Namun, efek ini tidak terlihat pada anak-anak perempuan pada tingkat yang sama. Ini data yang persuasif namun belum definitif sehingga kita perlu konfirmasi bahwa merokok terkait perubahan epigenetik yang sama dalam DNA anak-anak.
  5. Sekarang bukan hanya kaum pria saja yang suka merokok, akan tetapi banyak juga kaum wanita yang menjadi perokok. Selain merokok tidak baik untuk kesehatan, bagi wanita dengan merokok akan mengurangi atau memudarkan kecantikan yang di miliki. Mungkin hal tersebut belum di sadari oleh banyak wanita, bila sebenarnya paparan asap rokok selain dapat mengganggu saluran pernafasan tetapi juga mengandung racun yang dapat merusak sel kulit sehingga kulit akan terlihat tua. Menjadi perokok aktif dapat mengakibatkan penuaan dini pada kulit. Panas yang di sebabkan karena rokok dapat membuat luka bakar pada sel-sel kulit serta jaringan sehingga akan menjadi penghambat pertumbuhan kulit sehat. Hal tersebut dapat mengubah struktur dan serat konten yang berasal dari kulit, yang akhirnya akan menyebabkan garis-garis halus serta kerutan pada kulit. Salah satu penyakit kulit yang sering di hadapi wanita yang suka merokok adalah adanya perubahan warna pada bagian bibir. Banyak wanita dan pria yang merokok akan memiliki warna bibir gelap yang di sebabkan karena asap panas dari rokok yang menyebabkan sirkulasi darah pada bagian bibir berkurang sehingga warna bibir tidak segar lagi. Wanita yang pada awalnya mempunyai kulit mulus dan kencang, akan semakin mengendur yang di sebabkan karena racun dalam asap rokok yang dapat membuat tekstur kulit cepat mengendur dan beresiko mengalami peradangan pada kulit. Merokok dapat menghambat suplai darah pada kulit, sehingga pasokan oksigen dalam tubuh menjadi berkurang. Proses pertumbuhan kulit juga terhambat karena kurangnya nutrisi pada kulit.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy